Anda di halaman 1dari 19

BAB I

PENDAHULUAN

Manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber


daya manusia dan sumber-sumber daya lainya secara efektif dan efisian untuk
mencapai suatu tujuan tertentu. Manajemen ini terdiri dari enam unsur (6 M)yaitu:
man, money, methode, materials, machines, dan market. Personalia merupakan
salah satu sumber daya fisik yang mengalir melalui perusahaan, dan departemen
sumber daya manusia, berperan penting dalam arus tersebut.
Departemen sumber daya manusia, disebut SDM, merupakan suatu area
fungsional perusahaan, yang melaksanakan fungsi staf. Di perusahaan besar, SDM
mungkin dikepalai oleh seorang wakil direktur.
SDM bertanggung jawab membawa personil dari lingkungan ke
perusahaan. Hal ini mencakup perekrutan, pewawancaraan dan pengujian. Setelah
personil diterima, SDM menyimpan catatan-catatan pegawai dan keluarganya.
Jika personil berhenti kerja, SDM melakukan wawancara keluar untuk
memperoleh pandangan mengenai kebijakan sumber daya manusia perusahaan,
dan mengatur perogram pensiun dari pegawai yang pensiun.
Semua perusahaan besar memiliki fungsi sumber daya manusia yang
menangani banyak peroses khusus yang berhubungan dengan personil perusahan.
Sistem konseptual yang digunakan dalam mengelola personil disebut sistem
informasi sumber daya manusia (human resourceinformation system), atau HRIS.
Selama bertahun-tahun, manajemen puncak kurang menekankan HRIS.
Namun, peraturan pemerintah, yang bertujuan memastikan persamaan dalam
praktek personil perusahaan, mendesak manajemen puncak untuk memberikan
perhatian yang layak pada HRIS.
1. Drs. Malayu S.P. Hasibuan
MSDM adalah ilmu dan seni mengatur hubungan dan peranaan tenaga
kerja agar efektif dan efesien membantu terwujudnya tujuan perusahaan,
karyawan, dan masyarakat.
2. Edwin B. Flippo
Personnel management is the planning, organizing, directing, and
controlling of the procurement, development, compensation, integration,
maintenance, and societal objectives are accomplished.
(Manajemen personalia adalah perencanaan, pengorganisasian,
pengarahan, dan pengendalian dari pengadaan, pengembangan, kompensasi,
pengintegrasian, pemeliharaan, dan pemberhentian karyawan, dengan maksud
terwujudnya tujuan perusahaan, individu, karyawan, dan masyarakat). dilihat dari
sisi teori management, MSDM adalah :
1. Drs. Malayu S.P. Hasibuan
MSDM adalah ilmu dan seni mengatur hubungan dan peranaan tenaga
kerja agar efektif dan efesien membantu terwujudnya tujuan perusahaan,
karyawan, dan masyarakat.
Fungsi-fungsi MSDM terdiri dari perencanaan, pengorganisasian,
pengarahan, pengendalian, pengadaan, pengembangan kompensasi,
pengintegrasian, pemeliharaan, kedisiplinan, dan pemberhentian. Tujuannya
ialah agar perusahaan mendapatkan rentabilitas laba yang lebih besar dari
persentase tingkat bunga bank. Karyawan bertujuan mendapatkan kepuasan
dari pekerjaanya. Masyarakat bertujuan memperoleh barang atau jasa yang
baik dengan harga yang wajar dan selalu tersedia di pasar, sedang pemerintah
selalu berharap mendapat pajak.
2. Edwin B. Flippo
Personnel management is the planning, organizing, directing, and
controlling of the procurement, development, compensation, integration,
maintenance, and societal objectives are accomplished.
(Manajemen personalia adalah perencanaan, pengorganisasian,
pengarahan, dan pengendalian dari pengadaan, pengembangan, kompensasi,
pengintegrasian, pemeliharaan, dan pemberhentian karyawan, dengan maksud
terwujudnya tujuan perusahaan, individu, karyawan, dan masyarakat).
SDM mendukung area fungsional lain dengan membantu mendapatkan
personil baru, mempersiapkan personil untuk melakukan tugasnya, dan
menangani semua pencatatan yang berhubungan dengan pegawai dan mantan
pegawai. Dalam memenuhi tanggung jawabnya, SDM melaksanakan empat
kegiatan utama.
1. Perekrutan dan penerimaan (recruiting and hiring)
SDM membantu pegawai baru kedalam perusahaan dengan memasang
9iklan lowongan kerja di koran, memberikan posisi yang di minta kepada
agen kerja swasta maupun pemerintah, melakukan wawancara pemilihan di
kampus dan di fasilitas perusahaan, dan mengurus ujian bagi pegawai. SDM
selalu mengikuti perkembangan terakhir dalam peraturan pemerintah yang
mempengaruhi praktek kepegawaian dan menasehati manajemen untuk
menentukan kebijakan yang sesuai.
2. Pendidikan dan pelatihan
Selama periode kepegawaian, SDM dapat mengatur berbagai program
pendidikan dan pelatihan yang diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan
dan keahlian kerja pegawai. Contohnya, anggota staf SDM dapat membantu
analis sistem dalam melatih pemakai selama tahap penerapan dari siklus
hidup sistem.
3. Manajemen Data
SDM menyimpan database yang berhubungan dengan pegawai, dan
memproses data tersebut untuk memenuhi kebutuhan informasi pemakai.
4. Penghentian dan Administrasi Tunjangan
Selama seseorang di pekerhjakan oleh perusahaan mereka menerima
paket tunjangan seperti rumah sakit, asuransi dokter gigi, dan pembagiuan
keuntungan yang semakin sulit administrasinya. Ketika pegawai berhenti
kerja, SDM memproses kertas kerja yang diperlukan dan kadang melakukan
wawancara keluar.
Dalam makalah ini penulis akan mencoba menjabarkan 3 dari fungsi
utama manajemen, yakni, kompensasi, integerasi dan pemeliharaan.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Kompensasi
1. Asas-Asas Kompensasi
Menurut Malayu S.P. Hasibuan (2000 : 122), program
kompensasi (balas jasa) harus ditetapkan atas asas adil dan layak serta
dengan memperhatikan undang-undang perburuhan yang berlaku. Prinsip
adil dan layak harus mendapat perhatian dengan sebik-baiknya supaya
balas jasa yang akan diberikan merangsang gairah dan kepuasan kerja
karyawan.
1. Asas Adil
Besarnya kompensasi yang dibayar kepada setiap karyawan
harus disesuaikan dengan prestasi kerja, jenis pekerjaan, risiko
pekerjaan, tanggungjawab, jabatan pekerja, dan memenuhi
persyaratan internal konsistensi.
Jadi adil dalam hal ini bukan berarti setiap karyawan
menerima kompensasi yang sama besarnya. Asas adil harus menjadi
dasar penilaian, perlakuan dan pemberian hadiah atau hukuman bagi
setiap karyawan. Dengan asas adil akan tercipta suasana kerja sama
yang baik, semangat kerja, disiplin, loyalitas, dan stabilitas karyawan
akan lebih baik.
2. Asas Layak dan Wajar
Kompensasi yang diterima karyawan dapat memenuhi
kebutuhannya pada tingkat normatif yang ideal. Tolak ukur layak
adalah relatif, penetapan besarnya kompensasi didasarkan atas batas
upah minimal pemerintah dan eksternal konsistensi yang berlaku.
Manajer personalia diharuskan selalu memantau dan
menyesuaikan kompensasi dengan eksternal konsistensi yang sedang
berlaku. Hal ini penting supaya semangat kerja dan karyawan yang
qualified tidak terhenti, tuntutan serikat buruh dikurangi dan lain-lainnya.
2. Metode Kompensasi
Menurut Malayu S.P. Hasibuan (2000 : 123), metode
kompensasi (balas jasa) dikenal metode tunggal dan metode jamak.
a. Metode Tunggal
Metode tunggal yaitu suatu metode yang dalam penetapan gaji
pokok hanya didasarkan atas ijazah terakhir dari pendidikan formal
yang dimilki karyawan.
b. Metode Jamak
Metode jamak yaitu suatu metode yang dalam gaji pokok didasarkan
atas beberapa pertimbangan seperti ijazah, sifat pekerjaan,
pendidikan informal bahkan hubungan keluarga ikut menentukan
besarnya gaji pokok seseorang. Jadi standar gaji pokok yang pasti
tidak ada. Ini terdapat pada perusahaan-perusahaan diskriminasi.
3. Sistem dan Kebijaksanaan Kompensasi
a. Sistem Kompensasi
Menurut Malayu S.P. Hasibuan (2000 : 124), sistem
pembayaran kompensasi yang umum diterapkan diantaranya: sistem
waktu, sistem hasil (output), dan sistem borongan. Untuk lebih
jelasnya mengenai system kompensasi ini akan diuraikan sebagai
berikut :
b. Sistem Waktu
Dalam sistem waktu, kompensasi (gaji/upah) itu besarnya
ditetapkan berdasarkan standar waktu seperti jam, hari, minggu atau
bulan. Sistem waktu itu administrasi pengupahannya relativ mudah
serta dapat diterapkan kepada karyawan tetap maupun kepada
pekerja harian.
Sistem waktu ini biasanya ditetapkan jika prestasi kerja sulit
diukur per unitnya, dan bagi karyawan tetap kompensasinya dibayar
atas sistem waktu secara periodik setiap bulannya. Setiap waktu itu
besarnya kompensasi hanya didasarkan kepada lamanya bekerja
bukan dikaitkan dengan prestasi kerjanya.
Kebaikan sistem waktu ialah administrasi pengupahan mudah
dan besarnya kompensasi yang akan dibayarkan tetap. Kelemahan
sistem waktu ialah yang malas pun kompensasinya tetap dibayar
sebesar perjanjian.
c. Sistem Hasil (output)
Dalam sistem hasil, besarnya kompensasi/upah ditetapkan
atas kesatuan unit yang dihasilkan pekerja, seperti per potong, meter,
liter dan kilogram. Dalam sistem hasil (output), besarnya
kompensasi yang dibayar selalu didasarkan kepada banyaknya hasil
yang dikerjakan bukan kepada lamanya waktu mengerjakannya.
Sistem hasil ini tidak dapat diterapkan kepada karyawan tetap
(sistem waktu) dan jenis pekerjaan yang tidak mempunyai standar
fisik, seperti bagi karyawan administrasi.
Kebaikan sistem hasil ini memberikan kesempatan kepada
karyawan yang bekerja bersungguh-sungguh serta berprestasi baik
akan memperoleh balas jasa yang lebih besar. Jadi prinsip keadilan
betul-betul diterapkan. Sistem hasil ini perlu mendapat perhatian
yang bersungguh-sungguh mengenai kualitas barang yang
dihasilkan, karena ada kecenderungan dari karyawan untuk
mencapai produksi yang lebih besar dan kurang memperhatikan
kualitasnya. Manager juga perlu memperhatikan jangan sampai
karyawan memaksa dirinya untuk bekerja di luar kemampuannya
sehingga kurang memperhatikan keselamannya.
Kelemahan sistem hasil ialah kualitas barang yang dihasilkan
kurang baik dan karyawan yang kurang mampu balas jasanya kecil,
sehingga kurang manusiawi.
d. Sistem Borongan
Sistem borongan adalah suatu cara pengupahan yang
penetapkan besarnya jasa didasarkan atas volume pekerjaan dan
lama mengerjakannya. Penetapan besarnya balas jasa berdasarkan
sistem borongan ini cukup rumit, lama mengerjakannya, serta berapa
alat yang diperlukan untuk menyelesaikannya. Jadi dalam sistem
borongan ini pekerja biasa mendapat balas jasa besar atau kecil,
tergantung atas kecermatan kalkulasi mereka.
4. Kebijaksanaan Kompensasi
Menurut Malayu S.P. Hasibuan (2000 : 126), Kebijaksanaan
kompensasi baik besarnya, susunannya, maupun waktu pembayarannya
dapat mendorong gairah kerja dan keinginan karyawan untuk mencapai
prestasi kerja yang optimal sehingga membantu terwujudnya sasaran
perusahaan.
Besarnya kompensasi harus ditetapkan berdasarkan analisis
pekerjaan, uraian pekerjaan, spesifikasi pekerjaan, posisi jabatan,
konsistensi eksternal serta berpedoman kepada keadilan dan undang-
undang perburuhan. Dengan kebijaksanaan ini diharapkan akan terbina
kerja sama yang serasi dan memberikan kepuasan kepada semua pihak.
Susunan kompensasi yang ditetapkan dengan baik akan
memberikan motivasi kerja bagi karyawan. Kompensasi kita ketahui
terdiri dari kompensasi langsung (gaji/upah/insentif) dan kompensasi
tidak langsung (kesejahteraan karyawan), jika perbandingan kedua
kompensasi ini ditetapkan sedemikian rupa maka kehadiran karyawan
akan lebih baik.
5. Waktu Pembayaran Kompensasi
Menurut Malayu S.P. Hasibuan (2000 : 127), artinya
kompensasi harus dibayar tepat pada waktunya, jangan sampai terjadi
penundaan supaya kepercayaan karyawan terhadap bonafiditas
perusahaan semakin besar ketenangan dan konsentrasi kerja akan lebih
baik. Tetapi jika pembayaran kompensasi tidak tepat pada waktunya
akibatnya disiplin, moral, gairah kerja karyawan akan menurun bahkan
turnover karyawan semakin besar. Pengusaha harus memahami bahkan
balas jasa ini akan dipergunakan karyawan beserta keluarganya untuk
memenuhi kebutuhan-kebutuhannya, di mana kebutuhan itu tidak dapat
ditunda seperti kebutuhan makanan. Kebijaksanaan waktu pembayaran
kompensasi ini hendaknya berpedoman daripada menunda lebih baik
mempercepat dan menetapkan waktu yang paling tepat.
6. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Besarnya Kompensasi
Menurut Malayu S.P. Hasibuan (2000 : 144), faktor-faktor yang
mempengaruhi besarnya kompensasi diantaranya yaitu :
a. Penawaran dan Permintaan Tenaga Kerja
Jika pencari kerja (penawaran) lebih banyak daripada lowongan
pekerjaan (permintaan) maka kompensasi relatif kecil. Sebaliknya
jika pencari kerja lebih sedikit daripada lowongan pekerjaan, maka
kompensansi relatif semakin besar.
b. Kemampuan dan Kesediaan Perusahaan Permintaan
Bila kemampuan dan kesediaan perusahaan untuk membayar
semakin baik maka tingkat kompensasi akan semakin besar. Tetapi
sebaliknya jika kemampuan dan kesediaan perusahaan untuk
membayar kurang maka tingkat kompensasi relatif kecil.
c. Serikat Buruh atau Organisasi Karyawan
Apabila serikat buruhnya kuat dan berpengaruh maka tingkat
kompensasi semakin besar. Sebaliknya jika serikat buruh tidak kuat
dan kurang berpengaruh maka tingkat kompensasi relatif kecil.
d. Produktivitas Kerja Karyawan
Jika produktivitas kerja karyawan baik dan banyak maka kompensasi
akan semakin besar. Sebaliknya kalau produktivitas kerjanya buruk
serta sedikit maka kompensasinya kecil.
B. Integerasi
1. Pengertian Integrasi
Integrasi berasal dari bahasa inggris "integration" yang berarti
kesempurnaan atau keseluruhan dan kata integritas juga berasal dari kata
sifat latin integer (utuh, lengkap). Integrasi sosial dimaknai sebagai
proses penyesuaian di antara unsur-unsur yang saling berbeda dalam
kehidupan masyarakat sehingga menghasilkan pola kehidupan
masyarakat yang memilki keserasian fungsi.
Dalam konteks ini, integritas adalah rasa batin "keutuhan" yang
berasal dari kualitas seperti kejujuran dan konsistensi karakter . Dengan
demikian, orang dapat menilai bahwa orang lain "memiliki integritas"
sejauh mereka bertindak menurut, keyakinan nilai-nilai dan prinsip-
prinsip mereka mengaku terus. Definisi lain mengenai integrasi adalah
suatu keadaan di mana kelompok-kelompok etnik beradaptasi dan
bersikap komformitas terhadap kebudayaan mayoritas masyarakat,
namun masih tetap mempertahankan kebudayaan mereka masing-masing
Integrasi memiliki 2 pengertian, yaitu :
a. Pengendalian terhadap konflik dan penyimpangan sosial dalam suatu
sistem sosial tertentu
b. Membuat suatu keseluruhan dan menyatukan unsur-unsur tertentu
Integritas (Integrity) adalah bertindak konsisten sesuai dengan
nilai-nilai dan kebijakan organisasi serta kode etik profesi, walaupun
dalam keadaan yang sulit untuk melakukan ini. Dengan kata lain,
satunya kata dengan perbuatan. Mengkomunikasikan maksud, ide dan
perasaan secara terbuka, jujur dan langsung sekalipun dalam negosiasi
yang sulit dengan pihak lain.
Integritas (menurut kamus kompetensi) adalah bertindak
konsisten sesuai dengan kebijakan dan kode etik perusahaan. Memiliki
pemahaman dan keinginan untuk menyesuaikan diri dengan kebijakan
dan etika tersebut, dan bertindak secara konsisten walaupun sulit untuk
melakukannya.
Integritas adalah konsep konsistensi tindakan, nilai-nilai,
metode, langkah-langkah, prinsip, harapan, dan hasil. Dalam etika,
integritas dianggap sebagai kejujuran dan kebenaran atau akurasi dari itu
tindakan seseorang. Integritas dapat dianggap sebagai kebalikan dari
kemunafikan, dalam bahwa hal konsistensi internal sebagai kebajikan,
dan menunjukkan bahwa ternyata pihak yang memiliki nilai-nilai yang
bersengketa harus menjelaskan perbedaan itu atau mengubah
kepercayaan mereka.
Integritas adalah fondasi yang diperlukan sistem apapun
berdasarkan supremasi hukum dan objektivitas dan merupakan salah satu
yang paling penting dan sering mengutip istilah kebajikan.
2. Karakterisatik Integritas
Kata Integritas seringkali digunakan sebagai landasan/acuan
untuk melahirkan sebuah petuah atau pepatah dari manusia/orang-orang
yang sudah dianggap sempurna baik secara mental maupun sepiritual,
karena itu kata Integritas sudah melekat pada pribadi orang-orang yang
arif dan bijaksana yang dalam kehidupan kesehariannya mampu
menjadi sosok manusia anutan dan sebagai panutan, atau sebagai
tuntunan, bukan tontonan. Sosok manusia seperti itu sangat jarang
dijumpai, bahkan mungkin tidak ada, apalagi dijaman seperti sekarang
ini.
Kata Integritas menjadi petuah untuk membentuk manusia-
manusia seperti itu, baik secara individu maupun kelompok, bagi para
pejabat maupun bukan, bagi simiskin maupun sikaya, bagi seorang
presiden sekalipun. Kata Integritas cocok dan relevan dengan kondisi
bangsa Indonesia yang sedang berbenah diri melalui good governance
dan clean government. Sayangnya kita sendiri seringkali pandai
mengambil kata itu hanya sebagai pajangan yang melahirkan dalil-dalil
akal sehingga terkesan menjadi akal-akalan. Padahal jika disimak baik-
baik, kata Integritas itu sudah jelas nasNya dari kitab-kitan suci buatan
Tuhan. Yang penting bagi kita sekarang ini adalah membuat komitmen
(individu/kelompok), mengadakan perubahan menjadi manusia..?
Sekarang, bukan besok atau lusa. Kewajiban kami daripenulisi hanya
menyampaikan. Karena penulis tau tujuannya sangat baik dan mulia.
Oleh karena itu simaklah baik-baik di bawah ini.
Andrian Gostik & Dana Telford hanya seorang penemu teori ini,
bukan dan belum tentu mampu melakukannya. Ada 10 karakteristik yang
secara konsisten diperlihatkan oleh orang-orang dengan integritas.
Integritas adalah konsistensi antara tindakan dan nilai. Orang memiliki
integritas hidup sejalan dengan nilai-nilai prinsipnya. Kesesuaian antara
kata-kata dan perbuatan merupakan hal yang esensial. Jika setiap orang
tidak lagi memegang kata-katanya, hubungan fundamental yang
berkaitan dengan kepercayaan, seperti perkawinan dan keluarga, berada
diambang kehancuran. Jika perusahaan tidak lagi menghormati segala
komitmennya, tidak mungkin perdagangan berkembang, karena pada
dasarnya kontrak, dimana salah satu pihak menyediakan barang dengan
keyakinan bahwa pihak lain akan memberikan kompensasi dimasa depan,
tidak terjadi jika janji-janji selalu diingkari.
10 Karakteristik Integritas yaitu :
a. Anda menyadari bahwa hal-hal kecil itu penting
Agar memiliki keunggulan integritas, anda tidak boleh berbohong
dalam hal-hal kecil; dan sebagai hasilnya, anda tidak akan tergoda
oleh hal-hal yang lebih besar- kekuasaan, prestise, atau uang. Hal
yang juga penting, sebagai orang yang berintegritas, anda setia pada
nilai moral internal anda, bahkan bila itu berarti anda harus
berhadapan dengan resiko kehilangan tempat yang nyaman di dunia.
b. Anda menemukan yang benar (saat yang lain melihat warna abu-
abu).
Untuk mendapatkan keunggulan integritas, anda tidak boleh
mengambil keputusan sendiri. Anda mengajukan pertanyaan,
menerima saran, berefleksi, dan melihat jauh ke depan. Ringkasnya,
pastikan bahwa anda mengambil keputusan yang tidak bertentangan
dengan kode integritas pribadi.
c. Anda bertanggung jawab.
Untuk memiliki keunggulan integritas, anda sadar bahwa pencarian
integritas merupakan bagian yang integral dari kepemimpinan. Anda
bersikap terbuka dan jujur, mengungkapkan cerita yang baik maupun
yang buruk secara lengkap. Anda berbagi semua informasi penting,
tidak hanya informasi yang menguntungkan anda. Anda mengaku
ketika berbuat salah, meminta maaf, dan memperbaikinya.
d. Menciptakan budaya kepercayaan.
Dengan memiliki keunggulan integritas, Anda membantu
menciptakan lingkungan kerja yang benar, yakni lingkungan yang
tidak menguji integritas pribadi karyawan atau rekan kerja anda.
Anda memperkuat integritas itu melalui prinsip, control, dan teladan
pribadi. Dan Anda memberikan penghargaan pribadi dalam segala
tindakan mereka.
e. Anda menepati janji.
Karyawan tidak akan mengikuti kata-kata pemimpin yang tidak
mereka percayai. Atasan tidak akan mempekerjakan atau
mempromosikan pekerja yang tidak mereka percayai. Klien tidak
akan membeli produk dari pemasok yang tidak mereka percayai.
Untuk memperoleh keunggulan integritas, Anda perlu berlaku penuh
integritas, guna memperoleh kepercayaan.
f. Anda peduli terhadap kebaikan yang lebih besar
Untuk memiliki keunggulan integritas, Anda berkomitmen sangat
kuat untuk memberikan keuntungan terhadap organisasi tempat anda
bernaung. Anda memedulikan perusahaan, produk, serta layanan
anda, dan khususnya rekan satu tim anda. Melalui kerja, Anda
memperoleh perasaan tentang adanya tujuan yang lebih dalam.
g. Anda jujur namun rendah hati.
Untuk memiliki keunggulan integritas, anda tidak
memproklamasikan kebaikan atau kejujuran anda. Itu seperti
menyombongkan kerendahan hati. Anda seharusnya membuat
tindakan anda berbicara lebih keras daripada kata-kata.
h. Anda bertindak sebagai sedang diawasi.
Untuk memiliki keunggulan integritas, anda perlu berfikir bahwa
setiap tindakan anda selalu diawasi. Anda perlu memastikan bahwa
integritas anda itu diteruskan ke generasi-generasi mendatang
melalui teladan yang anda berikan.
i. Anda mempekerjakan Integritas.
Untuk memiliki keunggulan integritas, anda perlu mempekerjakan
dan mengelilingi diri anda dengan orang-orang berintegritas tinggi.
Anda mempromosikan orang yang memperlihatkan kemampuan
untuk dipercaya.
j. Anda konsisten.
Untuk memiliki keunggulan integritas, anda harus memiliki
konsistensi dan keterdugaan etis. Hidup anda mencerminkan
keutuhan dan keselarasan antara nilai dan tindakan anda.
3. Pentingnya Pengintegrasian
Pengintegrasian (integration) ialah fungsi operasional manajemen
personalia yang terpenting, sulit dan kompleks untuk merealisasikannya.
Hal ini disebabkan karena karyawan/manusia bersifat dinamis dan
mempunyai pikiran, perasaan, harga diri, sifat, serta membawa latar
belakang, perilaku, keinginan dan kebutuhan yang berbeda-beda dalam
organisasi perusahaan.
Karyawan tidak dapat diperlakukan seenaknya seperti
menggunakan faktor-faktor produksi lainnya (mesin, modal atau bahan
baku). Karyawan juga harus selalu diikutsertakan dalam setiap kegiatan
serta memberikan peran aktif untuk menggunakan alat-alat yang ada.
Karena tanpa peran aktif karyawan, alat-alat canggih yang dimiliki tidak
ada artinya bagi peruashaan untuk mencapai tujuannya. Tujuan
perusahaan hanya dapat dicapai jika para karyawan bergairah bekerja,
mengerahkan kemampuannya dalam menyelesaikan pekerjaan, serta
berkeinginan untuk mencapai prestasi kerja yang optimal.
Jika karyawan kurang berprestasi maka sulit bagi organisasi
perusahaan dapat memperoleh hasil yang baik. Hal ini mengharuskan
pemimpin menggunakan kewenangannya untuk mengubah sikap dan
perilaku karyawan supaya mau bekerja giat serta berkeinginan mencapai
hasil yang optimal.
Pengintegrasian adalah kegiatan menyatupadukan keinginan
karyawan dan kepentingan perusahaan, agar tercipta kerja sama yang
memberikan kepuasan. Usaha untuk pengintegrasian dilakukan melalui
hubungan antar manusia (human relation), motivasi, kepemimpinan,
kesepakatan kerja bersama (KKB), dan Collective Bargaining.
Jadi pengintegrasian adalah hal yang sangat penting dan
merupakan salah satu kunci untuk mencapai hasil yang baik bagi
perusahaan maupun terhadap karyawan sehingga memberikan kepuasan
kepada semua pihak. Kayawan dapat memenuhi kebutuhannya dan
perusahaan memperoleh laba.
4. Integrasi Pegawai
Yang dimaksud integrasi disini adalah penyesuaian antara
perbedaan kepentingan perusahaan dengan karyawan sebagai individu
agar dapat bekerja sama secara harmonis dalam mencapai tujuan
perusahaan.
Pengintegrasian karyawan ini disamping menyangkut keselarasan
antar berbagai kepentingan fungsi ini juga harus memperhatikan dan
mempertimbangkan keluhan karyawan, sikap buruh, pemahaman
perasaan mengenai keikutsertaan merekam dalam kpengambilan
keputusan.
Menurut Hasibuan pengintegrasian adalah kegiatan untuk
mempersatukan kepentingan perusahaan dan kebutuhan karyawan, agar
tercipta kerja sama yang serasi dan saling menguntungkan.
Integrasi menurut Suwanto diartikan sebagai kegiatan yang
menyatu padukan keinginan karyawan dan kepentingan perusahaan agar
tercipta kerjasama yang memberikan kepuasan. Usaha ini dilakukan
dengan cara menghubungkan antar manusia (human relation) (Suwanto,
2001:141)
Berdasarkan konsep diatas maka dalam pengintegrasian harus
adanya penyatuan keinginan pegawai dengan keinginan perusahaan.
Dengan adanya penyatuan kedua hal tersebut dapat mewujudkan suatu
kinerja pegawai yang profesional dibidangnya. Pendapat lain mengenai
pengintegrasian juga diungkapkan oleh malayu S.P. Hasibuan sebagai
kegiatan menyatupadukan keinginan.
5. Alasan Begitu Pentingnya Integritas
a. Integritas membina kepercayaan
Dengan integritas yang ditemukan dalam diri seorang
pemimpin yang bukan hanya kata-kata belaka tetapi juga disertai
tindakan akan menumbuhkan kepercayaan dalam diri pengikutnya
(Maxwell. 1995:41).
b. Integritas punya nilai pengaruh tinggi.
Integritas merupakan kualitas manusia yang diperlukan untuk
sukses bisnis. Dengan integritas yang dipunyai oleh seorang
pemimpin akan memperbesar pengaruhnya, karena pengikut melihat
adanya sesuatu yang bisa dipercayai dalam diri pemimpin
(Maxwell.1995 :42).
c. Integritas memudahkan standar tinggi.
Pemimpin harus hidup dengan standar yang lebih tinggi dari
pada pengikutnya. Dengan adanya watak yang baik (integritas)
memungkinkan pemimpin untuk melaksanakan semua tanggung
jawabnya, kalau watak seorang pemimpin rendah, maka standarnya
pun rendah (Maxwell.1995:43).
d. Integritas menghasilkan reputasi yang kuat, bukan hanya citra.
Citra adalah apa yang dipikirkan orang lain tentang diri
seseorang. Integritas adalah apa diri seseorang yang sesungguhnya.
Kadang-kadang kehidupan menjepit seseorang pada saat-saat
mengalami tekanan seperti itu, apa yang ada di dalamnya akan
ketahuan, dengan demikian akan menentukan bagaimana reputasi
seseorang (Maxwell.1995:44)
e. Integritas berarti menghayati diri sebelum memimpin orang lain.
Sebelum memimpin orang lain seorang pemimpin harus
menghayati dirinya sendiri, karena pemimpin tidak bisa memimpin
siapa pun lainnya lebih jauh dari pada tempat pemimpin sendiri
berada. Oleh karena itu perlu dipastikan apakah pemimpin sudah
memiliki integritas terlebih dahulu sebelum memimpin orang lain
karena orang akan cenderung mengikuti pemimpin
(Maxwell.1995:45).
f. Integritas membantu seorang pemimpin dipercaya bukan hanya
pintar.
Kepercayaan adalah keyakinan bahwa pemimpin sungguh-
sungguh dengan apa yang dikatakannya. Kepemimpinan yang efektif
tidak hanya berdasarkan sifat pintar, tetapi juga berdasarkan sikap
konsisten (Maxwell.1995:46).
g. Integritas adalah prestasi yang dicapai dengan susah payah.
Integritas bukan sebuah faktor yang terdapat dalam
kehidupan sehari-hari. Ini adalah hasil dari disiplin pribadi,
kepercayaan batin, dan keputusan untuk jujur sepenuhnya dalam
segala situasi dalam kehidupan pemimpin. Untuk memperoleh
integritas diperlukan suatu proses yang terus berlangsung (Maxwell.
1995:47).
Dari uraian di atas dapat dilihat pentingnya integritas sabagai
karakter yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin karena
integritas mengandung pengertian apa yang dikatakan pemimpin itu
juga yang harus diperbuatnya. Sehingga pemimpin dapat memberi
teladan kepada para pengikutnya.
DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2010. Manajemen Sumberdaya Manusia Bab X Pemeliharaan.


Dalam:http://literaturekonomi.blogspot.com/2010/04/manajemen-
sumberdaya-manusia-bab-x.html.

Anonim. 2013. Pemeliharaan Karyawan. Dalam:


https://www.facebook.com/ekis.stain.wtp/posts/602791836398557D

Emje, Dewi Ayu. 2012. Makalah Pemeliharaan Tenaga Kerja. Dalam:


http://ayuwidigda.blogspot.com/2012/07/v-behaviorurldefaultvmlo.html.

Fitridewi, Wuland. 2012. Pemeliharaan Karyawan.


Dalam:http://wulandwords.blogspot.com/2012/12/pemeliharaan-
karyawan.html.

Rizqi, Ahmad Qoni. 2012. Pemeliharaan Sumber Daya Manusia.


Dalam:http://arenamateribelajar.blogspot.com/2012/11/pemeliharaan-
sumber-daya-manusia.html

Sadina, Laurents. 2012. Makalah Pemeliharaan Tenaga Kerja (MSDM).


Dalam:http://elyasonlineshop.blogspot.com/2012/02/makalah-
pemeliharaan-tenaga-kerja-msdm.html.
TUGAS
MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
KOMPENSASI, INTEGERASI DAN PEMELIHARAAN

Dosen : Drs. HM Muchsinin, MM

Disusun oleh :

Nama : DONA OKTIN


NIM : 2011050498
Kelas : III EXECUTIVE
RUANG :

PROGRAM STUDI EKONOMI STRATA DUA


PROGRAM PASCA SARJANA
UNIVERSITAS PAMULANG
TANGERANG SELATAN
BANTEN
2017