Anda di halaman 1dari 22

Lampiran I

Tolok Ukur

Tabel 1. Tolok Ukur Keberhasilan Program Pengawasan Rumah Sehat.


No. Variabel Tolok Ukur Keberhasilan Variabel
I MASUKAN
a. Tenaga
Petugas kesling 2 orang
Kader Minimal 1 di setiap desa

b. Dana
APBD Ada
BOK Ada

c. Sarana
1. Medis
Sanitarian kit Ada
2. Non-Medis
Infokus Ada
Layar Ada
Leaflet Ada
Lembar balik Ada
Poster Ada
Pedoman teknis penilaian rumah Ada
sehat
Formulir penilaian rumah sehat Ada
Alat tulis Ada
Sarana transportasi. Ada

d. Metode
1. Pendataan Pendataan rumah dilakukan 1 tahun 1
kali dengan menghitung jumlah rumah
penduduk yang ada dan jumlah rumah
penduduk yang memenuhi kriteria sehat.
2. Inspeksi rumah sehat Inspeksi dilakukan dengan mengunjungi
rumah melalui kaedah survei 1 bulan 1
kali di setiap desa. Inspeksi dilakukan
sesuai indikator higiene rumah, sarana
sanitasi, dan perilaku penghuni. Pada
keadaan yang tidak memungkinkan
untuk melaksanakan survey secara
menyeluruh dapat dilakukan secara
terbatas dengan mengambil sampel yang
mewakili kondisi rumah di suatu
wilayah. Pemeriksaan ini dilakukan
dengan menggunakan formulir
pemeriksaan dan dapat dilakukan oleh
kader terlatih dan dilakukan minimal 1
tahun sekali.
3. Penyuluhan mengenai rumah Penyuluhan mengenai rumah sehat
sehat dilakukan secara langsung saat
pengawasan jika ditemukan keluarga
yang menempati rumah yang tidak
memenuhi kriteria rumah sehat.
Penyuluhan bertujuan untuk
menimbulkan kesadaran masyrakat agar
mempunyai keinginan untuk
memperbaiki keadaan kesehatan
perumahan dan lingkungan yang belum
memenuhi syarat kesehatan.
4. Pembinaan rumah sehat Pembinaan dilakukan untuk
meningkatkan kondisi rumah minimal 3
bulan sekali.
5. Pencatatan dan pelaporan Pencatatan kegiatan yang dikerjakan
dibuat dalam format pencatatan
pengawasan rumah sehat oleh petugas,
kemudian membuat
penyajian/visualisasi data dalam bentuk
grafik atau tabel yang diperbaharui
secara periodik (bulanan dan tahunan).
Puskesmas yang melaksanakan kegiatan
ini melaporkannya kepada Dinas
Kesehatan Kabupaten/Kota sesuai
format yang telah ada dan diberikan
secara periodik (bulanan dan tahunan).
II. PROSES
Perencanaan (planning) Perencanaan kegiatan pengawasan
rumah sehat dibuat 1 bulan sebelumnya,
yaitu dimulai dengan pendataan rumah
yang akan diinspeksi dan petugas dari
program kesehatan lingkungan
berkoordinasi dengan kader yang ada di
setiap desa.
Direncanakan pelaksanaan kegiatan
inspeksi dilakukan setiap 1 bulan 8 kali
di tiap-tiap desa dengan mengunjungi
rumah melalui kaedah survey, mulai
pukul 08.00 sampai dengan 12.00 WIB.
Inspeksi dilakukan terhadap indikator
hygiene rumah, sarana sanitasi, dan
perilaku penghuni.
Direncanakan kegiatan penyuluhan
dilaksanakan oleh petugas kesehatan
lingkungan saat melakukan pengawasan
/ inspeksi rumah sehat terutama pada
rumah yang tidak memenuhi kriteria
sehat. Kegiatan penyuluhan bertujuan
untuk meningkatkan kesadaran
masyarakat tentang pentingnya
kesehatan lingkungan dan sosialisasi
total berbasis masyarakat (STBM) dan
perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)
sehingga keadaan perumahan dan
kesehatan lingkungan menjadi lebih
baik.
Direncanakan kegiatan pembinaan
rumah sehat dilakukan 3 bulan sekali
untuk meningkatakan kondisi rumah
dengan memberikan saran tentang
kriteria rumah sehat dengan bekerja
sama dengan kader/ tim PKK setempat.
Pencatatan dan pelaporan
Pencatatan dilakukan setiap kegiatan
dilakukan
Pelaporan dilakukan setiap awal
bulan.
Pengorganisasian Dibentuk struktur organisasi, dimana
kepala puskesmas sebagai penanggung
jawab program melimpahkan kekuasaan
kepada koordinator kesehatan
lingkungan kemudian koordinator
kesehatan lingkungan melakukan
koordinasi dengan pelaksana program.
Pelaksanaan Penilaian rumah dilakukan oleh petugas
atau kader yang berpengalaman atau
terlatih baik dari sektor kesehatan
maupun sektor lain, melalui
observasi/pengamatan langsung ke
rumah sasaran dengan bimbingan dari
Sanitarian Puskesmas. Apabila di
lapangan ditemukan adanya keluarga
yang menempati rumah yang kurang
sehat dapat segera dilakukan penyuluhan
untuk memotivasi agar meningkatkan
kondisi rumah atau dapat berkoordinasi
dalam pembinaan dengan PKK setempat
(kader dasa wisma). Lingkup
pelaksanaan penilaian terhadap rumah
sehat berupa indikator seperti kelompok
higiene rumah, kelompok sarana sanitasi
dan kelompok perilaku penghuni.
Controlling/Pemantauan Pemantauan program pengawasan
rumah sehat dilaksanakan dengan
pencatatan dan pelaporan bulanan serta
menyelenggarakan rapat bulanan di
puskesmas yang membahas hasil
pencapaian program.
III KELUARAN
Jumlah rumah Tersedia
Cakupan Pengawasan Rumah Tersedia
Sehat
Persentase Rumah yang Tersedia
memenuhi kriteria Sehat
Cakupan penyuluhan mengenai Tersedia

rumah sehat
Cakupan pembinaan rumah sehat Tersedia

Pencatatan dan pelaporan Tersedia

mengenai rumah sehat


Lampiran II
Peta Batujaya

Gambar 1. Peta Kabupaten Karawang


Gambar 2. Peta Wilayah Kecamatan Kabupaten Karawang
Gambar 3. Peta Wilayah Puskesmas Batujaya
Lampiran III
Data Monografi Kecamatan Batujaya

Tabel 3.1. Jumlah Penduduk per Desa di Wilayah Kerja Puskesmas Batujaya 2017.
No Nama Desa Jumlah RW Jumlah Jumlah KK Jumlah Penduduk
RT L P Jumlah
1. Kuta Ampel 5 18 3278 4181 4303 8484
2. Karya Makmur 5 13 2355 3463 3765 7228
3. Karya Mulya 5 20 3288 5156 5355 10511
4. Teluk Bango 5 17 3657 3936 4037 7973
5. Teluk Ambulu 3 8 2025 3087 2721 5808
6. Karya Bakti 5 9 2730 4078 3928 8006
7. Batu Raden 5 9 5040 2871 2739 5610
8. Batujaya 4 11 1903 5996 5679 11666
9. Segaran 4 15 3211 4473 4483 8956
10. Segar Jaya 3 13 2389 3104 3480 6584
Jumlah 45 187 29876 40345 40481 80826
Sumber: Laporan Tahunan Puskemas Kecamtan Batujaya 2017

Tabel 3.2. Tingkat Pendidikan Penduduk di Wilayah Puskesmas Batujaya Tahun 2016.
No. Tingkat Pendidikan Jumlah Persentase (%)
1. SD/MI 12831 32.14
2. SMP/MTS 11469 28.97
3. SMA/MA 11121 28,09
4. Sarjana 162 0.41
5. Belum tamat SD 4007 10,12
Jumlah 39590 100
Sumber: Profil Puskesmas Batujaya Tahun 2016
Tabel 3.3. Klasifikasi Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian Kepala Keluarga Kecamatan
Batujaya 2016.
Mata Pencaharian/Pekerjaan Jumlah Persentase (%)
Buruh tani 27577 40,18
Petani 10844 15,80
Pedagang 6781 9,88
Wiraswasta 5559 8,10
PNS (Bidan, perawat, guru) 5319 7,75
Buruh perusahaan 4351 6,34
Buruh bangunan 3727 5,43
Karyawan 3596 5,24
Pengrajin 769 1,12
TNI 69 0,10
POLRI 41 0,06
Jumlah 68635 100
Sumber: Profil Puskesmas Batujaya Tahun 2016
Lampiran IV
Data Kesling Puskesmas Batujaya

Tabel 4.1. Laporan Data Dasar Penyehatan Lingkungan


No. Kelurahan/ Desa Jumlah Jumlah KK Jumlah Rumah
Penduduk yang Ada Yang ada MS
1 Kutaampel 8484 2739 2569 2310
2 Karyamakmur 7228 2415 2245 2115
3 Karyamulya 10511 3394 3210 3113
4 Telukbango 7973 2667 2498 2217
5 Telukambulu 5808 1842 1712 1610
6 Karyabakti 8006 2479 2215 2010
7 Batujaya 11666 3772 3640 3250
8 Baturaden 5610 1682 1575 1325
9 Segaran 8956 2889 2698 2317
10 Segarjaya 6584 2311 2213 1568
Jumlah 80826 26190 24575 21835

Tabel 4.2. Laporan Bulanan Penyehatan Lingkungan Oktober 2016


No. Kelurahan/ Desa Jumlah KK Jumlah Rumah
yang Diperiksa Yang diperiksa MS
1 Kutaampel 65 65 41
2 Karyamakmur 68 68 35
3 Karyamulya 72 72 49
4 Telukbango 76 76 39
5 Telukambulu 69 69 46
6 Karyabakti 58 58 31
7 Batujaya 88 88 63
8 Baturaden 76 76 42
9 Segaran 58 58 30
10 Segarjaya 63 63 39
Jumlah 693 693 415

Tabel 4.3. Laporan Bulanan Penyehatan Lingkungan November 2016


No. Kelurahan/ Desa Jumlah KK Jumlah Rumah
yang Diperiksa Yang diperiksa MS
1 Kutaampel 62 62 39
2 Karyamakmur 71 71 42
3 Karyamulya 65 65 32
4 Telukbango 68 68 53
5 Telukambulu 70 70 39
6 Karyabakti 54 54 28
7 Batujaya 92 92 71
8 Baturaden 71 71 49
9 Segaran 63 63 36
10 Segarjaya 66 66 42
Jumlah 682 682 431

Tabel 4.4. Laporan Bulanan Penyehatan Lingkungan Desember 2016


No. Kelurahan/ Desa Jumlah KK Jumlah Rumah
yang Diperiksa Yang diperiksa MS
1 Kutaampel 59 59 36
2 Karyamakmur 63 63 48
3 Karyamulya 69 69 38
4 Telukbango 71 71 51
5 Telukambulu 66 66 35
6 Karyabakti 61 61 36
7 Batujaya 86 86 69
8 Baturaden 66 66 51
9 Segaran 59 59 29
10 Segarjaya 60 60 37
Jumlah 660 660 430

Tabel 4.5. Laporan Bulanan Penyehatan Lingkungan Januari 2017


No. Kelurahan/ Desa Jumlah KK Jumlah Rumah
yang Diperiksa Yang diperiksa MS
1 Kutaampel 83 83 64
2 Karyamakmur 81 81 57
3 Karyamulya 78 78 40
4 Telukbango 83 83 69
5 Telukambulu 85 85 46
6 Karyabakti 88 88 45
7 Batujaya 93 93 64
8 Baturaden 87 87 56
9 Segaran 76 76 39
10 Segarjaya 79 79 41
Jumlah 833 833 521

Tabel 4.6. Laporan Bulanan Penyehatan Lingkungan Februari 2017


No. Kelurahan/ Desa Jumlah KK Jumlah Rumah
yang Diperiksa Yang diperiksa MS
1 Kutaampel 79 79 59
2 Karyamakmur 76 76 44
3 Karyamulya 73 73 42
4 Telukbango 78 78 39
5 Telukambulu 87 87 41
6 Karyabakti 91 91 49
7 Batujaya 84 84 59
8 Baturaden 82 82 49
9 Segaran 81 81 46
10 Segarjaya 76 76 44
Jumlah 807 807 472

Tabel 4.7. Laporan Bulanan Penyehatan Lingkungan Maret 2017


No. Kelurahan/ Desa Jumlah KK Jumlah Rumah
yang Diperiksa Yang diperiksa MS
1 Kutaampel 84 84 41
2 Karyamakmur 79 79 51
3 Karyamulya 85 85 57
4 Telukbango 87 87 61
5 Telukambulu 91 91 52
6 Karyabakti 86 86 53
7 Batujaya 89 89 67
8 Baturaden 86 86 47
9 Segaran 72 72 45
10 Segarjaya 81 81 53
Jumlah 840 840 527

Tabel 4.8. Laporan Bulanan Penyehatan Lingkungan April 2017


No. Kelurahan/ Desa Jumlah KK Jumlah Rumah
yang Diperiksa Yang diperiksa MS
1 Kutaampel 91 91 59
2 Karyamakmur 74 74 49
3 Karyamulya 88 88 51
4 Telukbango 91 91 66
5 Telukambulu 89 89 48
6 Karyabakti 80 80 51
7 Batujaya 92 92 69
8 Baturaden 77 77 56
9 Segaran 69 69 45
10 Segarjaya 86 86 60
Jumlah 837 837 554

Tabel 4.9. Laporan Bulanan Penyehatan Lingkungan Mei 2017


No. Kelurahan/ Desa Jumlah KK Jumlah Rumah
yang Diperiksa Yang diperiksa MS
1 Kutaampel 89 89 56
2 Karyamakmur 83 83 61
3 Karyamulya 81 81 49
4 Telukbango 96 96 73
5 Telukambulu 89 89 47
6 Karyabakti 76 76 46
7 Batujaya 82 82 53
8 Baturaden 77 77 51
9 Segaran 66 66 38
10 Segarjaya 75 75 59
Jumlah 814 814 533

Tabel 4.10. Laporan Bulanan Penyehatan Lingkungan Juni 2017


No. Kelurahan/ Desa Jumlah KK Jumlah Rumah
yang Diperiksa Yang diperiksa MS
1 Kutaampel 82 82 63
2 Karyamakmur 83 83 58
3 Karyamulya 92 92 53
4 Telukbango 85 85 52
5 Telukambulu 78 78 51
6 Karyabakti 82 82 64
7 Batujaya 79 79 58
8 Baturaden 82 82 62
9 Segaran 73 73 51
10 Segarjaya 72 72 51
Jumlah 808 808 563

Tabel 4.11. Laporan Bulanan Penyehatan Lingkungan Juli 2017


No. Kelurahan/ Desa Jumlah KK Jumlah Rumah
yang Diperiksa Yang diperiksa MS
1 Kutaampel 84 84 51
2 Karyamakmur 79 79 60
3 Karyamulya 89 89 55
4 Telukbango 84 84 49
5 Telukambulu 87 87 54
6 Karyabakti 86 86 57
7 Batujaya 88 88 62
8 Baturaden 79 79 59
9 Segaran 70 70 56
10 Segarjaya 81 81 62
Jumlah 827 827 565

Tabel 4.12. Laporan Bulanan Penyehatan Lingkungan Agustus 2017


No. Kelurahan/ Desa Jumlah KK Jumlah Rumah
yang Diperiksa Yang diperiksa MS
1 Kutaampel 90 90 58
2 Karyamakmur 86 86 62
3 Karyamulya 82 82 41
4 Telukbango 92 92 64
5 Telukambulu 88 88 49
6 Karyabakti 78 78 49
7 Batujaya 93 93 69
8 Baturaden 81 81 44
9 Segaran 68 68 42
10 Segarjaya 79 79 56
Jumlah 837 837 534

Tabel 4.13. Laporan Bulanan Penyehatan Lingkungan September 2017


No. Kelurahan/ Desa Jumlah KK Jumlah Rumah
yang Diperiksa Yang diperiksa MS
1 Kutaampel 87 87 42
2 Karyamakmur 89 89 57
3 Karyamulya 91 91 59
4 Telukbango 81 81 56
5 Telukambulu 83 83 56
6 Karyabakti 80 80 46
7 Batujaya 89 89 71
8 Baturaden 88 88 53
9 Segaran 68 68 48
10 Segarjaya 78 78 49
Jumlah 834 834 537
Lampiran V
Pedoman Teknis Penilaian Rumah Sehat

No Aspek penilaian Kriteria Nilai Bobot


I Komponen Rumah
1 Langit-langit a. tidak ada 0
b. ada, kotor, sulit dibersihkan 1
dan rawan kecelakaan
c. ada, bersih, dan tidak rawan 2
kecelakaan
2 Dinding a. bukan tembok (terbuat dari 1
anyaman bambu/ilalang)
b. Semi permanen/setengah 2
Tembok/ pasangan bata/ batu
yang tidak diplester/ papan yang
tidak kedap air
c.permanen (tembok/pasangan 3
batu bata yang diplester) papan
kedap air.
3 Lantai a. tanah 0
b. papan/ anyaman bambu dekat 1
dengan tanah/ plesteran yang
retak dan berdebu
c.diplester/ubin/keramik/papan 2
4 Jendela kamar tidur a. tidak ada 0
b. ada 1
5 Jendela ruang keluarga a. tidak ada 0
b. ada 1
6 Ventilasi a. tidak ada 0
b. ada, luas ventilasi permanen 1
<10% dari luas lantai
c. ada, luas ventilasi permanen > 2
10% dari luas lantai
7 Lubang asap dapur a. tidak ada 0
b. ada, lubang ventilasi dapur 1
<10% dari luas lantai dapur
c. ada, lubang ventilasi > 10% 2
dari luas lantai dapur (asap
keluar dengan sempurna atau
ada exhausfan atau peralatan
lain yang sejenis)
8 Pencahayaan a. tidak terang, tidak dapat 0
dipergunakan untuk membaca
b. kurang terang, sehingga 1
kurang jelas untuk membaca
dengan normal
c. terang dan tidak silau 2
sehingga dapat dipergunakan
untuk membaca dengan normal

II Sarana Sanitasi
1 Sarana Air Bersih a.tidak ada 0
(SGL/SPT/PP/KU/PAH) b. ada, bukan milik sendiri dan 1
tidak memenuhi syarat
kesehatan
c. ada, milik sendiri dan tidak 2
memenuhi syarat kesehatan
d. ada, bukan milik sendiri dan 3
memenuhi syarat
e. ada, milik sendiri dan 4
memenuhi syarat kesehatan
2 Jamban (Sarana a. tidak ada 0
pembuangan kotoran) b. ada, bukan leher angsa, tidak 1
ada tutup, disalurkan ke
sungai/kolam
c. ada, bukan leher angsa ada 2
ditutup (leher angsa), disalurkan
kesungai/kolam
d.ada bukan leher angsa ada 3
tutup, septic tank
e. ada, leher angsa, septic tank 4
3 Sarana pembuangan air a. tidak ada, sehingga tergenang 0
limbah (SPAL) tidka teratur di halaman rumah
b. ada, diresapkan tetapi 1
mencemari sumber air (jarak
dengan sumber air > 10 m)
c. ada, dialirkan ke selokan 2
terbuka
d. ada, diresapkan dan tidak 3
mencemari sumber air (jarak
dengan sumber air > 10m)
e. ada, dialirkan ke selokan 4
tertutup (saluran kota) untuk
diolah lebih lanjut
4 Sarana pembuangan a. tidak ada 0
limbah (tempat sampah) b. ada, tetapi tidak kedap air dan 1
tidak ada tutup
c. ada, kedap air dan tidak 2
bertutup
d. ada kedap air dan bertutup 3
III Perilaku Penghuni
1 Membuka jendela kamar a. tidak pernah membuka 0
tidur b. kadang-kadang 1
c. setiap hari dibuka 2
2 Membuka jendela ruang a. tidak pernah dibuka 0
keluarga b. kadang-kadang 1
c. setiap hari dibuka 2
3 Membersihkan rumah a. tidak pernah 0
dan halaman b. kadang-kadang 1
c. setiap hari 2
4 Membuang tinja bayi a. dibuang ke sungai/ kebun/ 0
dan balita ke jamban kolam/ sembarangan
b. kadang-kadang ke jamban 1
c. setiap hari dibuang ke jamban 2
5 Membuang sampah a. dibuang ke sungai/ kebun/ 0
kolam/ sembarangan
b. kadang-kadang dibuang ke 1
tempat sampah
c. setiap hari dibuang ke tempat 2
sampah
Total Hasil Penilaian
Sumber: Depkes RI. Pedoman teknis penilaian rumah sehat, ed.2.dirjen pengendalian penyakit
dan penyehatan lingkungan, 2007.
FORMULIR INSPEKSI SANITASI RUMAH SEHAT

NamaPemilik :
Alamat :
Tanggal Pemeriksaan :
Beritanda () pilih pada salah satu kotak .
YA TIDAK

1. Apakah rumah tinggal jauh dari sumber pencemaran

2. Ventilasi udara yang cukup pada setiap ruangan min 10% dari luas ruangan.

3. Pencahayaan sinar matahari masuk ke semua ruangan.

4. Lantai dan dinding rumah kedap air.

5. Memiliki sarana air bersih yang cukup,dan memenuhi syarat kesehatan.

6. Memiliki jamban keluarga yang memenuhi syarat kesehatan.

7. Memiliki Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL),memenuhi syarat.

8. Memiliki pembuangan sampah rumah tangga yang tertutup maupun dibakar.

9. Langit langit ditutup menggunakan plafon,yang mudah dibersihkan.

10. Tidak dijadikan sarang binatang atau vector penyakit di dalam rumah.

JumlahSkor

Skor Penilaian:
04 = kurang
57 = cukup
8 10 = baik
FORMULIR INSPEKSI SANITASI

JENIS SARANA :SUMUR POMPA LISTRIK


I. Keterangan Umum
1. Lokasi :
2. Pemilik Sarana :.
3. Tanggal Kunjungn :
4. Apakah telah diambil sampel airnya? YA/TIDAK : ................................
5. Apakah airnya keruh ?
6. Apakah airnya berwarna ?
7. Apakah airnya berasa ?
8. Apakah airnya berbau ?

II. Diagnosa Resiko


Beri tanda () pada kotak
YA TIDAK
1. Apakah ada jamban dalam radius 10 meter di sekitar sumur
Pompalistrik
2. Apakah ada sumber pencemar lain pada radius 10 meter
Sekitar sumur pompalistrik misalnya, kotoran hewan,
sampah, genanganair, dll
3. Apakah ada sewaktuwaktu ada genangan air pada jarak
2 meter sekitar pompa.
4. Apakah saluran pembuangan air limbah rusak/tidak ada.
5. Apakah ada lantai semen yang mengitari sumur
mempunyai radius kurang dari 1 meter.
6. Apakah ada sewaktu-waktu ada genangan air di atas lantai
semen di sekeliling pompa tangan.
7. Apakah ada keretakan pada lantai semen di sekeliling
Pompatangan
8. Apakah ada dudukan pompa tangan yang berbatasan
Dengan lantai kurang rapat/lepas yang memungkinkan air
merembes masuk ke dalam sumur pompa tangan

Jumlah

Skor Risiko Pencemaran


8 10 = Amat Tinggi (AT)
6 7 = Tinggi (T)
3 5 = Sedang (S)
0 2 = Rendah (R)
INSPEKSI SANITASI
SALURAN PENGOLAHAN AIR LIMBAH RUMAH TANGGA

Nama :

Alamat :

Tanggal :

Beri tanda ( ) pada salah satu kotak YA TIDAK

1. Lokasi SPAL jauh dari sumber air bersih sekurangnya min 10 meter.

2. Bangunan SPAL memenuhi syarat kesehatan.

3. SPAL diberi tutup agar binatang pembawa penyakit tidak masuk.

4. Drainase saluran SPAL menggunakan pipa.

5. Kemiringan pipa masuk dan pipa keluar limbah dibedakan antara 2cm.

6. Ada bak pengolahan sebelum dibuang ke saluran.

7. Secara estetika karakteristik air tidak menimbulkan bau.

8. Untuk membuat air keluaran dari SPAL dibuat daerah sumur resapan.

9. Limbah dari dapur, kamar mandi, tempat cuci dipisah dengan limbah

kotoran septik tank.

10. Di setiap bak pengolahan ada tutup untuk mengontrol

Jumlah Skor

Skor Penilaian:
04 = kurang
57 = cukup
810 = baik
INSPEKSI SANITASI JAMBAN KELUARGA

Nama pemilik :..


Alamat :..
Tanggal pemeriksaan :..
Beri tanda () pada salah satu kotak YA TIDAK

1. Konstruksi Bangunan Jamban di dalam maupun di luar rumah dibuat

permanen

2. Dinding kedap air tidak lembab dan mudah dibersihkan

3. Lantai selalu dalam keadaan kering atau kedap air dan tidak licin

4. Ruangan ada ventilasi udara

5. Pencahayaan/sinar matahari bisa masuk ke ruangan

6. Septik tank jauh dari sumber air bersih min.10 m

7. Dibuatkan sumur resapan untuk septitank

8. Ada alat pembersih lantai jamban

9. Tidak terlihat binatang yang berkeliaran di ruangan jamban

10. Disediakan air bersih yang cukup.

Jumlah Skor

Skor Penilaian:

04 = Kurang
57 = Cukup
810 = Baik