Anda di halaman 1dari 4

Review Jurnal Keamanan Non Tradisional

Arif Ramdhan_1516071077

Jurnal Utama

1. Roland Paris-Human Security: Paradigm Shift or Hot Air

Jurnal Pembanding

1. Human Security East vs West


2. Human Security and Interest of States

A. Latar Belakang

Hal yang pertama harus diketahui sebelum membahas mengenai human security harus
memahami mengenai konsep dari keamanan. Keamanan pada dasarnya dapat diartikan sebagai
suatu hal yang berbicara mengenai konflik antar negara, ancaman dari eksternal. Namun
perkembangan dunia internasional semakin cepat, dengan begitu konflik dan fenomena yang
terdapat dalam masyarakat juga semakin mengalami pergeseran. Keamanan tradisional dan
keamanan non tradisional merupakan salah satu bentuk konsep yang tesedia ketika kita berbicara
mengenai keamanan. Konsep keamanan tradisional sendiri diasumsikan mengalami dinamika
pergeseran ke arah yang lebih kompleks yakni keamanan non-tradisional. Karena kondisi dari dunia
internasional semakin kompleks, sebelum perang dingin fenomena yang terjadi hanya sekedar
perang dan damai serta berhubungan dengan aspek militer. Namun pasca perang dunia fenomena
serta problematika yang terjadi didunia internasional berkembang.

Pergeseran konsep keamanan non-tradisional terbesar terjadi setelah perang dingin. Apabila
didalam keamanan tradisional menganggap bahwa ancaman berasal dari luar dan bersifat militer,
sedangkan didalam keamanan non-tradisional menganggap bahwa ancaman bisa berasal dari
lingkungan domestik atau internal negara maupun internasional dan bersifat lebih kompleks karena
menyangkut aspek-aspek ekonomi, budaya, politik. Berdasarkan dinamika dunia internasional yang
terjadi perlu dipahami bahwa konsep keamanan humanis(human security) harus diperhatikan.
Karena human security menjadi hal yang penting dan harus menjadi fokus perhatian pemerintahan
dunia. Gagasan mengenai human security muncul sejak tahun 1990-an dan diprakarsai oleh Kanada
untuk mempromosikan human security. Menurut report UNDP (United Nation Development
Programme) menyatakan bahwa human security freedom from fear dan freedom from want.
Jepang juga merupakan salah satu negara yang menerapkan konsep human security didalam
kebijakan luar negerinya1

B. Rumusan Masalah
a. Apakah yang dimaksud dengan konsep human security?
b. Bagaimana dinamika konsep human security ?
c. Siapa saja aktor yang berperan didalam human security ?
C. Resume Jurnal
1. Roland Paris- Human Security: Paradigm Shift or Hot Air

Human security merupakan bagian dari pengembangan neologism. Namun selain human
security terdapat hal lainnya yaitu common security, global security, coorperative security, and
comprehensive security. Dengan kemunculan hal tersebut menginisiasikan pembuat kebijakan
berfikir mengenai keamanan internasional dan tidak hanya sekedar keamanan wilayah masing-
masing negara namun lebih kepada kepentingan internasional. Terdapat ragam definisi dari human
security tetapi secara umum mengaksentuasikan kesejahteraan masyarakat umum. Ditengah-tengah
fenomena manuver human security yang dilakukan oleh sebagian besar negara, pemerintah Kanada
dan Norwegia lah yang telah terlebih dahulu mengambil langkah untuk membangun jaringan human
security terhadap negara-negara dan NGOs2

Tidak ada definisi yang pasti mengenai human security namun konsep ini sama halnya seperti
pembangunan berkelanjutan. Komunike utama tentang human security dikeluarkan oleh UNDP
(United Nation Develpoment Programme) tahun 1994 melalui human development report. Dalam
laporan tersebut keamanan diartikan secara sederhana yaitu perlindungan terhadap kepentingan
nasional, kondisi keamanan suatu daerah dari agresi pihak luar, dan keamanan global atas ancaman
nuklir. Dengan definisi seperti itu menuai kritik oleh masyarakat yang mencari legitimasi terhadap
keamanan dalam kehidupan sehari-hari. Tetapi setelah hal itu terjadi muncul konsep baru keamanan
yakni human security, konsep ini membagi human security kedalam dua aspek. Aspek pertama aman
dari ancaman serius seperti kelaparan, penyakit, penindasan, kemudian aspek kedua perlindungan

1
S.Tadjbaksh dan A. M. Chenoy (2007),. Human Security Concepts and Implications, New York ,
Routledge. p.
2
Jurnal Roland Paris- Human Security: Paradigm Shift or Hot Air p.1
terhadap gangguan secara tiba-tiba dan pola kehidupan baik dalam komunitas maupun lingkungan.
Hal-hal yang mengganggu kenyamanan manusia bisa dianggap sebagai ancaman.

Perbedaan masalah yang terjadi pada pembuat kebijakan dan ilmuwan mencoba menerapkan
definisi keamanan manusia ke dalam implementasi, tetapi saling memiliki keterkaitan. Para pembuat
kebijakan menghadapi tantangan untuk berfokus hal-hal spesifik berkaitan dengan isu-isu politik.
Akibat dari tidak adanya kepastian mengenai konsep huma security perlu dilakukan mendefinisikan
kembali mengenai konsep secara sempit dan tepat, sehingga akan mempermudah pembuat
kebijakan

2. Human Security East vs West

Salah satu bentuk keamanan yang ada didunia internasional adalah human security. Dan memiliki
fungsi guna melindungi inti vital kehidupan manusia dengan cara memberikan kebebasan serta
pemenuhan kebutuhan manusia 3. Dengan ini mengindikasikan bahwa konsep ini memberikan
perlindungan terhadap kebebasan inti kehidupan, tumbuh dan berkembang, beragama, berserikat,
menyampaikan aspirasi, hak-hak asasi lainnya. Human security memberikan penekanan pada aspek
fundamental HAM karena hal ini berasal ketika manusia merasa nyaman untuk hidup, maka dari itu
manusia menuntut untuk mendapatkan hal tersebut. Sehingga bisa membangun kekuatan sosial,
politik, ekonomi, lingkungan, militer, budaya

Human Security adalah salah satu bentuk dari keamanan yang ada di dunia internasional,
human security ini sendiri memiliki fungsi untuk melindungi inti vital kehidupan manusia dengan cara
meningkatkan kebebasan dan pemenuhan kebutuhan manusia4. Hal ini berarti adanya perlindungan
terhadap kebebasan yang merupakan inti kehidupan, dimana setiap manusia bebas untuk hidup,
tumbuh dan berkembang, beragama, berserikat, beraspirasi dan hak-hak asasi lainnya seperti yang
tertulis dalam Declaration of Human Right. Dan tentu saja keamanan manusia ditekankan disini,
karena segala aspek fundamental hak asasi manusia bermula dari saat manusia merasa nyaman
untuk hidup, maka dari itu manusia harus memiliki perlindungan agar bebas dari semua ancaman
agar dapat membangun kekuatan sosial, politik, ekonomi, lingkungan, militer budaya untuk
mempertahankan keberlangsungan hidup mereka sehari-hari. Amitav Acharya merupakan salah satu
tokoh yang memfokuskan penelitian terhadap human security namun lebih kepada regional barat

3
From the Human Security Handbook currently being developed by the HSU under the guidance of Dr.
Shahrbanou Tadjbakhsh, Sciences Po, and in close collaboration with Ms. Hitomi Kubo and Ms. Elianna Konialis
at the Masters of Public Affairs, Sciences Po, France.
atau timur. Keamanan manusikan dihadirkan karena alternatif yang berguna untuk meminimalisir
konflik dan kekerasan pada manusia5. Dan dianggap sebagai promotor penyeimbang ketidakstabilan
globalisasi suatu negara. Tetapi adanya fenomena perbedaan antara bangsa barat dan timur menjadi
perbedaan latar belakang historis. Bagi penganut human security barat dan timur saling

3. Human Security and Interest of States

Perspektif neo-realis yang berasal dari studi ilmu hubungan internasional dapat dijadikan sebagai
alat promosi konsep human security. Di dalam tradisi analisis ini, norma atau ide dimengerti sebagai
ideologi semata yang menjadi topeng, menutupi dan memajukan kepentingan negara yang
beriorientasi pada power. Dukungan Norwegia untuk human security dapat dijelaskan dengan
perspektif ini. Konsep ini memberikan nilai progresif dan menjadi bagian integral kebijakan identitas
kebijakan luar negeri kedua negara. Pendekatan yang berbasi interest merupakan cara untuk
menjelaskan mengapa negara-negara norwegia kanada mempromosikan konsep human security. Hal
ini juga berdampak pada ide-ide yang bersifat humaniter menjadi sumber normatif bagi negara dan
NGOs menyelessaikan tanggung jawab internasional.

D. Analisa dan Kesimpulan

Ketika melihat dari ketiga jurnal diatas maka pada hakikatnya menekankan pada definisi human
security namun jurnal utama lebih menitikberatkan dan fokus kepada parafigma dan konsep human
security . Dan menyatakan bahwa negara Norwegia dan Kanada sebagai promotor human security,
membagi konsep ini kedalam dua aspek utama. Yang terakhir berbicara mengenai ilmuwan dan
pengambil kebijakan dalam menerapkan human security. Dan pada jurnal kedua bebricara mengenai
perbandingan human security di barat maupun ditimur. Pada jurnal ketiga berbicara mengenai
perspektif neo-realis dalam menganalisa human security dan membahas mengenai kepentingan
negara-negara dalam menerapkan human security

5
Jurnal Human Security East vs West