Anda di halaman 1dari 5

Kerangka Rencana Bisnis

Rencana usaha yang akan disusun memuat pokok-pokok pikiran perencanaan yang

mencakup antara lain:

1. Nama Perusahaan

Nama yang diciptakan untuk sebuah usaha harus dipikirkan baik-baik karena nama

perusahaan ini akan berdampak jangka panjang. Oleh sebab itu nama yang diberikan jangan

hanya berorientasi kepada faktor-faktor yang sedang hangat pada masa kini akan tetapi lebih

mementingkan prospek masa depannya.

2. Lokasi

Lokasi umumnya dibagi menjadi tiga, yaitu:

a. Lokasi Perusahaan;

b. Lokasi Pertokoan;

c. Lokasi Pabrik/industri

3. Komoditi yang akan diusahakan

Mengenai komoditi yang akan diusahakan banyak tergantung kepada pemilik usaha.

Pemilik tertarik dengan suatu komoditi karena dia memperoleh informasi dari lingkungannya

atau dia mempunyai pengalaman dengan komoditi tersebut.

4. Konsumen yang dituju

Prospek konsumen ini didasarkan atas bentuk usaha dan jenis usahanya. Jika jenis

usaha yang dijalankan berbentuk industri tentu jangkauan konsumen yang akan dituju lebih jauh

dibandingkan dengan usaha bentuk pertokoan. Usaha bentuk pertokoan sangat mengandalkan

konsumen dari lingkungan toko tersebut.

5. Pasar yang akan dimasuki


Sebuah perusahaan yang akan memasuki pasar akan menempatkan perusahaanya

sebagai pemimpin pasar (market leader), penantang pasar (market challenger), pengikut pasar

(market follower), ataupun perelung pasar (market nicher).

6. Partner yang akan diajak kerjasama

Partnership ialah suatu asosiasi atau persekutuan dua orang atau lebih untuk

menjalankan suatu usaha dalam mencari keuntungan. Ada dua macam partnership, yaitu general

partnership dan limited partnership.

Dalam peraturan dinyatakan bahwa ada berbagai bentuk partner, misalnya ada

anggota yang aktif menjalankan bisnis, tetapi dia tidak mau identitasnya diketahui oleh umum,

ini disebut secret partner. Ada pula partner cukup dikenal oleh umum, tetapi dia tidak turut aktif

menjalankan bisnis, ini disebut silent partner.

7. Personil yang dipercaya untuk menjalankan perusahaan

Kadang-kadang seorang wirausahawan hanya melihat penampilan seseorang dan

berkesimpulan bahwa dia jujur dan bisa dipercaya untuk menjalankan bisnisnya, tetapi dibalik

itu terselubung pribadi jahat yang bisa menghancurkan bisnis. Memillih personil yang dipercaya

memang agak sulit, sebab ini menyangkut masalah karakter, kejujuran, dan kemampuan

seseorang.

8. Jumlah modal yang diharapkan dan yang tersedia

Pada umumnya modal yang tersedia untuk membuka usaha sangat minim. Modal

utama adalah semangat dan kejujuran. Akan tetapi banyak diantara wirausahawan mampu

mengumpulkan modal dari tabungan, menjual harta, atau pinjaman dari orang tua dan keluarga

lainnya. Jika modalnya sangat kecil dapat dilakukan kerjasama dengan partner.

9. Peralatan perusahaan yang perlu disediakan


Peralatan yang perlu disediakan, adalah sesuai dengan kepentingan usaha. Peralatan

usaha pertokoan, akan berbeda dengan usaha kerajinan dan industry. Untuk pertama kali

membuka usaha, pikirkan perlatan yang sangat diperlukan. Diluar itu, jangan dibeli, sebab akan

mengganggu uang kas. Ada dua hal yang dipertimbangkan dalam menyediakan peralatan, yaitu

ekonomis dan prestise.

10. Penyebaran promosi

Sebagai suatu usaha baru, tentu belum dikenal oleh masyarakat. Oleh sebab itu harus

direncanakan apakah usaha ini perlu diperkenalkan /dipromosikan atau tidak. Jika akan

dipromosikan harus direncanakan bentuk promosi, tempat/media mempromosikan, keunggulan

apa yang akan ditunjukkan, lokasi strategis dan sebaginya.

Elemen-elemen promosi yang biasa digunakan, antara lain:

a. Advertising (iklan)

b. Personal selling (tenaga penjual)

c. Sales promotion (hadiah, obral dan sebagainya)

d. Public Relation (memberikan informasi)

E. Bentuk Formal Business Plan

Sebenarnya tidak ada aturan baku dalam bentuk business plan, akan tetapi pada

umumnya business plan memuat hal-hal sebagai berikut:

1. Halaman depan

Di halaman ini dicamtumkan nama dan alamt perusahaan, nama orang yang

bertanggung jawab yang bisa dihubungi sewaktu-waktu melalui telepon.

2. Daftar isi

Harus dibuat daftar isi secara rinci dengan nomor-nomor halamannya.


3. Rangkuman eksekutif

Rangkuman eksekutif ini sangat penting karena pembaca ingin melihat secara cepat

apa isi dari keseluruhan business plan tersebut.

4. Penjelasan tentang perusahaan

Disini diungkapkan strategi perusahaan dan tim manajemen yang mengelola

perusahaan.

5. Pemasaran

Disini diungkapkan pasar yang akan dituju berapa besar potensi pasar dan berbagai

strategi serta ramalan tentang target konsumen dimasa yang akan datang.

6. Barang dan jasa yang dihasilkan

Disini diungkapkan mengenai kualitas, kuantitas, kegunaan dan keistimewaan barang

dan jasa yang ditawarkan.

7. Usaha meningkatkan penjualan

Disini dijelaskan tentang berbagai teknik promosi yang akan digunakan, tenaga

penjual yang digunakan, atau perwakilan-perwakilan penjual yang perlu diangkat diberbagai

daerah.

8. Permodalan

Disini diungkapkan rencana permodalan dan proyeksi permodalan, aliran kas dan

pendapatan.

9. Apendix

Disini dilampirkan berbagai keterangan yang diperlukan untuk melengkapi business pl

Ada 5 alasan mengapa harus disiapkan business plan yaitu:


1. Busines merupakan satu blueprint, yang akan diikuti dalam operasional bisnis.Ini menolong
anda tetap kreatif konsentrasi pada tujuan yang telah ditetapkan.
2. Ini merupakan alat untuk mencari dana, sehingga berhasil dalam bisnis.
3. Ini merupakan alat kornunikasi untuk menarik orang lain, pemasok, konsumen, penyandang
dana. Dengan adanya business plan mernbuat mereka mengerti tujuan dan cara operasional
bisnis.
4. Ini rnernbuat anda sebagai manajer, karena dapat mengetahui langkahlangkah praktis
menghadapi dunia persaingan, membuat promosi, sehingga lebih efektif.
5. Membuat pengawasan lebih mudah dalam operasionalnya, apakah mengikuti atau sesuai
dengan rencana atau tidak.

Isi dari sebuah business plan:


1. Kulit depan / cover judul
2. Ringkasan eksekutif sejarah[latar belakang bisnis
3. Deskripsi tentang bisnis apa yang akan dilakukan
4. Deskrisi tentang pasar
5. Deskripsi tentang produk/komoditi yang akan diusa- hakan
6. Susunan pengurus dan kepemilikan
7. Objectives dan goals
8. Gambaran Keuangan
9. Lampiran

Mengapa Terjadi Kegagalan Dari Business Plan


Business plan yang kurang baik akan menyebabkan kegagalan dikemudian hari karena beberapa
faktor:
* Tujuan yang ditetapkan oleh pengusaha kurang masuk akal, pengusaha kurang memiliki
tanggung jawab.
* Pengusaha tidak memiliki pengalaman dalam perencanaan bisnis.
* Pengusaha tidak dapat menangkap, ancaman dan kelemahan bisnisnya sendiri.
* Konsumen tidak mengharapkan adanya barang dan. jasa yang ditawarkan oleh perusahaan
tersebut.