Anda di halaman 1dari 27

8 SR

Jika masa lalu adalah sejarah. Dan masa depan adalah misteri. Maka dimasa ini aku
akan menceritakan sebuah sejarah. Bukan sebuah sejarah yang mempengaruhi dunia. Bukan
pula sejarah tentang tokoh besar. Ini sebuah sejarah karena merupakan sebuah masa lalu.
Apakah itu sebuah kisah cinta ?
Mungkin
Apakah itu sebuah tragedi ?
Mungkin
Simpanlah dulu pertanyaan itu mari kita melompat kedalam sejarah ini.

Apakah yang menyenangkan dari sebuah sunset ?


Bila banyak orang menyukai sunset karena keindahannya, tapi bagiku sunset itu sangat
berarti. Mengapa ? Karena sunset itu berhungan dengan lautan dan sunset pertanda akan
berbuka puasa setelah seharian menahan lapar dan haus, menahan hawa nafsu. Dan yang
paling indah dari sunset adalah ia menghantarkan pertemuanku dengan Rembulan. Maha
karya indah sang pencipta yang menghiasi gelap malam dan membawa ketenangan bagi para
penikmatnya. Begitupula ia Rembulan dalam kehidupanku, begitu indah, begitu terang,
begitu menenangkan.

Namanya adalah Rembulan. Anak pertama dari 2 bersaudara. Pertemuan kami aku
rasa cukup seru. Yaitu berawal dari sebuah surat.

Surat ?
Ya Surat
Surat apakah itu ?
Yang pasti bukan surat cinta ya Simpanlah dulu pertanyaanmu itu

Sebuah surat yang membuat aku menjadi penasaran akan sosok penulisnya. Seseorang yang
tergambar begitu bijak melalui suratnya dan terasa selalu memiliki pemikiran positif akan
sesuatu hal.

Tapi itu surat apa ?


Entahlah aku juga lupa yang pasti itu sebuah surat yang ditujukan untukku.
Berawal dari surat aku mulai bertanya Tanya siapakah dia ? Seperti apakah orangnya ? Ah
sudahlah rasa penasaranku menghilang ketika temanku menunjukkan orangnya. Hanya tau
orangnya yang mana tanpa sebuah kominikasi yang lain. Hanya itu saja.

Suatu hari aku secara tak sengaja mendapatkan nomer teleponnya dari temanku.
Dimulailah perkenalanku dengannya melalui SMS. SMS pertama yang begitu sarat makna
meskipun itu sebuah kata yang sangat singkat, tetapi kata itu mewakili segnap jiwaku yang
ingin mengnal lebih jauh sosok yang telah membuat aku penasaran ini.

Hai

Apakah kamu mengingat bagaimana perasaanmu ketika mendapatkan mainan pertamamu


atau apa yang begitu kamu inginkan terwujud ? Ya begitu indah begitu menyenangkan dan
sangatlah bahagia. Begitu juga persaanku saat itu. Ketika HPku bergetar, layar menunjukkan
bahwa ada sebuah SMS yang aku terima, dan taukah kamu itu SMS darinya, dari Rembulan.
Tanganku bergetar, lututku lemas, otak melayang entah kemana, bagaikan seseorang yang
kebingungan. Ku beranikan diri untuk membaca SMS itu, tarikan nafas panjang dan
terbukalah SMS itu.

Siapa ya ?

Betapa menggetarkannya kata-kata itu. Mengguncang sesisi otakku, bagaikan serangan


gempa bumi yang berkekuatan 8 SR.
Rembulan

Berhari hari semenjak serangan gempa bumi 8 SR kehidupan normal mulai berjalan
meski normalku mulai memiliki makna yang berbeda. Hari hariku memiliki kata yang lebih
sering muncul yaitu Hai.
Entah mengapa sebuah kata itu terasa memiliki makna yang begitu besar dalam hidupku
sekarang. Tetapi satu hal yang pasti, kata itu merupakan jembatan untuk memulai percakapan
dengannya. Maha karya sang maha kuasa yang berlabel Rembulan. Taukah kau rembulan itu
adalah makhluk yang begitu sempurna ?

Jangan jawab dulu gak tau, aku belum cerita


Baik sekarang siapkan kertas dan pensilmu agar kamu dapat menggambarnya..
Ok aku tau kamu gak bias gambar jadi dengarkan aja ceritaku tentang dia

Rasanya aku mengerti mengapa namanya Rembulan. Matanya yang begitu indah layaknya
bulan sabit yang menghiasi langit malam. Wajahnya yang cerah berseri bagaikan sinar
rembulan yang menenangkan hati. Senyumannya bagaikan purnama duabelas, begitu indah
untuk di kagumi. Betapa indah ciptahan tuhan ini.

Tapi itu beneran manusiakan ? Bukan bulan yang ada dilangit sana ?
Iyalah masa bulan bisa ngirim surat buat aku ?
O iya ya Ok lanjukan ceritanya hehehehehe

Jika menggambarkan bagaimana sosok Rembulan ini aku rasa tidak akan ada habisnya
meskipun dibahas semalaman suntuk. Perilakunyapun begitu indah layaknya penampakannya
di dunia ini. Tak akan ada kata bosan jika berbicara dengannya meskipun itu hanya melalui
SMS. Aku dan rembulan belum pernah berbicara langsung, hanya SMSlah yang
menghubungkan kamu. Terimakasih seseorang yang menciptakan SMS didunia ini, jasamu
tak akan pernah aku lupakan.

Ok kenapa SMS ?
Jaman itu belum tenar BBM, WA dan kawan kawannya
Hppun masih monophonic lo
Emang ini cerita jaman kapan ? Jaman susah ya
Hahahahaha iya kayaknya
Rembulan memiliki sifat yang ceria, baik hati, suka menolong, rajin menabung, berbakti
kepada kedua orang tua, sosok anak idaman orang tua tetapi yang mengidamkan anak
perampuan jika yang di idamkan anak laki laki kriterianya semua ada pada aku.

Ha ? Kamu ? Gak salah tuh ?


Hehehehe iya dong, puji diri sendiri gak apa apa dong

Hari hari normalku kini dipenuhi oleh rembulan. Meskipun itu hanya di kotak masuk HPku.
Tetapi rasanya begitu bahagia bila melihat SMS yang aku terima itu dari Rembulan.
Meskipun SMSnya bersaing dengan SMS dari operator seluler aku cukup bahagia karena
HPku bisa berbunyi dengan nada tit titit tiiitiit titi tiiiiiiiiit. Itu HP Nokia makanya berbunyi
seperti itu Nokia 5210 lebih tepatnya. Hasil pinjam meminjam dengan kakakku yang kadang
pelit.

Minjam ? Gak modal banget si


Iya minjam, aku saat itu belum punya HP jadi minjam dulu. Namanya juga anak sekolah jadi
masih susah

Dengan modal minjam itulah aku mengenal Rembulan, tapi dia tak tahu kalau HP yang aku
gunakan adalah hasil minjam. Aku tidak memberi tahu dia. Malulah kalau dia sampai tahu
kalau HP yang aku gunakan itu adalah HP minjam.
Hallo

Jika kamu bertanya mengapa hanya SMS ? Inilah jawabannya. Pertama saat itu aku
masih anak sekolahan. Uang jajan hanya 50 sampai 100 ribu rupiah perbulannya. Jika aku
gunakan untuk membeli pulsa maka uang jajanku akan berkurang. Alhasil aku harus puasa
jajan di sekolah, mengolah kebutuhan harian dengan sebaik baiknya agar uang jajan itu cukup
untuk satu bulan. Maka SMS adalah cara berkomunikasi jarak jauh dengan murah.
Bayangkan saja jaman itu 1 kali SMS sudah dapat ribuan SMS gratis. Biaya 1 SMS juga bisa
dibilang murah. Bisa dibilang jaman itu Operator Selular sedang gencar gencarnya
melakukan promosi agar dapat diterima oleh masyarakat.

Iya aku juga ingan jaman itu. Meskipun dalam keterbatasan tapi SMS dan telepon sudah
mudah untuk dilakukan
O iya kamu dari jaman sekolah udah di jatah ya uang bulanannya ?
Iya kawan. Jadi dulu SMP aku udah di jatah 50 ribu perbulan dan SMA itu 100 ribu
perbulannya.
Itu cuma uang jajan ?
Seharusnya si gitu. Tapi aku pake untuk semua hal. Malu dong minta lagi padahal uda di
jatah gitu.

Masa masa hanya ada SMS itu rasanya sangat indah. Tetapi semua itu mulai berubah
ketika Operator Selular mulai melancarkan serangan yang merubah cara berfikir masyarakan.
Telepon mulai murah. Ada promo 1 menit 1 rupiah. Ada promo 10 ribu dapat nelepon
sepuasnya dari pagi sampai malam. Ada promo gartis nelepon ke nomor nomor tertentu. Dan
berbagai macam serangan promo yang menggiurkan masyarakan untuk lebih sering membeli
pulsa. Berjayalah para pedagang pulsa saat itu.

Tak luput aku. Aku juga mulai tergiur untuk melakukan panggilan telepon dengan
teman temanku. Tak terkecuali Rembulan.

Kamu telepon dia ? Ngomong apa ?


Kepo banget si Bentar, ntar juga aku ceritain kok bagaimana panggilan pertamaku,
hehehehehe
Panggilan pertama ya ? Dengarkan baik baik ini seru.
Panggilan pertamaku untuk Rembulan adalah berawal dari NSP. Jika kamu tidak tahu apa itu
NSP cobalah Googling di Yahoo!!!, Insya Allah ketemu. Jaman itu hiburan music masih
belum terlalu banyak dan murah. Yang murah meriah adalah radio dan TV. Tetapi semenjak
muncul NSP, mulailah muncul hiburan baru, yaitu mendengarkan NSP seseorang agar dapat
mendengarkan lagu lagu terbaru meskipun hanya sepenggal reff. Aku saat itu juga mengikuti
Trends itu. Ku beranikan diriku untuk melakukan Misscall, dengan ijin terlebih dahuli dari si
pemilik nomor. Suatu saat tanpa sengaja saat aku melakukan rutinitas hiburan yang baru,
sang pemilik nomor menganggat teleponnya. Akupun kaget dan segera menutup telepon itu,
tetapi aku mengurungkan niatku itu karena suara indah di seberang sana.

Hallo
.
Tut tut tut tut tut..

Aku terdiam tak menjawab panggilan Hallo itu. Hanya diam dan akhirnya telepon pun
terputus. Entah karena ia sadar melakukan kesalahan dengan mengangkat telepon itu atau
mungkin saat itu Operatornya sedang datang bulan sehingga dia agak sensitive kemudian
menutup panggilan telepon itu. Ah, aku tersadar betapa bodohnya aku. Pulsaku, segera aku
mengecek pulsa dan benar saja ternyata panggilan yang kirang dari 1 menit itu menguras
pulsa yang harusnya terjaga hingga 3 hari lamanya. Operator pelit.
Gitar, Nyanyian, dan Suara Merdu (Kurasa)

Kesenanganku akan sebuah NSP berlanjut kesebuah babak baru dalam hidupku.
Semenjak mendengar kata Hallo darinya, aku mulai memberanikan diri untuk berbicara
dengannya melalui telepon. Berawal hanya kata kata singkat, hanya berkata Hallo apa
kabar? dan di jawab Kabar baik. Jika ditanya bagaimana perasaanmu saat itu ?, maka akan
aku jawab bagaikan mendapat hadiah undian 1 Milyar dari Bank ternama di Indonesia yang
biasa bagi bagi uang yang banyak. Dan hanya berawal dari kata kata sederhana itu aku mulai
akram dengannya melalui telepon. Setiap hari rasanya tek pernah absen untuk mendengar
suara indah gadis itu. Sampai suatu saat aku memiliki ide untuk bernyanyi untuknya melalui
telepon.

Kamu bisa nyanyi ?


Hahahaha bisa donk

Sebulan aku memikirkan akan menyanyikan lagu apa untuknya. Dan akhirnya setelah lama
melihat, menimbang, dan memutuskan, akupun memilih lagu dari sebuah band terkenal di
Tanah Air ini Tanah Air tercinta Indonesia.

Band apa ?
Jangan disebuat nama bandnya
Kenapa ?
Dia sudah terkenal, janganlah buat dia tambah terkenal lagi

Dengan ijin dari Yang Maha Kuasa dan ijin dari sang pemilik nomor akhirnya teleponpun
berdering. Nada sambung mulai menampakkan dirinya, sebuah lagu dari band yang sudah
terkenal juga melantun dengan indahnya. Akhirnya diangkat juga oleh Rembulan. Berdebar
jantungku, ini karena aku kebanyakan minum kopi dan begadang bukan karena gugup mau
bernyanyi untuknya. Ah sudahlah itu bohong, aku gugup. Mulailah ku petik gitarku.

Tunggu tunggu, kamu bisa main gitar ?


Bisa dong
Sungguh mengejutkan aku baru tau

Gitarku mulai melengking gak karuan. Menggambarkan perasaanku yang gugup sekaligus
bahagia sekali bisa bernyanyi untuknya. Sejenak warasku menghilang dari dunia, hingga aku
tersadar karena suara gitar yang harus dibilang tidak enak didengarkan.
Gugup ya ?
Heheheh iya Lan
Udah biasa aja jangan gugup
Siap Grak

Akhirnya suara gitarku mulai menampakkan sisi merdunya. Teguran Rembulan bagaikan
sebuah sihir yang memperbaiki suara sumbang gitarku menjadi merdu laksana burung yang
bernyanyi. Melantunlah sebuah lagu yang pada jaman itu sangat popoler, lagu yang
melambangkan isi hatiku padanya meskipun aku tanpa sadar mengapa memilih lagu itu untuk
dinyanyikan padanya. Anggaplah suaraku merdu semerdu penyanyi professional di TV dan
Radio. Karena aku juga merasa begitu.

Lagunya bagus
Ah masa ?
Iya, Suaranya juga enak didengar
Yakin ?
Gak si Heheheheheh
Hehehehe Terimakasih atas pujiannya
Iya sama sama. O iya kenapa lagu itu ?
Kenapa ya ? Aku juga gak tau
Gak beralasan banget
Hehehe Iya

Dan tahukah kamu ? Hari itu adalah hari paling bersejarah dalam hidupku. Hari dimana aku
mendapat pujian pertama darinya. Hari dimana aku bernyanyi untuk pertama kalinya untuk
dia. Dan hari itu aku tutup dengan tidur nyenyak, mimpi yang indah bersamanya dan bangun
kesiangan di esok harinya.
Jadian

Setelah melalui banyak SMS, banyak NSP dan banyak telepon yang gak bermutu.
Akhirnya aku memberanikan diri untuk menyatakan cintaku padanya. Hari demi hari, minggu
demi minggu bulan demi bulan tahun demi (eh gak sampe tahunan kok) aku mencoba untuk
mengumpulakan keberanian. Mulai dari berlatih di depan cermin, di kamar mandi, di taman,
di jalan, di atas pohon, di mana lagi ya ? Sampai dianggap orang gila oleh yang
mendengarkan akhirnya saat itu tiba juga. Apakah kamu mengingat saat saat paling
menegangkan di hidupmu ? Jika kamu lupa tak apa apa aku juga tidak ingin tahu karena ini
ceritaku bukan ceritamukan. Jika aku mengingat saat paling menegangkan dalam hidupku
aku rasa menyakan cinta ini tak ada apa apanya. Saat paling menegangkan menurutku adalah
pada saat menonton film kartun dan ada kata kata paling legendaris muncul,
BERSAMBUNG. Ok lupakan BERSAMBUNG itu, kita lagi membicarakan mengatakan
cinta bukan BERSAMBUNG. Bagiku ini penting, karena Rembulan memiliki banyak
pengagum dan penggemar yang ingin dia menjadi pacarnya. Aku tak ingin itu terjadikan.

Apa yang mendorongmu untuk menyatakan cinta ?


Apa ya ? Aku rasa itu karena di ejek kakakku kalau aku punya pacar namanya Rembulan
padahalkan masih temenan belum jadian.
Hahahahahaha masa iya gara gara itu ?
Hahahahahaha masa iya kamu percaya akan itu ?
Terus apa dong ?
Karena dia wanita udah itu aja
Dan kamu laki laki gitu ?
Hehehehe iya
Suka suka kaulah

Teleponpun akhirnya berdering, NSP menyapa, diangkat dan melantunlah suara merdu

Hallo.
Hallo juga
Iya ada apa ya ?
Sibuk gak hari ini ?
Gak Ada apa ya ?
Jalan jalan yuk
Boleh Kapan ?
Sore ini bagaimana ?
Ok
Ketemu di taman ya
Ok

Telepon ditutup, jantungku berdetak tambah cepat dan segeralah aku mandi supaya wangi
tidak bau. Ku sabun badanku 5X hingga aku yakin bersih bersinar, kinclong seperti baru. Iya
baru, baru mandi.
Seperti janji yang telah diikrarkan kamipun bertemu di sebuah taman, masihku ingat
saat itu Rembulan tambil dengan sangat cantik, sementara penampakanku kurang lebih
semacam makhluk yang keren (menurutku sih, gak tau menurut orang lain bagaimana). Ku
sapa dia dan dia menyapa balik. Kamipun berkeliling bagaikan dua orang pasangan yang
sangat bahagia saat itu. Stelah lelah berkeliling kami berhenti di bangku taman untuk
istirahat.

Kamu cantik banget hari ini


Terimakasih
Aku boleh nanya sesuatu gak ?
Gak boleh
Kenapa ?
Karena aku tau kamu pasti mau nyatakan cintakan ?
He ? Terus kalau iya jawabannya apa ?
Apa ya ?

Kalau jawannya iya bagaimana ?


Aku akan ucapkan terimakasih
Loh kok terima kasih ?
Karena tidak sama sama
Hehehehehehe

Dan saat itu aku sadar latihanku selama ini sia sia dan itu adalah proses jadian yang sangat
tidak wajar menurut orang normal.
Sebuah Tanya

Hari tak lagi sama. Kini aku memiliki seseorang yang benar benar mengisi hari
hariku. Mulai dari bangun, tidur hingga mimpi tak pernah lepas darinya. Rembulan engkau
penerang dalam gelap malamku. Perlahan aku mulai mengenal dirinya seutuhnya. Mulai dari
hobinya, makanan favoritnya, minuman favoritnya, kebiasaannya yang tidak biasa, dan masih
banyak lagi tentangnya.

Kebiasaan yang gak biasa ?


Iya
Misalnya ?
Apa ya ? Dia biasa kalo tidur itu merem
Ayam tidur juga merem kali
Hehehehe

Bicara tentang kebiasaannya yang tidak biasa aku rasa tidak akan mudah untuk dijelaskan.
Karena ini merupakan sebuah kumpulan kebisaan yang membentuknya menjadi seseorang
yang sangat menarik untuk diteliti lebih jauh. Tapi yang pasti dibalik kebiasaannya yang
tidak biasa ia memiliki sebuah pemikiran yang luar biasa. Sebuah pemikiran yang tak mudah
untuk dipahami jika hanya menjadi orang normal. Ia memiliki pandangan akan setiap hal
yang sangat tidak biasa. Satu hal yang aku pahami dari sudut pandangnya dan cara
berfikirnya bahwa itu telah merubah aku sepenuhnya menjadi lebih hidup, menjadi manusia
yang lebih baik dalam melihat sesuatu dan mengambil keputuan.
Rembulan benar benar mengerti bagaimana menjaga perasaan pasangan. Jika dilihat
Rembulan merupakan pasangan yang sangat ideal dan sangat sempurna bagi setiap laki laki
yang beruntung yang saat itu merupakan aku. Jiwanya yang bebas, fikirannya yang luas,
sudut pandangnya yang beraneka ragam, membuatnya menjadi sosok wanita yang sangat
istimewa. Parasnya yang anggun, indah, memiliki mata bagaikan sang rembulan diangkasa,
senyumnya yang merekah indah, uraian rambutnya yang jatuh indah meambah sempurna
sosoknya. Tapi dibalik itu semua aku tanpa sadar menemukan sesuatu yang tidak biasa pada
dirinya. Sesuatu yang sampai saat ini belum aku pahami sepenuhnya. Dibalik damainya
Rembulan terdapat rahasia yang sangat dalam yang tak pernah disampaikan sampai suatu
ketika sebuah pertanyaan terlontar dari bibir indahnya.
Mengapa kamu mencintaiku ?
Karena hati ini tergerak untukmu ?
Apakah aku layak mendapatnya ini semua ?
Adakah didunia ini sesuatu yang baik yang tidak pantas untukmu ?
Jawablah pertanyaanku tanpa melihat diriku yang sebenarnya
Maksudnya ?
Entahlah Lupakan saja
Kenapa ?
Lupakan Sebelum semuanya berubah
Maksudmu apa Rembulan ?
Tak ada
Gak mungkin gak ada kalau kamu nanya gitu
Beneran Lupakanlah
Baiklah jika itu yang kamu inginkan
Iya

Jika kamu bertanya apa hanya sampai disitu, aku akan menjawab iya. Aku tak ingin dia
melanjutkan sesuatu yang dia ingin aku lupakan. Tapi yang pasti aku tak mungkin melupan
itu. Aku hanya menyimpan pertanyaan itu dalam dalam hingga saat ini meskipun telah
mendapat jawaban yang aku rasa tidak memuasakan darinya. Tapi hari hariku harus tetap
berlanjut.
Berhari hari aku mencoba menghiburnya. Dan akhirnya dia kembali ke Rembulan
yang dulu tapi tidak sama lagi. Aku sangat merasakan kekosongan yang terjadi akubat
pertanyaannya yang tak kunjung didapatkan jawabannya.

Trus apa yang terjadi ?


Itu berlalu hingga 1 tahun
Lama banget
Iya

Hari hariku berubah kembali, apakah menjadi lebih baik ? Kurasa begitu. Tapi aku yakin
suatu saat aku akan mengembalikan Rembulan seutuhnya. Dan aku akan selalu berjuang dan
bertahan untuknya.
Petualangan Dan Kehilangan

Tak terasa waktu berlalu begitu cepat ketika bersama Rembulan. Ini tahun ke 3 kami.
1 tahun berlalu setelah sebuah Pertanyaan yang membuat Rembulan menjadi sesuatu yang
tidak lengkap lagi seperti dahulu. 1 tahun membentuk Rembulan baru yang tak pernah aku
lepaskan meski hanya 1 detik. Aku bersamanya akan melewati masalah sebesar apapun. Dan
saat ini tiba saatnya bagi kami untuk melakukan sebuah perjalanan. Perjalanan yang menjadi
sebuah petualangan menyenangkan dengan kami berdua sebagai pemandunya sekaligus
pesertanya. Itulah saat dimana kami menaiki sebuah kapal menuju lautan luas. Jangan kira
kami menaiki sebuah kapal hanya berdua kemudian berlayar ke antah berantah. Kami hanya
menaiki sebuah kapal milik pemerintah yang sangat besar dan kapal itu berkeliling Indonesia
Raya yang sangat kaya ini.

PELNI ?
Iya bener banget

Kapal itu memiliki 3 lantai dek penumpang dengan mesin bertenaga diesel yang siap
mengantar kami mengarungi lautan Indonesia.

Kalian mau ke mana ?


Kami menuju kampung halaman ayah dan ibunya Rembulan
Dimana itu ?
Jangan disebutkan deh biar kamu penasaran itu dimana
Pelit
Biarin

Pada sebuah senja kami melangkahkan kaki kami keatas kapal besar itu. Angin senja yang
sejuk, mentari yang hangat menghantarkan perjalanan kami pada senja itu. Rambut
Rembulan yang terurai beterbangan ditiup angin membuat akau terpana sejenak pada senja
itu. Dia begitu sempurna pada senja itu.
Senja berganti malam dan kamipun telah berada di tengah lautan luas. Tak ada yang
lain yang menyapa kamu selain laut yang berkilau indah diterpa sinar rembulan pada malam
itu. Dek atas merupakan pilihan kami untuk melewati malam itu. Melihat bintang bintang
yang berkilauan begitu indah dan yang paling indah aku melihat itu bersama 2 Rembulan.
Satu dilangit dan satu lagi disampingku yang tak satu detikpun aku lepaskan pandangaku
padanya pada malam itu. Indah.
Alaram berbunyi memecah lamunan kami akan indah bintang bintang dilangit. Itu
alaram tanda bahaya. Awak kapal segera memerintahkan seluruh penumpang untuk tidak
panic dan segera menuju ke tempat titik pberkumpul yaitu di dek paling atas. Kami ya ng
telah berada di atas mulai disesaki penumpang yang lain. Pelampung dibagikan dan tagin
kami berpegangan sangat erat saat itu. Kapal akan segera tenggelam. Lautan malam itu
tidaklah bersahabat. Kami yang memandang bintang tak pernah peduli akan gelombang
tinggi yang menggoyangkan kapal tapi siapa yang akan menduga gelombang semakin tinggi
dan kapal akan tenggelam. Rakit penyelamat mulai diturunkan dan kami mulai turun untuk
menyelamatkan diri dan saat itulah genggamanki yang erat terlepas dari Rembulan. Aku
terpisah darinya. Ditengah kerumunan orang yang panic aku mencoba mencari Rembulan tapi
sia sia. Siapa yang menduga itu adalah saat terakhir aku bertemu dengannya. Regu
penyelamat mulai berdatangan untuk menyelamatkan kami.difikiranku hanya ada Rembulan.
Bagaimana dia. Ketika semua penumpang telah dievakuasi aku mulai bertanya kepada tim
penyelamat tetapi nihil. Aku mnedengar juga kabar jika beberapa penumpang tidak berhasil
ditemukan. Mereka menghilang. Kekawatirankupun semakin menjadi ketika mentari pagi
mulai menampakkan dirinya. Aku belum bertemu dengan Rembulan.kabarnyapun tak ada.
Kuhubungi HPnya dan tak aktif. Apa yang harus aku lakukan ?
Pencaharian telah berlalu berhari hari dan aku tak ingin meninggalkan tempat itu.
Telepon berdering, semua orang menanyakan kabar bahkan orang tua Rembulan dengan isak
tangisnya terus menghubungiku menanyakan kabar Rembulan. Tetapi nihil, nama rembulan
telah masuk kedalam korban tidak selamat pada insiden itu. Hatiku tak karuan, ingin rasanya
aku menyelam kelautan mencarinya tapi ku urungkan karenan itu tidak mungkin. Hari hariku
tak lagi sama. Murung dan suram. Aku telah kehilangannya. Aku telah kehilangan Rembulan
pada petualangan kami mengarungi lautan yang sangat indah dan kejam.
Pertemuan

Kehilangan itu bagaikan sebuah badai yang menerjang kapal dilautan hingga
menyebebkannya hancur berkeping keeping. Hatiku yang tegar bagaikan karangpun hancur
karenanya. Berbulan bulan aku mnecarinya menunggu kabarnya hingga keluarganyapun
berpindah. Menyisahkan aku yang merasa hidup segan mati tak mau. Bagaikan ikan yang
ingin keluar dari air tapi tak memiliki kekuatan untuk berada diluar air. Aku tak lagi aku.
Bertahun berlalu dan aku tetap tak dapat melupakannya meski hati ini berdamai
dengan keadaan. Keadaan tanpanya didunia ini. Dan ketika aku terpuruk itu pertemuanku
dengan sosok baru bermula. Namanya Mentari. Dia memiliki paras yang sangat identic
dengan Rembulan. Sebuah pertemuan yang membuat aku terpatung tak mengerti apa yang
terjadi. Merasa seakan Rembulan kembali lagi di hidupku. Tetapi aku salah Mentari bukanlah
dia. Mentari merupakan kebalikan dari Rembulan. Jika Rembulan memiliki jiwa yang ceria
dan terbuka, maka Mentari sangatlah dingin dan tertutup. Tetapi ada satu hal yang sama dari
mereka yaitu mereka penuh dengan misteri.
Saat itu Mentari adalah pendatang baru dilingkunganku. Dia tinggal bersama dengan
kucingnya yang imut dan lucu. Rumahnya terpaut tiga rumah dari rumahku. Aku yang
termenung di depan rumahku terkejut melihat sosoknya. Ku kejar dan ku panggilnya
Rembulan tetapi tak ada respon dan akupun tersadar jika itu bukanlah dirinya. Kuberanikan
diri untuk berkenalan.

Terkadang takdir tak dapat di tebak ya kawan


Bener banget. Kadang penuh dengan misteri tak teduga

Terlintas difikiranku untuk mulai membuka lembaran baru dan menjalani hidup yang baru.
Tak lagi bersedih akan kehilangan Rembulan. Dan itulah awal mula aku mendekat kepada
Mentari.
Karena rumahkamu yang sangat dekat aku dan Mentari sering bertemu. Awalnya
saling sapa, bertemu dijalan dan aku menjahilinya, hingga akhirnya aku sering makan
dirumahnya. Mentari sangat pandai memasak dan masakannya enak bagaikan koki
professional di hotel bintang lima. Mentari benar benar membuatku melupakan semua
kehilanganku. Sekarang duniaku berada dipagi hari dengan Mentari yang terasa dingin dan
menenangkan disetiap harinya. Tak ada lagi malam dan Rembulan yang menghangatkan.
Aneh ya
Aneh kenapa ?
Rembulan hangat ditengah dingin malam, Mentari dingin ditengah hangatnya pagi
Itulah takdir kawan, penuh dengan misteri.

Hidupku kembali normal dan akupun memutuskan untuk memulai kembali kisah cintaku
dengan orang baru yaitu Mentari. Telah ku persiapkan matang matang keberanianku hingga
saat itu tiba. Pagi itu Mentari ku kirimkan sebuah surat melalui kantor pos. Itu adalah surat
undangan untuk Mentari agar dia hadir ke acara yang sudah aku siapkan sebelumnya.

Acara apa ? hebat banget persiapannya


Gak ada acara apa apa cuma undangan palsu untuknya supaya dia pergi keluar dengan aku
Kenapa gak ngajak langsung aja ?
Biar dia kesel aja aku bohongi

Hari itu aku menelponnya dan bertanya tentang undangan yang dia terima dan
meyakinkannya kalau aku juga di undang pada acara itu. Dan kamipun keluar bersama pada
malam itu untuk menuju ke acara yang sebenarnya tidak ada sama sekali.

Acaranya dimana ? kok belum nyampe juga ?


Hehehehe
Kenapa ketawa ?
Itu undangan palsu, yang ngirim aku
Ihhh Iseng banget si ?
Maaf maaf. Aku hanya ingin ngajak kamu keluar aja
Tapi gak gini jugakan caranya ?
Hehehehe Maaf maaf
Gak bakalan aku maafin
Kalo aku nyatain cinta ke kamu kira kira dimaafin gak ?
Heeee ?
Dimaafin gak dulu ni ?
Coba aja nyatain dulu
Jadian yuk
Hah ? Cuma itu ? Gak seru
Terus yang seru bagaimana ?
Yang seru itu kalau aku jawabnya hayuk
Bilang aja kalo gitu biar seru
Hayuk

Rasanya ada yang aneh sama kamu dan wanita yang kamu ajak jadian
Kok gitu ?
Ya gak biasa aja gitu. Kamu dan wanitamu emang gak ada yang normal
Aku dan mereka hanyalah manusia kawan
Yang apa ?
Yang gak normal
Hahahahahaha.
Persimpangan Hati

Hariku tak lagi sepi. Kini Mentari hadir disetiap hariku. Tak ada lagi sepi, tak ada lagi
dingin. Mentari sosok yang dingin tapi menghangatkan. Bahkan hujan tak dapat meleburkan
hatiku lagi. Hanya ada Mentari dan dinginnya yang menghangatkan. Hari berganti hingga
menjadi tahun tak terasa kami telah bersama begitu lama hingga pada sebuah titik yang
mengatakan bahwa aku harus terus bersamanya hingga ajal menjemput. Hal ini ingin aku
katakana pada Rembulan tetapi apalah daya sebelum aku mencapai masa ini dia telah pergi
meninggalkan aku. Tetapi perpisahan itu membawaku untuk melakukan pertemuan yang baru
yaitu Mentari yang merupakan sosok yang sempurna.
Dan pada suatu hari persimpangan hati datang menemuiku. Itu adalah hari dimana
aku menerima sebuah surat tanpa pengirim tetapi terdapat nama dan alamatku di amplop
surat itu. Berwarna merah jambu dengan hiasa tangan yang begitu lucu, sekilas bagaikan
surat yang di tujukan seorang laki laki untuk wanita yang sangat didambanya, bagaikan surat
cinta tetapi ini di tujukan padaku seorang laki laki yang jauh dari hal romantis semacam itu.
Yang tak pernah sekalipun memberi bunga kepada sorang wanita meskipun itu hanya
setangkai mawar. Surat anaeh itu melayang kedepan pintuku pada pagi hari. Entah siapa
pengirimnya, entah siapa kirirnya tetapi satu yang pasti surat itu telah berada di tangaku saat
ini. Aromanya wangi bagaikan sorang bidadari yang mampir ke depan pintu rumahku. Dan
dengan teganya aku mulai melakukan mutulasi pada amplop cantik itu. Aku menyobeknya,
mengeluarkan isin perutya dan melemparkan tubuhnya yang telah aku lukai dengan sangat
kasar itu. Dengan senyum bangga bagaikan telah melakukan pembunuhan besar aku mulai
membaca surat itu.

Kepada yang namanya tertulis diluar amplop


Aku wanita yang telah lama menghilang
Akulah Rembulanmu

Begitu singkat isi surat itu tapi membuat tubuh ini terpaku membatu. Bagaikan dihempas
ombak badai yang menerjang di samudra pasifik. Bagikan diguyur hujan dengan intensitas
tingga hingga yang tersisa hanya bergetar dan rasa tidak percaya. Apakan ini sebuah candaan
dari para sahabatku ? Ataukan ini hanya mimpi di tengah kesadaranku ? Begitu nyata tetapi
terasa begitu palsu dan bercanda.
Esokpun datang dan aku masih tak percaya dengan apa yang aku terima kemarin
hingga sepucuk surat kembali mendatangiku. Tetapi kini bukan berwana merah jambu tetapi
berwarna biru. Dengan cepat aku kembali melakukan pembunuhan yang kedua. Kirir
pembawa surat itu aku bunuh dengan sadis agar isi perutnya dapat aku keluarkan.

Masihkah engkau mengagumi malam ?


Dengan Rembulan dilangitnya
Berhiaskan titik titik bintang
Di sambut dengan senja dan ditutup dengan fajar
Aku masih Rembulanmu yang menghangatkan dingin malammu

Aku masih tidak percaya dengan apa yang ada di tangaku saat ini. Apakah ini nyata ? Apakah
semesta sedang bercanda denganku ? Apakah ini engkau Rembulan ? Dalam hatiku bertanya
tanya.

Kawan apakah ini sebuah kebohongan ?


Menurutmu ?
Aku tak sabar menanti akhir ceritamu kawan

Akupun berkata dalam hati aku akan gila jika menerima surat ketiga. Kepada siapa aku harus
membalas surat ini? Siapakah gerangan penulis surat ini ? Apakah maksud dan tujuannya
mempermaikan aku seperti ini ? Dan benar akupun menjadi gila karena surat ketiga datang
padaku pada esok harinya.

Apakah itu kerinduan ?


Apakah itu kehilangan ?
Aku akan selalu sama pada setiap rindumu
Aku akan selalu sama dengan sebelum kau kehilanganku
Akulah Rembulanmu yang selalu bersinar dimalam gelapmu

Baiklah aku gila dan tak dapat mengadu kepada siapapun. Oh Rembulan benarkah itu
dirimu ? Aku rindu padamu. Seketika aku sadar dan kembali kepada kenyataan saat ini. Aku
telah bersama Mentari dan tak ingin berpisah dengannya. Tetapi separuh hatiku mulai
menolak hal itu. Membentuk sebuah persimpangan yang kedua ujungngnya aku tak tau entah
membawaku kemana. Aku kembali memikirkan Rembulan dan di saat bersamaan aku juga
Memikirkan Mentari. Apakah ini sebuah awal perselingkuhan pikiran ? Ataukah sebuah
penolakan terhadap sebuah kenyataan. Tak terduga dan tak dapat diprediksi. Aku kini benar
benar berada dipersimpangan hati dan mulai menjadi gila. Apa yang harus aku lakukan ?
Ketidak waraan mulai menyapaku. Membuat tembok berasa berbicara menasehatiku. Aku
ingin merasiakan ini kepada Mentari tetapi aku merasa itu tidak adil baginya. Keteguhanku
padanya mulai tergoyahkan dikarenakan tiga pucuk surat yang datang entah dari mana dan
entah merpati mana yang mengantarkannya ke depan pintuku. Telah ku bunuh dengan sadis
ketiga kurirnya. Telah ku keluarkan isi perut kurir itu. Kini aku hanya dapat tertawa karena
ketidakwarasanku dan memulai pembicaraan dengan tembok. Ini harus menjadi rahasia.
Kebenaran

Berminggu-minggu berlalu sejak surat ketiga datang padaku. Tak ada kabar dari
seseorang yang dalam suratnya bernama Rembulan. Rasa penasaranku semakin menjadi sejak
tak ada lagi kabar darinya. Campur aduk antara yakin dan tidak, antara percaya dan tidak.
Mungkin sebentar lagi akal sehatku akan menghilang. Aku yang selalu gelisah ternyata
disadari oleh Mentari. Tetapi Mentari tak pernah bertanya dalam kekawatirannya. Ia selalu
memberiku semangat tanpa memikirkan apa masalahku. Ia selalu hadir dalam segala risauku
akan Rembulan yang datang dalam bentuk surat. Hingga kegelisahanku berujung pada pilihan
untuk berkata jujur padanya tentang kembalinga Rembulan lewat surat.
Mentari telah lama mengetahui hubunganku tentang Rembulan dahulu. Semua telah
aku ceritakan padanya hingga tak ada lagi rahasia diantara kami. Mulai dari bagaimana aku
bertemu dengan Rembulan hingga akhirnya Rembulan menghilang dalam sebuah tragedy
dramatis dilautan yang penuh misteri. Tetapi ini sesuatu yang berbeda. Rembulan kini hadir
dalam wujud yang lain, bukan sosok wanita yang aku cintai dulu tetapi dalam bentuk
selembar kertas yang dibungkus amplop surat. Jika dahulu Mentari dapat menerima semua
kisahku dengan Rembulan tanpa meperdulukan sejarah itu, mungkin kini akan berbeda. Ini
bukan hanya sekedar sejarah tentang orang yang sudah tiada tetapi sebuah kisah nyata yang
terasa bagai hantu yang gentayangan. Tetapi aku harus menceritakannya pada dia, apapun
yang akan terjadi.

Kawan aku rasa sekarang kita mulai serius


Iya kawan ini adalah sebuah kebenaran

Lama aku mencari waktu yang tepat untuk menceritakan semua ini pada Mentari,
hingga hari itupun tiba.

Mentari apakah kau percaya Takdir ?


Mungkin tidak Mengapa ?
Aku merasa saat ini aku sedang dikejar oleh sebuah Takdir
Apakah ini jawaban dari kegelisahanmu selama ini ?
Iya
Ia telah menemukanku
Siapa ?
REMBULAN

Hening terasa sangat lama diantara kami. Hingga aku memecah keheningan itu dengan cerita
yang lebih detail kepadanya. Ia hanya terdiam mendengar aku bercerita. Saat ceritaku usai
Mentaripun masih terdiam.
Diam diantara kami berlangsung cukup lama. Hingga tepat 1 minggu aku tak pernah
bertemu dengan Mentari. Ia mengurung dirinya tanpa kabar tanpa suara. Hingga hari itupun
tiba. Sesosok wanita cantik berambut sebahu dengan postur tubuh melekuk bagaikan seorang
model. Cantik dengan senyuman manis diwajahnya. Matanya bagaikan rembulan pada
tanggal 10. Sekilas aku melihat sosok Mentari pada wanita itu. Tetapi aku yakin itu bukanlah
dia ketika memperhatikannya lebih jauh lagi. Senyumnya berbeda. Tetapi siapakah sosok
dihadapanku ini ? Aku merasa telah mengenalnya sangat lama. Jika itu Rembulan maka aku
sedang bermimpi.

Halu

Kok bengong ?

Aku terdiam ternganga dihadapannya. Seakaan tak percaya dengan apa yang aku lihat.

Gak dipersilahkan masuk ?


Eh iya silahkan masuk
Tau siapa aku ?
Eh Maaf ni siapa ya ?
Sudah kuduga begitu. Aku Rembulan
..

Kini aku yakin aku sedang bermimpi pada siang ini. Aku memandang sesosok yang telah
lama menghilang dariku. Dengan penampilan yang sama sekali berbeda. Sekarang iya
berkacamata dengan wajahnya bulat dihiasi lesung pipit yang begitu manis. Terutama
senyumnya, rasanya taka da wanita didunia ini yang dapat menyamai senyumannya bahkan
Mentari.
Siang itu terasa lebih panjang. Rembulanpun mulai bercerita tentang tragedy
menghilangnya iya dilautan. Kini aku yang mulai terdiam mendengar cerita dari Rembulan.
Perasaanku masih tidak menentu. Dan puncak dari keheninganku dimulai ketika Rembulan
menyebut nama Mentari.
Tahu alamatku yang sekarang dari mana ?
Aku tahu kamu sekarang disini dari Mentari
Mentari ? Bagaimana kamu bisa kenal Mentari ?

Jangan tanyakan aku coba tanya Mentari kenapa ia mengenal aku Rembulan

Aku terdiam kembali. Berpikir akan sebuah kerumitan misteri didepanku. Kemudian
Rembulan meninggalkanku dengan sebuah senyuman indah diwajahnya.
Aku yang telah menjadi gila sepenuhnya tak dapat lagi bertahan dari kerumitan
misteri ini. Malam hari aku beranjak kerumah Mentari untuk bertanya langsung padanya
seperti apa yang telah dikatakan Rembulan siang tadi. Malam itu Mentari sedang duduk
diteras rumahnya dengan sebuah novel kecil ditangannya. Entah itu novel apa tetapi
melihatnya disana seakan aku melihan dua sosok yang berbeda. Aku menyapanya dan ia
menutup novelnya kemudian membalas sapaanku.

Siang tadi aku bertemu Rembulan

Rembulan Apakah kamu mengenal Rembulan ?


Aku mengenal Rembulan layaknya aku mengenal tanganku sendiri
Apa hubunganmu dengannya ?
Aku adalah kanan bagi Rembulan dan Rembulan adalah kiri bagiku
Maksudnya ?
Aku dan Rembulan adalah satu kesatuan
Aku semakin bingung. Tolong Mentari jangan membuat aku jadi tambah gila
Kamu tidak gila. Tetapi kamu kurang menyadari
Maksudnya ?
..

Mentari hanya terdiam tak menjawab pertanyaanku. Kemudian ia beranjak masuk dan
menutup pintu meninggalkan aku yang kebingungan diluar. Aku mencoba mengetuk
pintunya tetapi tak ada jawaban dari Mentari. Aku benar-benar kebingungan dan merasa
sangat gila dengan jawaban dari Mentari dan Rembulan. Apakah yang sebenarnya terjadi ?
Aku akhirnya hanya bisa pulang dengan pikiran melayang entah kemana.
Aku yang terbaring diatas tempat tidurku takbisa terpejam walau hanya sedetikpun.
Di otakku hanya ada Mentari dan Rembulan yang membawaku melayang entah kemana. Aku
benar-benar tak mengerti bagaimana kedua orang itu bisa menjadi sangat dekat ? Bahkan
Mentari menyebutnya adalah bagian dari dirinya. Kiri dan Kanan. Apakah yang sebenarnya
terjadi ? Akhirnya pada malam berikutnya aku berusaha untuk bertemu dengan Mentari
kembali. Mentari ternyata telah menungguku diteras rumahnya. Ia tersenyum melihatku
datang.

Apakah yang sebenarnya terjadi disini ?


Akankah engkau akan kembali kepada Rembulan ?
.. Aku--
Aku tak akan menahanmu jika engkau kembali lagi kepadanya.
Ada apa ini Mentari ?
Aku tahu engkau mencintai Rembulan begitu juga padaku Tetapi aku tak ingin engkau
ragu dalam mencintai
..Maafkan aku Mentari jika cintaku pada Rembulan membebanimu. Tetapi sebesar
apapun cintaku padanya tak pernah mempengaruhi cintaku padamu. Cintaku padamu adalah
murni untukmu.
Tolong Sekarang pilihlah aku atau Rembulan. Jika engkau memilihku maka lupakan
Rembulan tetapi jika engkau memilih Rembulan maka lupakanlah aku.
Mentari aku tak bisa begini.
Pilihlah

Mentari meninggalkan aku lagi malam itu dengan sebuah perasaan yang tak karuan dihatiku.
Rasanya begitu sakit ketika melihat seorang wanita kecewa dan itu akubat dari perbuatanku
sendiri. Jujur aku tak dapat melakukan ini. Harus memilih salah satu dari mereka. Aku tak
ingin melihat seseorang kecewa lagi. Tetapi aku juga harus menyelesaikan konflik ini.
Keesokan harinya aku dikagetkan oleh suara ketikan dipintu rumahku. Aku yang
tertidur disofa ruang tamu langsung terperanjat dari tidurku yang terasa kurang nyenyak
karena perkara semalam. Kubuka pintuku dan sosok malaikat berdiri didepan sana. Rembulan
kembali menemuiku.

Baru bangun ya ? Jam segini kok baru bangun ?


Eh iya aku baru bangun ni.
Emang abis ngapaen aja ?
Gak ada kok smalem susah tidur aja
Kenapa ?
Kepo deh
Ih gitu ya sekarang ?
Hehehehehe
Dasar

Siang itu aku dan Rembulan kembali bercanda dan bercerita begitu banyak. Hingga aku
mulai tenang dan dapat berpikir lebih jerni tentang permintaan Mentari.

Rembulan aku tahu dari Mentari bahwa kalian berdua sangat dekat
Iya
Dan semalam Mentari menyuruh aku untuk memilih antara engkau dan dirinya
Dan pilihanmu ?
Rembulan Aku sangat mencintaimu dan tak ingin kehilanganmu sekali lagi tetapi
semenjak kehilangan dirimu dan bertemu Mentari aku kembali menemukan sebuah
kehidupan dan aku sangat nyaman berada disana.
.
Maafkan aku Rembulan aku tak dapat bersamamu lagi karena aku telah bersama Mentari.
Tetapi aku minta engkau jangan membenciku dan memusuhi Mentari. Aku ingin kita tetap
berteman.
Aku tak menyangka akan pilihanmu Tetapi Mentari berhak mendapatkanmu Aku akan
tetap berteman dengamu dan tak ada kebencian sedikitpun dihatiku.
Benarkah itu Rembulan ?
Iya Bahagiakanlah Mentari

Pada siang hari yang panjang itu Rembulan dan aku berpisah lagi tetapi kini berbeda, akulah
yang memilih untuk meninggalkannya. Terasa kekecewaan dimata Rembulan. Tetapi aku
harus memilih dan aku memilih untuk berpisah dengannya dengan sebuah peperangan
dihatiku. Aku membenci keputusan ini. Malam hari aku kembali menemui Mentari untuk
mengutarakan pilihanku padanya. Seperti biasa Mentari telah menungguku diterasnya,
ditemani buku kesayangannya. Dan seperti biasa Mentari menyambutku dengan
senyumannya yang khas.

Bagaimana dengan pilihanmu ?


Siang tadi aku bertemu dengan Rembulan
Apakah engkau memilihnya ?
Tidak Aku memutuskan untuk meninggalkannya
Ia pasti sangat sedih
Tetapi Mentari aku juga tak bisa bersamamu ?
Kenapa ? Engkau memilih meninggalkan kami berdua ?
Iya Aku tak bisa berlaku berat pada satu sisi
Tetapi engkau berlaku berat pada kami berdua
Percayalah ini adalah keputusanku yang paling berat. Aku mencintai kalian berdua dan
kalian berdua sangatlah dekat. Jika aku memilih salah satu dari kalian maka akan timbul
konflik baru karena kekecewaan. Maka dari itu aku lebih baik tidak kalian miliki. Aku akan
selalu mencintai dan menyayangi kalian berdua. Tetapi aku mohon maaf karena telah
mengecewakan kalian berdua.
Aku tidak dapat menerima ini semua. Ini sangat tidak adil bagiku dan bagi Rembulan. Ia
telah mengikhlaskan apapun keputusanmu begitu juga aku. Kami telah sepakat siapapun yang
akan engkau pilih kami tak akan mendebatkannya lagi. Tetapi jika engkau tak memilih salah
satu dari kami apa yang harus aku lakukan ? Rembulanpun tak dapat menerima ini
Maafkan aku Mentari tetapi aku sudah memutuskan ini.
Ini sangat tidak adil. Apakah engkau tau ingin bersama kami lagi ?
Aku sangat ingin bersama kalian tetapi jika aku tidak memilih apa yang akan terjadi ? Aku
tak mungkin memilih kalian berdua
Kenapa ?
Bagaimana kalian akan berbagi seseorang yang kalian cintai ? Itu tak adil untuk kalian
berdua
Aku dan Rembulan tak akan keberatan melakukan itu
Mentari jangan engkau dan Rembulan berkorban lebih jauh hanya untukku. Aku sangat
mencintai kalian berdua.

Mentari yang terdiam mendengar jawabanku tiba-tiba berlari menuju kedalam rumahnya.
Akupun mengejarnya saat itu kedalam rumahnya dan langkahku terhenti ketika memasuki
kamarnya. Didalam kamar Mentari menangis dan menyuruhku untuk diam didepan pintu
kamarnya. Mentari membuka laci mejanya dan diambilnya sebuah kotak yang berisi
kacamata. Mentaripun melepas softlens yang sedang digunakannya dan memakai kacamata
yang tadi diambil dari dalam laci. Yang mengagetkaku adalah ketika Mentari menarik
rambutnya ternyata itu adalah wig. Mentaripun mulai bertransformasi menjadi sesosok
malaikat yang siang tadi datang menemuiku. Apakah aku bermimpi ? Dihadapanku adalah
Rembulan lengkap dengan senyumannya yang begitu indah.

Apa ini Mentari ?


Aku adalah Rembulan dan Rembulan adalah aku
Kamu Rembulan ?
Bagaimana bisa ?
Seperti yang telah aku katakana kamu kurang menyadari
Apakah aku tidak terlihat seperti Rembulan yang kamu temui siang tadi ?

Tapi mengapa ?
Sejak awal aku bersamamu aku selalu gelisah pada diriku sendiri. Aku memiliki dua buah
sisi yang saling merindukan satu sama lain. Sejak awal aku ragu engkau akan menerima
Mentari dalam hidupmu.
Ketapa Mentari ? Mengapa ?
Aku tak mungkin memisahkan Rembulan dari Mentari begitupula sebaliknya
Kamu sebenarnya siapa ?
Aku adalah orang yang sama yang dahulu mencintaimu
Rembulan ? Mentari ?
Aku adalah keduanya. Aku adalah hari yang memiliki siang dan malam yang kedua sisinya
dipisahkan oleh fajar dan senja
Tetapi bagaimana bisa ?
Seperti katamu siang tadi TAKDIR yang mengejarmu

Semua kisah ini terasa layaknya sebuah sendagurau yang sampai saat ini masih sulit
aku percaya. Tetapi dibalik itu semua aku menemukan hari-hari yang didalamnya ada siang
dan malam yang selalu dipisahkan oleh fajar dan senja. Mereka berdua saling merindukan
satu sama lainnya. Ia menemaniku silih berganti dalam tiap kesempatnnya. Dan kini aku akan
selalu setia untuk menjadi perantara diantara mereka berdua hingga nafasku tak lagi
berhembus.

Jadi selama ini kamu mencari orang yang datang dengan sendirinya ?
Iya aku mencari sesuatu yang menemukanku.

TAMAT