Anda di halaman 1dari 13

BAB IV

ELEKTROPLATING BAJA ST-37


4.1 Tujuan Praktikum
1. Memahami penerapan reaksi elektrolisis dalam kehidupan sehari hari.
2. Mempelajari dan memahami proses elektroplating baja dengan
menggunakan pelapis tembaga.
3. Mempelajari dan memahami perubahan dan reaksi yang terjadi selama
proses elektroplating.
4.2 Teori Dasar
Elektroplating dibuat dengan jalan mengalirkan arus listrik melalui larutan
antara logam atau material lain yang konduktif. Dua buah plat logam merupakan
anoda dan katoda dihubungkan pada kutub positif dan negatif terminal sumber
arus searah (DC). Logam yang terhubung dengan kutub positif disebut anoda dan
yang terhubung dengan kutub negatif disebut katoda. Ketika sumber tegangan
digunakan pada elektrolit, maka kutub positif mengeluarkan ion bergerak dalam
larutan menuju katoda dan disebut sebagai kation. Kutub negatif juga
mengeluarkan ion, bergerak menuju anoda dan disebut sebagai anion.
Larutannya disebut larutan elektrolit. Hubungan antara voltase dalam
elektrolit dan kekuatan arus listrik yang mengalir ditunjukkan oleh hukum Ohm
yaitu : Besarnya listrik yang mengalir yang dinyatakan dengan Coulomb adalah
sama dengan arus listrik dikalikan dengan waktu. Dalam pemakaian secara umum
atau dalam pemakaian elektroplating satuannya adalah ampere-jam (Ampere-
hour) yang besarnya 3600 coulomb, yaitu sama dengan listrik yang mengalir
ketika arus listrik sebesar 1 ampere mengalir selama 1 jam.
Michael Faraday pada tahun 1833 menetapkan hubungan antara kelistrikan
dan ilmu kimia pada semua reaksi elektrokimia. Dua hukum Faraday ini adalah :
1. Hukum I : Jumlah dari tiap elemen atau grup dari elemen-elemen yang
dibebaskan pada kedua anoda dan katoda selama elektrolisa sebanding dengan
jumlah listrik yang mengalir dalam larutan. 2. Hukum II : Jumlah dari arus
listrik bebas sama dengan jumlah ion atau jumlah substansi ion yang dibebaskan
dengan memberikan sejumlah arus listrik adalah sebanding dengan berat
ekivalennya. Hukum I membuktikan terdapat hubungan antara reaksi kimia dan

42
BAB IV ELEKTROPLATING BAJA ST 37 Kelompok 13

jumlah total listrik yang melalui elektrolit. Menurut Faraday, arus 1 Ampere
mengalir selama 96.496 detik ( 26,8 jam) membebaskan 1,008 gram hidrogen dan
35,437 gram khlor dari larutan asam khlorida encer. Seperti hasil yang
ditunjukkan bahwa 96.496 coulomb arus listrik membebaskan satu satuan berat
ekivalen ion positif dan negatif.
Oleh sebab itu, 96.496 coulomb atau kira-kira 96.500 coulomb yang disebut 1
Faraday sebanding dengan berat 1 elektrokimia. Untuk menentukan logam yang
terdeposisi dengan arus dan waktu dapat ditentukan : Langkah selanjutnya adalah
mengalikan bilangan Faraday dengan bilangan gram yang diendapkan oleh 1
Faraday (gram ekivalen), maka persamaannya menjadi: Untuk menentukan tebal
pelapisan yang terjadi perlu diketahui berat jenis dari logam yang terlapis pada
katoda. Hubungan berat jenis dengan harga-harga yang lainnya adalah sebagai
berikut : Efisiensi plating pada umumnya dinyatakan sebagai efisiensi arus anoda
maupun katoda. Efisiensi katoda yaitu arus yang digunakan untuk pengendapan
logam pada katoda dibandingkan dengan total arus masuk. Arus yang tidak
dipakai untuk pengendapan digunakan untuk penguraian air membentuk gas
hidrogen, hilang menjadi panas atau pengendapan logam-logam lain sebagai
impuritas yang tak diinginkan. Efisiensi anoda yaitu perbandingan antara jumlah
logam yang terlarut dalam elektrolit dibanding dengan jumlah teoritis yang dapat
larut menurut Hukum Faraday.Kondisi plating yang baik bila diperoleh efisiensi
katoda sama dengan efisiensi anoda, sehingga konsentrasi larutan bila
menggunakan anoda aktif akan selalu tetap. Efisiensi arus katoda sering dipakai
sebagai pedoman menilai apakah semua arus yang masuk digunakan untuk
mengendapkan ion logam pada katoda sehingga didapat efisisensi plating sebesar
100 % ataukah lebih kecil. Adanya kebocoran arus listrik, larutan yang tidak
homogen dan elektrolisis air merupakan beberapa penyebab rendahnya efisiensi.
Elektrolisis air merupakan reaksi samping yang menghasilkan gas hidrogen pada
katoda dan gas oksigen pada anoda. Reaksi elektrolisis air dapat dituliskan
sebagai berikut : Secara praktis efisiensi plating dinyatakan sebagai perbandingan
berat nyata terhadap berat teoritis endapan pada katoda. Apabila logam
dimasukkan pada larutan yang mengandung ionnya sendiri akan menimbulkan
beda potensial antara logam tersebut dengan larutan. Beda potensial ini

Laporan Akhir Praktikum Kimia Dasar T.A 2016/2017 43


BAB IV ELEKTROPLATING BAJA ST 37 Kelompok 13

disebabkan karena atom dari logam untuk menjadikan satu atau lebih muatan
negatif dan lepas ke dalam larutan dalam bentuk ion. Pada saat yang bersamaan
terjadi reaksi kebalikan dalam larutan. Dua reaksi yang berlawanan tersebut
berlangsung pada kecepatan yang tidak sama, maka potensial ini akan diatur oleh
permukaan logam dan elekrolit yang berhubungan dengan permukaan logam.
Akhirnya kondisi setimbang tercapai dimana ionisasi dan pelepasan
berlangsung tepat pada kecepatan yang sama. Kesetimbangan ini disebut dengan
potensial kesetimbangan atau potensial bolak-balik pada partikel logam pada
laruan yang dipergunakan. Potensial elektroda standar berdasarkan skala
hidrogen, dimana semua logam-logam sebelum hidrogen pada skala hidrogen
mampu menggantikan hidrogen dari larutan yang mengandung ion hidrogen, dan
logam-logam setelah hidrogen pada skala hidrogen biasanya tidak dapat
menggantikan hidrogen secara langsung. Berikut ini adalah skala hidrogen :
Logam seng, timah hitam dan timah putih dinamakan logam dasar karena mudah
larut di dalam asam dan ditunjukkan oleh tanda potensial negatif, sedangkan
kebalikan dari ketiga logam diatas adalah logam mulia seperi tembaga, perak dan
emas ditunjukkan oleh tanda potensial positif. Dasar teori dan prinsip kerja
elektroplatting Bila arus listrik searah (DC) dialirkan diantara kedua elektroda
anoda dan katoda dalam larutan elektrolit dengan waktu proses pelapisan yang
telah ditentukan maka di dalam anoda terjadi oksidasi sehingga akan terbentuk
ion-ion positif, sedangkan pada larutan elektrolit terjadi elektrolisis garam-garam
logam. Anoda yang telah mengalami oksidasi meluruh dan larut dalam larutan
elektrolit. Anoda yang meluruh akan menggantikan ion logam dalam larutan
elektrolit yang ditarik oleh elektroda negatif (katoda).Dengan adanya hal tersebut
akan terbentuk endapan pada katoda yang berupa berat lapisan. Misalnya plat baja
yang akan dilapisi dengan seng (Zn), berarti sebagai anoda adalah seng (Zn) dan
plat sebagai katoda, sedangkan sebagai larutan elektrolit yang digunakan adalah
garam logam nikel sulfat (NiSO4). Karena pada anoda dan katoda terjadi
perbedaan potensial setelah dialiri listrik, maka logam seng (Zn) akan teroksidasi
menjadi ion logam bermuatan positif (Zn2+), ion logam nikel (Zn2+) dari anoda
larut dalam larutan untuk menggantikan ion logam seng (Zn2+) dari garam logam

Laporan Akhir Praktikum Kimia Dasar T.A 2016/2017 44


BAB IV ELEKTROPLATING BAJA ST 37 Kelompok 13

NiSO 4 yang telah terelektrolisis menjadi Zn2+ dan SO 2-4 dan tertarik ke katoda
untuk membentuk lapisan seng.
Dalam teknologi pengerjaan logam, proses electroplating dikategorikan
sebagai proses pengerjaan akhir (metal finishing). Secara sederhana,
electroplating dapat diartikan sebagai proses pelapisan logam, dengan
menggunakan bantuan arus listrik dan senyawa kimia tertentu guna memindahkan
partikel logam pelapis ke material yang hendak dilapis. Pelapisan logam dapat
berupa lapis seng (zink), galvanis, perak, emas, brass, tembaga, nikel dan krom.
Penggunaan lapisan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan dan kegunaan
masing-masing material. Perbedaan utama dari pelapisan tersebut selain anoda
yang digunakan adalah larutan elektrolisisnya. Dalam penelitian tahun 2004,
dilakukan oleh Tadashi Doi dan Kazunari Mizumoto, mereka menemukan larutan
baru (elektrolisis) yang dinamakan larutan citrate ( kekerasan deposit mencapai
440 VHN ).
Tembaga (Cu) merupakan logam yang berwarna kemerahan dan dapat
ditempa. Selain itu, tembaga juga merupakan penghantar panas dan listrik yang
baik. Tembaga memiliki sifat dapat menutupi lapisan yang baik dan daya tembus
yang tinggi. Oleh karena itu, biasanya tembaga dijadikan sebagai bahan pelapis
dasar.
Proses electroplating mengubah sifat fisik, mekanik, dan sifat teknologi suatu
material. Salah satu contoh perubahan fisik ketika material dilapis dengan nikel
adalah bertambahnya daya tahan material tersebut terhadap korosi, serta
bertambahnya kapasitas konduktifitasnya. Adapun dalam sifat mekanik, terjadi
perubahan kekuatan tarik maupun tekan dari suatu material sesudah mengalami
pelapisan dibandingkan sebelumnya. Karena itu, tujuan pelapisan logam tidak
luput dari tiga hal, yaitu untuk meningkatkan sifat teknis/mekanis dari suatu
logam, yang kedua melindungi logam dari korosi, dan ketiga memperindah
tampilan (decorative).
Tembaga banyak digunakan sebagai bahan pelapis karena mempunyai
beberapa sifat yang menguntungkan :

Laporan Akhir Praktikum Kimia Dasar T.A 2016/2017 45


BAB IV ELEKTROPLATING BAJA ST 37 Kelompok 13

1. Menambah kuatnya lapisan yang dilakukan di atasnya, karena sifat ini


banyak pelapisan lain dilakukan setelah logam dasar dilapisi dengan
tembaga.
2. Mempunyai sifat tahan karat,
3. Ulet, sehingga tidak retak apabila dibengkokan,
4. Mempunyai daya hantar listrik yang tinggi.
Manfaat Lapisan Tembaga:
Sebagai lapisan antara.
Sebagai stop-offs dalam proses perlakuan panas.proses perlakuan
panas.
Sebagai cetakan dalam proses electroforming.
Sebagai pelindung terhadap pengaruh electromagnetic.
Sebagai lapisan penghantar listrik (sirkuit elektronik).
Sebagai lapisan tahan korosi.
Sebagai pencegah thermal shock.
Sebagai lapisan dekoratif.
Selain pelapisan dengan tembaga,baja juga dapat dilapisi oleh unsur lain
seperti, pelapisan cadmium, pelapisan seng, pelapisan tembaga, pelapisan nikel,
pelapisan khrom, pelapisan timah, pelapian timbal, pelapisan perak, pelapisan
emas, pelapisan rodium, pelapisan kuningan, pelapisan brons, pelapisan logam
pada plastic.

Laporan Akhir Praktikum Kimia Dasar T.A 2016/2017 46


BAB IV ELEKTROPLATING BAJA ST 37 Kelompok 13

4.3 Metodologi Praktikum


4.3.1 Skema Proses

Siapkan Alat dan Bahan

Lakukan persiapa awal permukaan pada plat baja ST37

Masukan larutan CuSO4 ke bak elektroplating

Hubugkan plat tembaga ke kutub positif (anoda)

Hubugkan plat baja ST37 ke kutub negatif (katoda)

Celupkan anoda dan katoda ke bak elektroplating

Nyalakan rectifier arus 2A selama beberapa saat

Putuskan aliran arus listrik

Bersihkan dengan aqua dm

Keringkan, kemudian ukur berat dan dimensi nya

Analisa dan Pembahasan

Kesimpulan

Gambar 4.1 Skema Proses Electroplating Baja ST37

Laporan Akhir Praktikum Kimia Dasar T.A 2016/2017 47


BAB IV ELEKTROPLATING BAJA ST 37 Kelompok 13

4.3.2 Penjelasan Skema Proses


1.) Alat yang disiapkan adalah neraca, gelas kimia 250mL, kaca arloji,
termometer, hotplate stirer, jangka sorong, dan rectifier. Bahan yang
disiapkan adalah aqua dm, larutan elektrolit CuSO4, platbaja
ST37,dan plat tembaga.
2.) Dilakukan persiapan awal permukaan sederhana pada plat baja ST37
yaitu:
1.Plat baja ST37 dibersihakan secara mekanik dengan menggunakan
amplas.
2.Plat baja ST37 kemudian direndam pada aqua dm selama 5 menit
(rinsing).
3.Plat baja ST37 kemudian direndam di larutan NaOH 1N pada suhu
(50-60)o C selama 5 menit (degreasing).
4.Plat baja ST37 kemudian direndam dalam larutan HCl 32%
(pickling) selama 5 menit.
3.) Larutan elektrolit CuSO4 dimasukan kedalam bak electroplating.
larutan elektrolit CuSO4 merupakan larutan yang menghantarkan
arus listrik, pada larutan ini juga terdapat atom yang sama dengan
pelapis baja yaitu atom Cu (tembaga).
4.) Plat tembaga dihubungkan ke kutub positif rectifier ( anoda) karena
plat tembaga merupakan specimen pelapis plat baja ST37.
5.) Plat baja ST37 dihubungkan ke kutub negative rectifier (katoda)
karena pada elektrolisis reaksi terjadi di katoda. Plat baja ST37
merupakan specimen yang akan dilapisi.
6.) Anoda da katoda kemudian dicelupkan ke bak electroplating yang
terisi larutan elektrolit CuSO4. Namun, kawat tembaga pada
rectifier tidak boleh sampai tercelup agar tembaga pada rectifier
tidak ikut bereaksi.
7.) Rectifier dinyalakan dengan mengatur aliran arus listrik sebesar 2 A
pada rectifier, setelah itu tunggu selama beberapa variasi waktu
pada praktikum kali ini praktikan diarahkan untuk melakukan
reaksi selama 2 menit.

Laporan Akhir Praktikum Kimia Dasar T.A 2016/2017 48


BAB IV ELEKTROPLATING BAJA ST 37 Kelompok 13

8.) Setelah 2menit, rectifier dimatikan dan anoda dan katoda diangkat
dari bak electroplating.
9.) Plat baja ST37 yang telah dilapisi tembaga kemudian di bersihkan
mengunakan aqua dm selama 3 menit.
10.) Kerigkan plat baja ST37 pada suhu ruangan. Setelah itu,ukur berat
dan dimensi baja ST37 untuk perbandingan antara sebelum dn
sesudah dilakukan electroplating.
11.) Proses serta hasil praktikum dianalisa dan dibahas secara rinci.
12.) Kesimpulan ditarik berdasarkan proses dan hasil praktikum serta
hasil dari analisa.

4.3.3 Gambar Skema Proses

Baja ST37

Aqua dm NaOH Aqua dm HCl 32% Aqua dm

- +

CuSO4
Al
Aqua dm

Laporan Akhir Praktikum Kimia Dasar T.A 2016/2017 49


BAB IV ELEKTROPLATING BAJA ST 37 Kelompok 13

Gambar 4.2 Elektroplating Baja

4.4 Alat Dan Bahan


4.4.1 Alat
1. Neraca digital : 1 buah
2. Gelas kimia 2000 mL : 1 buah
3. Gelas kimia 250 mL : 5 buah
4. Jangka sorong : 1 buah
5. Rectifier : 1 buah
6. Hotplate Stirrer : 1 buah
7. Kabel : 2 buah
8. Termometer : 1 buah
4.4.2 Bahan
1. Aqua dm : 600 mL
2. Larutan HCl 1 M : 150 mL
3. Larutan NaOH 1 M : 150 mL
4. Plat logam ST-37 : 1 buah
5. Plat tembaga : 1 buah
6. Larutan CuSO4 1 M : 1000 mL

Laporan Akhir Praktikum Kimia Dasar T.A 2016/2017 50


BAB IV ELEKTROPLATING BAJA ST 37 Kelompok 13

4.5 Data Pengamatan


Tabel Pengamatan 4.1 Data Pengamatan Elektroplating Baja Sebelum Pelapisan (Setelah
Pengamplasan )

No. Spesimen Warna Berat Panjang Lebar Tebal


Plat baja ST- Silver 32.90 1.30
1. 14.23 gram 41.90 mm
37 mm mm

Tabel Pengamatan 4.2 Data Pengamatan Elektroplating Baja Setelah Pelapisan


No. Spesimen Warna Berat Panjang Lebar Tebal
Plat baja ST- 14.25 41.90 32.90 1.45
1. Coklat hitam
37 gram mm mm mm

4.5.1 Perhitungan
Luas sebelum pelapisan (sesudah pengamplasan)
A=2(pxl)+2(pxt)+2(lxt)
A = 2 (41.90 x 32.90) + 2 (41.90 1.30) + 2 (32.90 1.30)
A = (2 x 1378.51) + (2 x 54.47) + (2 x 42.77)
A = 2757.02 + 108.94 + 85.54
A = 2951.5 mm2
Luas setelah pelapisan
A=2(pxl)+2(pxt)+2(lxt)
A = 2 (41.90 x 32.90) + 2 (41.90 x 1.45) + 2 (32.90 x 1.45)
A = (2 x 1378.51) + (2 x 60.755) + (2 x 47.705)
A = 2757.02 + 121.51 + 95.41
A = 2973.94 mm2
Ketebalan tembaga (Cu)
Cu2+ + 2e- Cu
Ar Cu 63.5
e= = = 31.45
(n) 2
exIxt
W=
pxA

Laporan Akhir Praktikum Kimia Dasar T.A 2016/2017 51


BAB IV ELEKTROPLATING BAJA ST 37 Kelompok 13

31,75 x 2 x 120 2620


= = = 0,285 mm
8.96X2973.94 26646.5

4.5.2 Persamaan Reaksi


Elektrolisis larutan
CuSO4 Cu2+ + SO42-
Katoda (-) Cu2+ + 2e- Cu
Anoda (+) 2H2O 4H+ + O2 + 4e-

4.6 Analisa Dan Pembahasan


Pada praktikum elektroplating baja ST37 oleh pelapis tembaga ini, praktikan
sudah melakukan tahapan tahapan sesuai dengan apa yang diperintahkan. Namun,
pada saat plat baja ST37 diangkat dari bak elektrplating dan dikeringkan ternyata
lapisan tembaga yang ada pada permukaan plat baja ST37 tidak menempel secara
sempurna dan warna dari pelapis tembaga tidak berwarna merah cerah seperti
seharusya. Melainkan berwarna merah tua agak kecoklatan menandakan bahwa
reaksi yang terjadi saat electroplating tidak berjalan sempurna.
Dalam praktikum ini dapat dianalisa kemungkinan kemungkinan yang terjadi
sehingga kondisi dar plat baja ST37 tidak sesuai dengan yang diharpkan.
Kemungkinan pertama adalah saat dilakukan persiapan awal permukaan,
pembersihan secara mekanik tidak dilakukan denga benar dan kondisi dari plat
plat baja ST37 sendiri yang sulit untuk dibersihkan dari pengotor karena terdapat
lubang lubang kecil pada permukaan plat baja ST37 menyababkan kurang nya
daya adhesi pada permukaan plat baja ST37. Kemungkinan kedua adalah plat
tembaga yang atom tembaga nya tingga sedikit karena sudah dipakai berkali kali
enyababkan reaksi tidak berjalan sebagaimana mestinya. Kemungkinan ketiga
adalah waktu proses electroplating yang tidk sesuai dengan arus yang dikeluarkan.
Selanjutnya, ada kemungkinan larutan CuSO4 yang seharusnya adalah larutan
elektrolit kuat menjadi lemah karena tercampur dengan zat lain atau terdapat
reaksi lain yang tida diinginkan saat proses electroplating berlasung. Kemungkian
terakhir adalah rapat arus yang tidak sesuai dengan luas permukaan anoda dan
katoda yang akan direaksikan. Temperatur dan waktu pelapisan juga

Laporan Akhir Praktikum Kimia Dasar T.A 2016/2017 52


BAB IV ELEKTROPLATING BAJA ST 37 Kelompok 13

memengaruhi hasil yang tidak maksimal, temperature yang teralu rendah dan
rapat arus yang optimum dapat mengakibatkan hasil pelapisan menjadi kasar dan
kusam. Jika temperature tinggi maka hasil pelapisan tidak rata.
Pada saat proses elektroplating, tepatnya pada pencelupan anoda dan katoda,
terdapat gelembung-gelembung gas. Hal ini membuktikan adanya reaksi samping
dari elektrolisis yaitu berupa oksigen yang terperangkap dalam larutan. Arus
listrik yang mengalir merupakan varibel yang berpengaruh terhadap daya gerak
dan daya lekat anion-anion pelapis. Semakin besar arus listrik yang dialirkan,
maka akan semakin cepat anion-anion pelapis bergerak melapisi plat logam ST-
37. Namun, suatu plat logam memiliki keterbatasan dalam menghantarkan arus
listrik, jika arus listrik yang dialirkan pada plat logam yang memiliki daya
konduktivitas rendah maka plat logam tersebut akan hangus karena tidak sanggup
menahan arus listrik yang besar. Waktu pencelupan pun sangat berpengaruh
terhadap hasil elektroplating. Semakin lama plat logam dicelupkan ke dalam
larutan elektrolit yang dialiri arus listrik maka lapisan akan mengalami penebalan
dan semakin menebal, dan penebalan tersebut akan berpengaruh terhadap
kekerasan plat logam. Serta jika semakin lama plat logam dicelupkan ke dalam
larutan elektrolit yang dialiri arus listrik maka plat logam tersebut akan hangus
karena terlalu lama menyerap arus listrik dan tentu saja karena kecilnya kekuatan
untuk penyerapan arus listrik itu sendiri. Setiap plat logam memiliki batas Ampere
kehangusan bergantung kepada jenis dan sifat yang dimiliki plat logam tersebut.
Larutan elektrolit yang digunakan adalah larutan CuSO4 yang berfungsi sebagai
penyedia ion-ion (anion) untuk melapisi plat logam, sebagai media perpindahan
anion dan kation serta sebagai penghantar arus listrik. Variabel lain yang
berpengaruh terhadap proses pelapisan plat logam adalah suhu. Jika suhu
dinaikkan sedikit dari suhu optimum, maka plat logam akan hangus karena sifat
plat logam yang rentan terhadap perubahan suhu.
4.7 Kesimpulan
1) Reaksi elektrolis dapat digunkan dalam industry manufaktur logam untuk
membuat bahan material sesuai dengan yang diinginkan manusia atau
yang dibutuhkan manusia pada saat ini.

Laporan Akhir Praktikum Kimia Dasar T.A 2016/2017 53


BAB IV ELEKTROPLATING BAJA ST 37 Kelompok 13

2) Proses pelapisan baja oleh tembaga dibagi menjadi dua tahapan, yaitu
persiapan awal permukaan dilakukan untuk membersihkan pengotor-
pengotor, dan proses pelapisan baja ST37.
3) Setelah mengalami proses electroplating, baja ST37 menjadi lebih enak
dilihat dan lebih kuat dari oksida atau karat yang bisa dimanfaatkan
sebagai fungsi dekoratif.

Laporan Akhir Praktikum Kimia Dasar T.A 2016/2017 54