Anda di halaman 1dari 16

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT

DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA


SATUAN KERJA PENGEMBANGAN SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM PROVINSI JAWA TIMUR

PROGRAM DAN KEGIATAN


PENGEMBANGAN SPAM

Disampaikan Dalam Workshop Transformasi PDAM se-Jawa Timur


Rabu, 17 November 2016
ARAH PEMBANGUNAN NASIONAL BIDANG AIR MINUM

RPJPN 2005-2025 dan RPJMN 2015-2019


Pemenuhan ketersediaan infrastruktur dasar dan standar layanan minimum
dengan salah satu indikatornya adalah tercapainya
100% pelayanan air minum.
Nawacita
1. Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam
kerangka negara kesatuan
2. Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia

2
% Akses Air Minum

10
20
40
50
60
70
80
90

30

0
100
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Kep. Bangka Belitung
Kep. Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat

Provinsi
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah

nasional 2015 sebesar 70,97%.


Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Utara
Sulawesi Utara
CAPAIAN PELAYANAN PER PROVINSI DAN TARGET 2019

Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua
Akses aman air minum di Provinsi Jawa Timur 71,24%, di atas rata-rata akses aman air minum

Papua Barat
3
CAKUPAN PELAYANAN KABUPATEN/KOTA TAHUN 2015
NO KABUPATEN/KOTA CAPAIAN PELAYANAN
(%)
1 Kabupaten Bangkalan 54,26
2 Kabupaten Banyuwangi 88,21
3 Kabupaten Blitar 76,05
4 Kabupaten Bojonegoro 45,18
5 Kabupaten Bondowoso 77,81
6 Kabupaten Gresik 84,15
7 Kabupaten Jember 73,62
8 Kabupaten Jombang 50,44
9 Kabupaten Kediri 51,69
10 Kabupaten Lamongan 78,21
11 Kabupaten Lumajang 68,45
12 Kabupaten Madiun 74,40
13 Kabupaten Magetan 91,20
14 Kabupaten Malang 82,13

Sumber Data: Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Timur, 2015
CAKUPAN PELAYANAN KABUPATEN/KOTA TAHUN 2015
NO KABUPATEN/KOTA CAPAIAN PELAYANAN
(%)
NO KABUPATEN/KOTA CAPAIAN 29 Kabupaten Tulungagung 65,68
PELAYANAN (%)
30 Kota Batu 83,97
15 Kabupaten Mojokerto 46,07
31 Kota Blitar 71,27
16 Kabupaten Nganjuk 47,75
32 Kota Kediri 60,08
17 Kabupaten Ngawi 66,86
33 Kota Madiun 99,87
18 Kabupaten Pacitan 65,38
34 Kota Malang 98,03
19 Kabupaten Pamekasan 59,96
35 Kota Mojokerto 56,90
20 Kabupaten Pasuruan 60,26
36 Kota Pasuruan 98,05
21 Kabupaten Ponorogo 68,15
37 Kota Probolinggo 95,33
22 Kabupaten Probolinggo 58,77
38 Kota Surabaya 92,39
23 Kabupaten Sampang 54,25
24 Kabupaten Sidoarjo 75,22
24 Kabupaten Situbondo 83,60
26 Kabupaten Sumenep 81,91
27 Kabupaten Trenggalek 60,96
28 Kabupaten Tuban 74,49 Sumber Data: Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Timur, 2015
IDLE CAPACITY DAN NRW KABUPATEN/KOTA

NO KABUPATEN/KOTA IDLE CAPACITY NRW


(l/dt) (%)
1 Kabupaten Bangkalan 200 35,3
2 Kabupaten
145 26,9
Banyuwangi
3 Kabupaten Blitar 208 37,2
4 Kabupaten
107 24,4
Bojonegoro
5 Kabupaten
25 17,9
Bondowoso
6 Kabupaten Gresik 364 28,5
7 Kabupaten Jember 105 22,6
8 Kabupaten Jombang 148 27,3
9 Kabupaten Kediri 120 33,1
10 Kabupaten Lamongan 158 31,1
11 Kabupaten Lumajang 91 22,4
12 Kabupaten Madiun 241 19,2
13 Kabupaten Magetan 120 37,8 Sumber Data:
Kinerja BPPSPAM 2015
14 Kabupaten Malang 0 29,7
IDLE CAPACITY DAN NRW KABUPATEN/KOTA
NO KABUPATEN/KOTA IDLE CAPACITY NRW
(l/dt) (%)
NO KABUPATEN/KOTA IDLE CAPACITY NRW 29 Kabupaten Tulungagung 104 23,4
(l/dt) (%)
15 30 Kota Batu 72 21,1
Kabupaten Mojokerto 90 34,4
16 31 Kota Blitar 52 47,9
Kabupaten Nganjuk 169 20,6
17 32 Kota Kediri 86 52,3
Kabupaten Ngawi 476 49,5
18 33 Kota Madiun 319 15,5
Kabupaten Pacitan 172 24,8
19 34 Kota Malang 303 12,8
Kabupaten Pamekasan 193 33,5
20 35 Kota Mojokerto 91 53,9
Kabupaten Pasuruan 207 25
21 36 Kota Pasuruan 53 12,9
Kabupaten Ponorogo 104 32
22 Kabupaten 37 Kota Probolinggo 292 24,7
337 31,6
Probolinggo
38 Kota Surabaya 1.491 26,8
23 Kabupaten Sampang 67 29,5
24 Kabupaten Sidoarjo 324 28,3
24 Kabupaten Situbondo 194 28
26 Kabupaten Sumenep 215 44,3
27 Kabupaten Trenggalek 181 29,7 Sumber Data:
Kinerja BPPSPAM 2015
28 Kabupaten Tuban 64 24,2
KONDISI PDAM
NO KABUPATEN/KOTA KONDISI
1 Kabupaten Bangkalan SEHAT
2 Kabupaten Banyuwangi SEHAT
3 Kabupaten Blitar KURANG SEHAT
4 Kabupaten Bojonegoro SEHAT
5 Kabupaten Bondowoso SEHAT
6 Kabupaten Gresik SEHAT
7 Kabupaten Jember SEHAT
8 Kabupaten Jombang SEHAT
KONDISI PDAM
29 9 Kabupaten Kediri KURANG SEHAT
30
10 Kabupaten Lamongan SAKIT
25
20 11 Kabupaten Lumajang SEHAT
15
10 5 4 12 Kabupaten Madiun SEHAT
5
0
13 Kabupaten Magetan SEHAT
SEHAT KURANG SEHAT SAKIT
14 Kabupaten Malang SEHAT
Sumber Data:
Kinerja BPPSPAM 2015
KONDISI PDAM
NO KABUPATEN/KOTA KONDISI NO KABUPATEN/KOTA KONDISI
15 Kabupaten Mojokerto KURANG SEHAT 29 Kabupaten Tulungagung SEHAT
16 Kabupaten Nganjuk SEHAT 30 Kota Batu SEHAT
17 Kabupaten Ngawi SEHAT 31 Kota Blitar SAKIT
18 Kabupaten Pacitan KURANG SEHAT 32 Kota Kediri SEHAT
19 Kabupaten Pamekasan SAKIT 33 Kota Madiun SEHAT
20 Kabupaten Pasuruan SEHAT 34 Kota Malang SEHAT
21 Kabupaten Ponorogo SAKIT 35 Kota Mojokerto KURANG SEHAT
22 Kabupaten Probolinggo SEHAT 36 Kota Pasuruan SEHAT
23 Kabupaten Sampang SEHAT 37 Kota Probolinggo SEHAT
24 Kabupaten Sidoarjo SEHAT 38 Kota Surabaya SEHAT
24 Kabupaten Situbondo SEHAT
26 Kabupaten Sumenep SEHAT
27 Kabupaten Trenggalek SEHAT
28 Kabupaten Tuban SEHAT
Sumber Data:
Kinerja BPPSPAM 2015
STRATEGI PENCAPAIAN AKSES UNIVERSAL BIDANG AIR MINUM

Mendukung Pencapaian 10 Juta Sambungan Rumah

SASARAN 2015-2019
TANTANGAN
PENGEMBANGAN
PROGRAM
AIR MINUM AMAN 100% Platform Sasaran

SPAM
Mencapai 100%
& BERKELANJUTAN
2018
2019
2017 100%
2015
2016 92,1%
84,8%
PROPORSI INVESTASI 73,7% 78,8%

Akses air minum aman (TOTAL 100T) Strategi Pelaksanaan:


Terpenuhinya akses aman air
nasional (2015) baru SUMBER PEMBIAYAAN RP (T) % - Peningkatan akses aman
minum baik melalui
- Alternatif sumber
70.97% APBN reguler 25 25%

35% 65%
APBN mendukung pembiayaan
25 25%
- Perkotaan: 81.3% pinjaman perbankan - Kapasitas kelembagaan
Pinjaman Perbankan 15 15%
- Perdesaan: 60.58% PDAM penghapusan 3 3%
- Penerapan NSPK
- Penyediaan air baku bukan jaringan
utang
- Kemitraan jaringan perpipaan
PDAM dana internal 7 7%
perpipaan: terlindungi:
B to B 5 5% - Inovasi teknologi
Idle capacity APBD 10 10%
10.000.000 19.653.641
37.900 Liter/detik SR Rumah Tangga
DAK 10 10%
TOTAL 100 100%
NRW nasional: 33% 100% PDAM Sehat
Keterbatasan Air Baku untuk
air minum sebesar 128 m3/det Program Fisik APBN (2015 2019) dan Kontribusi SR Program Non Fisik APBN
(2015-2019)
Kegiatan SPAM 2015 2016 2017 2018 2019 Total
Komitmen Pemda untuk
pendanaan air minum (DDUB) SPAM Regional - 105.000 311.681 311.681 311.681 1.040.042
hanya 0,04% dari total APBD Penyehatan PDAM
SPAM Kawasan Perkotaan 484.250 439.200 696.380 696.380 696.380 3.012.589
Alt. sumber pembiayaan
PDAM kurang sehat (2013): SPAM Berbasis Masyarakat 463.680 483.840 558.620 558.620 558.620 2.623.379 RPAM
104 PDAM (30%) Center of Excellent
PDAM sakit (2013): 70 PDAM (20%) SPAM Kws Rawan Air 96.000 5.920 34.825 34.825 34.825 206.394
RISPAM
SPAM Kws Khusus 282.080 79.894 215.121 215.121 215.121 1.007.338 Fasilitasi SPAM BJP
Peningkatan akses 5 tahun Terlindungi
terakhir 4,5% per tahun Total 1.326.010 1.113.854 1.816.626 1.816.626 1.816.626 7.889.742
STRATEGI PENCAPAIAN AKSES AMAN AIR MINUM 100%

PENGATURAN PEMBINAAN & PENGELOLAAN & PEMBANGUNAN PENINGKATAN


PENGAWASAN OPTIMALISASI BARU SPAM BJP

a. Pembinaan
Perencanaan
SPAM
a. Optimalisasi &
b. Pembinaan
Konstruksi SPAM Rehab SPAM
Penyusunan c. Penyehatan PDAM Eksisting a. SPAM Regional a. Peningkatan
Peraturan dan Kelembagaan b. Penurunan Non- Kualitas
Perundangan dan Non-PDAM Revenue Water b. SPAM Perkotaan Konstruksi
Pedoman d. Pembinaan (NRW) SPAM
Peningkatan Akses
c. Penyerapan Idle c. SPAM Berbasis BJP
Investasi
e. Pembinaan Capacity Masyarakat
Penerapan Good d. Konsep Water b. Peningkatan
Governance Hibah d. SPAM Kawasan Kualitas Air
f. Pembinaan f. Peningkatan Khusus SPAM BJP
Penerapan R-PAM Efisiensi Energy
g. Pemenuhan Tarif
Full Cost Recovery
1 Ketersediaan
Air Baku
3

Penyesuaian Tarif Air & Optimalisasi SPAM Eksisting


Pemanfaatan idle capacity
Retrukturisasi Utang
Rerating/uprating
Optimalisasi pendapatan
Penurunan NRW
Efisiensi biaya STRATEGI
PELAKSANAAN 10
JUTA SR
PENYELENGGARA SPAM

2 4
Penyertaan
Peningkatan Kapasitas Modal Pengembangan SPAM Baru
Manajemen Daerah Kerjasama Pemerintah dan
Kompetensi SDM Program Bada Usaha (KPBU)
Center of Excellence (COE) (PMD)
B to B
Penerapan Good Corporate
Governace 6
READINESS CRITERIA USULAN KEGIATAN PENGEMBANGAN SPAM

2. Studi Kelayakan/Justek dan Biaya


1. RISPAM & RPIJM 3. Perencanaan Teknis Rinci
- Lokasi kegiatan
Setiap kab/kota yang akan - Kondisi eksisting di kab/kota, khususnya - Gambar Detail Engineering
mengajukan usulan wajib memiliki di IKK/Desa/lokasi usulan Design (DED)
RISPAM. Usulan yang diajukan - Kebutuhan air - Rencana Anggaran Biaya (RAB)
telah tercantum di dalam RISPAM - Manfaat kegiatan - Skematik Sistem
dan RPIJM. - Sistem yang akan dibangun
- Rencana pelaksanaan
- Rencana pengelolaan
4. Lahan 5. Surat Izin Pemakaian Air Baku
- Lahan telah siap untuk dilakukan konstruksi, tidak ada
- SIPA dari BBWS/BWS/Dinas Pengairan yang berwenang
masalah perizinan.
sesuai kewenangan pengelolaan wilayah sungai
- Berupa surat resmi/akta penjualan lahan/akta
kepemilikan lahan - Kesepakatan kerjasama pemanfaatan air baku

6. Dana Daerah Untuk Urusan Bersama (DDUB) 7. Instansi Pengelola Pasca Instruksi
- Sesuai kebutuhan fungsional dan rencana pemanfaatan Ada penjelasan/kepastian berupa surat pernyataan resmi
maksimal sistem yang akan dibangun kesediaan menjadi pengelola bangunan air minum yang
- Ada penjelasan tentang penyertaan modal dari masing- akan dibangun, PDAM/PDAB atau UPTD atau BLUD atau
masing instansi terkait masyarakat.

8. Surat Usulan Readiness Criteria dinyatakan dalam Surat Pernyataan


Surat pernyataan resmi dari instansi terkait yang Kepala Daerah tentang kesanggupan/kesiapan
menerangkan rencana/usulan kegiatan menyediakan syarat-syarat di atas
STRUKTUR PROGRAM PEMBANGUNAN SPAM
SPAM SPAM
Kawasan Kawasan SPAM SPAM
Perkotaan Rawan Air Berbasis Kawasan
Terfasilitasi Terfasilitasi Masyarakat Perkotaan

SPAM IKK (L/detik)


Bantuan Program Bantuan Program PAMSIMAS SPAM Ibu kota Pemekaran /
PDAM Non PDAM
Perluasan Perkotaan
Pengembangan Pengembangan
SPAM SPAM Perluasan SPAM
Jaringan Perpipaan Jaringan Perpipaan
Regional Perkotaan
di Kawasan Rawan
Air
Penurunan Kebocoran SPAM
Perkotaan
SPAM di SPAM Regional
Kawasan Pemanfaatan Idle SPAM
Khusus Perkotaan

SPAM
SPAM di Kawasan Kumuh Kawasan
Rawan Air
SPAM di Kawasan Nelayan

SPAM di Kawasan Perbatasan


SPAM di Kawasan Rawan Air
SPAM di Kawasan Pulau Terluar
Pemanfaatan Idle SPAM di
Kawasan Rawan Air
SPAM Strategis
14
SKEMA KEBIJAKAN PENDANAAN SPAM NASIONAL

TRANSMISI SR
KEGIATAN AIR BAKU UNIT PRODUKSI
DISTRIBUSI HU
APBD
APBD
PDAM
KOTA APBN PDAM
KPS
KPS (APBN)
APBN (MBR)
APBD
IKK APBN APBN PDAM
APBN (MBR)
DESA RAWAN APBN (s.d Hidran Umum)
APBN APBN
Masyarakat (SR)

PAMSIMAS
AIR
DESA DENGAN APBN : 70 %
AIR BAKU APBN APBD : 10 %
MUDAH Masyarakat : 20 %

Catatan :
Semua sistem yang sudah ada (terbangun) dikelola oleh Pemda/PDAM/masyarakat
Keikutsertaan Pemda/PDAM/Masyarakat dalam proses pembangunan adalah keharusan
HU : Hidran Umum
SR : Sambungan Rumah
MBR : Masyarakat Berpenghasilan rendah
TERIMA KASIH