Anda di halaman 1dari 8

STATEGI UNTUK MENJADI SEORANG DOKTER YANG UNGGUL

Dokter adalah salah satu profesi yang mulia. Di tengah masyarakat kaum dokter pun
dianggap kaum yang jenius dimana setiap dokter dipandang sebagai seorang yang pintar dan
tahu segalanya dan semua orang akan berusaha menjadi dan memegang peran besar dalam
pekerjaan terhormat ini. Tidak heran banyak yang bercita-cita ingin menjadi seorang dokter.
Apakah proses nya semudah membalik telapak tangan? Tentu saja tidak. Banyak proses yang
harus dilewati suka dan duka untuk menjadi seorang dokter yang profesional dan unggul di
kalangan masyarakat. Salah satu moment yang paling banyak suka dan dukanya adalah ketika
seorang calon dokter koas, Proses ini merupakan proses yang tersulit dan paling berkesan bagi
seorang dokter. Proses ini dilaksanakan di rumah sakit pendidikan selama minimal 1,5 tahun
sampai 2 tahun. Tahap ini merupakan tahap pengaplikasian ilmu kedokteran yg telah dimiliki
selama kuliah kepada pasien sebenarnya. Jadi p ada tahap ini calon dokter sudah bertindak
sebagai dokter namun masih di bawah pengawasan pembimbingnya.

Nah pada tahap ini, pada beberapa bagian tertentu seorang dokter muda akan
melaksanakan Jaga Malam, misalnya di bagian IGD (gawat darurat) jika kita mendapat giliran
Jaga Malam, maka artinya kita harus bertugas di Rumah Sakit selama 32 jam, karena harus
masuk Shift pagi (Jam 7 14.00), ditambah shift jaga malam , plus kegiatan pagi besoknya lagi
(jam 7 14.00). bisa di bayangkan bagaimana lelahnya ??

Jadi dokter itu gak mudah, jadi jangan dianggap enteng menjadi mahasiswa kedokteran,
karena realita kehidupan menjadi dokter yang sebenarnya itu gak seindah drama . Masa-masa
kuliah dan koasnya saja sudah buat kepala pusing apalagi waktu ujiannya dan juga jadi
mahasiswa kedokteran ini biasanya suka uji nyali, bagaimana tidak di saat dosen memberi tugas
buat otak atik mayat sendirian atau berdua di ruang mayat.

Itulah suka duka menjadi mahasiswa kedokteran dan menjadi dokter muda di rumah
sakit, masih banyak lagi suka dan duka lainnya yang harus dilewati tidak hanya di saat koas
ataupun disaat kuliah saja, tapi nanti setelah mendapat gelar dokter (dr) akan banyak lagi
tantangan dan halangan untuk menjadi dokter yang unggul dan baik di mata masyarakat.

Tapi semua halangan dan rintangan itu tidak akan berlangsung lama apabila, kita mau
berusaha dan bekerja keras. Karena tidak ada proses yang menghianati hasil. Seperti pantun yang
bunyinya Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ketepian bersakit-sakit dahulu bersenang-
senang kemudian. Jadi, kita harus tetap berusaha sampai kita menjadi dokter yang
sesungguhnya dokter yang baik,terampil,dan unggul.

Jadi bagaimana cara untuk menjadi dokter yang unggul itu? Proses apa aja yang harus
dilewati, dan bagaimana cara agar kita menjadi dokter yang baik dan unggul dalam artian dokter
yang terbaik di mata kalangan masyarakat dan dokter yang paling digemari oleh masyakarat.

Untuk menjadi dokter yang unggul itu tidaklah mudah, karena perkembangan jaman dan
tingkat populasi manusia masih banyak diluar sana calon dokter yang jauh lebih baik lagi dari
kita, tapi apa salahnya kita mau mencoba dan ingin menjadi dokter yang baik dan unggul. Dan
untuk itu semua, kita memerlukan strategi yang relevan yang kita butuhkan untuk menjadi dokter
yang unggul itu dan hal-hal apa saja yang harus kita lakukan.

Tipsnya adalah pertama kita harus punya komitmen. Komitmen adalah tindakan yang
anda ambil untuk menopang suatu pilihan tindakan tertentu, sehingga pilihan tindakan itu dapat
kita jalankan dengan mantap dan sepenuh hati. Karena segala sesuatu itu harus diawali dengan
komitmen kemauan dan tekad yang keras untuk maju, karena percuma saja kita melakukan
sesuatu tanpa komitmen yang keras itu sama saja kita telah membuang-buang waktu untuk hal
yang tidak pasti.

Kedua adalah kita harus menghargai waktu. Bagi orang yang ingin memacu percepatan
dirinya, maka waktu adalah kuncinya. Sebab sesungguhnya waktu adalah hidup kita. Orang
bodoh adalah orang yang diberi modal hidup berupa waktu kemudian ia sia-siakan. Ada tiga
kelompok orang yang menggunakan waktu, yaitu : Orang sukses, yaitu orang yang menggunakan
waktu dengan optimal, salah satu cirinya adalah ia melakukan sesuatu hal yang tidak di minati
oleh orang gagal.Orang malang, yaitu orang yang hari-harinya diisi dengan kekecewaan dan
selalu memulai sesuatu pada keesokan harinya.Orang hebat, yaitu orang yang bersedia
melakukan sesuatu sekarang juga. Bagi orang hebat tidak ada hari esok, dia berkata sistem yang
kondusif bahwa membuang waktu bukan saja kejahatan, tetapi suatu pembunuhan yang
kejam.Karena mengetahui dan menyadari akan pentingnya waktu berarti memahami pula nilai
hidup dan kehidupan ini. Oleh karena itu, yang kedua yang harus dilakukan untuk menjadi
pribadi unggul dalam bidang kedokteran adalah pantang menyia-nyiakan waktu. Kita tidak boleh
melakukan sesuatu dengan sia-sia, sebab semua yang dilakukan sangat pasti memakan waktu,
sedangkan waktu itu sangat berharga.

Ketiga adalah sistem yang kondusif .Sistem yang kita masuki itu akan sangat
mempengaruhi percepatan diri kita, salah dalam memilih sistem, memilih lingkungan maka
akibatnyapun akan segera kita rasakan. Maka barang siapa ingin memiliki percepatan diri yang
baik untuk menjadi unggul, maka harus bisa mencari sistem dan lingkungan atau teman-teman
yang berkualitas. Sistem yang memiliki keunggulan dari standar biasa, lingkungan yang
memuliakan perilaku yang terjaga, teman yang memiliki kehalusan budi pekerti yang tinggi. Apa
bila kita memasuki dalam sistem seperti ini, maka imbasnya pada diri kita jua. Percepatan kita
akan terkontrol untuk menjadi unggul dan bermutu. Lembaga atau organisasi yang memiliki
sistem yang unggul, banyak yang telah membuktikan dirinya tampil dalam kehidupan
bermasyarakat lebih maju dan lebih bermutu.

Maka apabila ingin memiliki pribadi yang unggul, tangguh dan prestatif, pastikan untuk
tidak salah dalam memilih pergaulan. Sebab salah dalam memilih pergaulan lingkungan, salah
dalam memilih sistem, berarti telah salah dalam memilih kesuksesan. Ingatlah pepatah Bergaul
dengan tukang minyak wangi akan kebawa wangi, bergaul dengan pandai besi akan kebawa bau
bakaran.
Yang keempat adalah berdaya saing positif .Dalam setiap kesempatan dan lingkungan, kita harus
memiliki naluri berdaya saing positif. Kalau tidak, pasti kita akan berat menghadapi hidup ini.
Majalah Panji pernah memberitakan bahwa beberapa tahun lagi Universitas- Universitas luar
negri, seperti Oxford, Harvard, UCLA, Stanford dan Universitas beken lainya, akan masuk ke
Indonesia. Kenyataan ini akan membuat miris beberapa perguruan tinggi. Sikap ini nampaknya
dipicu oleh kenyataan adanya kesenjangan kualitas Perguruan Tinggi dalam negeri dan
Perguruan Tinggi luar negeri.

Bagi Perguruan Tinggi yang tidak memiliki mental berdaya saing positif, akan membuat
mereka panik, kalang kabut karena takut kesaingan. Melihat kenyataan yang sama atau lebih
darinya, maka akan dianggap sebuah ancaman yang seolah-olah akan menghancurkanya. Namun
bagi yang memiliki mental bersaing yang positif, hal itu justru akan di tanggapi dengan senang
hati, seolah-olah dia mendapatkan sparing partner yang akan memacunya lebih berkualitas lagi.
Sebab mereka yang tidak diberi pesaing, kadang-kadang tidak membuat mereka maju.

Pepatah mengatakan bahwa lebih baik menjadi juara dua di antara juara umum, dari
pada jadi juara satu dari yang lemah. Karena yang terpenting bukan jadi juaranya, tapi bagai
mana caranya kita memompa kemampuan optimal dalam menjalani kehidupan. Lebih baik juara
dua di antara juara dari pada juara umum di antara yang kalah. Sahabat-sahabat sekalian, kita
janganlah sebel jika melihat orang lain lebih baik dari kita, karena orang-orang yang suka iri hati,
sebel dongkol kepada prestasi orang lain, biasanya tidak akan unggul. Berani bersaing secara
sehat dan positif adalah kunci menuju gerbang kesuksesan.

Dan yang kelima adalah mampu berkerja sama atau berkelompok mencantumkan ide-ide
pada setiap orang sebagai salah satu dari tujuh kebiasaan yang efektif. Dalam bekerjasama akan
tercermin perbedaan nilai tiap individu atau orang, yang kalau kita mampu mengelolanya akan
melahirkan team work yang solid, dimana nilai hasilnya akan jauh lebih besar, lebih unggul
dibandingkan kalau dilakukan sendiri-sendiri. Makin besar kekuatan kita dalam bekerjasama
dalam setiap kali berinteraksi dengan yang lain, maka akan semakin besar pula kemampuan yang
di hasilkan , itulah diantara kunci menjadi unggul. Jadi kalau ingin menjadi unggul, nikmati
hidup berkelompok, karena seorang yang pintar jika bertemu orang yang pintar akan bertambah
pintar. Untuk itu bekerjasamalah, tapi bekerjasama dalam hal yang positif, karena bekerjasama
itu ada kalanya saling melemahkan dan saling melumpuhkan. Maka, lakukanlah branchmarking
(studi banding) ke institusi lain sebagai perbandingan, dan ini sangat penting. Hal ini agar
pemikiran kita terus berkembang tidak mandek atau di situ-situ saja. Oleh karena itu jangan
pernah meremehkan orang lain, setiap bertemu orang harus jadi sarana perubahan dan
penambahan wawasan kita. Jangan merasa pintar sendiri, merasa yang terbaik, yang terbagus,
maka sebenarnya kita telah menjadi yang terbloon.

Itulah tips dari saya bagaimana cara agar menjadi dokter yang unggul di kalangan
masyarakat dan yang pasti kita harus tetap berusaha dan berdoa,agar kita sebagai calon dokter
dimasa yang akan datang mampu menjadi dokter kebanggan masyarakat yang unggul yang
mampu bersaing dengan dokter-dokter diluar daerah. Yang pasti tidak ada yang tidak mungkin
jika kita ingin mencoba dan berusaha. Sekian dan Terimakasih