Anda di halaman 1dari 6

PROGRAM

MANAJEMEN DAN KENDALI MUTU


PERALATAN RADIOLOGI

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANGIL

2015
I. PENDAHULUAN
Pembangunan kesehatan yangtelah dilaksanakan sampai saat ini telah
berkembang dengan pesat, namun masih banyak hal yang perlu dibenahi
terutama dalam menghadapi desentraslisasi dan globalisasi saat ini.
Salah satu upaya yang merupakan prioritas utama adalah meningkatkan
mutu pelayanan kesehatan, karena dengan dilakukannya peningkatan mutu
pelayanan kesehatan yangberkesinmabungan akan meningkatkan efisiensi
pelayanan keseahtan yang pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan
kualitas individu dan derajat kesehatan masyarakat.
Kebijakan jaminan mutu pelayanan kesehatan akan menjadi pedoman bagi
semua pihak dalam penyelenggaraan kesehatan yang bermutu. Pelayanan
kesehatan yang dimaksudkan adalah pelayana kersehatan pada umumnya dan
pelayanan penunjang kesehatan khhususnya terutama pelayananm radiologi.
Mengacu pada ISO 2000, mutu diartikan sebagai penjamin pencapaian tujuak
atau luaran yang diharapkan dan mutu harus selalu mengikuti perkembangan
pengetahhuan profesioanl; terkini. Untuk itu harus diukur dengan derajat
pencapaina tujuan dan harus memenuhi berbagai standar/spesifikasi.
Untuk menjamin mutu pelayanan kesehatan maka berbagai komponen input,
proses dan output harus ditetapkan secara jelas dan rinci, mencakup aspek
manajemen dan teknis dengan berpedoman pada pencapaian visi dan
perwujudan misi yang telah ditetapkan bersama. Salah satu kegiatan jaminan
mutu adlaah kegiatan kendali mutu (Quality Control).

II. LATAR BELAKANG


Pelayanan di instalasi radiologi RS merupakan tempat pelayanan penunjang
medic dengan menggunakan sumber radiasi sinar-x, dalam pelaksanaan
kegiatannya dilakukan secara aman sesuai dengan persyaratan keselamatan
radiasi yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah nomor 33 tahun 2007
tentang Keselamatan dan Kesehatan terhadap radiasi pengion dan Surat
Keputusan Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir nomor 01/Ka-Bapeten/V-
99 yaitu NBD bagi pekerja radiasi bagi dibawah 50 mSv/thn dan masyarakat
umum dibawah 5 mSv/thn. Proses pemanfaatan peralatan sinar x-ray tidak
bisa terlepas dari permulaan dilakukannya penentuan pesawat sinar x-ray
yang akan dipergunakan sampai dengan cara beroperasionalnya alat dengan
batas yang aman bagi semuanya. Unit Radiologi harus mempertimbangkan
semua aspek dan komponen yang terkait pada saat dilakukannya pengadaan
pesawat sinar-x ray, beberapa mekanisme dan program harus disusun dn
dipadukan menjadi satu rangkaian prosedur yang sistematis sehingga
pengadaan alat dapat berjalan dan berfungsi dengan baik, dan secara berkala
dapat dilakukan inspeksi dan uji kesesuaian akan standarisasi peralatan yang
ada saat ini.

III. TUJUAN
A. Tujuan Umum
Meningkatkan mutu pelayanan radiodiagnostik yang diselenggarakan oleh
sarana pelayanan kesehatan diseluruh Indonesia
B. Tujuan Khusus
1. Sebagai pedoman bagi sarana pelayanan kesehatan dalam upaya
meningkatkan mutu pelayanan radiodiagnostik
2. Sebagai acuan bagi sarana pelayanan kesehatan dalam
menyelenggarakan kendali mutu perkatan radiodiagnostik.

IV. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN


Kegiatan kendali mutu untuk pesawat sinar x yang terdiri dari :
A. Pengujian Kolimasi Berkas Cahaya
1. Uji Selisih Lapangan Kolimator Kolimasi Dengan Berkas Sinar X
Definisi : Shutter yangtertutup penuh pada kolimator harus dapat
mencegah radiasi yang mengenai film. Tujuan uji ini lebih berfokus
untuk keamanan radiasi pada saat membuang muatan kapasaitor pada
mobile unit aau pada saat pemanasan pesawat dengan eksposi.
2. Uji Ketepatan Berkas (Alignment) Obyek
Definisi : untuk menentukan akurasi pada kesamaan antara berkas snar
x dan berkas cahaya dan mengevaluasi ketepatan berkas sinar x
dengan pusat berkas cahaya.
3. Uji Iluminasi
Definisi : untuk melakukan pengukuran illuminance yang diperoleh
dari berkas cahaya kolimator.
B. Pengujian Terhadap Generator dan Tabung Sinar X
1. Uji Akurasi Tegangan Tabung
Definisi : untuk menentukan keakuratan dari tegangan tabung
2. Uji Akurasi Waktu Penyinaran
Definisi : untuk menetukan kesesuaian/akurasi antara waktu eksposi
yang dipilih dengan keluaran
3. Uji Linieritas Keluaran Radiasi
Definisi : Untuk mengetahui radiasi sinar x yang keluar dari tabung
sinar x sesuai dengan factor eksposi yang diatur pada kontrol panel.
4. Uji Reprodusibilitas
Definisi : untuk mengukur konsistensi generator dan tabung sinar-x
memproduksi kembali (reproduksibilitas) keluaran radiasi sinar x
tegangan yabing dan waktu eksposi.
5. Uji Kualitas Berkas Sinar X (Half Value Layer)
Definisi : untuk menilai kualitas berkas sinar x (lapisan nilai paruh
HVL)
6. Uji Kebocoran Wadah Tabung
Definisi : Untuk menentukan area kebocoran radiasi yang terjadi pada
rumah tabung sinar x dan untuk mengukur nilai kebocoran yang
terjadi. Uji ini juga perlu dikerjakan jika telah dilakukan perawatan
atau perbaikan terhadap rumah tabung sinar x.

V. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN


1. Mengajukan perencanaan dan budget tahunan untuk dilakukannya
pengujian kontrol mutu pesawat sinar x.
2. Proses pengujian kontrol mutu dilakukan oleh badan, lembaga atau
instansi yang mempunyai kewenangan, peralatan dan kualifikasi SDM
bersertifikasi.
3. Pengajuan permohonan melalui Direktur atau pimpinan rumah sakit
kepada badan, lembaga dan institusi yang bersertifikasi untuk melakukan
pengujian kontrol mutu peralatan pesawat sinar x ray.
4. menyiapkan pesawat, peralatan dan perlengkapan guna menunjang
kelancaran proses dilakukannya uji kontrol mutu pesawat sinar x.
5. Ketersediaan SDM internal rumah sakit yang ahli dan berkompeten, baik
di bidang radiologi maupun bidang tehnik dalam melakukan
pendampingan, dan perbaikan selama dan sesudah dilakukannya uji
kontrol mutu pesaawat sinar x
6. Kerjasama yang berkelanjutan dengan distributor ataupun teknisi yang
mensuplai peralatan radiologi untuk terus melakukan pengawasan dan
pemeliharaan peralatan yang ada.

VI. SASARAN / TARGET


1. Pesawat sinar x ray

VII. SKEDUL (JADWAL) PELAKSANAAN KEGIATAN


Jadwal pelaksanaan kontrol mutu pesawat sinar x radiologi dilakukan secara
rutin tiap tahun sekali oleh badan, lembaga atau institusi yang bersertifikasi.

VIII. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN


1. Uji kontrol mutu kelayakan yang dilakukan harus dilakukan oleh orang
yang mempunyai sertifikasi dan kompetensi yang sesuai dengan bidang
keahliannya.
2. Uji kelayakan yang dilakukan oleh personil juga memiliki izin untuk
melakukan perbaikan peralatan sinar-x (pada umumnya dari pemasok
alat yang bersangkutan)
3. Temuan kesalahan/kerusakan selama dilakukanya pengujian harus
dirinci pada laporan walaupun kesalahan tersebut dapat diperbaiki
sebelum pengujian selesai.
4. Laporan hasil pengujian kelayakan harus menunjukkan unjuk kerja
peralatan sebelum dan setelah dilakukan beberapa perbaikan.
5. Salinan seluruh laporan hasil pengujian serta sertifikat kelayakan
diserahkan secara tertulis kepada pengusaha fasilitas dengan segera
setelah proses uji kelayakan alat selesai yang nantinya dipergunakan
untuk melengkapi dokumen perizinan pemanfaatan.
6. Uji kontrol mutu kelayakan termasuk didalamnya penggunaan peralatan
pengukur radiasi yang sesuai dan yang telah dikalibrasi dan disertifikasi
dengan benar oleh laboratorium yang disetujui oleh BAPETEN tidak
lebih dari dua tahun sebelum dilakukannya uji kelayakan.

IX. PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN


1. Diadakan pertemuan rutin seluruh komponen unit radiologi dan unit
yang terkait secara periodic sebulan dengan menyiapkan agenda rutin
berupa evaluasi kontrol mutu dan permasalahan-permasalahan
khususnya perbaikan peralatan.
2. Melakukan perincian dan menganggarkan dalam budget tahunan bila
dalam program menggunakan alokasi kebutuhan biaya operasional.
3. Laporan kegiatan/pelaksanaan masing-masing program kerja baik yang
terealisasi maupun yang belum dapat dilakukan, disusun dan dibuat
sesuai proses pelaksanaannya, tanpa mengurangi atau menambahkan
yang tidak ada.
4. Bila adanya kerjasama dengan pihak external radiologi/rumah sakit, agar
tetap berkoordinasi dengan unit/bagian yang terkait lainnya agar tidak
adanya tumpang tindih (overlap) kebijakan antar kepala unit/bagian yang
membawahinya.
5. Mensosialisasikan program kontrol mutu peralatan radiologi yang
berhubungan langsung dengan unit diluar radiologi setelah disetujui dan
ditetapkannya oleh Direktur.

X. PENUTUP
Demikian susunan Program Program Kontrol Mutu Peralatan Radiologi yang
akan kami laksanakan pada tahun 2015, kami berharap dengan adanya
program yang telah kami rencanakan dapat berjalan dengan baik dan dapat
membuat pelayanan di Unit Radiologi menjadi lebih baik lagi ditahun-tahun
mendatang. Tak lupa kami mohon kerjasama dengan unit unit terkait di
lingkungan RSUD Bangil agar tetap dapat memberikan kami masukan saran-
saran yang baik untuk membantu terlaksananya pelaksanaan Program
Pengelolaan Peralatan Radiologi tahun 2015 yang kami susun ini.

Ditetapkan di Bangil
Pada tanggal 2015
Direktur RSUD Bangil, Kepala Instalasi Radiologi,

Dr. Agung Basuki, M Kes dr. Budi Suhariyanto, Sp.Rad