Anda di halaman 1dari 4

BAB IV

BANGUNAN RUMAH SAKIT

Rumah Sakit Dustira pada masa penjajahan Belanda bernama Militaire

Hospital, didirikan pada tahun 1887 menempati areal tanah seluas 14 Ha. Pada

tahun 1942-1945 waktu pendudukan Jepang dipergunakan untuk tempat

perawatan tawanan tentara Belanda dan perawatan tentara Jepang. Pada tahun

1945-1947 dikuasai NICA kembali.

Setelah penyerahan kedaulatan RI dari Pemerintahan Kerajaan Belanda

kepada Pemerintah RI, maka Militaire Hospital di Cimahi pada tanggal 30 Mei

1950 diserahkan oleh Militer Belanda kepada TNI. Perwira yang mendapat

kehormatan dan kepercayaan dari pihak RI untuk menerima penyerahan adalah

Letkol Dr. Rd. Kornel Singawinata (almarhum) pangkat terakhir Kolonel.

Selanjutnya Militaire Hospital menjadi Rumah Sakit Territorium III, sedang

Letkol Dr. Rd. Kornel Singawinata diangkat menjadi Kepala Rumah Sakit

Territorium III.

Pada tanggal 19 Mei 1956 dalam rangka Hari Ulang Tahun Territorium

III/Siliwangi yang ke-10, Rumah Sakit Territorium III diberi nama Rumah Sakit

Dustira oleh Bapak Panglima Territorium III Kolonel Kawilarang, sebagai

penghargaan terhadap jasa-jasa Almarhum Mayor Dr. Dustira Prawiraamidjaya.

A. Letak Geografis

Rumah Sakit Dustira terletak di Kota Cimahi.diantara 1073030 BT-

1073430 dan 65000-65000 lintang selatan. Luas wilayah kota Cimahi

sebesar 40,2 Km dengan batas-batas administratif sebagai berikut :

57
58

Sebelah Utara : Kecamatan Parongpong, Kecamatan Cisarua dan Kecamatan

Ngamprah Kabupaten Bandung Barat.

Sebelah Timur : Kecamatan Sukasari, Kecamatan Cicendo dan Kecamatan Andir

Kota Bandung.

Sebelah Selatan : Kecamatan Margaasih, Kecamatan Batujajar, Kabupaten

Bandung Barat dan Kota Bandung.

Sebelah Barat : Kecamatan Padalarang, Kecamatan Batujajar, dan Kecamatan

Ngamprah Kabupaten Bandung Barat.

B. Epidemiologi

Salah satu indikator derajat kesehatan penduduk adalah angka kesakitan

(Morbidity Rate), seperti terlihat pada tabel berikut, yaitu pola penyakit yang

terbanyak di Rumah Sakit Kota Cimahi.

Tabel III.4 Pola Penyakit Terbanyak Kota Cimahi Tahun 2010

No. Jenis Penyakit Kode Jumlah Persentase (%)

1 ISPA J06 63,014 27.60


2 Hipertensi I10 32,377 14.18
3 Nasopharingitis J00 28,238 12.37
4 Diare A09 18,802 8.23
Penyakit Gusi, jaringan periodontal dan tulang K05-
5 17,454 7.64
alveolar K06
6 Gastroduodenitis K29.9 16,328 7.15
7 Myalgia M79.1 15,316 6.71
8 Demam tdk tau sebab R50 14,974 6.56
9 Faringitis J02 11,305 4.95
10 Penyakit Pulpa dan jaringan Periapikal J02 10,537 4.61

Jumlah 228,345 100.00

Sumber: Dinas Kesehatan Kota Cimahi


59

Dari tabel di atas dapat dilihat, bahwa penyakit terbanyak di kota Cimahi

pada tahun 2010 adalah penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Atas dengan

persentase 27,60%.

C. Denah

18 38 33 40
17 15
43
29 42
16 38 51
31
37
27
20 32 52
19 19
31
12a 12a 34a

26 24 13 14
31
12a 12a
25 21 39

28
31 48
53 12b 12a
19 39
11

30 23
12a 12b 12c
10 23
44
40

22a 9b
22b
4 4 12a 12a 32
32
9a
6 5 4 34b
8 7
2
32 36

3 3 1
47 32 4 35 41
46 45
49 50

43

SITE PLAN
AR 01
SKALA 1 : 1000

U
60

D. Alur Pelayanan Pasien Rawat Jalan

E. Alur Pelayanan Pasien Rawat Inap