Anda di halaman 1dari 1

Bencana Banjir Bandang Di Kabupaten Garut

Alhamidi

Latar Belakang
Bencana alam merupakan fenomena alam yang mengakibatkan korban jiwa dan kerugian material
yang besar. Fenomena alam yang terjadi pada daerah permukiman penduduk yang padat dapat
meningkatkan bencana tersebut. Bencana banjir bandang merupakan sebuah bencana yang sering
terjadi dimusim penghujan saat ini. Dimana bencana tersebut disebabkan oleh perubahan guna
lahan dari daerah aliran sungai. Salah satu daerah dengan tingkat kerentanan bencana banjir yang
tinggi adalah Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat. Kejadian banjir sebagai salah satu kejadian
alam ekstrim yang memiliki daya rusak air. Oleh karena itu, banjir perlu dikendalikan agar
kerugian dan kerusakan dapat diminimalkan.
Daerah Aliran Sungai Cimanuk merupakan satu kesatuan aliran Sungai Cimanuk yang melintasi
dari 4 (empat) kabupaten, yakni Garut, Sumedang, Majalengka, dan Indramayu. Sungai Cimanuk
berhulu di kaki Gunung Papandayan (Kabupaten Garut) pada ketinggian +1.200 m di atas
permukaan laut, mengalir ke arah timur laut sepanjang 180 km dan bermuara di Laut Jawa
(Kabupaten Indramayu). Bencana alam banjir terjadi pada beberapa titik sepanjang Sungai
Cimanuk, terutama bagian hilir DAS Cimanuk di Kabupaten Indramayu.
Permasalahan yang belum tertangani yang perlu mendapatkan perhatian adalah kontribusi debit
banjir dari anak Sungai Cimanuk. Anak Sungai Cimanuk merupakan bagian yang tidak dapat
terpisahkan dari sistem Sungai Cimanuk. Tingginya intensitas hujan di hulu anak Sungai Cimanuk
dapat memberikan kontribusi debit banjir di hilir DAS Cimanuk. Selain itu, tingginya perubahan
guna lahan/menjadi permukiman warga disekitar aliran Anak Sungai Cimanuk mengakibatkan
penyempitan daerah aliran anak sungai. Sehingga dapat berdampak banjir bandang pada saat
intensitas hujan tinggi terjadi di Kabupaten Garut.