Anda di halaman 1dari 9

SENYAWA TOKSIN YANG MENYERANG NEUROTRANSMITTER

Siti Maria Khiftiyah, Amalia Maulida Rara, Ghea Roihana, Khairiza Asri, Vici
Yulita Lestari, Ahmad Nur Huda

Program Studi Kedokteran Hewan

Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya

ABSTRAK

Senyawa toksik dapat menganggu kerja dari beberapa neurotransmitter diantaranya efek terhadap
Catecholamine, GABA, Histamin dan Glycine dan Glutamate. Beberapa efek negatifnya seperti
gangguan saraf, perubahan sikap, gangguan organ pencernaan, dsb. Paper ini bertujuan untuk
mengetahui efek dari senyawa toksik yang memediasi ke neurotransmitter.

Kata kunci: Catecholamine, GABA, Glycine, Histamin, Glutamate, Toxic

PENDAHULUAN pada sisi postsynaptic dari sinaps. Pelepasan


neurotransmiter biasanya mengikuti
Neurotransmiter adalah senyawa
kedatangan sebuah potensial aksi pada
organik endogenus membawa sinyal di
sinapsis, tetapi juga dapat mengikuti potensi
antara neuron. Neurotransmiter terbungkus
listrik dinilai. Rendahnya tingkat dasar
oleh vesikel sinapsis, sebelum dilepaskan
rilis jugaterjadi tanpa stimulasi listrik.
bertepatan dengan datangnya potensial aksi.
Neurotransmiter disintesis dari precursor
Neurotransmiter adalah bahan kimia
berlimpah dan sederhana, seperti asam
endogen yang mengirimkan sinyal dari
amino, yang tersedia dari diet dan
neuron ke sel target di sinaps .
yanghanya membutuhkan sejumlah kecil
Neurotransmitter yang dikemas ke dalam
langkah biosintesis untuk mengkonversi.
vesikel sinaptik berkerumun di bawah
membran di sisi presynaptic sinaps, dan Seluruh aktivitas kehidupan manusia
dilepaskan ke dalam celah sinaptik, di mana yang berkenaan dengan otak di atur melalui
mereka mengikat pada reseptor dimembran tiga cara, yaitu sinyal listrik pada neuron, zat
kimiawi yang di sebut neurotransmitter dan neurotransmiter golongan monoamine
hormon yang dilepaskan ke dalam darah. (dopamin, norepinefrin, dan serotonin) dari
Hampir seluruh aktivitas di otak saraf pra-sinapsis meningkat. Amfetamin
memanfaatkan neurotransmitter. memiliki banyak efek stimulan diantaranya
meningkatkan aktivitas dan gairah hidup,
Beberapa neurotransmitter utama, antara
menurunkan rasa lelah, meningkatkan mood,
lain:
meningkatkan konsentrasi, menekan nafsu
1. Asam amino: asam glutamat, asam makan, dan menurunkan keinginan untuk
aspartat, serina, GABA, glisina tidur. Akan tetapi, dalam keadaan
2. Monoamina: dopamin, adrenalin, overdosis, efek-efek tersebut menjadi
noradrenalin, histamin, serotonin, berlebihan. (Almahdievan,2013)
melatonin Secara klinis, efek amfetamin sangat
3. Bentuk lain: asetilkolina, adenosina, mirip dengan kokain, tetapi amfetamin
anandamida, dll. memiliki waktu paruh lebih panjang
dibandingkan dengan kokain (waktu paruh
Senyawa toksin terhadap Katekolamin
amfetamin 10 15 jam) dan durasi yang
Amfetamin adalah kelompok obat
memberikan efek euforianya 4 8 kali lebih
psikoaktif sintetis yang disebut sistem saraf
lama dibandingkan kokain. Hal ini
pusat (SSP) stimulants.stimulan. Amfetamin
disebabkan oleh stimulator-stimulator
merupakan satu jenis narkoba yang dibuat
tersebut mengaktivasi reserve powers
secara sintetis dan kini terkenal di wilayah
yang ada di dalam tubuh manusia dan ketika
Asia Tenggara. Amfetamin dapat berupa
efek yang ditimbulkan oleh amfetamin
bubuk putih, kuning, maupun coklat, atau
melemah, tubuh memberikan signal
bubuk putih kristal kecil. Senyawa ini
bahwa tubuh membutuhkan senyawa-
memiliki nama kimia
senyawa itu lagi (Almahdievan,2013)
methylphenethylamine merupakan suatu
Namun, aktivitas amfetamin di
senyawa yang telah digunakan secara
seluruh otak tampaknya lebih spesifik;
terapetik untuk mengatasi
reseptor tertentu yang merespon amfetamin
obesitas, attention-deficit hyperactivity
di tetapi beberapa daerah otak cenderung
disorder (ADHD), dan narkolepsi.
tidak melakukannya di wilayah lain. Sistem
Amfetamin meningkatkan pelepasan
saraf utama yang dipengaruhi oleh
katekolamin yang mengakibatkan jumlah
amfetamin sebagian besar terlibat dalam menjadi struktur sekunder dari protein yang
sirkuit otak. Selain itu, neurotransmiter yang disebut rantai .
terlibat dalam jalur berbagai hal penting di 2.Pasangan Transaminasi dengan -
otak tampaknya menjadi target utama dari ketoglutarateL-glutamatedisintesis dari
amfetamin. Salah satu neurotransmiter amonia dan -ketoglutarate dalam suatu
tersebut adalah katekolamin , sebuah reaksi yang dikatalisir oleh L-glutamate
pembawa pesan kimia sangat aktif dalam dehydrogenase(siklus asam sitrat). Reaksi
mesolimbic dan mesocortical jalur imbalan. ini penting dalambiosintesisseluruh asam
Tidak mengherankan, anatomi komponen amino. Glutamat yang diserap akan
jalur tersebut-termasuk striatum , yang ditransaminasikan dengan piruvat dalam
nucleus accumbens , dan ventral striatum - bentuk alanin.Alanin dari Hasil transaminasi
telah ditemukan untuk menjadi situs utama dari piruvat oleh asam amino
dari tindakan amfetamin. Fakta bahwa dekarboksilatmenghasilkan aketoglutarat
amfetamin mempengaruhi aktivitas atau oksaloasetat. Glutamat yang lolos dari
neurotransmitter khusus di daerah terlibat metabolisme mukosadibawa melalui vena
dalam memberikan wawasan tentang portal ke hati. Sebagian glutamat
konsekuensi perilaku obat, seperti timbulnya dikonversikan oleh usus dan hati dalam
stereotip euforia . (Almahdievan,2013) bentuk glukosa dan laktat,
Senyawa Toksin terhadap Glutamat kemudiandialirkan ke darah perifer.
Glutamat menjalankan beberapa fungsi 3.Prekursor GlutaminGlutamin
penting di dalam prosesmetabolisme di dibentuk dari glutamat oleh glutamin
dalam tubuh, antara lain (Septadina, 2014): sintetase. Ini juga merupakan reaksi yang
1.Substansi untuk sangat penting di dalam metabolisme asam
SintesisProteinGlutamat sebagai salah satu amino. Amonia akan dikonversikan menjadi
asam amino yang banyak terdapat di dalam glutamin sebelum masuk ke dalam sirkulasi.
sumber alami. Diperkirakan 10-40% Glutamat dan glutamin merupakan mata
glutamat terkandung di dalam protein.L- rantai karbon dan nitrogen di dalam proses
glutamic acidmerupakan bahan yang penting metabolisme karbohidrat dan protein.
untuk sintesis protein. Asam glutamat Prekursor dari N-acetylglutamate.N-
memiliki karakter fisik dan kimia yang dapat acetylglutamate merupakan allosterik yang
penting untuk mengaktifkan carbamyl,
phosphate synthetase I, suatu enzim yang air. MSG bila larut dalamair ataupun saliva
berperanpenting di dalam siklus urea. akan berdisosiasi menjadi garam bebas dan
4.Neurotransmitter Glutamat adalah menjadi bentuk anion dari glutamat.
transmitter mayor di otak yang berfungsi Glutamat akan membuka channel Ca2+ pada
sebagi mediator untuk menyampaikan neuron yang terdapat taste bud sehingga
transmisi post-sinaptik.Selain itu,glutamat memungkinkan Ca2+ bergerak ke dalam sel
berfungsi sebagai prekursor dari dan menimbulkan depolarisasi reseptor dan
neurotransmitter Gamma Ammino Butiric potensial aksi yang sampai ke otak lalu
Acid(GABA). diterjemahkan sebagai rasa lezat (Iswara,
Monosodium glutamate(MSG)adalah 2016).
garamnatrium dari asam glutamat.MSG
mengandung sekitar sepertiganatrium dari
garam meja dandigunakan dalam jumlah
yang lebih kecil. Ketika monosodium
glutamat digunakan dalam kombinasi
dengan sejumlah kecil Natriumdapat Senyawa Toksin Terhadap Histamin
membantu untuk mengurangi total natrium a. Klorfeniramin
dalam resep dengan 20 sampai 40% tetap Klorfeniraminbekerja dengan
menjaga rasa. Glutamat adalah asamamino cara competitif inhibitor terhadap histamin pada
alami yang ditemukan hampir pada semua reseptor jaringan, sehingga mencegah histamin
makanan, terutama makanan dengan berikatan serta mengaktivasi

kandungan protein tinggi seperti produk reseptornya. Ikatannya reversibel dan dapat
digantikan oleh histamin dalam kadar yang
susu, daging dan ikan,dan sayuran. MSG
tinggi. Dengan menghambat kerja dari histamin,
seringdigunakan sebagaipenyedap, seperti
terjadi berbagai pengaruh yang ditimbulkan
jamur dan tomatyangmemiliki kadar normal
antihistamin, yaitu menghambat peningkatan
glutamat. Tubuh manusia juga
permeabilitas kapiler dan edema yang
menghasilkan glutamat dan memainkan disebabkan oleh histamin serta menghambat
peran penting dalam fungsi tubuh normal vasokonstriksi. Obat ini lebih efektif jika
(Iswara, 2016). diberikan sebelum pelepasan histamin.
Diketahui komposisi senyawa MSG Klorfeniraminmemiliki aktivitas antikolinergik,
adalah 78% glutamat, 12% natrium dan 10% efek anestesi lokal, antiemetik, dan anti mabuk
perjalanan. Beberapa antihistamin tipe H1 rhinitis (karena pollen, rumput). Perennial
mempunyai kemampuan untuk menghambat allergic rhinitis (karena debu, bulu binatang, dan
reseptor -adrenergik atau reseptor muskarinik jamur). Chronic urticaria. Efek samping:
kolinergik, sedangkan obat lain mempunyai efek anoreksia, tachycardia, migraine, konstipasi,
antiserotonin ( Brown, 2001) dehidrasi (Katzung, 1995)
b. Feksofenadin
Feksofenadin, metabolit aktif utama dari Senyawa Toksin Terhadap GABA
terfenadin, merupakan reseptor kompetitif
Eksotoksin tetanus ini mempunyai
antagonis H-1 yang selektif dengan sedikit atau
efek dominan pada neuron inhitori, dimana
tanpa efek samping antikolinergik dan non
setelah toksin menyeberangi sinapsis untuk
sedatif, serta bersifat non kardiotoksik.
mencapai presinaptik, ia akan memblokade
Feksofenadin merupakan antagonis dari
histamin pada reseptor H1, berikatan secara
perlepasan neurotransmitter inhibitor yaitu

tidak kompetitif, tidak mudah diganti oleh glisin dan asam aminobutirik (GABA)
antihistamin, dilepaskan secara perlahan dan (Suharto, 2010). Terdapat dua mekanisme
kerjanya lebih lama. Feksofenadin ini, kurang yang dapat menerangkan penyebaran toksin
bersifat lipofilik, sangat sedikit menembus sawar ke susunan saraf pusat: (1) Toksin
darah otak, dan lebih mengikat reseptor H1 di diabsorpsi di neuromuscular junction,
perifer secara lebih spesifik. Beberapa obat ini kemudian bermigrasi melalui jaringan
mempunyai membrane stabilizing atau efek
perineural ke susunan saraf pusat, (2) Toksin
seperti kuinidine pada otot jantung, dan
melalui pembuluh limfe dan darah ke
menyebabkan perpanjangan masa refraksi
susunan saraf pusat. Masih belum jelas
jantung serta aritmia ventrikuler torsades de
mana yang lebih penting, mungkin keduanya
pointes( Brown,2001)
terlibat (Laksmi, 2014).
c. Cetirizine
Merupakan metabolit karboksil asid dari Pada mekanisme pertama, toksin
hidroksin.. Cetirizine dapat menurunkan jumlah yang berikatan pada neuromuscular junction
histamine dengan mengurangi jumlah produksi lebih memilih menyebar melalui saraf
prostaglandin dan menghambat migrasi basofil motorik, selanjutnya secara transinaptik ke
yang diinduksi oleh antigen. Selain mempunyai saraf motorik dan otonom yang berdekatan,
efek antagonis terhadap reseptor H1, cetirizine kemudian ditransport secara retrograd
juga dapat menghambat eosinofil, netrofil dan
menuju sistem saraf pusat. Tetanospasmin
basofil dan menghambat IgE serta menurunkan
yang merupakan zincdependent
prostaglandin D2. Indikasi : seasonal allergic
endopeptidase memecah vesicleassociated dihasilkannya neurotransmitter yaitu glicyne
membrane protein II (VAMP II atau pada kasus tetanus yang menginduksi kejang
synaptobrevin) pada suatu ikatan peptide atau kelumpuhan yang merupakan
tunggal. Molekul ini penting untuk karakteristik dari tetanus. Toksin tetanus
pelepasan neurotransmiter di sinaps, berkaitan dengan gangliosid ujung membran
sehingga pemecahan ini mengganggu presinaptik, baik pada neuromuskular
transmisi sinaps (Laksmi, 2014). Toksin junction, mupun pada susunan saraf pusat.
awalnya mempengaruhi jalur inhibisi, Ikatan ini penting untuk transport toksin
mencegah pelepasan glisin dan -amino melalui serabut saraf, namun hubungan
butyric acid (GABA). Interneuron yang antara pengikat dan toksisitas belum
menghambat neuron motorik alfa yang diketahui secara jelas.
pertama kali dipengaruhi, sehingga neuron
Mekanisme kerja :
motorik ini kehilangan fungsi inhibisinya.
Lalu karena jalur yang lebih panjang neuron Normal:
simpatik preganglion pada ujung lateral dan Inhibitory interneuron Glycine
pusat parasimpatik juga dipengaruhi. blocks excitation & acetylcholine

Neuron motorik juga dipengaruhi dengan release muscle relaxation

cara yang sama, dan pelepasan asetilkolin Tetanus toxin:

kedala, celah neurotransmitter dikurangi. Blocks glycine release no inhibition


at acetylcholine release irreversible
Pengaruh ini mirip dengan aktivitas toksin
contraction Spastic paralysis
botulinum yang mengakibatkan paralisis
flaksid. Namun demikian, pada tetanus, efek
Kerja toksin tetanus pada
disinhibitori neuron motorik lebih
neurotransmitter Tempat kerja utama toksin
berpengaruh (Suharto, 2010).
adalah pada sinaps inhibisi dari susunan
saraf pusat, yaitu dengan jalan mencegah
Senyawa Toksin Terhadap Glycine
pelepasan neurotransmitter inhibisi seperti
Racun tetanus dan botulinum
glisin, Gamma Amino Butyric Acid
merupakan neurotoxin dengan berat molekul
(GABA), dopamin dan noradrenalin. GABA
150Kd. Toksin ini diproduksi oleh bakteri
adalah neuroinhibitor yang paling utama
genus Clostridium. Beberapa racun bekerja
pada susunan saraf pusat, yang berfungsi
pada system syaraf dengan menghambat
mencegah pelepasan impuls saraf yang
eksesif. Toksin tetanus tidak mencegah yang dapat memediasinya seperti
sintesis atau penyimpanan glisin maupun klorfeniramin, feksofenadin, dan cetrizine.
GABA, namun secara spesifik menghambat Pada neurotransmitter GABA, senyawa
pelepasan kedua neurotransmitter tersebut di toksin yang dapat memediasinya salah
daerah sinaps dangan cara mempengaruhi satunya exotoksin. Pada neurotransmitter
sensitifitas terhadap kalsium dan proses Glutamat, senyawa toksin yang dapat
eksositosis (Rauscher LA, 1991) memediasinya salah satunya MSG
(monosodium glutamate). Dan pada
Pada tetanus terjadi fluktuasi dari
neurotransmitter Glysin, senyawa toksin
aktifitas sistem simpatis dan parasimpatis,
yang memediasinya salah satunya adalah
hal ini mungkin terjadi karena adanya
racun tetanus.
ketidakseimbangan dari kedua sistem
tersebut. Mekanisme terjadinya disfungsi DAFTAR PUSTAKA
sistem autonom karena efek toksin yang
Almahdievan. 2013. Amfetamin. Fakultas
berasal dari otot (retrograd) maupun hasil
Matematika Dan Ilmu
penyebaran intraspinalis (dari kornu anterior
Pengetahuan Alam. Universitas
ke kornu lateralis medula spinalis torakal).
Indonesia. Jakarta
Gangguan sistem autonom bisa terjadi
secara umum mengenai berbagai organ Brown JN, Roberts LJ. Histamines,
seperti kardiovaskular, saluran cerna, bradykinin, and their antagonists.
kandung kemih, fungsi kendali suhu dan Dalam: Wonsiewicz MJ, Morris
kendali otot bronkus, namun dapat pula JM, penyunting. Goodman &
hanya mengenai salah satu organ tertentu. Gillmans the
pharmacological basis of
Kesimpulan
therapeutics. Edisi ke-6. New
Dari penjelasan ini dapat ditarik York: Mc Graw-Hill Publisher;
kesimpulan bahwa terdapat senyawa toksin 2001.h.645-67
yang dapat memediasi neurotransmitter.
Pada neurotransmitter cathecolamine, salah Iswara,Indah, dan Ade Yonata. 2016. Efek
satu senyawa toksin yang dapat Toksik Konsumsi Monosodium
memediasinya adalah amfetamin. Pada Glutamate. Majority. / Vol. 5
neurotransmitter histamine, senyawa toksin (3): 100-104.
Neurology. Edinburg : Churchill
Katzung GB, Julius DJ. Histamine, Livingstone, 1991 ; 865-871.
serotonin, and the ergot
Septadina, I.S. 2014. Pengaruh
alkaloids. Dalam: KatzungBG,
monosodium glutamat
penyunting. Basic and clinical
terhadap sistem reproduksi.
pharmacology. Edisi ke-6. San
[makalah]. Palembang:
Fransisco: Prentice-Hall
Universitas Sriwijaya.
International Incorporation;
Suharto, 2010. Thesis: Pengaruh Pemberian
1995.h.265-91.
Metilprednisolon Dosis Rendah
Terhadap Perbaikan Klinis
Laksmi, Ni Komang Saraswita, 2014. Penderita Tetanus dibagian
Penatalaksanaan Tetanus. CDK- penyakit dalam RS.DR. Moewardi
222/Vol.41 no. 11,th.2014. Surakarta. Universitas Fakultas
Kedoteran UNS. Surakarta.
Rauscher LA. Tetanus. Dalam :Swash M,
Oxbury J, penyunting. Clinical
PAPER TOKSIKOLOGI DAN TANAMAN OBAT
Efek Senyawa Toksik terhadap Neurotransmitter

Disusun oleh:

Kelompok 1/ 2014B

1. Siti Maria Khiftiyah (145130100111002)


2. Amalia Maulida Rara (145130100111015)
3. Ghea Roihana (145130100111035)
4. Khairiza Asri (145130101111025)
5. Vici Yulita Lestari (145130101111038)
6. Ahmad Nur Huda (145130101111040)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER HEWAN


FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2017