Anda di halaman 1dari 5

Laporan Terintegrasi

Apa itu Laporan Terintegrasi dan Manfaatnya

Menurut The International Integrated Reporting Committee (IIRC), Laporan


Terintegrasi adalah suatu proses yang didasarkan pada pemikiran yang terintegrasi yang
menghasilkan laporan terintegrasi secara berkala oleh sebuah organisasi tentang penciptaan
nilai dari waktu ke waktu dan komunikasi terkait mengenai aspek penciptaan nilai.

Standar Integrated Reporting dibuat oleh council yang bernama IIRC (The International
Integrated Reporting Committee) telah didukung oleh pebisnis dan investor lebih dari 25
negara, selain juga beberapa lembaga penyususn standar internasional duduk di council yang
mengawasi Board penyususn standar IR. Diantaranya adalah perwakilan IASB ( yang
menyususn IFRS). IFAC (Organisasi Akuntan Internasional), Dan GRI.

Intergrated report adalah suatu komunikasi yang ringkas dan terintegrasi tentang
bagaimana strategi, tatakelola dan remunerasi, kinerja dan prospek suatu organisasi
menghasilkan penciptaan nilai dalam jangka pendek, menengah dan jangka panjang. Perlu
ditekankan bahwa sebuah integrated report bukan sekedar suatu laporan yang menggabungkan
laporan keuangan dan laporan berkelanjutan. Dalam membuat integrated reporting IR fokus
entitas adalah melaporkan bagaimana entitas menciptakan nilai untuk keberlanjutan entitas
dimas depan.

Tujuan utama dari Integrated Reporting adalah unruk menjelaskan kepada penyedia
modal keuangan bagaimana oraganisasi menciptakan nilai dari waktu ke waktu. Sebuah
laporan yang terintegrasi menguntungkan semua stakeholder yang tetarik pada kemampuan
organisasi dalam menciptakan nilai dari waktu ke waktu, termasuk karyawan, pelanggan,
pemasok, mitra bisnis, masyarakat lokal, legislator, regulator dan pembuat kebijakan. Proses
Integrated Reporting juga akan menguntungkan manajemen dan pihak yang bertanggungjawab
atas tata kelola, karena mereka akan memiliki informasi yang lebih baik dan dapat menjadi
dasar keputusan tentang bagaimana oraganisasi dapat menciptakan nilai dalam jangka pedek,
menengah dan panjang.

Perbedaan Integrated Reporting dan Sustainability Reporting

Secara umum, Integrated Reporting dan Sustainability Reporting memiliki perbedaan


tujuan. Sustainability Reporting bertujuan untuk membantu organisasi dalam menetapkan
tujuan. Mengukur kinerja dan mengelola perubahan menuju ekonomi global yang
berkelanjutan, salah satunya yang menggabungkan keuntungan jangka panjang dengan
tanggung jawab sosial dan peduli lingkungan. Sedangkan Integrated Reporting berfokus untuk
melaporkan penciptaan nilai entitas dengan membuat semua jenis pelaporan menjadi terpadu
atau terintegrasi.

Kerangka Prinsip Integrated Reporting

IIRC mengeluarkan kerangka prinsip pelaporan terintegrasi yang bersifat internasional


atau Internasional Framework (IR).

Tujuan dari Integrated Reporting Framework adalh untuk membangun panduan prinsip dan
elemen elemen yang mengatur keseluruhan isi yang mengatur Integrated Report dan untuk
menjelaskan konsep dasar yang mendukungnya. Integrated Reporting Framework adalah suatu
kerangka untuk:

a. Mengidentifikasi informasi intuk dimasukan secara terpadu laporan untuk digunakan


dalam menilai kemampuan organisasi untuk menciptakan nilai; tidak menetapkan
standar untuk seperti hal hal kualitas strategi organisasi atau tingkat kinerjanya.
b. Ditunjukan kepada sektor swasta, untuk entitas dari berbagai ukuran. Tetapi kerngka
ini juga dapat diterpkan dan disesuaikan seperlunya untuk digunakan oleh sektor publik
dan organisasi nirlaba.

Berikut ini adalah pedoman prinsip prinsip yang mendasari penysusnan Integrated
Reporting menginformasikan isi laporan dan bagaimana informasi disajikan:

a. Fokus strategi dan orientasi masa depan; Integrated Reporting (IR) harus memuat
informasi mengenai strategi entitas dan bagaimana strategi ini mencitkan nilai untuk
jangka pendek, menengah dan jangka panjang dan bagaimana dapaknya terhadap
modal.
b. Konektivitas informasi: ; Integrated Reporting (IR) harus menunjukan gambaran
menyeluruh kombinasi keterhubungan dan ketergantungan dan faktor faktor yang
mempengaruhi penciptaan nilai.
c. Keterhubungan para pemangku kepentingan; ; Integrated Reporting harus menyediakan
informasi bagaimana kualitas hubungan entitas dengan para key stakeholders. Juga
harus menjelaskan seberapa jauh perusahaan harus memahami kebutuhan para
pemangku kepentingan dan merespon kebutuhan dan kepentingan mereka.
d. Materialitas ; ; Integrated Reporting harus menunjukan informasi hal hal material yang
secara substantif mempengaruhi proses penciptaan nilai jangka pendek, menengah dan
panjang.
e. Keringkasan; ; Integrated Reporting harus ringkas
f. Keandalan dan Kelengkapan; Integrated Reporting harus lengkap memuat hal hal yang
berifat material dan bebas dari kesalahan material. Konsistensi dan keterbandingan:
informasi yang dimuat dalam Integrated Reporting harus konsisten dari waktu ke waktu
dan dapat dibandingkan dengan laporan dan entitas lain.

Integrated Reporting mencankup delapan elemen konten yang funda mental terkait satu
sama lain dan tidak saling eksklusif, delapan elemen kontes adalah:

1. Ikhtisar tentang organisasi dan lingkungan eksternalnya: apa yang sebenarnya


dilakukan oleh entitas dan keadan lingkungan tempat ia beroperasi.
2. Tata kelola: bagaimana tata kelola entiitas dapat mendukung penciptaan nilai dalam
jangka pendek, menengah dan panjang?
3. Model bsinis: bagaimana model bisnis entitas?
4. Risiko dan peluang: apa saja resiko dan peluang entitas dalam proses penciptan nilai
dalam jangka pendek, menengah dan panjang?
5. Strategi dan alokasi sumber daya: kemana tujuan entitas dan bagaiman cara entitas
menciptakan tujuan tujuan tersebut?
6. Kinerja: sejauh mana entitas telah mencapai tujuan tujuan strategis entitas untuk
periode pelaporan dan bagaimana dampaknya terhadap permodalan?
7. Outlook: apa tantangan dan ketidakpastian yang kemungkinan akan dihapadapi entitas
dimasa depan dalam menjalankan strategis strategisnya dan bagaimana potensi dari
implikasi terhadap model bisnis entitas dan kinerja masa depan.
8. Dasar dasar penyajian: bagaimana entitas memutuskan informasi yang material dan
harus dilaporkan dlam Integrated Reporting. Bagaimana data data itu diukur
kualitasnya dan dievaluasi.
Enam macam modal keuangan yang dikategorikan oleh Integrated Reporting Framework yaitu:

1. Financial Captal
Modal keuangan adalah sumber dana yang tersedia atau dimiliki oleh subuah
organisasi atau entitas, dimana dana tersebut digunakan untuk produksi barang atau
penyediaan layanan jasa. Dana ersebut diperoleh melalui pembiayaan, seperti utang,
ekuitas atau hibah, ataupundihasilkan melalui operasi atai investasi.
2. Manufactured Capital
Modal produksi adalah modal yang dimiliki organisasi atau entitas yang berupa benda
benda fisik yang digunakan untuk mendukung proses produksi barang ataupun
penyediaan jasa. Manufactured Capital terdiri dari antara lain, bangunan , peralatan,
mesin, infrastruktur ( jalan jembatan, sistem pengelolaan limbah dan air) dan lain lain.
Manufactured capital biasanya dibuat oleh organisasi lain (eksternal), tetapi aset
tersebut juga dapat diproduksi oleh oraganisasi pelapor untuk dijual atau disimpan
untuk digunakan sendiri.
3. Intellectual Capital
Modal intelektual adalah modal yang dimiliki oleh oraganisasi atau entitas yang berupa
pengetahuan oragnisasi tak berwujud. Intellectual captila terdiri dari , antara lain
properti intelktual seperti hak cipta, hak dan lisensi cipta perangkat. Modal oraganisasi
seperti tacid knowledge sistem, prosedur dan protokoler.
4. Human Capital
Midal manisa adalah modal yang dimiliki oleh oragnisasi atau entitas yang berupa
kemampuan, kompetensi dan pengalaman karyawan, serta motivasi untuk berinovasi.
Termasuk didalamnya 1) kemampuan menyelaraskan dan mendukung kerangka tata
kelola oraganisasi, pendekatan manajemen resiko dan etika nilai nilai, 2) kemampuan
memahami, mengembangkan dan menerapkan strategi oraganisasi, 3) loyalitas dan
motivasi untuk meningkatka proses barang dan jasa, termasuk kemapuan mereka untuk
memimpin, memgelola dan berkolaborasi.
5. Social and Relationship Capital
Modal sosial dan hubungan adalah modal yang dimiliki oleh oraganisasi atau entitas
lembaga lembaga dan hubungan diantara masyarakat, kelompok kelompok pemangku
kepentingan dan jaringan lainnya, serta kemampuan untuk berbagi informasi, baik
secara individu mupun kolektif. Social and Relationship meliputi: 1) berbagi norma
norma, nilai nilai umum dan prilaku, 2) hubungan pemangku kepentingan dan
kepercayaan serta kesediaan untuk melibatkanorganisasi yang telah mengembangkan
dan engupayakan untuk membangun dan melindungi bersama pemangku kepentingan
eksternal, 3) aset tak berwujud terkait dengan merek ( brand) dan reputasi yang telah
dikembangkan oleh entitas. 4) lisensi sosial untuk organisasi dapat beroperasi (
misalnya persetujuan dengan suku adat setempat).
6. Natural Capital
Modal alam adalah modal yang dimiliki oleh organisasi atau entitas yang berupa
sumber daya alam yang ada dilingkungan baik itu yang dapat diperbarui dan yang tidak
dapat diperbarui. Sumber daya ini berperan dalam penyediaan barang dan jasa yang
mendukung masa lalu, saat ini dan masa depan dari sebuah organisasi atau entitas.
Natural Capital terdiri dari, antara lain air, tanah, mineral, udara dan hutan, serta
keanekaragaman hayati dan ekosistem kesehatan.