Anda di halaman 1dari 18

Chapter 8

Liabilities and Owners Equity

Disusun untuk memenuhi mata kuliah Teori Akuntansi

Disusun Oleh

Dedi Sutrisna Syah Putra (120110150046)

Arya Putra Wicaksana (120110150049)

PROGRAM STUDI S1 AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS PADJAJARAN
2017
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami
panjatkan puji syukur atas kehadirat-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah tentang
Liabilities and Owners Equity.

Tujuan dari pembuatan makalah tentang Liabilities and Owners Equity ini adalah untuk
memenuhi tugas kuliah kami pada mata kuliah Teori Akuntansi.

Kami menyadari bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun
tugas makalah Liabilities and Owners Equity yang kami buat. Oleh karena itu kami sangat
menerima saran dan kritik dari Bapak agar kami dapat memperbaiki tugas makalah ini.

Akhir kata kami berharap semoga makalah tentang Liabilities and Owners Equity ini
bisa memenuhi tugas kuliah kami pada mata kuliah Teori Akuntansi.

Bandung, 11 September 2017

Penulis

2
KATA PENGANTAR....................................................................................................1

DAFTAR ISI..................................................................................................................2

BAB I PENDAHULUAN..............................................................................................4

1.1..............................................................................................................................Latar
Belakang...................................................................................................................4
1.2..............................................................................................................................Perumusan
Masalah.....................................................................................................................5
1.3..............................................................................................................................Kegunaan
Penulisan Masalah....................................................................................................5
1.4..............................................................................................................................Metode
Penulisan Makalah....................................................................................................5

BAB II TINJAUAN PUSTAKA...................................................................................6

A. Proprietary dan Entity Theory...................................................................................6

2.1 Proprietary Theory.............................................................................................6

2..2 Entity Theory....................................................................................................7

B. Liabilities dan Owners Equity...................................................................................8

2.3. Liabilities..........................................................................................................8

2.3.1 Definisi Liabilities....................................................................................8

2.3.2 Present Obligatin.......................................................................................9

2.3.3 Liability Recognition................................................................................9

2.3.4 Liability Measurement..............................................................................9

2.4 Employee benefits - pension.............................................................................10

2.5 Provisions and Contingencies...........................................................................11

2.6 Owners Equity..................................................................................................12

2.7 Right of Parties..................................................................................................12

2.8 Economic Substance dan Concept of Capital....................................................13

3
2.9 Classifications within owners Equity...............................................................13

2.10 Challenges for Standard Setters.......................................................................14

2.10.1 Debt vs distinction...................................................................................14

2.10.2 Extinguishing debt...................................................................................14

2.10.3 Issues for Auditors...................................................................................14

BAB III KESIMPULAN DAN SARAN......................................................................15

3.1 Kesimpulan............................................................................................................15

DAFTAR PUSTAKA....................................................................................................16

4
BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Sebuah perusahaan memiliki aset karena masing-masing dari pemilik dan pihak yang
berelasi telah menyediakan dana untuk mendanai aset tersebut. Oleh karena itu, asset-aset yang
dimiliki oleh perusahaan merupakan suatu klaim antara kreditor ataupun pemilik dari perusahaan
tersebut. Terdapat dua jenis klaim yaitu klaim oleh kreditor (liabilities) dan oleh pemilik modal
(owners equity). Perbedaan antara kedua hal tersebut adalah kreditor memiliki klaim yang di
dahulukan dan lebih spesifik terkait jumlah dan waktu penbayaran karena merupakan sebuah
kewajiban bagi perusahaan. Sedangkan pemilik modal ( owners equity) adalah residual interest
or claims atau ketika telah dinyatakan adanya pemindahan asset secara spesifik kepada pemilik
modal.

Pada dasarnya Liabilities dan Equity merupakan elemen yang tidak dapat dipisahkan dalam
laporan keuangan. Dalam akuntansi terdapat dua teori yang mendasari cara pandang akuntansi
atas liabilities dan owners equity yaitu Proprietary Theory ( US GAAP ) dan Entity Theory
(IFRS / PSAK)

The proprietary theory , the entity is the agent, representative or arrangement through
which the individual enterpreneurs or shareholders operate. - Riahi dan Belkaoui

proprietary theory yaitu dimana pemilik menjadi pusat perhatian selain itu pemilik modal
lebih menekankan pada komponen laba rugi. Dalam hal ini dapat dibilang bahwa proprietary
theory adalah cara tradisional yang berpandangan bahwa perusahaan beroperasi untuk pemegang
saham.

Entity theory conceives the enterprise as a body distinct and separate from owners,
because the firm is held responsible for meeting the claims of stakeholders ( debt and equity

5
holders), entity theory is income focused and the profit and loss statement is dominant Kam
(1986) : Belkaoui dan Jones (1996)

Entity Theory menganggap bahwa sebuah entitas adalah bsinis untuk dirinya sendiri yang
berkepentingan terhadap kelangsungan hidup dan perkembangannya. Dalam makalah ini akan
dibahas mengenai Liabilities and Owners Equity, metode-metode serta komponen terkait serta
pengaruhnya terhadap perusahaan.

1.2. Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan proprietary theory dan entity theory ?


2. Apa yang dimaksud Liabilities dan cara perhitungannya ?
3. Apa yang dimaksud owners equity dan bagaimana mengklasifikasikan owners
equity?
4. Apakah yang dimaksud dengan tantangan untuk aturan standar dalam liabilities
and owners equity?
1.3 Kegunaan Penulisan Makalah
1. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Teori Akuntansi
2. Untuk menambah referensi pengetahuan tentang liabilitas dan kepemilikan modal
terlebih dalam pendekatan dan/atau metode yang digunakan oleh perusahaan

1.4 Metode Penulisan Makalah

Metode yang digunakan dalam membuat makalah ini adalah metode pustaka yang
digunakan untuk mendapatkan data dan/atau informasi yang bersifat teoritis berdasarkan
sumber-sumber seperti buku, internet dan sumber lainnya.

6
BAB 2

PEMBAHASAN

A. Proprietary and Entity Theory


2.1 Proprietary Theory

Kepemilikan orang (proprietorship) atas perusahaan merupakan jumlah asset


perusahaan dikurangi dengan utang perusahaan kepada investor. Proprietary theory
adalah sebuah teori yang direpresentasikan dalam persamaan akuntansi :

P=AL

Dimana P (Owners Equity) adalah sama dengan A (asset) dikurangi dengan L


(liabilitas), P menggambarkan kekayaan bersih pemilik usaha. Sesuai dengan yang
dikatakan oleh Sprague :

The balance sheet of proprietorship is a summing-up at some particular time of all the
elements which constitute te wealth of some person or collection of persons The whole purpose
of the business struggle is increase of wealth, that is, increase of proprietorship.

Dapat disimpulkan bahwa balance sheet merupakan penjumlahan dari elemen-elemen


yang membentuk kekayaan pemilik usaha di dalam suatu rentang waktu tertentu. Dengan
focus yang menitikberatkan pada peranan entrepreneur-owner ( pemilik usaha) atas asset dan
kewajiban yang menjadi tanggung jawabnya. Hal ini sesuai dengan konsep pendapatan dan
beban dimana pendapatan adalah kenaikan dalam proprietorship dan beban adalah penurunan
dalam proprietorship.

7
Vatter mengungkapkan tentang Theory of double entry:

The theory of double entry is based on the idea that expense and revenue accouts have the same
algebraic characteristics as net worth, i.e. accounts tending to increase net worth are increased by
credits, accounts tending to decrease net worth are handled in reverse order.

Dapat disimpulkan bahwa pendapatan dan pengeluaran merupakan suatu bagian dari
kekayaan bersih. Akun yang meningkatkan kekayaan bersih bertambah di kredit sedangkan
akun yang menurunkan kekayaan bersih bertambah di debit. Pendapat bersih merupakan
peningkatan kekayaan dari pemilik usaha dari operasi bisnisnyaa di dalam rentang waktu
tertentu.

Proprietary theory ridak membedakan antar asset perusahaan usaha dengan aseet pemilik
jadi seluruh dari profit perusahaan merupakan profit dari pemilik juga. Selain itu theory ini
memiliki beberapa kekurangan yaitu theory ini tidak memadai untuk perusahaan besar
karena pada hakikatnya merupakan entitas yang terpisah dari pemilik perusahaan itu sendiri.
Bagi pemilik, akuntabilitas merupakan hal yang sangat penting dalam perusahaan besar
meningat adanya jarak antara manajemen dan pemegang saham, dimana pemegang saham
sangat bergantung dengan dari laporan manajemen untuk melihat langsung kinerja dari
perusahaannya.

2.2 Entity Theory ( Teori Entitas)

Teori entitas merupakan teori yang merespon ketidakmampuan teori sebelumnya


dalam menjelaskan status hukum perusahaan yang terpisah dari pemiliknya. Menurut Martin
ada dua asumsi untuk gagasan entitas akuntansi yaitu:

Separation : Untuk tujuan akuntansi perusahaan dipisahkan dengan pemiliknya

8
Viewpoint : prosedur akuntansi dibentuk berdasarkan sudut pandang entitasnya,
berdasarkan teori ini ialah perusahaan itu sendiri.

Meskipun teori entitas sangat cocok untuk akuntansi perusahaan, tetapi ada beberapa
pihak yang mempercayai bahwa hal itu dapat diterapkan untuk kepemilikan, kemitraan dan
bahkan untuk organisasi nirlaba, dengan menyediakan :
Akun-akun dan transaksi diklasifikasikan dan dianalisis dari sudut pandang
entitas sebagai unit operasi dan,
Prinsip dan prosedur akuntansi tidak disusun hanya untuk suatu kepentingan
tunggal.

Dalam teori entitas, focus dari persamaan akuntansi adalah aktiva dan ekuitas
kekayaan bersih pemilik bukkanlah konsep yang berarti, karena entitas adalah pusat
perhatian. Pemilik dan kreditur dipandang hanya sebagai pemilik modal, yaitu penyedia
dana. Persamaan akuntansinya adalah sebagai berikut :

Assets = Equities

Menurut Paton neraca menunjukan asset, yang menyatakan secara langsung nilai
dari entitas, dan ekuitas yang menyatakan nilai secara tidak langsung tetapi dengan jumlah
total yang sama. Jadi asset dan liabilitas adalah kewajiban dari perusahaan.
Pendapatan, dalam teori entitas didefinisikan sebagai aliran masuk asset akibat
adanya transaksi perusahaan dan pengeluaran terkait dengan biaya asset terkait dan jasa lain
yang digunakan oleh perusahaan dalam menghasilkan pendapatan dalam waktu tertentu.
Pendapatan menambah asset yang dimiliki perusahaan dan sebaliknya pengeluaran
mengurangi asset perusahaan, maka dari itu akuntansi sebaiknya menjelaskan konsep
bahwa pendapatan dan pengeluaran menjelaskan pada perubahan asset yang dimiliki
perusahaan.

B. Liabilities and Owners Equity

2.3.1 Definisi Liabilities

9
A liability is a present obligation of the entity arising from past events, the
settlement of which is expected to result in an outflow from the entity of resources
embosying economic benefit.- IASB Framewok paragraph 49 (B)

Dapat disimpulkan bahwa kewajiban yang muncul dari kejadian dimasa lalu atau
dalam kata lain sebagai pengorbanan ekonomi yang akan terjadi di masa depan.

2.3.2 Present Obligation

Definisi dari IASB Framework menyatakan bahwa liabilitis diharapkan dapat


menyebabkan terjadinya outflow dari manfaat ekonomi. Hal yang mendasari ini adalah
bahwa obligasi telah ada dalam hubungannya pengorbanan di masa depan.

2.3.3 Liability Recognition

Kewajiban ditentukan menggunakan dasar apakah terdapat tuntutan hukum terhadap


entitas untuk memenuhi kewajiban tersebut. Jika definisi kewajiban telah dikatahui maka
seorang akuntan memerlukan suatu aturan mengenai pengakuan kewajiban. Dengan kriteria
yang perlu dipertimbangkan adalah :

Ketergantungan terhadap peraturan

Penetapan subtansi ekonomi dari suatu peristiwa

Kemampuan untuk mengukur nilai suatu kewajiban

Pengguna prinsip konservatif

2.3.4 Liability Measurement

Dalam IFRS, metode perhitungan untuk liabilities yang sering digunakan adalah
historical cost ( atau modified historical cost). Dalam kaitannya dengan IFRS 16 Leases,
IFRS 2 Share-based payment dan IFRS 3 Business combinations, perhitungan Fair Value
digunakan untuk awal pengukuran dari transaksi yang melibatkan liabilities.

10
Sedangkan di dalam IAS 17 ( Paragraf 25) dikatakan bahwa saldo kewajiban
berdasarkan metode suku bunga efektif amortisasi. Tabel berikut menunjukan variasi dalam
metode perhitungan yang dipakai dalam IFRS untuk metode perhitungan liability secara
berkelanjutan.

Subsequent measurement of liabilities in IFRS consolidated financial statements

Usual measurement basis Fair Value option


allowed by IFRS and
adopted in practice

Non-current liabilities

Long-term borrowing Amortised Cost No

Finance lease obligationn Amortised Cost No

Defined benerfit post Present value of expected No


employment obligation payments less fair value of
plan assets

Deffered tax Expected payments No

Long-term provision Present value of expected No


payments

Current liabilities

Derivatives Fair value -

11
Short-term borrowings Amortised Cost No

Current portion of long-term Amortised Cost No


borrowing

Other financial liabilities Amortised Cost Yes

Current tax payable Expected payments No

Trade Payables Amortised Cost No

Short-term provisions Expected payments No

2.4 Employee benefits pension ( superannuation) plans


Dana pension adalah entitas yang legal yang terpisah dari perusahaan penyedia
kerja, sebuah rencana pension yang unfunded bukan menjadi kewajiban dari penyedia
kerja untuk membayarnya, akan tetapi perusahaan memiliki equitable obligation untuk
memenuhi unfunded commitments. Ada tiga jenis pendanaan pension yaitu :
1. Fully Funded : kas atau investasi yang cukup untuk memenuhi kewajiban
pendanaan
2. Partially Funded : kas atau investasi hanya memenuhi sebagian dari
kewajiban pendanaan
3. Unfunded : tidak mempunyai kas atau investasi untuk menutupi
pembayaran sesuai rencana pension.

2.5 Provisions and contingences


Provisi di definisikan dalam PSAK 57 sebagai liabilitas yang waktu atau
jumlahnya belum pasti ( Paragraf 10 )
PSAK 57 menetapkan bahwa provisi harus di akui apabila ( paragraph 14):

12
Perusahaan memiliki kewajiban kini ( baik bersifat hukum maupun
konstruktif) sebagai akibat peristiwa masa lalu.
Besar kemungkinan (probable) penyelesaian kewajiban tersebut
mengakibatkan arus keluar sumber daya ; dan
Estimasi yang andal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat
PSAK 57 menolak mengakui provisi apabila hanya untuk tujuan manajemen
semata, provisi diakui hanya apabila suatu perusahaan tidak memiliki alternative realistis
lainnya untuk menyelesaikan kewajiban yang tiimbul dari peristiwa masa lalu yang
mengikat ( Paragraf 17)

Liabilitas kontingensi didefinisikan alam PSAK 57 sebagai (paragraph 10)

Kewajiban potensial yang timbul dari peristiwa masa lalu dan


keberadaanya menjadi pasti dengan terjadi atau tidak terjadinya suatu peristiwa
atau lebih dimasa depan, yang sepenuhnya tidak dalam kendali perusahaan
Kewajiban kini yang timbul sebagai akibat dari peristiwa masa lalu, tetapi
tidak diakui karena :
a) Tidak dapat kemungkinan besar perusahaan mengeluarkan
sumber daya yang mengandung manfaat ekonomis untuk
menyelesaikan kewajibannya
b) Jumlah kewajiban tidak bisa diukur secara andal

PSAK 57 menetapkan bahwa perusahaan tidak diperkenankan mengakui adanya


liabilitas kontijensi (paragraph 27), namun harus di ungkapkan dalam Catatan atas
laporan keuangan.

2.6 Owners Equity

Owners Equity adalah konsep dasar akuntansi ketiga yang diperoleh dalam
persamaan akuntansi. Owners Equity mewakili aktiva bersih. Berikut persamaan
akuntansi dari Owners Equity :

( P=A L)

Owners Equity mewakili entitas dari aktva bersih yang dimiliki oleh pemlik tanpa
ada obligasi yang harus dibayar dan mencerminkan bunga atau modal yang dimiliki
pemilik perusahaan.

13
Framework menjelaskan ekuitas di paragraf 49 (c):

Equity is the residual interest in the asset of the entity after deducting all its
liability.

Oleh karena hal tersebut, Owners Equity bukan sebuah obligasi untuk
perpindahan aset melainkan pengakuan atas residual yang tidak bisa ditentukan secara
terpisah antara aset dan liabilitas.

Dua fitur penting yang membedakan liability dan Owners Equity:

1. Hak dari pihak yang bersangkutan


2. Substansi ekonomi dari peraturan yang ada.

2.7 Right of The Parties

Hak-hak yang dimiliki oeh kreditor dan pemilik, didapatkan karena hukum atau
peraturan perusahaan terkait , Bagaimanapun dalam teori akuntansi, tidak peduli bagaimana
bentuk hukum sebuah organisasi, ekuitas diakui sebagai unit akuntabilitas. Oleh Karena Itu
kreditor meiliki klaim terhadap entitas yang juga asetnya. Berikut ini merupaan hak-hak
yang dimiliki oleh kreditor:

- Penyelesaian atas kliam kreitor dengan jangka waktu yang telah ditentukan,
melalui transfer aset (barang atau jasa)
- Penyelesaian klaim kreditor merupakan prioritas utama dibandingkan hak-hak
pemilik, jika terjadi likuidasi.

Harus diingat bahwa klaim yang dimiliki kreditor itu terbatas untuk jumlah tertentu
(yang mungkin berbeda-beda, sesuai dengan term of agreement ). Sebaliknya, pemilik hanya
memiliki residual interest, meskipun dengan ketentuan kontrak yang bereda, pemilik
memiliki prioritas yang berbeda dalam pengembalian modal(the return of the capital

2.8 Economic Subtances and Concept of Capital


Economic Subrances Liabilities and Owners equity merupakan klaim terhadap
entitas. Semua klaim terhadap entitas miliki resiko kerugian, namun resiko kerugian kreditor
sedikit lebih rendah dibandingkan resiko kerugian pemilik. Pemilik arus menanggung

14
kerugian yang berasal dari kegiatan perusahaan. Dibawah ini merupakan gambaran
hubungan antara subtansi Ekonomi ;

Right Economic Substance

Interest and Settlement/Particiation in profit Risk and Return

Use of asset Control


Concept of Capital Capital Maintenance adalah kebutuhan pemeliharaan modal yang
menuntut bahwa perusahaan keutuhan modal dasar. Kerangka mengakui bahwa baik atau
tidak perusahaan mempertahankan modal yang utuh merupakan fungsi tidak hanya dari
definisi ekuitas sebagai suatu kepentingan sisa dalam suatu entitas, tetapi juga konsep
modal. Modal dapat dikonseptualisasikan sebagai uang ditemukan atau ditemukan daya beli
(modal keuangan) atau sebagai kapasitas produktif dari entitas (modal fisik).

2.9 Classifications within Owners Equity


Pemisahan antara contributed dan earned capital ternyata berguna bagi para akuntan.
Contributed capital merupakan modal yang diserahkan secara langsung oeh pemilik kepada
keberlangsungan perusahaan (invested), sedangkan earned capital adalah modal yang berasal
dari profit.
2.10 Challenge For standar Setter

2.10.1 Debt and Equity Distinction

Saham yang telah diterbitan kepada investor termasuk bagian dari equity sedangkan
pinjaman dari kreditor dikelasifikasikan sebagai liabilities. Saham yang memiliki hybrid
instrument seperti saham preference yang diangggap sebagai bagian dari modal dan
diklasifikasin sebagai equity. Namun saham preference juga memiliki karakteristik yang
sesuai dengan liabilities yakni :

- Memiliki penerimaan yang tetap


- Tidak memiliki partisipasi dalam pembagian dividen lebih ke arah specified rate
- Memilki prioritas lebih utama dibandingkan dengan saham biasa dalam
pengembalian modal
- Pada umumnya tidak memiliki hak voting

Meskipun saham preference di klasifikasikan sebagai equity namun daham preference


juga memiliki definisi dari liabilities.

15
2.10.2 Extinguishing Debt

Jika kita berhutang lima kali angsuran sudah dilunasi dua kali kemudian perusahaan
mengalami likuiditas maka hutang-hutang perusahaan dianggap lunas dengan adanya
perjanjian muncul hutang baru.

2.10.3 Issue for Auditor

Auditor wajib mengumpulkan bukti bahwa account payable, accrual, dan other
liabilities disajikan secara benar. Auditor perlu mempertimbangkan kemungkinan terjadinya
penyimpanan waktu, dimana liability yang ada sebelum periode tidak dicatat oleh entitas
sampai dimulainya periode baru. Dengan uji cut off para auditor dapat mengumpulkan bukti
bahwa transaksi dicatat dalam periode yang tepat.

BAB 3

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

proprietary theory yaitu dimana pemilik menjadi pusat perhatian selain itu
pemilik modal lebih menekankan pada komponen laba rugi. Sedangkan Entity Theory
adalah Menekankan pada konsep kepengelolaan stewardship dan
pertanggungjawaban Accountability dimana bisnis peduli dengan keberlangsungan
usaha.
Dapat disimpulkan bahwa kewajiban yang muncul dari kejadian dimasa lalu atau dalam
kata lain sebagai pengorbanan ekonomi yang akan terjadi di masa depan.
Owners Equity bukan sebuah obligasi untuk perpindahan aset melainkan pengakuan atas
residual yang tidak bisa ditentukan secara terpisah antara aset dan liabilitas. Dan cara
membedakan liability dan owners equity : Hak dari pihak yang bersangkutan dan Substansi
ekonomi dari peraturan yang ada.

16
Sesuai dengan kriteria definisi dan pegakuan yang telah kita bahasa pada chapter ini,
saham yang telah diterbitkan kepada investor termasuk bagian dari equity sedangkan
pinjaman dari kreditor dikelasifikasikan sebagai liabilities.

DAFTAR PUSTAKA

Godfrey, Jayne, dkk . (2003). Accounting Theory, 7th Edition. Newyork :John wiley & Sons

Ryan, SG., Herz, Robert, dkk.Evaluation of the FASB's Proposed Accounting for financial instruments with
characteristics of liabilities, equity or both. Accounting Horizons: December 2001, Vol. 15, No. 4,
pp. 387400.

Juan, Ng eng., Wahyuni, Ersa Tri.,(2014). Panduan Praktis Standar Akuntansi Keuangan. Jakarta.Salemba
Empat

Rizki, Novita. 2014. Konsep Ekuitas Diambil dari:https://www.academia.edu/9750661/Konsep_Ekuitas.


(9 September 2017)

17
18