Anda di halaman 1dari 15

AKUNTANSI KEPERILAKUAN

Dimensi Keperilakuan Pada Income Taxes

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah akuntansi keperilakuan

Dosen Pengampu: Hj. Maslichah, SE., Msi., Akt., CA.

Disusun oleh Kelompok 8:

Amelya Patipeleng Lewaha (21401082202)


Mutmainna Indah Andriyani Dewi (21401082039)
Desy Susilawati (21401082042)
Novita Elia Jamil (2130820137)

JURUSAN AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS ISLAM MALANG


Jl. Mt. Haryono No. 193, Malang, Jawa Timur 65144 (0341) 551932

DESEMBER, 2017
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah segala puji kehadirat Allah SWT. Yang selalu dan senantiasa
melimpahkan rahmat, hidayah dan karunianya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas mata
kuliah Akuntansi Keperilakuan ini secara lancar.

Sholawat dan salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada Nabi Akhirul Zaman
Muhammad Saw. Berkat beliau sampai saat ini kita dapat menikmati zaman tarbiah yang penuh
dengan cahaya ilmu fikriah yang selalu dan akan terus-menerus meningkat.

Tidak lupa pula kami ucapkan terima kasih kepada Ibu Hj. Maslichah, SE., MSi., Akt.,
CA. Yang telah membimbing kami dan menjadi dosen pengampu dalam mata kuliah Akuntansi
Keperilakuan ini.

Akhir kata tiada gading yang tidak retak, kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh
dari kata sempurna oleh karena itu kritik dan saran yang membangun dari pembaca sangat kami
harapkan.

Malang, 19 Desember 2017

Penyusun

2
Dimensi Keperilakuan Pada Income Taxes
AKUMULASI EARNING TAX

Akumulasi dari masalah pendapatan:

1. Perusahaan dapat membayar dividen.

2. Perusahaan dapat mencoba untuk membenarkan posisi dari pendapatan yang

terakumulasi untuk memuaskan kebutuhan bisnis yang beralasan.

3. Perusahaan dapat tidak melakukan sesuatu.

PENGGUNAAN HUKUM PERPAJAKAN UNTUK MEMPENGARUHI PERILAKU

Tax decision dibuat secara individual. Bagaimanapun, di dalam lingkungan perusahaan, individu

yang membuat keputusan terkadang menghambat pembuatan keputusan individu lain yang sesuai

dengan tujuan perusahaan. Sebagai contoh, ketetapan pajak yang baik mungkin tidak digunakan

karena dampak yang tidak baik terhadap income yang dilaporkan kepada shareholder atau

pemangku kepentingan. Di beberapa kasus, jika ketetapan digunakan untuk tujuan pajak, hal ini

harus juga digunakan untuk tujuan laporan keuangan.

TEORI PSIKOLOGI DARI KEKUATAN MOTIVASIONAL

Begitu banyak ketetapan dalam hukum pajak yang diharapkan untuk mempengaruhi

keperilakuan. Kesuksesan dari ketetapan ini tergantung dari derajat kekutan motivasional yang

ada pada pembayar pajak. Secara seungguh-sungguh, kongres harus memperhatikan faktor yang

mempengaruhi kekuatan motivasional jika hukum/peraturan pajak sesuai dengan tujuannya.

Dalam lingkungan perusahaan, hal ini juga sangat penting untung memahami bagaimana

hukum/peraturan pajak mempengaruhi kekuatan motivasional dari mereka yang membuat

3
keputusan bisnis dengan implikasi pajak. Sebagai contoh, suatu tax penalty mungkin tidak dibuat

di level yang sama terkait dengan kekuatan motivasional untuk para karyawan.

TEORI ATKINSON DARI KEKUATAN MOTIVASIONAL

Atkinson memiliki teori mengenai kekuatan motivasional untuk menunjukkan beberapa tugas

yang menghasilkan tiga faktor di antaranya: motif, pengharapan, dan insentif.

MOTIF (KEBUTUHAN UNTUK PENCAPAIAN)

1. Definisi Konsep

Kata motif dalam formula kekuatan motivasional diperuntukkan kepada individu yang

membutuhkan prestasi. Sesuai dengan teori bahwa individu bervariasi di dalam suatu

derajat, mereka mencari prestasi demi mendapatkan penghargaan. Kebutuhan untuk

berprestasi ini terlihat telah diakuisisi oleh individu yang lebih muda dan relatif stabil.

2. Faktor yang Mempengaruhi

Banyak penelitian yang telah menguji hubungan antara kebutuhan untuk berprestasi atau

level aspirasi dan status sosioekonomi. Salah satu penelitian menemukan bahwa di kelas

yang lebih rendah menunjukkan secara signifikan mengenai kebutuhan untuk berprestasi

lebih rendah dibandingkan dengan kelas menengah atau kelas yang lebih tinggi.

3. Dampak atas Keputusan Pajak

Individu yang membuat tax decision mungkin harus memilih alternatif yang berbeda karena

motif mereka yang berbeda pula. Sebagai contoh, beberapa individu memerlukan prestasi

yang lebih besar dibandingkan dengan ketakutan mereka akan suatu kegagalan. Individu ini

akan lebih memilih alternatif yang menyertakan level menengah terkait hal perpajakan dan

4
risiko yang menengah pula. Secara alternatif, individu yang memiliki ketakutan akan

kegagalan akan memilih posisi yang aman dalam rangka memenuhi kebutuhan untuk

berprestasi.

DIAGNOSTIC REVIEW MOTIF

George Long memilih opsi yang menyertakan jumlah risiko menengah. Dirinya juga

mengusulkan rumusan rencana perusahaan untuk ekspansi daam usaha untuk membenarkan

akumulasi dari pendapatan. Dirinya juga memiliki pilihan dalam risiko menengah karena

kebutuhan akan berprestasi lebih besar dibandingkan dengan ketakutan akan kegagalan.

PENGHARAPAN (KEMUNGKINAN UNTUK SUKSES)

1. Dampak dari Kekuatan Motivasional

Kata pengharapan dalam formula kekuatan motivasional diperuntukkan bagi kemungkinan

untuk sukses. Dampaknya adalah, kemungkinan untuk sukses yang lebih besar berbanding

dengan kekuatan motivasional yang lebih besar pula. Hal ini relatif sederhana namun

dianggap sebagai variabel yang penting.

2. Diagnostic Review Pengharapan

Dalam area perpajakan, kongres dan IRS seharusnya secara serius mempertimbangkan

dampak dari pengharapan dalam kekuatan motivasional dari pembayar pajak.

Hukum/peraturan pajak yang memiliki usaha untuk mempengaruhi perilaku manusia akan

dapat lebih efektif hanya jika mereka tanamkan kepada pembayar pajak dengan kekuatan

motivasional yang memiliki level tinggi. Kegagalan untuk mencapai tujuan sosial dan

5
ekonomi yang telah dibuat oleh peraturan pajak akan menghasilkan keadaan yang under

circumstance.

INSENTIF

1. Insentif Instrinsik vs Ekstrinsik

Teori Atkinson hanya mempertimbangkan nilai instrinsik dari penghargaan dan secara

penuh mengabaikan nilai ekstrinsik seperti uang. Hal ini yang dapat menjadi pertimbangan

atas kelemahan dari teori ini, sejak itu pulan mulai ditekankan mengenai arti penting dari

extrinsic rewards. Kedua nilai antara instrinsik dan ekstrinsik adalah penting dalam

menentukan kekuatan motivasional individu.

2. Insentif Ekstrinsik

Kebanyakan dari teori psikologi mengakui bahwa manusi memiliki kebutuhan yang pasti.

Sebagai misal, extrinsic reward menjadi salah satu nilai bagi individual, hal ini seharusnya

memuaskan beberapa kebutuhan manusia. Menurut Maslow, terdapat suatu hierarki dari

kebutuhan psikologi sampai dengan kebutuhan aktualisasi diri. Dalam teori ini, kebutuhan

dasar merupakan kebutuhan yang paling penting.

3. Dampak atas Kebijakan Pajak

Kongres membatasi jenis dari insentif ekstrinsik yang dapat ditawarkan untuk meningkatkan

kekuatan motivasional pembayar pajak. Kongres harus memutuskan biaya yang diinginkan

untuk membuat suatu prestasi terkait dengan keinginan perilaku pembayar pajak. Dalam

kasus ini insentif ekstrinsik yang dapat diambil contoh bentuk penalty atau kewajiban pajak

tambahan, hal ini tidak terdapat biaya financial kepada pemerintah terkait tax revenues,

6
tetapi secara normal terdapat biaya asosiasi dengan mengesankan hal tersebut merupakan

penalty.

4. Diagnostic Review Insentif

Dalam kasus Perusahaan Bradford Lockbox, akumulasi pendapatan pajak merepresentasikan

suatu insentif ekstrinsik. Bagaimanapun, kebanyakan dari keputusan utama dari berbagai

jenis adalah multidimensional. Hal ini adalah lebih dari satu insentif ekstrinsik. Secara

frekuensi insentif ini merupakan suatu konflik.

DILEMA BISNIS

The Bradford Lockbox Company

Perusahaan Bradford Lockbox telah berada di bisnis selama lebih dari 50 tahun. Ini adalah salah

satu dari sedikit perusahaan di Amerika yang memproduksi kotak surat dan peralatan kantor pos

lainnya. Pelanggan utamanya berasal dari pemerintah AS, tetapi bradford company juga menjual

beberapa produk untuk perguruan tinggi, kompleks apartemen, businessses, dan pemerintah

negara bagian dan lokal. Semua saham asli di perusahaan ini dimiliki oleh anggota keluarga

bradford, tetapi dalam 15 tahun terakhir, kepemilikan saham oleh anggota keluarga telah sedikit

menurun. Saat ini, sekitar 80 persen dari saham perusahaan masih dimiliki oleh sepuluh anggota

keluarga. 20 persen sisanya saham dimiliki oleh tujuh orang yang merupakan karyawan atau

mantan karyawan perusahaan. Presiden dan supervisor produksi adalah anggota dari keluarga

Bradford, namun posisi eksekutif lainnya yang diisi oleh orang-orang di luar keluarga. Tenaga

kerja terdiri dari campuran karyawan yang terampil dan tidak terampil. Perusahaan ini memiliki

pengecoran kecil dan peralatan yang digunakan untuk membentuk produk logam.

7
Pajak Penghasilan Akumulasi

Selama Parker berada di kantor bendahara, dia mengatakan bahwa selama perusahaan

bradford lockbox mungkin memiliki masalah potensial dengan pajak penghasilan yang telah

diakumulasi. Dia menjelaskan bahwa pajak ini adalah pajak pinalti pada perusahaan yang

memiliki laba besar, tetapi pembayaran dividen atas para pemegan sahamnya sedikit. Namun,

pajak tersebut tidak dikenakan jika ada tujuan bisnis untuk penghasilan yang diakumulasi. Pajak

ini ditujukan bagi perusahaan yang menumpuk laba untuk tujuan mengalahkan perusahaan yang

berkarateristik "pajak ganda". Perusahaan seperti Bradford, yang khususnya rentan terhadap

pajak ini.

Dalam perusahaan ini sering ada godaan untuk membayar dividen yang lebih kecil. Ini hasil

dari fakta bahwa pendapatan dividen kena pajak penuh kepada pemegang saham individu.

Selanjutnya, perusahaan tidak berhak atas pendidikan bagi dividen yang dibayarkan. Oleh karena

itu, pendapatan dividen dikenakan pajak dua kali-sekali pada tingkat korporasi dan lagi di tingkat

pemegang saham. Dimana kedua perusahaan dan pemegang saham berada dalam kurung pajak

yang tinggi, pajak gabungan sangat besar. Ada insentif untuk membayar orang-orang yang sama-

sama karyawan dan pemegang saham dari perusahaan gaji yang lebih besar, karena pembayaran

gaji adalah batas dikurangkan. Pajak penghasilan yang diakumulasi dinilai oleh Internal Revenue

Service. Perusahaan tidak diharuskan menilai diri mereka untuk pajak. Internal Revenue Service

biasanya akan menemukan masalah akumulasi laba selama pemeriksaan pajak. Minggu

berikutnya Bradford, Long, dan Parker bertemu untuk membahas pendapatan yang diakumulasi.

Parker berpendapat ada beberapa opsi yang tersedia untuk perusahaan.Yaitu:

8
1. Perusahaan dapat membayar dividen. Pajak tidak akan dikenakan jika perusahaan

menyatakan dan membayar dividen yang cukup besar. Dividen dapat dibayarkan setelah

tahun selesai, asalkan itu dibayar dalam 2,5 bulan setelah akhir tahun.

2. Perusahaan dapat berusaha untuk membenarkan posisi bahwa laba adalah akumulasi

untuk memenuhi kebutuhan bisnis. Kebutuhan bisnis yang wajar termasuk perluasan

bonafide bisnis, penggantian atau modernisasi peralatan, uang pensiun, dan tujuan bisnis

yang realistis.

3. Perusahaan dapat melakukan apa-apa. Mereka bisa berharap bahwa pengembalian pajak

tahun ini tidak akan diperiksa oleh IRS atau, jika diteliti, bahwa masalah pajak

penghasilan yang diakumulasi tidak akan muncul.

Kegunaan Hukum Pajak Dalam Pengaruhnya terhadap Perilaku Keputusan Pajak dibuat

oleh Individu.

Namun, dalam lingkungan perusahaan, individu-individu yang membuat keputusan ini

kadang-kadang terkendala dalam pengambilan keputusan oleh strategi perusahaan lainnya.

Misalnya, ketentuan pajak yang menguntungkan tidak dapat digunakan karena efek buruk

pada pendapatan yang harus dilaporkan kepada pemegang saham. Dalam beberapa kasus,

jika ketentuan tersebut digunakan untuk keperluan pajak, juga harus digunakan untuk tujuan

pelaporan keuangan. Juga, beberapa perusahaan mungkin memiliki kebijakan mencoba untuk

meminimalisir sengketa pajak dengan IRS karena biaya hukum, citra publik, atau alasan

lainnya. Kebijakan ini dapat menyebabkan perusahaan untuk menghindari beberapa

ketentuan pajak yang menguntungkan tetapi berisiko. Keputusan pajak yang dibuat secara

individu juga akan dipengaruhi oleh berbagai kelompok yang merupakan bagiannya.

Meskipun kebijakan perusahaan dan dinamika kelompok merupakan penentu penting dari

9
keputusan pajak, empahsis dalam bab ini pada individu dan faktor-faktor yang memotivasi

mereka.

Dilema yang dihadapi petugas dari Perusahaan Lockbox Bradford biasanya dari jenis

situasi timbul ketika berhadapan dengan undang-undang pajak pendapatan federal. Undang-

undang pajak yang mempengaruhi perilaku manusia. Yang paling penting, undang-undang

pajak mencoba untuk memotivasi wajib pajak untuk membayar jumlah yang tepat dari pajak

terutang. Sejak akhir Perang Dunia II, undang-undang pajak di Amerika Serikat juga telah

digunakan untuk mencapai tujuan-tujuan ekonomi dan sosial.

Sekarang ada pekerjaan yang ditargetkan kredit pajak yang dirancang untuk mendorong

perusahaan untuk mempekerjakan orang-orang dari kelompok yang kurang beruntung secara

ekonomi tertentu termasuk mantan narapidana yang cacat, dan para veteran perang. Tiga

kesulitan utama yang timbul sehubungan dengan ketentuan yang dirancang untuk mencapai

tujuan-tujuan ekonomi dan sosial.

1. Provisi dibuat untuk sistem pajak jauh lebih kompleks.

2. Manfaat pajak yang paling sering digunakan oleh wajib pajak yang memiliki harta

yang lebih, yang menyebabkan wajib pajak lain untuk membayar bagian yang tidak

proporsional dari beban pajak.

3. Keputusan investasi sering dibuat pada basis pertimbangan pajak daripada atas dasar

fundamental ekonomi.

Faktor-faktor ini menyebabkan banyak wajib pajak merasa bahwa sistem pajak tidak adil.

Akibatnya, ada masalah yang meningkat dengan pembayar pajak yang menemukan cara

ilegal berbagai untuk mengurangi kewajiban pajak mereka.

10
DAMPAK PENGGUNAAN HUKUM PAJAK TERHADAP PERILAKU

keputusan pajak yang dibuat oleh individu yang membuat keputusan ini kadang-

kadang terbatas dalam pengambilan keputusan mereka oleh objektivitas perusahaan

lainnya. misalnya, ketentuan pajak yang mungkin tidak utillized karena dampak buruk

terhadap pendapatan yang akan melaporkan kepada pemegang saham. dalam beberapa

kasus, jika ketentuan digunakan untuk keperluan pajak, juga harus digunakan untuk

tujuan pelaporan keuangan. beberapa perusahaan mungkin memiliki kebijakan mencoba

untuk meminimalkan sengketa pajak dengan IRS karena biaya hukum, citra publik, atau

alasan lainnya. kebijakan ini dapat menyebabkan perusahaan untuk menghindari

beberapa ketentuan pajak namun berisiko. keputusan pajak yang membuat individu juga

akan dipengaruhi oleh berbagai kelompok. meskipun kebijakan perusahaan dan dinamika

kelompok merupakan penentu penting dari keputusan pajak, penekanan dalam bab ini

adalah pada individu dan faktor-faktor yang memotivasi mereka. dilemma menghadapi

kantor uang perusahaan Bradford adalah khas dari jenis-jenis situasi yang dapat muncul

ketika berhadapan dengan undang-undang pajak pendapatan federal. undang-undang

perpajakan yang mempengaruhi perilaku manusia. yang paling penting, undang-undang

pajak usaha untuk memotivasi wajib pajak untuk membayar jumlah yang tepat dari pajak

terutang. sejak akhir perang dunia II, hukum pajak di amerika serikat juga telah

digunakan untuk mencapai tujuan ekonomi dan social.

TEORI PSIKOLOGI TERHADAP KEKUATAN MOTIVASI

Banyak sekali suplai-suplai spirit yang bisa di program untuk mengatasi

kebiasaan buruk dari pengaruh hukum pajak. Sayangnya kongres harus lebih hati-hati

11
terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi kekuatan motivasi. Jika hukum pajak tidak

dapat menemukan titik terang dalam pencapaian target masing-masing individu. Cara

terbaik untuk mengatasi dari motivasi individu adalah mengangkat level mereka dengan

kekuatan motivasi yang bertujuan untuk pengaruh yang baik didalam ruang lingkup kita.

Penelitian tentang psikologis yang berhubungan tentang hukum pajak itu dipengaruhi

oleh dua arah yang sangat besar, yaitu : Arah pertama itu mengacu pada individu yang

termotifasi dan terekspetasi oleh reward-reward tertentu seperti uang dan promosi kedua

mengarah kepada individu yang tidak terpengaruh dari besarnya reward, akan tetapi lebih

mengacu ke pada kebutuhan akan penghargaan Bagaimanapun, banyak psikologis yang

percaya bahwa dua perbedaan ini tidak lebih mengacu ke kontradiksi tetapi kompetibel.

Mereka percaya bahwa besarnya pengaruh dari besarnya reward dan kebutuhan untuk

mendapatkan penghargaan itu memegang peranan penting dalam menetukan tingkat

kekuatan motivasi.

TEORI ATKINSON TENTANG KEKUATAN MOTIVASI

Atkinsen berpendapat bahwa kekuatan dari motivasi untuk melakukan beberapa

pekerjaan itu berdasarkan tiga factor :

Motivasi

Ekspetasi

Insentif

Kekuatan Motivasi dapat digambarkan dengan rumus :

12
Motivational strength = f ( motiv x Expectifator x incentive )

Jika nilai dari salah satu variable ini nol maka tidak akan ada kekuatan motivasi.

Penjelasan ini benar, karna formula ini bertambah terus berdasarkan level aspirasi yang

dimiliki oleh mereka. Efek dari Keputusan Pajak Apresiasi dari arah motivasi masing-

masing individu atau kebutuhan akan penghargaan berdampak pada kekuatan motivasi

mereka, yang dimana bisa sangat penting untuk mengerti atau mungkin mempengaruhi

arah dari pemasukan keputusah pajak pendapatan yang dibuat. Biasanya solusi-solusi

yang mempengaruhi pajak yang rendah lebih mempunyai tingkat resiko yang tinggi.

Sedangkan jika pajak tersebut tinggi relatif bebas dari resiko. Solusi lain melibatkan level

hukum pajak yang berbeda dan tingkatan bahaya yang berbeda-beda pula. Namun posisi

ekstrem yang diambil untuk mencapai tujuan ini menjalankan risiko bahwa pengembalian

pajak penghasilan akan diaudit oleh IRS internal dan posisi wajib pajak yang terbalik.

Karena bunga, denda, biaya hukum dan biaya lainnya memiliki posisi ekstrim yang pada

akhirnya dapat membuktikan sangat tinggi biayanya.

EKSPEKTASI

Didalam kekuatan formula dari ekspetasi lebih mengarah kepada kemungkinan untuk

sukses. Akibatnya, besarnya kemungkinan untuk sukses, maka lebih besar dari kekuatan

motivasi itu sendiri. Hal ini relatif sederhana tapi merupakan variabel yang sangat

mempengaruhi.

INSENTIF

Insentif dari beberapa variable itu berdasarkan dari kebutuhan spesifik target. Dan reward

itu tersedia setelah menyelesaikan beberapa tugas. Teori Atkinson menyatakan bahwa

semakin besar nilai subyektif dari suatu reward maka semakin besar pula energi yang

13
dibutuhkan untuk mencari reward itu sendiri. Ektrinsik Insentif Kebanyakan dari teori

psikis menyatakan bahwa keberadaan manusia mempunyai beberapa kebutuhan lebih.

Untuk reward extrinsik dari nilai individu, itu semua lebih mengacu pada kebutuhan

manusia.

Berdasarkan A. H Maslow, ada kebutuhan-kebutuhan hirarki berdasarkan jarak dari

kebutuhan-kebutuhan psikis yang lebih mengarah pada kebutuhan-kebutuhan untuk

aktualisasi diri sendiri. Didalam teorinya, kebutuhan dasar adalah kebutuhan yang paling

penting, dan jika setiap tingkat kebutuhan itu terpenuhi maka akan timbul rasa ketidak

butuhan dan tidak termotifasi. A.H Maslow juga menambahkan bahwa inti dari

penjelasannya adalah kesuksesan dari ektrinsik suatu individu adalah bagaimana dia bisa

menahan kepuasan. Untuk menanamkan pada individu tingkat kekuatan motivasi yang

tinggi, kita perlu untuk menemukan apa yang mereka usahakan untuk penuhi. Setelah

ditentukan, imbalan yang akan memenuhi kebutuhan ini ditawarkan kepada individu

sebagai insentif. Diasumsikan bahwa individu akan melakukan tugasnya dalam upaya

untuk menerima hadiah tersebut. Insentif dalam perpajakan seringkali mengambil suatu

bentuk hukuman. Esensi dari ancaman adalah perilaku tertentu yang diperlukan dan janji

dari suatu tindakan yang merugikan individu jika perilaku yang diperlukan itu tidak

dilakukan.

Dampak dari Peraturan Pajak

Kongres itu terbatas pada tipe extrinsic insentive yang memberi suatu penawaran

untuk meningkatkan kekuatan motivasi pembayar pajak. Berdasarkan dari teori psikis,

semakin besar nilai penghargaan extrinsic yang ditawarkan oleh pemerintah, maka

14
semakin besar pula kekuatan motivasi sebagai bagian utuh dari pembayar pajak.

Bagaimanapun juga, dalam kasus insentif ekstrinsik yang mengambil bentuk sebuah

pengurangan dari kewajiban pajak, terdapat biaya yang diserahkan untuk pemerintah

yang berbentuk pengurangan pajak

15