Anda di halaman 1dari 11

PERUNDANG-UNDANGAN TERKAIT DENGAN KESELAMATAN FASILITAS

NO JENIS PERATURAN PASAL YANG BERSANGKUTAN KET.


1. UUD 1945 Pasal 28 H (Perubahan II 18 Agustus 2000)
Ayat 1. Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat
tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta
berhak memperoleh pelayanan kesehatan.
Pasal 34 (Perubahan II 18 Agustus 2000)
Ayat 3. Negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan
kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang l
ayak.
2. UU No. 36 thn 2009 Tentang Kesehatan Pasal 1
Fasilitas pelayanan kesehatan adalah suatu alat dan/atau tempat yang
digunakan untuk menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan, baik
promotif, preventif, kuratif maupun rehabilitatif yang dilakukan oleh
Pemerintah, pemerintah daerah, dan/atau masyarakat.
Pasal 5
Setiap orang mempunyai hak dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang
aman, bermutu, dan terjangkau.
Pasal 15
Pemerintah bertanggung jawab atas ketersediaan lingkungan, tatanan,
fasilitas kesehatan baik fisik maupun sosial bagi masyarakat untuk
mencapai derajat kesehatan yang setinggi tingginya
3. UU No. 44 thn 2009 Tentang Rumah Sakit Pasal 7
Ayat 1. Rumah Sakit harus memenuhi persyaratan lokasi, bangunan,
prasarana, sumber daya manusia, kefarmasian, dan peralatan
Pasal 8
Ayat 1. Persyaratan lokasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (1)
harus memenuhi ketentuan mengenai kesehatan, keselamatan lingkungan,
1
dan tata ruang, serta sesuai dengan hasil kajian kebutuhan dan kelayakan
penyelenggaraan Rumah Sakit
Pasal 9
Persyaratan bangunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (1) harus
memenuhi:
a. Persyaratan administratif dan persyaratan teknis bangunan gedung pada
umumnya, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; dan
b. persyaratan teknis bangunan Rumah Sakit, sesuai dengan fungsi,
kenyamanan dan kemudahan dalam pemberian pelayanan serta
perlindungan dan keselamatan bagi semua orang termasuk penyandang
cacat, anak-anak, dan orang usia lanjut.
Pasal 10
Ayat 1. Bangunan Rumah Sakit sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 harus
dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan yang
paripurna, pendidikan dan pelatihan, serta penelitian dan pengembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan.
Ayat 2. Bangunan rumah sakit sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling
sedikit terdiri atas ruang dalam ayat (1) paling sedikit terdiri atas ruang:
a. rawat jalan;
b. ruang rawat inap;
c. ruang gawat darurat;
d. ruang operasi;
e. ruang tenaga kesehatan;
f. ruang radiologi;
g. ruang laboratorium;
h. ruang sterilisasi;
i. ruang farmasi;
j. ruang pendidikan dan latihan;
k. ruang kantor dan administrasi;
l. ruang ibadah, ruang tunggu;

2
m. ruang penyuluhan kesehatan masyarakat rumah sakit;
n. ruang menyusui;
o. ruang mekanik;
p. ruang dapur;
q. laundry;
r. kamar jenazah;
s. taman;
t. pengolahan sampah; dan
u. pelataran parkir yang mencukupi.
Pasal 11
Ayat 1. Prasarana Rumah Sakit sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat
(1) dapat meliputi :
a. instalasi air;
b. instalasi mekanikal dan elektrikal;
c. instalasi gas medik;
d. instalasi uap;
e. instalasi pengelolaan limbah;
f. pencegahan dan penanggulangan kebakaran;
g. petunjuk, standar dan sarana evakuasi saat terjadi keadaan
darurat;
h. instalasi tata udara;
i. sistem informasi dan komunikasi; dan
j. ambulan.
Ayat 2. Prasarana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi
standar pelayanan, keamanan, serta keselamatan dan kesehatan kerja
penyelenggaraan Rumah Sakit
Ayat 3. Pengoperasian dan pemeliharaan prasarana Rumah Sakit
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus dilakukan oleh petugas yang
mempunyai kompetensi di bidangnya.
Ayat 4. Pengoperasian dan pemeliharaan prasarana Rumah Sakit
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus dilakukan oleh petugas
3
yang mempunyai kompetensi di bidangnya.
Ayat 5. Pengoperasian dan pemeliharaan prasarana Rumah Sakit
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus didokumentasi dan dievaluasi
secara berkala dan berkesinambungan.
Ayat 6. Ketentuan lebih lanjut mengenai prasarana Rumah Sakit
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sampai dengan ayat (5) diatur dengan
Peraturan Menteri.
Pasal 17
Rumah Sakit yang tidak memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 7, Pasal 8, Pasal 9, Pasal 10, Pasal 11, Pasal 12, Pasal 13, Pasal
14, Pasal 15, dan Pasal 16 tidak diberikan izin mendirikan, dicabut atau
tidak diperpanjang izin operasional Rumah Sakit.
Pasal 40
Ayat 1. Dalam upaya peningkatan mutu pelayanan RS wajib di lakukan
akreditasi secara berkala minimal 3 (tiga) tahun sekali.
Ayat 2. Akreditasi RS sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh
suatu lembaga independen baik dari dalam/luar negeri berdasarkan standar
akreditasi yang berlaku.
Ayat 3. Lembaga independen sebagaimana dimaksud pada ayat (2)
ditetapkan oleh Menteri.
Ayat 4. Ketentuan lebih lanjut mengenai akreditasi RS sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) & ayat (2) diatur dengan Peraturan Menteri.
4. UU No. 8 Tahun 1999 Tentang Pasal 6 (Hak konsumen)
Perlindungan Konsumen 1. Hak atas kenyamanan, keamanan, keselamatan atas barang dan jasa
2. Hak memilih dan mendapatkan
3. Hak atas info yang benar, jelas, jujur mengenai kondisi dan jaminan
barang dan jasa
4. Hak untuk didengar pendapat / keluhan

4
5. Hak untuk mendapat advokasi, perlindungan dan upaya penyelesaian
sengketa
6. Hak untuk diperlakukan / dilayani secara benar, jujur dan tidak
diskriminatif
7. Hak untuk kompensasi, ganti rugi, penggantian bila barang tidak sesuai
perjanjian.
Pasal 7 (Kewajiban Konsumen)
1. Membaca, mengikuti petunjuk, info
2. Beritikad baik dalam transaksi
3. Membayar sesuai nilai yang disepakati
4. Mengikuti upaya penyelesaian hokum
Pasal 6 (Hak Pelaku Usaha)
1. Menerima pembayaran yang sesuai
2. Mendapat perlindungan hukum
3. Melakukan pembelaan diri
4. Rehabilitasi nama baik
Pasal 7 (Kewajiban Pelaku Usaha)
1. Itikad baik
2. Memberi info yang benar, jujur dan jelas
3. Memberi pelayanan secara benar, jujur, adil
4. Menjamin mutu barang dan jasa
5. Membebaskan konsumen untuk menguji, menelaah
6. Memberi kompensasi, ganti rugi akibat penggunaan dan ketidaksesuaian
barang
Pasal 19 (Tanggung Jawab Pelaku Usaha)
1. Memberi ganti rugi atas kerusakan, pencemaran dan kerugian konsumen
uang atau barang, perawatan, santunan)
2. Waktu penggantian 7 hari setelah transaksi
3. Tidak menutup tuntutan pidana
5. UU No. 24 Tahun 2016 Tentang Persyaratan Semua Pasal..........

5
Teknis Bangunan dan Prasarana Rumah
Sakit
6. PP No. 36 Tahun 2005 Tentang Peraturan Semua pasal ..........
Pelaksanaan UU No. 28 Tahun 2002
Tentang Bangunan Gedung
7. PMK No. 12 Tahun 2012 Tentang Semua pasal ..........
Akreditasi Rumah Sakit
8. PMK No. 147 Tahun 2010 Tentang Semua pasal ..........
Perizinan Rumah Sakit
9. PMK No.1087 Tahun 2010 Tentang Standar Semua pasal ..........
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di
Rumah Sakit.
10. PMK 340 Tahun 2010 Tentang Klasifikasi Pasal 5
Rumah Sakit Klasifikasi Rumah Sakit Umum ditetapkan berdasarkan :
a. Pelayanan\
b. Sumber Daya Manusia
c. Peralatan
d. Sarana dan Prasarana
e. Administrasi dan Manajemen
Pasal 25
Klasifikasi Rumah Sakit Khusus ditetapkan berdasarakan :
a. Pelayanan
b. Sumber Daya Manusia
c. Peralatan
d. Sarana dan Prasarana
e. Administrasi dan Manajemen
11. PMP No. 19 /PRT/M/2006 Tentang Semua pasal ..........
Pedoman Psersyaratan Teknis Bangunan
Gedung
12. PMP No. 30/PRT/M/2006 Tentang Semua pasal ..........
6
Pedoman Teknis Fasilitas dan Aksesibilitas
Pada Bangunan dan Lingkungan
13. PMP No. 6/PRT/M/2007 Tentang Pedoman Semua pasal ..........
Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan
14. PMP No. 24/PRT/M/2007 Tentang Semua pasal ..........
Pedoman Teknis Izin Mendirikan Bangunan
15. PMP No. 25/PRT/M/2007 Tentang Semua pasal ..........
Pedoman Sertifikat Laik Fungsi
16. PMP No. 26/PRT/M/2007 Tentang Semua pasal ..........
Pedoman Tim Ahli Bangunan Gedung
17. PMP No. 45/PRT/M/2007 Tentang Semua Pasal ........
Pedoman Teknis Pembangunan Gedung
Negara
18. PMP No. 24/PRT/M/2008 Tentang Semua pasal ..........
Perawatan dan Pemeliharaan Bangunan
Gedung
19. PMP No. 25/PRT/M/2008 Tentang Rencana Semua pasal ..........
Induk Sistem Proteksi Kebakaran Kota
20. PMP No. 26/PRT/M/2008 Tentang Sistem Semua pasal ..........
Proteksi Kebakaran Pada Bangunan Gedung
dan Lingkungan
21. PMP No.16 /PRT/M/2010 Tentang Semua pasal ..........
Pedoman Teknis Pemeriksaan Berkala
Bangunan Gedung
22. PMP No. 17/PRT/M/2010 Tentang Semua pasal ..........
Pedoman Teknis Pendataan Bangunan
Gedung
23. PMP No. 18/PRT/M/2010 Tentang Semua pasal ..........
Pedoman Revitalisasi Kawasan
7
24. Perpres No. 73 /2011 Tentang Semua pasal ..........
Pembangunan Bangunan Gedung Negara
25. UU No. 32 Tahun 2009 Tentang Pasal 20
Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Ayat 3. setiap orang diperbolehkan membuang limbah ke media lingk
Hidup dengan syarat memenuhi BML dan dapat izin pejabat berwenang.
Pasal 22
Ayat 1. setiap kegiatan (usaha) berdampak penting besar wajib AMDAL
Pasal 59
Ayat 1. setiap orang yang menghasilkan limbah B3 wajib melakukan
pengelolaan limbah B3 yang dihasilkannya
Pasal 68
setiap orang yang melakukan usaha dan/atau kegiatan wajib memberikan
info terkait PPLH dengan benar, menjaga keberlangsungan fungsi LH, dan
menaati ketentuan tentang BML
Pasal 87
Ayat 1. Penanggung jawab keg (usaha) wajib membayar ganti rugi atas
pencemaran yg terjadi akibat tindakannya
Pasal 91 s/d Pasal 123
Mengatur ketentuan pidana terkait pengelolaan lingkungan hidup.
26. PP No 18 Tahun 1999 Jo No. 85 Tahun Pasal 8
1999 Tentang Pengelolaan Limbah Bahan Bagian (e). limbah medis rumah sakit masuk dalam katagori limbah B3,
Berbahaya Dan Beracun. karena bisa menyebabkan infeksi
Pasal 9
Ayat 1. Setiap orang yang menghasilkan limbah B3 wajib melakukan
reduksi,mengolah dan menimbun limbah tsb
Pasal 10
Limbah B3 dapat disimpan selama 90 hari sebelum diserahkan kepada pihak
ketiga, bila limbah B3 < 50 kg/hari dapat disimpan > 90 hari
Pasal 34
Ayat 1. Pengolahan limbah B3 dapat dilakukan dengan cara thermal,
8
stabilisasi dan solidifikasi, secara fisika, kimia, biologi dan/atau cara lainnya
sesuai dengan perkembangan teknologi.
Pasal 40
Ayat 1. setiap pengelolaan limbah B3 wajib memiliki izin

27. Kepmen LH No 058/1995 Tentang Baku Semua pasal ..........


mutu Limbah Cair Bagi Kegiatan Rumah
Sakit
28. KMK No 1204 Tahun 2004 Tentang Semua pasal ..........
Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah
Sakit.
29. PP No. 27 tahun 1999 tentang AMDAL Semua pasal ..........
30. Permeneg LH No. 11 tahun 2006 tentang Semua pasal ..........
Jenis Rencana Usaha dan/atau Kegiatan
yang Wajib Dilengkapi dengan AMDAL
31. Kepmenkes No. 875 tahun 2001 tentang Semua pasal ..........
Pedoman Teknis Penyusunan UKL dan UPL
Bagi Rumah Sakit Kelas C
32. Kepmeneg LH No. 86 tahun 2002 tentang Semua pasal ..........
Pedoman Pelaksanaan UKL - UPL
33. PP RI No. 41 Tahun 1999 Tentang Semua pasal ............
Pengendalian Pencemaran Udara
34. PP RI No. 82 Tahun 2001 Tentang Pasal 24
Pengelolaan kualitas air dan pengendalian Ayat 1. Setiap orang yang membuang limbah ke prasarana dan/atau sarana
pencemaran air pengelolaan air limbah yang disediakan oleh Pemda dikenakan retribusi
Pasal 25
Setiap usaha dan/atau kegiatan wajib membuat rencana penanggulangan
pencemaran air pada keadaan darurat dan/atau keadaan yang tidak terduga
lainnya.
9
35. KMK No.876/Menkes/SK/VIII/2001 Semua pasal ..........
Tentang Pedoman Teknis Analisis Dampak
Kesling
36. UU No. 10 Tahun 1997 Tentang Semua pasal ..........
Ketenaganukliran
37. PP No. 26 Tahun 2002 Tentang Semua pasal ..........
Keselamatan Pengangkutan Zat Radioaktif
38. PP No. 27 Tahun 2002 Tentang Semua pasal ..........
Pengelolahan Limbah Radioaktif
39. PP No. 33 Tahun 2007 Tentang Semua pasal ..........
Keselamatan Radiasi Pengion Dan
Keamanan Sumber Radiokatif
40. PP No. 29 Tahun 2008 Tentang Perizinan Semua pasal ..........
Pemanfaatan SRP dan bahan Nuklir
41. PP No. 27 Tahun 2009 Tentang PNBP yang Semua pasal ..........
Berlaku di BAPETEN
42. PMK No. 2306/Menkes/Per/PER/XI/2011 Semua pasal ..........
Tentang Persyaratan Teknis Prasarana
Instalasi Elektrikal Rumah Sakit.
43. KMK No. 780/Menkes/PER/VII/2008 Semua pasal ..........
Tentang Penyelenggaraan Pelayanan
Radiologi
44. SK Perka BAPETEN No. 1 Tahun 1999 Semua pasal ..........
Tentang ketentuan Keselamatan Kerja
Terhadap Radiasi
45. SK Perka BAPETEN No. 21 Tahun 2002 Semua pasal ..........
Tentang Program Jaminan Mutu Instalasi
Radioterapi
46. SK Perka BAPETEN No. 1P Tahun 2003 Semua pasal ..........
10
Tentang Dosis Panduan Radiodiagnostik
47. SK Perka BAPETEN No. 7 Tahun 2007 Semua pasal ..........
Tentang Keamanan Zat Radioaktif
48. SK Perka BAPETEN No. 15 Tahun 2008 Semua pasal ..........
Tentang Persyaratan SIB

11