Anda di halaman 1dari 6

Studi Kasus Quick Chicken

By Rama P. Renspandy / Magister Manajemen Unair

QUICK CHICKEN adalah Perusahaan Waralaba/Franchise yang bergerak di bidang Fast Food
Restaurant, dengan produk unggulan fried chicken, burger, steak dan chinese food, dengan konsep
menyajikan makanan yang sehat, berkualitas, halal dengan cita rasa yang khas, harga terjangkau
bagi semua kalangan masyarakat yang diolah dangan bumbu pilihan.

Quick Chicken berdiri pada tahun 2000 gerai pertama adalah di Demangan - Jogjakarta,
setelah melalui uji coba beberapa sistem yang diterapkan di gerai, maka diperoleh sistem yang
tepat. Atas saran dan permintaan beberapa relasi bahwa Quick Chicken sudah layak untuk di
Franchise-kan, maka pada tahun 2008 hingga saat ini Quick Chicken mulai di franchise-kan dengan
sistem Gethok Tular (word of mouth). Pada pertengahan tahun 2008 jumlah gerai Quick Chicken
sebelum di franchise-kan berjumlah 22 gerai, dan sampai dengan Juli 2010 jumlah gerai Quick
Chicken mencapai + 92 gerai.

Visi
- Menciptakan Pengusaha-pengusaha baru
- Menjadikan Quick Chicken sebagai Restoran Fast Food yang terbaik dan terkenal
- Menciptakan peluang kerja seluas-luasnya.

Misi
- Membuat paket Franchise yang terjangkau.
- Membuka gerai di setiap wilayah dengan standard Disiplin, Quality, Service dan
- Cleanliness yang baik
- Mencapai sukses bersama semua pihak yang terlibat dalam usaha Quick Chicken

Tagline

RENYAH HARGANYA, SERENYAH AYAMNYA


Analisa Strategi Pemasaran

Adapun strategi pemasaran Quick Chicken di pasar fast food meliputi strategi STP
(segmenting, targeting, dan positioning), marketing mix, dan strategi lainnya.

Strategi STP

Berikut adalah strategi STP yang digunakan oleh Quick Chicken

Segmenting& Targeting

Segmentasi pasar adalah proses membagi pasar keseluruhan suatu produk atau jasa ke dalam
beberapa segmen. Dengan melakukan segmentasi pasar, pemasaran akan lebih terarah dan efektif
sehingga dapat memberikan kepuasan kepada konsumen.

Beberapa variable segmentation dan targeting yang dilakukan Quick Chicken antara lain

a. Geografis
Secara geografis, perusahaan tidak memiliki segmen wilayah yang sepsifik. Berangkat dari
gerai awal di Jogja, kini perusahaan dengan konsep franchise nya, membuka gerai
sebanyak-banyaknya di seluruh Indonesia. Akan tetapi jika dilihat dari sebaran took yang
ada, Quick Chicken memiliki segmen lebih kuat di wilayah suburb / rural (pinggiran kota).
Mengingat modal yang dibutuhkan untuk membuka gerai cukup murah, sehingga
memudahkan masyarakat untuk memperoleh produk, dan menambah coverage
perusahaan. Saat ini, Quick Chicken seperti yang dilansir dari laman resminya, memiliki
jangkauan di lebih dari delapan pulau, tujuh belah provinsi, dan lebih dari 220 outlet di
seluruh Indonesia.

b. Demografis
Adapun segmen yang disasar oleh Quick Chicken dari segi demografis antara lain anak-
anak, remaja, dan keluarga. Selain itu, dengan menyajikan menu lebih ekonomis,
perusahaan lebih focus untuk menyasar segmen masyarakat kelas menengah ke bawah.

Positioning

Quick Chicken memposisikan diri sebagai altenatif fast food dengan harga yang terjangkau. Selain
itu perusahaan berinovasi menghadirkan menu kombinasi antara makanan khas western fast food
dengan menu khas local sebagai pembeda dari fast food lainnya. Salah satunya adalah dengan menu
American Penyet.
Marketing Mix (4P)

Buaran pemasaran atau marketing mix dari Quick Chicken adalah sebagai berikut;

Product Place
Produk yang ditawarkan tidak jauh berbeda Perubahan konsep cabang dari outlet toko ke
dengan fast food pada umumnya, seperti pake container food stand membuat Quick Chicken
hemat nasi + ayam + minum, quick burger, mampu merambah lokasi yang terpelosok
quick spagethi, dan beberapa menu andalan sekalipun. Outlet container yang baru juga
seperti American penyet. Selain itu, banyak terlihat di perumahan. Beberapa
perusahaan berinovasi seperti McDonalds strategi marketing yang dilakukan juga
dengan McCafe nya dengan meluncurkan menyesuaikan dengan segement keluarga.
Qucik Coffee. Hal ini untuk memperkuat posisi
perusahaan di segement remaja.

Price Promotion
Dari segi harga, Quick Chicken mampu Beberapa konsep promosi yang dilakukan
menawarkan harga yang jauh lebih kompetitif Quick Chicken antara lain student discount
dibanding kompetitornya. Dengan biaya untuk outlet dekat dengan kampus dan
investasi dan operasional yang rendah, sekolah. atau promo pada season tertentu
kerjasama dengan vendor untuk bundling seperti menu berbuka saat Ramadan.
paket, membuat perusahaan percaya diri
dengan price nya yang below average.

Strategi Lainnya

Selain itu, Quick Chicken juga menerapkan strategi lainnya seperti mencetak rekor muri untuk
pembukaan gerai terbanyak dalam satu hari. Hal ini terbukti cukup viral dan meningkatkan brand
awareness Qucik Chicken yang tengah berganti konsep baru dan bahkan juga logo.

Strategi Menghadapi Fast Food Giants

Strategi yang dilakukan Quick Chicken dalam menghadapi pemain-pemain besar seperti KFC,
McDonalds, Texas Chicken, dan lainnya antara lain;

a. Membuka gerai lebih banyak untuk menjangkau lebih banyak segmen remaja dan keluarga.
Konsep ini membuat coverage Quick Chicken jauh lebih besar dibandingkan pemain besar
yang notabene memiliki gerai terbatas lebih banyak di mall dan berlokasi di kota-kota besar
saja.
b. Membuat menu dengan kearifan lokal dan lebih beragam sepeti American Penyet, dan Nasi
Goreng.
c. Meniru konsep McDonalds dan KFC untuk menghadirkan stand Quick Coffee.
d. Menawarkan opsi dengan franchise (ada royalty fee)atau syariah (profit sharing), membuat
investor lebih fleksibel dan tertarik untuk menanamkan modalnya.

Referensi

https://www.franchiseglobal.com/quick-chicken-kian-agresif-kembangkan-cabang.phtml

http://www.quickchickenid.com/

http://peluangusaha.kontan.co.id/news/bisnis-ayam-goreng-masih-renyah-1