Anda di halaman 1dari 17

MODUL

ANESTESIOLOGI
Praktik
DAN TERAPI
Klinik
INTENSIF

Zulkifli, dr., SpAn. KIC., M.Kes., MARS.


Rizal Zainal, dr., SpAn. KMN
Fredi Heru Irwanto, dr., SpAn
Mayang Indah Lestari, dr., SpAn

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI DOKTER


BAGIAN ANESTESIOLOGI DAN TERAPI INTENSIF
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2015
BAB I
PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG

Kepaniteraan klinik merupakan serangkaian proses dalam suatu kurikulum pendidikan yang
harus dijalani oleh mahasiswa kedokteran. Dalam tahap ini, mahasiswa diharapkan mempunyai
pengetahuan, keterampilan, sikap, dan perilaku dalam bidang keprofesiannya sebagai seorang
dokter. Berbeda dengan kurikulum sebelumnya, praktik klinik dalam kurikulum berbasis kompetensi
(KBK) tahun 2005 dirancang sebagai modul klinik terintegrasi. Begitu juga dengan praktik klinik di
Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif, kepaniteraan klinik juga dirancang dalam bentuk
modul yang terintegrasi. Modul Praktik Klinik Anestesiologi dan Terapi Intensif tidak hanya memuat
pengelolaan perianestesia melainkan juga manajemen kedokteran akut seperti Bantuan Hidup Dasar
(Basic Life Support / BLS) dan Lanjut (Advance Life Support / ALS) pada simulasi kasus dengan
boneka, mampu melakukan tatalaksana jalan napas, dan manajemen kedokteran akut lainnya.

TUJUAN
Tujuan Umum
Pendidikan kedokteran bertujuan untuk menghasilkan dokter yang mampu melaksanakan
tugas profesinya dan senantiasa meningkatkan dan mengembangkan diri sesuai dengan tuntutan
keilmuan dan profesionalitas seorang dokter. Pendidikan kedokteran paripurna menghasilkan dokter
yang memiliki integritas, rasa tanggung jawab dan dapat dipercaya sesuai dengan etika profesi yang
universal.
Dengan adanya buku panduan Praktik Klinik Anestesiologi dan Terapi Intensif mahasiswa
diharapkan mampu menggunakan ilmu Biomedik, Klinik, Perilaku, dan Komunitas untuk memahami
secara menyeluruh masalah dalam Ilmu Anestesiologi dan Terapi Intensif dalam konteks klinik.
Selain itu, juga mampu menjelaskan rencana penatalaksanaan meliputi farmakokinetik,
farmakodinamik, indikasi dan kontraindikasi obat-obatan yang diperlukan untuk tindakan
Anestesiologi dan Terapi Intensif.

Tujuan Khusus
1. Memberikan pengalaman kemandirian kepada dokter muda untuk dapat mengidentifikasi,
menganalisis, dan menyelesaikan masalah kesehatan pasien secara menyeluruh sesuai tingkat
kompetensi, berdasarkan prinsip kedokteran berbasis bukti
2. Melakukan prosedur pemeriksaan atau tindakan secara mandiri atau bimbingan supervisor
untuk meningkatkan keterampilan klinik sesuai standar kompetensi dokter.
3. Berperilaku sesuai dengan etika profesi dan moral yang berlaku secara umum maupun khusus di
masyarakat.
DASAR
Dasar pembuatan buku panduan ini ialah sebagai berikut:
1. UU no 20 tahun 2013 tentang Pendidikan dokter
2. Kemenkes No. 1069/Menkes/XI/2008
3. SKPDI 2012
4. Tuntunan akan pengelola pendidikan yang lebih efisien dan efektif sesuai dengan dinamika
pendidikan dokter yang sangat cepat, beban pembelajaran yang terus meningkat karena
tuntutan akan mutu pendidikan yang lebih baik.
BAB II
KARAKTERISTIK MAHASISWA

Setelah tahap akademik (33 blok, selama 7 semester), mahasiswa S-1 akan menjalani tahap
yudisium menjadi Sarjana Kedokteran. Setelah itu, mahasiswa akan menjalani tahap profesi (15
bagian selama 4 semester). Tahapan di Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif berlangsung selama
5 pekan (5 SKS).
BAB III
SASARAN PEMBELAJARAN

SASARAN PEMBELAJARAN TERMINAL


Setelah menjalani modul Praktik Klinik Anestesiologi, mahasiswa diharapkan mampu
mengenali tanda kedaruratan jalan napas, kardiovaskular dan pernapasan, mampu melakukan
pengelolaan jalan napas dasar, mampu melakukan simulasi resusitasi jantung paru, serta mampu
melakukan pengelolaan pasien perienestesia sesuai standar baku dengan menggunakan teknologi
kedokteran dan teknologi informasi yang sesuai dan selalu memperhatikan konsep dan
pertimbangan etika.

SASARAN PEMBELAJARAN PENUNJANG


1. Pada kasus kedaruratan jalan napas, jantung dan pernapasan, mahasiswa:
Mampu mengenali tanda-tanda kedaduratan jalan napas, jantung dan pernapasan
Mampu berkomunikasi disertai empati kepada pasien, keluarga dan tim kesehatan
Mampu menjelaskan dan mampu memberikan bantuan hidup lanjut, termasuk tatalaksana
jalan napas lanjut dengan intubasi endotrakea dan pemasangan Laryngeal Mask Airway /
LMA
Mampu menjelaskan dan mampu menanggulangi pasien-pasien gawat darurat / dengan
kegawatan kardiorespirasi
Mengetahui dan mampu melakukan terapi cairan
Mengetahui dan mampu melakukan transfusi darah
2. Pada pasien preoperasi, mahasiswa:
Mengetahui dan mampu melakukan pengelolaan pasien perianestesia
Mengetahui penatalaksanaan nyeri akut dan anestesia regional (blok neuraksial dan blok
perifer)
3. Pada pasien perawatan intensif:
Mengetahui indikasi perawatan di Intensive Care Unit (ICU)
Mengetahui dan memahami terapi oksigen
Mengetahui proses kematian dan mati batang otak, serta mampu memberikan informasi
kepada keluarga dalam simulasi
Mengetahui dan mampu menerapkan etika kedokteran dan profesionalisme dalam praktik
di bidang Anestesiologi dan Terapi Intensif
BAB IV
LINGKUP BAHASAN

Selama menjalani praktik klinik di lingkungan Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif FK
Unsri / RSUP. Dr. Moh. Hoesin, mahasiswa diharapkan dapat mempelajari dan terampil dalam
melakukan tindakan kedaruratan dan pengelolaan pasien perianestesia, dengan tingkat kemapuan
yang dicapai sesuai dengan Standar Kompetensi Dokter Indonesia (SKDI) yang ditetapkan oleh Konsil
Kedokteran Indonesia (KKI) tahun 2006.
No. Lingkup Bahasan Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan
1 Etika Kedokteran dalam 1. Informed consent 1. Penentuan mati
Anestesiologi dan Terapi Intensif 2. Proses kematian dan mati 2. Withdrawal dan witholding
batang otak terapi di ICU
2 Bantuan Hidup Dasar dan Lanjut 1. Basic and Advanced Life Support 1. Algoritme BLS dan ALS
2. Aritmia yang mengancam nyawa
dan defibrilasi
3. Medical Emergency Team
2. Airway management 1. Tanda-tanda sumbatan jalan
napas
2. Airway Maneuvers
3. Ventilasi dengan bag-mask
4. Intubasi endotrakea
5. Pemasangan LMA
3. Obat-obat yang digunakan untuk 1. Obat-obatan penyelamat hidup
resusitasi 2. Obat vasoaktif dan inotropik
3. Obat antiaritmia
3 Mengetahui dan mampu 1. Kegawatan respirasi 1. Tanda-tanda gagal pernapasan
menanggulangi pasien-pasien 2. Kegawatan kardiovaskular 2. Sumbatan jalan napas
gawat darurat / dengan 3. Terapi cairan 3. Terapi oksigen dan ventilasi
4. Transfusi darah mekanik
kegawatan kardiorespirasi
5. Perawatan intensif 4. Syok
5. Edema paru akut
6. Terapi cairan parenteral
7. Jalur intravena
8. Indikasi transfusi darah
9. Transfusi komponen darah
10. Indikasi rawat ICU
11. Monitoring pasien di ICU
12. Terapi nutrisi
4 Mengetahui dan mampu 1. Persiapan pra-anestesi pada 1. Klasifikasi ASA pasien pra-
melakukan pengelolaan pasie pasien pra-bedah anestesi
perianestesia 2. Premedikasi dan persiapan
pasien pra-operasi
2. Mengatahui teknik anestesia 1. Obat anestesia intravena
sederhana pada pasien ASA 1 2. Obat anestesia inhalasi
3. Obat pelumpuh otot
3. Pemantauan peri anestesia dan 1. Monitoring non-invasif
komplikasi tindakan anestesia 2. Monitoring invasif
4. Penatalaksanaan nyeri akut dan 1. Tatalaksana nyeri akut
anestesia reginal (blok neuraksial 2. Anestesi regional
dan blok perifer) 3. Pemilihan obat analgetika
4. Obat anestesia lokal
BAB V
METODE PEMBELAJARAN
Metode pengajaran yang digunakan selama kepaniteraan klinik Anestesiologi dan Terapi
Intensif ialah pengajaran aktif mandiri dan terintegrasi yang meliputi:

1. Tahap orientasi dan latihan


Tahap ini bertujuan untuk memberikan wawasan mengenai ruang lingkup Anestesiologi dan
Terapi Intensif seperti yang tercantum dalam lingkup bahasan. Setelah mendapatkan orientasi
maka mahasiswa akan menjalani tahap latihan di kamar operasi (OK), IGD, HCU/ICU, dan
polikilinik dengan materi kegiatan bedside teaching (BST), microskill/procedural skill, case based
discussion, dan journal reading/referat.

1.1 Kuliah
Bentuk kuliah interaktif memberikan wawasan mengenai Ilmu Anestesiologi dan Terapi
Intensif serta penatalaksanaan kedaruratan. Pemberian materi kuliah dilaksanakan pada
minggu ke-1 sampai dengan 3.
No. Mata kuliah Durasi (menit)
1 Pengantar Anestesiologi dan Terapi Intensif 50
2 Etika dan hukum dalam Anestesiologi dan Terapi 50
Intensif
3 Penatalaksanaan jalan napas dan pernapasan 50
4 Pengenalan teknik analgesia regional dan 50
penatalaksanaan nyeri
5 Fisiologi respirasi dalam Anestesi 50
6 Fisiologi kardiovaskuler dalam Anestesi 50
7 Fisiologi renal dalam Anestesi 50
8 Fisiologi hepar dalam Anestesi 50
9 Fisiologi susunan saraf pusat dan otonom dalam 50
Anestesi
10 Syok dan penanganannya 50
11 ALS 50
12 Terapi cairan dan transfusi darah 50
13 Farmakologi obat anestesi intravena 50
14 Farmakologi obat anestesi inhalasi 50
15 Komplikasi anestesi 50
16 Pengenalan pasien kritis 50

1.2 Bedside teaching (BST)


Yang termasuk materi dalam bedside teaching (BST):
1. Demonstrasi kunjungan pra-anestesi di ruang perawatan
Demonstrasi ini bertujuan untuk mengajukan cara melakukan kunjungan pra-anestesi
dan cara menentukan status risiko, serta melakukan p ersiapan pra-anestesia.
Keterampilan yang dilakukan adalah:
1. Anamnesis dengan fokus pada hal yang berhubungan dengan prosedur anestesia
2. Pemeriksaan fisik: fokus pada situasi jalan napas, sistem respirasi, sistem
kardiovaskuler
3. Menilai laboratorium rutin dan penunjang
4. Menentukan status risiko anestesi (ASA)
5. Persiapan dan instruksi prabedah
6. Informed consent
2. Kegiatan di OK
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman klinisi dalam pengelolaan jalan
napas, pemantauan perianestesi penanganan kedaruratan intraoperasi di kamar operasi
RSUP. Dr. Moh. Hoesin dan RS. AK. Gani Palembang. Kegiatan yang dimaksud dalam
supervisi yaitu sebagai berikut:
1. Melakukan persiapan pasien, peralatan dan obat-obatan yang diperlukan
2. Melakukan pemasangan alat-alat monitor noninvasif (EKG, NIBP, pulse oximetry)
3. Melakukan pemantauan perianestesia
4. Melakukan observasi penanganan komplikasi perianestesia
5. Melakukan pengisian lembar checklist praanestesia dan status anestesia sebanyak 5
(lima)
6. Melakukan perencanaan terapi perioperatif
7. Melakukan pengelolaan pasien di ruang pulih
8. Merencanakan tatalaksana nyeri pascaoperasi
9. Melakukan tindakan sesuai dengan kompetensi yang terdapat dalam buku kegiatan
10. Mengisi buku kegiatan
11. Melakukan bimbingan dengan konsulen
3. ICU/HCU
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman klinis kasus penyakit kritis dan
cara pengelolaan pasien sakit kritis di ICU dan HCU RSUP Dr. Moh. Hoesin Palembang.
Kegiatan yang dimaksud dalam supervisi yaitu sebagai berikut:
1. Mengetahui indikasi masuk ICU/HCU
2. Melakukan pemantauan kondisi respirasi dan hemodinamik pasien
3. Melakukan penilaian scoring masuk ICU
4. Melakukan observasi penggunaan ventilasi mekanik
5. Melakukan observasi penatalaksanaan nutrisi
6. Melakukan tindakan sesuai dengan kompetensi yang terdapat pada buku kegiatan
7. Mengisi buku kegiatan
8. Melakukan bimbingan dengan konsulen
4. Kegiatan di IGD
Kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman klinis pengelolaan pasien gawat
darurat. Dilakukan di ruang resusitasi dan kamar operasi IGD RSUP Dr. Moh. Hoesin
Palembang. Mahasiswa melakukan observasi pengelolaan pasien gawat di ruang
resusitasi dan perianestesia pasien yang menjalani operasi emergensi. Kegiatan yang
dimaksud dalam supervisi yaitu:
1. Melakukan penilaian triage
2. Melakukan survey primer pada pasien dengan tanda-tanda kegawatan di ruang
resusitasi
3. Melakukan observasi pelaksanaan resusitasi pasien di ruang resusitasi
4. Melakukan pencatatan proses pelaksanaan resusitasi di ruang resusitasi
5. Melakukan observasi pengelolaan perianestesia
6. Melakukan pemantauan perioperatif pasien yang menjalani operasi emergensi
7. Melakukan tindakan sesuai dengan kompetensi yang terdapat pada buku kegiatan
8. Mengisi buku kegiatan
9. Melakukan bimbingan dengan konsulen
5. Kegiatan di Poliklinik
Kegiatan ini meliputi persiapan pra-operasi dan manajemen nyeri yaitu sebagai berikut:
1. Melakukan persiapan pra-operasi
2. Melakukan penilaian dan tatalaksana nyeri
3. Mengisi buku kegiatan
4. Melakukan bimbingan dengan konsulen

1.3 Micro skill / Procedural skill


Yang termasuk materi dalam micro skill / procedural skill:
1. Laporan pagi
Laporan pagi bertujuan untuk mendiskusikan hasil observasi pada waktu jaga malam dan
pada waktu melakukan kunjungan pra-anestesi. Dari laporan pagi ini:
1. Mahasiswa yang selesai jaga malam melaporkan 1 kasus bermasalah atau kasus
menarik yang ditemukan pada waktu jaga malam dan mendiskusikan pengelolaan
yang dilakukan dengan narasumber. Narasumber memberikan umpan balik
mengenai kasus tersebut.
2. Mahasiswa yang melakukan kunjungan pra-anestesia melaporkan pasiennya dan
rencana anestesi yang akan dilakukan.
3. Mahasiswa berdiskusi kasus operasi yang bermasalah dengan konsulen.
Mahasiswa mengikuti parade bersama dengan peserta PPDS Anestesiologi dan
Terapi Intensif untuk membahas pasien-pasien yang akan direncanakan operasi
sesuai jadwal dan matriks kegiatan.
2. Prosedur penilaian praoperasi (lampiran)
3. Prosedur monitoring (lampiran)
4. Prosedur pungsi vena (lampiran)
5. Prosedur kanulasi vena (lampiran)
6. Prosedur pungsi arteri (lampiran)
7. Prosedur resusitasi jantung paru (lampiran)
8. Prosedur tatalaksana jalan napas I (lampiran)
9. Prosedur tatalaksana jalan napas II (lampiran)

1.4 Meet the expert / Case based discussion


Yang termasuk materi dalam meet the expert / case based discussion:
1. Bimbingan Konsulen
Bimbingan ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa berdiskusi secara interaktif
dengan dosen pembimbing, untuk membahas kasus/topik-topik yang kurang dipahami.
Narasumber menilai pemahaman mahasiswa dan meberikan arahan untuk memperbaiki
dan meningkatkan kemampuannya.

1.5 Journal reading / referat


Kegiatan ini meliputi penentuan topik journal reading / referat dengan pembimbing. Setelah
itu mahasiswa melakukan bimbingan struktur dengan pembimbingnya dan melakukan
presentasi sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

2. Tahap umpan balik


Tahap ini bertujuan untuk evaluasi hasil pembelajaran.
MATRIX PERKULIAHAN
Minggu I
Pukul Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Minggu
07.00- Laporan Laporan Laporan Laporan Jaga
08.00 pagi pagi pagi pagi 07.00-19.00
08.00- Pretest Procedural Procedural Procedural Bedside 19.00-07.00
09.40 skill 1 (2) skill 2 (2) skill 1 (3) Teaching
(5)
09.40- Review Review Review Review Review
10.00
10.00- Pengenalan Kuliah 1 Kuliah 5 Kuliah 9 Kuliah 13
11.00 koordinator (EM) (MP) (RM) (AG)
pendidikan
11.00- Orientasi Kuliah 2 Kuliah 6 Kuliah 10 Kuliah 14
12.00 (MY) (HR) (MY) (RZ)
12.00- ISHOMA ISHOMA ISHOMA ISHOMA ISHOMA
12.30
12.30- Bedside Kuliah 3 Kuliah 7 Kuliah 11 Kuliah 15
13.30 Teaching (1) (EM) (MI) (ZK) (NG)
13.30- Procedural Kuliah 4 Kuliah 8 Kuliah 12 Kuliah 16
14.30 skill 1(1) (RZ) (AM) (ZK) (YS)
14.30- Procedural Bedside Bedside Bedside Bedside
15.30 skill 2 (1) Teaching Teaching Teaching Teaching
(2) (3) (4) (6)
15.30- Jaga malam Jaga Jaga Jaga Jaga
07.00 malam malam malam malam

Minggu II
Ca Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Minggu
07.00- Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Jaga
08.00 pagi pagi pagi pagi pagi 07.00-19.00
08.00- Procedural Procedural Procedural Procedural Procedural 19.00-07.00
09.40 skill 2 (3) skill 1 (4) skill 1 (5) skill 2 (5) skill 1 (6)
09.40- Procedural
10.40 skill 2 (4)
10.40- Bedside Bedside Bedside Bedside Bedside
12.00 Teaching Teaching Teaching Teaching Teaching
(7) (8) (9) (10) (11)
12.00- ISHOMA ISHOMA ISHOMA ISHOMA ISHOMA
12.30
12.30- Bedside Bedside Bedside Bedside Bedside
14.00 Teaching Teaching Teaching Teaching Teaching
(12) (14) (15) (16) (17)
14.00- Bedside Bedside
15.30 Teaching Teaching
(13) (18)
15.30- Jaga Jaga Jaga Jaga Jaga
07.00 malam malam malam malam malam
Minggu III
Pukul Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Minggu
07.00- Laporan Laporan pagi Laporan Laporan Laporan Jaga
08.00 pagi pagi pagi pagi 07.00-19.00
08.00- Procedural Procedural Procedural Procedural Procedural 19.00-07.00
09.40 skill 2 (6) skill 1 (7) skill 2 (7) skill 1 (8) skill 2 (8)
09.40- Case based Case based Case based Case based
12.00 discussion discussion (4) discussion discussion
(1) (7) (10)
12.00- ISHOMA ISHOMA ISHOMA ISHOMA ISHOMA
12.30
12.30- Case based Case based Case based Case based Procedural
14.00 discussion discussion (5) discussion discussion skill 1 & 2
(2) (8) (11) (9)
14.00- Case based Case based Case based Case based
15.30 discussion discussion (6) discussion discussion
(3) (9) (12)
15.30- Jaga Jaga malam Jaga Jaga Jaga
07.00 malam malam malam malam
Minggu IV
Pukul Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Minggu
07.00- Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Jaga
08.00 pagi pagi pagi pagi pagi 07.00-19.00
08.00- Case based Case based Case based Referat / Referat / 19.00-07.00
09.40 discussion discussion discussion journal journal
(13) (14) (15) reading reading
(1) (2)
09.40- Referat / Referat / Referat / Referat /
12.00 journal journal journal journal
reading (3) reading (6) reading (9) reading
(12)
12.00- ISHOMA ISHOMA ISHOMA ISHOMA ISHOMA
12.30
12.30- Referat / Referat / Referat / Referat / Referat /
14.00 journal journal journal journal journal
reading (4) reading (7) reading reading reading
(10) (13) (15)
14.00- Referat / Referat / Referat / Referat /
15.30 journal journal journal journal
reading (5) reading (8) reading reading
(11) (14)
15.30- Jaga Jaga Jaga malam Jaga Jaga
07.00 malam malam malam malam
Minggu V
Pukul Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Minggu
07.00- Laporan Laporan Laporan Laporan Laporan Jaga
08.00 pagi pagi pagi pagi pagi 07.00-19.00
08.00- OSCE OSCE Ujian kasus Ujian kasus MCQ 19.00-07.00
12.00
12.00- ISHOMA ISHOMA ISHOMA ISHOMA ISHOMA
12.30
12.30- OSCEi OSCE Ujian kasus Ujian kasus Postest,
14.00 umpan
balik
14.00- Jaga Jaga Jaga Jaga Jaga
07.00 malam malam malam malam malam

BAB VI
SUMBER DAYA

SARANA DAN PRASARANA


1. SARANA
Buku pedoman pengajaran
1. Buku panduan pendidikan dokter umum tahap profesi Fakultas Kedokteran Unsri
2. Buku panduan praktik klinik Anestesiologi dan Terapi Intensif

Buku rujukan untuk pembelajaran mahasiswa


1. Kegawatdaruratan
American Heart Association Guidelines for Cardiopulmonary Resuscitation and Emergency
Cardiovascular Care. Circulation 2010.
2. Farmakologi klinik
Bertrand B. Katzung (editor). Basic and Clinical Pharmacology. 9th ed. New York: McGraw
Hill, 2004.
Stoelting RK (editor). Pharmacology and Physiology in Anaesthetic Practice. 4th ed.
Philadelphia: Lippincott-Raven Publisher, 2006.
3. Anestesiologi
Butterworth JF, Mackey DC, Wasnick JD. Morgan & Mikhails Clinical Anesthesiology. 5th ed.
United States: McGraw Hill, 2013.
4. Terapi intensif
Marino PL. Marinos The ICU Book. 4th ed. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins, 2014.

2. PRASARANA
Ruang Kuliah
Alat bantu ajar
Perpustakaan
Ruang skill lab
Tempat praktik klinik:
1. Instalasi Gawat Darurat RSUP Dr. Moh. Hoesin Palembang
2. Kamar operasi Central Operating Theater (COT) RSUP Dr. Moh. Hoesin Palembang
3. Kamar operasi RS. AK. Gani Palembang
4. ICU RSUP Dr. Moh. Hoesin Palembang
5. HCU RSUP Dr. Moh. Hoesin Palembang
SUMBER DAYA MANUSIA
Staf Pengajar yang terlibat
No. Nama staf pengajar Inisial Status NIP NUPN/NIDN No. Telp.
1 dr. Zulkifli, SpAn. KIC., ZK Kemenkes 196503301995031001 9900980455 0811710845
M.Kes., MARS
2 dr. Rizal Zainal, SpAn RZ Kemenkes 196712082005011001 9900980487 0811713214
3 dr. Yusni Puspita, SpAn. YS Kemenkes 196711201998032001 9902702201 081373100915
KAKV. KIC, M.Kes
4 dr. Rose Mafiana, SpAn. RM Kemenkes 196411151995032001 9902702196 085268570390
KNA. KAO.
5 dr. Endang Melati Maas, EM Kemenkes 140 094 142 - 08127856022
SpAn. KIC. KAP.
6 dr. Agustina Br. Haloho, AG Kemenkes 196808072008012017 - 081366550998
SpAn
7 dr. Fredi Heru Irwanto, HR Kemenkes 197607022010121001 9900980455 081373333945
SpAn
8 dr. Rudi Mangatur MP BLU - - 081278703654
Pasaribu, SpAn RSMH
9 dr. Andi Miarta, SpAn AM RSUD. 197604012006041012 9900980456 081377650004
Kayu
Agung
10 dr. Ngurah Putu WL, SpAn NG BLU - 9902702188 08127837004
RSMH
11 dr. Meirina, SpAn MI BLU FK - 9902702183 08127364735
UNSRI
12 dr. Mayang Indah Lestari, MY Kemristek 198509252010122005 0025098503 081367360111
SpAn
13 dr. Jumbo Utomo, SpAn JU RS. AK. NRP. 31425 - 08127107954
Gani
a. Staf pengajar dari Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif RSUP sebanyak 10 (sepuluh)
orang
b. Staf pengajar dari RS lain (RS. Kayu Agung dan RS. AK. Gani) sebanyak 2 (dua) orang
c. Peserta PPDS Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif FK Unsri semester 7 (tujuh) ke
atas (tahap kompetensi tiga) membantu dalam membimbing dan mengawasi mahasiswa di
ruang rawat inap, ruang rawat jalan dan instalasi gawat darurat di bawah supervisi staf
pengajar
BAB VII
EVALUASI

EVALUASI HASIL PENDIDIKAN PERORANGAN


1. Pra-syarat mengikuti ujian di Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif:
Kehadiran selama praktik klinik memenuhi persyaratan 90% kehadiran. Ketidakhadiran harus
disertai surat izin tertulis serta keterangan yang diperlukan yang disampaikan sebelum izin
diberikan atau selambat-lambatnya 1 hari setelah izin.
Telah melaksanakan semua tugas dan kewajiban selama program pendidikan berlangsung.
Telah menyelesaikan kewajiban administrasi.
Tidak terdapat masalah perilaku (attitude) dan professional behaviour selama masa
kepaniteraan. Jika terdapat masalah akan ditentukan melalui rapat Bagian dan dilaporkan
kepada pimpinan fakultas.

Keberhasilan mahasiswa:
Nilai Akhir Huruf Mutu Angka Mutu
86-100 A 4
71-85 B 3
56-70 C 2
41-55 D 1
<41 E <1
Nilai batas lulus > 71

Remedial
Mahasiswa yang mendapat nilai di bawah nilai batas lulus ( 71) maka mengikuti remedial
setengah rotasi.
Jadwal remedial ditentukan oleh Bagian Akademik setelah yudisium dilaksanan. Jadwal
remedial disusun dengan mempertimbangkan kapasitas Bagian.

2. Instrumen evaluasi hasil pendidikan (EHP)


Ujian Praktik Anestesiologi / Airway Management
a. Mahasiswa diberikan satu pasien ASA 1
b. Mahasiswa melakukan visite (kunjungan pra-anestesia)
c. Mahasiswa melakukan persiapan di kamar operasi (STATICS dan obat-obatan)
d. Mahasiswa memasang monitor non invasif di kamar operasi
e. Mahasiswa melakukan tatalaksana jalan napas pada saat induksi anestesia
f. Mahasiswa melakukan intubasi endotrakea atau pemasangan LMA (laryngeal mask
airway)
g. Mahasiswa melakukan pemantauan intraoperasi
h. Mahasiswa melakukan pemantauan di kamar pulih
i. Mahasiswa menjawab pertanyaan yang diberikan oleh penguji
j. Penguji melakukan pengamatan, memberikan pertanyaan dan melakukan penilaian
sesuai dengan lembar ujian
Ujian OSCE gabungan
Ujian tulis MCQ

3. Pembobotan
No Komponen evaluasi Presentasi

1 Proses pembelajaran 40%


A Procedural skill/Microskill 20%
B Case Report 10%
C Jurnal reading/Referaat 10%
2 Ujian sumatif 60%
A Ujian kasus/Mini Clinical Evaluation (Mini CEX) 20%
B OSCE (Objective Structured Clinical Examination) 20%
C MCQ (Multiple Choice Question)/CBT 20%
Total 100%

EVALUASI PROGRAM PENDIDIKAN


1. Evaluasi program
Sebanyak 80%, mahasiswa lulus dengan nilai B- atau lebih tinggi
2. Evaluasi proses program
Semua kegiatan berlangsung sesuai waktu dan rencana. Apabila terjadi perubahan jadwal,
waktu dan kegiatan tidak lebih dari 10%.
Setiap kegiatan dihadiri minimal 90%, mahasiswa dan staf pengajar.
BAB VIII
DAFTAR PUSTAKA

1. Kurikulum Fakultas Kedokteran Indonesia


2. Standar Kompetensi Dokter, Konsil Kedokteran Indonesia, Jakarta 2006.