Anda di halaman 1dari 14

PT.

PLN (Persero) P3B


No. Dokumen : NO.P3B/OMPROT/01/TDSR
Pelatihan O&M Relai Proteksi Jaringan
Berlaku Efektif : Mei 2006

BAB 3
Pemeliharaan Peralatan Disturbance/ Fault Recorder ( DFR )

Suatu alat yang dapat mengukur dan merekam besaran listrik seperti arus
( I ), tegangan (V)dan frekuensi (F) pada saat sebelum, selama dan setelah
gangguan.
Disturbance/ Fault Recorder yang saat ini sudah merupakan suatu
kebutuhan, dapat membantu perekaman data dari Sistem Tenaga Listrik
termasuk Sistem Proteksi serta peralatan terkait lainnya yang pada akhirnya
membantu dalam analisa dan memastikan bahwa sistem telah bekerja
dengan baik.

3.1 Prinsip Kerja


DFR akan bekerja secara real time untuk memonitor kondisi listrik dan
peralatan terkait lainnya. Karena menggunakan sistem digital maka semua
data dikonversikan ke bentuk digital dan disimpan di memori. Pada saat
terjadi gangguan, hasil monitor tersebut akan tersimpan secara permanen
dalam bentuk hasil cetakan di kertas dan data memori.
Manfaat Disturbance/ Fault Recorder (DFR) :
Mendeteksi penyebab gangguan
Mengetahui lamanya gangguan (fault clearing time)
Mengetahui besaran listrik seperti Arus (I), Tegangan (V) dan Frekuensi (f)
Mengetahui unjuk kerja sistem proteksi terpasang
Melihat harmonik dari sistem tenaga listrik
Melihat apakah CT normal / tidak ( jenuh)
Memastikan bahwa PMT bekerja dengan baik
Dokumentasi

Pemeliharaan Peralatan Disturbance Fault Recorder - Edisi 04 Halaman : 95

PDF created with pdfFactory Pro trial version www.pdffactory.com


PT. PLN (Persero) P3B
No. Dokumen : NO.P3B/OMPROT/01/TDSR
Pelatihan O&M Relai Proteksi Jaringan
Berlaku Efektif : Mei 2006

Pengembangan DFR :
Time Synchronizing (GPS)
Master Station
Monitoring Frekuensi
DC Monitoring

Bagian dari DFR (Disturbance Fault Recorder) :


DAU (Data Acquisition Unit), AC/DC Power Supply
Communication Channel, Sistem Alarm

INPUT OUTPUT

ANALOG
16 Channel
PRINTER

EVENT DAU
32 Channel COMM KE
KE
Data MASTER
MASTER
DFR
Acquisition
ALARM
SYNCHR Unit RELAY

DC POWER
AC POWER KEY
BOARD
EXTERNAL &
SCREEN

Pemeliharaan Peralatan Disturbance Fault Recorder - Edisi 04 Halaman : 96

PDF created with pdfFactory Pro trial version www.pdffactory.com


PT. PLN (Persero) P3B
No. Dokumen : NO.P3B/OMPROT/01/TDSR
Pelatihan O&M Relai Proteksi Jaringan
Berlaku Efektif : Mei 2006

3.2. Routine Test :


Mencetak / print out ulang Record gangguan yang pernah direkam :
DFR II harus dalam kondisi Manual Mode
Tekan tombol Record Select display akan tampil Record Select
Tekan kunci panah kebawah, display tampil : Rec No .
Setelah ini tekan/ masukkan nomor yang diinginkan kemudian tekan
tombol Enter. Printer akan bekerja, dan layar akan terbaca Printing.
Tunggu sampai selesai mencetak, atau Cancel untuk membatalkan.
Jangan lupa kembali ke Auto setelah selesai, dengan tombol Auto
Kita dapat juga memilih nomor record dengan menggunakan tombol
Panah Keatas / Kebawah.
Apabila nomor record yang akan dicetak sudah diperagakan, maka kita
cukup menekan tombol Enter.

Mencetak Setup Parameter


DFR II harus dalam kondisi Manual Mode
Tekan tombol Print Setup
Tekan tombol Panah Kebawah kemudian printer akan bekerja
Tekan sampai selesai mencetak, atau Cancel untuk membatalkan
Jangan lupa kembali ke Auto setelah selesai, dengam tombol Auto.

3.3. Basic Operation


1. Switch on : Menyalakan DFR
Pertama kali dinyalakan DFR II akan memeriksa keadaan didalam
rangkaian elektroniknya dan menghitung Memorinya sampai 4096 KB.
Setelah semuanya dalam kondisi baik, maka secara otomatis
display/peragaan di DFR II akan menampilkan Jam dan Nomor Record
yang ada didalam DFR.

Pemeliharaan Peralatan Disturbance Fault Recorder - Edisi 04 Halaman : 97

PDF created with pdfFactory Pro trial version www.pdffactory.com


PT. PLN (Persero) P3B
No. Dokumen : NO.P3B/OMPROT/01/TDSR
Pelatihan O&M Relai Proteksi Jaringan
Berlaku Efektif : Mei 2006

Apabila kita ingin mempercepat pemeriksaan dan test memory, tekan


tombol Panah Kebawah dan display akan menampilkan Jam dan Rec
No.
Misalnya :
JJ : MM : SS REC .
15 : 06:32 REC 041
Setelah itu tekan tombol Reset Alarm Indicator, maka seluruh lampu
Alarm Indicator harus padam/tidak menyal. Apabila ada Alarm Indicator
yang menyala, maka lihat petunjuk bagian Trouble Shooting.

2. Automatic Mode : Posisi DFR siap/otomatis


Pada kondisi Jam dan Nomor Record tampil dilayar, dan Status
Indicator Led Auto menyala, kondisi ini disebut Automatic Mode.
Dalam kondisi ini semua key kecuali Manual Mode dan Reset Alarm dan
Sensor Target tidak dapat difungsikan.
Pada posisi ini DFR dalam keadaan siap akan merekam data
gangguan/fault secara otomatis.
Catatan :
Dalam kondisi ini Lampu Status Indicator yang menyala adalah: Auto
dan Data Memory (kalau ada data ).
Apabila Lampu Status Indicator lain ada yang menyala, berarti ada
gangguan didalam DFR, contoh lampu Off Line, artinya DFR dalam
keadaan tidak siap merkam. Lihat bagian Trouble Shooting.
3. Manual Mode : Posisi manual operation :
Merubah ke kondisi manual untuk dirubah/ dioperasikan oleh operator/
manusia Pada posisi ini kita dapat :
Merubah Parameter dari DFR
Melakukan pengetesan/ pemeriksaan komponen elektronis
Meminta rekaman data, ataupun memanipulasikan data rekaman

Pemeliharaan Peralatan Disturbance Fault Recorder - Edisi 04 Halaman : 98

PDF created with pdfFactory Pro trial version www.pdffactory.com


PT. PLN (Persero) P3B
No. Dokumen : NO.P3B/OMPROT/01/TDSR
Pelatihan O&M Relai Proteksi Jaringan
Berlaku Efektif : Mei 2006

Dari kondisi Automatic kita dapat merubah ke kondisi manual dengan


cara :
Tekan tombol Manual, pada display akan tampil Manual Mode. Berarti
kita sudah ada pada posisi Manual dan Lampu Status Manual akan
menyala.
4. Kembali ke posisi / kondisi Automatic mode
Untuk kembali ke posisi Automatic mode, setelah kita selesai dengan
posisi Manual mode, kita harus kembali ke tampilan layar Manual Mode,
yaitu dengan menekan tombol Cancel beberapa kali(tergantung diposisi
mana kita sedang berada). Lalu tekan tombol Auto, maka pada layar
akan tampil JAM dan Record No untuk mempercepat peragaan, tekan
tombol Panah Kebawah atau Cancel.
5. Tombol-tombol yang sering digunakan

ENTER Untuk menerima pilihan dilayar

SELECT Untuk memilih / merubah pilihan dilayar

Untuk pindah posisi : kekanan/kekiri cursor


atau keatas/kebawah untuk menu

TAB Untuk pindah posisi kekanan/kekiri untuk


display yang memiliki beberapa kolom /
bagian
Untuk memasukkan karakter,atau juga
Alphanumeric (A-Z, 0 9),
digunakan untuk memilih menu. Pada
perincian dari Menu, tombol ini dapat
digunakan untuk memasukkan karakter.

Pemeliharaan Peralatan Disturbance Fault Recorder - Edisi 04 Halaman : 99

PDF created with pdfFactory Pro trial version www.pdffactory.com


PT. PLN (Persero) P3B
No. Dokumen : NO.P3B/OMPROT/01/TDSR
Pelatihan O&M Relai Proteksi Jaringan
Berlaku Efektif : Mei 2006

CANCEL Untuk membatalkan pilihan dan kembali ke


bagian sebelumnya

AUTO
Untuk pindah ke posisi Automatic
RESET Untuk me RESET ALARM INDICATOR

MANUAL Untuk pindah dari posisi Automatic ke


Manual

Bagaimana Analisanya :
1. Pada kondisi normal, arus dan tegangan akan menggambarkan sinusoidal
(50HZ) yang sempurna.
2. Besaran arus dan tegangan tersebut dapat diukur dengan memperhatikan
skala rekaman, serta ratio CT & PT.
3. Setiap trigger karena besaran analog yang diluar normal, DFR akan
menggambarkan pada bagian sensor digital, serta bentuk sinusoidal
arus/tegangan akan berubah menjadi lebih besar atau Lebih kecil.
4. Apabila perubahan besaran analog ini diikuti dengan bekerjanya proteksi
maka diikuti dengan perubahan status input digital.
5. Bila PMT juga bekerja, maka dapat dilihat status PMT sebagai input digital
yang berubah.
6. Setiap trigger karena perubahan status input digital, DFR akan
menggambarkannya pada bagian digital, dimana garisnya akan berubah
menjadi terputus

Pemeliharaan Peralatan Disturbance Fault Recorder - Edisi 04 Halaman : 100

PDF created with pdfFactory Pro trial version www.pdffactory.com


PT. PLN (Persero) P3B
No. Dokumen : NO.P3B/OMPROT/01/TDSR
Pelatihan O&M Relai Proteksi Jaringan
Berlaku Efektif : Mei 2006

3.4. Pemeliharaan Disturbance Fault Recorder


3.4.1. Pemeriksaan Fisik
Indikator
Indikator Kondisi Penyebab Penanggulangan Hasil
a. Fail Menyala DFR dalam Pindahkan
kondisi manual keposisi auto dan
Printer terganggu tekan tombol reset
DFR mendeteksi Periksa printer dan
gangguan internal, kertas dan
biasanya diikuti sambungannya
lampu Offline
menyala

b. Fault Menyala Ada gangguan pd Tekan tombol


DFR seperti pada reset
saat pertama
dinyalakan, saat
berkomunikasi dgn
komputer, dll
c. Service Menyala DFR Periksa GPS
membutuhkan clock, kabel
pelayanan coaxial, atau
misalnya memory konektornya
mendekati penuh, Selalu periksa
sinkron waktu data yg tersimpan
(clock) hilang dimemory down
load atau cetak
data yang
diperlukan lalu
hapus data yg ada
di memory
Menyala DFR pernah Tekan tombol reset
merekam gangguan
d.Operatio
n

e. Auto Menyala DFR kondisi -


automatic siap
merekam data

Pemeliharaan Peralatan Disturbance Fault Recorder - Edisi 04 Halaman : 101

PDF created with pdfFactory Pro trial version www.pdffactory.com


PT. PLN (Persero) P3B
No. Dokumen : NO.P3B/OMPROT/01/TDSR
Pelatihan O&M Relai Proteksi Jaringan
Berlaku Efektif : Mei 2006

Indikator Kondisi Penyebab Penanggulangan Hasil

f. Manual Menyala DFR dalam kondisi Setelah selesai


dapat dirubah oleh merubah setting (bila
user/manusia diperlukan) maka
pindahkan selalu
Catatan : DFR harus
keposisi auto
selalu dikembalikan
kepada posisi auto

g. Offline Menyala DFR tdk siap Lakukan langkah


menerima data point c
gangguan akibat : Lakukan langkah
point h
Memory sudah
terisi penuh
DFR terganggu
misalnya
kerusakan CPU
h. CPU Menyala DFR mengalami Buka pintu DFR
Fail gangguan pd bagian depan
internal Matikan DFR
denga n switch
Supply DC ke
posisi Off
Lepas card CPU ,
Fault board,
Network controller,
dan patch board
satu persatu, lalu
masukkan dengan
benar lalu coba
dinyalakan.
i. Data in Menyala Ada data yg sudah Lakukan langkah
Memory direkm dimemory point c
yg siap dicetak ke
printer atau dikirim
ke master station

Pemeliharaan Peralatan Disturbance Fault Recorder - Edisi 04 Halaman : 102

PDF created with pdfFactory Pro trial version www.pdffactory.com


PT. PLN (Persero) P3B
No. Dokumen : NO.P3B/OMPROT/01/TDSR
Pelatihan O&M Relai Proteksi Jaringan
Berlaku Efektif : Mei 2006

Pemeriksaan Fungsi
No Pemeriksaan Fungsi Hasil
2.1 Periksa Battery backup RAM apakah masih baik,
tempatnya pada card sebelah paling kanan dekat engsel
pintu. Kesiapan Battery backup RAM +/- 6.5 Vdc

2.2 Pada saat maintenance atau terjadi gangguan eksternal


DFR merekam data, sehingga data-data tersebut
menumpuk dan menyebabkan memory full pada hal data
tersebut ada yg tidak dibutuhkan, untuk itu lakukan langkah
c diatas.
2.3 Periksa tanggal, Jam (bagi yg tdk terhubung dengan GPS)
apabila tidak sesuai maka cocokkan dengan kondisi real
time.
Cetakan rekaman yang aneh dan DFR tidak dapat diset
Bila terjadi keluaran yang aneh seperti jam salah/rusak,
hasil cetakan tidak benar dan tombol DFR tidak dapat
ditekan maka coba lakukan hal-hal sebagai berikut :
Buka pintu DFR bagian depan
Tekan tombol CPU reset terdapat di CPU card (card
paling kanan)
Lalu nyalakan DFR dan akan memulai menghitung
memory.
Coba normalkan dan Snap shot untuk melihat cetakan
keluarannya apakah sudah benar.
Cek dan sesuaikan dengan urutan Parameter
Cek dan sesuaikan DAU ID DFR

Pemeliharaan Peralatan Disturbance Fault Recorder - Edisi 04 Halaman : 103

PDF created with pdfFactory Pro trial version www.pdffactory.com


PT. PLN (Persero) P3B
No. Dokumen : NO.P3B/OMPROT/01/TDSR
Pelatihan O&M Relai Proteksi Jaringan
Berlaku Efektif : Mei 2006

No Pemeriksaan Fungsi Hasil


2.4 Apabila muncul CPU fail dan setelah melakukan langkah-
langkah diatas tetap tidak bisa bekerja normal,sebaliknya
segera dikonsultasikan ke pihak pabrikan.

3.4.2. Pengujian Fungsi DFR / merubah setting (bila diperlukan)


1. I/O Test
Printer test
Printer status
2. Dari Panel Test
Lakukan Snapshot
3. Pemeriksaan Kapasitas Memory
4. Lakukan Down load/cetak data yang diperlukan dilanjutkan penghapusan
data
5. Menekan Tombol Reset (indikasi ini muncul bila DFR pernah merekam
gangguan, saat pertama DFR dinyalakan dan saat berkomunikasi
dengan komputer/CPU.
6. Pemeriksaan posisi selektor switch operasi (selalu dikembangkan ke
posisi Auto)

3.5 Travelling Wave System (TWS)


3.5.1. Prinsip Kerja TWS
Untuk mengukuran jarak SUTT saat ini dapat menggunakan methode
impedansi dengan bantuan disturbance fault recorder atau numerical relay.
Methode hasilnya akan menjadi kurang akurat apabila terdapat kondisi-
kondisi sebagai berikut :
Resistansi gangguan dan faktor infeed
Arcing fault yang membentuk gelombang non-sinusoidal
Source impedance ratio (SIR) yang tinggi
Line constanta jaringan berbeda-beda
Capasitansi jaringan (jaringan > 100 km)

Pemeliharaan Peralatan Disturbance Fault Recorder - Edisi 04 Halaman : 104

PDF created with pdfFactory Pro trial version www.pdffactory.com


PT. PLN (Persero) P3B
No. Dokumen : NO.P3B/OMPROT/01/TDSR
Pelatihan O&M Relai Proteksi Jaringan
Berlaku Efektif : Mei 2006

Error CT dan CVT

Agar akurasi pengukuran jarak SUTT lebih akurat digunakan methode


traveling waves (TWS). Selain untuk mengukur jarak SUTT, TWS dapat
pula digunakan sebagai fault locator, dengan akurasi hingga 100-200 m.
Prinsip kerja dari TWS adalah gelombang berjalan terbentuk apabila
terdapat switcing di SUTT yang disebabkan oleh buka / tutup PMT atau
arcing saat gangguan. Pulsa ini berjalan sepanjang seksi SUTT yang
mempunyai impedansi karakteristik yang sama, sampai ke titik bus akan
menemui impedansi karakteristik yang berbeda dan menyebabkan pulsa
mengalami pemantulan.

t1 t2 t3

Gambar 3.5.1.a. Proses gelombang berjalan pada penghantar

Waktu tempuh gelombang ini terekam oleh TWS adalah t2-t1, maka jarak
yang diukur adalah :

L = (t2-t1) . V/2

dimana V adalah kecepatan gelombang berjalan dalam hal ini sama dengan
kecepatan cahaya atau gelombang elektromagnetik (300.000 km/dt).

Pemeliharaan Peralatan Disturbance Fault Recorder - Edisi 04 Halaman : 105

PDF created with pdfFactory Pro trial version www.pdffactory.com


PT. PLN (Persero) P3B
No. Dokumen : NO.P3B/OMPROT/01/TDSR
Pelatihan O&M Relai Proteksi Jaringan
Berlaku Efektif : Mei 2006

Ada beberapa cara untuk mengukur jarak SUTT atau menentukan lokasi
gangguan dengan menggunakan methode gelombang berjalan ini. Pada saat
terjadi gangguan penghantar maka pada titik gangguan akan dibangkitkan
gelombang berjalan ke dua ujung penghantar seperti pada Gambar 3.5.1.b.

t1a t2a

La

Lb

Gambar 3.5.1.b. Proses gelombang berjalan pada penghantar

Pada kondisi ini maka jarak ke titik gangguan :

La = (t1a - t1a) x V/2

Jika waktu gangguan singkat sekali atau resistansi gangguan tinggi maka
waktu pantulan gelombang yang kedua bukan dipantulkan oleh titik
gangguan sehingga waktu yang tercatat bukan waktu tempuh dua kali jarak
gangguan.

Pemeliharaan Peralatan Disturbance Fault Recorder - Edisi 04 Halaman : 106

PDF created with pdfFactory Pro trial version www.pdffactory.com


PT. PLN (Persero) P3B
No. Dokumen : NO.P3B/OMPROT/01/TDSR
Pelatihan O&M Relai Proteksi Jaringan
Berlaku Efektif : Mei 2006

t1a t2a

La

Lb

t1b

Gambar 3.5.1.c. Proses gelombang berjalan pada penghantar

Hal tersebut diatas dapat diatasi dengan menggunakan dua buah TWS
masing-masing pada kedua ujung penghantar. Pada kondisi ini maka jarak ke
titik gangguan :

La = L/2 + (t1a - t1b) x V/2


Lb = L/2 + (t1b - t1a) x V/2

Ada beberapa cara untuk memanfaatkan TWS untuk mengukur jarak


penghantar atau jarak ke lokasi gangguan dengan menggunakan gelombang
berjalan yaitu :

Pemeliharaan Peralatan Disturbance Fault Recorder - Edisi 04 Halaman : 107

PDF created with pdfFactory Pro trial version www.pdffactory.com


PT. PLN (Persero) P3B
No. Dokumen : NO.P3B/OMPROT/01/TDSR
Pelatihan O&M Relai Proteksi Jaringan
Berlaku Efektif : Mei 2006

3.5.2. Cara mengukur jarak SUTT (type E single ended mode).

1. 1 buah TWS dipasang membelakangi sumber.


2. Posisi kedua PMT dalam keadaan terbuka.
3. PMT dilokasi TWS dimasukkan (re-energize).
4. Pulsa dibentuk dari PMT masuk terekam (t1a) melalui CT oleh TWS dan
berjalan sepanjang seksi penghantar sampai diujung depan PMT masih
kondisi terbuka (impedansi tinggi) maka pulsa yang dipantulkan dalam
posis terbalik terekam oleh TWS (t2a).
5. Jarak seksi saluran adalah :
La = (t2a - t1a) x V/2

3.5.3. Cara mengukur jarak gangguan SUTT (type A single ended mode).

1. 1 buah TWS dipasang membelakangi sumber.


2. Posisi kedua PMT dalam keadaan masuk (operasi normal).
3. Pada saat terjadi gangguan pulsa dibentuk dari switcing dari dititik
gangguan bergerak menuju TWS terekam (t1a) dan dipantulkan berjalan
ke titik gangguan sampai dititik gangguan dipantulkan kembali menuju
TWS dan terekam lagi (t2a).
4. Jarak seksi saluran adalah :
La = (t2a - t1a) x V/2

3.5.4. Cara mengukur jarak gangguan SUTT (type D double ended).

1. 2 buah TWS dipasang saling berhadapan


2. Posisi kedua PMT dalam keadaan masuk (operasi normal).
3. Pada saat terjadi gangguan pulsa dibentuk dari switcing dititik gangguan
bergerak menuju TWS A terekam (t1a).
4. Pada saat itu pula pulsa dibentuk dari switcing dititik gangguan bergerak
menuju TWS B terekam (t1b).
5. Jarak seksi saluran adalah :
La = (L/2) + (t1a - t1b) x V/2
Lb = (L/2) + (t1b - t1a) x V/2

Pemeliharaan Peralatan Disturbance Fault Recorder - Edisi 04 Halaman : 108

PDF created with pdfFactory Pro trial version www.pdffactory.com