Anda di halaman 1dari 5

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

RMK SAP 6

SISTEM PENGOLAHAN DATA SECARA ELEKTRONIK

Dosen Pengampu: Prof. Dr. I Ketut Yadnyana, S.E., Ak., M.Si

OLEH:

Kelompok 13

1. I Gede Eka Kurniawan (04/1506305008)


2. I Gede Alit Putra (12/1506305048)
3. Made Dika Diatmika (28/1506305108)

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS UDAYANA

DENPASAR

2017
1. SISTEM INPUT
1.1 Sistem Input Berbasis Kertas
Input ke dalam sistem akuntansi di sebagian sistem akuntansi didasarkan pada dokumen
sumber yang diisi secara manual dengan tulisan tangan. Dokumen tersebut dikumpulkan dan
dikirim ke operasi computer untuk dicek apakah ada kesalahan dan untuk diproses.
1.1.1 Persiapan dan Pengisian Dokumen Sumber
Dokumen sumber seperti order penjualan disiapkan secara manual. Kesalahan yang
mungkin terjadi pada tahap ini diminimalkan dengan merancang dokumen sumber yang baik
dan mudah dipahami.
1.1.2 Pengiriman Dokumen Sumber ke Bagian Pengolahan Data
Batch control total dan register data yang dikirimkan merupakan pengendalian dasar
atas transfer data antara departemen pengguna dengan departemen pengolahan data.
Penyerahan data input harus dilengkapi dengan formulir pengendalian dokumen input.
Data Entry. Menurut Notoatmojo (2002), data entry merupakan kegiatan memasukan
data, perhitungan data dan menyimpan data dengan komputer. Setelah dokumen sumber,
seperti faktur, diterima oleh Departemen Pengolahan Data, dokumen tersebut secara manual
diketikkan menggunakan terminal data atau PC dan kemudian disimpan di dalam disk.
Berikutnya, file input tersebut akan dicek.

1.2 Sistem Input Tanpa Kertas


Dalam sistem input tanpa kertas (paperless) atau sering disebut sistem input online,
transaksi direkam langsung ke dalam jaringan komputer dan kebutuhan untuk mengetikkan
dokumen sumber dieliminasi.
1.2.1 Sistem Input Tanpa Kertas yang Memerlukan Intervensi Manusia
Terdapat berbagai jenis sistem input tanpa kertas dimana pengguna memasukkan
transaksi langsung ke dalam komputer. Seperti contoh, sistem entry data manual online dan
sistem identifikasi otomatis seperti sistem point-of-sales (POS). Transaksi dalam sistem input
tanpa kertas yang melibatkan intervensi manusia biasanya diproses melalui dua fase yaitu:
1) Entri Data dan Editing Data
Program pengeditan data secara utuh pada sistem input tanpa kertas sering dijalankan
pada saat transaksi direkam ke dalam sistem. Sekali transaksi telah diterima oleh sistem,
maka transaksi akan diproses segera ataupuin pada suatu waktu tertentu.
2) Pengiriman Data ke Sistem Aplikasi Host

1
Dalam sistem tanpa kertas yang terpusat, transaksi biasanya diinputkan langsung ke
dalam komputer pusat melalui terminal data. Dalam sistem yang terdesentralisasi dan
terdistribusi, transaksi mungkin saja dimasukkan ke dalam salah satu komputer dan kemudian
segera ditransfer ke komputer lain untuk diproses.
1.2.2 Sistem Tanpa Kertas yang Tidak Memerlukan Intervensi Manusia
Salah satu aplikasi yang menggunakan teknologi ini adalah network vending mechine
(NVM) dan electronic data interchange (EDI). Dengan sistem NVM, pelanggan memasukkan
kartu kredit atau kartu ATM ke dalam pompa gas dan perusahaan kartu kredit dari pelanggan
tersebut akan ditagih secara elektronik.

2. SISTEM PEMROSESAN
2.1 Sistem Pemrosesan Berbasis-Kertas
Dalam sistem pemrosesan berorientasi-batch, transaksi direkam ke dalam komputer
secara per kelompok dan diproses secara periodik.
2.1.1 Pemrosesan Batch dengan Memperbarui File Berurutan
Pada pemrosesan ini mencakup beberapa tahap, yaitu : a) Mempersiapkan file
transaksi, b) Memperbarui master file, c) Memperbarui buku besar dan d) Memperbaharui
File Buku Besar, e) Membuat laporan buku besar.
2.1.2 Pemrosesan Batch dengan Memperbarui File Akses-Acak
Pembaruan dengan file akses-acak lebih sederhana dibandingkan pembaruan akses-
berurutan. Setiap record didalam file transaksi dibaca satu demi satu dan digunkaan untuk
memperbarui record terkait di dalam master file.
2.1.3 Ilustrasi Pemrosesan Batch dengan Memperbaharui File Akses-Acak
Sekelompok bukti pembayaran dari pelanggan dimasukkan melalui terminal data dan
diposting dengan pembaharuan file akses-acak langsung ke dalam file piutang dagang.

2.2 Sistem Pemrosesan Tanpa Kertas


Terdapat dua jenis sistem pemrosesan tanpa kertas diantaranya :
1) Pemrosesan Batch dalam Sistem Pemrosesan Tanpa Kertas, adalah sistem dengan
perbedaan utama yaitu ayat jurnal diganti dengan ekuivalen elektroniknya dan buku besar
diperbaharui secara otomatis.
2) Pemrosesan Real Time dalam Sistem Pemrosesan Tanpa Kertas, adalah sistem yang
memproses transaksi langsung setelah transaksi diinput ke dalam sistem dan dapat
langsung menghasilkan output.
2
2.3 Sistem Penjualan Real Time
Merupakan sistem yang menggunakan teknologi kontemporer untuk memaksimumkan
kinerja sistem. Order pembelian dibuat atas dasar tarikan.
1) Komponen Sistem Penjualan Real-Time
Ada tiga teknologi yang memungkinkan terlaksananya sistem penjualan real-time, yaitu:
a) Sistem POS UPC (uniform product code) bar code yang di-scan oleh teknologi POS
di kounter checkout suatu toko eceran merupakan titik awal dari serangkaian kejadian
yang akan berakhir pada saat item yang tepat dengan cepat kembali dimasukkan ke
dalam persediaan sehingga persediaan baru dapat dijual kembali.
b) Teknologi Bar-coding Identifikasi input penjualan secara otomatis merupakan satu hal
yang esensial bagi sistem real-time, barcode dapat dibaca oleh mesin dan teknologi
scanner menjadi komponen kritis dari sistem penjualan eceran yang real-time.
c) Sistem Pemesanan EDI
EDI merupakan pertukaran dokumen bisnis langsung dari komputer ke komputer
melalui jaringan komunikasi.
2) Pemrosesan Transaksi pada Sistem Penjualan Real-Time
Pemrosesan pesanan biasanya akan mencakup tujuh langkah, yaitu: (1) mengirim katalog
elektronik ke pelanggan, (2) memperkirakan pesanan penjualan pelanggan, (3) menerima dan
menerjemahkan pesanan yang diterima, (4) mengirim surat pemberitahuan bahwa pesanan
telah diterima, (5) mengirim informasi pesanan ke gudang atau ke proses produksi, (6)
membuat dan mengirim pemberitahuan bahwa barang telah dikirim, dan mengirim barang.
3) Pertimbangan Khusus Pengendalian Internal
Ada pengendalian internal tertentu yang terkait dengan sistem penjualan real-time.
Pertama, order pelanggan dapat diproses tanpa campur tangan dan otorisasi manusia. Kedua,
pemisahan tugas ala-tradisional benar-benar tidak dapat diterapkan. Terakhir, banyak
dokumen tradisional dieliminasi dalam sistem berbasis EDI.

3. SISTEM OUTPUT
Pengendalian output dirancang untuk mengecek apakah hasil proses merupakan output
yang valid dan output didistribusikan dengan benar. Distribusi output harus dikendalikan
untuk meminimalkan kemungkinan terjadinya akses illegal terhadap data rahasia. Distribusi
output dikendalikan melalui dokumentasi dan supervisi.

3
REFERENSI

Bodnar, George H., Hopwood, William S.,2006. Sistem Informasi Akuntansi Edisi 9.
Yogyakarta: Andi.

Leng, Pwee. Evaluasi Pilot Project Electronic Data Interchange (EDI) di Bidang
Kepabeanan (Studi Kasus pada Kantor Pelayanan Bea dan Cukai (KPBC) Tanjung
Perak Surabaya). Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan (Journal of Management
and Entrepreneurship) Universitas Kristen Petra. 9.1 (2007): pp-82.

Notoatmojo, Soekidjo. 2002. Metodologi Penelitian. Jakarta: Badan Penerbit Kesehaton


Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Utomo, Agus Prasetyo. 2006. Dampak Pemanfaatan Teknologi Informasi terhadap Proses
Auditing dan Pengendalian Internal. Jurnal Teknologi Informasi DINAMIK. Vol XI.
No 2.

Anda mungkin juga menyukai