Anda di halaman 1dari 4

BAB 3.

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian


Jenis penelitian yang dilakukan adalah eksperimental laboratoris karena dilaksanakan
dilaboratorium dan bersifat eksperimen atau percobaan. Selain itu pada penelitian ini
digunakan perlakuan untuk melihat perbedan yang disertai dengan adanya kontrol. Penelitian
ini bersifat kuantitatif karena hasil penelitian berupa angka.

3.2 Tempat dan Waktu Penelitian


Penelitian ini dilaksanakan di green house Jalan Kaliurang, Sumbersari, Kabupaten
Jember. Tempat penelitian dilakukan pada ketinggian tempat 100 meter di atas permukaan
laut. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober sampai November 2017. Penelitian dilakukan
pada pertengahan Oktober 2017 yang dimulai dari penumbuhan benih kacang hijau sebanyak
12 tanaman yang akan diletakkan pada 6 buat pot.

3.3 Variabel penelitian


3.3.1 Variabel Bebas
Variabel bebas merupakan variabel yang dapat menjadi sebab munculnya perubahan
(variabel terikat). Variabel bebas pada penelitian ini yaitu perbandingan pupuk kompos
dengan mikoriza pada pertumbuhan kacang hijau.
3.3.2 Variabel Terikat
Variabel terikat merupakan variabel yang muncul akibat pengaruh variabel bebas.
Variabel terikat pada penelitian ini berupa tinggi tumbuhan kacang hijau, jumlah daun,
dan derajat infeksi mikoriza terhadap tumbuhan kacang hijau.
3.3.3 Variabel Kontrol
Variabel kontrol merupakan variabel yang dikendalikan oleh peneliti sehingga
hubungan variabel bebas dan variabel terikat tidak dipengaruhi oleh faktor lain yang
tidak diteliti. Variabel kontrol pada penelitian ini berupa pupuk yang digunakan dalam
hal ini kompos dan mikoriza, media tanam (tanah yang digunakan dalam pertumbuhan
tanaman), penyiraman dari lokasi yang sama, perbanyakan mikoriza (50
spora/tanaman).

3.4 Definisi Operasional


Definisi operasional digunakan untuk menjelaskan gambaran dari penelitian yang
dilakukan. Defini operasional dalam penelitian adalah:
a. Mikoriza berasal dari bahasa Yunani yang secara harfiah berarti fungi akar
(mykos = miko= fungi dan rhiza = akar ) atau fungi tanah karena hifa dan
sporanya selalu berada di tanah terutama di areal rhizosfer tanaman (Mikola, 1980;
Smith and Read, 1997). Menurut Imas (1989), mikoriza adalah suatu organisme
yang hidup secara simbiosis mutualistik antara cendawan dan akar tanaman
tingkat tinggi. Bentuk asosiasi antara cendawan mikoriza dan akar, sebenarnya
adalah suatu bentuk parasit, dimana cendawan menyerang sistem perakaran,
tetapi tidak sebagaimana halnya parasit yang berbahaya (patogen). Dalam hal
ini cendawan tidak merusak atau tidak membunuh tanaman inangnya tetapi
memberikan suatu keuntungan kepada tanaman inangnya (host) dan sebaliknya
cendawan dapat memperoleh karbohidrat dan faktor pertumbuhan lainya dari
tanaman inang. Mikoriza dikenal dengan fungi tanah karena habitatnya berada di
dalam tanah dan berada di area perakaran tanaman (rizosfer). Selain disebut sebagai
fungi tanah, mikoriza juga biasa dikatakan sebagai fungi akar. Keistimewaan dari
fungi ini adalah kemampuannya dalam membantu tanaman untuk menyerap unsur
hara terutama unsur hara fosfor atau P (Syibli, 2008). Jenis-jenis dari struktur
mikoriza yang berasosiasi sebagian tanah dan sistem vegetasi. Sebagian besar
tersebar dengan jenis mikoriza arbuskular dan vesikular. Pada jenis mikoriza
arbuskula, karakteristik stuktur dapat disebut dengan vesikel dan pada bagian
cabang dari hifa disebut dengan arbuskular dan fase yang paling penting dapat
berhubungan langsung dengan tanah. Jenis-jenis fungi mikoriza antara lain Glomus,
Gigaspora, dan Acaulospora (Brundrett, 1996).
b. Pertumbuhan tanaman dalam penelitian ini dilihat berdasarkan tinggi tanaman,
jumlah daun serta derajat infeksi mikoriza terhadap tanaman. Mikoriza yang
berhasil menginfeksi akar tanaman meningkatkan kemampuan tanaman dalam
penyerapan air dan unsur hara dengan cara memperluas area serapan sehingga
pertumbuhan tanaman khususnya kacang hijau akan meningkat.
c. Pupuk adalah suatu bahan yang mengadung satu atau lebih unsur hara atau nutrisi
bagi tanaman untuk menopang tumbuh dan berkembangnya tanaman.

3.5 Desain Penelitian


Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Adapun rinciannya
adalah sebagai berikut:
Pengulangan
Perlakuan
1 2 3
K K.U1 K.U2 K.U3
P P.U1 P.U2 P.U3
Keterangan:
K : Kontrol tanpa penambahan mikoriza dan pupuk kompos
P : Perlakuan dengan penambahan mikoriza (50 spora/tanaman)

3.6 Alat dan Bahan


3.6.1 Alat
Alat yang digunakan dalam penelitian ini berupa cangkul, meteran, ayakan, timbangan
elektronik, gembor atau sprayer, kertas label, jangka sorong digital, form data,
kalkulator, alat tulis untuk menulis setiap pengamatan yang dilakukan, kamera digital,
polybag, sekop serta alat lainnya yang mendukung penelitian ini.

3.6.2 Bahan
Bahan yang digunakan yaitu benih kacang hijau, tanah yang telah disetrilkan dengan
cara disangrai, 50 spora mikoriza/tanaman, dan pupuk kompos.
3.7 Prosedur Penelitian
Penelitian ini dilakukan beberapa tahapan yaitu:
a. Tahap persiapan
Mempersiapkan alat dan bahan, media tanam, penyediaan bahan tanam dalam hal
ini berupa bibit kacang hijau yang ditumbuhkan pada medium tanah dalam pot dan
juga mempersipkan mikoriza dengan 50 spora mikoriza.
b. Inokulasi
Penumbuhan tanaman yang dilakukan selama 1 minggu kemudian dipindahkan
dalam pot yang berisi tanah dan tanah berisi 50 spora mikoriza sesuai dengan takaran
yang ditentukan dan di amati dalam waktu 4 minggu.
c. Pemeliharaan tanaman
Pemeliharaan tanaman kacang hijau dilaksanakan di green house Jalan Kaliurang,
Sumbersari, Kabupaten Jember. Tanaman diberi dua perlakukan yaitu kontrol yang
berisi tanah saja dan perlakukan yang berisi tanah yang diberi 50 spora mikoriza.
Penyiraman dilakukan setiap 3 hari sekali untuk menjaga kualitas tanaman. Selain
itu, juga harus menjaga kondisi suhu dari area green house. Ketika sinar matahari
terlalu terik, maka tanaman dipindahkan ke bagian daerah yang tidak terlalu terik
terhadap sinar matahari karena kondisi yang terlalu panas akan akan mempengaruhi
pertumbuhan dari tanaman.

3.8 Parameter yang Diamati


Parameter yang diamati dalam penelitian ini berupa tinggi tanaman, jumlah daun, serta
derajat infeksi mikoriza pada akar. Dalam hal ini akar yang diamati nanti akan dipotong 1 cm
lalu diletakkan diatas kaca benda. 1 kaca benda berisi 10 akar yang telah dipotong dan
kemudian diberi pewarnaan dan diamati dibawah mikroskop. Pengamatan mikroskop
dilakukan di laboratorium Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan
Universitas Jember.
3.9 Alur Penelitian

Persiapan alat dan bahan

Mikoriza Bibit tanaman tomat


(Solanum lycopersicum)

50 spora Memasukkan dalam pot


berisi media (tanah)

Bibit tanaman kacang hijau usia 1


minggu

Tanpa mikoriza Penambahan


mikoriza

Pengamatan