Anda di halaman 1dari 11

KATA PENGANTAR

Bismillahhirrahmanirrahim
Assalamualaikum Warrahmatulahi Wabarakatuh
Puji syukur hamba panjatkan kepada Allah SWT yang bisa membuat saya
menyelesaikan Laporan ini yang berjudul Rencana Produksi Atau saya selalu
berterimakasih juga kepada Nabi kita Muhammad SAW karena telah membawa
saya ke jalan yang benar .Atau Saya juga sangat berterimakasih sekali kepada
Asisten laboratorium Perencanaan Atau simulasi tambang Dalam praktikum
Perencanaan Atau Simulasi Tambang karena telah membimbing kami Atau
mengajarkan kami . Sampai kami jadi tahu tentang persoalan bagaimana Laporan
Awal ini.
Wassalamualaikum Warrahmatulahi Wabarakaatuh

Bandung, Desember 2017

Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................ i


DAFTAR ISI ........................................................................................................ ii
BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang ............................................................................... 1
1.2 Maksud Atau Tujuan...................................................................... 2
1.2.1 Maksud .............................................................................. 2
1.2.2 Tujuan ................................................................................ 2
BAB II LANDASAN TEORI ................................................................................. 3
2.1 Pentahapan Penambangan (Sequence) ....................................... 3
2.2 Penentuan Batas dari Pit .............................................................. 4
2.3 Penjadwalan Produksi Tahunan ................................................... 4
2.4 Pemilihan Alat Penambangan ....................................................... 5
2.5 Perhitungan Ongkos-ongkos Operasi Atau Capital ...................... 5
BAB III KESIMPULAN ........................................................................................ 7
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Perencanaan tambang bisa dikatakan sebagai kegiatan tahapan yang
akan dilakukan untuk memenuhi kegiatan produksi penambangan. Kegiatan ini
dilakukan dari sebelum penambangan hingga sampai selesai penambangan.
Pada dasarnya fungsi dari pembuatan perencanaan tambang Ialah untuk
menghindari kesalahan fatal yang dibuat, Atau untuk lebih efisien Atau juga efektif
dalam melakukan kegiatan penambangan dengan nilai kegiatan uang ekonomis
tetapi menghasilkan sesuatu yang bernilai tinggi.
Dalam kegiatan merencanakan suatu tambang, tidak akan terlepas dari
rencana produksi. Bahkan dapat dikatakan, inti dari perencanaan tambang Ialah
perencanaan produksi. Prinsip rencana produksi Ialah menggunakan ongkos
produksi yang serendah-rendahnya untuk menghasilkan untung yang sebesar-
besarnya.
Dalam melakukan rencana produksi ini banyak sekali yang harus
dipersiapkan karena akan berhubungan dengan kegiatan penambangan yang
menjadi target suatu perusahaan. Rencana produksi mencakup rencana
penggunaan alat, rencana penambangan, Atau lain-lainnya. Untuk melakukan
suatu rencana produksi perlu diketahui terlebih dahulu caAtau gan yang akan
ditambang, sehingga dapat diketahui alat yang harus digunakan utnuk mencapai
target produksinya, sehingga dapat pula dihitung berapa umur tambangnya.
Berdasarkan penjelasan di atas maka disusunlah laporan ini yang di
dalamnya menjelaskan mengenai rencana produksi penambangan, aspek yang
perlu diperhatikan pada penentuan kemajuan tambang, serta menjelaskan pula
mengenai alat-alat mekanis yang tepat digunakan sesuai dengan rencana
produksi sebuah perusahaan baik harian, bulanan ataupun tahunan.

1
1.2 Maksud Atau Tujuan
1.2.1 Maksud
Maksud dari pembuatan dari laporan Praktikum Perencanaan Tambang ini
Ialah mengetahui, mengerti, Atau memahami tentang perencanaan suatu
kemajuan tambang.
1.2.2 Tujuan
Tujuan dibuatnya laporan ini antara lain :
1. Mengetahui tentang rencana penjadwalan penambangan,
2. Mengetahui aspek yang mempengaruhi penentuan kemajuan tambang,
3. Mengetahui pemilihan jenis alat yang digunakan sesuai dengan target
produksi,
4. Menginformasikan secara teoritis mengenai rencana produksi kegiatan
penambangan.

2
BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Pentahapan Penambangan (Sequence)


Merancang bentuk-bentuk penambangan (mineable geometries) untuk
menambang habis caAtau gan bijih tersebut mulai dari titik masuk awal hingga ke
batas akhir dari pit. Perancangan pushback atau tahap-tahap penambangan ini
membagi ultimate pit menjadi unit-unit perencanaan yang lebih kecil Atau lebih
mudah dikelola. Hal ini akan membuat masalah perancangan tambang tiga
dimensi yang kompleks menjadi lebih sederhana.
Pada tahap ini elemen waktu sudah mulai dimasukkan ke dalam rancangan
penambangan karena urut-urutan penambangan pushback telah mulai
dipertimbangkan.
Rencana produksi Ialah kegiatan yang dilakukan untuk merencanakan
produksi pada suatu tambang dengan perhitungan caAtau gan tertambang yang
dibuat dalam periode waktu, baik harian, bulanan, maupun tahunan.
Dua aspek penting dalam pekerjaan perencanaan tambang Ialah
perancangan pit atau penentuan batas akhir penambangan, serta pentahapan
Atau penjadwalan produksi hingga ke perencanaan tahunan Atau bulanan.
Masukan yang diperlukan dalam perancangan pit limit Ialah aspek tekno-
ekonomik seperti kemiringan lereng tunggal Atau lereng keseluruhan, ongkos-
ongkos penambangan, pengolahan, pemurnian G&A (overhead), factor-faktor
perolehan (recovery), serta harga komoditas.
Keluaran yang dihasilkan Ialah jumlah caAtau gan serta distribusi ton Atau
kadarnya, yang harus direncanakan tingkat produksi serta tahap-tahap
penambangannya. Tingkat produksi ore Atau waste yang direncanakan akan
menentukan jumlah peralatan Atau tenaga kerja yang dibutuhkan. Tingkat
produksi, pentahapan penambangan (pushback) Atau penjadwalan produksi yang
optimum ditunjukkan untuk memaksimalkan beberapa kriteria finansial seperti
NPV atau ROI.

3
4

Masalah perencanaan tambang Ialah masalah yang kompleks karena


Ialah problem geometrik tiga dimensi yang selalu berubah dengan waktu.
Geometri tambang bukan satu-satunya parameter yang berubah dengan waktu.
Parameter-parameter ekonomi penting yang lain pun sering Ialah fungsi waktu
pula.

2.2 Penentuan Batas dari Pit


Menentukan batas akhir dari kegiatan penambangan (ultimate pit limit)
untuk suatu cebakan bijih. Ini berarti menentukan berapa besar caAtau gan bijih
yang akan ditambang (tonase Atau kadarnya) yang akan memaksimalkan nilai
bersih total dari cebakan bijih tersebut. Dalam penentuan batas akhir dari pit, nilai
waktu dari uang belum diperhitungkan.

2.3 Penjadwalan Produksi Tahunan


Menambang bijih Atau lapisan penutupnya (waste), jenjang demi jenjang
mengikuti urutan pushback, dengan menggunakan tabulasi tonase Atau kadar
untuk tiap pushback yang diperoleh dari tahap penambangan. Pengaruh dari
berbagai kadar batas (cut off grade) Atau berbagai tingkat produksi bijih Atau
waste dievaluasi dengan menggunakan kriteria nilai waktu dari uang, misalnya net
present value. Hasilnya akan dipakai untuk menentukan sasaran jadwal produksi
yang akan memberikan tingkat produksi Atau strategi kadar batas yang terbaik.
Dengan menggunakan sasaran jadwal produksi yang dihasilkan, gambar
atau peta-peta rencana penambangan dibuat untuk setiap periode waktu
(biasanya per tahun). Peta-peta ini menunjukkan dari bagian mana di dalam
tambang datangnya bijih Atau waste untuk tahun tersebut. Rencana
penambangan tahunan ini sudah cukup rinci, di dalamnya sudah termasuk pula
jalan angkut Atau ruang kerja alat, sedemikian rupa sehingga Ialah bentuk yang
dapat ditambang. Peta rencana pembuangan lapisan penutup (waste dump)
dibuat pula untuk periode waktu yang sama sehingga gambaran keseluruhan dari
kegiatan penambangan dapat terlihat.
5

2.4 Pemilihan Alat Penambangan


Berdasarkan peta-peta rencana penambangan Atau penimbunan lapisan
penutup dapat dibuat profil jalan angkut untuk setiap periode waktu. Dengan
mengukur profil jalan angkut ini, kebutuhan armada alat angkut Atau alat muatnya
dapat dihitung untuk setiap periode (setiap tahun). Jumlah alat bor untuk
peledakan serta alat-alat bantu lainnya (dozer, grader, dll.) dihitung pula.
Dasar pertimbangan dalam pemilihan jenis peralatan Ialah tingkat produksi
batubara Atau jumlah tanah penutup, jarak angkut, Atau kapasitas peralatan yang
akan digunakan sehingga peralatan tambang tersebut dapat digunakan dalam
kegiatan penambangan di daerah tersebut. Disamping itu perlu dikaji pula,
karakteristik lapisan batubara Atau lapisan penutup (overburden Atau
interburden) serta pertimbangan dari aspek teknis maupun ekonomisnya.
Beberapa hal yang dipertimbangkan dalam pemilihan spesifikasi teknis
peralatan Ialah karakteristik lapisan batubara Atau lapisan penutup (OB/IB) serta
aspek teknis Atau ekonomis. Dukungan teknis yang mencakup pelayanan purna
jual (after sales service) dari perusahaan yang menyediakan peralatan.

2.5 Perhitungan Ongkos-ongkos Operasi Atau Capital


Dengan menggunakan tingkat produksi untuk peralatan yang dipilih, dapat
dihitung jumlah gilir kerja (operating shift) yang diperlukan untuk mencapai sasaran
produksi. Jumlah Atau jadwal kerja dari personil yang dibutuhkan untuk operasi,
perawatan Atau pengawasan.
Perhitungan jumlah peralatan yang digunakan dalam operasi
penambangan, mempertimbangkan beberapa hal seperti rencana produksi
batubara per tahun, jenis peralatan yang tersedia, jarak, jam kerja per tahun, Atau
efesiensi kerja.
Beberapa faktor yang harus dipertimbangkan di dalam memilih alat berat
antara lain:
1. Jenis material, digolongkan ke dalam material lepas, seAtau g Atau
kompak,
2. Altitude, mempengaruhi terhadap kerja mesin, karena semakin tinggi
altitude tekanan udara semakain berkuran. Dari pengalaman diketahui
tenaga mesin diesel akan kerkuran 3% setiap kenaikan 1000 feet, yang
6

menyebabkan penurunan volume produksi/jam Atau akan menambah


ongkos gali per satuan volume,
3. Kapasitas, berkaitan dengan jumlah alat yang akan digunakan untuk
memenuhi target produksi. Semakin besar kapasitas alat, semakin sedikit
jumlah alat yang dibutuhkan untuk mengejar target,
4. Sistem penambangan, pada operasi tambang bawah tanah digunakan
peralatan yang lebih kecil daripada tambang terbuka,
5. MeAtau kerja, kaAtau g sulit dijamah oleh alaat angkut daan muat
konvensional, tetapi lebih ekonomis digunakan cara lain, misalnya lori
gantung, pipa lumpur, belt conveyor, dll,
6. Ketersediaan Atau a, biasanya cenderung mengurangi target produksi.
Namun persediaan Atau a ini bisa diatasi dengan mempetimbangkan
pinjaman dari bank dibandingkan dengan keuntungan yang bakal diraih,
7. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut di atass, dihaarapkan
dapat memilih alat berat yang sesuai baik ditinjau dari aspek teknis maupun
ekonomisnya.
Untuk melakukan perhitungan jumlah alat penggalian, pemuatan Atau
pengangkutan batubara yang digunakan pada operasi penambangan, maka
dilakukan pendekatan sebagai berikut :
1. Siklus pengangkutan batubara dengan dump truck harus selaras dengan
siklus penggalian Atau pemuatan batubara dengan excavator.
2. Spesifikasi teknis alat gali muat Atau alat angkut yang digunakan dalam
pengangkutan Ialah kombinasi antara PC 300 dengan Dump Truck
HINO20T kapasitas 20 ton.
BAB III
KESIMPULAN

Berdasarkan pembahasan pada bab sebelumnya mengenai rencana


penjadwalan tambang Atau kemajuan tambang dapat disimpulkan bahwa rencana
penambangan Ialah kegiatan yang dilakukan untuk merencanakan produksi pada
suatu tambang dengan perhitungan caAtau gan tertambang yang dibuat dalam
periode waktu, baik harian, bulanan, maupun tahunan.
Faktor yang mempengaruhi dalam merencanakan suatu produksi terbagi
menjadi dua, Ialah aspek teknik Atau aspek ekonomi. Aspek teknis meliputi faktor
yang lebih mempertimbangan teknis penambangan, seperti geometri jalan,
kemampuan alat mekanis, Atau lain sebagainya. SeAtau gkan untuk aspek
ekonomis lebih seperti nilai jual dari bahan galian Atau kemampuan keuangan
perusahaan tersebut.
Dalam memilih alat yang akan digunakan pada kegiatan penambangan
harus disesuaikan dengan kebutuhan produksi harian yang ingin dicapai. Target
produksi ini kemudian dibandingkan dengan kemampuan dari alat tersebut.
Setelah itu barulah dilakukan perhitungan jumlah alat yang dibutuhkan sesuai
spesifikasi alat, tipe maupun jenis alat tersebut.

7
DAFTAR PUSTAKA

1. Arif, Irwandy., 2002, dalam Buku Ajar Perencanaan Tambang, ITB.


Perencanaan Tambang-Penjadwalan Penambangan. Bandung.
Dikutip dari E-book, diakses pada tanggal 14 Desember 2017 pukul
14.45 WIB
2. L.A. Ayres de Silva,A.P. Chaves,W.T. Hennies. 1996, terjemahan dari Buku
Mine Planning and Equipment Selection. Dikutip dari E-book,
diakses pada tanggal 14 Desember 2017 pukul 01.34 WIB
3. Sucofindo, 2012. Pelatihan Perencanaan Tambang. Dikutip dari
Powerpoint PT Sucofindo pada tanggal 14 Desember 2014 pukul
20.37 WIB
Lampiran