Anda di halaman 1dari 12

KERANGKA ACUAN KERJA

STUDI KELAYAKAN PEMBANGUNAN JALAN LINGKAR LUAR 3 KM

1. Latar Belakang Pembangunan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) perlu


diarahkan pada pemanfaatan ruang secara bijaksana, berdaya guna,
dan berhasil guna dengan berpedoman pada kaidah penataan ruang
sehingga kualitas ruang dapat terjaga keberlanjutannya demi
terwujudnya kesejahteraan umum, keadilan sosial, dan kelestarian
lingkungan.
Kebijakan pengembangan prasarana wilayah Provinsi Nusa
Tenggara Timur (NTT) diarahkan pada pengembangan dan penataan
sistem jaringan prasarana utama transportasi, jaringan prasarana
lainnya, dan infrastruktur untuk peningkatan layanan masyarakat dan
menghindari disparitas perkembangan antar kawasan. Salah satu
kebijakan untuk mencapai tujuan dimaksud adalah dengan penyediaan
prasarana dan sarana yang terintegrasi. Salah satu strateginya yaitu
mengembangkan sistem prasarana utama berupa jaringan transportasi
jalan raya dalam mendukung pertumbuhan dan pemerataan
pembangunan.
Pergerakan di dalam dan antar kawasan atau wilayah sangat tinggi
ditandai dengan adanya pergerakan rutin harian seperti kegiatan
pendidikan, ditambah dengan pergerakan antar kawasan permukiman,
pergerakan bisnis, pergerakan wisata dan pergerakan lainnya. Hal ini
menimbulkan potensi kemacetan yang semakin lama semakin tinggi
intensitasnya. Untuk mengurai potensi kemacetan yang dimaksud,
maka Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berupaya
menyediakan akses alternatif pergerakan antar kawasan, salah satunya
melalui pembangunan jalan lingkar luar sepanjang 3km.
Pembangunan jaringan jalan baru ini nantinya akan merangsang
pertumbuhan ke kawasan-kawasan tersebut, serta distribusi pusat-
pusat kegiatan secara menyebar agar perkembangan sub BWP tidak
terpusat pada kawasan-kawasan tertentu saja.
Mengingat pentingnya prasarana jalan lingkar bagi kehidupan
manusia, maka harus ditinjau kelayakan konstruksi jalan tersebut,
dalam hubungannya dengan kapasitas, fungsi dan kelas jalan sesuai
dengan tingkat pelayanan dan kemampuannya dalam menerima
beban. Studi Kelayakan ini diperlukan untuk mendorong terciptanya
optimalisasi dan efisiensi anggaran pembangunan melalui suatu
teknik perencanaan yang terstruktur dan terukur. Fungsinya untuk
mengidentifikasi alternatif solusi dengan menilai tingkat kelayakan
dan membandingkan kinerja ekonomis suatu alternatif terhadap
alternatif yang lain.
2. Maksud dan Tujuan Maksud dari kegiatan ini adalah mengidentifikasi kelayakan
teknis, ekonomi dan sosial, dalam rangka pembangunan jalan lingkar
luar sepanjang 3km.
Sedangkan Tujuan dari kegiatan ini adalah mengetahui kelayakan
teknis pembangunan, kelayakan lingkungan dan sosial pembangunan,
kelayakan ekonomis pembangunan dan mendapatkan rekomendasi
kebijakan pembangunan jalan lingkar luar sepanjang 3km.
3. Sasaran Sasaran yang hendak diperoleh dari kegiatan ini adalah
tersedianya dokumen kelayakan pembangunan jalan lingkar luar
sepanjang 3 km, sehingga nantinya dapat bermanfaat untuk
memberikan arahan alternatif dalam pembangunan jalan lingkar luar
dengan mempertimbangkan aspek teknis, ekonomi , dan lingkungan.
4. Lokasi Kegiatan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)
5. Sumber Pendanaan
6. Nama dan Nama Pejabat Pembuat Komitmen:
Proyek/Satuan Kerja
Proyek/Satuan Kerja:
Pejabat Pembuat
Komitmen
DATA PENUNJANG
7. Data Dasar a. Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur
Tahun 2010-2030;
b. Rencana Detail Tata Ruang Kota dan Peraturan Zonasi;
c. Dokumen perencanaan lain yang terkait.
8. Referensi Hukum Landasan hukum yang dipergunakan dalam kegiatan ini adalah
sebagai berikut:

1. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan


Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007
Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4725);
2. Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor
132, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
2004);
3. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas
dan Angkutan Jalan (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2009 Nomor 96, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 5025);
4. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan
Tanah Bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 22,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
5280);
5. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2014 tentang
Pengelolaan Barang Milik Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2014 Nomor 92);
6. Peraturan Presiden Nomor 40 Tahun 2014 tentang Perubahan
Atas Peraturan Presiden No. 71 Tahun 2012 tentang
Penyelenggaraan Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan untuk
Kepentingan Umum(Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2014 Nomor 94, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4242);
7. Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2009 tentang Pedoman
Pengelolaan Kawasan Perkotaan;
8. Peraturan Pemerintah Nomor 32 tahun 2011 tentang
manajemen dan rekayasa, Analisis Dampak, Serta Manajemen
Kebutuhan Lalu Lintas;
9. Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2013 tentang Program
Dekade Aksi keselamatan Jalan;
RUANG LINGKUP

8. Lingkup Kegiatan 1. Formulasi Kebijakan perencanaan


a. Kajian tentang kebijakan dan sasaran perencanaan
b. Kajian tentang lingkungan dan tata ruang
c. Kajian tentang pengadaan tanah
d. Formulasi alternatif solusi
2. Aspek Teknis
a. Lalu lintas
b. Topografi
c. Geometri
d. Geologi dan Geoteknik
e. Perkerasan jalan
f. Hidrologi dan Drainase
g. Struktur Jembatan
3. Aspek lingkungan dan keselamatan
a. Lingkungan biologi
b. Lingkungan fisika kimia
c. Lingkungan sosial, ekonomi dan budaya
d. Keselamatan Jalan
4. Aspek ekonomi
a. Biaya-biaya proyek
1). Biaya pengadaan tanah
2). Biaya administrasi dan sertifikasi
3). Biaya perancangan
4). Biaya konstruksi
5). Biaya supervise
6). Biaya komponen bukan biaya proyek
7). Nilai sisa konstruksi
b. Manfaat proyek
1). Penghematan biaya operasi kendaraan
2). Penghematan nilai waktu perjalanan
3). Penghematan biaya kecelakaan
4). Reduksi perhitungan total penghematan biaya
5). Pengembangan ekonomi
6). Penghematan dalam pemeliharaan jalan

5. Aspek lain-lain
6. Evaluasi Kelayakan Ekonomi
a. Gambaran umum evaluasi kelayakan ekonomi
b. Analisis benefit cost ratio (B/C-R)
c. Analisis net Present Value (NPV)
d. Analisis Economic Internal Rate of return (EIRR)
e. Analisis first year rate of return (FYRR)
f. Analisis kepekaan (sensitivity analysis)

7. Pemilihan alternatif dan Rekomendasi


9. Keluaran Keluaran dari kegiatan Penyusunan Studi Kelayakan Pembangunan
Jalan Lingkar Luar 3 Km meliputi :

1. Pelaporan, yang dijelaskan lebih detail pada angka 15 dan 16


Kerangka Acuan Kerja ini; dan
2. Draft Surat Keputusan Gubernur tentang Penetapan Lokasi
untuk alternatif terpilih.
10. Peralatan, Material, a. Dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW);
Personil dan Fasilitas
b. Dokumen Rencana Rinci (Kawasan Strategis dan RDTRK,
dari Pejabat Pembuat
Komitmen beserta Peraturan Zonasi);
c. Dokumen perencanaan lainnya yang terkait;
d. Data Dasar terkait;
e. Tim Teknis yang akan memberikan pendampingan dan
pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan oleh penyedia jasa;
f. Fasilitas, meliputi : tempat dan waktu untuk keperluan
koordinasi, diskusi dan atau pemaparan hasil pekerjaan.

11. Peralatan dan Material Peralatan dan material yang disediakan penyedia jasa setidaknya
dari Penyedia Jasa
meliputi :
Konsultansi
- Kantor
- Komputer PC / Notebook
- Printer

12. Jangka Waktu 2 (dua) bulan atau 60 hari terhitung sejak diterbitkan Surat Perintah
Penyelesaian Kegiatan
Mulai Kerja (SPMK) dari Pejabat Pembuat Komitmen.
13. Personil Penyedia Jasa Konsultansi berkewajiban membentuk Tim
Penyusun yang secara fungsional dapat langsung berhubungan
dengan pemberi tugas dalam rangka penyelesaian produk rencana.
Adapun tim penyusun terdiri atas :

1. Team Leader/Tenaga Ahli Teknik Sipil Transportasi


(S1 atau S2 Teknik Sipil Transportasi),dengan ketentuan
: S-1 dengan pengalaman kerja 6 tahun (72 bulan kerja
tanpa overlap antara satu pekerjaan dengan pekerjaan
lainnya) atau S-2 dengan pengalaman kerja 2 tahun (24
bulan kerja tanpa overlap antara satu pekerjaan dengan
pekerjaan lainnya) yang ditunjukkan dengan referensi
kerja;
2. Tenaga Ahli Teknik Sipil (S1 atau S2 Teknik
Sipil),dengan ketentuan: S-1 dengan pengalaman kerja 5
tahun (60 bulan kerja tanpa overlap antara satu pekerjaan
dengan pekerjaan lainnya) atau S-2 dengan pengalaman
kerja 1 tahun (12 bulan kerja tanpa overlap antara satu
pekerjaan dengan pekerjaan lainnya) yang ditunjukkan
dengan referensi kerja;
3. Tenaga AhliTeknik Perencanaan Wilayah dan Kota(S1
atau S2Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota),dengan
ketentuan : S-1 dengan pengalaman kerja 5 tahun (60
bulan kerja tanpa overlap antara satu pekerjaan dengan
pekerjaan lainnya) atau S-2 dengan pengalaman kerja 1
tahun (12 bulan kerja tanpa overlap antara satu pekerjaan
dengan pekerjaan lainnya) yang ditunjukkan dengan
referensi kerja;
4. Tenaga Ahli Teknik Geodesi (S1 atau S2 Teknik
Geodesi),dengan ketentuan : S-1 dengan pengalaman kerja
5 tahun (60 bulan kerja tanpa overlap antara satu
pekerjaan dengan pekerjaan lainnya) atau S-2 dengan
pengalaman kerja 1 tahun (12 bulan kerja tanpa overlap
antara satu pekerjaan dengan pekerjaan lainnya) yang
ditunjukkan dengan referensi kerja;
5. Tenaga Ahli Teknik Lingkungan (S1 atau S2 Teknik
Perencanaan Wilayah dan Kota),dengan ketentuan : S-1
dengan pengalaman kerja 5 tahun (60 bulan kerja tanpa
overlap antara satu pekerjaan dengan pekerjaan lainnya)
atau S-2 dengan pengalaman kerja 1 tahun (12 bulan kerja
tanpa overlap antara satu pekerjaan dengan pekerjaan
lainnya) yang ditunjukkan dengan referensi kerja;
6. Tenaga Ahli Ekonomi Pembangunan (S1 atau S2 Ilmu
Ekonomi/Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan),dengan
ketentuan : S-1 dengan pengalaman kerja 5 tahun (60
bulan kerja tanpa overlap antara satu pekerjaan dengan
pekerjaan lainnya) atau S-2 dengan pengalaman kerja 1
tahun (12 bulan kerja tanpa overlap antara satu pekerjaan
dengan pekerjaan lainnya) yang ditunjukkan dengan
referensi kerja;
7. Tenaga Ahli Sosial (S1atau Sosiologi/FISIP/Sospol),
dengan ketentuan : S-1 dengan pengalaman kerja 5 tahun
(60 bulan kerja tanpa overlap antara satu pekerjaan dengan
pekerjaan lainnya) atau S-2 dengan pengalaman kerja 1
tahun (12 bulan kerja tanpa overlap antara satu pekerjaan
dengan pekerjaan lainnya) yang ditunjukkan dengan
referensi kerja;
8. Tenaga Pendukung :
Tenaga Administrasi
Tenaga CAD/ArcGIS
Tenaga Surveyor

14. Pekerjaan dilaksanakan selama 60 (Enam puluh) hari Kalender


Tahapan Pelaksanaan
Pekerjaan dengan tahapan sebagai berikut :

1. Persiapan Pekerjaan
a. Pembuatan laporan pendahuluan yang berisi penyusunan
Rencana Kerja, metodologi Pelaksanaan, selanjutnya tim
penyusun membuat jadwal Rencana Kerja, sehingga seluruh
ruang lingkup pekerjaan sesuai kurun waktu yang ditentukan;
b. Pengumpulan data sekunder berupa dokumen kebijakan
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT);
c. Pengumpulan data primer berupa data hasil survey teknis
lokasi untuk seluruh alternatif;
d. Penyiapan personil, bahan dan peralatan yang memadai baik
dari segi kuantitas maupun kualitasnya. Personil dengan
kualifikasi yang sudah ditetapkan pada Kerangka Acuan Kerja
(KAK) ini harus tersedia dan dapat bekerja penuh waktu (full
time) sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
e. Penyiapan Buku Data dan Formulir Survey dibuat selengkap
mungkin sesuai kebutuhan di lapangan dengan
dikonsultasikan dengan Tim Teknis terlebih dahulu.
f. Review Hasil Survey teknis.
2. Review Hasil Survey Teknis :
a. Pembuatan Laporan Antara yang berisi penyajian Fakta dan
Analisa Hasil Survey untuk seluruh alternatif;
b. Penyusunan Buku Dokumentasi dan pengukuran untuk semua
alternatif;
c. Analisis Kelayakan ditinjau dari seluruh aspek, sebagaimana
telah dijelaskan detail pada angka 10 Kerangka Acuan Kerja
ini.
3. Analisis Kelayakan :
a. Pembuatan Laporan Akhir, dengan outline minimal sebagai
berikut :
Bab 1 : Pendahuluan
- Latar Belakang
- Maksud dan Tujuan
- Lingkup pekerjaan
- Metodologi dan pendekatan studi
Bab 2 : Kajian Kebijakan Perencanaan
- Kajian tentang kebijakan tata ruang dan sasaran
perencanaan
- Kajian tentang kebijakan transportas eksternal dan
internal
Bab 3 : Gambaran Umum Wilayah Studi
- Topografi
- Geografis
- Demografi
- Geologi dan geoteknik
- Hidrologi dan drainase
- Aspek kewilayahan
Bab 4 : Lalu lintas dan alternatif trase
- Kajian kinerja jaringan jalan
- Survei dan Analisis lalu lintas
- Survei kecepatan perjalanan
- Alternatif trase akses/jalan baru
- Peramalan tingkat pelayanan akses / jalan baru
- Peramalan pergeseran pergerakan / penggunaan jalan
baru (lalulintas teralih/diverted traffic) untuk masing-
masing trase
Bab 5 : Rekayasa Jalan Raya
- Konsep dan standar perencanaan
- Perencanaan geometri
- Perencanaan perkerasan jalan
- Perencanaan bagian-bagian jalan
Bab 6 : Kajian kebijakan perencanaan pengembangan
jaringan jalan
- Identifikasi ruang yang terkena dampak pengadaan
tanah dan pembiayaan pengadaan tanah pada semua
alternatif trase
- Kajian tentang lingkungan dan tata ruang pada semua
alternatif trase
Bab 7 : Aspek Lingkungan dan keselamatan
- Lingkungan biologi
- Lingkungan fisika kimia
- Lingkungan sosial, ekonomi dan budaya
- Keselamatan jalan
Bab 8 : Aspek ekonomi
- Biaya-biaya proyek
- Manfaat proyek
Bab 9 : Aspek lain-lain
Bab 10 : Evaluasi kelayakan ekonomi
- B/C-R
- NPV
- EIRR
- FYRR
- Analisis Kepekaan
Bab 11 : Pemilihan alternatif
Bab 12 : Kesimpulan dan Rekomendasi
Bab 13 : Peritungan Pra Detail Engineering Design Alternatif
Terpilih :
- Gambar Teknis
- Perhitungan Volume
- Analisis Harga Satuan
- Rencana Anggaran Biaya

b. Pembuatan Album peta seluruh alternatif dan gambar rencana


teknis alternatif terpilih
4. Serah terima Hasil Pekerjaan
LAPORAN
15. Adapun spesifikasi buku laporan pendahuluan adalah sebagai
Laporan Pendahuluan
berikut:
Judul Buku : Laporan Pendahuluan
Jumlah Buku : 5 Eksemplar Draft Laporan Pendahuluan yang
diserahkan sebelum pembahasan dan 10
Eksemplar Laporan Pendahuluan yang
diserahkan setelah revisi hasil pembahasan.
Ukuran Buku : A4 (29,7 cm X 21,5 cm)
Pengetikan : 1,5 spasi pada kertas HVS putih polos
16. Adapun spesifikasi buku Laporan Antara adalah sebagai berikut :
Laporan Antara
Judul Buku : Laporan Antara
Jumlah Buku : 5 Eksemplar Draft Laporan Antara yang
diserahkan sebelum pembahasan dan 10
Eksemplar Laporan Antara yang diserahkan
setelah revisi hasil pembahasan
Ukuran Buku : A4 (29,7 cm X 21,5 cm)
Pengetikan : 1,5 spasi pada kertas HVS putih polos
17. Adapun spesifikasi buku Laporan Akhir :
Laporan Akhir
Judul Buku : Laporan Akhir
Jumlah Buku : 5 Eksemplar Draft Laporan
Akhiryang diserahkan sebelum pembahasan
dan 10 Eksemplar Laporan Akhiryang diserahkan
setelah revisi hasil pembahasan
Ukuran Buku : A4 (29,7 cm X 21,5 cm)
Pengetikan : 1,5 spasi pada kertas HVS putih
polos
18. Adapun spesifikasi buku Laporan Akhir :
Album Gambar
Judul Buku : Laporan Akhir
Jumlah Buku : 5 Eksemplar Draft Laporan
Akhiryang diserahkan sebelum pembahasan
dan 10 Eksemplar Laporan Akhiryang diserahkan
setelah revisi hasil pembahasan
Ukuran Buku : A4 (29,7 cm X 21,5 cm)
Pengetikan : 1,5 spasi pada kertas HVS putih
polos
Merupakan back- up seluruh pelaporan dan presentasi pembahasan
Cakram Padat /
Compact Disk sebanyak 5 keping.