Anda di halaman 1dari 17

Pada dasarnya suatu gangguan ialah setiap keadaan sistem yang tidak normal.

Gangguan yang terjadi apabila dibiarkan berlangsung agak lama pada suatu sistem
daya akan menimbulkan pengaruh yang tidak diinginkan, yaitu :
a. Menginterupsi kontinuitas pelayanan kepada konsumen bila gangguan tersebut
menyebakan terputusnya suatu rangkaian.
b. Penurunan tegangan yang cukup besar mengakibatkan rendahnya kualitas
tenaga listrik dan merintangi kerja normal pada peralatan konsumen.
c. Pengurangan stabilitas sistem dan menyebabkan jatuhnya generator.
d. Merusak peralatan pada daerah terjadinya gangguan.

Konsep Dasar Rele


Berdasarkan konsep dasarnya, rele dapat dbagi atas dua jenis, yaitu rele statik
(elektronik) dan rele elektromekanik. Rele statik memiliki sejumlah kelebihan
dibandingkan dengan rele elektromekanik, yaitu :
a. Trafo arus dan trafo tegangan memiliki beban yang rendah dikarenakan
daya yang dibutuhkan oleh rele kecil.
b. Tidak memiliki kelembaman mekanik dan kontak yang melayang serta
tahan terhadap getaran dan goncangan.
c. Mudah dilakukan penguatan sinyal sehingga dapat menghasilkan
sensitivitas yang lebih tingi.
d. Karakteristik rele yang ideal dapat diperoleh dengan menggunakan
rangkaian semikonduktor.
e. Energi yang dibutuhkan dalam rangkaian pengukuran sangat rendah
sehingga memungkinkan modul rele sangat kecil.
Pada konstruksi rele statik banyak digunakan rangkaian-rangkaian logik
yang secara garis besar dapat diklasifikasikan menjadi :
a. Unit logik perasa (sensing unit) dan unit pemroses data (processing unit),
yang pada dasarnya merupakan rangkaian pembanding (comparator) baik
pembanding amplitudo maupun pembanding fasa.
b. Unit logik penguat (amplification logics unit) untuk memperkuat sinyal-
sinyal sesuai dengan kebutuhan rele.
c. Unit logik tambahan (auxiliary logics unit) yang dapat berupa logik
perlambatan waktu ataupun unit yang mengirim sinyal ke rangkaian PMT.

Rele Jarak
Rele jarak merupakan perangkat penting sebagai alat proteksi saluran transmisi
terhadap bahaya gangguan hubung singkat. Bagian utama dari rele jarak yang
merasakan atau mendeteksi adanya gangguan hubung singkat adalah bagian yang
bekerja menentukan perbandingan antara besaran tegangan dengan besaran ukur
pada suatu tempat dimana dipasang rele proteksi tersebut. Besaran yang didapat di
sini dapat berupa impedansi, resistansi, reaktansi saluran. Harga tersebut dipilih
karena harga ini tidak tergantung kondisi beban yang berubah-berubah.
Unjuk kerja dari rele jarak ditentukan oleh perbandingan antara tegangan dan
arus pada jaringan yang diproteksinya. Pada rele jarak ada keseimbangan antara
tegangan dan arus yang dinyatakan sebagai impedansi. Rele akan beroperasi jika
perbandingan tegangan dan arus lebih kecil dari harga yang telah ditentukan
sebelumnya yang merupakan harga penyetelan dari rele tersebut.
Rele jarak bereaksi terhadap kuantitas-kuantitas input sebagai fungsi dari jarak
jaringan listrik antara lokasi rele dan titik gangguan. Rele jarak dirancang untuk
beroperasi hanya untuk gangguan yang terjadi antar lokasi rele dan suatu titik yang
telah ditentukan (titik setting). Sehingga rele ini dapat membedakan gangguan yang
terjadi diantara seksi saluran yang berbeda dengan membandingkan arus dan
tegangan sistem tenaga untuk menentukan apakah gangguan terjadi diantara atau
diluar zone operasinya.
Prinsip dasar dalam proteksi jarak adalah bahwa impedansi yang dilihat oleh
rele ke suatu titik pada saluran yang diproteksinya selalu lebih kecil daripada
impedansi penyetelan rele (Zsetting) yang telah ditetapkan sebelumnya jika gangguan
terjadi di dalam jarak proteksi yang telah ditentukan maka rele akan bekerja.
Sebaliknya jika gangguan terjadi diluar jarak tersebut, maka rele tidak akan bekerja.
Untuk memproteksi suatu saluran transmisi, maka proteksi dengan rele jarak
dibagi menjadi tiga zona proteksi yang disebut karakteristik tangga proteksi jarak
atau karakteristik waktu-jarak, hal tersebut diperlihatkan pada gambar 2.4. Rele
pada zone 1 meberikan perintah tripping dengan segera untuk semua gangguan
pada jarak yang merupakan daerah proteksinya (sekitar 80-85% dari panjang
saluran). Karena adanya ketidaktelitian pada trafo pengukuran, rele dan data-data
hantaran, maka jangkauan zona 1 rele jarak tidak diset 100% dari panjang saluran.
Sisa saluran (15-20%) dan untuk sekitar 20-30% saluran berikutnya diproteksi oleh
rele pada zone 2 yang beroperasi dengan waktu tunda. Zone 2 juga merupakan
proteksi cadangan bagi zone 1. Dan setelah beberapa saat waktu tunda maka
jangkauan rele jarak diperluas ke zone 3 yang hanya diperpergunakan sebagai
proteksi cadangan saja. Waktu tunda untuk zone-zone tersebut dipilih berdasarkan
koordinasi dengan peralatan proteksi lainnya.
Skema proteksi jarak lengkap diberikan pada gambar 2.5 dimana saluran
merupakan saluran interkoneksi sehingga arus gangguan merupakan konstribusi
dari kedua sisi saluran.
A B C

X X X
Rele Rele Rele

Waktu
zona 3A

zona 2A zona 2B
50 % BC
zona 1A zona 1B

80 % AB 80 % BC Jarak

Gambar 2.4. Karakteristik waktu-jarak

X X X X
RL A RL B RL C RL D

zona 3A
zona 2A zona 2C
zona 1A zona 1C
Waktu

Jarak
F
zona 1B zona 1D
zona 2B zona 2D
zona 3D

Gambar 2.5. Skema proteksi jarak untuk saluran yang disulang dari kedua sisinya

Proteksi jarak biasanya dilengkapi dengan gelombang pembawa (carrier)


untuk menghindari terjadinya waktu tunda jika terjadi gangguan pada salah satu
saluran. Tujuan dari pemasangan alat pengirim sinyal dengan gelombang pembawa
adalah untuk mempercepat reaksi rele jarak yang terletak di sisi lain sehingga
tindakan untuk memisahkan tempat yang terganggu dapat dilaksanakan dengan
cepat dari kedua sisinya.
Dari gambar 2.5 terlihat jika gangguan terjadi di F, maka gangguan tersebut
akan diisolir rele jarak di A pada zone 1. Sedangkan arus gangguan yang masih
mengalir dari saluran sebelah kiri akan diisolir oleh rele jarak di B pada zone 2
(dengan waktu tunda). Dengan adanya sistem gelombang pembawa, maka rele jarak
A yang memberikan perintah trip pada PMT dan sinyal intertrip ke ujung saluran
(gardu lawan) sehingga rele jarak di B juga dengan segera mentrip PMT di B tanpa
menunggu waktu tunda zone 2.

Jenis-Jenis Rele Jarak


Rele jarak diklasifikasikan berdasarkan pada karakteristik polaritasnya, jumlah
input yang dimilikinya dan metoda perbandingan yang dibuat. Jenis yang umum
membandingkan dua kuantitas input dalam masing-masing besaran atau phasanya,
untuk mendapatkan karakteristik yang mungkin berupa garis lurus atau lingkaran
jika digambarkan pada diagram R-X. Jenis rele jarak pada dasarnya terdiri dari :
1. Rele Impedansi
2. Rele Reaktansi
3. Rele Admitansi

Rele Impedansi
Rele ini mengukur jarak dengan membandingkan tegangan dan arus yang
dirasakan oleh rele itu pada saat terjadinya gangguan pada saluran yang diamankan.
Jika perbandingan tegangan dan arus (V/I) yang dirasakan pada saat terjadinya
gangguan mempunyai harga yang lebih kecil dari harga impedansi saluran yang
diamankan, maka rele akan bekerja.
+X

Zset
Karakteristik rele
-R Kopel + Kopel -
+R

-X

Gambar 2.6 Karakteristik kerja rele impedansi pada bidang R-X

Pada gambar di atas, harga perbandingan V dan I dilukiskan sepanjang vektor


impedansi Z. Karateristik kerja rele jarak impedansi merupakan lingkaran dengan
jari-jarinya merupakan Z setting. Daerah dalam lingkaran merupakan kopel positif
sedangkan daerah diluar lingkaran merupakan kopel negatif, dimana rele tidak akan
bekerja. Setiap harga Z lebih kecil dari radius lingkaran, rele akan bekerja dan
untuk harga Z lebih besar dari radius lingkaran, rele tidak akan bekerja tanpa
membedakan sudut fasa V dan I.
Dari karakteristik ini terlihat bahwa rele akan bekerja untuk semua harga
impedansi di bawah impedansi setting, tanpa membedakan arah, maka rele akan
juga akan bekerja untuk daerah dibelakang pengaman atau diluar pengaman. Untuk
membuat rele hanya bekerja pada daerah pengaman maka rele harus dilengkapi
dengan elemen pengarah atau elemen arah daya.
Rele Reaktansi
Rele jarak tipe reaktansi bekerja berdasarkan elemen arus lebih yang kopelnya
dibandingkan dengan kopel yang dihasilkan oleh kumparan arah. Salah satu prinsip
rele ini adalah tipe induksi seperti gambar dibawah ini :
O = Kumparan kerja
P R = Kumparan penahan
P = Kumparan arah
O R

P PT

CT

Gambar 2.7. Skema rele jarak tipe reaktansi

Kopel yang dihasilkan oleh kumparan P dan kumparan R adalah :


Tr = kr I V sin (2.5)
Kopel yang dihasilkan oleh kumparan O :
To = ko I2 (2.6)
Pada keadaan seimbang/kerja :
To Tr (2.7)
ko I2 kr I V sin
Jika kopel Tm diabaikan, maka :
ko
kr
Z sin (2.8)
ko
Z sin ,
kr

dimana Z sin = X, dan X merupakan reaktansi dari rele, sehingga :


X
k o (2.9)
kr
Kopel negatif +X
Karakteristik kerja X = k

Kopel positif

-R +R

-X

Gambar 2.8. Karakteristik kerja rele reaktansi

Karakteristik kerja rele adalah bahwa semua impedansi yang terletak dibagian
atas karakteristik ini mempunyai komponen X yang konstan. Ini berarti bahwa
komponen resistan dari impedansi tidak mempunyai pengaruh terhadap kerja rele.
Rele akan bereaksi secara sendirinya ke komponen reaktansi. Titik di bawah
karakteristik kerja apakah di atas atau di bawah sumbu R akan terletak didaerah
positif. Pengaruh kontrol pegas akan diperoleh lebih pendek dari karakteristik kerja
terhadap sumbu R dan melebihi harga arus yang terendah. Pengaruh ini dapat
diabaikan pada kerja normal dari rele reaktansi.

Rele Admitansi (mho)


Rele tipe admitansi bekerja berdasarkan perbandingan arus dan tegangan yang
merupakan admitansi dari saluran. Skema rele admitansi hampir sama dengan rele
jarak tipe reaktansi, yaitu membandingkan kopel yang dihasilkan kumparan
tegangan dengan kopel yang dihasilkan kumparan arah. Skemanya dapat dilihat
pada gambar dibawah ini :
O = Kumparan kerja
R = Kumparan penahan
P = Kumparan arah P

O R

CT PT
P

Gambar 2.9. Skema rele jarak tipe admitansi

Kopel yang dihasilkan oleh kumparan O dan kumparan P adalah :


To = ko I V cos ( - ) (2.10)
Kopel penahan yang dihasilkan oleh kumparan R dan pegas :
Tr = kr V2 + Tm (2.11)
Rele akan bekerja jika harga :
To Tr (2.12)
ko I V cos ( - ) kr V2 + Tm
I k T
cos ( ) r m
V ko k V2
o

jika pengaruh pegas diabaikan :


I
V
k
cos ( ) r
ko
(2.13)
ko k
Z cos ( ) , bila K o
kr kr

jadi rele akan bekerja apabila :


Z K cos ( ) (2.14)
di mana : = sudut antara arus dan tegangan
= sudut yang dibentuk rele untuk mendapatkan kopel maksimum
Karakteristik kerja dari rele jarak tipe admitansi dapat dilihat pada gambar di bawah
ini, di mana rele ini telah berarah sehingga tidak diperlukan lagi rele arah tersendiri.
+X
Z Line

Z Rele
Zone 3

Zone 2

Zone 1


-R
+R
-X

Gambar 2. 10. Karakteristik kerja rele jarak tipe admitansi

Rele jarak tipe impedansi hampir semua mempunyai unit arah untuk mencegah
rele beroperasi pada gangguan di belakang rele. Rele reaktansi juga memerlukan
unit arah, untuk mencegah rele beroperasi pada beban lebih, karena titik
impedansinya dekat sumbu R. Unit arah rele reaktansi umumnya rele jenis mho.
Karakteristik rele admitansi (mho) dengan sendirinya telah berfungsi sebagai unit
arah, karena karakteristik R-X nya melalui titik awal.
Momen operasi unit arah dari rele mho adalah hasil kali VI cos( - ). Bila
terjadi gangguan yang sangat dekat dengan rele, maka momen ini menjadi kecil dan
tidak andal. Akibatnya unjuk kerja rele juga menjadi kurang andal.

Beban Lebih dan Ayunan Daya


Impedansi yang diukur atau yang dilihat rele jarak selama beban normal
diperlihatkan pada gambar 3.3. Normalnya impedansi ini jauh diluar zone operasi
rele. Tetapi pada saluran yang sangat panjang, mungkin karakteristik lingkaran
impedansi mencakup titik ini.
Selama ayunan, titik L akan bergerak sesuai dengan arah panah secara
berisolasi. Pada keadaan ini, mungkin impedansi ayunan memasuki daerah operasi,
walaupun saluran tidak panjang.
X
D

Y
Z
R
P.S Norm al load
L

Power swing
locus
D'

Gambar 3.3. Efek ayunan daya pada rele impedansi mho


Salah satu cara memperkecil efek ayunan daya adalah dengan memakai rele
mho. Gambar 3.3 memperlihatkan bagaimana rele mho kurang dipengaruhi ayunan
daya daripada rele impedansi, untuk saluran yang sama. Bila rele mho masih juga
sensitif oleh ayunan daya, maka rele mho dapat ditambahkan unit arah dari jenis
ohm yang mengapit paralel dengan saluran.

le C untuk gangguan pada saluran HR.

Proteksi differential dengan relay percentage differential

Skema gambar 12

G/T

2
I
1
I I2
d

Ir Ir
restrain winding

Gambar 13
G/T

2
I
1
I I2
d

Ir Ir

restrain winding

Torsi (torque) yang dihasilkan oleh arus-arus yang mengalir melalui kumparan
penahan akan membuat kontak trip relay differential tetap pada posisi membuka.
Torsi dari kumparan penahan tersebut sebanding dengan jumlah vektoris arus
arusnya. Jika terjadi gangguan diluar daerah pengamanannya torsi dari kumparan
penahan ini sangat besar sehingga mencegah terjadinya tripping palsu, karena arus
Id yang mengalir pada kumparan kerja (operating winding) akibat kejenuhan trafo-
trafo arusnya. Sebaliknya jika terjadi gangguan didalam daerah pengamanannya
arus-arus yang mengalir melalui kumparan penahan akan saling memperlemah
(berlawanan arahnya) sehingga torsi yang terjadi sangat kecil, sehingga kontak trip
akan menutup, bila torsi kerja yang dihasilkan oleh Id lebih besar dari persentase
arus-arus penahannya (tergantung pada type relay percentage differential yang
dipakai). Beberapa relay percentage differential dibuat untuk mentrip jika terjadi
ketidak seimbangan (unbalance) antara arus penahan pada harga persentase yang
tetap, tetapi ada pula yang dibuat pada harga arus differential yang bervariasi.
Relay denga arus differential yang bervariasi mempunyai karakteristik yang
bervariasi pula, semakin besar arus penahan semakin besar arus kerja relay dan
lebih peka dari percentage tetap.
Relay diferensial memiliki berbagai macam bentuk, tergantung kepada
peralatan yang dilindunginya. Pengertian dari relay adalah sesuatu yang berjalan
ketika perbedaan vektor dari 2 atau lebih benda elektronik yang sama banyak,
melebihi jumlah yang ditetapkan sebelumnya. Selanjutnya akan diperlihatkan
bahwa hampir semua jenis relay, ketika dihubungkan dengan cara tertentu, dapat
dibuat berjalan sebagai relay diferensial. Dengan kata lain, tidak banyak bentuk
atau susunan relay sebagaimana dihubungkan dalam sirkuit membuatnya sebagai
relay diferensial.

Pada umunya aplikasi relay diferensial adalah tipe current diferensial (arus
diferensial). Yang paling sederhana contohnya seperti susunan yang diperlihatkan
dalam Gambar 14. Bagan yang digaris dari sirkuit di gambar 14 menunjukkan
elemen sistem yang dilindungi oleh relay diferensial. Elemen sistem ini barangkali
merupakan panjang dari sirkuit, generator angin, bagian dari bus, dll. Transformator
arus (Current Transformer) diperlihatkan pada setiap hubungan ke elemen sistem.
Kedua arus transformator yang saling dihubungkan, dan gulungan dari relay yang
kelebihan arus dihubungkan bersebrangan sirkuit kedua arus transformator. Relay
ini dapat merupakan satu dari tipe AC yang telah kita pertimbangkan. Sekarang,
misalkan aliran arus melalui salah satu sirkuit utama ke beban atau sirkuit pendek
yang ditempatkan di X. Kondisinya akan seperti gambar 15.
Jika dua arus transformator memiliki perbandingan yang sama, dan
dihubungkan sebagaimana meskinya, kedua arus hanya akan beredar antara dua
arus transformator yang diperlihatkan dengan panah, dan tidak ada arus yang akan
mengalir melalui relay diferensial.
Tapi, sebuah sirkuit pendek terjadi dimanapun antara dua arus transformator,
sehingga terjadi kondisi pada gambar 16. Jika aliran arus ke sirkuit pendek dari
kedua sisi sebagaimana diperlihatkan, jumlah dari arus transformator kedua arus
akan mengalir melalui relay diferensial.

Tidaklah penting dimana aliran arus sirkuit pendek mengalir ke bagian yang
kurang dari kedua sisi ke penyebab arus kedua yang mengalir melalui relay
diferensial. Aliran hanya pada satu sisi, atau jika beberapa arus mengalir keluar dari
satu sisi pada saat arus yang lebih besar memasuki sisi lain, akan menyebabkan arus
diferensial. Dengan kata lain, arus diferensial akan sebanding dengan perbedaan
vektor antara arus yang masuk dan meninggalkan sirkuit yang dilindungi; dan jika
arus diferensial melebihi nilai relay yang diambil, relay akan beroperasi.
Ini merupakan langkah yang mudah untuk menyampaikan prinsip dari elemen
sistem yang memiliki beberapa hubungan. Pertimbangan pada gambar 17, sebagai
contoh, dimana melibatkan 3 hubungan. Penting seperti sebelumnya, dimana semua
ct memiliki perbandingan yang sama, dan semuanya dihubungkan, jadi relay tidak
menerima arus ketika total arus yang meninggalkan elemen sirkuit sebanding secara
vektor dengan total arus yang memasuki elemen sirkuit.
Prinsip ini masih dapat digunakan ketika daya transformator dilibatkan, tapi
dalam kasus ini, perbandingan dan hubungan antara ct bersebrangan dengan daya
transformator harus mengimbangi untuk jarak dan perubahan sudut fasa antara arus
daya transformator disisi lain. Subjek ini akan dibicarakan secara lengkap ketika
kita mempertimbangkan subjek dari perlindungan daya transformator.

Bentuk pemakaian paling luas dari relay diferensial adalah tipe persentase
diferensial. Ini pada dasarnya sama dengan tipe overcurrent (kelebihan arus), yang
telah dijelaskan sebelumnya, tapi relay ini tidak dihubungkan dalam sirkuit
diferensial seperti yang digambarkan dalam gambar 18.
Arus diferensial yang dibutuhkan untuk mengoperasikan relay ini adalah
jumlah variabel, yang berhubungan dengan pengaruh dari tahanan gulungan. Arus
diferensial dalam operasi gulungan, sebanding dengan I1 - I2, dan arus seimbang
dalam tahanan gulungan sebanding dengan I I , karena operasi gulungan
1 2

dihubungkan dengan titik tengah dari tahanan gulungan; dengan kata lain, jika N
merupakan jumlah putaran dari tahanan gulungan, total ampere-putaran adalah
I N I N , yang sama juga jika I I dialirkan melalui keseluruhan gulungan.
1
2 1 2
2 2 2

Karakteristik operasi dari relay diperlihatkan pada gambar 19. Jadi kecuali untuk
sedikit pengaruh dari kontrol sumber pada arus lemah, perbandingan dari arus
operasi diferensial ke rata-rata pengendalian arus memiliki persentase yang tetap,
yang menjelaskan nama relay ini. Bagian melalui arus biasanya digunakan untuk
menunjukkan I2, dimana bagian arus total yang mengalir melalui sirkuit dari satu
ujung ke ujung yang lainnya, dan karakteristik operasi yang dijelaskan
menggunakan I2 dari pada I I , untuk menyesuaikan diri dengan defenisi ASA
1 2

untuk persentase relay diferensial. Keuntungan dari relay ini adalah tidak mungkin
terjadinya kesalahan operasi dibandingkan dengan relay over current (kelebihan
arus) yang dihubungkan secara diferensial ketika sirkuit pendek luar terjadi untuk
melindungi daerah.
Arus transformator dari tipe yang biasa digunakan tidak mengubah arus
dasarnya, jadi sangat akurat dalam kondisi sementara untuk waktu pendek setelah
terjadi sirkuit pendek. Ini terutama sekali benar ketika arus sirkuit pendek
seimbang. Dalam kondisi ini menurut dugaan transformator arus identik mungkin
tidak mempunyai arus skunder identik, memperlihatkan sedikit arus dalam sifat
magnet atau memiliki perbedaan jumlah dari sisi kemagnetan dan perbedaan arus
mungkin besar, lebih besar dari pada jarak arus pada sirkuit pendek. Meskipun arus
sirkuit pendek untuk kekurangan keadaan luar tidak seimbang, transformator arus
sekunder mungkin berbeda dalam tipe transformator arus atau beban, terutama
dalam perlindungan daya transformator. Karena peningkatan kenaikan
karakteristik persentase relay diferensial sebagai jarak yang melalui kenaikan arus,
relay dilawan terhadap operasi yang tidak sesuai.

Gambar 20 memperlihatkan perbandingan dari relay Over current (kelebihan


arus) yang sederhana dengan kondisi persentase dari relay diferensial. Relay
overcurrent memiliki kesamaan pengambilan minimum sebagai persentase relay
diferensial yang beroperasi tidak dinginkan ketika arus diferensial hampir saja
dilebihi nilai x, sedangkan tidak ada kecenderungan untuk persentase atau bagian
diferensial yang beroperasi.
Persentase relay diferensial dapat digunakan untuk elemen sistem yang
memiliki lebih dari dua terminal, seperti aplikasi 3 terminal dari gambar 21.

Setiap tahanan gulungan dari gambar 21 memiliki jumlah putaran yang sama,
dan setiap gulungan menghasilkan tahanan torsi yang bebas dengan yang lain, dan
torsinya ditambah secara aritmatika. Persen karakteristik lekukan dari relay akan
bermacam-macam dengan distribusi arus antara 3 tahanan gulungan.

Persentase relay diferensial biasanya terjadi seketika itu juga atau kecepatan
tinggi. Waktu menunggu tidak dibutuhkan untuk hal memilih karena karakteristik
persentase relay diferensial dan bentuk tambahan yang digambarkan kemudian
membuat relay ini sebenarnya kebal terhadap pengaruh sementara ketika relay
digunakan sebagaimana meskinya. Penyesuaian yang dihasilkan dengan beberapa
persentase relay diferensial akan digambarkan dalam hubungan dengan
pemakaiannya. Beberapa tipe lain dari penyusunan relay diferensial dapat
disebutkan. Salah satunya adalah penggunaan relay directional (yang berhubungan
dengan arah). Yang lain memiliki tahanan tambahan yang dihasilkan dari
harmonika dan komponen DC dari arus diferensial. Tipe lain menggunakan relay
over voltage (kelebihan tegangan) sebagai pengganti dari relay over current
(kelebihan arusi) dalam sirkuit diferensial. Khusus transformator arus digunakan
sedikit besi atau tidak ada sama sekali dalam sirkuit magnetnya untuk mencegah
kesalahan transformasi yang disebabkan oleh komponen DC dari gelombang arus
yang seimbang. Semua jenis ini memperluas prinsip dasar yang telah dijelaskan,
dan akan disajikan kemudian dihubungan dengan aplikasi khusus. Ada aktivitas
besar dalam perkembangan relay diferensial dari semua tipe biasa. Bagaimanapun
setiap jenis dari elemen sistem menampilkan masalah khusus yang dimiliki, jadi
lebih lanjut membuatnya tidak mungkin untuk menemukan peralatan relay
diferensial yang memiliki aplikasi menyeluruh.
Gambar 22 menunjukkan persentase relay diferensial yang digunakan untuk
melindungi generator udara. Relay memiliki pengambilan minimum 0,1 ampere
dan lekukan 10 % (dijelaskan pada gambar 19). Tingginya daya tahan kesalahan
ground terjadi pada gambar dekat ground netral dari generator angin pada saat
generator membawa beban. Sebagai konsekuensinya, arus dalam aliran ampere
pada setiap ujung dari generator angin memiliki besar dan arah yang diperlihatkan
pada gambar 22. Dianggap bahwa arus transformator memiliki perbandingan 400 :
5 ampere dan tidak ada ketidaksesuaian, akankah relay ini beroperasi dalam
perjalanan gelombang besar dalam kondisi ini?. Akankah relay relay beroperasi
pada nilai yang diberikan dari kesalahan arus jika generator tidak membawa beban
dengan gelombang besar yang terbuka?. Pada diagram yang sama, ditunjukkan
karakteristik operasi relay dan titik yang menunjukkan operasi dan arus tahanan
dalam relay untuk 2 kondisi.

Relai Pilot
Relay pilot adalah adaptasi dari prinsip2 relay diferensial untuk proteksi dari bagian
saluran transmisi. Relay pilot hanya memberikan proteksi utama, proteksi tambahan
harus diberikan oleh relay tambahan.
Istilah pilot berarti bahwa antara akhir dari saluran transmisi ada sebuah saluran
penghubung dari lebih beberapa bagian informasi dapat disampaikan. 3 tipe yang
berbeda dari saluran yang sekarang ini digunakan, yaitu disebut pilot wire, pilot
carrier-current, dan pilot microwave.
Pilot wire pada umumnya terdiri dari 2 kawat sirkuit dari tipe salurantelpon, yang
lainnya kawat terbuka dari kabel, frekuensi, seperti sirkuit yang disewa dari
perusahaan telpon lokal.
Pilot carrier-current dengan arus bertegangan rendah, frekuensi tinggi ( 30-200 kc)
ditransmisikan sepanjang sebuah konduktor dari suatu saluran daya ke saluran
penerima di akhir saluran, bumii dan kawat tanah pada umumnya bertindak sebagai
konduktor pembalik
Pilot microwave berada pada frekuensi sangat tinggi dari sistem radio yang berjalan
diatas 900 megacycle.
Pilot wire pada umumnya ekonomis untuk jarak lebih dari 5-10 mil, melebihi pilot
cerrier-current yang biasanya lebih ekonomi. Pilot microwave digunakan jika
jumlah dari layanan yang dibutuhkan saluran pilot melebihi kemampuan teknis dan
ekonomis dari cerrier current.
Dibawah ini, pertama kita menguji prinsip-prinsip pokok dari relay pilot, kemudian
lihat bagaimana ini digunakan u/ beberapa peralatan relay pilot wire yang
sebenarnya.

Mengapa relay differensial tidak digunakan


Karena relay differensial yang digambarkan pada bab 3 u/ proteksi dari generator,
trnsformator, bus dll sangat memmilih. Alasan utama adalah bahwa akan ada
dimiliki begitu banyak hubungan antara transformator arus ( CT ) u/ membuat relay
differensial yang secara ekonomis lebih memungkinkan jarak biasa dilibatkan
dalam relay saluraan transmisi.
Untuk saluran 3 fasa dibutuhkan 6 pilot konduktor, 1 u/ setiap fase CT dan satu u/
hubungan netral, dan 2 u/ sirkuit perjalanan. Karena tetap sebuah pilot 2 kawat
lebih banyak dari 5 s/p 10 miles, menjadi lebih mahal dari pilot carrier-current, kita
dapat menyimpulkan bahwaa, hanya pada dasar ini , relay differensial dengan 6
kawat pilot akan dibatasi ke saluran yang sangat pendek.
Alasan lain :
1. kemungkinan dari operasi penerima yang tidak patut ke ketidak sesuaian CT
dibawah beban yang berat yang akan diperlukan
2. pengaruh dari perubahan arus antaraa kawat pilot
3. penurunan tegangan yang besar di kawat pilot yang dibutuhkan, lebih baik
isolasi
4. arus dan tegangan pilot akan dilebihkan u/ sirkuit pilot yang disewa dari
perusahaan telfon

Tujuan dari sebuah pilot


Gambar 1 adalah diagram sebuah saluran dari sebuah bagian saluran transmisi yang
menghubungkan bagian A dan B, dan memperlihatkan bagian dari sebuah bagian
saluran berdampingan yang melewati B. Asumsi bahwa kamu pada stasiun A,
dimana meteran yang sangat akurat memungkinkan u/ membaca tegangan, arus dan
sudut fasa antaranyau/ saluran bagian AB. Mengetahui karakter impedansi per unit
panjang dari saluran, dan jarak dari A ke B yang didapat, seperti sebuah relay jarak,
mengataakan perbedaan antara sebuah sirkuit pendek pada C ditengah saluran dan
pada D, akhir yang jauh dari saluran. Tapi mungkin kamu tidak membedakan antara
sebuah kesalahan pada D dan sebuah kesalahan pada E yang melewati gelombang
besar dari bagian saluran yang berdampingan, karena impedansi antara D dan E
sangat kecil u/ menghasilkan perbedaan yang tidak berarti dalam jumlah yang kamu
hitung. Meskipun kamu mungkin menemukan sedikit perbedaan, kamu tidak yakin
berapa dari perbedaan itu memberikan ketidaksamaan, meskipun sedikit, pada
meteranmu atau dalam arus dan tegangan trafo yang disampaikan oleh meteran.
Dan tentunya, kamu akan mempunyai kesulitan jika kawat arus yang
menyeimbangi dilibatkan. Bagaimanapun juga, kamu akan susah u/ menerima
kemungkinan trip nya CB untuk gangguan di D dan tidak trip untuk gangguan di E.
Tapi jika kamu di stasiun B, meskipun kesalahan dalam meteran atau sumber
diberikan, atau meskipun ada kawat yang menyeimbangi, kamu dapat mengatakan
dengan sungguh2 apakah kesalahan pada D atau pada E. Hampir akan ada
perputaran sempurna dalam arus atau dengan kata lain, kira2 180 o perbedaan sudut
fasa.
Apa yang dibutuhkan pada stasiun A? u/ itu, apakah beberapa jenis dari tanda
ketika sudut fasa dari arus pada stasiun B