Anda di halaman 1dari 8

Pendahuluan

A.Latar Belakang
Setiap indivudi diberi kemampuan untuk memperbaiki atau menyumbuhkan
luka pada dirinya oleh Allah SWT. Namun setiap makhl hidup mempunyai cirri
khas tertentu pada dirinya, misalnya pada cicak jika ekornya putus maka ekor itu
dapat tumbuh kembali, proses dari terbentuknya itu disebut dengan regeneraasi,
jadi regenerasi adalah proses menumbuhkan kembali bagian tubuh yang rusak
atau lepas.
Regenerasi merupakan suatu proses yang sangat penting pada tubuh makhluk
hidup agar bentuknya menjadi sempurna, pada golongan invetebrata mengalamii
perkembangan pasca lahir yang disebut dengan regenerasi, sedangkan pada
vertebrata regenerasi terjadi secara fisiologis contohnya kulit dan derivatnya.
Dalam tubuh makhluk hiup terdpat kemampuan untuk melakukan regenerasi
pada tingkat organ. Dalam melakukan regenerasi banyak faktor yang
mempengaruhi,salah satu diantaranya yaitu pemberian nutrisi. Tingkat regenerasi
akan cepat terjadi bila pemberian asupannya cukup.
Pada praktikum ini yang berjudul regenerasi dengann menggunakan bahan ikan
cupang yang kemudian ipotong ekornya, praktikan diharapkan dapat mengamati
dengan baik proses regenerasi pada ikan cupang tersebut dengan memeliharanya
selama satu minggu dan mengamati setiap hari perubahan yang terjadi pada
ekornya.
B. Tujuan Praktikum
1.Setelah melakukan percobaan ini diharapkan mahasiswa memiliki
pemahaman yang lebih baik mengenai konsep-konsep perkembangan pada
hewan dewasa, regenerasi, dan proses regenerasi.
C. Manfaat Praktikum
1.Mahasisa mampu memahami setiap konsep-konsep dalam perkembangan pada
hewan dewasa, regenerasi dan proses regenerasi
Dasar Teori
Istilah regenerasi meliputi berbagai kegiatan mulai dari pemulihan
kerusakan parah akibat hilangnya bagian tubuh utama misalnya anggota badan
sampai kepada pergantian kerusakan kecil yang terjadi dalam proses fisiologi
biasanya rontoknya rambut. Regenerasi melibatkan berbagai proses sama seperti
terjadi dalam perkembangan embrionik, dan prinsip-prinsip yang sama dapat
digunakan untuk menginterpretasikan berbagai fakta. Namun regenerasi tidak
sama dengan pertumbuhan dan perkembangan embrionik. Kemampua untuk
meregenerasi struktur yang hilang terdapat pada hampir semua makhluk, paling
tidak dalam suatu derajat tertentu,(Adnan,2017).
Peristiwa regenerasi bagi organism merupakan hal yang sangat penting
karena proses yang esensiasi selama perjalanan hidup organisme. Adanya bagian
tubuh yang lepas akibat ketuan atau kecelakaan dengan proses regenerasi bagian
tubuh yang lepas akan diganti kembali dengan jaringan baru kembali. Dan juga
beberapa organism proses regenerasi merupakan hal yang sangat penting dalam
reproduksi secara aseksual,(Lukman,2012).
Setiap hewan mempunyai kemampuan hidup yang bervariasi antara
makhluk satu dengan yang lain. Salah satu contoh adalah regenerasi dari organ.
Regenerasi organ dapat diartikan sebagai kemampuan tubuh suatu organism untuk
menggantikan bagian tubuh ynag rusak baik yang disengaja ataupun yang tidak
disengaja (terjadi kecelakaan) dengan regenerasi berlangsung dalam dua cara,
yaitu : 1 epimorfis, yaitu perbaikan yang disebabkan oleh proliferasi jaringan baru
diatas jaringan lama, kemudian membentuk tunas regenerasi. 2. Morfalaksis, yaitu
perbaikan yang disebabakan reorganisasi jaringan lama yang masih bersifat
embrional. Cara ini berlangsung pada cacing pipih planaria,(Soesilo,2009).
Pada vertberata yang lebih tingkatannya sama sekali tidak terdapat
kemampuan meregenerasi anggota badannya. menurut (Adnan,2017) regenerasi
merupakan proses yang terdiri ari beberapa tahap yaitu :
1. Penyembuhan luka
Penyembuhan luka dimulai dengan menyebarnya epidermis dari tepi untuk
menutupi permukaan yang terbuka. Proses ini berlangsung cepat dan biasanya
terjadi selama satu atau dua hari. Saat penutupan luka selesai, sel-sel epidermis
berproliferasi untuk menghasilkan gumpalan sel yang berlapis banyak dan
epidermis apical.
2. Perombakan jaringan atau histolisis
Jaringan didalam punting mengalami histolisis. Dalam proses ini, jaringan-
jaringan yang telah berdiferensiasi seperti ototm kartilago, tulang, dan jaringan
ikat terlepas sebaga sel-sel mesenkim yang memiliki cirri yang tidak sama
dengan jaringan asalnya. Proses ini disebut dediferensiasi.
3. Pembentukan blastema
Sel- sel mesenkim yang telah dilepaskan selama dediferensiasi berakumulasi
dibawah epidermis. Sel-sel tersebut berproliferasi dengan cepat sehingga
menyebabkan terbentuknya tonjolan. Massa sel-sel tersebut dinamakan
blastema regenerasi.
4. Morfogenesis dan rediferensiasi
Jaringan pertama yang berdiferensiasi dalam blastema adalah kartilago, itu
mulai tampak pada ujung tulang yang tersisa yang disempurnakan dengan
perubahan progresif pada ujung distal. Selanjutnya elemen-elemen rangka yang
lebih distal ditambahkan. Jika rekontruksi kartilago telah sempurna, rangka
yang dihasilkan ditransformasikan menjadi tulang.
Faktor- faktor yang mempengaruhi regenerasi
Menurut,(Adnan,2017) Berbagai faktor yang mempengaruhi regenerasi antara
lain adalah :
1. Temperature, peningkatan temperature sampai titik tertentu akan
meningkatkan regenerasi. Temperature 32C pada katak bersifat letal.
2. Makanan, makanan tidak terlampau mempengaruhi terhadap regenerasi.
Meskipun hewan tersebut berpuasa, hewan akan tetap berdegenerasi,
meskipun ukurannya berkurang.
3. Sistem saraf,
Metode praktikum
A. Alat
1. Cawan petri 1 pasang
2. Botol plastic 12 buah
3. Mistar
4. Papan sesi
5. Gunting
B.Bahan
1. Ikan cupang
C.Prosedur kerja

Menyiapkan ikan Meletakkan ikan Kemudian ukur


cuppang yang akan diatas papan sesi, panjang dari ekor
dijadikan bahan dan diberi air sedikit ikan
praktikum agar tidak mati

Terakhir potong Ukur juga


ekor ikan cupang, bagian lebar
lalu ukur kembali pada ekor ikan
ekor ikan tersebut
dengan penggaris
Hasil dan Pembahasan
A.Hasil
Panjang ekor Pertambahann panjang ekor Selisii/jumlah
mula-mula
Hari Hari Hari Hari Hari Hari Hari
ke1 ke2 ke3 ke4 ke5 ke6 ke7

Panjang - - - - - - - 1,9 1 = 0,9


sebelum
dipotong 1,9
cm 0 0 0 0 0 0 0,1
Panjang setelah
dipotong 0,9
cm

B.Pembahasan
Pada praktikum ini dengan judul regenerasi dengan menggunakan ikan
cupang. Dimana kita ketahui regenerasi merupakan suatu proses menumbuhkan
kembali bagian tubuh yang rusak atau lepas. Pada ikan cupang dilakukan
perlakuan dengan memotong ekornya secara vertical. Namun sebelum ipotong
ekornya. Ekor ikan di ukur menggunakan penggaris dan didapatkan panjang dari
ekor ikan tersbut 1,9 cm, setelah itu ekor ikan tersebut dipotong 1 cm jadi ekor
ikan tertinggal dengan panjang 0,9 cm. kemudian kami melakukan pengamatn
selama satu minggu dan hasilnya ekor ikan hanya mengalami pertambahan pada
hari ketujuh/terakhir dan pertambahanya hanya 0,1 cm. sehingg ekor ikan hanya 1
cm setelah mengalami regenerasi
Menurut saya percobaan ini kurang berhasil hal itu dapa dilihat dari data diatas
dimana pada hari 1-5 tidak terjadi pertambahan ukuran. Hal itu disebabkan karna
faktor nutrisi yang diberikan pada ikan tidak sesuai sehingga pertumbuhannya
sangat lambat. Sehingga sangat berpengaruh pada proses pertumbuhan ekor ikan
selain itu suhu ikan yang kurang ideal karena gidup dalam botol yang sempit
sehingga tidak bebas bedah dengan habitat alaminya diluar sehingga ikan menjadi
stress yang mengakibatkan pertumbuhan ekor ikan sangat lambat.
Kesimpulan dan Saran
A.Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan dan pembahasan maka dapat diambil
kesimpulan baha regenerasi adalah proses kembalinya organ dalam waktu yang
singkat. Proses regenerasi terjadi beberapa tahap yaitu terjadinya pembekuan
darah disekitar luka yang nantinya akan terbentuk scab. Jaringan epitel kulit yang
berada dibawah scab menyebar menutupi seluruh permukaan luka. Regenerasi
akan berhenti apabila poliferasi sel-sel balastma terhenti juga.

B.Saran
Sebaiknya praktikan lebih memperhatikan nutrisi ikan yang telah dipotong
ekornya agar regenerasinya berlangsung dengan baik dan pertumbuhannya cepat,
suhu dan tempat penyimpanannya juga harus baik sesuai dengan kondisi
lingkungannya
DAFTAR PUSTAKA

Adnan,2017. Perkembangan Hewan. Makassar. FMIPA UNM

Adnan,2017. Penuntun Perkembangan Hewan. Makassar. FMIPA UNM

Lukman,2012. Peningkatan Pertumbuhan Dan Indeks Kematangan Gonad Ikan


Nila (Oreochromis Niloticus L.) Melalui Pemotongan Sirip Ekor Ikan.
Jurnal Ilmu Kelautaan Dan Perikanan, Vol 19(13): 143- 149

Soesilo,2009. Bilogi 2 Edisi 1. Erlangga. Jakarta


HALAMAN PENGESAHAN

Laporan Lengkap Praktikum Biologi dasar dengan judul Regenerasi di


susun oleh:
Nama : Nur Cahaya
NIM : 1614040010
Kelas : Pendidikan Biologi
Kelompok :IV (lima)
telah diperiksa dan dikonsultasikan kepada Asisten dan Koordinator Asisten,
maka dinyatakan diterima.

Makassar,Desember 2017
Koordinator Asisten Asisten

Ferry Irawan, S.Pd Ferry Irawan, S.Pd

Mengetahui
Dosen Penanggung Jawab

Dr. H. Adnan. M.S


NIP.19650201 198803 1 003