Anda di halaman 1dari 23

BAB II

ASUHAN KEPERAWATAN

A. Pengkajian
Hari, Tanggal : Senin, 15 Juni 2015
Jam : 19.30 WIB
Oleh : Anisa Cahyati, Annisa Dian Hidayah, Arningka
Oktri Pamungkas
Metode : Observasi, Wawancara, Pemeriksaan Fisik dan
Studi Dokumen
Sumber : Pasien, Keluarga pasien, Dokumen pasien dan
Tim kesehatan

1. Identitas Klien
Nama : An. B
Umur : 5 Tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Agama : Islam
Suku : Jawa
Pendidikan : TK
Tgl Masuk RS : 15 Juni 2015
Dx. Medis : DCA dengan Vomitus

Penanggung Jawab
Nama : Tn.S
Umur : 22 tahun
Alamat : Komp.Lanud ADI.S
Pekerjaan : TNI AU
Hubungan dengan klien : Ayah kandung

2. Keluhan Utama
Keluarga klien menyatakan klien b.a.b 13 kali dalam sehari.

26
3. Riwayat Kesehatan Sekarang
Keluarga klien mengatakan klien b.a.b 13 kali disertai dengan mual
muntah. Keluarga menduga klien tertular oleh sepupunya yang sakit
muntaber. Kemudian keluarga klien membawa klien ke IGD RSPAU
Hardjolukito. Di ruang IGD keadaan umum klien compos mentis dengan
GCS 15 (E4M6V5) dan klien dilakukan pemasangan infus RL 20 tpm pada
pukul 17.00 WIB serta mendapatkan terapi obat sebagai berikut :
- injeksi ondansentron 3x2 mg Pk. 17.05 WIB
- injeksi ranitidine 2x 15 mg Pk. 17.05 WIB
- Zink 1x 20 mg Pk. 17.05 WIB
- Protexin 1x 1 tablet 17.05 WIB
- Skin test cefotaxime 17.05 WIB
- Injeksi cefotaxim 3x 800 mg Pk. 17.20 WIB
Kemudian klien dipindahkan ke bangsal Parkit dengan keadaan umum
composmentis (GCS 15 (E4M6V5)) dan diberikan terapi lanjutan dari IGD.
Saat pengkajian klien mengeluhkan nyeri pada abdomen tengah bawah,
nyeri seperti diremas-remas, nyeri hilang timbul, nyeri berlangsung 10
detik dengan skala 3. Klien tampak meringis dan sesekali memegangi
perutnya.
TD : 120/90 mmHg
N : 90 kali/menit
RR : 24 kali/menit
Suhu : 38oC
4. Riwayat Kesehatan Lalu
Keluarga klien mengatakan klien tidak memiliki riwayat penyakit TBC,
hepatitis, jantung, DM, dan penyakit lainnya. Keluarga klien mengatakan
sebelumnya klien belum pernah dirawat di rumah sakit.
5. Pola Kesehatan klien saat ini
a. Pola nutrisi
1) Sebelum sakit
Keluarga klien mengatakan klien makan 3 kali sehari dengan
menggunakan nasi lauk tanpa sayur karena klien tidak menyukai
sayur. Keluarga klien mengatakan klien minum 6 gelas per hari atau
sekitar 1200 cc

27
2) Saat sakit
Keluarga klien mengatakan klien tidak nafsu makan dan hanya
memakan camilan berupa wafer dan biskuit karena lidah terasa
tidak enak. Keluarga klien mengatakan klien minum 3 dot teh 250 cc
dan minuman lainnya (250 cc) dalam sehari.
3) Balance cairan
BC = cairan masuk cairan keluar
a) IWL Sebelum sakit
20 cc/kg BB/hari
20 cc x 25 kg = 500 cc
b) Selama sakit
Output :
b.a.b = 690 cc
b.a.k = 300 cc
AM = 2600 cc
IWL = IWL sebelum sakit + (10% (kenaikan suhu 370C) x
IWL sebelum sakit
IWL = 500cc + (10% (380C 370C) x 500cc)
IWL = 500cc + 50cc
IWL = 550 cc
Input :
Infus = 20 tpm = 1 cc
Waktu pemasangan infus pukul 17.00 WIB
Infus = (1 cc x 60 menit) x 7 jam = 420 cc
Minum = 1000 cc
Balance cairan = input output
= 1420 cc (3440 cc)
= - 2020 cc
b. Pola eliminasi
1) Sebelum sakit
Keluarga klien mengatakan klien b.a.b 2 kali dalam sehari dengan
konsistensi feses lunak, warna kuning kecoklatan, dan bau khas

28
feses. Keluarga klien mngatakan klien b.a.k 6 kali dalam sehari
dengan warna kuning jernih, dan bau khas urin.
2) Saat sakit
Keluarga klien mengatakan klien b.a.b 13 kali dalam sehari dengan
kosistensi feses cair dan warna kuning. Keluarga klien mengatakan
klien b.a.k 6 kali dalam sehari dengan warna kuning jernih dan bau
khas urin.
c. Pola istirahat-tidur
1) Sebelum sakit
Keluarga klien mengatakan sehari-hari klien tidur dari pukul 20.00
sampai pukul 06.00 WIB
2) Saat sakit
Keluarga klien mengatakan saat di rumah sakit ini klien lebih
banyak tidur daripada saat dirumah.
d. Pola kebersihan diri
1) Sebelum sakit
Keluarga klien mengatakan klien mandi 2 kali sehari pada pagi
dan sore hari dengan menggunakan sabun mandi dan selalu
menggosok gigi saat mandi. Keluarga klien mengatakan kuku
tangan dan kaki klien selalu dipotong 1 minggu sekali.
2) Saat sakit
Keluarga klien mengatakan klien mandi satu kali sehari dengan
dilap menggunakan air hangat.
e. Pola hubungan
Sebelum sakit klien selalu ditemani oleh ibu dan ayahnya, selama
sakit pola hubungan klien dengan orang tuanya terjalin baik, klien
selalu ditunggu oleh ibunya, terkadang juga ditunggui oleh ayahnya.

6. Pemeriksaan Fisik
a. Keadaaan umum
- Tingkat kesadaran : composmentis
- Nadi : 90 kali/menit
- Suhu : 380C
- RR : 24 kali/menit

29
- TD : 120/90 mmHg
- BB : 25 kg
b. Kulit
Kulit pasien bersih, tidak tampak adanya lesi, dan turgor kulit jelek
c. Kepala
Bentuk kepala simetris, tidak ada lesi. Rambut terlihat bersih.
d. Mata
Konjungtiva tidak anemis, sklera berwarna putih, mata kanan dan kiri
simetris
e. Telinga
Tidak ada cairan yang keluar dari telinga, lubang telinga terlihat
bersih, tidak ada lesi
f. Hidung
Hidung klien bersih tidak ada cairan ataupun darah yang keluar dari
hidung.
g. Mulut
Tidak ada kelainan bentuk mulut, tidak ada bentuk yang abnormal,
gusi berwarna merah muda, dan klien mengalami karies gigi. Mukosa
bibir kering.
h. Leher
Tidak ada pembesaran kelenjar tyroid dan tidak tampak pembesaran
vena jugularis.
i. Dada Paru
- Inspeksi : dada tampak simetris, tidak ada lesi, tidak ada
retraksi dada
- Palpasi : pengembangan dada ketika bernapas sama, tidak
ada nyeri tekan
- Perkusi : sonor pada ICS 1-4 kanan dan ICS 1-3 kiri, pekak
pada daerah ICS 5-6 kanan dan 4-6 kiri
- Auskultasi : suara pernapasan vesikuler, tidak terdengar suara
pernapasan wheezing dan crackles
j. Abdomen
- Inspeksi : perut tampak cembung, pigmentasi merata, tidak
ada lesi

30
- Palpasi : nyeri tekan pada semua kuadran
- Perkusi : terdengar suara redup
- Auskultasi : bising usus 24 kali/menit
k. Ekstremitas
Ekstremitas atas dan bawah klien lengkap dan tidak ada cacat, pada
tangan kiri klien terpasang infus RL 20 tpm
5 5

5 5

7. Pemeriksaan Diagnostik Penunjang


Hari, tanggal : Senin, 15 Juni 2015
Pukul : 16. 58 WIB
Hasil Laboratorium
Parameter Hasil Satuan Nilai Normal
Darah lengkap
Leukosit 14300 / mm3 4.600-10.000
Eritrosit 4.93 Juta/uL 3.9-5.9
Hemoglobin 13.0 g/dL 12-16.8
Hematokrit 38 % 40-54
MCV 78 fL 82-95
MCH 26 Pg 27.0-31.0
MCHC 34 g/dL 32-36
Trombosit 259000 / mm3 150000-400000
Segmen 75 % 50-70
Limposit 20 % 25-40
Monosit 5 % 2-6

8. Terapi/Obat
- Injeksi cefotaxim 3x 800 mg secara IV
- injeksi ondansentron 3x2 mg secara IV
- injeksi ranitidine 2x 15 mg secara IV

31
- Zink 1x 20 mg secara oral
- Protexin 1x 1 tablet secara oral

B. Analisa Data
Data Masalah Penyebab
DS : Nyeri akut Hiperperistaltik
klien mengeluhkan nyeri pada
abdomen tengah bawah, nyeri
seperti diremas-remas, nyeri hilang
timbul, nyeri berlangsung 10 detik.

DO :
- Nyeri skala 3
- Klien tampak meringis dan
sesekali memegangi perutnya
- Terdapat nyeri tekan pada
kuadran I. II. III, IV
- Pasien tampak lemas
- Pasien tampak gelisah
DS : Defisit volume Kehilangan
- Ibu klien mengatakan klien b.a.b cairan volume cairan
13 x pada tanggal 15 Juni 2015 aktif
dengan konsistensi cair
- Ibu mengatakan klien minum
1000cc

DO :
- BB klien 25 kg
- mukosa bibir klien terlihat kering
- turgor kulit pasien baik
- Mata pasien tidak nampak cekung
- IWL -2020 cc

32
DS : Hipertermi Infeksi bakteri
Ibu klien mengatakan klien mulai
demam pada 15 Juni 2015

DO :
- klien teraba panas
- S = 380C
DS : Diare Proses infeksi
- Ibu klien mengatakan klien b.a.b
13 x pada tanggal 15 Juni 2015
dengan konsistensi cair

DO :
- bising usus 24 kpm
- Leukosit 14.300/mm3
- Pasien tampak gelisah

DS : - Resiko infeksi Prosedur invasif


DO :
Terpasang IVFD RL 20 tpm sejak 15
Juni 2015 pada tangan kiri

C. Diagnosa Keperawatan
1. Diare berhubungan dengan proses infeksi ditandai dengan:
DS :
- Ibu klien mengatakan klien b.a.b 13 x pada tanggal 15 Juni 2015
dengan konsistensi cair
DO :
- Bising usus 24 kpm
- Leukosit 14.300/mm3

33
2. Defisit volume cairan berhubungan dengan kehilangan cairan aktif
ditandai dengan :
DS :
- Ibu klien mengatakan klien b.a.b 13 x pada tanggal 15 Juni 2015
dengan konsistensi cair
- Ibu mengatakan klien minum 1000cc
DO :
- BB klien 25 kg
- mukosa bibir klien terlihat kering
- turgor kulit pasien baik
- Mata pasien tidak nampak cekung
- IWL -2020 cc

3. Hipertermi berhubungan dengan proses infeksi ditandai dengan :


DS : ibu klien mengatakan klien mulai demam pada 15 Juni 2015
DO :klien teraba panas, S= 380C

4. Nyeri akut berhubungan dengan hiperperistaltik ditandai dengan :


DS :Klien mengeluhkan nyeri pada abdomen tengah bawah, nyeri seperti
diremas-remas, nyeri hilang timbul, nyeri berlangsung 10 detik.
DO : Nyeri skala 3, klien tampak meringis dan sesekali memegangi
perutnya

5. Resiko infeksi berhubungan dengan prosedur invasif

34
D. Perencanaan
Diagnosa Keperawatan Tujuan Intervensi Rasional
Senin 15 Juni 2015 Senin 15 Juni 2015 Senin 15 Juni 2015 Senin 15 Juni 2015
Pukul 20.00 WIB Pukul 20.00 WIB Pukul 20.00 WIB Pukul 20.00 WIB

Diare berhubungan Setelah dilakukan 1. Bina hubungan saling percaya 1. Dasar dalam melakukan
dengan proses infeksi tindakan keperawatan dengan klien dan keluarga komunikasi terapeutik
ditandai dengan: selama 2x24 jam diare
DS : klien berkurang dengan 2. Observasi TTV klien 2. Kehilangan cairan terus
- ibu klien kriteria : menerus akan
mengatakan klien 1. Klien / keluarga mempengaruhi TTV
b.a.b 13 x pada melaporkan frekuensi
3. Kaji pola eliminasi klien setiap
tanggal 15 Juni b.a.b klien berkurang 3. Memantau frekuensi dan
hari
2015 dengan menjadi <3 kali konsistensi b.a.b
konsistensi cair 2. Konsistensi b.a.b
4. Jelaskan pada pasien dan
- Ibu klien lembek 4. Diketahuinya penyebab dari
keluarga penyebab dari
mengatakan klien 3. TTV dalam batas diare memungkinkan klien
diarenya
b.a.b 6x pada normal (ND 80-90 dan keluarga meminimalisir
tanggal 16 Juni kpm; TD 80-100/60 kejadian berulang
2015 dengan mmHg; S 36,5

35
konsistensi cair 37,50C; RR 20 30 5. Pantau leukosit setiap hari 5. Nilai leukosit menandakan
DO : kpm) tinggi rendahnya infeksi
bising usus 24 kpm 4. Leukosit dalam batas 6. Anjurkan pasien untuk banyak 6. Memotivasi pasien untuk
Leukosit 14.300/mm3 normal (4.000 minum bisa minum lebih banyak
3
11.000/mm ) sehingga terhindar
5. Bising usus dalam daridehidrasi
batas normal (15-30
kali/menit) 7. Kolaborasi dengan ahli gizi 7. Metode makan dan
untuk pemberian diit sesuai kebutuhan kalori didasarkan
kebutuhan pada kebutuhan

8. Kolaborasi dengan dokter untuk 8. Antibiotik membunuh bakteri


pemberian antibiotik

9. Meningkatkan pengetahuan
9. Ajarkan keluarga pasien untuk
klien dalam penanganan
membuat oralit sendiri
diare

36
Senin 15 Juni 2015 Senin 15 Juni 2015 Senin 15 Juni 2015 Senin 15 Juni 2015
Pukul 20.00 WIB Pukul 20.00 WIB Pukul 20.00 WIB Pukul 20.00 WIB

Defisit volume cairan Setelah dilakukan asuhan 1. Kaji intake dan output cairan, 1. Menentukan kehilangan
berhubungan dengan keperawatan selama klien otot dan observasi frekuensi cairan dan kebutuhan cairan
kehilangan cairan aktif dirawat, defisit volume karakteristik, dan jumlah b.a.b
ditandai dengan : cairan klien teratasi serta b.a.k
DS : dengan kriteria :
- Ibu klien mengatakan 1. Membran mukosa 2. Kaji TTV 2. Membantu mengkaji
klien b.a.b 13 x pada lembab kesadara pasien
tanggal 15 Juni 2015 2. BB tidak menunjukkan
dengan konsistensi cair adanya penurunan 3. Kaji status hidrasi, mata, turgor 3. Menentukan kehilangan dan
- Ibu mengatakan klien 3. Balance cairan klien kulit, dan membran mukosa kebutuhan cairan
minum 1000cc seimbang
DO : 4. Ukur BB setiap hari 4. Mengevaluasi keefektifan
- BB klien 25 kg atau kebutuhan mengubah
- mukosa bibir klien pemberian nutrisi
terlihat kering
- turgor kulit pasien baik 5. Istirahatkan anak 5. Meningkatkan sirkulasi,
- Mata pasien tidak mengurangi kehilangan

37
nampak cekung cairan melalui keringat
- IWL -2020 cc
6. Kolaborasi pemberian obat 6. Menurunkan pergerakan
antidiare, antibiotik, antiemetik usus dan muntah

Senin 15 Juni 2015 Senin 15 Juni 2015 Senin 15 Juni 2015 Senin 15 Juni 2015
Pukul 20.00 WIB Pukul 20.00 WIB Pukul 20.00 WIB Pukul 20.00 WIB

Hipertermi berhubungan Setelah dilakukan 1. Pantau suhu tubuh klien 1. Mendeteksi peningkatan
dengan proses infeksi tindakan keperawatan suhu tubuh dan mulainya
ditandai dengan : selama 2x24 jam suhu hipertermi
DS : ibu klien tubuh klien normal stabil
mengatakan klien mulai dengan kriteria : 2. Anjurkan anak dan keluarga 2. Mengurangi peningkatan
demam pada 15 Juni 1. Keluarga/ klien agar tidak memakai pakaian suhu
2015 melaporkan tidak atau selimut yang tebal
DO : klien teraba panas, demam
3. Memungkinkan perpindahan
S 380C 2. Suhu dalam rentang 3. Lakukan kompres hangat
panas secara konduksi
normal (36,5
37,50C)
4. Rehidrasi yang adekuat saat

38
4. Anjurkan pada anak untuk demam mencegah terjadinya
banyak minum syok hipovolemik

5. Kolaborasi pemberian 5. Antipiretik bekerja secara


antipiretik sentral menurunkan panas di
pusat pengatur panas di
hipotalamus

6. Suhu ruangan dapat


6. Atur suhu ruangan
mempengaruhi suhu tubuh
pada anak

Senin 15 Juni 2015 Senin 15 Juni 2015 Senin 15 Juni 2015 Senin 15 Juni 2015
Pukul 20.00 WIB Pukul 20.00 WIB Pukul 20.00 WIB Pukul 20.00 WIB

Nyeri akut berhubungan Setelah dilakukan 1. Kaji keluhan nyeri (penyebab 1. Identifikasi karakteristik nyeri
dengan hiperperistaltik tindakan keperawatan nyeri, frekuensi, lokasi, skala dan faktor yang berhubungan
ditandai dengan : selama 2x24 jam nyeri nyeri, kapan nyeri muncul) merupakan suatu hal yang
DS : klien mengeluhkan klien berkurnag dengan penting untuk menentukan

39
nyeri pada abdomen kriteria : intervensi selanjutnya
tengah bawah, nyeri 1. Skala nyeri berkurang
seperti diremas- menjadi 1 0 2. Mengatur posisi senyaman 2. Posisi yang nyaman
remas, nyeri hilang 2. Klien tidak mungkin meningkatkan rileksasi
timbul, nyeri menyeringai kesakitan pasien
berlangsung 10 3. Klien mengungkapkan
detik. secara verbal nyeri 3. Ajarkan teknik manajemen 3. Nafas dalam meningkatkan
DO : nyeri skala 3, Klien hilang/ berkurang nyeri nafas dalam dan distraksi vasodilatasi pembuluh dara,
tampak meringis dan 4. Wajah klien terlihat distraksi mengalihkan
sesekali memegangi rileks perhatian klien sehingga
perutnya tidak berpusat pada nyeri

4. Kolaborasi obat sesuai indikasi 4. Obat yang sesuai indikasi


mempercepat penyembuhan

Senin 15 Juni 2015 Senin 15 Juni 2015 Senin 15 Juni 2015 Senin 15 Juni 2015
Pukul 20.00 WIB Pukul 20.00 WIB Pukul 20.00 WIB Pukul 20.00 WIB

Resiko infeksi Setelah dilakukan 1. Observasi KU dan TTV 1. Perubahan KU dan TTV
berhubungan dengan tindakan keperawatan mengindikasikan adanya

40
prosedur invasif selama pasien dirawat di tanda-tanda infeksi
rumah sakit klien dapat
terhindar dari infeksi 2. Observasi daerah pemasangan 2. Deteksi dini terjadinya infeksi
dengan kriteria : tidak ada infus
tanda-tanda infeksi (rubor,
dolor, kalor, tumor, functio 3. Lakukan dressing infus 2 hari 3. Mencegah masuknya
laesa) sekali mikroorganisme melalui
balutan infus.

4. Membatasi pengunjung akan


4. Anjurkan keluarga pasien untuk
meminimalisir resiko
membatasi pengunjung
terjadinya infeksi nosokomial

41
E. Catatan Perkembangan
Hari/ Tanggal Waktu Catatan Perkembangan
Selasa, 16 Juni 2015 Pukul 08.00 WIB DS :
- Klien menyatakan nyeri pada
perut bagian bawah, nyeri seperti
diremas-remas, nyeri hilang
timbul, nyeri berlangsung 8
detik.
- Keluarga klien mengatakan klien
sudah b.a.b dua kali dengan
konsistensi cair dan disertai
dengan lendir serta b.a.k sudah 2
kali dengan warna kuning jernih
- Klien mengatakan minum baru
habis 1 botol dot (250cc)
DO :
- KU baik
- Kesadaran composmentis
- Konjungtiva tidak anemis
- Turgor kulit baik
- Akral dingin
- Tanda-tanda vital:
TD = 110/90 mmHg
S = 380C
N = 90 kali/ menit
RR = 24 kali/ meniy
- Mukosa bibir kering
- Bising usus 20 kali/menit
- Hasil Uji Feses :
Warna kuning
Konsistensi cair
Eritrosit 0-1
Leukosit 3-5

42
A : Masalah belum teratasi
P : Lanjutkan intervensi

Pukul 15.00 WIB DS :


- Klien menyatakan masih nyeri
pada perut, nyeri semakin
bertambah, nyeri seperti diremas-
remas, nyeri hilang timbul, nyeri
berlangsung 10 detik.
- Keluarga klien mengatakan klien
sudah b.a.b enam kali satu hari
ini dengan konsistensi cair serta
b.a.k sudah enam kali dengan
warna kuning jernih.
- Klien mengatakan sudah habis
minum 2 botol dot ditambah
minum-minuman yang lainnya
(1000cc)
DO :
- KU baik
- Kesadaran composmentis
- Konjungtiva tidak anemis
- Turgor kulit baik
- Akral hangat
- Tanda-tanda vital:
TD = 120/90 mmHg
S = 36,80C
N = 90 kali/ menit
RR = 24 kali/ menit
- Mukosa bibir kering
- Bising usus 18 kali/menit
- Klien mendapat terapi obat

43
tambahan PCT syrup 3x2 cth
secara oral
A : Masalah hipertermi teratasi
P : Observasi perubahan suhu klien
Lanjutkan terapi parasetamol
kalau diperlukan

Rabu, 17 Juni 2015 Pukul 08.00 WIB DS :


- Klien menyatakan masih nyeri
pada perut, tetapi nyeri sudah
sedikit berkurang, nyeri seperti
diremas-remas, nyeri hilang
timbul, nyeri berlangsung 10
detik.
- Keluarga klien mengatakan klien
sudah b.a.b tiga kali dengan
konsistensi cair serta b.a.k sudah
lima kali dengan warna kuning
jernih.
- Klien mengatakan kira-kira sudah
habis minum satu botol dot
ditambah minum-minuman yang
lainnya (500 cc)
DO :
- KU baik
- Kesadaran composmentis
- Konjungtiva tidak anemis
- Turgor kulit baik
- Akral hangat
- Tanda-tanda vital:
TD = 120/90 mmHg
S = 36,50C

44
N = 88 kali/ menit
RR = 24 kali/ menit
- Mukosa bibir lembab
- Bising usus 12 kali/menit

A : Masalah nyeri dan diare belum


teratasi
P : Lanjutkan intervensi

Pukul 15.00 WIB DS :


- Klien menyatakan masih nyeri
pada perut, tetapi nyeri sudah
banyak berkurang, nyeri seperti
diremas-remas, nyeri hilang
timbul, nyeri berlangsung 10
detik.
- Keluarga klien mengatakan klien
sudah b.a.b enam kali dalam satu
hari ini dengan konsistensi cair
serta b.a.k sudah lima kali
dengan warna kuning jernih.
- Klien mengatakan kira-kira sudah
habis minum dua botol dot
ditambah minum-minuman yang
lainnya (1000 cc)
DO :
- KU baik
- Kesadaran composmentis
- Konjungtiva tidak anemis
- Turgor kulit baik
- Akral hangat
- Tanda-tanda vital:
TD = 100/60 mmHg

45
S = 36,60C
N = 90 kali/ menit
RR = 22 kali/ menit
- Mukosa bibir lembab
- Bising usus 15 kali/menit

A : Masalah nyeri dan diare belum


teratasi
P : Lanjutkan intervensi

Kamis, 18 Juni 2015 Pukul 08.00 WIB DS :


- Klien menyatakan nyeri pada
perut berkurang, nyeri seperti
diremas-remas, nyeri hilang
timbul, nyeri berlangsung 5
detik.
- Keluarga klien mengatakan klien
sudah b.a.b dua kali pada pagi
hari ini dengan konsistensi cair
berampas serta b.a.k sudah dua
kali dengan warna kuning jernih.
- Klien mengatakan kira-kira sudah
habis minum satu botol dot (250
cc)
DO :
- KU baik
- Kesadaran composmentis
- Konjungtiva tidak anemis
- Turgor kulit baik
- Akral hangat
- Tanda-tanda vital:
TD = 110/ 80 mmHg
S = 36,40C

46
N = 100 kali/ menit
RR = 28 kali/ menit
- Mukosa bibir lembab
- Bising usus 15 kali/menit
- Klien mendapatkan terapi
tambahan berupa metronidazole
3x375 mg

A : Masalah nyeri dan diare belum


teratasi
P : Lanjutkan intervensi

Pukul 15.00 WIB DS :


- Klien menyatakan nyeri pada
daerah peruh sudah berkurang,
nyeri seperti diremas-remas,
nyeri hilang timbul, nyeri
berlangsung 5 detik.
- Keluarga klien mengatakan klien
sudah b.a.b tiga kali dalam satu
hari ini dengan konsistensi cair
berampas serta b.a.k sudah
empat kali dengan warna kuning
jernih.
- Klien mengatakan kira-kira sudah
habis minum dua botol dot
ditambah minum-minuman yang
lainnya (1000 cc)
DO :
- KU baik
- Kesadaran composmentis
- Konjungtiva tidak anemis
- Turgor kulit baik

47
- Akral hangat
- Tanda-tanda vital:
TD = 110/80 mmHg
S = 36,30C
N = 100 kali/ menit
RR = 39 kali/ menit
- Mukosa bibir lembab
- Bising usus 15 kali/menit

A : Masalah nyeri dan diare belum


teratasi
P : Lanjutkan intervensi

48