Anda di halaman 1dari 9

Tugas Review Jurnal Giftedness Dan Mental Retardasi

Disusun untuk memenuhi Tugas Individu Psikodiagnostika I

Disusun Oleh

Risdi Suyanto (16081209)

JURUSAN PSIKOLOGI FAKULTAS PSIKOLOGI


UNIVERSITAS MERCUBUANA YOGYAKARTA
2017
Review Jurnal Giftedness

Judul Strategi Orangtua dalamMengembangkanKreativitas


Anak Gifted
Jurnal JURNALPsikologi Pendidikan dan Perkembangan
Volume Volume 3, No. 3,
Tahun 2014
Penulis Hidayatul Masruroh
Iwan W. Widayat

Abstrak Jurnal yang berjudul Strategi Orangtua dalam


Mengembangkan Kreativitas Anak Gifted Hidayatul
Masruroh dan Iwan W. Widayat ini berisi Penelitian
yang bertujuan untuk mengetahui gambaran strategi
orangtua dalam mengembangkan kreativitas anak
gifted

Abstrak yang disajikan penulis hanya menggunakan


dua Bahasa yaitu Bahasa inggris (Bahasa Internasional)
dan Bahasa Indonesia. Secara keseluruhan isi dari
abstrak ini langsung menuju ke topic bahasan yang
dibahas dalam jurnal ini, yang menurut saya pembaca
menjadi mudah memahami jurnal ini.

Pendahuluan Didalam bagian pendahuluan ini pertama penulis


menyampaikan tentang anak gifted. Seperti anak gifted
ini biasanya mampu menguasai informasi baru
dengan sangat cepat, dan dapat menemukan jawaban
terhadap suatu masalah dengan baik (Distin dkk,
2006).

Dilanjutkan dengan bagian ke dua pendahuluan yaitu


tentang keberbakatan (giftedness) penulis memberikan
informasi seputar keberbakatan seperti Konsep
mengenai keberbakatan menunjukkan suatu
perkembangan dari pendekatan uni-dimensional ke
pendekatan multi - dimensional

Dilanjutkan dengan seputar kreativitas yang mana


penulis memberikan gambaran tentang kreativitas
seperti Kreativitas adalah kemampuan untuk berpikir
mengenai sesuatu dengan cara yang baru dan tidak
biasa serta memikirkan solusi-solusi unik terhadap
suatu masalah.

Dan pada bagian terakhir penulis memberikan


gambaran tentang Strategi Mengembangkan Kreativitas
seperti Strategi yang dapat di gunakan dalam
mengembangkan kreativitas adalah dengan
menggunakan konsep 4P: pribadi, pendorong, proses,
dan produk ( Rhodes, 1961 dalam Munandar, 2012).

Subjek dan Metode Penelitian ini dilakukan pada orangtua yang memiliki
anak gifted. Subjek penelitian terdiri dari 4 orangtua
yang memiliki anak gifted. Teknik pengumpulan data
dilakukan dengan wawancara, studi dokumen, serta
materi audio dan visual. Data yang dikumpulkan
kemudian dianalisis menggunakan metode analisis
tematik (data driven)
Hasil Penelitian Data yang didapatkan dari seluruh subjek menghasilkan
penemuan berbagai strategi yang dilakukan oleh
orangtua. Langkah awal yang dilakukan untuk
menemukan strategi orangtua dalam mengembangkan
kreativitas anak gifted dilakukan dengan
mengidentifikasi strategi dari masing-masing subjek.
Strategi yang diperoleh kemudian dibandingkan antara
satu subjek dengan subjek yang lain untuk melihat
persamaan atau pola. Selanjutnya diciptakan tema
yang mewakili strategi yang dilakukan oleh masing-
masing subjek. Strategi-strategi yang ditemukan
adalah sebagai berikut.
1. Aktivitas Eksplorasi Umum
2. Aktivitas Pilihan Individu
3. Proyek Individu
4. Bertukar ide
5. Penyediaan fasilitas
6. Pendorong
7. Apresiasi
Pembahasan 1. Aktivitas Eksplorasi Umum
Klein (2007) menyatakan bahwa hanya memiliki
potensi saja tidak cukup. Orangtua perlu
memastikan bahwa anak memiliki pengalaman
yang kaya. Begitu juga dengan anak gifted,
orangtua perlu memberikan pengalaman kepada
anak agar potensi yang dimilikinya, termasuk
potensi kreatif dapat berkembang. Aktivitas
pengayaan di luar, seperti pergi ke toko buku,
petualangan wisata, akan berpengaruh terhadap
berkembangnya potensi anak.
2. Aktivitas Pilihan Individu
Anak diberi kebebasan untuk melakukan sesuatu
sesuai dengan minatnya dan hal ini akan
mendorong untuk menemukan hal-hal baru.
3. Proyek Individu
Proyek individu akan membuat anak merasa
tertantang untuk menyelesaikannya dan juga
memberikan kesempatan kepada mereka untuk
melakukan eksplorasi terhadap berbagai hal (Bets
& Neihart, 2010).
4. Bertukar ide
Santrock (2009) menjelaskan bahwa bertukar ide
merupakan teknik untuk mendorong individu
untuk menemukan ide-ide kreatif dan mengatakan
apa saja yang muncul dalam pikiran yang tampak
relevan terhadap persoalan tertentu.
5. Penyediaan fasilitas
Anak dapat dirangsang untuk melibatkan dirinya
dalam kegiatan kreatif dengan mengusahakan
sarana dan prasarana yang diperlukan.
6. Pendorong
Adanya lingkungan yang mendukung dan
menghargai kreativitas akan memungkinkan
kreativitas individu dapat berkembang.
7. Apresiasi
Munandar ( 201 2) menj el as kan bahwa orangtua
hendaknya menghargai apapun produk kreativitas
yang dihasilkan oleh anak dan
mengkomunikasikannya kepada orang lain,
Simpulan Pada bagian kesimpulan, penulis menyimpulkan bahwa
terdapat tujuha strategi yang dilakukan oleh orang tua
dalam mengembangkan kreativitas anak gifted.
Tujuh strategi yang dimaksud adalah sebagai berikut: 1)
Aktivitas Eksplorasi Umum; 2) Aktivitas Pilihan
Individu; 3) Proyek Individu; 4) Bertukar Ide; 5)
Penyediaan Fasilitas; 6) Pendorong; dan 7)
Apresiasi.
Kekuatan Penelitian Teori dan model analisis yang diguakan tepat
Bahasa yang digunakan oleh penulis mudah dipahami
maksud dan tujuannya oleh pembaca. Analisisnya
sangat rinci dan mudah dipahami
Kelemahann Penulis kurang lengkap dalam menyimpulkan
Penelitian keseluruhan isi dari jurnal ini.
penulis kurang detail dalam memberikan hasil yang
didapat dalam melakukan penelitiannya.
Review Jurnal Mental Retardasi

Judul Resiliensi Orang Tua Dalam Membesarkan Anak


Retardasi Mental
Jurnal Jurnal Spirits
Volume Vol. 2 No. 1
Tahun 2011
Penulis Sekar Ayu Wijayani dan Hafsah Budi A

Abstrak Jurnal yang berjudul Strategi Orangtua dalam


Mengembangkan Kreativitas Anak Gifted Hidayatul
Masruroh dan Iwan W. Widayat ini berisi Penelitian
yang bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh
kebahagiaan orang tua terhadap anak mereka yang
mengalami keterbelakangan mental.

Abstrak yang disajikan penulis hanya menggunakan


Bahasa inggris (Bahasa Internasional)
Pendahuluan Didalam bagian pendahuluan ini pertama penulis
menyampaikan tentang Anak adalah anugerah yang
diberikan oleh Tuhan, yang harus dijaga, dirawat, dan
diberi bekal sebaik-baiknya, bagaimanapun kondisi
anak tersebut ketika dilahirkan.

Dilanjutkan dengan bagian ke dua pendahuluan yaitu


tentang retardasi mental penulis memberikan informasi
seputar retardasi mental seperti Retardasi mental atau
disebut juga tunagrahita adalah istilah yang digunakan
untuk menyebut anak yang mempunyai kemampuan
intelektual di bawah rata-rata.

Dilanjutkan dengan seputar resiliensi yang mana


penulis memberikan gambaran tentang kreativitas
seperti Resiliensi berarti kemampuan untuk pulih
kembali dari suatu keadaan, kembali ke bentuk semula
setelah dibengkokkan, ditekan, atau diregangkan.

Subjek dan Metode Subjek Penelitian. Subjek dalam penelitian ini adalah
empat orang ibu yang mempunyai anak retardasi
mental. Metode yang digunakan teknik wawancara dan
observasi.
Hasil Penelitian Hasil penelitian, ditemukan bahwa masing-masing
subjek orang tua mempunyai resiliensi yang berbeda
selama membesarkan anak retardasi mental.
Dalam aspek karakteristik resiliensi terdapat tujuh
kategoriyang mempengaruhi resiliensi.
Pembahasan dari hasil pmnelitian peneliti menemukan fakta-fakta
baru yaitu keluarga merupakan salah satu faktor yang
sangat berpengaruh dalam meningkatkan resiliensi
orang tua yang memiliki anak retardasi mental.
Selain itu fakta lain yang ditemukan ialah bahwa orang
tua harus dapat berfikir kreatif dalam menghadapi anak.
Dan juga ditemukan bahwa dengan berkonsultasi
dengan orang lain dan ahli-ahli terkait, dapat
meningkatkan pengetahuan orang tua seputar
perkembangan anak.
Simpulan Resiliensi dapat berperan dalam membesarkan anak
retardasi mental. Hasil analisis data dapat disimpulkan
bahwa secara umum keempat subjek mampu menerima
dan mengakui kondisi anak dengan baik, serta selalu
berusaha membangun hubungan yang baik dengan
anak.
Kekuatan Penelitian Bahasa yang digunakan oleh penulis mudah dipahami
maksud dan tujuannya oleh pembaca.
Kelemahann Analisis yang dilakukan penulis kurang lengkap.
Penelitian

Anda mungkin juga menyukai