Anda di halaman 1dari 6

A.

JUDUL

Tujuan utama menulis tulisan ilmiah adalah supaya karangan itu dibaca oleh orang lain.
Sebelum pembaca beralih membaca isi tulisan, yang pertama kali dibaca adalah judulnya. Judul
artikel diharapkan mencerminkan dengan tepat masalah yang dibahas dalam artikel. Oleh karena
itu pilihan kata-kata harus tepat, mengandung unsur-unsur utama yang dibahas, jelas, dan setelah
disusun dalam bentuk judul harus memiliki daya tarik yang cukup kuat bagi pembaca. Judul
artikel (bahasa Indonesia) hasil penelitian lazimnya berkisar 10-12 kata. Formulasi judul
sebaiknya positif, ringkas, dan dapat memberikan petunjuk tentang isi serta penekanan-
penekanan yang diberikan di dalam penelitian. Judul yang baik tersusun dari kata-kata kunci
yang menunjukan gatra-gatra (aspek) utama isi karangan yang dirangkaikan dengan kata-kata
penghubung yang tepat.

Contoh:

SALAH BENAR
Studi tentang anggrek bulan Analisis keragaman molekuler
(judul terlalu umum) anggrek bulan di gunung Halimun
Deteksi dini mutasi mengunakan metode Deteksi dini mutasi menggunakan
SSCP metode Single Strand Conformation
(ada singkatan) Polymorphism

B. NAMA DAN ALAMAT PENULIS

Penulisan nama dan alamat penulis adalah hal penting yang lain dalam menyiapkan
artikel ilmiah. Bagian ini penting untuk permintaan informasi spesifik (reproducibility) seperti
permohonan reprint. Meskipun setiap jurnal atau majalah ilmiah memiliki aturan yang berbeda-
beda tentang penulisan nama penulis, pada umumnya gelar akademik dan profesi penulis tidak
dicantumkan. Untuk penulis yang jumlahnya lebih dari satu, maka etika penulisan harus
diperhatikan. Penulis yang memiliki kontribusi terbesar dalam penelitian dan penulisan
ditempatkan pada urutan pertama, diikuti oleh penulis-penulis berikutnya sesuai derajat
kontribusi masing-masing penulis. Alamat penulis dicantumkan selengkap mungkin dimulai
dengan afiliasinya.

C. ABSTRAK

Abstrak lazimnya memuat masalah penelitian atau tujuan penelitian, metode penelitian,
dan hasil penelitian. Abstrak dapat terdiri dari rangkaian kata-kata yang disusun dalam satu
paragraf, dengan format esei bukan enumeratif. Abstrak diketik dengan spasi tunggal dan dengan
format yang lebih sempit dari teks utama (margin kanan dan kiri dapat menjorok masuk beberapa
ketukan).
Abstrak hendaknya disertai dengan 3-5 kata-kata kunci, yaitu istilahistilah yang mewakili
ide-ide atau konsep-konsep dasar yang dibahas dalam artikel. Kata-kata kunci lajimnya berupa
kata dasar atau kata yang berdiri sendiri (tunggal) bukan frasa atau rangkaian kata. Namun untuk
kasus tertentu, misalnya untuk memperoleh makna yang lebih dalam maka dimungkinkan untuk
digunakan kata majemuk atau kata-kata kunci yang dibentuk oleh dua kata. Abstrak merupakan
kondensasi singkat dari isi karangan yang dapat memberikan informasi mengenai isi keseluruhan
karangan. dengan membaca abstrak/ringkasan, pembaca akan mendapatkan gambaran umum
mengenai hasil-hasil dan kesimpulan penelitian. Oleh karena itu abstrak/ringkasan harus ditulis
secara ringkas meskipun tidak memakai bahasa telegram, yang mengorbankan kejelasan demi
singkatnya.

Abstrak ditempatkan di bagian awal artikel dan biasanya merupakan bagian yang pertama
kali akan dicari oleh pembaca setelah ia tertarik dengan judul . Abstrak selain untuk memberikan
gambaran umum karangan, juga dimaksudkan untuk dapat mengesankan pembaca. Meskipun
bervariasi, kisaran umum jumlah kata dalam abstrak adalah 200-400 kata.

D. PENDAHULUAN

Pendahuluan merupakan bagian penting untuk memberikan gambaran yang ringkas tetapi
jelas mengenai masalah dan menghadapkan pembaca pada beberapa pustaka yang relevan. Isi
pendahuluan diharapkan mampu secara mulus dan tepat menuntun pembaca menuju kepada
pemikiran logis yang berakhir pada pernyataan mengenai penelitian yang dilakukan dan hasil-
hasil yang diharapkan. Apabila pendahuluan telah berfungsi sebagaimana mestinya, pembaca
tidak akan menjadi penerima yang pasif tetapi sebaliknya akan menjadi pencari informasi yang
penuh semangat dan kreatif. Pendahuluan disusun mulai dari hal-hal yang bersifat umum ke
khusus, dan diringkas sedemikian rupa; tidak perlu menggunakan item-item tertentu. Pada
paragraf akhir pendahuluan harus ada pernyataan mengenai tujuan dan hipotesis penelitian.
Paragraf akhir ini dapat berperan sebagai penyambung yang baik ke bagian berikutnya, yaitu
metode.

E. BAHAN DAN METODE

Pada berbagai jurnal ilmiah, bahan dan metode tidak ditulis secara terpisah: paragraph
pertama untuk penjabaran bahan, dan metode dijabarkan pada paragraf setelahnya. Bahan
penelitian harus disebutkan identitas dan statusnya secara lengkap (jumlah, asal, waktu
pengambilan, kriteria, dan lain-lain). Jika bahan yang digunakan banyak, maka disarankan
indentitas dan statusnya ditampilkan ke dalam tabel. Bila penelitian menggunakan subyek
manusia, maka harus disebutkan apa alasan/kriteria seleksi dan apakah perlu persetujuan
lisan/tertulis dari instansi tertentu. Metode ditulis secara lengkap agar peneliti lain dapat
menggunakannya. Tahap-tahap penelitian ditulis secara naratif, tidak berupa daftar instruksi
seperti pada resep membuat masakan. Jadi, metode yang kita tulis sangat berbeda dengan yang
kita tulis pada, misalnya, tesis. Kita harus beranggapan bahwa peneliti lain memiliki
pengetahuan dan keterampilan yang sama.

Pembahasan
a) Bagian ini adalah bagian terpenting dari keseluruhan isi artikel ilmiah. Tujuan
pembahasan adalah:
1. menjawab masalah penelitian atau menunjukan bagaimana tujuan penelitian itu
dicapai;
2. menafsirkan temuan-temuan;
3. mengintegrasikan temuan penelitian ke dalam kumpuluan pengetahuan yang telah
mapan; dan
4. menyusun teori baru atau memodifikasi teori yang ada.
b) Dalam menjawab masalah penelitian atau tujuan penelitian harus disimpulkan hasil-hasil
penelitian secara eksplisit. Misalnya dinyatakan bahwa penelitian ditujukan untuk
mengetahui pertumbuhan kognitif anak sampai umur lima tahun, maka dalam bagian
pembahasan haruslah diuraikan pertumbuhan kognitif anak itu sesuai dengan penelitian
c) Penafsiran terhadap temuan dilakukan dengan menggunakan logika dan teori-teori yang
ada. Misalnya ditemukan adanya korelasi antara kematangan berpikir dengan lingkungan
anak. Hal ini dapat ditafsirkan bahwa lingkungan dapat memberikan masukan untuk
mematangkan proses kognitif anak
d) Temuan diintegrasikan kedalam kumpulan pengetahuan yang sudah ada dengan jalan
membandingkan temuan itu dengan temuan penelitian sebelumnya, atau dengan teori
yang ada, atau dengan kenyataan dilapangan. Pembandingan harus disertai rujukan
e) Jika penelitian ini menelaah teori (penelitian dasar), teori yang lama bisa dikonfirmasi
atau ditolak, sebagian atau seluruhnya. Penolakan sebagian dari teori haruslah disertai
dengan modifikasi teori, dan penolakan terhadap seluruh teori harusla disertai dengan
rumusan teori baru.
f) Jangan mengulang menulis angka-angka yang telah tercantum dalam tabel di dalam teks
pembahasan. Jika akan menekankan hasil yang diperoleh sebaiknya sajikan dalam bentuk
lain, misalnya skor rata-rata, persentase, atau selisih. Untuk menunjukkan angka yang
dimaksud, rujuk saja tabel yang memuat angka tersebut.
g) Pada umumnya jurnal internasional tidak menginginkan bahasa statistik (seperti:
significantly different, treatment, dll) ditulis dalam pembahasan. Hindari copy dan paste
tabel hasil analisis statistik langsung dari software pengolah data statistik.
h) Untuk penelitian kualitatif, bagian ini dapat pula memuat ide-ide peneliti, keterkaitan
antara katagori-katagori dan dimensi-dimensi serta posisi temuan atau penelitian
terhadap temuan dan teori sebelumnya

Ucapan Terimakasih (Acknowledgement)


Ucapan terima kasih dibuat secara ringkas sebagai ungkapan rasa terima kasih penulis
kepada tim promotor/tim pembimbing, dan pihak pihak yang telah membantu dalam penelitian
serta pemberi dana.
Daftar Pustaka (References)
Bahan rujukan (referensi) yang dimasukkan dalam daftar pustaka hanya yang benar-
benar disebutkan dalam naskah artikel. Penulisan daftar rujukan secara lengkap dilakukan pada
halaman baru. Agar penulisan daftar pustaka lengkap, maka daftar dibuat sebagai tahap penulisan
paling akhir. Naskah dibaca dari awal sampai akhir, lalu ditulis dalam daftar semua referensi
yang ada dalam naskah dan daftar . Bahan rujukan berbahasa asing ditulis sesuai dengan
aslinya. Penggunaan et at, dalam bahan rujukan hanya digunakan jika jumlah penulis terdiri
lebih dari 6 orang.
Penulisan daftar pustaka masing-masing bidang ilmu mengikuti pedoman yang
dikeluarkan oleh organisasi intemasional yang menerbitkan publikasi berkala Dalam sistem
penulisan nama dipergunakan sistem penulisan nama penulis secara intemasional (yaitu, nama
keluarga sebagai entry). Apabila nama keluarga penulis tidak jelas, maka dituliskan nama penulis
secara lengkap.

TAHAPAN MENYUSUN KARYA TULIS ILMIAH

Karya tulis ilmiah ditulis melalui beberapa tahapan yang akan mendukung kelancaran dan
fokus kegiatan menulis. Tahapan tersebut adalah :
Pra-penulisan
Penulisan
Revisi
Editing
Publikasi

I. PRA-PENULISAN

Keberhasilan proses penulisan artikel ilmiah tergantung dari persiapan yang dilakukan penulis
sebelum benar-benar menulis artikel. Tahapan persiapan atau yang biasa disebut tahapan pra-
penulisan adalah sebagai berikut:
Membiasakan membaca jurnal yang berisi artikel ilmiah agar dapat mengenali
gaya penulisan maupun bagaimana ide dituliskan dalam alur yang logis dan sistematis.
Terbiasa membaca jurnal juga bermanfaat untuk menggali ide dan memperdalam
pengetahuan keilmuan.

Menentukan ide atau tema

Ide atau tema dapat diperoleh dari:

Bidang ilmu yang dikuasai (banyak mengikuti perkembangannya dan


memahami dinamikanya).
Ketertarikan sehingga ada keinginan untuk menuangkannya,
memperkuat melalui mencari sumber pustakanya, dan berniat untuk
menyebarluaskan ketertarikan tersebut.
Diskusi dengan teman sejawat mengenai masalah-masalah terkait profesi.
Forum diskusi ilmiah yang iikuti, sehingga ingin mengembangkan tema diskusi
dalam ide yang lebih spesifik dan kontekstual.
Dinamika pekerjaan yang dihadapi, masalah dan pengalaman untuk
menciptakan solusi, serta kejadian-kejadian penting lain.
Buku, jurnal, laporan penelitian, surat kabar, informasi dalam internet, dan majalah
atau tabloid.
Mengumpulkan referensi atau rujukan yang diperlukan sesuai tema yang akan ditulis.
Referensi sebagai acuan diutamakan sumber pertama, bersifat ilmiah (jurnal hasil
penelitian, buku teks, buku ilmiah lain). Apabila didapat dari internet harus dipastikan
penulisnya, tanggal penulisan, tanggal pengunduhan, dan keterpercayaannya (tidak
disarankan mengambil opini bebas yang biasa ditulis oleh seseorang dalam blog pribadi
dan tidak disarankan mengambil rujukan utama dari ensiklopedia semisal wikipedia).
Membaca dan menetapkan referensi utama dan referensi pendukung.
Membaca referensi juga berfungsi untuk memperdalam pembahasan.

Mengetahui gaya selingkung penerbit artikel yang ditulis.


Membuat draft atau alur berpikir tulisan.

II. PENULISAN

Pada tahap penulisan, kegiatan yang dilakukan adalah menuangkan ide yang
disertai dengan referensi atau rujukan dalam tulisan. Pertama kali ide ditulis secara bebas
dan eksploratif (memaparkan dugaan-dugaan atau temuan-temuan) sesuai dengan apa yang
dipikirkan. Pada tahap ini ide ditulis sebebasnya dan tidak perlu memikirkan tata bahasa
atau tatanan logis ide.

III. REVISI

Kegiatan yang dilakukan pada tahap revisi adalah membaca kembali tulisan yang bersifat
eksploratif yang disusun pada tahap penulisan, kemudian merevisi hasil tulisan tersebut sesuai
batasan tema dan gaya selingkungnya.
Pada tahap revisi dapat terjadi beberapa kemungkinan penyikapan tulisan, yakni:
a. Diubah atau diperbaiki, apabila ada unsur-unsur tulisan yang melenceng dari
tema, tidak sesuai dengan pokok bahasan, salah, atau kurang dapat
dipertanggungjawabkan dalam logika berpikir maupun sumber rujukan.
b. Dipindah, apabila ada pokok pikiran yang tidak runtut, pikiran penjelas yang
penempatannya tidak tepat atau terbolak-balik, dan sebagainya.
c. Ditambah dan diperkaya, apabila ide sangat memungkinkan untuk
dijelaskan lebih jauh dengan dukungan referensi, fakta, atau ide yang sesuai.

IV. EDITING

Pada tahap editing dilakukan kegiatan membaca kembali hasil tulisan yang telah disusun
pada tahap revisi dan memperbaiki teknis penulisan. Pada tahap editing juga memungkinkan
adanya perbaikan, pengurangan, penambahan, atau penggantian tulisan.

V. PUBLIKASI
Pada tahap publikasi, penulis menyampaikan artikel yang telah jadi pada khalayak
(diseminasi). Diseminasi ini dapat dilakukan dengan mengirim tulisan ke redaksi jurnal ilmiah
selingkung dan dengan menyampaikan pada forum ilmiah, seperti seminar.

TUGAS

PENUISAN KARYA ILMIAH

MENULIS ARTIKEL JURNAL ILMIAH