Anda di halaman 1dari 11

10/13/2017

Minggu 3 ( 13 Oktober2017)

Agung Prasetyo, ST., MT.

SIG dapat diinterpretasikan dalam dua cara, yaitu: melalui definisi


formal dan melalui kemampuannya untuk menyelesaikan
permasalahan. Cara lain untuk mendeskripsikan SIG yaitu dengan
membuat daftar permasalahan yang dapat diselesaikan dengan SIG.
SIG umumnya digunakan untuk menyelesaikan permasalahan
atau pertanyaan yang berkaitan dengan: lokasi (location), kondisi
(condition), kecenderungan (trend), pola (patterns), pemodelan
(modelling), dan prediksi phenomena (prediction).
1. Apa yang terjadi (What is at) ? (Pertanyaan tentang apa yang
ada atau yang terjadi pada suatu lokasi tertentu). Lokasi dapat
dideskripsikan dalam berbagai cara: menggunakan nama, kode
post, atau koordinat geografis seperti garis lintang dan bujur, atau
x/y coordinate.

1
10/13/2017

2. Dimana (Where is it)? Pertanyaan kondisional, dimana lokasi


yang cocok atau yang memenuhi kriteria tertentu.
Misalnya, kita akan mencari lokasi pada jarak maksimal
200m dari jalan, minimal 2000 m2, lahan yang datar, tidak
ada perumahan karena kita akan membangun sekolah baru,
bandara baru, pasar, dsb ....).
3. Bagaimana suatu fenomena berubah (How has it changed) ?
(Pertanyaan tentang suatu kecenderungan atau trend;
identifikasi kejadian atau fenomena pada suatu lokasi
geografis tertentu, memodelkan dan memprediksi
bagaimana kecepatan atau proses tersebut akan berevolusi)
4. Bagaimana keterkaitan? (Pertanyaan relasional: SIG dapat
digunakan menganalisa hubungan spasial (keruangan)
antara berbagai obyek atau fenomena geografis atau yang
terjadi pada lokasi tertentu)
5. Pertanyaan prediksi (What if)? (SIG dapat dipakai untuk
memodelkan fenomena,memperkirakan resiko akibat suatu
kejadian alam berdasarkan model tertentu).

Berikut ini ditampilkanpermasalahan yang dapat


diselesaikan dengan SIG :

2
10/13/2017

Beberapa ilustrasi dan keterangan berikut menjelaskan


bagaimana SIG digunakan untuk menyelesaikan berbagai persoalan
di hampir segala bidang kehidupan :
1. Peta kadastral yang berisi lokasi dan luas kepemilikan lahan dan
bangunan diperlukan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN),
atau pemerintah kota. Peta ini digunakan sebagai dasar
penentuan pajak bumi dan bangunan (PBB) dan penataan ruang
di wilayah pemukiman.

2. PDAM menggunakan SIG untuk memetakan jaringan pipa air


yang ada di wilayahnya. Pada beberapa titik di jaringan tersebut
dipasang sensor untuk memonitor kondisi sistem. Jika ada
kebocoran pada suatu lokasi, sensor akan memberitahu lokasi
yang bocor. Sehingga efisiensi pelayanan publik lebih terjamin.
Sensor dan sistem komputerisasi dengan bantuan SIG juga
digunakan untuk manajemen dan operasional jaringan pipa
tersebut. Berikut Gambar Jaringan Pipa PDAM :

3
10/13/2017

3. Dinas PU dan Jasa Marga membutuhkan informasi dalam bentuk


peta detail jaringan jalan dan fasilitas jembatan atau fasilitas
publik lainnya. Informasi yang ada di dalam peta digunakan
sebagai dasar perencanaan, manajemen, monitoring, rehabilitasi
dan antisipasi penanganan bencana. Berikut contoh Gambar Peta
Detail Jaringan Jalan, Jembatan dan Fasilitas Publik Lain :

4. SIG dapat juga digunakan untuk membantu permasalahan


emergency. Pada kota besar dimana jaringan jalan dan penduduk
sudah padat. Bila terjadi suatu kecelakaan atau ada orang sakit yang
sangat membutuhkan pertolongan (emergency). Berikut contoh
gambar Peta Jaringan Jalan :

4
10/13/2017

5. Dinas pariwisata dan tata kota, misalnya, membutuhkan peta


SIG untuk perencanaan jalur bagi pengendara sepeda. Jalur ini
dimaksudkan untuk memberikan fasilitas olahraga dan rekreasi bagi
warga kota di hari libur. Berikut ini Gambar Peta Tata Ruang :

6. Data Remote Sensing (RS) dan SIG diintegrasikan dan dianalisa


untuk memberikan informasi dan warning tentang potensi badai,
angin ribut, dll. Berikut ini contoh Peta potensi badai/angin :

5
10/13/2017

7. Kepolisian menggunakan SIG untuk mempelajari dan menganalisa


pola perkembangan kriminalitas. Pola kriminilitas dipelajari
dengan meningkatkan pemantauan pada lokasi-lokasi tertentu,
hasil pemantauan digunakan sebagai dasar aksi atau isolasi lokasi
tertentu.

8. Pengelola DAS (Daerah Aliran Sungai), menggunakan SIG


antara lain untuk memodelkan dan memprediksi sumber pencemar
dan arah pergerakan bahan pencemar. Hal ini digunakan untuk
menentukan pajak lingkungan dan program remediasi atau
pengolahan air limbah. Berikut ini contoh Gambar Peta
terrain/sungai :

6
10/13/2017

9. Perusahaan telekomunikasi menggunkan SIG, misalnya untuk


menentukan lokasi yang optimal bagi pemasangan jaringan antena
untuk komunikasi nir-kabel (Cellular telepon) atau yang terkenal
dengan nama antenna BTS.

Cakupan aplikasi SIG sangat luas, pd prinsipnya SIG dapat


diterapkan pd hampir semua bidang / lingkup pekerjaan. Berikut ini
disajikan Tabel Daftar Pengguna SIG dan Bidang Aplikasi Terkait :

7
10/13/2017

8
10/13/2017

Proses penyusunan SIG, dapat dibedakan menjadi 4


tahap, yaitu: (a) input data, (b) penyusunan basis data
(database), (c) visualisasi hasil, dan (d) transformasi.
3.3.1 Input Data
Proses memasukan data mencakup semua aspek untuk
mengambil data dari peta-peta konvensional yang ada,
observasi lapangan dan sensor (termasuk foto udara dan
satelit) dan mengkonversi data-data tersebut ke dalam format
digital yang standar.
Hal ini dapat dilakukan melalui interaksi monitor
dengan mouse, digitizer, program pengolah kata (word
processor), pengolah tabel (spread sheet), scanner dan umumnya
juga telah tersedia alat untuk membaca data digital yang
terformat dalam CD-Rom.

9
10/13/2017

Berikut ini Gambar Skema proses penyusunan SIG (Burrough, 1998) :

3.3.2 Penyusunan Database


Proses penyimpanan data dan manajemen database berkaitan
dengan pengorganisasian dan stukturisasi data geografis. Data ini
mungkin berisi informasi tentang: lokasi, topologi (hubungan antara
satu obyek dengan lainnya) dan keterangan (atribut) dari obyek
geografis (titik, garis, luasan dan bentuk komplek lainnya yang
menjelaskan obyek di permukaan bumi). Proses ini harus
mempertimbangkan fleksibilitas pengolahan data oleh komputer dan
persepsi pengguna SIG terhadap data tersebut. Program komputer
yang digunakan untuk pengorganisasian database dikenal sebagai
Database Management Systems (DBMS).

10
10/13/2017

Berikut ini gambar Gambar Skema proses penyusunan SIG


(Burrough, 1998) : (lanjutan)

3.3.3 Visualisasi Out-Put


Luaran data dan presentasi hasil SIG meliputi proses penampilan dan
pelaporan data. Bagaimana data yang ada akan ditampilkan dan
bagaimana data yang ada akan dialanisa dan dilaporkan kepada
pengguna SIG. Data dapat dipresentasikan dalam bentuk peta, tabel atau
gambar (grafik dan histogram), hal ini dapat dilakukan melalui layar
monitor, melalui kertas (hardcopy) yang dicetak oleh printer atau plotter
atau ditampilkan melalui CD-Rom atau alat penyimpan magnetik
lainnya( lihat Gambar hal. sebelumnya).

3.3.4 Tranformasi
Transformasi (lihat gambar hal. sebelumnya) data meliputi dua
aspek pekerjaan yakni: (a) perawatan (maintenance) dan pembaharuan
(updating), ini dimaksudkan untuk mengoreksi bila ada kesalahan dalam
proses penyusunan data dan memperbaharui data supaya sesuai dengan
perkembangan yang ada, (b) Penggunaan dan analisa, yang dimaksud
adalah menggunakan data yang ada untuk keperluan analisa
permasalahan. Transformasi dapat berlangsung pada aspek spasial,
topologi maupun atribut data baik secara terpisah maupun secara
simultan. Penyusun SIG perlu menyadari sedini mungkin bahwa proses
transformasi tidak terbatas, sehingga perlu dibuat suatu sistem yang
fleksibel.

11