Anda di halaman 1dari 13

Anatomi Fisiologi Manusia Panca Indra

Posted by diskusiasistenapoteker.blogspot.com Posted on 02.25 with No comments

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN
BAB II PANCA INDRA
A. GENERAL SENSE
B. RESEPTOR DAN FUNGSI RESEPTOR
C. MATA, FISIOLOGI PENGLIHATAN
D. ABNORMALITAS MATA
E. PENDENGARAN DAN KESEIMBANGAN
F. PENCIUMAN
G. ORGAN KECAP
BAB III KESIMPULAN
BAB IV DAFTAR PUSTAKA
PENDAHULUAN

Manusia memerlukan informasi berupa rangsangan dari lingkungan luar untuk


dapt menjalani hidupnya dengan baik. Agar rangsangan yang berasal dari luar
tubuh dapat ditangkap dibutuhkan alat-alat tubuh terentu yang bernama alat indra.
Kelima alat indra itu adalah mata, hidung, telinga/kuping, kulit dan lidah. Setiap
orang normalnya meiliki lima / panca indra yang berfungsi dengan baik untuk
menangkap rangsangan sehingga dapat memberikan respon sesuai dengan insting
kita. Orang yang cacat indra masih bisa hidup namun tidak akan bisa menikmati
hidup layaknya manusia normal. Indra manusia ada lima sehingga disebut panca
indra.

BAB II
PANCA INDERA

a. General sense
Panca indera mencakup perasaan, penciuman, penglihatan dan pendengaran
dan juga fungsi raba dari kulit,. Melalui organ-orgn ini, individu dapat berjaga-
jaga terhadap kekuatan dan dengan demikian mampu melindungi diri sendiri.
Apabila dibagi dalam kelompok alat indera, maka di bagi dalam tiga grup yaitu:
Kemoreseptor
Kemoresptor adalah alat indera yang merespon terhadap rangsangan zat kimia
yaitu indera pembau (hidung) dan indra pengecap (lidah).
Mekanoresptor
Mekonoresptor adalah alat indra yang merspon terhadap rangsangan gaya berat,
tegangan suara dan tekanan yakni indera peraba (kulit) dan indera pendengaran
(kuping).
Photoreseptor/ fotoreseptor
Photoreseptor adalah alat indera yang merespon terhadap ragsangan cahaya
seperti indera penglihatan atau mata.

b. Reseptor dan fungsi reseptor


Kulit adalah alat indera kita yang mampu meerima rangsangan temperatur
suhu, sentuhan, rasa sakit, tekanan, tekstur, dn lain sebagainya. Pada kulit terdapat
reseptor yang merupakan percabangan dendrit dari neuron sensorik yang banyak
terdapat disekitar ujung jari, ujung lidah, dahi, dll.
Reseptor adalah bagian dari sistem syaraf yang berperan sebagai penerima
rangsangan sekaligus sebagai pengubah rangsangan yang diterimanya menjadi
impuls sensoris. Impuls sensoris inilah yang dikirim ke sistem syaraf pusat.
Stimulasi pada suatu reseptor merupakan informasi mengenai terjadinya perubahan
darii lingkungan eksternal dan internal tubuh terhadap sistem syaraf pusat.
Selanjutnya, sistem syaraf pusat akan mengolahnya dan memberikan jawaban
berupa pengaturan yang sesuai, sehingga kelestarian hidup tetap terjamin
terpelihara kelangsungannya. Stimulasi, merupakan suatu bentuk energi yang
banyak ragamnya di alam ini. Bentuk-bentuk nergi tersebut adalah energi
mekanis-tekanan, energi thermis-derajad suhu, energi khemis-bau, rasa, kadar O2
dan kadar CO2, energi cahaya gelombang cahaya, energi suara-gelombang suara.
Masing-masing reseptor disesuaikan untuk memberikan respon pada suatu
bentuk enrgi tertentu. Bentuk energi khusus yang memberikan respons reseptor
paling peka disebut rangsangan adekwat. Reseptor seringkali berada di dalam
suatu waktu wadah yang terbuat dari sel-sel non syaraf, membentuk suatu organ
sensorik (mata, telinga dll).

c. Mata, fiiologi penglihatan


Mata adalah organ penglihatan yang mendeteksi cahaya. Yang diiakukan
mata yang paling sederhana tak lain hanya mengetahui apakah lingkungan
sekitarnya adalah terang atau gelap. Mata yang paling kompleks diperguakan
untuk memberikan pengertian visual.

Organ mata manusia

Organ luar
Bulu mata, atau lebih tepatnya rambut mata, adalah bagian darii kelopak mata
yang berupa helaian rambut-rambut. Rambut-rambut ini berfungsi untuk
melindungi supaya debu, keringat atau air yang menetes dari dahi tidak masuk ke
mata. Rambut mata merupakan rambut yang sangat lembut.
Alis mata, pada sebagian besar mamalia berupa berupa bagian yang sedikit
menonjol sedikit diatas kedua belah kelopak mata dan mempunyai sedikit rambut
halus. Alis mata berfuungsi sebagai pelindung mata yang peka dari tetesan
keringat yang jatuh dari bagian dahi, air hujan atau sinar mata hari yang
berlebihan.
Bentuk alis mata pada manusia biasanya bagaikan buluh sabit dengan lengkungan
agak tajam bagian pelipis. Tidak jarang juga dijumpai orang dengan alis mata
bagian kiri dan bagian kanan yang bersambung menjadi satu. Bentuk alis mata dan
arah tumbuh rambut pada alis dimaksudkan agar keringat atau air bisa mengalir ke
kening dan jatuh ke pipi, atau ke arah pipi melewati punjak hidung. Bentuk tulang
dahi pada bagian alis mata juga ikut melindungi mata dari tetesan keringat dan air.
Alis mata juga berungsi sebagai penahan bebagai macam kotoran yang bisa
memasuki mata, seperti pasir, debu dan ketombe. Selain itu rambut pada alis mata
juga menambah kepekaan pada kulit untuk merasakn objek asing yang berada di
dekat mata, misalnya serangga yang hendak masuk ke mata. Dalam komunikasi
antar manusia, alis mata merupakan salah satu alat untuk mengungkapkan
berbagai ekspresi, seprti takjub, marah, bingung atau tidak paham.
Kelopak mata, adalah lipatan kulit yang lunak yang menutupi dan melindungi
mata.

Mata dalam

Bagian-bagian pada organ mata bekrjasama mengantarkan cahaya dari


sumbernya menujuke otak untuk dapat dicerna oleh sistem syaraf manusia.
Bagian-bagian tersebut adalah:
Kornea
Merupakan bagian terluar dari bola mata yang menerima cahaya dari sumber
cahaya.

Pupil dan iris/ selaput pelangi


Dari kornea, cahaya akan diteruskanke pupil. Pupil menentukan kuantitas cahaya
yang masuk kebagian mata yang lebih dalam. Pupil mata akan melebar jika kondisi
ruangan yang gelap, dan akan menyempit jika kondosi ruangan terang. Lebar pupil
diipengaruhi oleh iris di sekelilingnya. Iris berfungsi sebagai diafragma. Iris inilah
terlihat sebagai bagian yang berwarna pada mata.
Lensa mata
Lensa mata menerima cahaya dari pupil dan meneruskannya pada retina. Fungsi
lensa mata adalah mengatur fokus cahaya, sehingga cahaya jatuh tepat pada bintik
kuning retina. Untuk melihat objek yang jauh ( cahaya yang datang dari jauh),
lensa mata akan menipis. Sedangkan untuk melihat objek yang dekat, lensa mata
akan menebal.
Retina atau selaput jala
Retina adalah bagian mata yang paling peka terhadap dengan cahaya, khususnya
bagian retina yang disebut bintik kuning. Setelah retina, cahaya diteruskan ke
syaraf optik
Syaraf optik
Syaraf yang memasuki sel tali dan kerucut dalam retina, untuk menuju ke otak.
d. Abnormalitas mata
Miopi
Miopi yakni seseorang yang tidak dapat melihat benda yang bejark jauh. Biasanya
terjadi pada pelajar.
Hipermetropi
Hipermetropi yaitu seseorang yang tidak dapat melihat benda yang berjatak dekat
dari mata.
Presbiopi
Presbiopi adalah seseorang yang tidak dapat melihat benda yang berjarak dekat
maupun jauh. Biasaya terjadi pada lansia.

Kerabunan dan kebutahan


Buta berarti seseorang tidak bisa melihat benda apapun sama sekali. Buta bisa
saja diakibatkan keturunan maupun kecelakaan. Rabun berarti seseorang hanya
dapat melihat dengan samar-samar.
Orang-orang yang buta mauupun rabun biasanya membaca dengan jari-jarinya.
Ini disebut huruf Braille.
Buta warna
Buta warna adalah suatu kondisi dimana seseorang sama sekali tidak membedakan
warna. Yang dapat dilihat hanyalah warna hitam, abu-abu, dan putih. Buta warna
biasanya merupakan penyakit turunan. Artinya jika seseorang buta warna, hampir
pasti anaknya juga buta warna.
Katarak
Katarak adalah suatu penyakit mata di mana lensa mata menjadi buram karena
penebalan lensa mata dan terjadi pada orang lanjut usia ( lansia).
Deteksi penyakit melalui kelainan mata. Penyakit lain juga dapat dideteksi
melalui mata dengan tanda-tanda sebagai berikut:
Mata menonjol dapat berarti kelainan kelenjar gondok, kanker darah, tumor yang
berasal dari organ lain seperti paru, payudarah, kelenjar getah bening. Kadang-
kadang disertai dengan gangguan pergerakan bola mata sehingga penderita
mengeluh berpenglihatan ganda.
Kelainan kelopak mata
Kelopak mata menurun (kelainan syaraf, usia tua atau kencing manis)
Kelopak mata tidak bisa menutup rapat (kelainan kelenjar gondok, kelainan syaraf
atau tumor).
Kelopak mata bengkak ( ginjal, jantung, alergi dan sinusitis).
Kelopak mata tidak berkedip ( lepra)
Kelopak mata berkedip secara berlebihan( kelainan syaraf/otak).
Mata juling ( gangguan syaraf/ otak, stroke, kencing manis, tumor dan gondok)
Mata merah
Tanpa nyeri (cacingan, TBC,alergi ringan karena debu atau makanan, alergi berat
karena obat, tiroid, HIV/AIDS, tumor).
Dengan nyeri hebat (rematik,sifilis,sarkoidosis,lupus (penyakit),kecing manis
(kadang mata nyeri saat dibuka diwaktu bangun.
Disertai dengan kornea yang kering dan penebalan selaput lendir (kekurangan
vitamin A).
Lingkaran putih disekeliling kornea pada usia mudah (tigginya kolesterol).
Katarak pada usia dini (dibawah usia 61 tahun) menandakan kencing manis. Ibu
hamil yang masa kehamilan terinfeksi campak juga dapat menyebabkan anaknya
lahir dengan katarak.

e. Pendengaran dan keseimbangan

Telinga merupakan organ untuk pendengaran dan keseimbangan, yang terdiri


dari telinga luar, telinga tengah, dan teliga dalam. Telinga luar menangkap
gelombang suara yang dirubah menjadi energi mekanis oleh telingah tengah.
Teligah tengah merubah energi mekanis menjadi gelombang syaraf, yang
kemudian dihantarkan ke otak. Telingah dalam juga membantu menjaga
keseimbangan tubuh. Telingah dibagi menjadi tiga bagian:

1. Telingah luar
Telingah luar terdiri dari daun telingah (pinna atau aurikel) dan saluran telingah
(meatus auditorius eksternus). Telingah luar merupakan telingah rawan (kartilago)
yang dilapisi oleh kulit, daun telingah kaku tetapi juga lentur.
Suara yang ditangkap oleh daun telingah mengalir melalui saluran telingah ke
gendang telingah. Gendang telingah adalah selaput tipis yang dilapisi oleh kulit,
yang memisahkan telingah tengah dan telingah luar.
2. Telingah tengah

Telingah tengah terdiri dari gendang teligah (membran timpani) dan sebuah ruang
kecil berisi udarah yang memiliki 3 tulang kecil yang menghubungkan gendang
telinga dengan telinga dalam. Ketiga tulang tersebut adalah:
Tulang maleus (bentuknya seperti palu,melekat pada gendang telinga).
Tulang inkus (menghubungkan maleus dan stapes)
Tulang stapes (melekat pada jendela oval di pintu masuk ke telinga dalam). Getaran
dari gendang teingah diperkuat secara mekanik oleh tulang-tulang tersebut dan
dihantarkan ke jendela ovul.
Telingah tengah juga memiliki 2 otot yang kecil-kecil:
Otot tensor timpani (melekat pada maleus dan menjaga agar gendang telingah tetap
menempel)
Otot stapedius (melekat pada stapes dan menstabilkan hubungan antara stapedius
dengan jenela ovul)
Jika telingah menerima suara yang keras, maka otot stapedius akan berkontraksi
sehingga rangkaian tulang-tulang semakin kaku dan hanya sedikit suara yang
dihantarkan. Respon ini direfleks akustik, yang membantu melindungi telingah
dalam yang rapuh dari kerusakan karena suara.
Tuba eustakius adalah saluran kecil yang menghubungkan telingah tengah dengan
hidung bagian belakang, yang memungkinkan masuknya udara luar ke dalam
telingah tengah. Tuba eustakius membuka ketika kita menelan, sehingga membantu
menjaga tekanan udara yang sama pada kedua sisi gendang telinga, yang penting
untuk fungsi pendengaran yang normal dan kenyamanan.

3. Telingah dalam

Telingah dalam adalah (labirin) adalah suatu struktur yang kompleks, yang terdiri
dari bagian utama:
Koklea (organ pendengaran)
Kanalis semisirkuler (organ keseimbangan).
Koklea merupakan saluran berongga yang berbetuk seperti rumah siput, terdiri
dari cairan kental dan organ corti, yang mengandung ribuan sel-sel kecil (sel
rambut) yang memiliki rambut yang mengarah ke dalam cairan tersebut. Getaran
suara yang dihantarkan dari tulang pendengaran di telingah tengah kejendela oval
ke telingah tengah menyebabkan bergetarnya cairan dan sel rambut. Sel rambut
yang berbeda memberikan respon terhadap frekuensi suara yang berbeda dan
merubahnya menjadi gelombang syaraf.
Gelobang syaraf ini lalu berjalan di sepanjang serat-serat syaraf pengaran yang
akan membawanya ke otak.

Walaupun ada perlindungan refleks akustik, tetapi suara yang gaduh bisa
menyebabkan kerusakan pada sel rambut.
Jika sel rambut rusak dia tidak akan tumbuh kembali. Jika teligah terus menerus
menerima suara keras maka bisa terjadi kerusakan sel rambut yang progresif dan
berkurangnya pendengaran.

Kanalis semisirkuler merupakan 3 saluran yang berisi cairan, yang berfungsi


membantu menjaga keseimbangan. Setiap gerakan kepala menyebabkan cairan di
dalam saluran bergerak. Gerakan cairan di salah satu saluran bisa lebih besar dari
gerakan cairan disaluran lainnya; hal ini tergantung dari arah pergerakan kepala.
Saluran ini juga menganung sel rambut yang memberikan respon terhadap gerakan
cairan. Sel rambut ini memprakarsai gelombang saraf yang menyampainkan pesan
ke otak, kea arah mana kepala bergerak, sehingga keseimbangan dipertahankan.
Jika terjadi infeksi pada kanalis semisirkuler, maka timbul fertigo (perasan
berputar).
f. Penciuman

Hidung merupakan organ penciuman dan jalan utama keluar masuknya udara
dari dan ke paru-paru. Hidung juga memberikan tambahan resonansi pada suara
dan merupakan tempat bermuaranya sinus paranasalis dan saluran air mata.
Hidung bagian atas terdiri dari tulang, dan hidung bagian bawah terdiri dari tulang
rawan (kartilago). Didalam hidung terdapat rongga yang dipisahkan menjadi dua
rongga oleh septum, yang membentang dari lubang hidung sampai ke tenggorokan
bagian belakang.
Tulang yang disebut konka nasalis menonjol ke dalam rongga hidung membentuk
sejumlah lipatan. Lipatan ini menyebabkan bertambah luasnya daerah permukaan
dilalui udarah. Rongga hidung dilapisi oleh selaputt lendir dan pembuluh darah.
Luasnya permukaan dan banyaknya pembuluh darah memungkinkan hidung
menghangatkan dan melebabkan udara yang masuk dengan segera.

Sel-sel pada selaput lendir dan memiliki tonjolan-tonjolan kecil seperti rambut
(silia).
Biasanya kotoran yang masuk kehidung ditangkap oleh lendir, lalu disapu oleh
silia ke arah lobang hidung atau ketenggorokan. Cara ini membantu membersihkan
udara sebelum masuk ke paru-paru.
Bersin secara otomatis membersihkan saluran hidung sebagai respon terhadap
iritasi, sedangkan batuk memersihkan paru-paru.

Sel-sel penghidu terdapat di rongga hidung bagian atas.


Sel-sel ini memiliki silia yang mengarah ke bawah ( kerongga hidung) dan serat
syaraf yang mengarah ke atas (ke bulbus olfatorius, yang merupakan penonjolan
pada setiap syaraf olfaktorius/syaraf penghidu). Syaraf olfaktorius langsung
mengarah ke otak.
Tulang disekitar hidung terdiri dari sinus paranasalis, yang merupakan ruang
berongga dengan lubang yang mengarah ke rongga hidung.

Terdapat 4 kelompok sinus paranasalis:


# sinus maksilaris
# sinus etmoidalis
# sinus frontalis
# sinus sfenoidalis

Dengan adanya sinus ini maka;


- Berat dari tulag wajah menjadi berkurang
- Kekuatan dan bentuk tulang terpelihara
- Resonansi suara bertambah.

Sinus dilapisi oleh selaput lendir yang terdiri dari sel-sel penghasil lendir dan silia.
Partikel kotoran yang masuk ditangkap oleh lendir lalu disapu oleh silia ke rongga
hidung. Pengaliran dari sinus sangat peka terhadap infeksi dan peradangan
(sinusitis).

g. Organ Pengecap

Lidah adalah kumpulan otot angka pada bagian lantai mulut yang dapat
membantu pencernaan makanan dengan mengunyah dan menelan. Lidah dikenal
sebagai indera pengecap yang banyak memiliki struktur tunas pengecap. Lidah
juga turut membantu dalam tindakan bicara.
Struktur lain yang berhubungan dengan lidah sering disebut ligual, dari bahasa
latin lingua atau glossal dari bahasa yunani.
Sebagian besar, lidah tersusun atas otot rangka yang terletak pada tulang hyiodeus,
tulang rahang bawah dan processus styloideus ditulang pelipis. Terdapat dua jenis
otot dilidah yaitu otot ekstrinsik dan intrinsik.

Lidah memiliki permukaan yang kasar karena adanya tonjolan yang disebut
papila. Terdapat 3 jenis papila yaitu:
1. Papila filiformis (fili=benang); berebtuk seperti benang halus;
2. Papila sirkumvalata (sirkum=bulat). Berbentuk bulat, tersusun seperti huruf v
dibelakang lidah.
3. Papila fungiformis (fungi=jamur); berbentuk seperti jamur.

Terdapat satu jenis papila yang tidak terdapat pada manusia, yakni papila foliata
pada hewan pengerat.
Tunas pengecap adalah bagian pengecap yang ada dipinggir papila, terdiri dua sel
yaitu sel penyokong dan sel pengecap. Sel pengecap berfungsi sebagai reseptor,
sedangkkan sel penyokong berfungsi untuk menopang.

Namun saat ini banyak peneliti yang memasukkan rasa kelima yaitu gurih atau
sedap yang ditenukan pada makanan yang kebanyakan protein pada daging, ikan
dan sebagainya. Rasa-ras dasar ini dapat berevolusi ehingga kita dapat merasakan
rasa busuk atau beracun dari rasa pahit dan aman. Rasa manis membantu kita
untuk mengenal makanan yang menyehatkan atau kaya kalori, rasa asin
diperluakan untuk setiap fungsi tubuh, dan rasa gurih dapat membantu kita
mengidentivikasikan makanan yang kaya akan protein. Ada beberapa orang yang
mempunyai dunia rasa yang berbeda-beda, misalnya ada yang menyuki pedes,
ataupun yang tidak ada. Itu semua dipengaruhi oleh fakttor genetis yang berbeda-
beda dan budaya sendiri. Parah penelitih telah membuktika bahwa di Amerika
masyarakatnya adalah supertaster yang merasakan cabe, Jahe sangat pedas sekalih
begitu juga dengan gula merakka merasakan sangat nanis sakali. Berbeda dengan
Taster, mereka merasakan jahe dan cabe biasa saja begitu juga dengan rasa yang
lain. Ini disebabkan oleh jumlah papila yang berbeda.

Penggunaan lainnya

Selain berfungsi pada mekanisme pencernaan atau pengucapan, lidah manusia


memiliki penggunaan lain. Lidah berperan pada salah satu bentuk ciuman yang
dikenal dengan french kissing atau ciuman perancis. Lidah digunakan pula untuk
tindakan menjilat pada manusia dan hewan mamalia.
Lidah dapat menjadi tempat untuk pendidikan pada beberapa kebudayaan
masyarakat. Tindik lidah sudah ada sejak masa kuno dan kini smakin meningkat
pada kebudaan barat terutama pada kebudayaan remaja.
Lidah digunakan pada beberapa tindakan lain seperti meniup permen karet dan
bersiul.

Lidah Putih
Titik-titik atau bagian putih pada lidah dapat menjadi tanda-tanda beberapa kondisi
medis:
Efek samping dari antibiotik
Candidiasis
Debauch
Dehidrasi
Leukoplakia
Keratosis faringis
Air liur, air ludah, atau saliva adalah cairan bening yang dihasilkan dalam mulut
manusia dan beberapa jenis hewan.

Written by : Shina - mencari sesuatu

dari telur bisa jadi ayam , dari ayam menjadi burung , burung
terbang tinggi jadi burung besi , burung besi jelajah angkasa menjadi jet , yang terjadi ya
terjadilah .

Join Me On: Facebook | Twitter | Google Plus :: Thank you for visiting ! ::

0 komentar:

Poskan Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

Popular Posts
Anatomi fisiologi manusia -sistem kardiovaskuler

Makalah Tugas Mata Kuliah Anatomi Fisiologi Manusia II SISTEM


KARDIOVASKULER Disusun ...

Anatomi Fisiologi Manusia Panca Indra

DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN BAB II PANCA INDRA A. GENERAL


SENSE B. RESEPTOR DAN FUNGSI RESEPTOR C. MATA...

Anatomi Fisiologi Manusia Sistem Reproduksi

BAB I PENDAHULAN Seperti halnya mamalia lainnya, manusia bereproduksi secara


seksual dan bersifat vivipar atau melahirkan anak...

Penggolongan antibiotik

penggolongan antibiotik Antibiotik adalah segolongan senyawa, baik alami maupun


sintetik, yang dihasilkan oleh mikroorganisme bakteri a...

(tanpa judul)

2. Penggolongan antibiotik berdasarkan struktur kimianya Penggolongan Antibiotik


berdasarkan struktur kimia : Aminoglikosida Diantaran...

(tanpa judul)

4.Penggolongan antibiotik berdasarkan spektrum kerjanya : Spektrum luas (aktivitas luas)


: Antibiotik yang bersifat aktif bekerja ter...

Manajemen Keuangan Apotek

Manajemen keuangan apotek

(tanpa judul)

Penggolongan antibiotik berdasarkan penyakitnya : Golongan Penisilin Dihasilkan oleh


fungi Penicillinum chrysognum . Aktif terutama pa...

Manajemen Farmasi Rumah Sakit

Manajemen Farmasi Rumah Sakit

Pengertian Antibiotik
Pengertian Antibiotik menurut wikipedia : Antibiotik a adalah segolongan senyawa , baik
alami maupun sintetik, yang mempunyai efek menek...

Your Comments