Anda di halaman 1dari 9

PRAKTIKUM VI

Topik : Siklus Hidup Lalat Buah (Drosophilla sp.)


Tujuan : Untuk mengetahui perkembangan dan tahapan hidup lalat
buah
Hari/tanggal : Senin/17 April 2017
Tempat : Laboratorium Biologi PMIPA FKIP ULM Banjarmasin

I. ALAT DAN BAHAN


A. Alat:
1. Kaca benda
2. Loupe
3. Kertas untuk membungkus kaca benda
4. Blender
5. Toples selai
B. Bahan:
1. Pisang
2. Lalat buah (Drosophilla sp.)
3. Alkohol

II. CARA KERJA


1. Menyipakan alat dan bahan yang diperlukan
2. Mensterilkan alat dan bahan dengan cara membersihkannya dengan
alkohol.
3. Memasukkan pisang ke dalam bleder
4. Mengaduk dan meletakkan pisang yang sudah halus tadi ke dalam toples
selai, memasukkan kertas saring sesuai ukuran botol selai, kemudian
meletakkan kaca benda yang sudah di bungkus dengan kertas saring.
5. Memasukkan lalat buah (Drosophilla sp.) ke dalam botol selai tadi,
kemudian menutup permukaan botol dengan plastic yang di beri lubang
kecil kemudian mengikatnya dengan gelang karet.
6. Mengamati perubahan yang terjadi pada biakan setiap hari selama 7 hari
dan mencatat perubahan yang terjadi.

III. TEORI DASAR


Makhluk hidup di dunia beraneka rupa dan ragam sehingga cara
penentuan sifat kelaminnya pun berbeda-beda. Lalat buah (Drosophilla sp.)
merupakan lalat yang suka sekalii mengeruminu buah yang masak ini
banyak digunakan dalam penelitian Genetika, oleh karena mudah didapat di
alam, mudah dipelihara dan tidak memerlukan tempat yang luas, cukup
dalam botol-botol saja, mempunyai siklus hidup pendek yaitu 14 hari saja
sehingga dalam waktu singkat sudah dapat diketahui keturunannya bila
diadakan percobaan perkawinan, hanya mempunyai 8 (delapan) kromosom
sehingga mudah dihitung.
Seperti pada serangga umumnya, lalat Drosopilla sp yang betina
mempunyai ukuran tubuh yang lebih besar dibandingkan dengan yang
jantan. Inti sel tubuh mengandung 8 kromosom yang terdiri dari 6 (3
pasang) autosom yaitu kromosom yang bentuk dan ukurannya sama pada
lalat betina maupun jantan dan 2 (1 pasang) kromosom kelamin atau seks
kromosom.
Pada makhluk hidup biasanya terdapat suatu daur hidup ini
mempunyai tahapan atau fase-fase tertentu dalam perkembangnnya. Adapun
daur hidup lalat buah adalah:
a. Telur
Lalat buah yang dewasa akan bertelur pada hari kedua dari pupa yang
berkembang selama lebih kurang 1 minggu. Telur tersebut berbentuk
lonjong, luarnya dilapisi oleh selaput berbentuk tipis kuat dan disebut
chondrion dari bagian ujung anterior terdapat dua tangkai kecil seperti
sendok yang ringan.
b. Pupa
Ketika pupa bagian kepala dan sayap mulai terbentuk, pupa yang seperti
ini biasanya disebut dengan instar keempat. Kemudian menjadi susunan
yang lebih sempurna dengan gaian kepala, susunan sayap dan kaki-
kakinya. Selama masa pupa mereka lebih banyak tidur dalam jaringan
daripada masa embrio. Perkembangan atau kelangsungan dari hidup pupa
merupakan kekuatan untuk mencapai kedudukan untuk menjadi dewasa.
Pelepasan jaringan larva menyebabkan terjadinya perpindahan materi dan
energy untuk perkembangan selanjutnya yang lebih sempurna pada
peristiwa metabolisme.

IV. HASIL PENGAMATAN


A. Tabel hasil Pengamatan
No Hari/tanggal Jam Perubahan Keterangan
1 Senin 17.10 13 Tidak ada Mati : -
17-04-2017 Wita 7 betina, 6 jantan Hidup : 13
2 Selasa 17. 10 13 Tidak ada Mati : -
18-04-2017 Wita 7 betina, 6 jantan Hidup : 13
3 Rabu 17.10 10 Tidak ada Mati : 3
19-04-2017 Wita 6 betina, 4 jantan Hidup : 10
4 Kamis 17.10 10 Terdpat ulat (larva) Mati : -
20-04-2017 Wita 6 betina, 4 jantan Hidup : 10
5 Jumat 17.10 9 Terdapat ulat (larva) Mati : 1
21-04-2017 Wita 6 betina, 3 jantan Hidup ; 9
6 Sabtu 17.10 9 Beberapa pupa sudah Mati : -
22-04-2017 Wita mulai terbentuk. Hidup : 9
6 betina, 3 jantan
7 Minggu 17.10 8 Pupa berwarna lebih gelap Mati : 1
23-04-2017 Wita (kuning kecoklatan) Hidup : 8
5 betina, 3 jantan
8 Senin 17.10 23 Beberaa lalat muda Mati : -
24-04-2017 Wita muncul (15 lalat) Hidup : 23
13 betina, 10 jantan
B. Foto Pengamatan

Keterangan:
1. lalat buah
dewasa

(Dok. Pribadi. 2017)


C. Foto Literatur

Keterangan:
1. Embrio
2. Larva
3. Pupa
4. Lalat buah
dewasa

(Nafrizal. 2012)
V. ANALISIS DATA
Klasifikasi lalat buah (Drosophila sp.)
Kinngdom : Animalia
Filum : Arthropoda
Kelas : Insecta
Ordo : Diptera
Famili : Drosophilidae
Genus : Drosophila
Species : Drosophila sp.
(Sumber : Borror, 1992)
Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan selama satu
minggu terhadap perkembangan atau siklus pada lalat buah (Drosophila sp.)
yang dimasukkan ke dalam botol selai yang di dalamnya terdapat makanan
yaitu pisang yang dihaluskan. Pengmatan pada hari pertama belum terlihat
perubahan, pada hari pertama jumlah lalat ada 13 ekor, 7 betina dan 6
jantan. Semua lalat buah ini dalam kondisi masih hidup.
Pada hari kedua, lalat buah belum menunjukkan adanya perubahan.
Masih sama seperti pada hari pertama. Dan jumlah lalat buah masih 13.
Pada hari ketiga, lalat buah belum juga menunjukkan adanya
perubahan, namun jumlahnya menjadi berkurang, yaitu ada 10 lalat buah. 6
betina dan 4 jantan. Pada hari ketiga ini belum juga terdapat perubahan bias
terjadi mungkin karena faktor adaptasi. Sebab lalat buah ini sebelumnya
hidup bebas, namun sekarang harus hidup ditempat yang baru, sehingga
lalat ini harus beradaptasi dengan lingkungannya. Dan hal ini bias manjadi
factor cepat lambatnya siklus hidup lalat buah.
Pada hari keempat terdapat perubahan, yaitu adanya ulat (larva).
Jumlah lalat buah pada hari keempat masih sama seperti pada hari ketiga,
yaitu 10.
Pada hari kelima, perubahannya masih sama seperti hari keempat,
yaitu terdapat ulat (larva), namun jumlah lalat buah berkurang 1, sehingga
jumlahnya menjadi 9. 6 betina dan 3 jantan.
Pada hari keenam, terlihat adanya beberapa pupa yang sudah mulai
terbentuk. Jumlah lalat buah ini masih sama seperti pada hari kelima yaitu 9
ekor.
Pada hari ketujuh, terjadi perubahan yaitu pupa yang terlihat tadi
berwarna lebih gelap (kuning kecoklatan), dan jumlah lalat buah berkurang
1, yaitu menjadi 8. 5 betina dan 3 jantan.
Pada hari kedelapan, terjadi perubahan yaitu beberapa lalat muda
muncul, yaitu sekitar 15 lalat buah baru. Lalat ini memiliki tubuh yang lebih
kecil dari pada lalat buah dewasa (induk). Lalat dewasa berjumlah 8 ekor.
Sehingga pada hari kedelapan ini jumlah lalat ada 23 ekor. Pada hari
kedelapan ini lalat muda yang teramati ini belum jelas terlihat Lalat ini akan
jelas terlihat beberapa hari kemudian.
Dari pengamatan tersebut dalam dikatakan bahwa pada sikluus hidup
lalat buah yang diamati terdiri dari larva, pupa, dan lalat buah muda. Disini
kami tidak menemukan adanyaa telur dari lalat buah. Pada foto literature
siklus lalat buah yang sebenarnya dimulai dari telur, Larva (instar I, II, III)
pupa, imago (serangga dewasa).
Menurut Silvia (2003) Pertama, periode embrionik di dalam telur pada
saat ferlisasi sampai pada saat larva muda menetas dari telur. Hal tetsebut
terjadi dalam waktu sekitar 24 jam. Pada saat seperti itu, larva tidak dapat
berhenti untuk makan. Periode kedua adalah periode setelah menetas dari
telur. Periode ini disebut dengan perkembangan postembrionik.
Postembrionik dibagi menjadi tiga tahap, yaitu larva, pupa, dan imago (fase
seksual dengan perkembangan pada sayap). Formasi lainnya pada
perkembangan secara seksual terjadi pada saat dewasa. Telur Drosophila
berbentuk benda kecil bulat panjang dan biasanya diletakkan di permukaan
makanan. Betina dewasa mulai bertelur pada hari kedua setelah menjadi
lalat dewasa dan meningkat hingga seminggu sampai betina meletakkan 50-
75 telur perhari dan dapat mencapai 400-500 buah dalam 10 hari.
Menurut Ashburner (1985) dalam saat larva Drosophila membentuk
cangkang pupa, tubuhnya memendek, kutikula menjadi keras dan
berpigmen, tidak berkepala dan bersayap disebut larva instar 4. Formasi
pupa ditandai dengan pembentukan kepala, bantalan sayap dan kaki.
Puparium (bentuk terluar pupa) menggunakan kutikula pada instar ketiga.
Pada stadium pupa ini, larva dalam keadaan tidak aktif, dan dalam keadaan
ini juga larva berganti menjadi lalat dewasa.
Menurut Shorrocks (1972) bahwa jika kekurangan makanan, jumlah
telur yang dikeluarkan Drosophila betina akan menurun. Drosophila yang
kekurangan makanan akan menghasilkan larva berukuran kecil. Larva ini
mampu membentuk pupa berukuran kecil, namun seringkali gagal
berkembang menjadi individu dewasa. Beberapa yang dapat menjadi
dewasa dapat menghasilkan hnaya sedikit telur. Viabilitas dari telur-telur ini
juga dipengaruhi oleh jenis dan jumlah makanan yang dimakan oleh larva
betina.

VI. KESIMPULAN
1. Siklus hidup lalat buah yang teramati ialah:
Larva pupa Imago
2. Siklus hidup lalat buah hanya memerlukan waktu satu minggu
meskipun belum jelas dilihat lalat buah dewasa yang baru.
3. Salah satu faktor yang mempengaruhi cepat lambatnya siklus hidup
lalat buah adalah kemampuan beradaptasi dengan lingkungannya.

VII. DAFTAR PUSTAKA


Ashburner Michael. 1989. Drosophila, A Laboratory Handbook. USA :
Coldspring Harbor Laboratory Press.

Borror. 1992. Pengenalan Pelajaran Serangga, edisi VI. Yogyakarta : Gajah


Mada University Press.

Halang, bunda. 2017. Penuntun Praktikum Genetika. Banjarmasin: PMIPA


FKIP ULM Banjarmasin

Shorrocks B. 1972. Drosophila. London : Ginn & Company Limited.


Silvia Triana. 2003. Pengaruh Pemberian Berbagai Konsentrasi
Formaldehida Terhadap Perkembangan Larva Drosophila. Bandung:
Jurusan Biologi Universitas Padjadjaran.
LAPORAN PRAKTIKUM VI
GENETIKA
(ABKC 2403)

SIKLUS HIDUP LALAT BUAH (Drosophilia sp.)

Disusun Oleh:
Alfin Zidniyatur Rochman Banjari
(A1C215002)
Kelompok IV A

Asisten Dosen:
Antung Fitriani
Rahmi Pratiwi

Dosen Pengasuh:
Drs. Bunda Halang, M.T
Drs. H. M. Zaini, M.Pd
Riya Irianti,S.Pd.,M.Pd

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARMASIN
MEI
2017