Anda di halaman 1dari 20

DETASEMEN KESEHATAN WILAYAH MALANG

RUMAH SAKIT TINGKAT III BALADHIKA HUSADA

PANDUAN SURVEILANCE

2015

RUMAH SAKIT TINGKAT III BALADHIKA HUSADA


Jl. PB. Sudirman No. 45 Jember
Telp/Fax (0311) 484674, 489207/ (0331) 425673
Email: rsbaladhikahusada@yahoo
SK

ii
KATA PENGANTAR
Puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, sehingga dapat tersusun Panduan Surveilan ini.
Dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, RS H&A senantiasa
meningkatkan penyelenggaraan peningkatan sarana dan prasarana yang sesuai dengan
perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi.
Panduan Surveillance ini merupakan bagian dari PEncegahan dan Pengendalian Infeksi terutama
dalam peningkatan mutu pelayanan. Rumah sakit.

Surabaya
penyusun

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR............................................................................................................................ ii
DAFTAR ISI ....................................................................................................................................... iii
BAB I PENDAHLUAN ......................................................................................................................... 1
A. Definisi .................................................................................................................................. 1
B. Tujuan ................................................................................................................................... 2
BAB II RUANG LINGKUP ................................................................................................................... 3
BAB III TATA LAKSANA..................................................................................................................... 4
A. Pelaksanaan surveillans ........................................................................................................ 4
B. Pengumpulan dan pencatatan data...................................................................................... 4
BAB IV DOKUMENTASI ................................................................................................................... 16

iii
BAB I PENDAHLUAN

A. DEFINISI
1. Surveillans adalah kegiatan yang terus menerus dan sistematis untuk
pengumpulan ,analisis dan interprestasi data untuk memantau dan mengambarkan
kejadian kejadian Infeksi rumah sakit ( IRS ) adalah infeksi yang terjadi pada pasien
selama perawatan di rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan lain ,yang tidak di
temukan dan tidak dalam masa inkubasi saat pasien masuk RS.
2. Data Nominator adalah jumlah yang terinfeksi pada pasien yang beresiko
3. Data Denominator adalah jumlah pasien dan jumlah hari ,total jumlah hari
pemakaian alat ( ventilator ,kateter central line ,kateter urine ).
4. Surveillans prospektif adalah pemantauan setiap pasien selama di rawat di rumah
sakit dan untuk pasien operasi sampai setelah pasien pulang ( 1 bulan untuk operasi tanpa
implant dan 1 tahun jika pemasangan implant ).
5. infeksi nosocomial adalah infeksi yang terjadi di rumah sakit setelah pasien di rawat
2 x 24 jam ,sebelum pasien dirawat tidak dalm masa inkubasi
6. surgical site infection (SSI ): infeksi luka operasi adalah infeksi yang terjadi pada
daerah operasi terkait dengan adanya pembedahan yang terjadi dalam 30 hari setelah
tindakan bedah tanpa implant atau dalam satu tahun setelah pembedahan dengan
implant dapat menegnai berbagai lapisan jaringan tubuh ,superfisial atau dalam.
7. Operasi Bersih
Operasi insisional yang tidak ada inflamasi ,tidakmembuka traktus respiratorus/
orofaringtraktus gastrointestinal /biliar ,traktus genitourinarius ,semua operasi yang
elektif dengan penutupan kulit primer dengan atau tanpa drain yang tertutup
8. Operasi Bersih kontaminasi
Operasi yang membuka semua sistem traktus (respiratorius /orofaring,traktus
gastrointestinal /bilier ,urinarius ,reproduksi wanita kecuali ovarium ) dan tidak terjadi
penyemaran /perforasi
9. Operasi Kontaminasi
Operasi yang membuka semua sistem traktus (respiratorius/ orofaring,traktus
gastrointestinal/ bilier ,urinarius ,reproduksi wanita kecuali ovarium) dan terjadi
penyemaran (perforasi ),operasi karena kecelakaan dalam waktu < 6 jam
10. Operasi .Kotor
Terjadi perforasi dari sistem respiratorius /orofaring, gastrointestinal / digestif
,urogenetalis yang terinfeksi cairan purulen /bakterial dan pada luka terbuka > 6 jam
setelah kejadian
11. American society of Anesthesiologists (ASA SCORE ) adalah kondisi pasien
berdasarkan Amirican society of Anesthesiologis
a. ASA I : pasien sehat tidak ada gangguan sistemik
b. ASA 2 : pasien dengan gangguan sistemik ringan sedang
c. ASA 3: pasien dengan gangguan sistemik berat
d. ASA 4 : pasien dengan gangguan sistemik berat yang mengancam kehidupan
e. ASA 5 ; pasien tidak di harapkan hiduup walaupun di operasi atau tidak
12. Ventilator associated pneumonia ( VAP ) : pneumonia yang terjadi di rumah sakit
atau pelayanan kesehatan terkait dengan pemasangan ventilasi mekanik setelah 48 jam
Klasifikasi Ventilator associated pneumonia (VAP):
a. Early onset : terjadi 48-72 jam setelah intubasi
b. Late onset : terjadi > 96 jam setelah intubasi
1
13. Cateter urinary tractus infection ( CAUTI ) : infeksi yang terjadi pada saluran kemih
akibat pemasangan kateter urine menetap setelah 2 x 24 jam, terjadi setelah pemasangan
kateter urine
14. Cateter line blood streem infection ( CLABSI ) : infeksi yang terjadi pada aliran darah
primer terkait dengan pemasangan kateter intra vaskuler setelah 2 x 24 jam
15. Multi drag resisten organism ( MDRO ) adalah mikroorganisme yang resissten/kebal
terhadap 3 class/golongan antibiotika
16. Incidence adalah jumlah kasus baru dari suatu penyakit yang timbul dalam satu
kelompok populasi tertentu dalam kurun waktu tertentu pula
17. Prevalence adalah jumlah total kasus baik baru maupun lama suatu kelompok
populasi dalam satu kurun waktu tertentu ( period prevalence ) atau dalam satu kurun
waktu tertentu ( point prevalence )

B. TUJUAN
Umum : Kewaspadaan dini kejadian luar biasa
Khusus :
1. Memperoleh data dasar infeksi rumah sakit
2. menurunkan laju infeksi RS
3. Identifikasi dini kejadian luar biasa ( KLB ) infeksi rumah sakit
4. Menyakinkan para tenaga kesehatan tentang adanya masalah yang memerlukan
penanggulangan
5. mengukur dan menilai keberhasilan suatu program PPI di RS
6. Memenuhi standart mutu pelayanan medis dan perawatan

2
BAB II RUANG LINGKUP

1. Pasien dengan infeksi luka operasi dengan tindakan insisi /surgical site infection (SSI)
2. Pasien dengan infeksi saluran kencing sehubungan dengan pemasangan kateter urine
/cateter associated urinary tractus infection (CAUTI)
3. Pneumonia sehubungan dengan pemakaian alat bantu nafas ventilator/ventilator
associated pneumonia (VAP)
4. Infeksi Aliran darah Primer sehubungan dengan pemasangan kateter vena sentral /cateter
line associated blood streem infection (CLABSI)
5. Pasien dengan dicubitus
6. Pasien dengan infeksi vena periper sehubungan dengan pemasangan kateter intra vena (
Phlebitis )
7. Pola mikroba
8. Pola anti mikroba ( peta pola kuman )

3
BAB III TATA LAKSANA

A. PELAKSANAAN SURVEILLANS
1. Identifikasi kasus
2. kasus di dapatkan dengan secara aktif , IPCN dan IPCLN mencari data dari berbagai
sumber untuk mengumpulkan informasi
3. kasus di dapatkan berdasarkan klinis pasien atau temuan laboratorium
4. kasus di dapatkan secara prospektif
B. PENGUMPULAN DAN PENCATATAN DATA
1. Pengumpulan data numerator
Pengumpulan numerator data di lakukan oleh IPCN dan IPCLN Jenis data numerator yang
di kumpulkan
a. Data demografik : nama ,tanggal lahir ,jenis kelamin , nomer catatan medik
,tanggal masuk rumba sakit
b. Infeksi : tanggal infeksi muncul ,lokasi infeksi ,ruang perawatan saat infeksi muncul
pertama kali
c. Factor risiko : alat,prosedur ,factor lain yang berhubunhan dengan infeksi rumah
sakit
d. Data laboratorium ,jenis mikroba ,antibiogram ,serologi ,patologi
e. Data radiology /imaging ; x ray ,CT scan ,MRI dsb
Sumber data numerator
a. Catatan masuk / keluar / pindah rawat ,catatan laboratorium mikrobiologi
b. Mendatangi bangsal pasien untuk mengamati dan berdiskusi dengan perawt
c. Data data pasien
1) Hasil laboratorium dan radiology
2) catatan perawat dan dokter dan konsulan
3) diagnosis saat masuk RS
4) riwayat penyakit dan pemeriksaan fisik
5) catatan diagnostic dan intervensi bedah
6) catatan suhu
7) pemberian antibiotika
8) untuk kasus SSI sumber data termasuk catatan dari klinik bedah ,catatan dokter
2. Pengumpulan data denominator
Pengumpulan Denominator data di lakukan oleh IPCN dan IPCLN Jenis data denominator
yang di kumpulkan
a. Jumlah populasi pasien yang beresiko terkena infeksi rumah sakit
b. Catatan harian jumlah total pasien dan jumlah total hari pemasangan alat (
ventilator, central line dan kateter urin ) pada area yang di lakukan surveillans ,jumlah
total harian ini pada akhir periode surveillans di gunakan sebagai denominator
c. Untuk laju SSI atau untuk mengetahui indeks resiko catat informasi prosedur
operasi yang di pilih untuk surveillans
d. Sumber data denominator ( jumlah pasien yang terpasang alat misal senntral line
,ventilator ,atau kateter menetap ) / untuk laju SSI ( data saat operasi untuk masing
masing prosedur operasi )

1) Perhitungan
a. Numerator
Angka kejadian infeksi terdapat 3 kategori yang di catat yaitu data
demografi ,infeksi sendiri dan laboratorium
4
b. Denominator
Denominator dari infection rates adalah tabulasi dari data pada kelompok pasien
yang memiliki risiko untuk mendapatkan infeksi
a. Jumlah pasien dan jumlah hari rawat inap
b. Jumlah hari pemakaian ventilator
c. Jumlah total hari pemakaian kateter vena sentral dan jumlah hari
pemakaian kateter urin menetap
2). Analisa data
Menentukan dan menghitung laju , laju adalah suatu probabilitas suatu kejadian
dalam formula sebagai berikut ( x/y )k
X : Numerator adalah jumlah kali kejadian selama kurun waktu tertentu
Y : Denominator adalah jumlah populasi dari mana kelompok yang
mengalami kejadian tersebut berasal selam kurun waktu yang sama
K : Angka bulat yang dapat membantu angka laju dapat mudah di baca
( 100.1000 atau 10. 000 )
5. Evaluasi ,rekomendasi dan deseminasi
Hasil surveillans di gunakan untuk mengevaluasi pelaksanaan program pencegahan
dan pengendalian infeksi rmah sakit dalam satu waktu tertentu
Evaluasi dan rekomendasi setiap 3 bulan sekali
6.Pelaksanaan surveillans
a. infeksi saluran kencing
1) Pengumpulan data
a). Demoggrafi ,factor resiko
b). Lama pemakaian kateter urine menetap ( tanggal pemasangan dan lepas )
c). Tindakan pencegahan
d). Tanda - tanda infeksi
e). Adanya kuman / mikroba ,kuman biakan 10 5
f). Jenis dan nomer kateter yang di pakai
2). Kriteria ISK
Kriteria ISK simptomatik /symptomatic urinary trac infection. Pasien dengan kateter
urine menetap setelah 2 x 24 jam dan kateter masih terpasang saat ketika kriteria ini
muncul
Symptomatic urinary trac infection (SUTI ) 1a
1. Demam >38 0c
2. Nyeri supra pubic
3. Nyeri pinggang dan
4. Hasil biakan urine >105 jenis kuman uropathogen dan tidak lebih dari 2
spesimen
5. Pasien terpasang kateter urine indwelling selama > 2 x 24 jam dan di lepas
pada hari atau sebelum seluruh elemen kriteria ini terjadi bersama sama
Dan
1. Setidaknya terdapat 1 dari tanda- tanda atau gejala berikut
2. Demam > 38
3. Urgency /anyang anyangan
4. Frekuensi / sering BAK
5. Disuria / sering kencing
6. Nyeri pinggang
7. Hasil biakan urine >105 jenis kuman uropathogen dan tidak lebih dari 2
spesimen
5
8. Tanpa ada penyebab lain yang di ketahui

Symptomatic urinary trac infection (SUTI ) 1b


Pasien tidak sedang terpasang kateter urine indewelling pada saat kreteria ini pertama
kali terjadi
Dan
1. Memiliki setidaknya 1 dari tanda tanda / gejala berikut
2. Demam > 38 0 c( pada pasien yang berumur 65 tahun
3. Nyeri supra pubic
4. Dysuria ( sakit saat BAK )
5. Nyeri pinggang
6. Urgency /anyang anyangan
7. Frekuensi / sering BAK
8. Nyeri pinggang
9. Hasil kultur urine positif >105 dan tidak lebih dari 2 spesimen
mikroorganisme
10. Tanpa ada penyebab lain yang di ketahui

Symptomatic urinary trac infection (SUTI )2a


Pasien terpasang kateter urine indwelling selama lebih dari 2 hari dan kateter masih
terpasang ketika semua elemen kriteria ini pertama kali terjadi bersama sama dan
setidaknya terdapat 1 dari tanda tanda atau gejala berikut
1. Demam > 38 0 c
2. Nyeri supra pubic
3. Nyeri pinggang dan setidaknya terdapat Salah satu dari berikut
4. Test carik celup ( diptick ) positif untuk leukosit esterase atau nitrit,Pyuria
(specimen urine dengan 10 sel darah putih {WBC }/mm3unspun atau > 5WBC /high
power field of spun urine ) ,Mikroorganisme yang terlihat pada pewarnaan gram
unspun urine
5. Dan Hasil kultur urine positif 103dan >105 CFU /ml dan tidak lebih dari 2
spesimen mikroorganisme. Pasien terpasang kateter urine indwelling selama lebih
dari 2 hari dan di lepas pada hari atau sebelum seluruh elemen kriteria ini pertama
kali terjadi bersama sama dan setidaknya terdapat 1 dari tanda tanda atau gejala
berikut
6. Demam > 38 0 c
7. Nyeri supra pubic
8. Nyeri pinggang dan setidaknya terdapat Salah satu dari berikut
9. Test carik celup ( diptick ) positif untuk leukosit esterase atau nitrit,Pyuria
(specimen urine dengan 10 sel darah putih {WBC }/mm3unspun atau > 5WBC /high
power field of spun urine ) ,Mikroorganisme yang terlihat pada pewarnaan gram
unspun urine
10. Dan Hasil kultur urine positif 103dan >105 CFU /ml dan tidak lebih dari 2
spesimen mikroorganisme
11. Tanpa penyebab lain yang di ketahui
Symptomatic urinary trac infection (SUTI )2b
Pasien tidak sedang terpasang kateter urine indwelling pada saat atau sehari
sebelum semua elemen kriteria ini pertama kali terjadi bersama sama
1. Demam > 38 0 c pada pasien yang berumur 65 tahun
2. Nyeri supra pubic
6
3. Nyeri pinggang dan setidaknya terdapat Salah satu dari berikut
4. Test carik celup ( diptick ) positif untuk leukosit esterase atau nitrit,Pyuria
(specimen urine dengan 10 sel darah putih {WBC }/mm3unspun atau > 5WBC /high
power field of spun urine ) ,Mikroorganisme yang terlihat pada pewarnaan gram
unspun urine
5. Dan Hasil kultur urine positif 103dan >105 CFU /ml dan tidak lebih dari 2
spesimen mikroorganisme
6. Tanpa pnyebab lain yang di ketahuai
Symptomatic urinary trac infection (SUTI ) 3
Pasien berumur 1 tahun dengan atau tanpa terpasang kateter urine indwelling
memiliki setidaknya 1 dari tanda tanda atau gejala berikut
1. Demam > 38 0 c rectal
2. Hypotermi < 37 rectal
3. Apnea
4. Bradikardi < 100/ mnt
5. Dysuria
6. Muntah muntah
7. Kelesuan
8. Dan Hasil kultur urine positif >105 CFU /ml dan tidak lebih dari 2 spesimen
mikroorganisme
9. Tanpa penyebab lain yang di ketahui
Pasien terpasang kateter urine indwelling selama lebih dari 2 hari dan kateter masih
terpasang keteika pertama kali terjadi bersama sama dan setidaknya terdapat 1 dari
tanda tanda atau gejala berikut
Symptomatic urinary trac infection (SUTI ) 4
Pasien berumur 1 tahun dengan atau tanpa terpasang kateter urine indwelling memiliki
setidaknya 1 dari tanda tanda atau gejala berikut
1. Demam > 38 0c rectal
2. Hypotermi < 36 0 crectal
3. Apnea
4. Bradikardi < 100/ mnt
5. Dysuria
6. Muntah muntah
7. kelesuan Test carik celup ( diptick ) positif untuk leukosit esterase atau nitrit,Pyuria
(specimen urine dengan 10 sel darah putih {WBC }/mm3unspun atau > 5WBC /high
power field of spun urine ) ,Mikroorganisme yang terlihat pada pewarnaan gram
unspun urine
8. Dan Hasil kultur urine positif 103dan >105 CFU /ml dan tidak lebih dari 2
spesimen mikroorganisme elemen elemen ini muncul dalam jarak waktu kurang
yang tidak lebih dari satu hari. Tanpa penyebab lain yang di ketahui
Pasien terpasang kateter urine indwelling selama lebih dari 2 hari dan kateter masih
terpasang keteika pertama kali terjadi bersama sama dan setidaknya terdapat 1 dari
tanda tanda atau gejala berikut
Asymptomatic bakteremic urinary tract infection ( ABUTI )
1. Pasien dengan atau tanpa kateter urine indeweling tidak memiliki tanda tanda
atau gejala ( yaitu untuk semua usia pasien tidaka ada demam { > 38,anyang
anyangan, nyeri supra pubic ,nyeri pinggang )
2. Atau untuk pasien berumur 1 tahun tidak ada demam > 38 0c rectal, Hypotermi

7
3. < 36 0 crectal ,Apnea ,Bradikardi < 100/ mnt,Dysuria ,Muntah muntah,kelesuan
Dan Hasil kultur urine positif >105 CFU /ml dan tidak lebih dari 2 spesimen
mikroorganisme
4. Dan kultur darah positif dengan setidaknya satu mikroorganisme uropathogen
cocok dengan kultur urine atau setidaknya 2 kultur darah cocok yang di ambil pada
kesempatan terpisah jika patoogen yang cocok adalah kuman komensal kulit yang
umum
7. Menghitung dan menganalisa
Incident rate ISK
Jumlah ISK ( Numerator )
---------------------------------------- x1000
Jumlah hari pemakaian kateter urine menetap
Dalam kurun waktu tertentu ( Denominator )
2. .Pelaksanaan surveillans infeksi luka operasi
a. Menggumpulkan data setiap hari secara rutin
b. Pengumpulan data Demoggrafi factor resiko pre operasi:
1) Lama 0perasi ,
2) Suhu tubuh,
3) Berat badan ,
4) Pemakaian steroid jangka panjang
5) Perokok ,
6) Pemeriksaan gula darah dan albumin,
7) ASA Skor
8) Klasifikasi luka operasi
c. Tindakan pencegahan preoperasi
1) Screening MRSA
2) Pencukuran dan waktu pencukuran
3) Mandi dengan anti septik
4) Prokfilaksis
d. Durante operasi
1) Tekanan udara di kamar operasi
2) Aircount kamar operasi
3) Anti biotik tambahan saat operasi
4) Desinfeksi kulit saat operasi
5) Implant yang di gunakan
6) Jumlah staf saat operasi
7) Drain
e. Post operasi
1) Draissing yang di gunakan
2) Rawat luka post operasi
3) Control
4) Tanda tanda infeksi luka operasi
f. Jenis infeksi luka operasi
1. Infeksi insisional superfisial
infeksi pada luka insisi ( kulit dan sub kutan ) terjadi dalam 30 hari pasca bedah
dengan kriteria
a) Keluar cairan purulent dari luka insisi
b) Kultur di temukan kuman pathogen dari cairan yang keluar atau jaringan
yang di ambil secara aseptik
8
c) Di temukan paling tidak satu tanda infeksi ,nyeri bengkak local ,kemerahan
bila hasi negative dan dokter yang merawat menyatakan suatu infeksi
2. infeksi insisional dalam (deep )
infeksi pada luka insisi terjadi dalam 30 hari pasca bedah atau sampai satu tahun
bila ada implant terdapat paling tidak satu keadaan di bawah ini
a) keluar cairan purulent dari luka insisi tapi bukan berasal dari rongga atau
organ
b) secara spontan mengalami dehisens atau dengan sengaja di buka oleh ahli
bedah dan paling sedikit satu dari tanda berikut : demam > 38 0c ,nyeri local
c) kultur di temukan kuman patogent
d) dokter menyatakan suatu luka infeksi
3. Infeksi organ
Infeksi mengenai bagian tubuh manapun kecuali insisi kuliit fasia ,atau lapisan otot
,yang di buka atau di manipulasi selama prosedur pembedahan
a. drainase purulent dari drain yang di pasang melalui luka insisi ke dalam
organ / rongga
b. di temukan organisme melalui kultur aseptic dari organ / rongga
c. abses atau bukti infeksi lainnya yang terdapat pada organ / rongga yang di
temukan dalam pemeriksaan langsung selam reoperasi atau radiologi
d. dokter menyatakan infeksi pada organ tersebut
Menghitung dan menganalisa Insident Rate ILO
Jumlah ILO ( Numerator )
-------------------------------- x 100
Jumlah kasus operasi dalam
kurun waktu tertentu ( Denominator )

Petunjuk pelaporan
a. Jangan laporkan abses jahitan ( inflamasi dan discharge minimal terbatas pada titik
jahitan ) sebagai infeksi
b. Jangan laporkan infeksi local tempat tusukan sebagai SSI
3. Pelaksanaan surveillans Ventilator Associated Pneumonia (VAP )
a. Menggumpulkan data setiap hari secara rutin
b. Pengumpulan data
1. Demografi
2. Tindakan pencegahan
3. Tanda tanda infeksi memakai clinical pulmunari infction score ( CPIS )
4. Total hari pemakaian
c. Kriteria Ventilator Associated Pneumonia (VAP )
1. PNEU 1( clinically )
a) Pemeriksaan Radiologi
b) Infiltrat baru atau progresif dan persistent
c) Consolidasi
d) Cavitasi
e) Pneumotoceles, pada bayi berusia < 1 tahun
Tanda dan gejala, paling sedikit satu dari berikut :
1. Demam > 38 C tanpa sebab lain
2. Leukopenia < 4000 lekosit/mm3 atau lekositosis >12.000 lekosit/mm3
3. Untuk dewasa berumur > 70 tahun , gangguan status mental tanpa sebab lain
Dan paling sedikit 2 hal berikut :
9
1. Onset baru sputum yang purulent atau perubahan karakter/sifat sputum atau
peningkatan sekresi
2. Respiratori atau peningkatan penggunaan suction
3. Onset baru atau batuk memburuk atau dyspnea, atau tacypnea
4. Rales atau suara nafas bronchial
5. Pertukaran gas yang memburuk (mis,desaturasi O2 (mis, PaO2/FiO2 <240)
Peningkatan penggunaan oksigen atau peningkatan kebutuhan ventilator)
Kriteria alternatif , untuk bayi berumur < 1 tahun :
Pertukaran gas yang memburuk (mis Desaturasi O2, peningkatan penggunaan oksigen atau
peningkatan penggunaan oksigen atau peningkatan kebutuhan ventilator)
Dan paling sedikit 3 dari berikut :
1. Temperatur tidak stabil tanpa penyebab jelas
2. Leukopenia (< 4000 lekosit/mm 3) atau lekositosis (> 15,000 lekosit/mm3)
3. Onset baru sputum yang purulenn atau perubahan karakter/sifat sputum atau
peningkatan sekresi respiratori atau peningkatan penggunaan suction
4. Apnea, tachypnea, nasal melebar dan dinding dada retraksi serta merintih
5. Wheezing, rales, atau ronchi
6. Batuk
7. Bradycardia (<100detak /menit) atau tachycardia (>170 /mnt)
Kriteria alternatif untuk anak berumur >1tahun atau <12tahun paling sedikit 3 dari hal
berikut:
1. Demam (>38,4C)atau hypothermia (<36,5C) dengan tanpa penyebab yang jelas
2. Leukopenia (<4000 lekosit/mm3) atau lekositosis (>15.000 lekosit/mm3)
3. Onset baru sputum yang purulenn atau perubahan karakter/sifat sputum atau
peningkatan
4. Sekresi respiratori atau peningkatan penggunaan suction
5. Onset baru atau batuk memburuk atau dyspnea, apnea, atau tachypnea
6. Rales atau suara nafas bronchial
7. Pertukaran gas yang memburuk (mis Desaturasi O2) pulse oxymetry <94%
peningkatan penggunaan oksigen atau peningkatan kebutuhan ventilator
2. PNEU 2
Pneumonia dengan pathogen berupa bacterial atau fungi berfilamen di sertai dengan temuan
spesifik
Laboratorium
Pemeriksaan Radiologi
1. Infiltrat baru atau progresif dan persistent
2. Consolidasi
3. Cavitas
4. Pneumotoceles, pada bayi berusia < 1 tahun
Tanda dan gejala, paling sedikit satu dari berikut:
Demam > 38 C tanpa sebab lain
Leukopenia <4000 lekosit/mm3 atau lekositosis >12.000 lekosit/mm 3
Untuk dewasa berumur > 70 tahun, gangguan status mental tanpa sebab lain
Dan
Paling sedikit 2 hal berikut :
1. Onset baru sputum yang purulent atau perubahan karakter/sifat sputum atau
peningkatan sekresi
2. Respiratori atau peningkatan penggunaan suction
3. Onset baru atau batuk memburuk atau dyspnea atau tacypnea
10
4. Rales atau suara nafas bronchial
5. Pertukaran gas yang memburuk (mis,desaturasi O2 (mis, PaO2/FiO2 ,<240)
Peningkatanpenggunaan oksigen atau peningkatan kebutuhan ventilator)
Kriteria laboratoris
1. Paling sedikit satu dari kriteria berikut :
2. Biakan positif dari darah tanpa sebab infeksi lain
3. Biakan positif dari cairan pleura
4. Biakan kuantitatf positiv dari spesimen minimaly contaminated
5. 5 % bal terdapat sel yang berisi bakteri intra seluler pada pemeriksaan langsung
mikroskopis (misalnya pengecatan gram)
6. Pemeriksaan hispatologis menunjukkan paling sedikit satu dari berikut bukti
adanya pneumonia
7. Pembentukan abses atau focus consolidasi dengan intense akumulasi PMN pada
bronnchioli dan alveoli
8. Biakan kuantitatif positif dari parenkim paru
9. Bukti adanya invasi hifa atau pseudohyphae fungi pada parenchim
10. Pneumonia dengan patogen berupa viral, legionella chlamydia mycoplasma dan
patogen tidak umum
11. Di sertai penemuan spesifik laboratorium
Tanda dan gejala paling sedikit satu dari berikut :
1. Demam >38 C tanpa sebab lain
2. Leukopenia <4000 lekosit/mm3 atau lekositosis >12.000 lekosit/mm3
3. Untuk dewasa berumur > 70 tahun, gangguan status mental tanpa sebab lain
Dan paling sedikit 2 hal berikut :
1. Onset baru sputum yang purulent atau perubahan karakter/sifat sputum atau
peningkatan sekresi
2. Respiratori atau peningkatan penggunaan suction
3. Onset baru atau batuk memburuk atau dyspnea atau tacypnea
4. Rales atau suara nafas bronchial
5. Pertukaran gas yang memburuk (mis, desaturasi O2 (mis, PaO2/FiO2, <240)
Peningkatan penggunaan oksigen atau peningkatan kebutuhan ventilator)
Dan paling sedikit 3 dari berikut :
1. Temperatur tidak stabil tanpa penyebab jelas
2. Leukopenia < 4000 lekosit/mm3 atau lekositosis >15.000 lekosit/mm3
3. Onset baru sputum yang purulent atau perubahan karakter/sifat sputum atau
peningkatan sekresi
4. Respiratori atau peningkatan penggunaan suction
5. Apnea, tachypnea, nasal melebar dan dinding dada retraksi serta merintih
6. Wheezing, rales, atau ronchi
7. Batuk
8. Bradycardia (<100detak/menit) atau tachycardia (>170/mnt)
Kriteria alternatif untuk anak berumur >1tahun atau <12tahun paling sedikit 3 dari hal berikut
:
1. Demam (>38,4C) atau hypothermia (<36,5C) dengan tanpa penyebab yang jelas
2. Leukopenia (< 4000 lekosit/mm3) atau lekositosis (> 15,000 lekosit /mm3)
3. Onset baru sputum yang purulen atau perubahan karakter/sifat sputum atau
peningkatan
4. Sekresi respiratori atau peningkatan penggunaan suction
5. Onset baru atau batuk memburuk atau dyspnea, apnea, atau tachypnea
11
6. Rales atau suara nafas bronchial
7. Pertukaran gas yang memburuk (mis Desaturasi O2) pulse oxymetry <94%)
peningkatan penggunaan oksigen atau peningkatan kebutuhan ventilator)
kriteria laboratorium
1. Biakan virus atau clamydia dari sekresi saluran nafas
2. Deteksi positif anti gen viral atau antibodi dari sekresi saluran nafas
3. Peningkatan 4 kali secara berpasangan (IgG) untuk patogen (mis influenza
viruses,chlamydia)
4. Biakan positif atau visualization dari mikro IF dari legionella spp, dari sekresi
saluran nafas atau jaringan
5. Deteksi antigen legionella pneumophila serogroup 1 pada urine
6. Peningkatan 4 kali pada antibodi L pneumophia serogroup 1, anti body titer >1 :28
pada sera berpasangan acute dan convalescent dengan metode indirect IFA
3.PNEU 3 ( immunocompromised patient )
Pemeriksaan radiologi
1. Infiltrat baru atau progresif dan persistent
2. Consolidasi
3. Cavitasi
4. Pneumotoceles, pada bayi berusia < 1 tahun
Tanda dan gejala paling sedikit satu dari berikut :
1. Demam > 38 C tanpa sebab lain
2. Leukopenia < 4000 lekosit/mm3 atau lekositosis >12.000 lekosit/mm3
3. Untuk ddewasa berumur > 70 tahun, gangguan status mental tanpa sebab lain
Dan paling sedikit 2 hal berikut :
1. Onset baru sputum yang purulent atau perubahan karakter/sifat sputum atau
peningkatan sekresi
2. Respiratori atau peningkatan penggunaan saction
3. Onset baru atau batuk memburuk atau dyspnea atau tacypnea
4. Rales atau suara nafas bronchial
5. Pertukaran gas yang memburuk (mis, desaturasi O2 (mis, PaO2/FiO2, <240)
Peningkatan penggunaan oksigen atau peningkatan kebutuhan ventilator)
6. Hemoptysis
7. Nyeri dada pleuritik
Kriteria laboratorium paling sedikit satu dari berikut :
1. Kecocokan biakan darah dan sputum positif dengan candida spp
2. Bukti adanya fungi atau pneumocystis cranii dari specimen brushing dari satu hal
berikut :
a. Pemeriksaan mikrokospik langsung
b. Biakan positif fungi
c. Kriteria laborat lain pada PNU 2
d.menghitung dan menganalisa
VAP Rate
Jumlah VAP ( numerator )
-------------------------------- x 1000
Jumlah hari pemakaian ventilasi mekanik dalam kurun waktu tertentu
4. Pelaksanaan surveillans cateter line blood streem infection ( CLABSI ) / infeksi aliran
darah primer( IADP )
a. Menggumpulkan data setiap hari secara rutin
b. Pengumpulan data
12
1. Demografi
2. Factor resiko ( lokasi dan jenis lumen )
3. Tindakan pencegahan
4. Tanda tanda infeksi
5. Total hari pemakaian
c. kriteria cateter line blood streem infection ( CLABSI ) / infeksi aliran darah primer (
IADP )
1. Kriteria 1 :
Penderita terdapat biakan kuman patogen yang di kenal dari satu atau lebih biakan
darah
Dan
Biakan kuman dari darah tidak berhubungan dengan infeksi di tempat lain
2. Kriteria 2 :
Penderita paling sedikit satu dari tanda dan gejala berikut :
1. demam
2. menggigil
3. atau hipotensi
Dan
Tanda dan gejala dan hasil laborat positif tidak berhubungan dengan infeksi di tempat
lain
Dan
Kontaminan umum kulit (corynobacterium spp, basillus, propionibacterium spp,
coagulase negatif staphylococci termasuk S.Epidedermis, viridans group streptococi,
Aerococus spp, Mikrococus spp) biakan dari dua atau lebih biakan darah diambil pada
kesempatan yang berbeda
3. Kriteria 3 :
Penderita < 1 tahun paling sedikit satu dari tanda dan gejala berikut :
1. Demam ( > 38 c rectal )
2. Hipothermia ( ,37 c rectal )
3. Apnea
4. Atau bradicardi
Dan
Tanda dan gejala dan hasil laborat positif tidak berhubungan dengan infeksi di tempat
lain
Dan
Kontaminan umum kulit (corynobacterium spp, basillus, propionibacterium spp, coagulase
negatif staphylococci termasuk (S.Epidedermis, viridans group streptococi, Aerococus spp,
Mikrococus spp) biakan dari dua atau lebih biakan darah di ambil pada kesempatan yang
berbeda
Klinical sepsis
Hanya di gunakan pada neonatus dan bayi tidak di gunakan pada pelaporan pada
dewasa dan anak ,harus di temukan kriteria berikut :
Penderita berumur < 1 tahun paling sedikit satu dari tanda dan gejala berikut :
1. Demam ( >38 c rectal )
2. Hipothermia ( < 37 c rectal )
3. Apnea
4. Atau bradicardia
Dan
Biakan darah tidak di lakukan atau tidak ada kuman yang terdeteksi dalam darah
13
Dan
Tidak terdapat infeksi di tempat lain dan dokter yang merawat memberikan terapi
sebagai sepsis
4.Kriteria 4 :
Penderita dengan drainase purulen pada daerah vaskular yang terkena , biakan darah
tidak di lakukan atau tidak di dapatkan kuman dari biakan darah
5. Kriteria 5 :
Penderita berumur <1 tahun , paling sedikit satu dari tanda atau gejala berikut tanpa
ada penyebab lain
1. Demam
2. Hipothermia (< 37 rectal)
3. Bradicardia
4. Lethargy
5. Atau pain, erythema , atau hangat pada area vaskular yang terkena
Dan
Lebih dari 15 koloni dari biakan ujung kanula intra vaskular menggunakan metode
biakan semi kuantitatif
Dan
Biakan darah tidak di lakukan atau tidak di dapatkan kuman dari biakan darah
d. menghitung dan menganalisa
menghitung Numerator dan Denominator
CLABSI Rate
Jumlah CLABSI/IADP ( numerator )
-------------------------------------- x 1000
Jumlah hari pemakaian CLABSI /IADP
dalam kurun waktu tertentu
5 . Pelaksanaan surveillans Pheripheral intra venaus skor ( PIVAS )
a. Menggumpulkan data setiap hari secara rutin
b. Pengumpulan data
1) Demografi
2) Factor resiko ( lokasi dan jenis lumen )
3) tanggal insersi
4) Jenis cairan ,obat ,dan nama pemasang
c. Skoor PIVAS
0 : Tidak ada nyeri, tidak ada kemerahan, tidak ada bengkak, tidak ada
pengerasan, tidak ada pengeluaran
1 : Tidak ada nyeri, tampak sedikit kemerahan < 2,5 cm, tidak ada bengkak, tidak
ada pengerasan, tidak ada pengeluaran
1B Nyeri, kemerahan < 2,5 cm, tidak ada bengkak, tidak ada pengerasan, tidak
: ada pengeluaran
2 : Nyeri, kemerahan, dan atau bengkak 2,5 - 4 cm, tidak ada pengerasan, tidak
ada pengeluaran
3 : Nyeri, kemerahan dan atau bengkak, pengerasan sepanjang vena 4 - 7,5 cm,
tidak ada pengeluaran
4 : Nyeri, kemerahan, dan atau bengkak, pengerasan sepanjang vena > 7,5 cm,
ada pengeluaran cairan purulen

e. menghitung dan menganalisa


menghitung
14
Numerator dan Denominator
Jumlah pasien dengan skor PIVAS 2 ( numerator )
-------------------------------------- x 100
Jumlah tindakan pemasangan dalam kurun waktu tertentu
6. Pelaksanaan surveillans Multi Drug Resisten Organisme ( MDRO )
a. Pencatatan data oleh IPCLN
b. Pengumpulan data setiap bulan
c. Analisa data dan interprestasi setiap bulan
d. Rekomendasi
6 Dikubitus
a. Tindakan pencegahan
1) Cuci tangan
2) Cek kondisi kulit dan tumit 2- 3 x sehari
3) Rubah posisi tidur tiap 2 jam
4) Pasang batal lembut di bagian bawah kaki
5) Beri lotion pelembab pada kulit yang kering
6) Beri underpad pada pada area yang tertekan linen
7) Gunakan krem pelembab jika pasien inkontinen
8) Edukasi keluarga pasien tentang tujuan dan pencegahan
9) Monitor status nutrisi
10) Gunakan kasur air
b. Tanda dan stadium dikubitus
a. Eritema /kemerahan pada kulit
b. Kerusakan pada epidermis atau dermis ( lecet /melepuh
c. Kerusakan pada lapisan kulit atau sampai pada jaringan
d. Sub kutan /mengalami nekrosis tanpa kapitas yg dalam
e. Kerusakan pada ketebalan kulit dan nekrosis sampai
f. Ke jaringan otot ,tulang atau tendon dalam kapitas dalam
8. Pengelolaan dan Pelaporan
a. Data dari ruangan di kirim oleh IPCLN ( infection prevention control link nurse )ke
IPCN( infection prevention control nurse)
b. Pengolahan data di lakasanakan oleh IPCN di sekretariat komite pencegahan dan
pengendalian infeksi
c. Setiap bulan IPCLN melaporkan data data yang telah di temukan kepada ketua
komite pencegahan dan pengendalian infeksi
d. Bila ada kejadian luar biasa
e. Setiap 3 bulan ketua komite pencegahan dan pengendalian infeksi melaporkan
hasil analiasis data ,dan rekomendasi ke direktur dan data tersebut di sebarluaskan / di
informasikan kepada unit yang terkait
f. Setiap tahun komite pncegahan dan pengendalian infeksi membuat laporan
kegiatan surveillan ke direktur

15
BAB IV DOKUMENTASI

1. Formulir harian monitoring pasien dengan pemakaian ventilator


2. Formulir harian monitoring pasien dengan pemakaian cateter urine
3. Formulir harian monitoring pasien dengan pemakaian cateter vena sentral
4. Formulir harian monitoring pasien dengan pemakaian intra venus cateter
5. Formulir harian monitoring dan pengumpulan data infeksi luka operasi
6. Formulir surveilans multi drug organisme
7. Formulir khusus kejadian infeksi nosokomial
8. Formulir khusus rekapitulasi data tiap bulan
9. Spo pencegahan dan pengendalian infeksi luka operasi dengan tindakan insisi
10. Spo pencegahan dan pengendalian infeksi pneumonia sehubungan pemasangan
alat bantu nafas ( ventilator )
11. Spo pencegahan dan pengendalian infeksi aliran darah primer sehubungan dengan
pemasangan kateter vena sentral
12. Spo pencegahan dan pengendalian infeksi vena perifer sehubungan dengan
pemasangan intra venaus cateter
13. Spo pencegahan dan pengendalian infeksi saluran kemih sehubungan dengan
pemasangan kateter
14. Formulir harian monitoring pasien dengan pemakaian ventilator
15. Formulir harian monitoring pasien dengan pemakaian cateter urine
16. Formulir harian monitoring pasien dengan pemakaian cateter vena sentral
17. Formulir harian monitoring pasien dengan pemakaian intra venus cateter
18. Formulir harian monitoring dan pengumpulan data infeksi luka operasi
19. Formulir surveilans multi drug organisme
20. Formulir khusus kejadian infeksi nosokomial
21. Formulir khusus rekapitulasi data tiap bulan
22. Spo pencegahan dan pengendalian infeksi luka operasi dengan tindakan insisi
23. Spo pencegahan dan pengendalian infeksi pneumonia sehubungan pemasangan
alat bantu nafas ( ventilator )
24. Spo pencegahan dan pengendalian infeksi aliran darah primer sehubungan dengan
pemasangan kateter vena sentral
25. Spo pencegahan dan pengendalian infeksi vena perifer sehubungan dengan
pemasangan intra venaus cateter
26. Spo pencegahan dan pengendalian infeksi saluran kemih sehubungan dengan
pemasangan kateter

16