Anda di halaman 1dari 25

TUGAS FARMASI FISIKA 1

PENENTUAN SIFAT FISIK MOLEKUL OBAT

1. Jelaskan tentang molekul, energi, sifat fisika yang dihasilkan!

Jawaban:

A. Molekul

Molekul adalah suatu agregat (kumpulan) yang terdiri dari

sedikitnya dua atom dalam susunan tertentu yang terikat

bersama oleh ikatan kimia. Suatu molekul dapat mengandung

atom-atom dari unsur yang sama atau atom-atom dari dua atau

lebih unsur yang bergabung dalam perbandingan tertentu.

B. Energi

Energi adalah kemampuan untuk mengatur ulang suatu

kumpulan materi atau dengan kata lain, energi adalah kapasitas

atau kemampuan untuk melaksanakan kerja, suatu bentuk

kekuatan yang dihasilkan atau dimiliki oleh suatu benda, untuk

melakukan usaha seperti mendorong dan menggerakkan suatu

benda.

C. Energi potensial

Energi potensial dari sebuah sistem adalah energi yang

dihubungkan dengan konfigurasi ruang dari komponen-

komponennya dan interaksi mereka satu sama lain.

D. Energi kinetik

Energi kinetik adalah bagian energi yang berhubungan

dengan gerakan suatu benda.

E. Energi Internal

KHAIRINA AYU NINSGIH RIRIN, S.Farm., M.Sc.


15020140146
TUGAS FARMASI FISIKA 1

Energi internal adalah energi kinetik dihubungkan dengan

gerakan molekul-molekul, dan energi potensial yang dihubungkan

dengan getaran rotasi dan energi listrik dari atom-atom di dalam

molekul

Sifat Fisika

a. Sifat fisika merupakan sifat materi yang dapat dilihat secara

langsung dengan indra.

b. Sifat fisika adalah perubahan yang dialami suatu benda tanpa

membentuk zat baru.

c. Sifat fisika diantaranya adalah : wujud zat, warna, bau, titik

leleh, titik didih, massa jenis, kekerasan, kelarutan, kekeruhan

dan kekentalan.

1. Wujud Zat

Wujud zat terbagi atas zat padat, cair, dan gas.

- Zat Padat

Zat padat mempunyai sifat bentuk dan volumenya tetap.

Bentuk yang tetap dikarenakan partikel-partikel pada zat padat

saling berdekatan (rapat), tersusun teratur dan mempunyai

gaya tarik antar partikel yang sangat kuat. volumenya tetap

KHAIRINA AYU NINSGIH RIRIN, S.Farm., M.Sc.


15020140146
TUGAS FARMASI FISIKA 1

dikarenakanbpartikel pada zat padat dapat bergerak dan

berputar pada kedudukannya saja.

- Zat Cair

Zat cair mempunyai sifat bentuk yang berubah-ubah dan

volumenya tetap. Bentuknya yang berubah-ubah dikarenakan

partikel-partikel pada zat cair berdekatan tetapi renggang,

tersusun teratur, dan gaya tarik antar partikel agak lemah.

Volumenya tetap dikarenakan partikel pada zat cair mudah

berpindah, tetapi tidak dapat meninggalkan kelompoknya.

- Zat Gas

Zat gas mempunyai sifat bentuk dan volume yang

berubah-ubah. Bentuknya berubah-ubah dikarenakan partikel-

partikel pada zat gas berjauhan, tersusun tidak teratur, dan

gaya tarik antar partikel sangat lemah. Volumenya berubah-

ubah karena partikel pada zat gas dapat bergerak bebas

meninggalkan kelompoknya.

2. Kekeruhan (Turbidity)

Kekeruhan terjadi pada zat cair. Kekeruhan cairan

disebabkan adanya partikel suspensi yang halus. Jika sinar cahaya

dilewatkan pada cairan yang keruh, maka intensitasnya akan

berkurang karena dihamburkan. Hal ini bergantung pada

konsentrasinya. Alat untuk mengetahui intensitas cahaya pada zat

cair yang keruh atau untuk mengukur tingkat kekeruhan

disebut turbidimetry.

KHAIRINA AYU NINSGIH RIRIN, S.Farm., M.Sc.


15020140146
TUGAS FARMASI FISIKA 1

3. Kekentalan (Viskositas)

Kekentalan adalah ukuran ketahanan zat cair untuk

mengalir. Untuk mengetahui kekuatan mengalir (flow rate) zat

cair, digunakan alat viskometer. Flow rate digunakan untuk

menghitung indeks viskositas. Viskositas cairan terjadi karena

gesekan molekul-molekul.

Viskositas juga sangat dipengaruhi oleh struktur molekul

cairan. Jika struktur molekulnya kecil dan sederhana maka

molekul tersebut dapat bergerak cepat, contohnya air. Dan

sebaliknya, jika molekulnya besar dan saling bertautan, maka zat

tersebut akan bergerak sangat lambat, contohnya oli. Molekul-

molekul cairan yang bergerak cepat, dikatakan memiliki

viskositas/kekentalan rendah, sedangkan apabila molekul cairan

bergerak lambat, maka dikatakan memiliki viskositas/kekentalan

yang tinggi.

4. Titik Didih

Titik didih merupakan suhu ketika suatu zat mendidih.

Mendidih berbeda dengan menguap, Mendidih terjadi pada suhu

tertentu yaitu pada titik didih, sedangkan menguap terjadi pada

suhu berapa saja di bawah titik didih. Contohnya, pada saat kita

menjemur pakaian, maka airnya menguap bukan mendidih,

sedangkan apabila kita memanaskan air di kompor hanya pada

titik suhu tertentu air tersebut dapat mendidih. titik didih

berbagai zat berbeda, bergantung pada struktur dan sifat

bahan.

KHAIRINA AYU NINSGIH RIRIN, S.Farm., M.Sc.


15020140146
TUGAS FARMASI FISIKA 1

5. Titik Leleh

Titik leleh merupakan suhu ketika zat padat berubah

menjadi zat cair. Misalnya garam dapur jika dipanaskan akan

meleleh menjadi cairan. Perubahan ini dipengaruhi oleh struktur

kristal pada zat tersebut. Zat cair dan zat gas juga memiliki

titik leleh, tetapi perubahannya tidak dapat diamati pada suhu

kamar.

6. Kelarutan

Larutan merupakan campuran homogen yang terdiri dari

dua komponen, yaitu pelarut dan terlarut. Pelarut merupakan zat

yang melarutkan, dan biasanya jumlahnya lebih banyak,

sedangkan zat terlarut adalah zat yang dilarutkan, biasanya

dengan jumlah yang lebih sedikit. Kelarutan dipengaruhi oleh

berbagai faktor, diantaranya sebagai berikut :

a) Suhu

Pada saat kita melarutkan kopi dan gula, akan lebih cepat

larut dalam air panas dibandingkan dengan air dingin.

Mengapa demikian? Kenaikan suhu menyebabkan energi

kinetik partikel zat bertambah sehingga partikel pada suhu

yang tinggi akan bergerak lebih cepat dibandingkan dengan

suhu yang rendah. Kondisi ini menyebabkan terjadinya

tumbukan antara partikel zat pelarut dengan partikel zat

terlarut.

b) Volume Pelarut

Pada saat kita melarutkan 2 sendok gula kedalam 100 mL

air, dan 2 sendok gula kedalam 500 mL air, maka gula

KHAIRINA AYU NINSGIH RIRIN, S.Farm., M.Sc.


15020140146
TUGAS FARMASI FISIKA 1

tersebut akan lebih cepat larut dalam 500 mL air, mengapa

demikian?. Semakin besar volume pelarut, maka jumlah

partikel pelarut akan semakin banyak. kondisi ini

memungkinkan lebih banyak terjadinya tumbukan antara zat

pelarut dengan zat terlarut, sehingga zat padat pada

umumnya akan lebih cepat larut.

c) Ukuran Zat Terlarut

Apabila kita melarutkan 2 sendok gula pasir kedalam 100

mL air, dan 1 sendok gula batu kedalam 100 mL air, mengapa

yang lebih cepat larut adalah 2 sendok gula pasir?. Hal ini

karena gula pasir halus memiliki ukuran partikel yang lebih

kecil, sehingga memiliki permukaan sentuh yang lebih luas

dibandingkan gula batu. Jadi, makin kecil ukuran zat terlarut,

makin besar kelarutan zat tersebut. Dasar-dasar kimia fisik

dlm ilmu farmasetiik fisik. UI press. Jakarta ).

2. Jelaskan tentang sifat aditif dan konstitutif!

Jawaban:

- Sifat Aditif bergantung pada andil atom total dalam molekul

atau pada jumlah sifat konstituen dalam larutan. Contoh sifat

aditif dari suatu senyawa adalah berat molekul, yaitu jumlah

massa atom konstituen. Massa dari komponen suatu larutan juga

bersifat aditif, massa total dari larutan adalah jumlah massa

masing-masing komponen.

- Sifat Konstitutif bergantung pada penyusunan dan untuk jumlah

yang lebih sedikit, pada jenis dan jumlah atom dalam suatu

molekul. Sifat ini memberikan petunjuk terhadap aturan senyawa

KHAIRINA AYU NINSGIH RIRIN, S.Farm., M.Sc.


15020140146
TUGAS FARMASI FISIKA 1

tunggal, dan kelompok molekul dalam sistem. Banyak sifat fisik

yang sebagian aditif dan sebagian konstitutif. Pembiasan cahaya,

sifat listrik, sifat permukaan dan antarpermukaan dan kelarutan

obat setidak-tidaknya sebagian berupa sifat konstitutif dan

sebagian sifat aditif. (Martin. A, 1991, Farmasi Fisika Jilid 1,

Universitas Indonesia Press, Jakarta)

3. Jelaskan tentang konstanta dielektrik dan polarisasi induksi !

Jawaban :

Tetapan dielektrik dan polarisasi induksi

Suatu molekul dapat mempertahankan suatu pemisahan

muatan listrik melalui induksi oleh suatu medan listrik eksternal atau

oleh suatu pemisahan muatan yang permanen didalam suatu molekul

polar. Untuk memahami konsep pemisahan muatan secara lengkap,

perlu memahami konsep tetapan dielektrik.

Tetapan dielektrik biasanya tidak mempunyai dimensi, karena

dia merupakan perbandingan dari dua kapasitansi. Tetapan dielektrik

dapat ditentukan dengan oscilometri, dimana frekuensi dari suatu

signal dijaga konstan oleh perubahan listrik pada kapasitansi antar

dua pelat parallel. Tetapan dilelektrik dari campuran pelarut dapat

dihubungkan dengan daya larut obat sebagaimana diterangkan oleh

Gorman dan hall, dan untuk zat pembawa obat dapat dihubungkan

dengan konsentrasi plasma obat seperti dilaporkan oleh pagay dan

kawan-kawan.

Momen dipole

KHAIRINA AYU NINSGIH RIRIN, S.Farm., M.Sc.


15020140146
TUGAS FARMASI FISIKA 1

Momen dipole permanen dari molekul-molekul polar. Didalam

suatu molekul polar, pemisahan daerah yang bermuatan positif dan

negative dapat menjadi permanen, dan molekul akan memiliki suatu

momen dipole permanen, . Ini adalah suatu gejala nonionic, dan

walaupun daerah dari molekul tersebut dapat memiliki muatan,

muatan ini akan seimbang satu sama lainnya dengan demikian molekul

sebagai suatu keseluruhan akan tidak mempunyai jaringan muatan.

Sebagai contoh, molekul air memiliki dipole yang permanen. Besarnya

dipole permanen, , tidak bergantung pada setiap dipole induksi dari

medan listrik. Ini didefinisikan sebagai jumlah vector dari momen

masing-masing muatan dalam molekul, termasuk dari ikatan dan

pasangan electron sunyi. Vector itu bergantung pada jarak

pemisahan antara muatan. Satuan dari adalah debye, dimana satu

debye samadengan 10-18 esu cm. ini diperoleh dari muatan electron

(kira-kira 10-18 esu) dikalikan dengan jarak rata-rata antar pusat

muatan pada molekul (kira-kira 10-8 cm).

Momen dipole permanen dapat dikorelasikan dengan aktivitas

biologi dari molekul-molekul tertentu untuk memperoleh informasi

yang bernilai tentang hubungan dari sifat-sifat dan pemisahan

muatan dalam suatu kelas senyawa obat sebagai contoh, aktivitas

insektisida dari tiga isomer DDT, yang diperlihatkan dalam struktur

berikut ini, dapat dihubungkan dengan momen dipole

permanennya.untuk zat terlarut ionic dan pelarut, interaksi dipole

induksi memainkan peranan yang penting dalam gejala kelarutan

untuk ikatan reseptor obat, gaya dipole dipercaya untuk

memperbesar interaksi nonkovalen yang penting ini, sebagaimana

KHAIRINA AYU NINSGIH RIRIN, S.Farm., M.Sc.


15020140146
TUGAS FARMASI FISIKA 1

yang diuraikan oleh kollman. Untuk molekul-molekul senyawa padat

dengan momen dipole permanen, gaya dipole memperbesar susunan

kristalin dan semua sifat struktur dari benda padat tersebut.

Kristal es dibentuk dari gaya dipolnya. Interpretasi tambahan dari

momendipol yang bermakna diberikan oleh smith dan minkin dan

kawan-kawan

Indeks bias dan bias molar

Cahaya berjalan lebih lambat melaui suatu zat dibandingkan

melalui ruang hampa. Apabila cahaya memasuki suatu zat yang lebih

rapat, gelombang-gelombang yang diteruskan pada antar permukaan

dimodifikasi menjadi saling mendekat karena kecepatannya yang

lebih lambat dan panjang gelombang yang lebih pendek. Apabila

suatu cahaya memasuki suatu zat yang lebih rapat pada suatu sudut,

seperti diperlihatkan, satu bagian dari gelombang segera berjalan

lebih lambat begitu melewati antar muka dan menghasilkan

penekukan gelombang menuju antar muka gejala ini disebut

pembiasan. Apabila cahaya memasuki suatu zat yang kurang rapat,

cahaya itu akan dibiaskan menjauhi antar muka, dan tidak mengarah

kepadanya. Nilai relative dari efek antara kedua zat ini dinyatakan

oleh indeks bias, n :


sin i
n=
sin r

Dimana sin i adalah sinus sudut sinar dating dari cahaya dan

sin r adalah sudut sinar yang dibiaskan. Pada umumnya, pembilang

diambil sebagai cepatan cahaya diudara, dan penyebut adalah bahan

yang sedang diselidiki. Sinar dating pada suatu molekul menginduksi

dipole yang Bervibrasi, dan makin besar indeks bias pada suatu

KHAIRINA AYU NINSGIH RIRIN, S.Farm., M.Sc.


15020140146
TUGAS FARMASI FISIKA 1

panjang gelombang, makin besar pula induksi dipolar. Interaksi dari

sinar foton dengan elektrin yang berpolarisasi dari suatu dielektrik

menyebabkan pengurangan kecepatan cahaya. Tetapan dielektrik,

yang merupakan suatu ukuran dari kepolarisasian akan paling besar

apabila interaksi dipolar dan cahaya juga besar.

Rotasi optic

Dengan melewatkan cahaya melalui satu prisma polarisasi,

seperti prisma nikol, fibrasi dan radiasi yang secara random

terdistribusi dipilih sedemikian rupa sehingga hanya fibrasi yang

terjadi pada suatu bidang tunggal saja yang dipancarkan. Kecepatan

dari cahaya yang dipolarisasikan kebidang ini dapat menjadi lebih

lambat atau lebih cepat apabila cahaya tersebut melalui suatu zat,

seperti cahaya pembiasan yang baru saja di bicarakan. Perubahan

kecepatan ini menyebabkan pembiasan dari cahaya yang terpolarisasi

dalam arah tertentu untuk suatu zat yang optis aktif. Putaran yang

searah jarum jam, pada pemeriksaan sinar dari cahaya yang

terpolarisasi, menyatakan zat tersebut adalah memutar kekanan,

sedangkan putaran yang berlawanan denga jarum jam menyatakan

suatu zat memutar ke kiri. Zat memutar ke kanan, yaitu yang

memutar sinar kekanan, menghasilkan sudut rotasi yang dinyatakan

dengan tanda positif (+); sedang pada saat memutar kekiri sinar akan

berputar kekiri, mempunyai , yang dinyatakan dengan tanda

negative (-). Molekul yang mempunyai pusat a simetris dan kurang

simetris disekitar bidang tunggal, adalah optis aktiv, sedangkan

molekul yang simetris adalah tidak optis aktiv (optis inaktive) dan

akibatnya tidak memutar bidang cahaya yang di polarisasikan.

KHAIRINA AYU NINSGIH RIRIN, S.Farm., M.Sc.


15020140146
TUGAS FARMASI FISIKA 1

Aktivitas optic dapat dianggap sebagai interaksi dari radiasi bidang

yang dipolarisasikan dengan electron didalam suatu molekul untuk

menghasilkan polarisasi elektronik. Interaksi ini memutar arah

getaran radiasi dengan mengubah medan listrik. Polarimeter dipakai

untuk mengukur aktivitas optic.

Disperse rotasi optic

Rotasi optic berubah menjadi suatu fungsi panjang gelombang

cahaya dan disperse otasi optic (ORD) adalah pengukuran sudut

rotasi sebagai suatu fungsi panjang gelombang. Dengan bermacam-

macam panjang gelombang cahaya, rotasi spesifik untuk zat optis

aktiv akan berubah. Suatu gravik dari rotasi spesifik terhadap

panjang gelombang menunjukkan suatu pembelokan dan kemudian

melewati nol pada panjang gelombang absorbsi maksimum. Perubahan

dalam rotasi spesifik ini dikenal sebagai efek katun.

Melalui konversi, senyawa yang rotasi spesifiknya

menunjukkan suatu harga maksimum sebelum melalui nol apabila

panjang gelombang dari cahaya yang terpolarisasi menjadi lebih kecil

dikatakan memperlihatakan efek katun positif. ( Martin, Alfred,

dkk. 1993. Dasar-dasar kimia fisik dlm ilmu farmasetiik fisik. UI

press. Jakarta ).

4. Jelaskan tetang momen dipol permanen molekul polar !

Jawaban:

Di dalam suatu molekul polar, pemisahan daerah yang

bermuatan positif dan negative dapat menjadi permanen, dan

molekul akan memiliki suatu momen dipol permanen,. Ini adalah

suatu gejala nonionic, dan walaupun daerah dari molekul tersebut

KHAIRINA AYU NINSGIH RIRIN, S.Farm., M.Sc.


15020140146
TUGAS FARMASI FISIKA 1

dapat memiliki muatan, muatan ini akan seimbang satu sama lainnya

dengan demikian molekul sebagai suatu keseluruhan akan tidak

mempunyai jaringan muatan.

Dalam suatu medan listrik, molekul dengan momen dipole

permanen dapat juga mempunyai dipole induksi. Molekul polar

bagaimanapun cenderung mengarahkan dirinya dengan pusat muatan

negatifnya yang tedekat pada pusat muatan positif pada molekul

lainnya sebelum digunakan medan listrik, oleh karena itu ketika

medan yang digunakan itu ada, pengarahannya adalah menuju ke

medan. Dipole momen maksimum terjadi ketika molekul diarahkan

lebih sempurna. Pengarahan yang benar-benar sempurna tidak

pernah dapat terjadi karena energy panas dari molekul-molekul, yang

menyokong pengacauan terhadapat penjajaran molecular.

Dalam larutan, dipole permanen dari suatu pelarut seperti air

dapat berinteraksi secara kuat dengan molekul zat terlarut.

Interaksi ini memperbesar pengaruh pelarut dan dihubungkan dalam

hal air, dengan hidrasi ion dan molekul. Simetri dari molekul dapat

juga dihubungkan dengan momennya dipole.

Momen dipole permanen dapat dikorelasikan dengan aktivitas

biologi dari molekul-molekul tertentu untuk memperoleh informasi

yang bernilai tentang hubungan dari sifat-sifat dan pemisahan

muatan dalam suatu kelas senyawa obat.

Interaksi dipole yang terpenting tersbut seharusnya tidak

diabaikan. Untuk zat terlarut ionic dan pelarut nonpolar, interaksi

dipole induksi-ion memainkan peranan yang penting dalam gejala

kelarutan. Untuk ikatan resptor obat, gaya dipole dipercaya untuk

KHAIRINA AYU NINSGIH RIRIN, S.Farm., M.Sc.


15020140146
TUGAS FARMASI FISIKA 1

memperbesar interaksi nonkovalen yang penting ini, sebagaimana

yang diuraikan oleh kollman. Untuk molekul senyawa padat dengan

momen dipole permanen, gaya dipole memperbesar susunan kristalin

dan semua sifat struktur dan semua sifat struktur dari benda

tersebut. Kristal es dibentuk melalui gaya dipolnya. Interpretasi

tambahan dari momen dipole yang bermakna diberikan oleh smyth

dan minkin dan kawan-kawan. (Martin, Alfred, dkk. 1993. Dasar-

dasar kimia fisik dlm ilmu farmasetiik fisik. UI press. Jakarta )

5. Jelaskan tentang radiasi Elektromagnetik!

Jawaban :

Gelombang (radiasi) Elektromagnetik adalah gelombang yang

dapat merambat walau tidak ada medium. Energi elektromagnetik

merambat dalam gelombang dengan beberapa karakter yang bisa

diukur, yaitu: panjang gelombang / wavelength, frekuensi, amplitude

/ amplitude, kecepatan. Amplitudo adalah tinggi gelombang,

sedangkan panjang gelombang adalah jarak antara dua puncak.

Frekuensi adalah jumlah gelombang yang melalui suatu titik dalam

satu satuan waktu. Frekuensi tergantung dari kecepatan

merambatnya gelombang. Karena kecepatan energi elektromagnetik

adalah konstan (kecepatan cahaya), panjang gelombang dan

frekuensi berbanding terbalik. Semakin panjang suatu gelombang,

semakin rendah frekuensinya, dan semakin pendek suatu gelombang

semakin tinggi frekuensinya.

Energi elektromagnetik dipancarkan, atau dilepaskan, oleh

semua masa di alam semesta pada level yang berbedabeda. Semakin

tinggi level energi dalam suatu sumber energi, semakin rendah

KHAIRINA AYU NINSGIH RIRIN, S.Farm., M.Sc.


15020140146
TUGAS FARMASI FISIKA 1

panjang gelombang dari energi yang dihasilkan, dan semakin tinggi

frekuensinya. Perbedaan karakteristik energi gelombang digunakan

untuk mengelompokkan energi elektromagnetik.

Susunan semua bentuk gelombang elektromagnetik

berdasarkan panjang gelombang dan frekuensinya disebut spektrum

elektromagnetik. Gambar spectrum elektromagnetik di bawah

disusun berdasarkan panjang gelombang (diukur dalam satuan _m)

mencakup kisaran energi yang sangat rendah, dengan panjang

gelombang tinggi dan frekuensi rendah, seperti gelombang radio

sampai ke energi yang sangat tinggi, dengan panjang gelombang

rendah dan frekuensi tinggi seperti radiasi X-ray dan Gamma Ray.

Contoh spektrum elektromagnetik

Gelombang Radio

Gelombang radio dikelompokkan menurut panjang gelombang

atau frekuensinya. Jika panjang gelombang tinggi, maka pasti

frekuensinya rendah atau sebaliknya. Frekuensi gelombang radio

mulai dari 30 kHz ke atas dan dikelompokkan berdasarkan lebar

frekuensinya. Gelombang radio dihasilkan oleh muatan-muatan listrik

yang dipercepat melalui kawat-kawat penghantar. Muatan-muatan ini

dibangkitkan oleh rangkaian elektronika yang disebut osilator.

Gelombang radio ini dipancarkan dari antena dan diterima oleh

antena pula. Kamu tidak dapat mendengar radio secara langsung,

tetapi penerima radio akan mengubah terlebih dahulu energi

gelombang menjadi energi bunyi.

KHAIRINA AYU NINSGIH RIRIN, S.Farm., M.Sc.


15020140146
TUGAS FARMASI FISIKA 1

Gelombang mikro

Gelombang mikro (mikrowaves) adalah gelombang radio dengan

frekuensi paling tinggi yaitu diatas 3 GHz. Jika gelombang mikro

diserap oleh sebuah benda, maka akan muncul efek pemanasan pada

benda itu. Jika makanan menyerap radiasi gelombang mikro, maka

makanan menjadi panas dalam selang waktu yang sangat singkat.

Proses inilah yang dimanfaatkan dalam microwave oven untuk

memasak makanan dengan cepat dan ekonomis.

Gelombang mikro juga dimanfaatkan pada pesawat RADAR

(Radio Detection and Ranging) RADAR berarti mencari dan

menentukan jejak sebuah benda dengan menggunakan gelombang

mikro. Pesawat radar memanfaatkan sifat pemantulan gelombang

mikro. Karena cepat rambat glombang elektromagnetik c = 3 X 108

m/s, maka dengan mengamati selang waktu antara pemancaran

dengan penerimaan.

Sinar Inframerah

Sinar inframerah meliputi daerah frekuensi 1011Hz sampai

1014 Hz atau daerah panjang gelombang 10-4 cm sampai 10-1 cm.

jika kamu memeriksa spektrum yang dihasilkan oleh sebuah lampu

pijar dengan detektor yang dihubungkan pada miliampermeter, maka

jarum ampermeter sedikit diatas ujung spektrum merah. Sinar yang

tidak dilihat tetapi dapat dideteksi di atas spektrum merah itu

disebut radiasi inframerah.

Sinar infamerah dihasilkan oleh elektron dalam molekul-

molekul yang bergetar karena benda diipanaskan. Jadi setiap benda

KHAIRINA AYU NINSGIH RIRIN, S.Farm., M.Sc.


15020140146
TUGAS FARMASI FISIKA 1

panas pasti memancarkan sinar inframerah. Jumlah sinar inframerah

yang dipancarkan bergantung pada suhu dan warna benda.

Cahaya tampak

Cahaya tampak sebagai radiasi elektromagnetik yang paling

dikenal oleh kita dapat didefinisikan sebagai bagian dari spektrum

gelombang elektromagnetik yang dapat dideteksi oleh mata manusia.

Panjang gelombang tampak nervariasi tergantung warnanya mulai

dari panjang gelombang kira-kira 4 x 10-7 m untuk cahaya violet

(ungu) sampai 7x 10-7 m untuk cahaya merah. Kegunaan cahaya salah

satunya adlah penggunaan laser dalam serat optik pada bidang

telekomunikasi dan kedokteran.

Sinar ultraviolet

Sinar ultraviolet mempunyai frekuensi dalam daerah 1015 Hz

sampai 1016 Hz atau dalam daerah panjang gelombagn 10-8 m 10-7

m. gelombang ini dihasilkan oleh atom dan molekul dalam nyala listrik.

Matahari adalah sumber utama yang memancarkan sinar ultraviolet

dipermukaan bumi,lapisan ozon yang ada dalam lapisan atas

atmosferlah yang berfungsi menyerap sinar ultraviolet dan

meneruskan sinar ultraviolet yang tidak membahayakan kehidupan

makluk hidup di bumi.

Sinar X

Sinar X mempunyai frekuensi antara 10 Hz sampai 10 Hz .

panjang gelombangnya sangat pendek yaitu 10 cm sampai 10 cm.

meskipun seperti itu tapi sinar X mempunyai daya tembus kuat,

dapat menembus buku tebal, kayu tebal beberapa sentimeter dan

pelat aluminium setebal 1 cm.

KHAIRINA AYU NINSGIH RIRIN, S.Farm., M.Sc.


15020140146
TUGAS FARMASI FISIKA 1

Sinar Gamma

Sinar gamma mempunyai frekuensi antara 10 Hz sampai 10 Hz

atau panjang gelombang antara 10 cm sampai 10 cm. Daya tembus

paling besar, yang menyebabkan efek yang serius jika diserap oleh

jaringan tubuh.

Contoh radiasi elektromagnetik dalam kehidupan sehari-hari

Infrared

Kondisi-kondisi kesehatan dapat didiagnosis dengan

menyelidiki pancaran inframerah dari tubuh. Foto inframerah khusus

disebut termogram digunakan untuk mendeteksi masalah sirkulasi

darah, radang sendi dan kanker. Radiasi inframerah dapat juga

digunakan dalam alarm pencuri. Seorang pencuri tanpa

sepengetahuannya akan menghalangi sinar dan menyembunyikan

alarm. Remote control berkomunikasi dengan TV melalui radiasi sinar

inframerah yang dihasilkan oleh LED ( Light Emiting Diode ) yang

terdapat dalam unit, sehingga kita dapat menyalakan TV dari jarak

jauh dengan menggunakan remote control.

Ultraviolet

Sinar UV diperlukan dalam asimilasi tumbuhan dan dapat

membunuh kuman-kuman penyakit kulit.

Sinar X

Sinar X ini biasa digunakan dalam bidang kedokteran untuk

memotret kedudukan tulang dalam badan terutama untuk

menentukan tulang yang patah. Akan tetapi penggunaan sinar X

harus hati-hati sebab jaringan sel-sel manusia dapat rusak akibat

penggunaan sinar X yang terlalu lama. Spektrum elektromagnetik

KHAIRINA AYU NINSGIH RIRIN, S.Farm., M.Sc.


15020140146
TUGAS FARMASI FISIKA 1

dapat dibagi dalam beberapa daerah jika diurutkan dari gelombang

panjang berenergi rendah yaitu :

1. gelombang radio ( > 30 GHz )

2. gelombang mikro ( 109 Hz 3 x 1011 Hz )

3. inframerah ( 3 x 1011 Hz 4 x 1014 Hz )

4. cahaya tampak ( 4 x 1014 Hz 8 x 1014 Hz)

5. sinar ultraviolet ( 8 x 1014 Hz 3 x 1017 Hz

6. sinar x ( 1016 Hz 1020 Hz )

7. sinar gamma ( 1018 Hz 1025 Hz ). (Martin. A, 1991, Farmasi

Fisika Jilid 1, Universitas Indonesia Press, Jakarta).

6. Jelaskan tentang spectrum atom dan molekul!

Jawaban :

Menurut martin, dasar-dasar kimia fisika dalam ilmu farmaseutik

fisik. 2003

- Spektrum atom

Spektrum atom adalah berkas cahaya yang dipancarkan

oleh suatu atom. Apabila tatom dipanaskan sampai tidak

memecah, maka akan terjadi atom yang tidak stabil atau atom

eksitasi. Dalam keadaan atom eksitasi umumnya tidak dalam

waktu lama dan bila tidak sampai atom memecah amak akan

beruasaha kembali ke keadaan semula yang stabil sambil

melepaskan energi yang kelebihan itu dalam bentuk cahaya.

- Spektrum molekul

Spektrum molekul adalah spektrum yang memperlihatkan

transisi antara tingkat energi elektronik, rotasi dan vibrasi

molekul.

KHAIRINA AYU NINSGIH RIRIN, S.Farm., M.Sc.


15020140146
TUGAS FARMASI FISIKA 1

7. Jelaskan tentang spektrofotom UV dan sinar tampak!

Jawaban :

Menurut Heru, kimia dasar 2. 2003

- Spektrofotometri UV merupakan salah satu metode analisis

yang dilakukan dengan panjang gelomabang 100-400 nm atau

595-299 kj/mol. Sinar ultraviolet atau sinar ungu terbagi

mejadi dua jenis, yaitu:

a) Ultraviolet jauh memilki rentang panjang gelombang 10-

200 nm.

b) Ultraviolet dekat memilki rentang panjang gelombang 200-

400 nm.

Cahaya UV tidak dapat dilihat oleh manusia, namun

beberapa hewan termasuk burung, reptil dan serangga seperti

lebah dapat melihat sinar pada panjang gelomang UV.

- Spektrofotometri visible disebut juga spektrofotometri sinar

tampak. Yang dimaksud sinar tampak adalah sinar yang dapat

dilihat oleh mata manusia. Cahaya yang dapat dilihat oleh mata

manusia adalah cahaya dengan panjang gelombang 400-800 nm

dan memilki energi sebesar 299-147 kj/mol.

8. Jelaskan tentang fuoresensi dan fosforesensi !

Jawaban :

Menurut Heru, kimia dasar 2 .2003

- Fluorosensi.

Akan memendarkan cahaya sewaktu ada radiasi sinar-X

saja. Fluoresensi adalah pemedaran sinar pada saaat suatu zar

dikenai cahaya. Hal ini karena sifat butir kristal suatu zat jika

KHAIRINA AYU NINSGIH RIRIN, S.Farm., M.Sc.


15020140146
TUGAS FARMASI FISIKA 1

mendpat rangsangan berupa cahaya akan langsung memancarkan

cahayanya sendiri dan berhenti memancar jika rangsangan itu

dihilangkan.

- Fosforisensi

Pemendaran cahaya akan berlangsung beberapa saat

walaupun radiasi sinar-X dimatikan.

9. Jelaskan tentang spektroskopi IR !

Jawaban :

Menurut Endang, kinetika kimia .2007

Salah satu spekstroskopi adalah spektroskopi infra merah

(IR). Spektroskopi inframerah merupakan suatu metode yang

mengamati interaksi molekul dengan radiasi elektromagnetik yang

berada pada daerah panjang gelombang 0,75-1000m atau pada

bilangan gelombang 13.00-10 cm-1.

10. Jelaskan tentang indeks bias dan indeks molar!

Jawaban :

Menurut Martin. 2003. Farmasi Fisika 1. halaman 272-274

Cahaya berjalan lebih lambat melalui suatu zat

dibandingkan melalui ruang hampa. Apabila cahaya memasuki suatu

zat yang lebih rapat, gelombang-gelombang yang diteruskan pada

antarapermukaan dimodifikasi menjadi saling mendekat karena

kecepatnnya yang lebih lambat dan panjang gelombang yang lebih

pendek. Apabila cahaya memasuki suatu zat yang lebih rapat pada

suatu sudut, seperti diperlihatkan, satu bagian dari gelombang

segera berjalan lebih lambat begitu melewati antarmuka dan

menghasilkan penekukan gelombang menuju antarmuka. Gejala ini

KHAIRINA AYU NINSGIH RIRIN, S.Farm., M.Sc.


15020140146
TUGAS FARMASI FISIKA 1

disebut pembiasan. Apabila cahaya memasuki suatu zat yang kurang

rapat, cahaya itu akan dibiaskan menjauhi antarmuka, dan tidan

mengarah kepadanya. Nilai realtif dari efek antara kedua zat ini

dinyatakan oleh indeks bias, n:


sin i kecepatan cahaya dalam zat pertama
= =
sin r kecepatan cahaya dalam zat kedua
Indeksi bias berubah-rubah dengan berubahnya panjang

gelombang cahaya dan temperature. Indeks bias dapat digunakan

untuk identifikasi suatu zat untuk mengukur kemurniannya, dan

untuk menentukan konsentrasi dari suatu zat yang dilarutkan

dalam zat yang lainnya. Khususnya suatu refaktometer digunakan

untuk menentukan indeks bias.

Bias molar, Rm berhubungan dengan indeks bias dan sifat-

sifat molekul dari senyawa yang diperiksa. Ini dinyatakan

sebagai :
2 1 ()
Rm = 2
+ 2 ()
Dimana M adalah berat molekul dan adalahkerapatan dari

senyawa. Nilai Rm dari suatu senyawa seringkali dapat

diperkirakan dari ciri-ciri striktur molekul.

KHAIRINA AYU NINSGIH RIRIN, S.Farm., M.Sc.


15020140146
TUGAS FARMASI FISIKA 1

TERMODINAMIKA III

1. Jelaskan tentang hukum ketiga termodinamika!

Jawaban :

Menurut Martin. 2003. Farmasi Fisika 1 halaman 210

Hukum ketiga termodinamika menyatakan bahwa entropi zat

murni berbentuk Kristal adalah nol pada nol absolute, karena

penataan Kristal akan menunjukkan keteraturan tertinggi pada

suhu ini. Hukum ketiga termodinamika tidak dapat diterapkan pada

cairan supercooled karena entropinya 00 K tidak sama dengan nol.

Konsekuensi hukum ketiga termodinamika ialah dapat

dihitungnya entropi absolut dari zat murni. Entropi absolut Kristal

sempurna pada sembarang suhu dapat ditentukan dengan

mengetahui kapasitas panas, selama tidak ada perubahan fase yang

tejadi selama penaikan suhu.

2. Apa yang dimaksud entropi, entalpi dan energy bebas?

Jawaban :

a. Menurut Syukri, Kimia Dasar 1, halaman 99-100

Entropi merupakan besaran termodinamika yang

menyatakan derajat ketidakteraturan partikel. Entropi adalah

besaran termodinamika yang nilainya tergantung pada keadaan

awal dan keadaan akhir dan tidak dipengaruhi oleh jalan yang

ditempuh.

b. Menurut Brady, Kimia Universitas Asas dan Struktur. Halaman

274

Entalpi adalah kandungan kalor sistem dalam tekanan

tetap. Entalpi dilambangkan dengan H.

KHAIRINA AYU NINSGIH RIRIN, S.Farm., M.Sc.


15020140146
TUGAS FARMASI FISIKA 1

c. Menurut olimpiade kimia SMA halaman 66

Energi bebas adalah menyatakan banyaknya energy yang

tersedia di dalam suatu sistem untuk melakukan kerja yang

bermanfaat dalam suatu proses suhu konstan

3. Jelaskan tentang kriteria keseimbangan dan kespontanan dalam

sistem!

Jawaban :

Menurut Martin. 2003. Farmasi Fisika 1. halaman 214

Jika kerja bersih tidak dapat lagi diperoleh dari suatu proses,

F berada pada minimum dan F = 0. Pernyataan ini menunjukkan

sistem berada dalam kesetimbangan.

Maka kriteria untuk keseimbangan pada suhu dan tekanan

tetap adalah F = 0. Perubahan negative energy bebas, - F ,

kadang-kadang ditulis F < 0, dan menunjukkan bahwa proses

adalah spontan. Jika F positif (F > 0), menujukkan bahwa

kerja bersih harus diabsorbsi agar reaksi dapat berlangsung,

karenanya reaksi tidak spontan.

Jika proses berlangsung secara isotermal pada volume tetap

dan bukan tekanan tetap, A digunkaan sebagai kriteria

kespontanan dan keseimbangan. A negative untuk proses spontan

dan nol pada keseimbangan.

4. Hitung G untuk perubahan fase pada suhu -10C (263,2 K) dan

tunjukkan apakah proses berjalan spontan jika H dan S untuk

perubahan wujud dari air cair menjadi es pada suhu -10 pada

tekanan 1 atm masing-masing adalah -1243 kal/mold an -4,91

kal/mol der.

KHAIRINA AYU NINSGIH RIRIN, S.Farm., M.Sc.


15020140146
TUGAS FARMASI FISIKA 1

5. Hitung perubahan energy bebas jika 1 mol gas ideal dimampatkan

dari 1 atm menjadi 10 atm pada suhu 25C?.

Jawaban :

Dik : n = 1 mol

R = 1,987 kal/mol der

T = 25 + 273 = 298

Dit : F .?

Penyelesaian :
10
F = 2,303 nRT log 1
10
F = 2,303 x 1 x 1,987 x 298 x log 1

F = 1,363 kal

6. Berapa tekanan uap pada 95. Tekanan uap P2 pada suhu T2= 373 K

(100C) adalah 98 cm Hg dan R= 1,987 kal/mol der. Panas

penguapan air rata-rata adalah 98000 kal/mol dalam kisaran suhu

20C sampai 100C.

Jawaban :

Dik : T1 = 95 + 273 = 368

T2 = 373

P2 = 98

R =1,987

Dit : P1 .?

Penyelesaian :
1 Hv (T2T1)
Log =
2 2.303 12
98 9800 (373368)
=
1 2.303 1,987 (368 373)

61556586,8 = 49000P1

KHAIRINA AYU NINSGIH RIRIN, S.Farm., M.Sc.


15020140146
TUGAS FARMASI FISIKA 1

P1 = 1256,256 kal/mol

7. Dalam suatu studi transport pilokarpin menembus membrane

kornea mata, peneliti menyajikan suatu plot vant Hoff dari log

konstanta ionisasi pilokarpin (log Ka) versus resiprok temperature

absolut (T-1 atau 1/T). Dengan menggunakan data pada table

Regresikan log Ka versus 1/T. dengan mengacu pada persamaan

vant Hoff, carilah panas (entalpi) standar ionisasi pilokarpin (H)

dan entropi standar untuk proses ionisasi. Dari H dan S,

hitunglah G pada 25C. apakah makna tanda dan besar.

KHAIRINA AYU NINSGIH RIRIN, S.Farm., M.Sc.


15020140146