Anda di halaman 1dari 6

BAB III

KESIMPULAN

Definisi perekonomian Indonesia ada bermacam-macam. Beberapa orang


ahli ekonomi menyumbangkan pemikiran mereka untuk menemukan arti dari
perekonomian Indonesi. Dari seluruh definisi yang ada, semuanya memiliki
benang merah yang sama, yaitu sama-sama menagatakan bahwa berbicara tentang
perekonomian sama halnya dengan membahas sistem ekonomi suatu negara.

Ruang lingkup Perekonomian Indonesia adalah sebagai berikut;


1. Masalah Pembangunan
2. Pendapatan Nasional
3. Penduduk dan Tenaga Kerja
4. Kebijakan Fiskal/Pajak
5. Keuangan negara/Uang
6. Kebijakan Moneter/Inflasi dan Deflasi
7. Perekonomian yang Gampang Memanas
8. Perdagangan Internasional
9. Perusahaan Internasional
10. Ketahanan Ekonomi Nasional dalam Percaturan Global

Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam


memilih dan menciptakan kemakmuran. Inti masalah ekonomi adalah adanya
ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat
pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas. Permasalahan tersebut kemudian
menyebabkan timbulnya kelangkaan (Ingg: scarcity).

Manajemen adalah seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain.


Definisi Mary Parker Follet ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur
dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Ricky W. Griffin

1
mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian,
pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara
efektif dan efesien.

Landasan Perekonomian Indonesia ada 3, yaitu;


1. Landasan Idiil Ekonomi Indonesia adalah Pancasila
2. Landasan Konstitusional perekonomian Indonesia adalah UUD 1945
pasal 33 ayat 1, 2, dan 3
3. Landasan Operasional Sistem Perekonomian Indonesia yaitu GBHN

Indonesia mengetengahkan setidaknya 3 (tiga) hal perencanaan strategis


yang bertujuan akhir untuk mendorong pertumbuhan ekonomi tinggi, inklusif dan
berkelanjutan yaitu:
1. Mengembangkan koridor ekonomi Indonesia
2. Memperkuat Konektivitas Nasional
3. Mempercepat Kemampuan Iptek Nasional

Proses pembangunan ekonomi merubah struktur ekonomi secara mendasar:


1. Sisi permintaan agregat, pendalaman struktur ekonomi didorong oleh
peningkatan national income yang berpengaruh terhadap selera
masyarakat yang terefleksi dalam pola konsumsinya.

2. Sisi penawaran agregat, faktor pendorong utamanya adalah perubahn


teknologi, peningkatan SDM, dan penemuan material baru untuk
produksi.

Pertumbuhan ekonomi merupakan penambahan GDP, sehingga terjadi


peningkatan national income.

Peningkatan Peningkatan Peningkatan


Jumlah National Income Kebutuhan
Penduduk Sehari-hari

2
National income dapat merujuk pada GDP, GNP atau NNP (Net national
Product)
GNP = GDP + F, dimana F = pendapatan neto atas faktor luar negeri
NNP = GNP D, dimana D = depresiasi
NP = NNP Ttl, dimana Ttl = pajak tidak langsung neto.

GDP = NP + Ttl + D F
NP = GDP + F D- Ttl

3
SISTEM PEREKONOMIAN DUNIA, SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA
DALAM ERA GLOBALISASI DAN PEMBANGUNAN EKONOMI DAERAH

Dalam perekonomian di dunia adanya 4 sistem yaitu :

Sistem ekonomi liberal adalah suatu sistem ekonomi dimana seluruh kegiatan
ekonomi mulai dari produksi, distribusi dan konsumsi diserahkan sepenuhnya kepada
mekanisme pasar.

Sistem ekonomi komando adalah sistem ekonomi dimana peran pemerintah


sangat dominan dan berpengaruh dalam mengendalikan perekonomian.

Sistem ekonomi tradisional merupakan sistem ekonomi yang diterapkan oleh


masyarakat tradisional secara turun temurun dengan hanya mengandalkan alam dan
tenaga kerja.

Sistem ekonomi campuran merupakan dari sistem ekonomi pasar dan terpusat,
dimana pemerintah dan swasta saling berinteraksi dalam memecahkan masalah ekonomi.

Sistem ekonomi yang dianut di Indonesia yaitu :demokrasi pancasila yang


berazas kekeluargaan.

Sistem perekonomian Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 disebut
sistem ekonomi demokrasi. Dengan demikian sistem ekonomi demokrasi dapat
didefinisikan sebagai suatu sistem perekonomian nasional yang merupakan perwujudan
dari falsafah Pancasila dan UUD 1945 yang berasaskan kekeluargaan dan
kegotongroyongan dari, oleh, dan untuk rakyat di bawah pimpinan dan pengawasan
pemerintah.

Pada sistem demokrasi ekonomi, pemerintah dan seluruh rakyat baik golongan ekonomi
lemah maupun pengusaha aktif dalam usaha mencapai kemakmuran bangsa. Selain itu,
negara berperan dalam merencanakan, membimbing, dan mengarahkan kegiatan
perekonomian. Dengan demikian terdapat kerja sama dan saling membantu antara
pemerintah, swasta, dan masyarakat.

4
Setiap daerah mempunyai corak pertumbuhan ekonomi yang berbeda dengan daerah lain.
Oleh sebab itu perencanaan pembangunan ekonomi suatu daerah pertama-tama perlu
mengenali karakter ekonomi, sosial dan fisik daerah itu sendiri, termasuk interaksinya
dengan daerah lain. Dengan demikian tidak ada strategi pembangunan ekonomi daerah
yang dapat berlaku untuk semua daerah.

Namun di pihak lain, dalam menyusun strategi pembangunan ekonomi daerah, baik
jangka pendek maupun jangka panjang, pemahaman mengenai teori pertumbuhan
ekonomi wilayah, yang dirangkum dari kajian terhadap pola-pola pertumbuhan ekonomi
dari berbagai wilayah, merupakan satu faktor yang cukup menentukan kualitas rencana
pembangunan ekonomi daerah.

Keinginan kuat dari pemerintah daerah untuk membuat strategi pengembangan ekonomi
daerah dapat membuat masyarakat ikut serta membentuk bangun ekonomi daerah yang
dicita-citakan. Dengan pembangunan ekonomi daerah yang terencana, pembayar pajak
dan penanam modal juga dapat tergerak untuk mengupayakan peningkatan ekonomi.
Kebijakan pertanian yang mantap, misalnya, akan membuat pengusaha dapat melihat ada
peluang untuk peningkatan produksi pertanian dan perluasan ekspor.

Dengan peningkatan efisiensi pola kerja pemerintahan dalam pembangunan, sebagai


bagian dari perencanaan pembangunan, pengusaha dapat mengantisipasi bahwa pajak dan
retribusi tidak naik, sehingga tersedia lebih banyak modal bagi pembangunan ekonomi
daerah pada tahun depan.

Pembangunan ekonomi daerah perlu memberikan solusi jangka pendek dan jangka
panjang terhadap isu-isu ekonomi daerah yang dihadapi, dan perlu mengkoreksi
kebijakan yang keliru. Pembangunan ekonomi daerah merupakan bagian dari
pembangunan daerah secara menyeluruh. Dua prinsip dasar pengembangan ekonomi
daerah yang perlu diperhatikan adalah:

5
(1) mengenali ekonomi wilayah dan

(2) merumuskan manajemen pembangunan daerah yang pro-bisnis.

Mengenali Ekonomi wilayah, Isu-isu utama dalam perkembangan ekonomi


daerah yang perlu dikenali adalah antara lain: Perkembangan penduduk dan urbanisasi,
Sektor pertanian, sektor pariwisata, kualitas lingkungan, keterkaitan wilayah dan
aglomerasi.

Manajemen Pembangunan yang pro-bisnis, Pemerintah daerah dan pengusaha


adalah dua kelompok yang paling berpengaruh dalam menentukan corak pertumbuhan
ekonomi daerah. Pemerintah daerah, mempunyai kelebihan dalam satu hal, dan tentu saja
keterbatasan dalam hal lain, demikian juga pengusaha.Prinsip-prinsip manajemen
pembangunan yang pro-bisnis adalah antara lain sebagai berikut: Menyediakan informasi
kepada pengusaha, Memberikan kepastian dan kejelasan kebijakan, Mendorong sektor
jasa dan perdagangan, Meningkatkan daya saing pengusaha daerah, Membentuk ruang
yang mendorong kegiatan Ekonomi yakni Membentuk ruang khusus untuk kegiatan
ekonomi akan lebih langsung menggerakkan kegiatan ekonomi. Pemerintah daerah perlu
berusaha mengantisipasi kawasan-kawasan mana yang dapat ditumbuhkan menjadi pusat-
pusat perekonomian wilayah.