Anda di halaman 1dari 29

PUTUSAN

Nomor : 92/B/2012/PT.TUN-MDN

------------------------------------------------------------------------------------------

___Publikasi putusan ini dimaksudkan sebagai informasi kepada publik,


sedangkan turunan putusan yang resmi dikeluarkan sesuai mekanisme berdasarkan
UU yang berlaku, apabila dalam publikasi ini terdapat kesalahan pengetikan dsb,
maka yang berlaku adalah putusan yang bermaterai___

-----------------------------------------------------------------------------------------

Halaman 1 dari 29 halaman Putusan Nomor 92/B/2012/PT.TUN.MDN


P UT U S A N
NOMOR 92/B/2012/PT.TUN-MDN

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan yang memeriksa, memutus dan

menyelesaikan sengketa tata usaha negara dalam tingkat banding, yang bersidang

di gedung Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan di Jalan Peratun, Kompleks

Medan Estate di Medan, telah menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam

sengketa antara :

LAMINDO SITUMEANG, Kewarganegaraan Indonesia, Pekerjaan Tani, Beralamat di Jalan

Balige Km. 7 No.1 Kelurahan Situmeang Habinsaran, Kecamatan

Sipoholon, Kabupaten Tapanuli Utara, Propinsi Sumatera Utara.

Dalam hal ini memberikan Kuasa kepada : DODI ARIFIN,

S.H dan NIFZUL REVLI, S.H, Kesemuanya Warga Negara

Indonesia, Pekerjaan Advokat/Pengacara dari Kantor

Hukum DODI, REVLI, & REKAN, Beralamat di Jalan Medan

Area Selatan Gg. Kecil No.6-A Medan, berdasarkan Surat

Kuasa Khusus tertanggal 25 Nopember 2011, selanjutnya

disebut sebagai PENGGUGAT/PEMBANDING ;

L A W A N

1.KEPALA KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN TAPANULI UTARA ;

Berkedudukan..................

Halaman 2 dari 29 halaman Putusan Nomor 92/B/2012/PT.TUN.MDN


Berkedudukan di Jalan SM. Simanjuntak No. 6 Tarutung

Tapanuli Utara, Sumatera Utara ;

Dalam hal ini diwakili oleh Kuasanya :

1. JONGGARA TAMBUNAN, S.H ;

2. HUSNEN ;

Masing-masing Kewarganegaraan Indonesia, Pekerjaan PNS

pada Kantor Pertanahan Kabupaten Tapanuli Utara,

Beralamat di Jalan SM. Simanjuntak No. 6 Tarutung

Tapanuli Utara, Sumatera Utara, berdasarkan Surat Kuasa

Khusus Nomor 600/XII/2011, tertanggal 10 Desember

2011 dan Nomor 600/II/2012, tertanggal 09 Pebruari

2012, selanjutnya disebut sebagai TERGUGAT/

TERBANDING-1 ;

2.ROBERTO ALFREDO SITUMEANG, Kewarganegaran Indonesia, Pekerjaan

Wiraswasta, Tempat tinggal di Jalan Kemiri II No. 31 Medan.

Dalam hal ini diwakili oleh kuasanya HENDRY GUNAWAN,

S.H, berdasarkan Surat Kuasa Khusus tertanggal 9 Juni

2012, selanjutnya disebut sebagai TERGUGAT II

INTERVENSI/ TERBANDING-2 ;

PENGADILAN TINGGI TATA USAHA NEGARA MEDAN tersebut telah membaca :

1. Penetapan Ketua Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan Nomor

92/B/2012/PT.TUN-MDN

Halaman 3 dari 29 halaman Putusan Nomor 92/B/2012/PT.TUN.MDN


92/B/2012/PT.TUN-MDN, tanggal 10 Juli 2012, Tentang Penunjukan

Majelis Hakim yang memeriksa, memutus dan menyelesaikan sengketa tata

usaha negara tersebut ditingkat banding;

2. Salinan resmi Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Medan Nomor 91/G/

2011/ PTUN-MDN, tanggal 10 April 2012 yang dimohonkan banding;

3. Berkas Perkara, surat-surat bukti dan surat-surat lain yang berhubungan

dengan sengketa ini;

4. Penetapan Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara

Medan Nomor 92/Pen.HS/2012/PT.TUN-MDN, tanggal 23 Juli 2012,

Tentang Penetapan Hari Sidang;

TENTANG DUDUK SENGKETA

Menimbang, bahwa Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara

Medan mengambil alih keadan-keadaan dan duduk perkara sebagaimana

disebutkan dalam Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Medan Nomor 91/G/

2011/PTUN-MDN, tanggal 10 April 2012, yang amarnya sebagai berikut :

DALAM EKSEPSI :

- Mengabulkan Eksepsi Tergugat dan Tergugat II Intervensi ;

- Menyatakan Pengadilan Tata Usaha Negara Medan secara absolut

tidak berwenang mengadili Perkara No. 91/G/2011/PTUN-MDN ;

DALAM POKOK PERKARA

- Menyatakan gugatan Penggugat tidak dapat diterima (Niet

Ontvankelijk Verklaard) ;

- Membebankan

Halaman 4 dari 29 halaman Putusan Nomor 92/B/2012/PT.TUN.MDN


- Membebankan kepada Penggugat untuk membayar biaya perkara

sebesar Rp 320.000,00 (tiga ratus dua puluh ribu rupiah) ;

Menimbang, bahwa Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Medan tersebut

diucapkan dalam persidangan yang terbuka untuk umum pada hari Selasa, tanggal

10 April 2012, yang dihadiri oleh Kuasa Tergugat tanpa dihadiri Kuasa Penggugat

dan Tergugat II Intervensi ;

Menimbang, bahwa Panitera Pengadilan Tata Usaha Negara Medan telah

memberitahukan Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Medan Nomor 91/G/

2011/PTUN-MDN kepada Penggugat dan Tergugat II Intervensi, melalui Surat

Pemberitahuan Putusan tanggal 10 April 2012;

Menimbang, bahwa terhadap Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Medan

tersebut, Penggugat mengajukan pernyataan banding pada tanggal 20 April 2012,

yang selanjutnya disebut sebagai Pembanding;

Menimbang, bahwa oleh karena itu Tergugat disebut sebagai Terbanding-1

dan Tergugat II Intervensi disebut sebagai Terbanding-2;

Menimbang, bahwa pernyataan banding dari Penggugat/Pembanding

tersebut telah diberitahukan kepada Tergugat/Terbanding-1 dan Tergugat II

Intervensi/Terbanding-2 masing-masing pada tanggal 20 April 2012;

Menimbang, bahwa Penggugat/Pembanding menyerahkan memori banding

yang diterima oleh Panitera Pengadilan Tata Usaha Negara Medan pada tanggal 21

Mei 2012. Pada hari dan tanggal itu juga telah diberitahukan kepada Tergugat/

Terbanding..

Halaman 5 dari 29 halaman Putusan Nomor 92/B/2012/PT.TUN.MDN


Terbanding-1 dan Tergugat II Intervensi/Terbanding-2 ;

Menimbang, bahwa pada pokoknya memori banding dari Penggugat/

Pembanding menyatakan, bahwa Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara

Medan telah salah menilai alat-alat bukti yang diajukan para pihak di persidangan

dan salah menerapkan ketentuan hukum yang berlaku, sehingga putusan

Pengadilan Tata Usaha Negara Medan tersebut bertentangan dengan peraturan

perundang-undangan yang berlaku dan asas-asas umum pemerintahan yang baik,

oleh karena itu Penggugat/Pembanding mohon kepada Pengadilan Tinggi Tata

Usaha Negara Medan untuk memutuskan dengan amar sebagai berikut :

MENGADILI

- Menerima permohonan banding dari Penggugat/Pembanding;

- Membatalkan Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Medan Nomor 91/G/

2011/ PTUN-MDN, tanggal 10April 2012 yang dimohonkan banding;

MENGADILI SENDIRI

DALAM EKSEPSI

- Menolak eksepsi Tergugat/Terbanding-1 dan Tergugat II Intervensi/

Terbanding-2 untuk seluruhnya;

DALAM POKOK PERKARA

1. Mengabulkan gugatan Penggugat/Pembanding untuk seluruhnya;

2. Menyatakan batal atau tidak sah Keputusan Tergugat/Terbanding-1

berupa Sertifikat Hak Milik No. 207 tanggal 01- 06 - 2011, luas

tanah 8.845 m2, terletak di Jl. Tarutung - Siborongborong, Kel.

Situmeang..

Halaman 6 dari 29 halaman Putusan Nomor 92/B/2012/PT.TUN.MDN


Situmeang Habinsaran, Kec. Sipoholon, Kab. Tapanuli Utara, Propinsi

Sumatera Utara an. Roberto Alfredo Situmeang. Surat Ukur

No.01/Situmeang Habinsaran/2011 tanggal 26-05-2011 ;

3. Mewajibkan Tergugat/Terbanding-1 untuk mencabut Keputusan

Tergugat tersebut berupa Sertifikat Hak Milik No.207 tanggal 01-06-

2011, luas tanah 8.845 m2, terletak di Jl. Tarutung-Siborongborong,

Kel. Situmeang Habinsaran, Kec. Sipoholon, Kab. Tapanuli Utara,

Propinsi Sumatera Utara an. Roberto Alfredo Situmeang. Surat Ukur

No.01/Situmeang Habinsaran/ 2011 tanggal 26-05-2011 ;

4. Membebankan Tergugat/Terbanding-1 dan Tergugat II Intervensi/

Terbanding-2 untuk membayar biaya perkara yang timbul dalam dua

tingkat peradilan ini;

Menimbang, bahwa Tergugat/Terbanding-1 tidak mengajukan kontra

memori banding, akan tetapi Tergugat II Intervensi/Terbanding-2 telah

mengajukan kontra memori banding yang diterima oleh Panitera Pengadilan Tata

Usaha Negara Medan pada tanggal 12 Juni 2012, selanjutnya Panitera Pengadilan

Tata Usaha Negara Medan telah memberitahukan dan menyerahkan salinan kontra

memori banding tersebut kepada Penggugat/Pembanding dan Tergugat/

Terbanding-1, masing-masing pada tanggal 13 Juni 2012;

Menimbang, bahwa pada pokoknya Tergugat II Intervensi/Terbanding-2

dalam kontra memori bandingnya menyatakan bahwa Putusan Pengadilan Tata

Usaha Negara Medan Nomor 91/G/2011/PTUN-MDN dinilai sudah tepat dan

benar, oleh karena itu memohon kepada Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara

Medan untuk memutuskan dengan amar sebagai berikut:

- Menerima.

Halaman 7 dari 29 halaman Putusan Nomor 92/B/2012/PT.TUN.MDN


- Menerima kontra memori banding Tergugat II Intervensi/Terbanding-

2;

- Menolak permohonan banding dari Penggugat/Pembanding;

- Menguatkan Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Medan Nomor

91/G/2011/PTUN-MDN, tanggal 10 April 2012, yang dimohonkan

banding;

- Menghukum Penggugat/Pembanding untuk membayar biaya perkara;

Menimbang, bahwa sebelum berkas perkara aquo dikirim ke Pengadilan

Tinggi Tata Usaha Negara Medan, kedua belah pihak yang bersengketa telah

diberikan kesempatan untuk memeriksa dan mempelajari berkas perkara aquo,

sesuai dengan Surat Pemberitahuan untuk melihat berkas tertanggal 8 Mei 2012;

TENTANG PERTIMBANGAN HUKUM

Menimbang, bahwa Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Medan Nomor

91/G/2011/PTUN-MDN, diucapkan dalam persidangan yang terbuka untuk umum

pada hari Selasa, tanggal 10 April 2012, yang dihadiri oleh Kuasa Hukum

Tergugat/Terbanding-1 tanpa dihadiri oleh Kuasa Hukum Penggugat/Pembanding

dan Tergugat II Intervensi/ Terbanding-2 ;

Menimbang, bahwa Penggugat/Pembanding mengajukan pernyataan

banding pada tanggal 20 April 2012;

Menimbang, bahwa Pasal 123 ayat (1) Undang-Undang Nomor 5 Tahun

1986 menyebutkan;

Permohonan

Halaman 8 dari 29 halaman Putusan Nomor 92/B/2012/PT.TUN.MDN


Permohonan pemeriksaan banding diajukan secara tertulis oleh
pemohon atau kuasanya yang khusus dikuasakan untuk itu kepada
Pengadilan Tata Usaha Negara yang menjatuhkan putusan tersebut
dalam tenggang waktu empat belas hari setelah putusan pengadilan itu
diberitahukan kepadanya secara sah;

Menimbang, bahwa oleh karena Penggugat/Pembanding atau Kuasa

Hukumnya tidak hadir pada saat pembacaan putusan tanggal 10 April 2012, maka

tenggang waktu pengajuan pernyataan banding atau permohonan pemeriksaan

banding dihitung empat belas hari sejak saat pemberitahuan putusan secara sah

kepadanya;

Menimbang, bahwa oleh karena Panitera Pengadilan Tata Usaha Negara

Medan telah memberitahukan Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Medan

Nomor 91/G/2011/PTUN-MDN tersebut secara sah kepada Penggugat/

Pembanding dan Tergugat II Intervensi/Terbanding-2, melalui Surat

Pemberitahuan Putusan tanggal 10 April 2012, maka pernyataan banding atau

permohonan pemeriksaan banding dari Penggugat/Pembanding harus diajukan

paling lambat pada tanggal 24 April 2012;

Menimbang, bahwa berdasarkan fakta hukum tersebut diatas, permohonan

banding dari Kuasa Hukum Penggugat/Pembanding diajukan masih dalam

tenggang waktu sebagaimana ditentukan pasal 123 ayat (1) Undang-Undang

Nomor 5 Tahun 1986, sehingga secara yuridis formal permohonan bandingnya

dinyatakan dapat diterima;

Menimbang, bahwa setelah Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Tata Usaha

Negara Medan mempelajari dengan cermat, seksama dan teliti berkas perkara yang

terdiri

Halaman 9 dari 29 halaman Putusan Nomor 92/B/2012/PT.TUN.MDN


terdiri dari : Berita Acara Pemeriksaan Persiapan, Berita Acara Persidangan,

Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Medan Nomor 91/G/2011/PTUN-MDN,

tanggal 10 April 2012, surat-surat bukti, saksi-saksi serta surat-surat lain yang

bersangkutan, memori banding, kontra memori banding, dalam rapat

permusyawaratan pada hari Jumat, tanggal 20 Juli 2012, Ketua Majelis Hakim

mempunyai pendapat yang berbeda ( dissenting opinion) dengan Hakim-Hakim

Anggota Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan;

Dalam Eksepsi

Menimbang, bahwa Tergugat/Terbanding-1 dan Tergugat II Intervensi/

Terbanding-2 mengajukan eksepsi, yang pada pokoknya sebagai berikut :

1. Bahwa oleh karena sengketa aquo menyangkut perkara kepemilikan yang

bersifat keperdataan, maka secara absolut Peradilan Tata Usaha Negara

tidak berwenang mengadili sengketa aquo, tetapi merupakan kewenangan

absolut Peradilan Umum;

2. Bahwa pengajuan gugatan telah lewat waktu 90 hari sebagaimana dimaksud

Pasal 55 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986, karena pada saat pengajuan

permohonan sertipikat obyek sengketa dari Tergugat II Intervensi/

Terbanding-2 pada tanggal 14 Januari 2010, pihak Penggugat/Pembanding

tidak mengajukan keberatan;

3. Bahwa gugatan mengandung cacat obyek (error in objecto), karena

Penggugat/Pembanding tidak dapat mengemukakan secara jelas dan pasti

letak...

Halaman 10 dari 29 halaman Putusan Nomor 92/B/2012/PT.TUN.MDN


letak tanah yang menjadi obyek sengketa;

4. Bahwa Penggugat/Pembanding tidak mempunyai kepentingan mengajukan

gugatan aquo, karena Penggugat/Pembanding tidak memiliki dasar hukum

kepemilikan tanah yang pasti dan tidak mengalami kerugian akibat

dikeluarkannya sertipikat obyek sengketa;

5. Bahwa Kuasa Hukum Penggugat tidak berwenang dan memiliki Legal

Standing untuk mewakili kepentingan hukum Penggugat, karena surat

gugatan Penggugat didaftarkan ke Pengadilan Tata Usaha Negara Medan

pada tanggal 18 Nopember 2011, sedangkan Surat Kuasa Khusus dari

Kuasa Hukum Penggugat yang tertulis di dalam gugatan a quo adalah pada

tanggal 25 Nopember 2011;

6. Bahwa gugatan yang diajukan Penggugat adalah prematur, karena

berdasarkan Pasal 32 ayat (2) PP No. 24 Tahun 1997 Tentang Pendaftaran

Tanah, seharusnya sebelum melakukan gugatan sengketa tata usaha

negara, maka Penggugat terlebih dahulu harus mengajukan sengketa

kepemilikkan hak ke Peradilan Umum;

Menimbang, bahwa Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Medan

terlebih dahulu mempertimbangkan mengenai eksepsi kewenangan absolut

Peradilan Tata Usaha Negara, sebagaimana diuraikan pada putusan halaman 57

s/d 59, yaitu pada pokoknya mempertimbangkan sebagai berikut ;

bahwa dari surat bukti yang diajukan Penggugat, dan Tergugat

maupun Tergugat II Intervensi, serta keterangan saksi Penggugat dan

Tergugat..
Halaman 11 dari 29 halaman Putusan Nomor 92/B/2012/PT.TUN.MDN
Tergugat II Intervensi, Majelis Hakim berpendapat dan

berkeyakinan bahwasanya dalam kasus ini lebih mempersoalkan atau

cenderung menitikberatkan pembuktian aspek penguasaan dan

pemilikan bidang tanah hak milik adat, maka untuk

menentukan statu hukum kepemilikan atas tanah milik adat seluas

+ 6.500m2 tersebut termasuk menentukan riwayat perolehan tanah

dari Penggugat maupun pihak lain yang terkait (dhi. Roberto Alfredo

Situmeang seluas 8.845m2 sebagaimana tertuang dalam Keputusan

Tata Usaha Negara obyek sengketa), pemeriksaan dan penentuan atas

hal-hal tersebut harus dilakukan dalam rangka untuk memperoleh

kepastian mengenai siapa yang menjadi pemilik/pemegang hak yang

sah atas bidang tanah milik adat tersebut, di mana terhadap

permasalahan yang berkaitan dengan sengketa kepemilikan atas

bidang tanah milik adat merupakan wewenang absolut Peradilan

Umum (peradilan perdata) untuk memeriksa dan mengadilinya bukan

wewenang Peradilan Tata Usaha Negara. Pendapat Majelis Hakim

Pengadilan tata Usaha Negara Medan tersebut berpedoman pada

kaidah hukum yurisprudensi Putusan Mahkamah Agung RI

No.88.K/TUN/1993, tanggal 7 September 1999, yang menyatakan

meskipun sengketa itu terjadi akibat dari adanya surat keputusan

pejabat, tetapi jika dalam perkara tersebut menyangkut pembuktian

hak kepemilikan tanah hak, maka gugatan atas sengketa tersebut

harus diajukan terlebih dahulu ke peradilan umum karena merupakan

sengketa perdata ;.

bahwa

Halaman 12 dari 29 halaman Putusan Nomor 92/B/2012/PT.TUN.MDN


bahwa sesuai dengan Penjelasan Pasal 53 ayat (1) Undang-undang

Peradilan Tata Usaha Negara Nomor 5 tahun 1986 yang menyatakan

bahwa berbeda dengan gugatan di muka Pengadilan perdata, maka

apa yang dapat dituntut dimuka Pengadilan Tata Usaha Negara ini

terbatas pada satu macam tuntutan pokok yang berupa tuntutan agar

Keputusan Tata Usaha Negara yang telah merugikan kepentingan

Penggugat itu dinyatakan batal atau tidak sah, maka konsekuensi

logisnya, dengan hanya dimungkinkan satu petitum pokok dalam

gugatan yang menjadi dasar pemeriksaan persidangan, pemeriksaan

perkara dan Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara pun hanya

memuat satu macam amar pokok sebagai respon atas petitum

gugatan, yakni mengabulkan atau menolak tuntutan pernyataan batal

atau tidak sah suatu Keputusan Tata Usaha Negara yang digugat,

yang dalam hal mengabulkan disertai perintah kepada Tergugat

untuk mencabut Keputusan Tata Usaha Negara dan dalam kasus

tertentu disertai pula perintah kepada Tergugat untuk menerbitkan

Keputusan Tata Usaha Negara baru disamping amar mengenai

penentuan pembebanan biaya perkara yang inheren dengan petitum

pokok, dan oleh karena kewenangan Peradilan Tata Usaha Negara

terbatas pada pernyataan sah atau tidaknya serta batal atau tidaknya

suatu Keputusan Tata Usaha Negara yang digugat, maka Pengadilan

Tata Usaha Negara tidak dapat memeriksa, mengadili dan

memutuskan hal lain seperti penentuan status hak/kepemilikan

seseorang pihak atas suatu benda/harta kekayaan, dimana perihal

penentuan.

Halaman 13 dari 29 halaman Putusan Nomor 92/B/2012/PT.TUN.MDN


penentuan status hak/kepemilikan tersebut merupakan sengketa

perdata yang menjadi wewenang absolut Peradilan Umum (perdata)

untuk memeriksa dan mengadilinya, bukan wewenang Peradilan

Tata Usaha Negara;

Menimbang, bahwa Hakim Ketua Majelis Pengadilan Tinggi Tata Usaha

Negara Medan tidak sependapat dengan pertimbangan Majelis Hakim Pengadilan

Tata Usaha Negara Medan tersebut diatas, dengan alasan sebagai berikut :

1. Bahwa Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Medan dinilai

salah dalam mengkonstatir permasalahan pokok dalam perkara

aquo, karena berdasarkan uraian posita, petitum, jawaban, replik dan

duplik, secara jelas disebutkan bahwa yang menjadi permasalahan

pokok dalam perkara aquo adalah pengujian penerbitan Sertifikat

Hak Milik No.207 tanggal 01-06-2011, luas tanah 8.845 m2, terletak

di Jl. Tarutung-Siborongborong, Kel. Situmeang Habinsaran, Kec.

Sipoholon, Kab. Tapanuli Utara, Propinsi Sumatera Utara an. Roberto

Alfredo Situmeang. Surat Ukur No.01/Situmeang Habinsaran/2011

tanggal 26-05-2011 dari aspek hukum administrasi, bukan

penentuan mengenai status hak/kepemilikan seseorang/pihak atas

suatu benda/harta kekayaan. Seandainya pembuktian para pihak

lebih mempersoalkan atau cenderung menitikberatkan pada aspek

penguasaan dan pemilikan bidang tanah hak milik adat, hal tersebut

dinilai sebagai suatu pengingkaran yang dilakukan oleh Majelis

Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Medan terhadap ketentuan

Pasal 107 Undang - Undang Nomor 5 Tahun 1986, karena

ketentuan.

Halaman 14 dari 29 halaman Putusan Nomor 92/B/2012/PT.TUN.MDN


ketentuan tersebut mengharuskan hakim aktif dalam menentukan

beban pembuktian kepada para pihak;

2. Bahwa adanya dalil Penggugat/Pembanding yang menyatakan tanah

yang tersebut pada sertipikat obyek sengketa adalah sebagai

miliknya dan sebaliknya Tergugat II Intervensi/Terbanding-2 juga

menyatakan tanah tersebut sebagai miliknya, tidaklah dapat

dikatakan bahwa perkara aquo merupakan perkara perdata, karena

pernyataan demikian pasti selalu disampaikan dalam setiap kasus

pertanahan di Peradilan Tata Usaha Negara. Ditinjau dari segi

urgensinya bagi Penggugat/Pembanding, pernyataan tersebut

merupakan dasar untuk menyatakan bahwa Penggugat/Pembanding

mempunyai kepentingan hukum, yang dijadikan sebagai pintu

masuk untuk mengajukan gugatan aquo;

3. Sertipikat Hak Milik No.207 tanggal 01-06-2011, luas tanah 8.845

m2, terletak di Jl. Tarutung-Siborongborong, Kel. Situmeang

Habinsaran, Kec. Sipoholon, Kab. Tapanuli Utara, Propinsi Sumatera

Utara an. Roberto Alfredo Situmeang. Surat Ukur No.01/Situmeang

Habinsaran/2011 tanggal 26-05-2011, yang disebut sebagai obyek

sengeta dalam perkara aquo adalah suatu penetapan tertulis yang

dikeluarkan secara sepihak oleh Kepala Kantor Pertanahan

Kabupaten Tapanuli Utara sebagai badan atau pejabat tata usaha

Negara, berdasarkan permohonan dari Tergugat II Intervensi/

Terbanding-2, sesuai dengan prosedur yang diatur dalam ketentuan

dibidang pertanahan, sebagai instrument hukum tata usaha negara,

yang..

Halaman 15 dari 29 halaman Putusan Nomor 92/B/2012/PT.TUN.MDN


yang memuat titel Hak Milik atas sebidang tanah, terhadap individu

yang bernama Roberto Alfredo Situmeang, dan telah menimbulkan

keadaan hukum baru bagi pihak yang bersangkutan. Oleh karena itu

dinilai telah memenuhi unsur-unsur keputusan tata usaha negara

sebagaimana diatur pada Pasal 1 butir 9 Undang-Undang Nomor 51

Tahun 2009. Selain itu bahwa sertipikat obyek sengketa tidak pula

termasuk dalam salah satu pengertian keputusan tata usaha negara

sebagaimana dimaksud Pasal 2 Undang Undang Nomor 9 Tahun

2004 atau Pasal 49 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986, sebagai

keputusan tata usaha negara yang tidak dapat diadili oleh Peradilan

Tata Usaha Negara;

4. Bahwa Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Medan dinilai

salah dalam menerapkan kaidah hukum Yurisprudensi Putusan

Mahkamah Agung RI No.88.K/ TUN/1993 tanggal 7 September 1999,

karena berdasarkan uraian pada point 1 dan 2 diatas, substansi

perkara aquo jelas-jelas merupakan sengketa dalam ranah hukum

administrasi negara, yang secara normatif berdasarkan Pasal 47

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 jis Pasal 1 butir 10 dan Pasal 1

butir 9 Undang - Undang Nomor 51 Tahun 2009 merupakan

kewenangan absolut Peradilan Tata Usaha Negara;

5. Bahwa sertipikat hak milik atas tanah merupakan akta autentik, yang

mempunyai nilai pembuktian terkuat dan terpenuh, sehingga

hakim perdata terikat atas kebenarannya, sepanjang tidak dapat

dibuktikan sebaliknya. Oleh karena itu, proses pengujian sertipikat

harus...

Halaman 16 dari 29 halaman Putusan Nomor 92/B/2012/PT.TUN.MDN


harus lebih didahulukan melalui Peradilan Tata Usaha Negara,

karena jika tidak demikian halnya, tentu hakim perdata pada

Peradilan Umum akan mengikuti kebenaran sertipikat hak milik

obyek sengketa, yang tentu akan merugikan kepentingan

Penggugat/ Pembanding aquo;

6. Bahwa dalam kenyataan yang tak terbantahkan, yang semestinya

sudah merupakan pengetahuan hukum bagi hakim Peradilan Tata

Usaha Negara ( notoir feiten), bahwa sertipikat hak milik atas tanah

dapat dijadikan jaminan hutang pada bank atau digadaikan atau

dijual kepada pihak lain. Apabila pengujian terhadap sertipikat hak

milik atas tanah aquo tidak segera dilaksanakan oleh Peradilan Tata

Usaha Negara, karena harus menunggu terlebih dahulu putusan dari

Peradilan Umum yang berkekuatan hukum tetap, maka tentu akan

dapat mengakibatkan kerugian yang lebih besar lagi bagi

kepentingan Penggugat/Pembanding, sehingga oleh karena itu dalam

hal adanya titik singgung kewenangan mengadili antara Peradilan

Tata Usaha Negara dan Peradilan Umum, maka proses pengujian dari

aspek hukum administrasi negara dapat dilaksanakan secara

bersamaan dengan pengujian dari aspek keperdataannya oleh

Peradilan Umum;

Menimbang, bahwa selanjutnya Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha

Negara Medan pada putusannya halaman 59 mempertimbangkan sebagai berikut;

bahwa lebih lanjut Majelis Hakim juga mempertimbangkan bahwa

penyelesaian sepenuhnya masalah sengketa kepemilika tanah milik

adat

Halaman 17 dari 29 halaman Putusan Nomor 92/B/2012/PT.TUN.MDN


adat antara Penggugat dan pihak lain yang terkait (dhi. Roberto

Alfredo Situmeang) oleh peradilan umum (perdata) bertujuan pula

untuk menghindari Putusan Pengadilan yang tumpang tindih dan

kontradiktif antara satu lingkungan peradilan dengan lingkungan

peradilan lainnya untuk menjamin adanya kepastian hukum;

Menimbang, bahwa Hakim Ketua Majelis Pengadilan Tinggi Tata Usaha

Negara Medan juga tidak sependapat dengan pertimbangan Majelis Hakim

Pengadilan Tata Usaha Negara Medan tersebut, karena Hakim pada Peradilan Tata

Usaha Negara menguji dari aspek hukum administrasi negara dan hakim pada

Peradilan Umum menguji dari aspek hukum perdata, sehingga adanya

kekhawatiran akan lahirnya putusan yang saling tumpang tindih dan kontradiktif

merupakan hal yang keliru. Dalam hal Putusan Peradilan Tata Usaha

Negara menyatakan batal/tidak sah sertipikat obyek sengketa, maka tidaklah

secara mutlak tanah yang bersangkutan menjadi milik Penggugat/Pembanding

atau sebaliknya, dalam hal Putusan Peradilan Tata Usaha Negara menyatakan

sertipikat obyek sengketa tidak mengandung cacat yuridis, juga tidak secara

otomatis tanah yang bersangkutan menjadi milik Tergugat II Intervensi/

Terbanding-2. Jika sertipikat obyek sengketa dinyatakan batal/tidak sah oleh

Peradilan Tata Usaha Negara, tetapi oleh Peradilan Umum Tergugat II

Intervensi/Terbanding-2 dinyatakan sebagai pemilik atas tanah yang

bersangkutan, maka hal tersebut tidak dapat dikatakan adanya dua putusan dari

dua lembaga pengadilan yang saling kontradiktif, justru merupakan putusan yang

saling melengkapi, karena berdasarkan koreksi yuridis yang dilakukan oleh

Peradilan Tata Usaha Negara tersebut, Tergugat II Intervensi/Terbanding-2 dapat

mengajukan.

Halaman 18 dari 29 halaman Putusan Nomor 92/B/2012/PT.TUN.MDN


mengajukan permohonan penerbitan sertipikat yang baru kembali sesuai dengan

prosedur yang berlaku;

Menimbang, bahwa selanjutnya Hakim Ketua Majelis Pengadilan Tinggi

Tata Usaha Negara Medan akan mempertimbangkan eksepsi yang lainnya

sebagaimana diuraikan berikut ini;

Menimbang, bahwa berikut ini akan dipertimbangkan eksepsi yang

menyatakan pengajuan gugatan telah lewat waktu 90 hari sebagaimana dimaksud

Pasal 55 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986, karena pada saat pengajuan

permohonan sertipikat obyek sengketa dari Tergugat II Intervensi/Terbanding-2

pada tanggal 14 Januari 2010, pihak Penggugat/Pembanding tidak mengajukan

keberatan;

Menimbang, bahwa menurut Hakim Ketua Majelis Pengadilan Tinggi Tata

Usaha Negara Medan, untuk menentukan apakah pengajuan gugatan telah lewat

waktu 90 hari sebagaimana dimaksud Pasal 55 Undang-Undang Nomor 5 Tahun

1986 tidak diukur berdasarkan ada atau tidaknya keberatan dari Penggugat/

Pembanding pada saat pengajuan permohonan sertipikat obyek sengketa dari

Tergugat II Intervensi/Terbanding-2 pada tanggal 14 Januari 2010, melainkan oleh

karena Penggugat/Pembanding adalah sebagai pihak ketiga atau pihak yang tidak

dituju langsung/disebut namanya dalam sertipikat obyek sengketa, penentuan

tenggang waktu pengajuan gugatan harus dihitung secara kasuistis, yaitu sejak saat

Penggugat/Pembanding mengetahui dan merasa kepentingannya dirugikan oleh

sertipikat obyek sengketa.

Menimbang, bahwa berdasarkan uraian posita gugatan (halaman 5

Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Medan ), Penggugat / Pembanding

mengetahui..

Halaman 19 dari 29 halaman Putusan Nomor 92/B/2012/PT.TUN.MDN


mengetahui adanya sertipikat obyek sengketa pada tanggal 5 September 2011,

yaitu pada saat Penggugat/Pembanding dipanggil oleh pihak Kepolisian Resort

Tarutung sebagai tersangka dalam kasus penyerobotan tanah yang tersebut pada

sertipikat obyek sengketa. Dalil tersebut tidak dibantah oleh Tergugat/Terbanding-

1 dan Tergugat II Intervensi/Terbanding-2 dan tidak terdapat alat-alat bukti dari

para pihak yang dapat melumpuhkan dalil tersebut. Pendaftaran gugatan ke

Pengadilan Tata Usaha Negara Medan dilakukan oleh Penggugat/Pembanding pada

tanggal 18 Nopember 2011, sehingga dengan demikian pengajuan gugatan dinilai

masih dalam tenggang waktu sebagaimana dimaksud Pasal 55 Undang-Undang

Nomor 5 Tahun 1986 ;

Menimbang, bahwa berikut ini akan dipertimbangkan eksepsi yang

menyatakan gugatan mengandung cacat obyek (error in objecto), karena

Penggugat/Pembanding tidak dapat mengemukakan secara jelas dan pasti letak

tanah yang menjadi obyek sengketa;

Menimbang, bahwa menurut Hakim Ketua Majelis Pengadilan Tinggi Tata

Usaha Negara Medan, obyek gugatan dalam perkara aquo adalah Sertipikat Hak

Milik No.207 tanggal 01-06-2011, luas tanah 8.845 m2, terletak di Jl. Tarutung-

Siborongborong, Kel. Situmeang Habinsaran, Kec. Sipoholon, Kab. Tapanuli Utara

Propinsi Sumatera Utara an. Roberto Alfredo Situmeang. Surat Ukur No.01/

Situmeang Habinsaran/2011 tanggal 26-05-2011, sebagaimana disebutkan dalam

Putusan Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Medan halaman 3-4. Bahwa

uraian pada Surat Ukur telah mencantumkan letak dan luas tanahnya secara jelas,

sehingga oleh karena itu gugatan Penggugat/Pembanding dinilai tidak

mengandung cacat dari segi obyek (eror in objecto);

Menimbang,..

Halaman 20 dari 29 halaman Putusan Nomor 92/B/2012/PT.TUN.MDN


Menimbang, bahwa berikut ini akan dipertimbangkan eksepsi yang

menyatakan Penggugat/Pembanding tidak mempunyai kepentingan mengajukan

gugatan aquo, karena Penggugat/Pembanding tidak memiliki dasar hukum

kepemilikkan tanah yang pasti dan tidak mengalami kerugian akibat

dikeluarkannya sertipikat obyek sengketa;

Menimbang, bahwa Pasal 53 ayat (1) Undang-Undang Nomor 9 Tahun

2004 menyebutkan;

Orang atau badan hukum perdata yang merasa kepentingannya


dirugikan oleh suatu keputusan tata usaha negara dapat
mengajukan gugatan tertulis kepada pengadilan yang berwenang
yang berisi tuntutan agar keputusan tata usaha negara yang
disengketakan itu dinyatakan batal atau tidak sah, dengan atau
tanpa disertai tuntutan ganti rugi dan/atau direhabilitasi

Menimbang, bahwa berdasarkan surat bukti berupa; Surat Musyawarah

Perdamaian (vide bukti P-7 jo P-3 dan P-8) dihubungkan dengan Surat Keterangan

(vide bukti P-5, P-6 dan P-4) serta dikuatkan oleh keterangan saksi dari

Penggugat/Pembanding yang bernama Robin Situmeang, yang menerangkan

tinggal berbatasan dengan tanah pada sertipikat obyek sengketa dan ketika saksi

kecil, ia melihat Penggugat/Pembanding tinggal bersama orang tuanya. Diatas

tanah tersebut ada rumah dari papan dan kebun kopi Penggugat/Pembanding,

kemudian saksi dari Tergugat II Intervensi, yang bernama Manusun Sibagariang,

menerangkan, bahwa tanah tersebut berada dalam wilayah kelurahan dimana saksi

adalah sebagai Lurahnya sejak tahun 2008 sampai sekarang. Saksi bertempat

tinggal dekat dengan tanah tersebut dan diatas tanah tersebut terdapat rumah semi

permanen milik Penggugat/Pembanding, sedangkan Tergugat II Intervensi tidak

pernah...

Halaman 21 dari 29 halaman Putusan Nomor 92/B/2012/PT.TUN.MDN


pernah tinggal di Kecamatan Sipoholon;

Menimbang, bahwa berdasarkan data yuridis dan data phisik tersebut

diatas, terdapat bukti yang cukup menurut hukum untuk menyatakan Penggugat/

Pembanding mempunyai kepentingan hukum untuk mengajukan gugatan aquo;

Menimbang, bahwa berikut ini akan dipertimbangkan eksepsi yang

menyatakan Kuasa Hukum Penggugat tidak berwenang dan memiliki Legal

Standing untuk mewakili kepentingan hukum Penggugat, karena surat gugatan

Penggugat didaftarkan ke Pengadilan Tata Usaha Negara Medan pada tanggal 18

Nopember 2011, sedangkan Surat Kuasa Khusus dari Kuasa Hukum Penggugat

yang tertulis di dalam gugatan a quo adalah pada tanggal 25 Nopember 2011;

Menimbang, bahwa setelah memperhatikan surat gugatan Penggugat/

Pembanding, tertanggal 18 Nopember 2011, ternyata benar ditandatangani oleh

kuasanya yang bernama Nifzul Revli,S.H dan Dodi Arifin,S.H dan setelah

memperhatikan Surat Kuasanya, ternyata pula benar surat kuasa tersebut

ditandatangani pada tanggal 25 Nopember 2011, akan tetapi pada waktu

pemeriksaan persiapan yang pertama, yaitu pada tanggal 30 Nopember 2011,

Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Medan telah memeriksa Surat Kuasa

tersebut dan tidak memerintahkan supaya tanggal pembuatan surat kuasa tersebut

diperbaiki, dengan demikian keberadaan kuasa Penggugat/ Pembanding

tersebut dapat dibenarkan, sepertihalnya ketika kuasa Tergugat/Terbanding yang

bernama Jonggara Tambunan,S.H hadir pada acara pemeriksaan kedua pada

tanggal 6 Desember 2011, yang juga tanpa surat kuasa, lalu memberikan

keterangan atas nama Tergugat/Terbanding. Dalam praktik, keadan-keadaan

tersebut dapat dibenarkan untuk mempercepat proses persidangan, sesuai dengan

asas..

Halaman 22 dari 29 halaman Putusan Nomor 92/B/2012/PT.TUN.MDN


asas pemeriksaan cepat, sederhana dan biaya murah;

Menimbang, bahwa berikut ini akan dipertimbangkan eksepsi yang

menyatakan gugatan yang diajukan Penggugat adalah prematur, karena

berdasarkan Pasal 32 ayat (2) PP No. 24 Tahun 1997 Tentang Pendaftaran Tanah

seharusnya sebelum melakukan gugatan sengketa tata usaha negara, maka

Penggugat/Pembanding terlebih dahulu harus mengajukan sengketa kepemilikkan

hak ke Peradilan Umum;

Menimbang, bahwa setelah memperhatikan secara seksama bunyi

ketentuan Pasal 32 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 Tentang

Pendaftaran Tanah, ternyata tidak menyebutkan secara tegas, bahwa sebelum

mengajukan gugatan sengketa tata usaha negara, maka Penggugat terlebih dahulu

harus mengajukan sengketa kepemilikkan hak ke Peradilan Umum, kecuali hanya

mengatur adanya pembatasan hak gugat selama 5(lima) tahun sejak penerbitan

suatu sertipikat. Bahwa selain itu menurut Hakim Ketua Majelis Pengadilan Tinggi

Tata Usaha Negara Medan, ketentuan tersebut dinilai bertentangan dengan

ketentuan Pasal 55 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986. Dalam hal ada

ketentuan yang lebih rendah bertentangan dengan ketentuan yang lebih tinggi,

maka ketentuan yang lebih rendah harus dikesampingkan (lex superiore derogat lex

imperiore), sehingga yang harus diterapkan dalam penentuan tenggang waktu

pengajuan gugatan aquo adalah Undang-Undang Nomor 5 tahun 1986, sebagai

peraturan khusus yang mengatur tentang Hukum Acara Peradilan Tata Usaha

Negara (lex specialis derogat lex generalis);

Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut diatas, menurut

Hakim Ketua Majelis Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan, semua eksepsi

dari..

Halaman 23 dari 29 halaman Putusan Nomor 92/B/2012/PT.TUN.MDN


dari Tergugat/Terbanding-1 dan dari Tergugat II Intervensi/Terbanding-2 harus

dinyatakan ditolak, sehingga oleh karena itu pertimbangan dilanjutkan pada bagian

pokok perkara sebagaimana dipertimbangkan berikut ini;

Dalam Pokok Perkara

Menimbang, bahwa Pasal 26 Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997

menyebutkan;

Daftar isian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (2) peta beserta

peta bidang atau bidang-bidang tanah yang bersangkutan sebagai hasil

pengukuran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20 ayat (1) diumumkan

selama 30 (tiga puluh) hari dalam pendaftaran tanah secara sistematik

atau 60 (enam puluh) hari dalam pendaftaran tanah secara sporadik untuk

memberi kesempatan kepada pihak yang berkepentingan mengajukan

keberatan;

Menimbang, bahwa berdasarkan ketentuan tersebut Tergugat/

Terbanding-1 diharuskan mengumumkan hasil pengukuran tanah yang

bersangkutan di Kantor Panitia Ajudikasi dan Kantor Kepala Desa/Kelurahan letak

tanah yang bersangkutan dalam pendaftaran tanah secara sistematik atau di

Kantor Pertanahan dan Kantor Kepala Desa/Kelurahan letak tanah yang

bersangkutan dalam pendaftaran tanah secara sporadik serta ditempat lain

yang dianggap perlu sebagaimana ditegaskan pada Pasal 26 ayat (2);

Menimbang, bahwa berdasarkan keterangan saksi Lurah Manusun

Sibagariang, tidak ada pengumuman dikantor lurahnya ditempat letak tanah yang

bersangkutan;

Menimbang, bahwa Pasal 31 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 24

Tahun 1997 menyebutkan;

Sertipikat..

Halaman 24 dari 29 halaman Putusan Nomor 92/B/2012/PT.TUN.MDN


Sertipikat diterbitkan untuk kepentingan pemegang hak yang

bersangkutan sesuai dengan data fisik dan data yuridis yang telah didaftar

dalam buku tanah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 ayat (1);

Menimbang, bahwa menurut hasil Pemeriksaan Panitia A (vide bukti T-10),

Surat Keterangan Domisili (vide bukti T.3) dan Surat Permohonan dari Tergugat II

Intervensi/Terbanding-2, bahwa Tergugat II Intervensi tinggal di Jalan Pendidikan

Kelurahan Situmeang Habinasaran Kecamatan Sipoholon Kabupaten Tapanuli

Utara, akan tetapi berdasarkan keterangan saksi Manusun Sibagariang, sebagai

Lurah setempat, menerangkan bahwa Tergugat II Intervensi/Terbanding-2 tidak

pernah tinggal di Kecamatan Sipoholon. Dengan demikian terbukti bahwa

penerbitan sertipikat obyek sengketa didasarkan data-data phisik yang tidak

benar. Selain itu pula saksi tersebut juga menerangkan, bahwa ia hanya

menandatangani surat-surat dalam bentuk blangko kosong dikantor camat,

kemudian dibawa oleh pegawai BPN. Menurut Hakim Ketua Majelis Pengadilan

Tinggi Tata Usaha Negara Medan, fakta-fakta hukum tersebut menunjukkan

adanya rekayasa dalam proses penerbitan sertipikat obyek sengketa aquo;

Menimbang, bahwa Pasal 25 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 24

Tahun 1997 menyebutkan,

Dalam rangka menilai kebenaran alat bukti sebagaimana dimaksud Pasal

24 dilakukan pengumpulan dan penelitian data yuridis mengenai bidang

tanah yang bersangkutan oleh Panitia Ajudikasi dalam pendaftaran

tanah secara sistematik atau oleh Kepala Kantor Pertanahan dalam

pendaftaran tanah secara sporadik;

Menimbang, bahwa berdasarkan ketentuan tersebut, menurut Hakim

Ketua.

Halaman 25 dari 29 halaman Putusan Nomor 92/B/2012/PT.TUN.MDN


Ketua Majelis Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan, sebelum menerbitkan

sertipikat obyek sengketa, terlebih dahulu Tergugat/Terbanding-1 harus

memperhatikan surat keberatan yang diajukan oleh Penggugat/Pembanding,

sebagaimana tertuang pada Surat Sanggahan I, tanggal 18 Juni 2009 dan Surat

Sanggahan II, tanggal 1 September 2010 (vide bukti P-1 dan P-2). Jika

Tergugat/Terbanding-1 memperhatikan surat sanggahan - surat sanggahan

tersebut, tentu Tergugat/ Terbanding-1 akan memerintahkan kepada pemohon

Tergugat II Intervensi/ Terbanding-2 untuk menyelesaikannya terlebih dahulu,

sebagaimana dimaksudkan oleh ketentuan Pasal 30 ayat (1) Peraturan Pemerintah

Nomor 24 Tahun 1997;

Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut diatas, menurut

Hakim Ketua Majelis Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan, terdapat alasan

yang kuat menurut hukum untuk menyatakan penerbitan sertipikat obyek

sengketa mengandung cacat prosedural, oleh karena itu gugatan

Penggugat/Pembanding harus dikabulkan untuk seluruhnya dan sertipikat obyek

sengketa harus dibatalkan serta Tergugat/Terbanding-1 harus diperintahkan

untuk mencabutnya;

Menimbang, bahwa oleh karena itu kepada Tergugat/Terbanding-1 dan

Tergugat II Intervensi/Terbanding-2 sebagai pihak yang kalah harus dihukum

membayar biaya perkara pada dua tingkat pengadilan;

Menimbang, bahwa akan tetapi Hakim Anggota I dan Hakim Anggota II

tidak sependapat dengan pendapat Hakim Ketua Majelis Pengadilan Tinggi Tata

Usaha Negara Medan tersebut, melainkan sependapat dengan pertimbangan

hukum Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Medan;

Menimbang.

Halaman 26 dari 29 halaman Putusan Nomor 92/B/2012/PT.TUN.MDN


Menimbang, bahwa oleh karena terdapat perbedaan pendapat (dissenting

opinion) antara Hakim Ketua Majelis disatu pihak dengan Hakim-Hakim Anggota

dilain pihak, sesuai dengan ketentuan Pasal 97 ayat (3) Undang-Undang Nomor 5

Tahun 1986, putusan ditingkat banding harus diambil berdasarkan suara

terbanyak, sehingga oleh karena itu pertimbangan hukum Majelis Hakim

Pengadilan Tata Usaha Negara Medan harus dikuatkan dan diambil alih menjadi

pertimbangan putusan aquo pada tingkat banding;

Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut diatas Putusan

Pengadilan Tata Usaha Negara Medan Nomor 91/G/2011/PTUN-MDN, tanggal 10

April 2012 harus dikuatkan, sehingga dengan demikian Penggugat/Pembanding

adalah tetap sebagai pihak yang kalah dan sesuai dengan ketentuan pasal 110

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 Tentang Peradilan Tata Usaha Negara, harus

dihukum membayar biaya perkara pada tingkat banding sebesar Rp. 250.000,00

(dua ratus lima puluh ribu rupiah);

Mengingat :

- Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 Tentang Peradilan Tata Usaha Negara;

- Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2004 Tentang Perubahan Undang-Undang

Nomor 5 Tahun 1986 Tentang Peradilan Tata Usaha Negara;

- Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2009 Tentang Perubahan Kedua Atas

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 Tentang Peradilan Tata Usaha Negara;

- Peraturan-peraturan lain yang bersangkutan;

M E N G A D I L I

Halaman 27 dari 29 halaman Putusan Nomor 92/B/2012/PT.TUN.MDN


MENGADILI

- Menerima permohonan banding dari Penggugat/Pembanding;

- Menguatkan Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Medan Nomor

91/G/2011/PTUN-MDN, tanggal 10 April 2012 yang dimohonkan banding;

- Menghukum Penggugat/Pembanding untuk membayar biaya perkara pada

tingkat banding sejumlah Rp.250.000,00 ( dua ratus lima puluh ribu rupiah );

Demikian diputus dalam rapat permusyawaratan Majelis Hakim Pengadilan

Tinggi Tata Usaha Negara Medan pada hari Jumat, tanggal 20 Juli 2012 oleh kami,

YOSRAN, S.H. M. Hum Hakim Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan sebagai

Hakim Ketua Majelis, H. A. SYAIFULLAH, S.H dan MASKURI, S.H. M.Si masing-

masing sebagai Hakim Anggota, putusan tersebut diucapkan dalam persidangan

yang terbuka untuk umum pada hari Senin, tanggal 30 Juli 2012 oleh Majelis

Hakim tersebut dengan dibantu oleh ANNI F. PAKPAHAN, S.H. sebagai

Panitera Pengganti Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan, tanpa dihadiri

oleh para pihak atau kuasa hukumnya.

HAKIM ANGGOTA HAKIM KETUA MAJELIS

dto, dto,

H. A. SYAIFULLAH,S.H. YOSRAN, S.H. M. Hum.

dto,

MASKURI,S.H,M.Si

PANITERA PENGGANTI

dto,

ANNI F. PAKPAHAN, S.H

Halaman 28 dari 29 halaman Putusan Nomor 92/B/2012/PT.TUN.MDN


PERINCIAN BIAYA PERKARA

1. Biaya Materai Putusan .. Rp. 6.000,00

2. Biaya Redaksi Putusan. Rp. 5.000,00

3. Biaya Proses Perkara Rp. 239.000,00

J u m l a h.. Rp. 250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu


rupiah)

Halaman 29 dari 29 halaman Putusan Nomor 92/B/2012/PT.TUN.MDN