Anda di halaman 1dari 12

Nama : Agusta Surya Laksmana

NIM : 1104405039

SYARAT-SYARAT DAN APLIKASI RELAY PROTEKSI

A. Definisi Relay Proteksi


Relai adalah suatu alat yang bekerja secara otomatis untuk mengatur
memasukan suatu rangkaian listrik (rangkaian trip atau alarm) akibat adanya
perubahan lain.

B. Syarat-syarat Relay Proteksi


Dalam perencanaan sistem proteksi, maka untuk mendapatkan suatu sistem pro
teksi yang baik diperlukan persyaratan-persyaratan sebagai berikut :
1. Sensitif (Sensitivity)
Pada prinsipnya relay proteksi harus mampu mendeteksi adanya
gangguan yang terjadi di daerah pengamanannya dan harus cukup sensitif
untuk mendeteksi gangguan tersebut dengan rangsangan minimum dan bila
perlu hanya mentripkan pemutus tenaga (PMT) untuk memisahkan bagian
sistem yang terganggu, sedangkan bagian sistem yang sehat dalam hal ini tidak
boleh terbuka.
2. Selektif (Selectivity)
Selektivitas dari relay proteksi adalah suatu kualitas kecermatan
pemilihan dalam mengadakan pengamanan. Bagian yang terbuka dari suatu
sistem oleh karena terjadinya gangguan harus sekecil mungkin, sehingga
daerah yang terputus menjadi lebih kecil. Relay proteksi hanya akan bekerja
selama kondisi tidak normal atau gangguan yang terjadi didaerah
pengamanannya dan tidak akan bekerja pada kondisi normal atau pada keadaan
gangguan yang terjadi diluar daerah pengamanannya.
3. Cepat (Speed Of Operation)
Makin cepat relay proteksi bekerja, tidak hanya dapat memperkecil
kemungkinan akibat gangguan, tetapi dapat memperkecil kemungkinan
meluasnya akibat yang ditimbulkan oleh gangguan.
4. Handal (Reliability)
Sebuah rele proteksi harus selalu berada pada kondisi yang mampu
melakukan pengamanan pada daerah yang diamankan.
Keandalan memiliki 3 aspek, antara lain :
Dependability, adalah kemampuan suatu sistem rele untuk beroperasi dengan
baik dan benar. Pada prinsipnya pengaman harus dapat diandalkan bekerjanya
(dapat mendetaksi dan melepaskan bagian yang terganggu), tidak boleh gagal
bekerja. Dengan kata lain dependability-nya harus tinggi.
Security, adalah tingkat kepastian suatu sistem relai untuk tidak salah dalam
bekerja. Salah kerja, misalnya lokasi gangguan berada di luar pengamanannya,
tetapi salah kerja mengakibatkan pemadaman yang seharusnya tidak perlu
terjadi.
Availability, adalah perbandingan antara waktu di mana pengaman dalam
keadaan siap kerja (actually in service) dan waktu total operasinya.
5. Ekonomis (Ekonomic)
Dengan biaya yang sekecilnya-kecilnya diharapkan relay proteksi
mempunyai kemampuan pengamanan yang sebesar-besarnya.
6. Sederhana (Simplicity)
Perangkat relay proteksi disyaratkan mempunyai bentuk yang
sederhana dan fleksibel. namun tetap mampu bekerja sesuai dengan tujuannya.

C. Beberapa Jenis dan Fungsi Relay proteksi

No Nama Relay Fungsi Relay


1 Relay jarak (distance relay) Untuk mendeteksi gangguan 2 fasa atau
3 fasa di muka generator sampai batas
jangkauannya.
2 Relay periksa sinkron Pengaman Bantu generator untuk
mendeteksi persaratan sinkronisasi
(parallel).
3 Relay tegangan kurang (under Mendeteksi turunnya tegangan sampai
voltage relay) dibawah harga yang di izinkan (relay ini
bekerja apabila sebelum rele loss of field
bekerja)
4 Relay daya balik (reverse power Untuk mendeteksi daya balik, sehingga
relay) mencegah generator bekerja sebagai
motor.
5 Relay kehilangan medan penguat Untuk mendeteksi kehilangan medan
penguat generator.
6 Relay fasa urutan negatif Untuk mendeteksi arus urutan negatif
yang disebabkan oleh beban tidak
seimbang pada batas-batas yang tidak
diizinkan
7 Relay arus lebih seketika (over Untuk mendeteksi besaran arus yang
current relay instanteneous) melebihi batas yang ditentukan dalam
waktu seketika.
8 Relay arus lebih dengan waktu Untuk mendeteksi besaran arus yang
tunda (time over current relay) melebihi batas dalam waktu yang
diizinkan.
9 Relay penguat lebih (over Untuk mendeteksi penguat lebih pada
excitation relay) generator.
10 Relay tegangan lebih 1. bila terpasang di titik netral generator
atau trafo tegangan yang di hubungkan
segitiga terbuka untuk mendeteksi
gangguan stator hubungan tanah.
2. bila terpasang pada terminal generator
untuk mendeteksi tegangan lebih.
11 Relay keseimbangan tegangan Untuk mendeteksi hilangnya tegangan
(voltage balanced relay) dari trafo tegangan pengatur tegtangan
otomatis (AVR dan relay).
12 Relay waktu (time delay) Untuk memperlambat waktu.
13 Relay stator gangguan tanah (stator Untuk mendeteksi kondisi a sinkron
ground fault relay) pada generator yang sudah paralel
dengan sistem.
14 Relay kehilangan sinkronisasi (out Untuk mendeteksi kondisi a sinkron
of step relay) pada generator yang sudah paralel
dengan sistem.
15 Relay pengunci (lock out relay) Untuk menerima signal trip dari relay-
relay proteksi dan kemudian
meneruskan signal trip ke PMT, alarm
dan peralatan lain serta mengunci.
16 Relay frekuensi (frekuensi relay) Mendeteksi besaran frekuensi
rendah/lebih di luar harga yang
diizinkan.
17 Relay diferensial (diferensial Untuk mendeteksi gangguan hubungan
relay) singkat pada daerah yang diamankan.

D. Aplikasi Beberapa Relay Proteksi


Relay Proteksi diaplikasikan pada beberapa peralatan seperti Tranformator,
Generator dan juga Saluran Transmisi
Aplikasi Pada Saluran Transmisi
1. Relay Jarak
Relai jarak adalah relay proteksi yang diaplikasikan pada saluran
transmisi sebagai pengaman utama (main protection) pada Suatu sistem
transmisi, baik SUTT maupun SUTET, dan sebagai cadangan atau backup
untuk seksi didepan. Relai jarak bekerja dengan mengukur besaran impedansi
(Z), dan transmisi dibagi menjadi beberapa daerah cakupan pengamanan yaitu
Zone-1, Zone-2, dan Zone-3, serta dilengkapi juga dengan teleproteksi (TP)
sebagai upaya agar proteksi bekerja selalu cepat dan selektif didalam daerah
pengamanannya
Relai jarak akan bekerja dengan cara membandingkan impedansi
gangguan yang terukur dengan impedansi setting, dengan ketentuan:
a. Bila harga impedansi ganguan lebih kecil dari pada impedansi seting relai
maka relai akan trip.
b. Bila harga impedansi ganguan lebih besar daripada impedansi setting
relai maka relai akan tidak trip.
Beberapa Sifat Relay jarak :
a. Dapat menentukan arah letak gangguan
b. Gangguan didepan relai akan bekerja.
c. Gangguan dibelakang relai tidak akan bekerja
d. Dapat menentukan letak gangguan.
e. Gangguan di dalam daerahnya relai akan bekerja.
f. Gangguan diluar daerahnya relai tidak akan bekerja.
g. Dapat membedakan gangguan dan ayunan daya.

2. Relai Hubung Tanah


Merupakan Relai proteksi yang diaplikasikan pada saluran transmisi
yang bekerja karena adanya besaran arus dan terpasang pada jaringan Tegangan
tinggi, Tegangan menengah juga pada pengaman Transformator tenaga.
Jika dalam transmisi tenaga listrik terjadi hubung singkat antara kabel
fasa dengan tanah, maka rele hubung tanah akan langsung bekerja dalam waktu
yang sangat singkat, sehingga sistem menjadi aman karena tidak terjadi
kerusakan yang sangat banyak.
Aplikasi pada Transformator

1. Relay Differensial
Relay differensial adalah relay proteksi yang diaplikasikan pada
transformator untuk mengamankan trafo dari gangguan hubung singkat yang
terjadi didalam daerah pengamanan trafo relay ini bekerja dengan cara
membandingkan arus yang masuk dan arus yang keluar.

Dari gambar di atas dapat dilihat bahwa dalam kondisi arah arus Ip dan
Is adalah berlawanan dan mempunyai besar yang sama maka relay differensial
tidak dialiri arus. Relay ini bekerja apabila terjadi perbedaan arus antara sisi
primer dan sisi sekunder. Perbedaan arus tersebu disebabkan oleh gangguan
yang terdapat didaerah pengamanan trafo
2. Buchollz Relay

Buchollz Relay berfungsi untuk mengamankan trafo dari gangguan


internal trafo yang menimbulkan gas dimana gas tersebut timbul akibat adanya
hubung singkat di dalam trafo atau akibat busur di dalam trafo.

Cara kerja adalah gas yang timbul di dalam trafo akan mengalir melalui pipa
dan tekanan gas ini akan mengerjakan relay dalam 2 tahap, yaitu :
Mengerjakan alarm (bucholz 1st) pada kontak bagian atas (1).
Mengerjakan perintah trip ke PMT pada kontak bagian bawah (2).
Analisa gas yang timbul pada relay bucholz adalah sebagai berikut :
H2 dan C2H2 menunjukkan adanya busur api pada minyak antara bagian
bagian konstruksi
H2, C2H2 dan CH4 menunjukkan adanya busur api sehingga isolasi
phenol terurai, misalnya terjadi gangguan pada sadapan
H2, C2H4 dan C2H2 menunjukkan adanya pemanasan pada sambungan
inti.
H2, C2H, CO2 dan C3H4 menunjukkan adanya pemanasan setempat pada
lilitan inti.

3. Relay Arus lebih


Relay Arus lebih berfungsi untuk melindungi trafo dari gangguan
hubung singkat antar fasa di dalam maupun di luar daerah pengaman trafo.
relay ini bekerja dengan prinsip instant, yaitu relay tersebut akan bekerja
seketika ketika terdeteksi adanya arus gangguan. Sehingga dengan cepat dapat
mengamankan trafo dan peralatan lain dari kerusakan.Relay arus lebih
biasanya di beri kode relay 51 dan dipasang pada sisi primer dan sisi sekunder
trafo.
4. Relay Tekanan Lebih
Relay Tekanan lebih digunakan pada transformator untuk melindungi
trafo dari gangguan tekanan berlebih yang disebabkan oleh gangguan di dalam
trafo. terdapat 2 jenis yaitu :
a. Type Membran
Berupa plat tipis yang di desain sedemikian rupa yang akan pecah
apabila menerima tekanan melebiihi desainnya. Membrane ini hanya
sekali pakai sehingga jika pecah harus diganti yang baru.
b. Type Valve
Berupa suatu katup yang ditekan oleh sebuah pegas yang di desain
sedemikian rupa sehingga apabila terjadi tekanan di dalam trafo melebihi
tekanan pegas maka akan membuka dan membuang tekanan keluar
bersama sama sebagian minyak.
Apabila tekanan di dalam trafo sudah turun atau lebih kecil dari tekanan
pega maka valve akan menutup kembali. Berikut ini adalah Ilustrasi dari
Rele Tekanan Lebih :

1. Relay body
2. Equalizer
3. Metal bellows
4. Manual relief valve
5. Microswitch
6. Connection terminals
7. Terminal box
Aplikasi pada generator
1. Relay Kehilangan Medan Penguat Rotor
Adalah Relay proteksi yang diaplikasikan pada generator untuk
mendeteksi hilangnya medan penguat pada rotor yang mengakibatkan
generator kehilangan sinkronisasi dan berputar di luar kecepatan sinkronnya
sehingga generator beroperasi sebagai generator asinkron. Daya reaktif yang
diambil dari sistem ini akan dapat melebihi rating generator sehingga
menimbulkan overload pada belitan stator dan menimbulkan overheat yang
menimbulkan penurunan tegangan generator. Hilangnya medan penguat rotor
dapat dideteksi dengan kumparan yang dipasang paralel dengan main exciter
dan kumparan rotor generator. Pada kumparan ini akan mengalir arus yang
apabila nilainya kurang dari arus setting yang diinginkan, maka akan membuat
Relay mengeluarkan sinyal alarm atau trip.

2. Relay Kehilangan Sinkronisasi (Out of Synchronism Relay)


Relay proteksi yang diaplikasikan pada generator untuk mendeteksi
peristiwa lepasnya sinkronisasi pada generator yang sedang beroperasi yang
disebabkan oleh generator yang beroperasi melampaui batas stabilnya. Yang
dimaksud dengan stabilitas adalah kemampuan sistem untuk kembali bekerja
normal setelah mengalami sesuatu seperti perubahan beban, switching, dan
gangguan lain. Gangguan tersebut akan berdampak pada tidak sinkron-nya
tegangan generator dan sistem. Untuk mengamankan generator yang
berkapasitas beban besar terhadap peristiwa ayunan beban dari kondisi tak
sinkron digunakan Relay lepas sinkron. Relay ini mendeteksi besar impedansi
(arus dan tegangan sistem). Apabila kondisi sistem akan memasuki impedansi
generator maka Relay tersebut akan mengaktifkan Relay untuk trip PMT
generator. Relay impedansi merupakanbackup bagi Relay ini.

3. Relay Gangguan Frekuensi


Relay gangguan frekuensi adalah relay proteksi yang diaplikasikan
pada generator untuk mendeteksi adanya perubahan frekuensi dalam nilai yang
besar secara tiba tiba. Kisaran frekuensi yang diijinkan adalah 3% sampai
7% dari nilai frekuensi nominal. Penurunan frekuensi disebabkan oleh adanya
kelebihan permintaan daya aktif di jaringan atau kerusakan regulator frekuensi.
Frekuensi yang turun menyebabkan naiknya arus magnetisasi pada generator
yang akan menaikkan temperatur. Pada turbin uap, hal tersebut akan mereduksi
umur blade pada rotor. Kenaikan frekuensi disebabkan oleh adanya penurunan
permintaan daya aktif pada jaringan atau kerusakan regulator frekuensi.
Frekuensi yang naik akan menyebabkan turunnya nilai arus magnetisasi pada
generator yang akan menyebabkan generator kekurangan medan penguat.
Sensor Relay frekuensi dipasang pada tiap fasa yang keluar dari generator.

4. Relay Tegangan Lebih


Pada generator yang besar umumnya menggunakan sistem pentanahan
netral melalui transformator dengan tahanan di sisi sekunder. Sistem
pentanahan ini dimaksudkan untuk mendapatkan nilai impedansi yang tinggi
sehingga dapat membatasi arus hubung singkat agar tidak menimbulkan bahaya
kerusakan pada belitan dan saat terjadi gangguan hubung singkat stator ke
tanah. Arus hubung singkat yang terjadi di sekitar titik netral relatif kecil
sehinga sulit untuk dideteksi oleh Relay differensial. Dengan dipasang
transformator tegangan, arus yang kecil tersebut akan mengalir dan
menginduksikan tegangan pada sisi sekunder transformator. Untuk mengatasi
hal tersebut digunakan Relay pendeteksi tegangan lebih yang dipasang pada sisi
sekunder transformator tegangan. egangan yang muncul pada sisi sekunder
transformator tegangan akan membuat Relay tegangan berada pada kondisi
mendeteksi apabila perubahan tegangan melebihi nilai settingnya dan generator
akan trip. Rangkaian ini sangat baik karena dapat membatasi aliran arus nol
yang mengalir ke dalam generator ketika terjadi hubung singkat fasa ke tanah
di sisi tegangan tinggi transformator tegangan. Akan tetapi karena efek
kapasitansi pada kedua belitan transformator dapat menyebabkan adanya arus
bocor urutan nol yang dapat mengaktifkan Relay tegangan lebih di sisi netral
generator. Dengan demikian Relay tegangan lebih yang dipasang harus
mempunyai waktu tunda yang dapat dikoordinasikan dengan Relay di luar
generator. Adapun penyebab overvoltage adalah sebagai berikut:
Kegagalan AVR.
Kesalahan operasi sistem eksitasi.
Pelepasan beban saaat eksitasi dikontrol secara manual.
Pemisahan generator dari sistem saat islanding.