Anda di halaman 1dari 23

EKONOMI MANAJERIAL

Literature :
1. Ekonomi Manajerial Drs. Lincolyn Arsyad
2. Manajerial James L. Pappas

Sistim Penilaian :
1. Ujian
2. Kehadiran
3. Tugas/latihan soal

Pendahuluan

Ekonomi Manajerial?
Adalah cabang ilmu ekonomi yang mempelajari penerapan
prinsip-prinsip ekonomi dalam proses pengambilan keputusan
didunia bisnis. Ekonomi manajerial ini disebut juga sebagai
mata kuliah pemadu ( integrating course) , karena memadukan
teori ekonomi(terutama ekonomi mikro) manajemen( keuangan
dan pemasaran) dan mata kuliah alat(statistik dan
ekonometrik).

Ekonomi Manajerial disebut juga Ekonomi Mikro terapan


(penerapan ekonomi mikro untuk bisnis ).
Menurut Pappas:
Menerapkan teori dan metode ekonomi dalam bisnis dan
pengambilan keputusan administratif
PERAN EKONOMI MANAJERIAL DAN PENGAMBILAN
KEPUTUSAN MANAJERIAL
s

Masalah keputusan manajemen


. harga dan keluaran produk
. tehnik produksi

Konsep ekonomi Ilmu Keputusan


.teori perilaku kons . statistik
.teori perusahaan . optimisasi

Ekonomi Manajerial
Penggunaan konsep ekonomi
Dan metodologi ilmu keptsn
Utk memecahkan mslh-mslh
Kptsn manajerial.

Pemecahan optimal thd


Mslh kptsn manajerial
TEORI PERUSAHAAN
Sebuah perush bisnis adalah kombinasi antara orang, asset fisik
dan keuangan dan informasi ( koordinatif, pemasaran dsb).
Teori perusahaan mengakui maksimisasi nilai yg diharapkan
sbg tujuan utama sebuah bisnis.

Pengertian nilai.
Nilai perusahaan kita definisikan sbg nilai sekarang (present
value) dari aliran kas suatu perusahaan yg diharapkan akan
diterima pada masa yg akan datang.

Nilai = TR - TC
(1+i)n
Asumsi yg fundamental dlm ekonomi manajerial adalah bahwa
perusahaan berusaha untuk memaksimumkan nilainya dengan
tunduk kepada kendala yang ada.

Kendala- Kendala dan Teori Perusahaan (Lincolyn arsyad) :

1. Kendala Sumberdaya
2. Kendala kuantitas atau kualitas output
3. Kendala hukum /peraturan

Peranan Dunia Usaha dalam masyarakat..?

LABA..........?
Selisih antara penerimaan dengan biaya.

Teori laba ekonomis:


1. Teori laba ekonimis friksional
2. Teori laba ekonomis monopolis
3. Teori laba ekonomis inovativ
4. Teori laba ekonomis Kompensasi

Kuliah 2.
EKONOMI MANAJERIAL

OPTIMISASI EKONOMI

Tujuan pokok manajemen maksimumkan nilai perusahaan.

n laba
Nilai = _______
t=1 (1+i)t
Proses pengambilan keputusan yg rumit itu diatasi dlm 2 tahap
1. Sajikan hubungan ekonomi tersebut dlm suatu bentuk
yg bisa dianalisis
2. Terapkan berbagai tehnik untuk menentukan
penyelesaian yg optimal.

Metoda Penyajian Hubungan Ekonomi :


a. Persamaan
TR = f(Q)
TR = P x Q
Msl P = 150 maka TR = 150 x Q
b. Tabel
Jumlah Unit yg terjual Total Revenue
1 150
2 300
3 450

c. Grafik

Hubungan antara Nilai Total dengan


Marginal
Hubungan antar nilai total,rata rata dan marginal
sangat berguna dlm analisis optimisasi. Hubungan
marginal didefinisikan sbg perubahan variabel dependen
dari suatu fungsi yg disebabkan oleh perubahan salah
satu var independen sebesar satu unit.
Dlm fungsi TR, MR adalah perubahan penerimaan total
yg disebabkan oleh perubahan satu unit barang yg dijual !

Tujuan analisis ini : untuk menentukan nilai dari


variabel-variabel independen yg bisa mengoptimalkan
fungsi tujuan dari para pembuat keputusan.

Hubungan Antara Nilai Total dgn Marginal

Unit yg terjual Laba total Laba marginal Laba rata-rata


0 Rp 0
1 Rp 19 Rp 19 Rp 19
2 Rp 52 Rp 33 Rp 26
3 Rp 93 Rp 41 Rp 31
4 Rp 136 Rp 43 Rp 34
5 Rp 175 Rp 39 Rp 35
6 Rp 210 Rp 35 Rp 35
7 Rp 217 Rp 7 Rp 31
8 Rp 208 Rp -9 Rp 26

Kesimpulan :
Hubungan nilai marginal dgn nilai total, jika nilai marginal
positif maka nilai total akan meningkat. Jika nilai marginal
negative, maka nilai total akan turun !
Hub antara nilai rata-rata dgn marginal......? jika nilai
marginal lebih besar dari nilai rata-rata maka nilai rata-rata
sedang naik !
KAIDAH KAIDAH PENURUNAN SUATU FUNGSI
1. Kaidah konstanta, turunan dari sebuah konstanta
selalu nol,
dy
dx =0
misal y = 2 , maka dy
dx = 0

2. Kaidah pangkat
Turunan dari fungsi pangkat Y = aXb, dimana a dan b
merupakan konstanta adalah sama dgn pangkat b
dikalikan dgn koefisien a dikalikan dgn variabel X
pangkat b 1

Y = aXb dy
dx = b.a. X (b-1)
contoh

Y = 2X3 maka dy
dx = 3.2X(3-1) = 6X2

3. Kaidah penjumlahan dan selisih


U = g(x) ; U adalah g fungsi X
V = h(x) : V adalah h fungsi X
Turunan dari suatu penjumlahan (atau selisih) sama dgn
jumlah ( selisih) dari turunan secara individual

dy dU dV
dx = dX + dX
dy
2 3
Y = U + V misal Y = 2X - X maka berapa dx nya ?
4. Kaidah perkalian
Turunan dari perkalian antara dua fungsi adalah sama
dengan fungsi yg pertama dikalikan dgn turunan dari
fungsi yg kedua , ditambah dgn fungsi yg kedua dikalikan
dgn turunan fungsi yg pertama.
Jika Y = U. V , maka :

dY dV dU
dX = U dX + V dX

misal, jika = 3X2 (3 X ), berarti U = 3X2 dan V =(3-X)

dY dV dU
2
= 3X + (3-X)
dX dX dX
2
= 3X (-1) + ( 3-X) (6X)
= -3X2 + 18 X 6X2
= 18X 9X2

5. Kaidah hasil bagi


Turunan dari hasil bagi dari suatu fungsi adalah sama dgn
penyebut yg dikalikan dgn turunan pembilang, dikurangi
dgn pembilang dikalikan dgn turunan penyebut, dan
kemudian semuanya dibagi dgn penyebut kuadrat.
Jika Y = U/V, maka

dU dV
dY V. ----- -- U ------
dX = dX dX
V2

Missal Y = 2X -3
6X2
dY = 6X2 .2 - (2X 3) 12X
36 X4
12x2 24X2+36x

36X4

= 36X - 12X2
36X4
= 3-X
3X3

Penggunaan turunan untuk memaksimumkan /


meminimumkan fungsi

Proses optimisasi serimgkali mengharuskan untuk


mendapatkan nilai maksimum atau minimum dari sutu fungsi.
Maksimisasi atau minimisasi dari sutau fungsi terjadi jika
turunannya sama dengan nol. Perhatikan fungsi laba berikut :

= -10.000 + 400 Q 2 Q2

pertanyaan :
a. Berapa unit Q, yang menunjukkan BEP ?
b. Berapa unit Q, agar laba maksimal ?

Pakai rumus abc !

Pembedaan Nilai maksimum dengan nilai Minimum

Konsep turunan kedua digunakan untuk membedakan nilai


maksimum dengan minimum suatu fungsi.
Jika turunan pertama menunjukan slope fungsi laba total,
maka turunan kedua tersebut menunjukan slope dari kurva
nlaba marjinal. Kita bisa menggunakan turunan kedua
tersebut untuk membedakan titik maksimum dan minimum.
Jika turunan kedua dari sebuah fungsi negatif maka titik yang
ditentukan adalah maksimum. Demikian sebaliknya.
Penggunaan Turunan untuk memaksimumkan selisih antara
dua fungsi

TR = 41,5 Q 1,1 Q2
TC = 150 + 10 Q 0,5 Q2 + 0,02 Q3
Laba Total = TR TC
Pertanyaan : berapa Q yang menghasilkan laba maksimal ?

Ada dua cara untuk menyelesaikan


1. cari dulu TR TC, baru diturunkan
2. Turunkan TR dan TC, kemudian cari Q ( MR=MC) ?

KULIAH 4:

OPTIMISASI FUNGSI DENGAN VARIABEL MAJEMUK

Q = f (P,A)
Kita peroleh 2 turunan parsial :
1. Turunan parsial Q pada harga (P) = Q/P
2. Turunan parsial Q pada pengeluaran iklan (A) = Q/A

Contoh :
Y = 10 - 4X + (3Z)X - Z2
Y/X =
Y/Z =

Maksimisasi Fungsi dengan variable majemuk :


Syarat maksimisasi (minimisasi) dari fungsi dengan variabel
majemuk merupakan perluasan secara langsung dari fungsi
dengan variabel tunggal. Semua turunan parsial pertama
harus sama dengan nol. Oleh krn , maksimisasi dari fungsi
Y = f(X,Z) mensyaratkan :

Y Y
X = 0 dan Z = 0

Contoh

Y = 4X + Z X2 + XZ Z2

Cari turunan parsial ....!


Y Y
X = ................ dan Z = .........................

Pakai metode eliminasi...........!


OPTIMISASI TERKENDALA
Secara umum, masalah optimisasi terkendala dikelompokan
menjadi 2 kelompok :

Masalah maksimisasi Masalah minimisasi


Maksimisasi minimisasi
Laba, penerimaan atau output biaya
Tunduk kepada tunduk kepada
Kendala sumberdaya
kendala kuantitas
atau kualitas output

Misalkan sebuah perusahaan memproduski produknya dengan


menggunakan dua pabrik dan bekerja dgn fungsi biaya total
(TC) =
TC = 3X2 + 6Y2 XY
Kendala produk = produk total harus 20

Pertanyaan :
Berapa X, Y yang harus diproduksi ?
Berapa biaya minimal ?

TEORI DAN PERILAKU KONSUMEN

Teori konsumen................?
Digunakan untuk menjelaskan dan meramalkan produk-
produk yg akan dipilih oleh konsumen pada tingkat harga dan
pendapatan ttt.
Pendekatan yang digunakan dalam menganalisis penentuan
pilihan konsumen :
1. Pendekatan utilitas ( utility approach)
2. Pendekatan kurva indiferens ( indifference curve)
3. Penedekatan atribut ( attribute approach)

Pendekatan utilitas menganggap bahwa kepuasan konsumen yg


diperoleh dari pengkomsumsian barang dan jasa dapat diukur
dengan cara yg sama spt untuk berat atau tinggi badan
seseorang . ( pengukuran kardinal )
Pendekatan kurva indiferens, tingkat kepuasan yg diperoleh
konsumen dari pengkomsumsian barang dan jasa hanya bisa
dihitung dgn pengukuran ordinal.
Pendekatan atribut pendekatan ini menganggap bahwa yg
diperhatikan konsumen bukan produk secara fisik, melainkan
atribut yg terkandung didlm produk tsb.

Asumsi asumsi pendekatan Utilitas :


1. Tingkat utilitas total yg dicapai seorang konsumen mrpkn
fungsi dari kuantitas berbagai barang yg dikonsumsinya
2. Konsumen akan memaksimumkan utilitasnya dgn tunduk
kepada kendala anggaran
3. Dapat diukur secara cardinal
4. MU dari setiap unit tambahan barang yg dikomsumsi
akan menurun

Kuantitas gelas Total utility MU


1 9
2 17 .........?
3 24 .........?

Pendekatan kurva indeferens


Asumsi-asumsi pendekatan kurva indiferens....?
1. Konsumen mendapatkan kepuasan atau utilitas lewat
barang-barang yg dikomsumsinya
2. Konsumen berusahan memaksimumkan kepuasan dgn
tunduk kpd kendala anggaran
3. Konsumen mempunyai skala preferensi
4. MRS akan menurun setelah melampaui suatu tingkat
utilitas ttt.

Kel.barang Tongseng (piring) Sate (tusuk)


A 1 20
B 2 15
C 3 11
D 4 8

Kurva indeferens.........................?

Kurva yg menunjukkan kombinasi konsumsi barang-


barang yg menghasilkan tingkat kepuasan yg sama

CIRI-CIRI KURVA INDEFERENS


1. Semakin kekanan atas, semakin tinggi tingkat kepuasannya
2. Tidak berpotongan
3. Berslope negative
4. Cembung kearah origin

GARIS ANGGARAN ( Budget line)........?


Garis yang menunjukkan jumlah barang yg dapat dibeli
dgn sejumlah pendapatan atau anggaran ttt.

Contoh : anggaran 200.000 . barang X= 10.000/buah


Barang Y = 20.000/buah. Buat garis anggaran...?
Dan persamaan garis anggaran......!

Ciri-ciri garis anggaran :


a. Slope negative
b. Berbentuk linier selama harga tak berubah
c. Nilai makin ke kanan makin besar
d. Garis anggaran akan bergeser jika terjadi perubahan anggaran atau
harga

PILIHAN KONSUMEN
Seorang konsumen akan memilih sekelompok barang yg memaksimumkan
kepuasannya dgn tunduk kpd kendala anggaran yg ada.keadaan tsb :
1. kurva indeferens tertinggi bersinggungan dgn garis anggaran
2. terjadi pada titik singgung antara kurva indiferens tertinggi dgn garis
anggran

PENDEKATAN ATRIBUT

Pendekatan ini menggunakan analisis utilitas yg digabungkan dgn kurva


indeferens.

TEORI PERMINTAAN

Permintaan menunjukkan jumlah barang dan jasa yg akan dibeli konsumen


pada periode waktu dan keadaan ttt.
Dalam keputusan manajerial, titik perhatian utama adalah permintaan
pasar. Permintaan pasar merupakan penjumlahan dari permintaan
individualnya. Permintaan ditentukan dua faktor :
mminat
kemampuan
model permintaan individual dapat dikelompokkan menjadi :
a. teori perilaku konsumen
b. teori perusahaan
,
Fungsi permintaan pasar
Fungsi permintaan pasar akan suatu produk menunjukkan hubungan
antara jumlah produk yang diminta dengan semua faktor yang
mempengaruhi permintaan tersebut, diantaranya :
a. variabel strategis
b. variabel konsumen
c. variabel pesaing

Beda fungsi permintaan dan kurva permintaan........?

ELASTISITAS
Persentase perubahan kuantitas yang diminta sebagai akibat dari
perubahan nilai salah satu variabel yg menentukkan permintaan

Persentase perubahan Q Q/Q


Elastisitas = =
Persentase perubahan X X/X
Q X
= X Q

Keterangan :
Q = jumlah barang yg diminta
X = variabel dalam fungsi permintaan
= jumlah perubahan variabel tersebut

Elastisitas harga
Elastisitas yang menunjukkan derajat kepekaan jumlah produk yg
diminta terhadap perubahan harga.

Q P
Elastisitas harga = P Q
Hubungan elastisitas harga dengan penerimaan....?

Permintaan yang elastis , unitary dan inelastis


Untuk tujuan pembuatan keputusan , elastisitas harga dibedakan
menjadi 3 kisaran.
1. Ep > 1, permintaan yg elastis (msl Ep =-3,2 atau Ep = 3,2 )
Persentase perubahan kuantitas lebih besar daripada
persentase perubahan harga, maka suatu persentase
kenaikan harga akan menyebabkan persentase penurunan
kuantitas lebih besar, dan akhirnya menurunkan TR. Jadi jika
permintaan bersifat elastic, suatu kenaikkan harga akan
menurunkan TR, dan penurunan harga akan menaikkan TR.
2. Ep = 1, permintaan yang elastisitas uniter ( msl Ep =-1 atau Ep
= 1 ) , perubahan harga secara tepat ditutup oleh perubahan
kuantitas yg diminta. Sehingga TR tak berubah
3. Ep < 1, permintaan inelastis, kenaikkan harga akan
menyebabkan penurunan kuantitas yg diminta lebih kecil
daripada perubahan harga tsb, sehingga TR naik.

Hubungan Elastisitas dengan penerimaan


Harga kuantitas penerimaan MR Elastisitas
100 1 100 - -
90 2 180 80 -6,33
80 3 240 60 -3,40
70 4 280 40 -2,14
60 5 300 20 -1,44
50 6 300 0 -1
40 7 280 -20 -0,69
30 8 240 -40 -0,47
20 9 180 -60 -0,29
10 10 100 -80 -0,16

Elastisitas silang
Konsep ini untuk melihat derajat kepekaan dari permintaan akan
suatu produk terhadap perubahan harga produk lain.

QY PX
Epx = PX QY

Elastisitas silang untuk barang substitutive = positif


Elastisitas silang untuk barang komplementer = negatif

CONTOH :

Perusahaan X menurunkan harga jual sebesar Rp. 2.000.000 yaitu


dari Rp 12.000.000 menjadi Rp 10.000.000. Perusahaan Y yg
memproduksi dengan model dan kelas yg sama sangat kawatir
terhadap penurunan harga saingannya tersebut, terutama pengaruh
terhadap permintaan produknya. Pada tingkat harga lama Y terjual
10.000 unit perbulan. Jika elastisitas harga silang antara keduanya
adalah 1,5. Berapa produk Y yang akan terjual ?

PENAKSIRAN FUNGSI PERMINTAAN

Metode yg digunakan untuk mendapatkan data permintaan bagi


pengambilan keputusan dalam dunia nyata. Sebelumnya kita
menganggap mengetahui pengaruh perubahan harga, pendapatan
konsumen , dll thd jml brg yg diminta, tetapi kenyataanya data tak selalu
tersedia, maka pembuat keputusan harus kumpulkan data gunakan
berbagai tehniki riset pasar dan analisis statistik.
Perbedaan prakiraan dan penaksiran permintaan....?
Penaksiran permintaan merupakan proses untuk menemukan nilai dari
koefisien-koefisien fungsi permintaanakan suatu produk pada masa kini
( current values). Nilai masa kini dibutuhkan untuk mengevaluasi optimalitas
penentuan harga sekarang dan kebijaksanaan promosi dan untuk membuat
keputusan sehari-hari.
Prakiraan permintaan merupakan prosespenemuan nilai-nilai permintaan
pada periode waktu yang akan datang ( future values)
Diperlukan untuk perencanaan produksi,pengembangan produk baru,
investasi...dll.
Pembahasan dalam bab ini ditekankan pada masalah penaksiran permintaan.
Penaksiran permintaan menjadi dasar dari prakiraan permintaan.

Fungsi permintaan dinyatakan sebagai fungsi dari variabel


harga,iklan,pendapatan konsumen,selera....dan variabel lainnya

Q = a + b1 P +b2 A + b3 Y + b4 T +.....b N

b menunjukkan jumlah kenaikan atau penurunan penjualan sbg akibat dari


perubahan setiap variabel sebesar satu unit. Besarnya nilai setiap variabel
dapat diketahui melalui suatu penelitian. Koefisien ini yg kita cari dan penting
dlm pengambilan keputusan. ( tdk semua variabel independen dpt
dikendalikan ! )

Metode penaksiran permintaan

Metode untuk menaksir nilai dari koefisien beta dikelompokan menjadi dua :
a. metode langsung = adalah metode yang langsung melibatkan konsumen,
msl wawancara dan survey
b. metode tak langsung = berdasar data yg dikumpulkan dan kemudian
dilakukan upaya untuk menemukan hubungan statistik antara variabel
dependen dengan independen.

WAWANCARA , SURVEY DAN EKSPERIMEN


a. wawancara dan survey, ditanya berapa kenaikkan atau penurunan jumlah
produk yg mereka beli jika salah satu variabel independen berubah. Masalah
yang sering timbul :
-kurang mewakili pasar
-bias pewawancara
-ada kesenjangan antara intensi dan tindakan

Contoh : perusahaan sepatu VANIA ingin memperkenalkan sandal baru dan


ingin menaksir kurva permintaan untuk sandal baru tsb. Survey kuesioner
atas seribu orang yg diwawancarai yg sedang berbelanja barang. Orang
orang yg diwawancarai masing-masing diminta untuk memilih salah satu dari
enam jawaban...apakah mereka benar-benar ingin membeli sandal baru itu
pada 5 tingkat harga. Jawaban a ( sama sekali tidak); b (nampaknya tidak) : c
(barangkali,mungkin) ; d nampaknya suka : e (sangat suka) ; f ( pasti ya).
Jumlah orang yg menjawab pada setiap kategori ditunjukan pada tabel.
Analisis telah menentukan bahwa probabilitas untuk pembelian nyata atas
produk tsb untuk setiap jawaban 0,0 untuk jawaban a; 0,2 untuk jawaban b;
0,4 untuk jawaban c;0,6 untuk jawaban d; 0,8 untuk jawaban e dan 1 untuk
jawaban f.

Harga(ribu Jumlah responden Kuant yg


rupiah) dihrpkn
A b c d e f
9 500 300 125 50 25 0 160
8 300 225 175 150 100 50 335
7 100 150 250 250 150 100 500
6 50 100 100 300 250 200 640
5 0 25 50 225 300 400 800

Dari data diatas kita bisa peroleh nilai harapan barg yg diminta pada berbagai
tingkat harga
E (Q) =500(0,0)+300(0,2)+125(0,4)+50(0,6)+25(0,8)+0(1,0)= 160 unit
2. Pasar Simulasi
Pasar simulasi ( buatan) pasar yg dibuat untuk mengamati perilaku dari
parapartisipan terpilih . dengan cara memberi sejumlah uang kpd mereka
dan meminta mereka untuk membelanjakan uangnya.
3. Eksperimen pasar secara langsung
Perusahaan memilih suatu kota , pasar regional atau negara dan melakukan
eksperimenpada pasar uji coba ini untuk mengetahui penerimaan konsumen
atas produk dan mengidentifikasikan dampak perubahan dari variabel yg dpt
dikendalikan thd jumlah yg diminta.

ANALISIS REGRESI
Analisis regresi adalah sebuah teknik statistik yg digunakan untuk
menemukan derajat ketergantungan satu variabel terhadap satu variabel
lain.

_ _
a= Y - bX

b = n XY - X Y
n X2 - ( X)2
contoh :
pedagang buah menjual rambutan hasil kebunnya di tokonya yang berjumlah
6 buah. Pengusaha ingin mengetahui elastisitas harga permintaan rambutan
ini. Enam tokonya berada di daerah dgn tingkat pendapatan menengah , dan
semuanya saat ini menjual rambutan tersebut dengan harga Rp 0,79 ribu/kg.
Penj musiman pada 6 toko rata-rata 4.625 kg/toko tanpa ada simpangan
(deviasi) yang lebih besar dari 150 unit dari nilai rata-rata tsb.kita misalkan
pengusaha tsb ingin melakukan eksperimen : tingkat harga ditetapkan
berbeda untuk setiap toko untuk mengamati reaksi penjual thd tingkat harga,
sbg pembanding , harga pertama ditetapkan sebesar Rp 0,79 ribu untuk toko
pertama, tingkat harga ditoko lain ...liat tabel (dlm ribuan )

toko Harga (x) Penj (y) XY X2 Y2


1 0,79 4,650 3,6735 0,6241 21,6225
2 0,99 3,020 2,9898 0,9801 9,1204
3 1,25 2,150 2,6875 1,5625 4,6225
4 0,89 4,400 3,9130 0,7921 19,3600
5 0,59 6,380 3,7642 0,3481 40,7044
6 0,45 5,500 2,4735 0,2025 30,2500
4,96 26,100 19,5060 4,5094 125,6798
( X) ( Y) ( XY) ( X2) ( Y2 )

_
Y = Y = 26,1 = 4,35
n 6
_
X = X = 4,96 = 0,8267
n 6

b= 6 (19,506) - 4,96(26,1) = -12,42 = -5,0595


6(4,5094 ) - ( 4,96)2 2,4548
-- ---
a =YBX = 4,35 - (-5,0595)(0,8267) = 8,5327

Q = 8,5327 5,0595 P
Diubah dalam bentuk
5,0595 P = 8,5327 Q
P = 1,6865 0,19765 Q
Berdasar teori, MR mempunyai intersep 2 kali slope kurve permintaan , jadi
MR = 1,6865 0,3953 Q

Q dapat dihitung : ( Misal harga = 0,85, berapa elastisitasnya...?)

Q = 8,5327 5,0595 ( 0,85)= 4,2321

Dgn memasukan nilai ini kedlam rumus elastisitas titik , diperoleh :


E = dQ/dP.P/Q= -5,0595 X 0.85 = 1,0162
4,2321
Elastisitas harga permintaan pada tingkat harga 0,85 ribu sebesar 1,0162. Ini
menandakan bahwa total penerimaan akan tetap konstan walaupun harga
meningkat atau turun dari harga Rp 0,85 ribu tsb.
EKONOMI MANAJERIAL
( 3 sks )