Anda di halaman 1dari 19

Fakultas Kedokteran Makassar, 9 november 2017

Universitas Muslim Indonesia

HORDEOLUM DAN KALAZION

NAMA : Zihan Ayu Pratiwi


STAMBUK : 11020150036

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA


HORDEOLUM

Pendahuluan
Hordeolum adalah hasil infeksi bakteri akut pada satu atau beberapa
kelenjar kelopak mata Jika terjadi infeksi pada beberapa kelenjar pada saat yang
bersamaan, hal itu disebut hordeolosis. Staphylococcus aureus adalah penyebab
tersering hordeolum.. Hordeolum terbagi menjadi dua yaitu hordeolum ekterna dan
hordeolum interna, yang membedakan dari kedua penyakit ini adalah letak
infeksinya. Hordeolum eksterna terjadi infeksi pada kelenjar zeis atau moll sedangkan
hordeolum interna terjadi infeksi pada kelenjar meibom. Hordeolum sering dikaitkan
dengan diabetes, gangguan gastrointestinal, atau jerawat.

HORDEOLUM EKSTERNA

Definisi
Hordeolum eksternal adalah infeksi akut supuratif pada kelenjar Zeis atau Moll.

Etiologi
1. Faktor predisposisi.
- Lebih sering terjadi pada anak-anak dan orang dewasa muda (meski tidak ada
batasan umur)
- Pasien dengan ketegangan mata karena adanya ketidakseimbangan otot atau
kelainan refraksi
- Kebiasaan Menggosok kelopak mata dengan jari
- Blepharitis kronis dan diabetes melitus biasanya berhubungan dengan hordeolum
yang berulang.
- Faktor metabolisme, penyakit kronis, asupan karbohidrat dan alkohol yang berlebih
juga berperan sebagai faktor predisposisi.
2. Organisme penyebab yang umum adalah Staphylococcusaureus.

Tanda & Gejala


Nyeri akut yang terkait dengan pembengkakan kelopak mata, mata sedikit berair dan
fotofobia. Pembengkakan pada ujung kelopak mata disertai kemerahan dan
terlokalisasi (tahap selulitis). Titik pus tampak pada ujung kelopak mata dengan silia
yang terkena. Biasanya unilateral, tapi terkadang dapat multiple (tahap pembentukan
abses)
Gambar Hordeolum externum kelopak mata bagian atas.

Pengobatan
Kompres panas 2-3 kali sehari sangat berguna dalam tahap selulitis. Bila titik
pusanya terbentuk maka bisa dievakuasi dengan mencabut silia yang terlibat. Insisi
bedah jarang diperlukan untuk abses yang besar. Obat tetes antibiotik (3-4 kali sehari)
dan salep mata (pada waktu tidur) harus diaplikasikan untuk mengendalikan infeksi.
Anti-inflamasi dan analgesik mengurangi rasa sakit dan mengurangi edema.
Antibiotik sistemik dapat digunakan untuk pengendalian dini infeksi. Pada kejadian
berulang, coba cari tahu dan obati kondisi predisposisi yang terkait

HORDEOLUM INTERNA

Definisi
Merupakan peradangan supuratif kelenjar meibom yang terkait dengan penyumbatan
duktus.

Etiologi
Terjadi karena infeksi staphylococcus primer pada kelenjar meibom atau karena
infeksi sekunder pada chalazion (chalazion yang terinfeksi).

Gambaran klinis
Gejalanya mirip dengan hordeolum externa, tetapi rasa nyeri lebih hebat, karena
pembengkakan yang mencapai jaringan fibrosa yang padat. Pada pemeriksaan fisik,
didapatkan perbedaan dari hordeolum externa karena ditandai oleh benjolan lunak
dan pembengkakan jauh dari margo palpebra dan pus biasanya berada di tarsal
konjungtifa (terlihat area kekuningan pada sekitar palpebra) dan tidak mencapai akar
silia. Kadang-kadang, pus dapat ditemukan pada kelenjar meibomia yang terlibat,
jarang pada kulit.
Gambar hordeolum interna dipalpebra bawah

Pengobatan
Penatalaksanaan mirip dengan hordeolum externa, kecuali ketika pus terbentuk maka
harus didrainase dengan sayatan vertikal dari tarsal konjungtiva.
KALAZION

Definisi
kalazion adalah peradangan granulomatosa non-infektif yang kronis pada kelenjar
meibom. Kalazion disebut juga kista tarsal atau meibom

Etiologi
a. Faktor predisposisi mirip dengan hordeolum externa.
- Lebih sering terjadi pada anak-anak dan orang dewasa muda
- Kebiasaan Menggosok kelopak mata dengan jari
- Blepharitis kronis dan diabetes
- Faktor metabolisme, penyakit kronis, asupan karbohidrat dan alkohol yang berlebih
juga berperan sebagai faktor predisposisi.

b. Patogenesis
Pertama-tama terjadi infeksi ringan pada kelenjar meibom oleh organisme
dengan virulensi sangat rendah. Terjadi proliferasi pada lapisan epitel yang memicu
infiltrasi di dinding saluran yang tersumbat. Akibatnya, terjadi retensi sekresi sebum
di kelenjar dan menyebabkan pembesaran kelenjar meibom. Terhambatnya sekresi
pada kelenjar meibom menyebabkan iritasi dan merangsang peradangan non-infektif
granulomatosa pada kelenjar meibom.

Gambaran klinis
Pasien biasanya datang dengan kelopak mata bengkak yang tidak nyeri dan rasa berat
di palpebra. Dapat juga ditemukan penuruan pengelihatan ringan yang disebabkan
oleh tekanan kalazion pada kornea. Pemeriksaan biasanya menunjukkan benjolan
kecil, padat, tegas, keras dan berada jauh dari kelopak mata, sering berada pada
daerah konjungtiva, berwarna merah, daerh di sekitar berwarna ungu atau abu.
Benjolan lebih menonjol ke arah kulit. Kadang benjolan ini muncul sebagai nodul
abu-abu kemerahan pada daerah intermarginal palpebra.
Gambar kalazion pada palpebra atas

Komplikasi
1. Kalazion besar pada palpebra atas akan menekan kornea dan menyebabkan
penglihatan kabur akibat astigma diinduksi.
2. Kalazion besar pada palpebra bawah jarang menyebabkan eversi punctum
atau bahkan ectropion dan epiphora.
3. Terkadang kalazion dapat pecah di sisi konjungtiva dan membentuk jaringan
granulasi.
4. Kalsifikasi mungkin terjadi, tapi sangat jarang
5. Jika terjadi infeksi sekunder maka kalazion dapat mengarah pada
pembentukan hordeolum interna.
6. Perubahan kalazion menjadi karsinoma kelenjar meibomi dapat terjadi pada
lansia.

Pengobatan
1. Konservative treatment.Inasmall, chalazion yang lembut dan segar, resolusi diri
dapat dibantu dengan perawatan konservatif dalam bentuk hot fomentation, obat tetes
antibiotik topikal dan obat antiinflamasi oral.
2. Injeksi steroid steroid jangka panjang (triamcinolone) dilaporkan menyebabkan
resolusi sekitar 50 persen kasus, terutama pada chalazia kecil dan lunak. Jadi,
percobaan semacam itu bermanfaat sebelum intervensi bedah.
3. Insisi dan kuretase adalah perlakuan konvensional dan efektif untuk chalazion.
Langkah-langkah melakukan insisi dan kuratase :
-Anestesi lokal dengan menggunakan 4 persen Xylocaine tetes dikantung
konjungtiva dan 2 persen Xylocaine dinfiltrasikan pada palpebra di daerah kalazion
-Klem kalazion diaplikasikan dengan sisi fenestrated pada sisi konjungtiva dan
palpebra yang dibalik
-Insisi vertikal dilakukan untuk menghindari cedera pada kelenjar meibom lainnya.
-Isi dikeluarkan dengan bantuan kalazion scoop
-Untuk menghindari kejadian berulang, diberikan asam karbol.
-Antibiotik ointment diberikan setelah tindakan dan dipertahankan selama 12 jam.
Pencegahan infeksi dan mengurangi rasa tidak nyaman, dapat diberikan antibiotic
tetes mata, kompres hangat dan anti inflamasi dan anti nyeri oral selama 3-4 hari.
4. Kalazion marginal lebih baik diobati dengan diathermy.
REFERENSI
- Khurana A.K. Comprehensive Ophthalmology 4th ed. 2007. New Age
International (P) Ltd., Publishers. New Delhi.
- Olver Jane, Lorraine Cassidy. Ophthalmology at a Glance. 2005
- Gerhard K. Lang, MD. Ophthalmology A Pocket Textbook Atlas . 2nd. Ed.
2006