Anda di halaman 1dari 3

TUGAS

ETIKA PROFESI

KASUS PEMBOBOLAN INTERNET BANKING MILIK BCA YANG DI LAKUKAN


OLEH HACKER

Disusun oleh:
Raka Adhitama 14/361552/SV/05827

PROGRAM STUDI DIV TEKNOLOGI JARINGAN


DEPARTEMEN TEKNIK ELEKTRO DAN INFORMATIKA
SEKOLAH VOKASI
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2017
Tahun 2001 internet banking diributkan oleh kasus pembobolan internet banking milik
bank BCA, Kasus tersebut dilakukan oleh seorang mantan mahasiswa ITB Bandung dan juga
merupakan salah satu karyawan media online (satunet.com) yang bernama Steven Haryanto.
Steven bukan Insinyur Elektro ataupun Informatika, melainkan Insinyur Kimia. Ide ini timbul
ketika Steven juga pernah salah mengetikkan alamat website. Kemudian dia membeli domain-
domain internet dengan harga sekitar US$20 yang menggunakan nama dengan kemungkinan
orang-orang salah mengetikkan dan tampilan yang sama persis dengan situs internet banking BCA.
Kemudian dia membeli domain-domain internet dengan harga sekitar US$20 yang
menggunakan nama dengan kemungkinan orang-orang salah mengetikkan dan tampilan yang
sama persis dengan situs internet banking BCA,http://www.klikbca.com, seperti:
www.klikbca.com
kilkbca.com
clikbca.com
klickbca.com
klikbac.com
Orang tidak akan sadar bahwa dirinya telah menggunakan situs aspal (asli tapi
palsu)tersebut karena tampilan yang disajikan serupa dengan situs aslinya. Hacker tersebut mampu
mendapatkan User ID dan password dari pengguna yang memasuki situs aspal tersebut, namun
hacker tersebut tidak bermaksud melakukan tindakan criminal seperti mencuri dana nasabah, hal
ini murni dilakukan atas keingintahuannya mengenai seberapa banyak orang yang tidak sadar
menggunakan situs klikbca.com, Sekaligus menguji tingkat keamanan dari situs milik BCA
tersebut.
Tindakan Steven ini disebut sebagai hacking. Steven dapat digolongkan dalam tipe hacker
sebagai gabungan white-hat hacker dan black-hat hacker, dimana Steven hanya mencoba
mengetahui seberapa besar tingkat keamanan yang dimiliki oleh situs internet banking Bank BCA.
Disebut white-hat hacker karena dia tidak mencuri dana nasabah, tetapi hanya mendapatkan User
ID dan password milik nasabah yang masuk dalam situs internet banking palsu. Namun tindakan
yang dilakukan oleh Steven, juga termasuk black-hat hacker karena membuat situs palsu dengan
diam-diam mengambil data milik pihak lain. Hal-hal yang dilakukan Steven antara lain scans,
sniffer, dan password crackers. (RAMADHAN, 2015)
Kajian Kasus Etika Teknologi Informasi Diatas:
Karena perkara kasus pembobolan internet banking milik bank BCA, dan dia telah
mengganggu suatu system milik orang lain, yang dilindungi privasinya dan pemalsuan situs
internet bangking palsu. Maka perkara ini bisa dikategorikan sebagai perkara perdata. Melakukan
kasus pembobolan bank serta telah mengganggu suatu system milik orang lain, dan mengambil
data pihak orang lain yang dilindungi privasinya artinya mengganggu privasi orang lain dan
dengan diam-diam mendapatkan User ID dan password milik nasabah yang masuk dalam situs
internet banking palsu. Hukuman dan Undang-undang yang di kenakan pada kasus ini adalah
Pasal 35 UU ITE tahun 2008, yang berbunyi: Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau
melawan hukum melakukan manipulasi, penciptaan, perubahan, penghilangan, pengrusakan
informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik dengan tujuan agar informasi elektronik
dan/atau dokumen elektronik tersebut seolah-olah data yang otentik (Phising = penipuan situs)
Dengan dasar pasal 35 UU ITE tahun 2008 telah disebutkan dengan jelas, jika tindakan Steven
ini telah melanggar hukum yang berlaku.

Referensi:
RAMADHAN, M. S. (2015, March 23). shoyivi blog's. (Get the information you are looking for
Here) Retrieved September 29, 2017, from http://shoyivi.blogspot.co.id/2015/03/kasus-
pembobolan-internet-banking-milik.html