Anda di halaman 1dari 9

DETASEMEN KESEHATAN WILAYAH MALANG

RUMAH SAKIT TINGKAT III BALADHIKA HUSADA

PANDUAN ISOLASI

2014

RUMAH SAKIT TINGKAT III BALADHIKA HUSADA


Jl. PB. Sudirman No. 45 Jember
Telp/Fax (0311) 484674, 489207/ (0331) 425673
Email: rsbaladhikahusada@yahoo
SK

i
KATA PENGANTAR
Puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, sehingga tersusunnya Panduan Isolasi ini.
Dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat, RS H&A senantiasa meningkatkan
penyelenggaraan peningkatan sarana dan prasarana yang sesuai dengan perkembangan ilmu
pengetahuan dan tehnologi.
Panduan isolasi ini, merupakan bagian dari Pencegahan dan Pengendalian Infeksi terutama pada
pasien yang menderita penyakit menular maupun yang tidak menular. Tersusunnya panduan ini
merupakan salah satu upaya untuk memutus mata rantai penularan kepada petugas, keluarga
pasien maupun lingkungan rumah sakit.
Panduan ini masih akan selalu diperbaharui sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan
tehnologi.

Surabaya,
Penyusun.

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR........................................................................................................................i
DAFTAR ISI .................................................................................................................................. iii
BAB I DEFINISI .............................................................................................................................1
A. RUANG ISOLASI ...............................................................................................................1
B. TUJUAN ISOLASI ...............................................................................................................1
BAB II RUANG LINGKUP ..............................................................................................................2
BAB III TATALAKSANA .................................................................................................................3
A. Kewaspadaan isolasi ........................................................................................................3
B. Di terapkan .......................................................................................................................3
C. Kewaspadaan Transmisi melalui kontak ..........................................................................3
D. Kewaspadaan Transmisi melalui droplet .........................................................................3
E. Transmisi melalui udara (airbone) ...................................................................................4
BAB IV DOKUMENTASI ................................................................................................................5

iii
BAB I DEFINISI

A. RUANG ISOLASI
Ruang isolasi adalah ruangan khusus yang terdapat di rumah sakit untuk merawat pasien
dengan kondisi medis tertentu terpisah dari pasien lain ketika mereka mendapat perawatan
medis dengan tujuan mencegah penyebaran penyakit atau infeksi kepada pasien dan
mengurangi risiko terhadap pemberi layanan kesehatan serta mampu merawat pasien
menular agar tidak terjadi atau memutus siklus penularan penyakit melindungi pasien dan
petugas kesehatan.
CDC telah merekomendasikan suatu universal precaution atau kewaspadaan umum yang
harus diberlakukan untuk semua penderit baikyang dirawat maupun yang tidak dirawat di RS
H&A terlepas dari apakah penyakit yang diderita penularannya melalui darah atau tidak.

B. TUJUAN ISOLASI
Tujuan dari dilakukannya kewaspadaan umum ini adalah agar para petugas kesehatan yang
merawat pasien terhindar dari penykit penyakit yang dapat ditularkan melalui darah yang
dapat menulari petugas melalui tertusuk jarum karena tidak sengaja, lesi kulit, lesi selaput
lendir.

1
BAB II RUANG LINGKUP

A. Ruang Lingkup dari kewaspadaan Isolasi ini meliputi:

1. Ruang rawat inap


2. Ruang ICU
3. Ruang kamar operasi
4. Rawat jalan

2
BAB III TATALAKSANA

A. KEWASPADAAN ISOLASI
1. Kewaspadaan terhadap semua darah dan cairan tubuh ekskresi dan sekresi
2. Cuci tangan 6 langkah dan 5 moment
3. Gunakan tehnik tanpa menyentuh bila memungkinkan terhadap bahan infeksius
4. Pakailah alat pelindung diri sesuai factor resiko
5. Pastikan peraalatan ,barang fasilitasdan linen pasien yang infeksius telah di bersih kan dan
di dekontaminasi
6. Pembersihan ruangan dengan larutan sodium hypoclorit dengan metode 1 pasien I lap

B. DI TERAPKAN
1. Pada saat pertama pasien datang / pasien baru masuk
2. Berdasarkan kriteria klinis sebelum hasil pemeriksaan laboratorium dapat mengkonfirmasi
diagnosis
3. Pada pasien dengan gejala / di curigai terinfeksi atau terkolonisasi kuman pathogen

C. KEWASPADAAN TRANSMISI MELALUI KONTAK


Kewaspadaan transmisi kontak harus diikuti sebagai pelengkap dan tambahn dari
kewaspaadaan standar. Kewaspadaan ini harus dilakukan saat memberikan pelayanan kepada
pasien yang suspek atau sudah pasti mengalami penyakit yang tertular akibat kntak dengan
permukaan yang terkontaminasi. Pastikan bahwa pasien tidak sering dibawa keluar dari
kamarnya. Pastikan agar tidak sering terjadi kontak antar pasien.
1. Penempatan pasien :
a. Tempatkan di ruang rawat tersendiri (isolasi )
b. bila kamar isolasi penuh dengan cara kohorting,di rawat bersama dengan pasien dengan
mikroba yang sama bila keduanya tidak bisa tempatkan dengan jarak > 2 meter antar
tempat tidur
c. beri tanda kewaspadaan kontak pada tempat tidur pasien
2. Transport pasien
a. Batasi gerak transport pasien hanya kalau perlu saja
b. Bila pasien keluar dari ruangan perawatan di perlukan kewaspadaan untuk
meminimalkan transmisi ke pasien lain atau lingkungan
c. Petugas di area tujuan harus diingatkan akan kedatangan pasien tersebut agar
melaksanakan kewaspadaan standart
d. Pasien di beri informasi untuk di libatkan kewaspadaannya agar tidak terjadi transmisi
ke pasien lain
3. Alat pelindung diri Sesuai prosedur APD
a. Peralatan perawatan
b. Pasien dengan infeksi mikroba yang sama menggunakan Peralatan non kritikal yang
sama atau memakai pelapis

D. KEWASPADAAN TRANSMISI MELALUI DROPLET


1. Penempatan pasien
a. Tempatkan di ruang isolasi
b. bila kamar isolasi penuh dengan cara kohorting, di rawat bersama dengan pasien
dengan mikroba yang sama
c. Beri tanda kewaspadaan droplet pada tempat tidur pasien
2. Transport pasien
a. Apabila pasien akan di transportasikan keluar dari ruang isolasi maka pasien harus di
pakaikan masker bedah
b. Petugas di area tujuan harus di ingatkan akan kedatangan pasien tersebut agar
melaksanakan kewaspadaan standart
c. Pasien di beri informasi untuk di libatkan kewaspadaannya agar tidak terjadi transmisi
ke pasien lain
3
d. Mengajari pasien hyegiene respirasi dan etika batuk
3. Alat pelindung diri Sesuai prosedur ( APD )
4. Peralatan perawatan
Tidak ada penanganan khusus karenamikroba tidak bergerak secara jauh

E. TRANSMISI MELALUI UDARA (AIRBONE)


1. Penempatan pasien
a. Tempatkan pasien di ruang terpisah,atau rawat bersama dengan pasien dengan
mikroba yang sama dengan jarak tempat tidur lebih dari 2 meter dan di beri sekat / tirai
b. Pintu ruang pasien harus selalu tertutup dan jelaskan kepada pasien mengenai perlunya
tindakan ini
2. Transport pasien
a. Apabila pasien akan di transportasikan keluar dari ruang isolasi maka pasien harus di
pakaikan masker bedah
b. Petugas diarea tujuan harus diingatkan akan kedatangan pasien tersebut agar
melaksanakan kewaspadaan standart
c. Pasien diberi informasi untuk dilibatkan kewaspadaannya agar tidak terjadi transmisi ke
pasien lain
d. Mengajari pasien hyegiene respirasi dan etika batuk
3. Alat pelindung diri ( APD ) Sesuai prosedur
4. Peralatan perawatan
Pasien dengan infeksi mikroba yang sama menggunakan Peralatan non kritikal yang sama
atau memakai pelapis

4
BAB IV DOKUMENTASI

1. Spo kewaspadaan kontak


2. SPO kewaspadaan droplet
3. SPO kewaspadaan airbone
4. SPO penggunaan APD
5. SPO cuci tangan
6. ..

Laporan jumlah pasien yag mrs di ruang isolasi