Anda di halaman 1dari 6

Opsi penyelesaian akar masalah :

1. Menemukan visi untuk menyelesaiakan masalah di kawasan prioritas


RW 3 dan RW 5 :
2. Prioritas dari hasil perhitungan FGD :
3. Pemilihan kawasan prioritas yang memiliki banyak masalah :

Visi : berketahanan
dari segi ekonomi
penyediaan infrasturktur dasar
tanggap bencana

Misi : Terwujudnya kawasan bebas kumuh berbasis ekonomi mandiri


yang tanggap bencana

Visi kawasan prioritas memiliki 3 kata kunci :


Bebas Kumuh,
- karena pemerintahan saat ini memiliki program pengurangan
kawasan kumuh.
Ekonomi Mandiri,
- Melihat dari potensi wilayah studi yang memiliki beberapa jenis
Home Industri yang berpotensi meningkatkan ekonomi kawasan
- Sebagian besar masyarakat bekerja pada sektor informal, seperti
pedagang, buruh, pelaku industri rumahan.
Tanggap Bencana,
- Berdasarkan kondisi fisik, wilayah studi berada pada daerah
rawan bencana longsor
- Kondisi permukiman yang padat dan riwayat kejadian bencana di
wilayah studi rawan terjadi bencana kebakaran

Misi :
Mewujudkan kawasan bebas kumuh melalui kesiapan infrastruktur
Meningkatkan ekonomi mandiri dengan penguatan UKM dan
Home Industri
Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mitigasi bencana
MISI I :
Mewujudkan kawasan bebas kumuh melalui kesiapan infrastruktur
Bangunan dan Lingkungan
- Tersedianya regulasi intensitas bangunan
Indikator :
Jumlah bangunan yang tidak sesuai dengan standar

- Tersedianya Penghijauan lingkungan skala rumah tangga


Indikator :
Rasio jalan yang memiliki hijauan

Sarana
- Ruang Terbuka Hijau (RTH)
Tersedianya ruang terbuka hijau (RTH) skala lingkungan

Indikator :
Rasio luas terbuka hijau dibandingkan dengan luas kawasan
permukiman

- Sarana Pemerintahan
Tersedianya sarana kegiatan masyarakat (Balai RW)
Tersedianya Pos Keamanan Keliling (POSKAMLING)

Indikator :
Jumlah sarana kegiatan dan sarana keamanan tiap RW

Prasarana
- Jalan
Tersedianya jaringan jalan dan fasilitas pelengkap jalan yang
memadai

Indikator :
Rasio jaringan jalan dengan perkerasan tanah
Rasio jaringan jalan yang dilengkapi penerangan jalan umum
- Drainase
Tersedianya saluran drainase yang mencakup kawasan
permukiman yang memadai
Teridentifikasinya titik genangan

Indikator :
Rasio jaringan jalan yang terlayani saluran drainase
Rasio jaringan drainase dengan kondisi baik
Jumlah titik genangan

Program :
Penambahan saluran baru
Peningkatan kapasitas saluran drainase
Normalisasi saluran

- Sampah
Tersedianya sistem pewadahan dan pengumpulan sampah
Peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengolahan sampah

Indikator :
Rasio bangunan yang memiliki tempat sampah
Rasio bangunan yang terlayani petugas sampah
Rasio KK yang menjadi nasabah bank sampah

Program :
Penyediaan tempat sampah pribadi dan komunal
Peningkatan cakupan pelayanan pasukan kuning

MISI II : Meningkatkan ekonomi mandiri dengan penguatan UKM dan


Home Industri
Terbinanya UKM dan Home Industri yang berdaya saing
Indikator :
Jumlah kegiatan pembinaan dan pelatihan yang dilakukan dalam
satu tahun
Jumlah tenaga kerja yang mengikuti kegiatan pembinaan dan
pelatihan
Jumlah dan jenis home industri
Tersedianya lembaga keuangan untuk akses modal dan
manajemen keuangan
Indikator :
Jumlah lembaga keuangan
Jumlah UKM yang terlayani lembaga keuangan

Terserapnya tenaga kerja lokal


Indikator :
Rasio jumlah tenaga kerja yang terserap dengan jumlah penduduk
usia produktif

Program :
Peningkatan SDM UKM dan Home Industri melalui Pembinaan
dan Pelatihan
Peningkatan jaringan pemasaran hasil produksi
Peningkatan penyerapan tenaga kerja lokal

MISI III : Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mitigasi bencana


Tersedianya jalur evakuasi dan titik kumpul
Indikator :
Jumlah dan kapasitas titik kumpul
jumlah jalur evakuasi di wilayah rawan bencana
Jumlah sirine dan rambu peringatan

Terbentuknya kelembagaan masyarakat yang tanggap bencana


Indikator :
Jumlah kegiatan pembinaan tanggap bencana
Jumlah masyarakat yang terlibat dalam penanggulangan bencana

Terminimalisirnya resiko bencana


Indikator :
Rasio area yang memiliki plengsengan
Jumlah hidran
Value Position : Misi 1
Mewujudkan kawasan bebas kumuh melalui kesiapan infrastruktur
Operational Excelence
Penyediaan infrastruktur dilakukan berdasarkan standar yang ada dengan
mempertimbangkan biaya yang seminimal mungkin dengan kualitas pelayanan
yang baik.
Value Position : Misi 2
Meningkatkan ekonomi mandiri dengan penguatan UKM dan Home Industri
Product Leadership
Pengembangan UKM dan Home Industri dengan mempertimbangkan RND dan
sekmen pasar untuk menciptakan produk yang kreatif dan berdaya saing.
Value Position : Misi 3
Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mitigasi bencana
Operational Excelence
Penguatan kapasitas masyarakat dalam mitigasi bencana dengan penyediaan
infrastruktur.
1. PESTEL (potensi masalah, eksternal internal)
2. Balance Score Card (ikut tabel wilayah dari mbak ummu)
3. Performance Management (ikut table dari bu ismu, 3 kolom)
4. SWOT IFAS EFAS