Anda di halaman 1dari 20

BAB I

PENDAHULUAN

Karakteristik kualitatif merupakan ciri khas yang membuat informasi


dalam laporan keuangan berguna bagi pemakai. Sesuai peraturan Pemerintah
No. 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) menyebutkan
bahwa karakteristik kualitatif laporan keuangan pemerintah adalah dipenuhinya
prasyarat normatif yaitu relevan, andal, dapat dibandingkan, dan mudah
dipahami. Karakteristik kualitatif itu sendiri dibagi menjadi dua kategori yaitu
karakteristik primer dan karakteristik sekunder. Dimana karakteristik primer
terdiri dari; relevan yaitu informasi yang diberikan dapat memberikan perbedaan
hasil keputusan (Predictive value, Feedback value, timelines) dan andal yaitu
dapat diandalkan oleh pemakai (Verifiable, Representative faithfulness,
neutrallity) sedangkan karakteristik sekunder adalah dapat dibandingkan yaitu
disajikan dengan cara yang sama untuk perusahaan yang berbeda, Konsisten
yaitu penerapan cara penyajian yang sama dari satu periode ke periode
berikutnya. Adapun juga analisis laporan keuangan mencakup tiga karakteristik
dalam suatu perusahaan yaitu profibilitas, Likuiditas, dan solvabilitas.

1
BAB II

PEMBAHASAN

A. Karakteristik laporan keuangan dapat dilihat dari segi kualitatif berdasarkan


panduan standar Akuntansi (PSAK) yaitu:
Dapat dipahami, yaitu informasi akuntansi harus cukup transparan dan
kemudahannya untuk dipahami oleh para pemakai. Diasumsikan
bahwa pemakai memiliki pengetahuan yang mendalam mengenai
aktivitas ekonomi dan bisnis, akuntansi serta kemauannya untuk
mempelajari informasi dengan ketekunan wajar.

Relevan, yaitu laporan keuangan dikatakan relevan jika informasi yang


termuat di dalamnya dapat mempengaruhi keputusan pengguna
dengan membantu mereka mengevaluasi peristiwa masa lalu atau
masa kini dan masa yang akan datang serta menegaskan atau
mengoreksi hasil evaluasi mereka di masa lalu.

Komparabilitas (dapat dibandingkan), Informasi yang termuat dalam


laporan keuangan akan lebih berguna jika dibandingkan laporan
keuangan periode sebelumnya atau laporan keuangan entitas
pelaporan lain pada umumnya. Perbandingan dapat dilakukan baik itu
secara internal maupun eksternal. Perbandingan secara internal dapat
dilakukan bila suatu entitas menerapkan kebijakan akuntansi yang
sama tiap tahunnya. Perbandingan secara eksternal dapat dilakukan
bila entitas yang diperbandingkan menerapkan kebijakan akuntansi
yang sama. Apabila entitas pemerintah menerapkan kebijakan
akuntansi yang lebih baik dari pada kebijakan akuntansi yang sekarang
diterapkan, perubahan tersebut diungkapkan pada periode terjadinya
perubahan.

Reliabititas (dapat diandalkan), menyajikan setiap fakta secara jujur


serta dapat diverifikasi informasi mungkin relevan tetapi jika hakikat
atau penyajiannya tidak dapat diandalkan maka penggunaan informasi
tersebut secara potensial dapat menyesatkan bagi pengguna.
Informasi yang andal memenuhi karakteristik sebagai berikut:

2
penyajian jujur, dapat diverifikasi (informasi yang disajikan dapat diuji)
,netralisasi (informasi diarahkan pada kebutuhan umum dan tidak
dapat berpihak pada kebutuhan pihak tertentu).

Pertimbangan yang sehat, kita tidak boleh mengabaikan


ketidakpastian yang meliputi berbagai peristiwa dan keadaan yang
dapat dipahami berdasarkan pengungkapan sifat serta penjelasan atas
peristiwa dan keadaan tersebut. Pertimbangan yang sehat
mengandung unsur kehati-hatian ketika memberikan pertimbangan
yang diperlukan dalam kondisi ketidakpastian, sehingga aset atau
penghasilan tidak disajikan lebih tinggi dan kewajiaban atau beban
tidak disajikan lebih rendah.

Keseimbangan antara biaya dan manfaat, manfaat informasi harus


melebihi biaya penyediaannya, namun evaluasi biaya dan manfaat
merupakan proses pertimbangan yang substansial. Biaya juga tidak
harus ditanggung oleh pengguna yang menikmati manfaat. Dalam
evaluasi manfaat dan biaya, entitas harus memahami bahwa manfaat
informasi mungkin juga manfaat yang dinikmati oleh pengguna
eksternal.

Materialitas, Informasi dipandang material apabila kelalaian untuk


mencantumkan atau kesalahan dalam mencatat informasi tersebut
dapat mempengaruhi keputusan ekonomi pemakai yang diambil atas
dasar laporan keungan. Materialitas tergantung pada besarnya pos
atau kesalahan yang dinilai sesuai dengan situasi khusus dari kelalaian
dalam mencantunkan (omission) atau kesalahan dalam mencatat
(misstament). Oleh karenanya, materialitas lebih merupakan suatu
ambang batas atau titik pemisah dari pada suatu karakteristik kualitatif
pokok yang harus dimiliki agar informasi dipandang berguna.

Substansi mengungguli bentuk, Jika informasi dimaksudkan untuk


menyajikan dengan jujur transaksi serta peristiwa lain yang seharusnya
disajikan, peristiwa tersebut perlu dicatat dan disajikan sesuai dengan
subtansi dan realitas ekonomi dan bukan hanya bentuk hukum.
Subtansi transaksi atau peristiwa lain tidak selalu konsisten dengan apa
yang tampak dari bentuk hukum.

3
Kelengkapan, Agar dapat diandalkan, informasi dalam laporan
keuangan harus lengkap dalam batasan materialitas dan biaya.
Kesengajaan untuk tidak mengungkapkan (omission) mengakibatkan
informasi menjadi tidak benar atau menyesatkan dan karena itu tidak
dapat diandalkan dan tidak sempurna ditinjau dari segi relevansi.

B. Asumsi Dasar, Dalam Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan


Keuangan menetapkan empat asumsi dasar yaitu:

1. Dasar Akrual, Asumsi ini mengandung arti bahwa pengaruh transaksi


dan peristiwa lain diakui pada saat kejadian (dan bukan pada saat kas
atau setara kas diterima atau dibayar) dan dicatat dalam catatan
akuntansi serta dilaporkan dalam laporan keuangan pada periode
bersangkutan.

2. Kelangsungan Usaha (Going Concern) Asumsi ini memiliki arti bahwa


perusahaan diasumsikan akan beroperasi terus di masa depan tanpa
batasan, tidak bermaksud atau berkeinginan melikuidasi atau
mengurangi secara material skala usahanya. Jika maksud atau
keinginan tersebut timbul, laporan keuangan mungkin harus disusun
dengan dasar yang berbeda dan dasar yang digunakan harus
diungkapkan.

3. Penggunaan Unit Moneter (Monetary Unit), beberapa pencatatan


dalam akuntansi dapat menggunakan unit fisik atau satuan yang lain.
Akan tetapi, karena tidak semua aktivitas dapat menggunakan satuan
yang sama, akuntansi menggunakan satuan moneter sebagai dasar
pelaporannya.

4. Periode waktu (Time-Period), walaupun perusahaan diasumsikan akan


hidup terus dalam jangka panjang, tetapi dalam proses pelaporan
informasi keuangan seluruh aktivitas perusahaan dalam jangka
panjang, dibagi menjadi periode-periode aktivitas selama jangka waktu
tertentu. Penyajian informasi keuangan ke dalam periode waktu
tersebut adalah untuk memberikan batasan aktivitas selama waktu
tertentu.

4
C. Unsur-Unsur Laporan Keuangan:
Unsur laporan keuangan yang berkaitan secara langsung dengan pengukuran
posisi keuangan adalah aset, kewajiban dan ekuitas. Sedangkan unsur yang
berkaitan dengan pengukuran kinerja dalam laporan laba rugi adalah
penghasilan dan beban. Definisi dari setiap unsur laporan keuangan tersebut
adalah sebagai berikut:
Aset adalah sumber daya yang dikuasai oleh perusahaan sebagai
akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi di
masa depan diharapkan akan diperoleh perusahaan
Kewajiban adalah hutang perusahaan masa kini yang timbul dari
peristiwa masa lalu, penyelesaiannya diharapkan mengakibatkan arus
keluar dari sumber daya perusahaan yang mengandung manfaat
ekonomi.
Ekuitas adalah hak residual atas aset perusahaan setelah dikurangi
semua kewajiban
Penghasilan adalah kenaikan manfaat ekonomi selama suatu periode
akuntansi dalam bentuk pemasukan atau penambahan aset atau
penurunan kewajiban yang mengakibatkan kenaikan ekuitas yang
tidak berasal dari kontribusi penanam modal
Beban adalah penurunan manfaat ekonomi selama suatu periode
akuntansi dalam bentuk arus kas keluar atau berkurangnya aset atau
terjadinya kewajiban yang mengakibatkan penurunan ekuitas yang
tidak menyangkut pembagian kepada penanam modal.

D. Pengakuan dalam Unsur Laporan Keuangan


Unsur laporan keuangan harus diakui jika :
Ada kemungkinan bahwa manfaat ekonomi yang berkaitan dengan pos
tersebut akan mengalir dari atau ke dalam perusahaan.
Pos tersebut mempunyai nilai atau biaya yang dapat diukur dengan
andal.

1. Pengakuan Aset, Aset diakui dalam neraca kalau besar kemungkinan


bahwa manfaat ekonominya di masa depan diperoleh perusahaan dan
aset tersebut mempunyai nilai atau biaya yang dapat diukur dengan
andal. Aset tidak diakui dalam neraca kalau pengeluaran telah terjadi
dan manfaat ekonominya dipandang tidak mungkin mengalir ke dalam
perusahaan setelah periode akuntansi berjalan. Sebagai alternatif,

5
transaksi semacam ini menimbulkan pengakuan beban dalam laporan
laba rugi.
2. Pengakuan Kewajiban, Kewajiban diakui dalam neraca kalau besar
kemungkinan bahwa pengeluaran sumber daya yang mengandung
manfaat ekonomi akan dilakukan untuk menyelesaikan kewajiban
sekarang dan jumlah yang harus diselesaikan dapat diukur dengan
andal.
3. Pengakuan Penghasilan, Penghasilan diakui dalam laporan laba rugi
kalau kenaikan manfaat ekonomi di masa depan yang berkaitan
dengan kenaikan aset atau penurunan kewajiban telah terjadi dan
dapat diukur dengan andal. Ini berarti, pengakuan penghasilan terjadi
bersamaan dengan pengakuan kenaikan aset atau penurunan
kewajiban.
4. Pengakuan Beban, Beban diakui dalam laporan laba rugi kalau
penurunan manfaat ekonomi masa depan yang berkaitan dengan
penurunan aset atau kenaikan kewajiban telah terjadi dan dapat
diukur dengan andal. Ini berarti, pengakuan beban terjadi bersamaan
dengan pengakuan kenaikan kewajiban atau penurunan aset. Beban
diakui dalam laporan laba rugi atas dasar hubungan langsung antara
biaya yang timbul dan pos penghasilan tertentu yang diperoleh
(matching of costs with revenues).

E. Dasar Pengukuran Unsur Laporan Keuangan:


1. Biaya historis: aktiva dicatat sebesar pengeluaran kas/setara kas yang
dibayar atau sebesar nilai wajar dari imbalan yang diberikan untuk
memperoleh aktiva tersebut pada saat perolehan. Kewajiban dicatat
sebesar jumlah yang diterima sebagai penukar dari kewajiban
(obligation) , atau dalam keadaan tertentu (mis: pajak penghasilan),
dalam jumlah kas/setara kas yang diharapkan akan dibayarkan untuk
memenuhi kewajiban dalam pelaksanaan usaha yang normal.

2. Biaya kini (current cost): aktiva diinilai dalam jumlah kas/setara kas
yang seharusnya dibayar bila aktiva yang sama atau setara aktiva
diperoleh sekarang. Kewajiban dinyatakan dalam jumlah kas /setara kas
yang tidak didiskontokan yang mungkin akan diperlukan untuk
menyelesaikan kewajiban (obligation) sekarang.

6
3. Nilai realisasi/ penyelesaian (realisable/setllement value): Aktiva
dinyatakan dalam jumlah kas /setara kas yang dapat diperoleh
sekarang dengan menjuual aktiva dalam pelepasan normal. Kewajiban
dinyatakan sebesar nilai penyelesaian, yaitu jumlah kas/setara kas
yang tidak didikontokan yang diharapkan akan dibayarkan untuk
memenuhi kewajiban dalam pelaksanaan usaha normal.

4. Nilai sekarang (present value): aktiva dinyatakan sebesar arus kas


masuk bersih di masa depan yang didiskontokan ke nilai sekarang dari
pos yang diharapkan dapat memberikan hasil dalam pelaksanaan usaha
normal. Kewajiban dinyatakan sebesar arus kas keluar bersih di masa
depan yang didiskontokan ke nilai sekarang yang diharapkan akan
diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban dalam pelaksanaan usaha
normal.

F. Format Laporan Keuangan


Sesuai standar Akuntansi Keuangan yang berlaku di Indonesia, laporan
keuangan terdiri dari;
1. Laporan Laba Rugi, yaitu laporan yang menunjukkan kemampuan
perusahaan dalam menghasilkan laba selama satu periode akuntansi
atau satu tahun. Secara umum, laporan laba rugi terdiri dari unsur
pendapatan dan unsur beban usaha. Pendapatan adalah kenaikan
kekayaan perusahaan akibat penjualan produk perusahaan dalam
rangka kegiatan usaha normal, Beban usaha adalah pengorbanan
ekonomis yang dilakukan petusahaan untuk memperoleh barang dan
jasa yang akan digunakan dalam usaha normal dan bermanfaat selama
periode tertentu. Laba (rugi) usaha adalah selisih antara pendapatan
dan total beban usaha pada periode tersebut, apabila selisihnya positif
maka akan menghasilkan laba usaha begitupun sebaliknya.
Berikut contoh laporan Laba Rugi;

7
Perusahaan Jasa

CV ANGLE SISTER
LAPORAN LABA RUGI
Untuk periode yang berakhir 31 Desember 2013

Pendapatan usaha Rp. xxxxx


Beban Usaha:
Beban gaji karyawan Rp. xxxxx
Beban sewa kantor xxxxx
Beban listrik, air dan telefon xxxxx
Beban penyusutan xxxxx
Beban Iklan xxxxx
Beban lain-lain xxxxx
Total beban usaha xxxxx
Laba usaha xxxxx
Pendapatan Lain-lain:
Pendapatan bunga xxxxx
Pendapatan jasa giro xxxxx
Total pendapatan Lain-lain xxxxx
Beban Lain-lain:
Beban bunga pinjaman xxxxx
Denda keterlambatan xxxxx
Total Beban Lain-lain (xxxxx)
Laba sebelum pajak xxxxx
Pajak penghasilan (xxxxx)
Laba Bersih xxxxx

8
Perusahaan Dagang

PT JAYA MAKMUR SULAWESI


LAPORAN LABA RUGI
Untuk tahun berakhir tanggal 31 Desember 2013

Penjualan Rp. xxxxx


Retur dan potongan penjualan xxxxx
Potongan tunai penjualan xxxxx
Penjualan Bersih xxxxx
Harga Pokok Pembelian (HPP);
Persediaan barang awal (1/1) Rp. xxxxx
Pembelian xxxxx
Biaya angkut pembelian xxxxx
Retur dan potongan pembelian xxxxx
Potongan tunai pembelian xxxxx
Pembelian bersih xxxxx
Barang tersedia untuk dijual xxxxx
Persediaan barang (31/12) (xxxxx)
HPP (xxxxx)
Laba kotor atas penjualan xxxxx

Beban Usaha;
BEBAN PENJUALAN:
Beban Iklan Rp. xxxxx
Beban penyerahan barang xxxxx
Beban gaji penjualan xxxxx
Beban perlengkapan toko xxxxx
Beban penyusutan peralatan toko xxxxx
Total Beban Penjualan xxxxx
BEBAN ADMINISTRASI DAN UMUM
Beban sewa xxxxx
Beban asuransi xxxxx
Beban gaji pegawai kantor xxxxx
Beban perlengkapan kantor xxxxx
Beban gas & listrik xxxxx
Beban penyusutan kendaraan xxxxx

9
Total Beban administrasi & umum xxxxx
Total Beban usaha (xxxxx)
Laba Kotor Usaha xxxxx

PENDAPATAN DAN BEBAN LAIN-LAIN;


Pendapatan Lain-lain:
Pendapatan sewa xxxxx
Pendapatan bunga xxxxx
Keuntungan penjualan harta tetap xxxxx
Total Pendapatan Lain-lain xxxxx
Beban lain-lain:
Beban sewa xxxxx
Beban bunga xxxxx
Total Beban lain-lain (xxxxx)
Laba Sebelum Pajak xxxxx
Pajak Penghasilan (xxxxx)
Laba Bersih xxxxx

2. Laporan Perubahan Ekuitas, yaitu laporan yang menunjukkan


perubahan hak residu atas aset perusahaan setelah dikurangi semua
kewajiban atau laporan yang disusun untuk mengetahui perubahan
modal yang dimiliki atau untuk mengetahui modal akhir pada satu
periode. Unsur-unsur yang terdapat dalam laporan perubahan ekuitas
yaitu Modal awal tahun dan tambahan modal (investasi), Saldo Laba-
rugi, Prive(Pengambilan pemilik untuk keperluan pribadi).
Berikut adalah contoh laporan perubahan ekuitas;

PT JAYA MAKMUR SULAWESI

LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS

Per 31 Desember 2013

Modal awal, PT Jaya Makmur Sulawesi xxxxx


Penambahan:
Setoran Modal Rp. xxxxx
Laba Bersih xxxxx

10
Total Penambahan xxxxx
Pengurangan:
Prive xxxxx
Dividen xxxxx
Rugi bersih xxxxx
Total Pengurangan (xxxxx)
Modal akhir, PT Jaya Makmur Sulawesi xxxxx

3. Neraca ( Laporan posisi keuangan ), yaitu daftar yang menunjukkan


posisi sumber daya yang dimiliki perusahaan, serta informasi dari
mana sumber daya tersebut diperoleh atau laporan akuntansi yang
menunjukkan posisi keuangan perusahaan pada suatu tanggal
tertentu dengan menunjukkan harta (Assets), utang (liabilities), dan
hak pemilik (owners equity). Aset yaitu sarana ekonomi yang dimiliki,
utang yaitu kewajiban yang harus dibayar dan owners equity yaitu
modal yang ditanam oleh pemilik dalam perusahaan. Di dalam neraca,
aktiva lancar akan disusun dalam urut-urutan likuiditas, dalam arti
yang paling likuid dicantumkan paling atas disusul dengan pos-pos
yang kurang likuid dibandingkan dengan pos di atasnya.
Berikut adalah elemen-elemen yang termasuk dalam golongan aktiva
lancar diurut dari yang paling likuid:
Kas yang tersedia untuk usaha sekarang dan elemen-
elemen yang dapat disamakan dengan kas, misalnya cek,
money order, pos wesel, dan lain-lain.
Surat-surat berharga yang merupakan investasi jangka
pendek.
Piutang dagang dan piutang wesel.
Piutang pegawai, anak perusahaan dan pihak-pihak lain,
jika akan diterima dalam jangka waktu satu tahun.
Piutang angsuran dan piutang wesel angsuran, jika
merupakan hal yang umum dalam perdagangan dan akan
dilunasi dalam jangka waktu satu tahun.
Persediaan barang dagangan, bahan mentah, barang
dalam proses, barang jadi, bahan-bahan pembantu dan
bahan-bahan serta suku cadang yang dipakai dalam
pemeliharaan alat-alat / mesin-mesin.

11
Biaya-biaya yang dibayar di muka seperti asuransi, bunga,
sewa, pajak-pajak, bahan pembantu dan lain-lain. Ditinjau
dari batasan bahwa aktiva lancar itu adalah kas atau
aktiva lain yang diharapkan dapat segera diubah menjadi
uang, maka sesungguhnya biaya-biaya yang dibayar di
muka tidak dapat memenuhi kriteria sebagai aktiva
lancar, karena biaya dibayar di muka tidak akan kembali
menjadi uang. Tetapi jika tidak dibayar di muka maka
biaya-biaya tadi akan dibayar dengan menggunakan
sumber aktiva lancar, oleh karena itu maka biaya dibayar
di muka dimasukkan dalam kelompok aktiva lancar.
Contoh Laporan posisi keuangan (Neraca);

PT JAYA MAKMUR SULAWESI


NERACA

Per 31 Desember 2013

AKTIVA PASSIVA
Aset Hutang
Aset lancar: Hutang Lancar:
Kas/bank xxxxx Hutang Usaha xxxxx
Piutang Usaha xxxxx Hutang gaji xxxxx
Piutang Wesel xxxxx Hutang Pajak xxxxx
Wesel tagih xxxxx Hutang dividen xxxxx
Deposito xxxxx Wesel bayar xxxxx
Persediaan barang xxxxx Biaya yg akan dibayarkan xxxxx
Perlengkapan xxxxx Total hutang lancar xxxxx
Asuransi dibayar dimuka xxxxx
Biaya dibayar dimuka xxxxx Hutang Jangka Panjang:
Pajak dibayar dimuka xxxxx Hutang hipotik xxxxx
Total Aset Lancar xxxxx Obligasi xxxxx
Aset Tetap: Kredit investasi xxxxx
Tanah xxxxx Total hutang jangka panjang xxxxx
Bangunan xxxxx
Kendaraan xxxxx Ekuitas:
Peralatan Kantor xxxxx Modal Pemilik xxxxx
Akumulasi penyusutan (xxxxx) Laba ditahan xxxxx

12
Total Aset Tetap xxxxx Total Ekuitas xxxxx
Investasi jangka panjang:
Saham xxxxx
Obligasi xxxxx
Total Investasi Jangka Panjang xxxxx

JUMLAH AKTIVA xxxxx JUMLAH PASSIVA xxxxx

4. Laporan Arus Kas, laporan yang menunjukkan aliran uang yang diterima
dan yang digunakan perusahaan selama satu periode akuntansi beserta
sumber-sumbernya. Di dalam laporan arus kas, aktivitas penerimaan dan
pengeluaran kas dikelompokkan menjadi:
Aktivitas Operasional (Operating Activities), semua transaksi
yang terkait dengan pos-pos yang ada di income statement yaitu
transaksi yang terkait Revenue dan expenses.
Aktivitas Investasi (Investing Activities), yaitu semua transaksi
yang terkait dengan pos-pos Investment dan Property, Plant and
Equipment serta aktivitas meminjamkan dana kepada pihak lain
dan menerima pelunasannya.
Aktivitas Pendanaan (Financing Activities), yaitu semua transaksi
yang terkait dengan pos-pos Long term Liability dan
Stockholders Equity. Transaksi tersebut meliputi mendapatkan
dan melunasi hutang jangka panjang, mendapatkan dana dari
penerbitan saham serta pembayaran deviden.

Berikut contoh laporan arus kas;


penyajian laporan arus kas yaitu sebagai berikut:
1. Direct method (Metode langsung)
Dalam metode ini pelaporan arus kas dilakukan dengan cara
melaporkan kelompok-kelompok penerimaan kas dan
pengeluaran kas dari kegiatan operasi secara lengkap (gross) dan
baru dilanjutkan dengan kegiatan investasi dan pembiayaan.
Keunggulan utama dari metode langsung ini adalah bahwa
metode ini melaporkan sumber dan penggunaan kas dalam
laporan arus kas. Kelemahan utamanya adalah bahwa data yang
dibutuhkan seringkali tidak mudah di dapat dan biaya
pengumpulannya umumnya mahal. Metode Langsung
menggolongkan berbagai kategori utama dari kegiatan operasi.

13
Metode langsung lebih mudah untuk dimengerti, dan
memberikan informasi yang lebih banyak untuk mengambil
keputusan.

Metode Langsung

PT BAKRIELAND CORPORATION
LAPORAN ARUS KAS
Periode berakhir 31 Desember 2013

Arus Kas dari Aktivitas Operasi:


Kas diterima dari pelanggan Rp. xxxxx
Dikurangi:
Pembayaran kas dari supplier (barang) xxxxx
Pembayaran kas untuk beban operasi xxxxx
Pembayaran kas untuk bunga xxxxx
Pembayaran kas untuk pajak penghasilan xxxxx
Total (xxxxx)
Total arus kas dari aktivitas operasi xxxxx

Arus Kas dari Aktivitas Investasi:


Kas dari penjualan aktiva tetap xxxxx
Dikurangi:
Kas dibayar untuk pembelian peralatan xxxxx
Kas dibayar untuk pembelian investasi jangka panjang xxxxx
Total (xxxxx)
Total arus kas dari aktivitas investasi xxxxx

Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan:


Penjualan Saham xxxxx
Hutang jangka panjang xxxxx
Penjualan investasi xxxxx
Total xxxxx
Dikurang:
Dividen xxxxx
Bunga xxxxx
Pelunasan hutang jangka panjang xxxxx
Total (xxxxx)
Total arus kas dari aktivitas pendanaan xxxxx
Kenaikan (penurunan) kas xxxxx
Kas pada awal periode xxxxx
Kas pada akhir periode xxxxx

14
Penjelasan:
a. Kas diterima dari pelanggan = Penjualan + Penurunan piutang (-
kenaikan piutang)
b. Pembayaran kas untk supplier (barang) = Hpp + kenaikan persediaan
(- penurunan persediaan) + Penurunan hutang usaha (- kenaikan
hutang usaha)
c. Pembayaran untuk Beban usaha = beban usaha selain penyusutan +
penurunan hutang beban usaha (-kenaikan hutang beban usaha)
d. Pembayaran untuk pajak penghasilan = Pajak penghasilan +
penurunan hutang pph (- kenaikan hutang pph)
e. Dividen = dividen + penurunan hutang dividen (- kenaikan hutang
dividen)

2. Indirect method (Metode tidak langsung)


Dalam metode ini net income disesuaikan (reconcicle) dengan
menghilangkan:

Pengaruh transaksi yang masih belum di realisasi (defferal) dari


arus kas masuk dan keluar dari transaksi yang lalu seperti
perubahan jumlah persediaan defferal income, arus kas masuk
dan keluar dari transaksi yang accured seperti piutang dan utang.
Pengaruh perkiraan yang terdapat dalam kelompok investasi dan
pembiayaan yang tidak mempengaruhi kas seperti : penyusutan,
amortisasi, laba rugi dari penjualan aktiva tetap dan dari operasi
yang dihentikan (yang berkaitan dengan kegiatan investasi), laba
rugi pembatalan utang (transaksi pembagian)
Keunggulan dalam metode ini adalah memusatkan pada
perbedaan antara laba bersih dan arus kas dari aktivitas operasi.
Dalam hal ini, metode tersebut menunjukan hubungan antara
laporan laba rugi, neraca dan laporan arus kas.

Karena datanya dapat tersedia dengan segera, maka metode ini lebih
murah dibandingkan dengan metode langsung. Penyusunan laporan
arus kas dengan menggunakan metode ini diawali dengan laba bersih
dan menyesuaikan laba bersih tersebut sehingga diperoleh arus kas
dari aktivitas operasi.

15
Metode Tidak langsung

PT BAKRIELAND CORPORATION
LAPORAN ARUS KAS
Periode berakhir 31 Desember 2013

Arus Kas dari Aktivitas Operasi:


Laba bersih Rp. xxxxx
Ditambah:
Beban penyusutan xxxxx
Kenaikan hutang usaha xxxxx
Dikurang:
Kenaikan piutang usaha (xxxxx)
Kenaikan persediaan (xxxxx)
Penurunan hutang beban usaha (xxxxx)
Keuntungan penjualan ivestasi (xxxxx)
Total (xxxxx)
Total arus kas untuk aktivitas operasi xxxxx

Arus Kas dari Aktivitas Investasi:


Kas dari penjualan aktiva tetap xxxxx
Dikurangi:
Kas dibayar untuk pembelian peralatan xxxxx
Kas dibayar untuk pembelian investasi jangka panjang xxxxx
Total (xxxxx)
Total arus kas dari aktivitas investasi xxxxx

Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan:


Penjualan Saham xxxxx
Hutang jangka panjang xxxxx
Penjualan investasi xxxxx
Total xxxxx
Dikurang:
Dividen xxxxx
Bunga xxxxx
Pelunasan hutang jangka panjang xxxxx
Total (xxxxx)
Total arus kas dari aktivitas pendanaan xxxxx
Kenaikan (penurunan) kas xxxxx
Kas pada awal periode xxxxx
Kas pada akhir periode xxxxx

16
5. Catatan atas laporan keuangan, adalah catatan tambahan dan
informasi yang ditambahkan ke akhir laporan keuangan untuk
memberikan tambahan informasi kepada pembaca dengan informasi
lebih lanjut. Catatan atas Laporan Keuangan membantu menjelaskan
perhitungan item tertentu dalam laporan keuangan serta memberikan
penilaian yang lebih komprehensif dari kondisi keuangan perusahaan.
Catatan atas Laporan Keuangan dapat mencakup informasi tentang
hutang , kelangsungan usaha , piutang ,atau informasi kontekstual
untuk menjelaskan angka-angka keuangan (misalnya untuk
menunjukkan gugatan).

G. IFRS dan ETAP

IFRS (Internasional Financial Accounting Standard) adalah suatu upaya


untuk memperkuat arsitektur keuangan global dan mencari solusi jangka
panjang terhadap kurangnya transparansi informasi keuangan. IFRS
merupakan standar akuntansi internasional yang diterbitkan oleh
International Accounting Standard Board (IASB). Standar Akuntansi
Internasional (International Accounting Standards/IAS) disusun oleh empat
organisasi utama dunia yaitu Badan Standar Akuntansi Internasional (IASB),
Komisi Masyarakat Eropa (EC), Organisasi Internasional Pasar Modal (IOSOC),
dan Federasi Akuntansi Internasioanal (IFAC).
Badan Standar Akuntansi Internasional (IASB) yang dahulu bernama
Komisi Standar Akuntansi Internasional (AISC), merupakan lembaga
independen untuk menyusun standar akuntansi. Organisasi ini memiliki tujuan
mengembangkan dan mendorong penggunaan standar akuntansi global yang
berkualitas tinggi, dapat dipahami dan dapat diperbandingkan.
Tujuan dari IFRS itu sendiri adalah memastikan bahwa laporan keungan
interim perusahaan untuk periode-periode yang dimaksukan dalam laporan
keuangan tahunan, mengandung informasi berkualitas tinggi yang :
transparansi bagi para pengguna dan dapat dibandingkan sepanjang
peiode yang disajikan.
menyediakan titik awal yang memadai untuk akuntansi yang
berdasarkan pada IFRS.
dapat dihasilkan dengan biaya yang tidak melebihi manfaat untuk para
pengguna.

17
SAK ETAP yang merupakan kepanjangan dari Standar akuntansi keuangan
untuk Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik ditetapkan oleh ikatan akuntansi
indonesia untuk perusahaan kecil dan menengah. SAK ETAP ini dimaksudkan
agar semua unit usaha menyusun laporan keuangan sesuai dengan standar
yang telah ditetapkan. Sesuai dengan ruang lingkup SAK ETAP maka Standar
ini dimaksudkan untuk digunakan oleh entitas tanpa akuntabilitas publik.
Entitas tanpa akuntabilitas publik yang dimaksud adalah entitas yang tidak
memiliki akuntabilitas publik signifikan; dan tidak menerbitkan laporan
keuangan untuk tujuan umum (general purpose financial statement) bagi
pengguna eksternal. Contoh pengguna eksternal adalah pemilik yang tidak
terlibat langsung dalam pengelolaan usaha, kreditur, dan lembaga
pemeringkat kredit.

Lebih lanjut ruang lingkup standar ini juga menjelaskan bahwa Entitas
dikatakan memiliki akuntabilitas publik signifikan jika proses pengajuan
pernyataan pendaftaran, pada otoritas pasar modal atau regulator lain untuk
tujuan penerbitan efek di pasar modal; atau entitas menguasai aset dalam
kapasitas sebagai fidusia untuk sekelompok besar masyarakat, seperti bank,
entitas asuransi, pialang dan atau pedagang efek, dana pensiun, reksa dana
dan bank investasi. Manfaat dari SAK-ETAP yaitu:
Diharapkan dengan adanya SAK ETAP, perusahaan kecil,
menengah, mampu untuk :Menyusun laporan keuangannya
sendiri, Dapat diaudit dan mendapatkan opini audit. Sehingga
dapat menggunakan laporan keuangannya untuk mendapatkan
dana (misalnya dariBank) untuk pengembangan usaha.
Lebih sederhana dibandingkan dengan PSAK IFRS sehingga lebih
mudah dalam implementasinya.
Tetap memberikan informasi yang handal dalam penyajian
laporan keuangan.
PERBEDAAN SAK ETAP VS PSAK IFRS
Materi SAK ETAP lebih sederhana sedangkan PSAK IFRS
complicated dan rumit.
SAK ETAP cenderung menggunakan basis stewardship sebagai
pertanggungjawaban pengelola kepada stakeholder sehingga
cenderung menggunakan prinsip reliability, sedangkan PSAK
IFRS telah bergeser untuk pemenuhan user dalam pengambilan
keputusan sehingga cenderung menggunakan prinsip relevan.
SAK ETAP tidak mengatur pajak tangguhan

18
SAK ETAP hanya menggunakan metode tidak langsung untuk
laporan arus kas.
SAK ETAP menggunakan cost model untuk investasi ke asosiasi
dan menggunakan metode ekuitas untuk anak perusahaan.
SAK ETAP tidak secara penuh menggunakan PSAK 50/55.
SAK ETAP hanya menggunakan model cost untuk aset tetap, aset
tidak berwujud dan properti investasi. PSAK-IFRS boleh memilih
cost model atau model reavaluasi.
Tujuan laporan keuangan SAK-ETAP adalah menyediakan
informasi keuangan, kinerja keuangan, dan laporan arus kas suatu
entitas yang bermanfaat bagi sejumlah besar pengguna dalam
pengambilan keputusan ekonomi oleh siapa pun yang tidak dalam
posisi dapat meminta khusus untuk memenuhi kebutuhan
informasi tertentu. Sedangkan tujuan laporan keuangan IFRS
memberikan informasi tentang posisi keuangan, kinerja dan
perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang berguna untuk
berbagai penhhuna dalam membuat keputusan ekonomi.

Tetapi antara IFRS dan SAK-ETAP memiliki persamaan yaitu ama-sama


bertujuan untuk menyediakan/memberikan informasi bagi pengguna
yang nantinya digunakan untuk membuat keputusan ekonomi.

19
BAB III

PENUTUP

DAFTAR PUSTAKA

Akuntan-keuangan21.blogspot.com

Jurnalakuntansikeuangan.com/2012/01/format-laporan-keuangan-1-laporan-
laba-rugi/.

Rudianto. Pengantar Akuntansi. Jakarta: Penerbit Erlangga.2012.

Jr. T Horrison Walter, T Horngren. Charles, Thomas. William.C, Suwardy Themin.


Akuntansi Keuangan-IFRS edisi kedelapan jilid I. Jakarta: Penerbit Erlangga. 2011

http://mutiarasyalen.blogspot.com/2012/10/standar-akuntansi-
keuangan_1744.html

20