Anda di halaman 1dari 7

PRESENTASI KASUS

SKABIES DENGAN INFEKSI SEKUNDER

Disusun oleh :
Mulki Alifah Hasna
1102012183

Pembimbing :
dr. Didi Supriadi, Sp.KK

Disusun Dalam Rangka Tugas Kepaniteraan Klinik


Bagian Ilmu Kulit dan Kelamin RSUD Kabupaten Subang
Fakultas Kedokteran Universitas YARSI
Periode 16 Oktober 17 November 2017
I. IDENTITAS PASIEN

Nama : An. Abdul Razak


Umur : 9 tahun
Jenis Kelamin : Laki - Laki
Alamat : Kp. Wanaraja RT 01/ RW 01, Subang
Pekerjaan : Pelajar
Agama : Islam
Suku Bangsa : Sunda
Pendidikan : SD
Tanggal Pemeriksaan : 16 Oktober 2017
No. MR :-

II. ANAMNESIS (Autoanamnesis)


Seorang pasien anak laki-laki berusia 9 tahun diantar oleh ibunya ke poliklinik kulit
& kelamin RSUD Kabupaten Subang pada tanggal 16 oktober 2017 dengan :

Keluhan Utama
Bruntus-bruntus kemerahan dengan nanah pada sela-sela jari tangan disertai gatal

Riwayat Penyakit Sekarang

Pasien datang ke Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUD Kabupaten Subang

diantar oleh ibunya dengan keluhan bruntus-bruntus kemerahan dengan nanah pada

sela-sela jari tangan disertai gatal. Keluhan ini dirasakan sejak 2 minggu yang lalu.

Awalnya bruntus kemerahan di sela-sela jari tangan sebesar ujung jarum pentul

kemudian menjadi banyak hingga ke pergelangan tangan, ketiak, dan alat kelamin.

Bruntus tersebut berisi cairan berwarna putih kekuningan seperti nanah. Keluhan

gatal dirasakan semakin hebat terutama pada malam hari yang menyebabkan pasien

menjadi terbangun di malam hari. Gatal yang dirasakan membuat pasien tidak

berhenti untuk menggaruk sehingga timbul luka akibat garukan berwarna


kemerahan. Ibu pasien juga memberikan bedak gatal untuk mengurangi

keluhannya.

Pasien menyangkal bahwa pasien pergi ke kebun, main di tanah, dan juga

mempunyai hewan peliharaan seperti kucing atau anjing.

Pasien tinggal bersama kedua orang tuanya, nenek, kakak kandung, kakak ipar,

dan adiknya. Riwayat orang sekitar yang mengalami hal serupa dibenarkan oleh

ibunya yakni seluruh anggota keluarga yang tinggal serumah dengan pasien. Pada

awalnya, sekitar 1,5 bulan yang lalu keluarga pasien didatangi oleh keluarga suami

kakaknya dan bermalam dirumah pasien. Kedua keponakan kakak pasien

mengalami keluhan serupa di kedua tangan dan kakinya hingga ke badan.

Pasien biasanya mandi 2x dalam sehari, mengganti pakainannya 2x dalam

sehari beserta pakaian dalamnya. Namun pasien menyangkal sering menggunakan

handuk yang sama dengan anggota keluarga lainnya. Karena kondisi rumah yang

sempit, keluarga pasien dan keluarga suami kakak pasien tidur bersama berdekatan.

Ibu pasien mengganti sprei tempat tidur sekali dalam seminggu. Riwayat penyakit

serupa sebelumnya disangkal oleh ibu pasien. Riwayat sering bersin-bersin di pagi

hari, sesak nafas disertai bunyi dan bentol-bentol kemerahan gatal disangkal.

Riwayat Penyakit Dahulu


Riwayat keluhan serupa (-) riwayat alergi makanan atau obat-obatan (-)

Riwayat Penyakit Keluarga


Riwayat keluarga dengan keluhan serupa diakui pasien yaitu pada ayah, ibu, nenek,
kakak kandung, kakak ipar, dan adik.
III. PEMERIKSAAN FISIK

Status Generalis
Keadaan umum : Baik
Kesadaran : Composmentis
Tanda vital : Nadi : 100x/menit
Pernafasan : 24x/menit
Suhu : 36,5C
Berat badan : 25 kg
Kepala : Normocephal
Mata : Konjungtiva anemis -/-, sklera ikterik -/-
Hidung : Bentuk normal, deviasi septum (-)
Tenggorokan : Faring hiperemis (-), tonsil T1-T1 tenang
KGB : Tidak teraba membesar
Thoraks : Paru-paru : Vesikuler +/+, rhonki -/-, wheezing -/-
Jantung : BJ I-II reguler, murmur (-), gallop (-)
Abdomen : Datar, supel, nyeri tekan (-)
Ekstremitas : Akral hangat, edema -/-

Status Dermatologikus
Distribusi : Lokalisata
Ad regio : Sela- sela jari tangan kanan dan kiri, ketiak, alat kelamin
Sifat lesi : Multiple, diskret, dengan ukuran miliar yang tampak eritema,
menimbul di permukaan kulit, batas tegas, lesi kering pada
beberapa tempat dan tempat lainnya terdapat lesi yang basah

Effloresensi : Primer : Makula eritem, Makula hiperpigmentasi, Papul,


Pustul
Sekunder : Ekskoriasi, Krusta pustulosa, Skuama

Status Venereologikus
Tidak ada
IV. RESUME
Pasien datang ke Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUD Kabupaten Subang diantar

oleh ibunya dengan keluhan bruntus-bruntus kemerahan pada sela-sela jari tangan

dengan nanah disertai gatal. Keluhan ini dirasakan sejak 2 minggu yang lalu.

Awalnya bruntus kemerahan di sela-sela jari tangan sebesar ujung jarum pentul

kemudian menjadi banyak hingga ke pergelangan tangan, ketiak, dan alat kelamin.

Bruntus tersebut berisi cairan berwarna putih kekuningan seperti nanah. Keluhan

gatal dirasakan semakin hebat terutama pada malam hari yang menyebabkan pasien

menjadi terbangun di malam hari.

Sekitar 1,5 bulan yang lalu keluarga pasien didatangi oleh keluarga suami kakaknya

dan bermalam dirumah pasien. Kedua keponakan kakak pasien mengalami keluhan

serupa di kedua tangan dan kakinya hingga ke badan. Riwayat orang sekitar yang

mengalami hal serupa dibenarkan oleh ibunya yakni seluruh anggota keluarga yang

tinggal serumah dengan pasien. Riwayat penyakit serupa sebelumnya, bersin-bersin

pagi hari disangkal oleh ibu pasien. Distribusi lesi pada kulit pasien bersifat

lokalisata dengan bentuk multiple, diskret, dengan ukuran miliar yang tampak

eritema, menimbul di permukaan kulit, batas tegas, lesi kering beberapa tempat

lainnya terdapat lesi yang basah. Effloresesnsi terdapat papul, pustul, makula

eritem, makula hiperpigmentasi, disertai ekskoriasi dan krusta pustulosa.

V. PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pita selophan

VI. DIAGNOSIS BANDING


1. Skabies dengan infeksi sekunder
2. Insect bite
3. Pediculosis
4. Dermatitis atopik

VII. DIAGNOSIS KLINIS


Skabies dengan infeksi sekunder

VIII. PENATALAKSANAAN
Umum :
- Menjelaskan kepada keluarga pasien mengenai penyakit dan cara penularannya
- Menjelaskan bahwa scabies adalah penyakit menular
- Menerangkan pentingnya menjaga kebersihan perseorangan dan lingkungan
tempat tinggal
- Mencuci selimut, handuk, dan pakaian dengan bilasan terakhir menggunakan
air panas
- Menjemur kasur, bantal, dan guling secara rutin
- Bila gatal sebaiknya jangan menggaruk terlalu keras karena dapat menyebabkan
luka dan resiko infeksi
- Menjelaskan pentingnya mengobati anggota keluarga baik yang menderita
keluhan yang sama maupun yang tidak memiliki keluhan
- Memberi penjelasan bahwa pengobatan sekarang dengan menggunakan
antibiotik terlebih dahulu untuk menghilangkan infeksi sekunder, lalu 1 minggu
yang akan datang pasien datang lagi ke poli kulit dan kelamin untuk pengobatan
Sarcoptes scabiei.

Khusus :
- Topikal : Gentamicin cream 2% dioleskan ke luka yang basah dan
bernanah
- Sistemik : Cefixime tablet 2x100 mg / hari
Cetirizine tablet 1x10 mg / hari

IX. PROGNOSIS
Quo ad vitam : Ad bonam
Quo ad functionam : Ad bonam
Quo ad sananctionam : Dubia ad bonam
Foto Klinis