Anda di halaman 1dari 16

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pemanfaatan teknologi informasi pada setiap kegiatan penyelenggaraan
pemerintahan dilaksanakan untuk menuju good governance. Konsep good governance
ini memerlukan sistem yang mampu mengakomodir kebutuhan pelayanan yang cepat,
tepat dan tidak berbelit-belit. Dengan penggunaan sistem informasi dimungkinkan
adanya otomatisasi pekerjaan dan fungsi pelayanan untuk mewujudkan pelayanan yang
baik termasuk otomatisasi dalam penanganan sistem kepegawaian.
Menurut Sutabri (2008), sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu
organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang
mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi
dari suatu organisasi untuk menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan laporan-
laporan yang diperlukan.
Kebutuhan informasi yang cepat dan akurat sangat diperlukan untuk mendukung
terlaksananya setiap fungsi dari unit organisasi. Menurut Gordon B. Davis (1999),
informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi
penerimanya dan bermanfaat dalam mengambil keputusan saat ini atau mendatang.
Untuk itu sebuah informasi dikatakan berkualitas jika data tersebut memiliki kriteria
sebagai berikut :
1. Relevan
2. Akurat
3. Lengkap
4. Tepat waktu
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian SIMPEG?
2. Apa tujuan dan sasaran SIMPEG?
3. Apa manfaat dan keunggulan SIMPEG?
4. Apa ancaman dan kelemahan SIMPEG?
5. Apa kelebihan dan kekurangan SIMPEG bagi organisasi public dan swasta?

1
BAB II
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN KEPEGAWAIAN


Perusahaan besar biasanya memiliki suatu bidang atau divisi yang menangani
banyak hal yang berkaitan dengan personil perusahaan, maka pada perusahaan milik
negara khususnya Indonesia istilah sistem informasi sumber daya manusia dikenal
dengan sebutan sistem informasi kepegawaian (SIMPEG). Sehingga dalam Keputusan
Menteri Dalam Negeri N0.17 tahun 2000 disebutkan bahwa:
Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG) merupakan suatu
totalitas terpadu yang terdiri dari perangkat pengolah meliputi pengumpul prosedur,
tenaga pengolah dan perangkat lunak, perangkat penyimpanan meliputi pusat data dan
bank data serta perangkat komunikasi yang saling berkaitan, saling ketergantungan dan
saling menentukan dalam rangka penyediaan informasi di bidang kepegawaian.
Selanjutnya Henry Simamora (2001 :90) mengemukakan bahwa: Sistem informasi
manajemen kepegawaian adalah prosedur sistematik untuk mengumpulkan,
menyimpan, memperthankan, menarik, dan memvalidasi data yang dibutuhkan oleh
sebuah organisasi tentang sumber daya manusia, aktivitas-aktivitas personalia,
karekteristik-karakteristik unit-unit organisasi.
Kegiatan yang berhubungan dengan sumber daya manusia yaitu Human
Resources Information System (HRIS) sebagai pendukung manajemen sumber daya
manusia. HRIS merupakan sebuah sistem yang digunakan untuk memperoleh (acquire),
menyimpan (store), memanipulasi (manipulate), menganalisis (analyze), mendapatkan
kembali (retrieve) dan mendistribusikan (distribute) information yang berhubungan
dengan sumber daya manusia untuk kepentingan organisasi.
Seperti dikemukakan oleh Raymond Mc Leod dan George Schell (2004:475)
berikutini:
Tiap perusahaan memiliki suatu sistem untuk mengumpulkan dan memelihara data yang
menjelaskan sumber daya manusia, mengubah data tersebut jadi informasi dan
melaporkan informasi itu kepada pemakai. Sistem ini dinamakan sistem informasi
sumber daya manusia (Human Resouces Management System), atau HRIS. Human
Resources Information System (HRIS) ini dalam bahasa Indonesia adalah sistem

2
informasi sumber daya manusia (SISDM) atau lebih dikenal dengan istilah sistem
informasi manajemen kepegawaian (SIMPEG) sistem informasi manajemen
kepegawaian (SIMPEG) yaitu berkenaan merancang format-format data kepegawaian
dan mengatur sistem pengumpulan, pengolahan, penyimpanan dan pelaporan informasi
kepegawaian yang terdiri dari: Data Pegawai, Data Jabatan, Data Pendidikan, Data
Keluarga dan lain-lain sehingga dapat dikelola informasi tentang kinerja pegawai,
perencanaan kebutuhan pegawai, pembinaan dan pengembangan karirnya,
kesejahteraan, serta pemberhentian atau pemensiunannya.
Pengertian sistem infromasi manajemen kepegawaian menurut Susanto
(2004:249) merupakan sistem informasi untuk mendukung kegiatan-kegiatan manajer
di fungsi sumber daya manusia.
Selanjutnya Azhar Susanto (2004:177) menyatakan bahwa: Sumber Daya
Manusia (SDM) merupakan sumber daya yang terlibat dalam pembuatan sistem
informasi, pengumpulan dan pengolahan data, pendistribusian dan pemanfaatan
informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi tersebut.
Hal ini senada dengan pendapat Jucius (Hasibuan, 2005:11-12)
Manajemen Peronalia adalah lapangan manajemen yang bertalian dengan perencanaan,
pengorganisasian, dan pengendalian bermacam-macam fungsi pengadaan,
pengembangan, pemeliharaan, dan pemanfaatan tenaga kerja sedemikian rupa,
sehingga:
1) Tujuan untuk apa perkumpulan didirikan dan dicapai secara efisien dan
efektif
2) Tujuan semua pegawai dilayani sampai tingkat yang optimal
3) Tujuan masyarakat diperhatikan dan dilayani dengan baik
Efektif atau tidaknya penyelenggaraan berbagai fungsi yang menjadi
tanggung jawab manajemen sumber daya manusia sangat tergantung pada
adanya sistem informasi manajemen kepegawaian (SIMPEG) yang andal dan
terpelihara dengan cermat sehingga mencerminkan akurasi dan
kelengkapannya.
Bertitik tolak pada pendapat di atas dapat penulis simpulkan sistem informasi
manajemen kepegawaian adalah suatu sistem yang mampu mengolah data kepegawaian
menjadi informasi bermutu yang dapat menunjang kelancaran administrasi kepegawaian

3
atau mengoptimalisasikan administrasi kepegawaian untuk membantu terwujudnya
tujuan organisasi.

Fitur-Fitur SIMPEG

1. Mengelola biodata pegawai termasuk photo pegawai.


2. Mengelola Riwayat Pendidikan Formal.
3. Mengelola Riwayat Pendidikan Non-Formal.
4. Mengelola DIKLAT Fungsional Kepegawaian.
5. Mengelola DIKLAT Struktural Kepegawaian.
6. Mengelola DIKLAT Teknis.
7. Mengelola Kegiatan Seminar.
8. Mengelola Kegiatan Penataran.
9. Mengelola Riwayat Kepangkatan dan Jabatan.
10. Mengelola Daftar Penilaian Pekerjaan (DP3).
11. Mengelola Data Suami/Istri.
12. Mengelola Data Anak.
13. Mengelola Riwayat Penghargaan/Tanda Jasa.
14. Mengelola Riwayat Pengalaman.
15. Mengelola Riwayat Organisasi.
16. Mengelola Riwayat Cuti.
17. Mengelola Penguasaan Bahasa.
18. Mengelola Luar Negeri.
19. Mengelola Prestasi.
20. Mengelola Proses Gaji Berkala.
21. Mengelola Mutasi Pegawai.
22. Mengelola Proses Kenaikan Pangkat.
23. Mengelola Permintaan Pensiun.
24. Profile Pegawai berisikan daftar riwayat hidup yang berkaitan dengan
seluruh data di atas, di buat cover yang tercantum photo pegawai
bersangkutan secara otomatis.
25. Laporan Daftar Urutan Kepangkatan (DUK).
26. Laporan Daftar Susunan Kepegawaian berdasarkan kriteria tertentu.

4
33. Laporan DP3.
34. Laporan Kenaikan Pangkat.
35. Laporan Rencana Kenaikan Pangkat.
36. Laporan Daftar Cuti dan Surat Ijin Cuti.
37. Surat Keputusan.
38. Statistik Kepegawaian Berdasarkan golongan, agama, jenis kelamin,
pendidikan, Statistik disajikan secara Tabel maupun Grafik.
39. Laporan Daftar Pegawai Pensiun, meliputi :
o Buku Gaji Pegawai yang memuat kapan pegawai berkala naik pangkat dan
pensiun.
o Model C masing-masing pegawai.
40. Laporan Daftar Pegawai Mutasi.
41. Laporan-laporan di atas pada dasarnya dapat di tampilkan berdasarkan query
kriteria tertentu.
42. Merekam Histori data Pegawai dan dapat dicetak.
43. Search Engine data kepegawaian. Fasilitas ini memungkinkan pengguna
mencari informasi secara cepat berdasarkan beragam informasi/keywords.
44. User Manager (mengelola daftar user atau pengguna) beserta hak aksesnya.
Setidaknya hak akses terdiri atas : Administrator, Operator, Manajemen, dan
Pegawai. User login ke sistem menggunakan username dan password.
Masing-masing hak akses memiliki antar muka yang berbeda (menu-menu
tertentu) sesuai dengan karakteristik kewenangan/haknya.
45. Mengelola Master Data meliputi : Instansi / Unit Kerja, Golongan, pangkat,
agama, jenis kelamin, pendidikan, jenis cuti, pelatihan, gaji, status
perkawinan.
46. Pegawai bersangkutan memiliki login sendiri berdasarkan hak akses
pegawai di atas, dan tersedia menu khusus untuk pegawai. Menu ini hanya
menyediakan fasilitas yang berkaitan dengan pegawai bersangkutan dan
fasilitas tambahan yang bersifat data di publikasikan. Demikian juga untuk
hak akses lainnya memiliki antar muka berbeda. Pegawai atau user login
menggunakan username dan password.
47. Pegawai dapat melakukan entri/perubahan data secara langsung.

5
48. Pegawai bersangkutan dapat melakukan upload file / dokumen elektronik
sendiri, dan dibuatkan direktori tertentu di Server. Ukuran file yang di
upload dapat dibatasi dari sistem. File yang di Upload di kelompokkan ke
dalam jenis-jenis berkas seperti : Photo, Karpeg, Ijazah, dll.
49. Dan fitur-fitur lainnya yang akan memudahkan Anda.

B. TUJUAN DAN SASARAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN


KEPEGAWAIAN (SIMPEG)
Secara umum Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian dibangun dengan
tujuan untuk mewujudkan suatu Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian yang
terintegrasi dalam suatu jaringan komputer, yang mampu menghasilkan informasi yang
bermutu untuk membantu terwujudnya efektivitas organisasi. Sedangkan secara khusus
Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian bertujuan untuk :
1) Menghasilkan informasi tentang data pegawai untuk membantu pimpinan
dalam merencanakan penyebaran pegawai, dan merencanakan pelatihan
pegawai di masa yang akan datang.
2) Membantu kelancaran administrasi dan manajemen kepegawaian agar
pegawai mendapat hak serta melaksanakan kewajibannya dengan baik.
3) Memudahkan pekerjaan di bidang kepegawaian dalam membuat laporan.
Sasaran pemanfaatan Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian adalah:
1) Terciptanya pelaksanaan tugas yang lebih efektif dan efisien.
2) Terwujudnya tertib administrasi dan tertib pengarsipan guna mendukung
pelaksanaan tugas-tugas administrasi kepegawaian.
3) Terbinanya tenaga-tenaga yang terampil dalam memanfaatkan teknologi
informasi mutakhir dalam melaksanakan tugas-tugas administrasi
kepegawaian.

C. MANFAAT DAN KEUNGGULAN SIMPEG


Pelaksanaan kegiatan Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian yang tidak
hanya terbatas pada pengoperasian program untuk memasukan data, tetapi harus
didukung dengan daya kerja yang efisien dan akurat, akan mendapat beberpaa manfaat
dengan menggunakan SIMPEG. Manfaat khusus SIMPEG menurut Veitzhal Rivai yaitu

6
: Manfaat khusus SISDM atau SIMPEG salah satunya adalah untuk mengantisipasi
kebutuhan-kebutuhan rekrutmen, seleksi, pelatihan dan pengembangan dalam rangka
memastikan penempatan yang tepat waktu, karyawan-karyawan bermutu ke dalam
lowongan-lowongan pekerjaan.
Merujuk pada pendapat di atas penulis mengambil kesimpulan mengenai manfaat
dari sistem informasi manajemen kepegawaian sebagai berikut:
1) Pelacakan informasi data seseorang pegawai akan mudah dan cepat
2) Pembuatan laporan yang bersifat rutin dan berkala akan cepat dan mudah
dikerjakan
3) Mengetahui gambaran tentang nama-nama pegawai yang akan pensiun di
masa datang
4) Mengetahui gambaran tentang nama-nama pegawai yang akan naik pangkat
dan mengetahui daftar kenaikan gaji berkala di masa datang
5) Memudahkan suatu pekerjaan yang berhubungan dengan kepegawaian
6) Mendapatkan informasi tenatng keadaan pegawai yang cepat dan akurat
7) Mengetahui dan merencanakan penyebaran pegawai
8) Merencanakan suatu pekerjaan
9) Merencanakan penerimaan pegawai baru.

Adapun beberapa keunggulan SIMPEG antara lain:

1) Berbasis Web, sehingga dapat digunakan secara maksimal dalam jaringan


dan juga Multiuser.
2) Database MySQL, yang sudah terbukti berfungsi secara stabil diberbagai
platform dengan kemampuan proses data yang cepat.
3) Responsive Design, dikembangkan untuk meningkatkan mobilitas
penggunaan dan user-friendly yang fleksibel digunakan oleh PC ataupun
Smartphone.
4) High-Fidelity Interactive, yang membuat penggunaan SIMPEG sangat
sederhana dengan kemampuan HTML5, jQuery, CSS3 dan lain-lain.

Keuntungan Implementasi

7
1) Dapat memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,
yaitu membuat laporan pertanggungjawaban Kepegawaian secara rutin.
2) Merupakan aplikasi Kepegawaian yang memiliki fitur lengkap sehingga
memudahkan pengelolaan.
3) Mendukung penggunaan multiuser dalam local area network yang
memungkinkan untuk digunakan oleh pengguna lebih dari satu (banyak
pengguna) sehingga akan mempercepat dan mempermudah pemasukan data-
data Kepegawaian.
4) Dukungan keamanan terhadap pemakai aplikasi dan data, SIMPEG yang
kami tawarkan memberikan perlindungan keamanan penggunaan aplikasi
secara ber jenjang dan ditunjang dengan keamanan akses database yang
optimal.
5) Mudah untuk digunakan dengan mempertimbangkan kemudahan pemakaian
(user friendly)dan menggunakan kaidah bahasa Indonesia, sehingga
pelatihan penggunaannya tidak memakan waktu yang lama karena mudah
dipahami.
6) Instalasi dan implementasi yang cepat, secara struktural SIMPEG
dikembangkan dengan metode modular, sehingga dapat disesuaikan dengan
kebutuhan user dalam waktu singkat.
7) Investasi yang tepat guna yang akan memberikan daya guna yang tinggi
dalam rentang waktu yang lama, menjadikan investasi terasa murah dan
terjangkau.
8) Merupakan wujud partisipasi pengembangan dan penerapan e-Government
di Indonesia.
9) Database terintegrasi sehingga menghindari redundant entry data atau
pengulangan input yang dilakukan berulang kali sehingga meningkatkan
efisiensi pekerjaan diantara bagian-bagian yang ada.
10) Mempercepat penyusunan Rencana Formasi Kepegawaian, pengembangan
pegawai, dan urusan kesejahteraan pegawai, serta mempermudah
pengelolaan data dan informasi Kepegawaian.
11) Mempercepat pelaksanaan urusan pengangkatan dan kepangkatan pegawai.

8
12) Mempercepat pelaksanaan urusan pemindahan, pemberhentian, dan pensiun
pegawai.
13) Dapat mengetahui setiap saat posisi pegawai, cepat dan mudah dalam
pelaporan Kepegawaian kepada Kementerian.
D. ANCAMAN DAN KEKURANGAN SIMPEG
Ancaman adalah aksi yang terjadi baik dari dalam sistem maupun dari luar sistem
yang dapat mengganggu keseimbangan sistem informasi. Ancaman yang mungkin
timbul dari kegiatan pengolahan informasi berasal dari 3 hal utama, yaitu :

1. Ancaman Alam
2. Ancaman Manusia
3. Ancaman Lingkungan
Ancaman Alam
Yang termasuk dalam kategori ancaman alam terdiri atas :

Ancaman air, seperti : Banjir, Stunami, Intrusi air laut, kelembaban tinggi,
badai, pencairan salju
Ancaman Tanah, seperti : Longsor, Gempa bumi, gunung meletus
Ancaman Alam lain, seperti : Kebakaran hutan, Petir, tornado, angin ribut
Ancaman Manusia
Yang dapat dikategorikan sebagai ancaman manusia, diantaranya adalah :

Malicious code
Virus, Logic bombs, Trojan horse, Worm, active contents, Countermeasures
Social engineering
Hacking, cracking, akses ke sistem oleh orang yang tidak berhak, DDOS,
backdoor
Kriminal
Pencurian, penipuan, penyuapan, pengkopian tanpa ijin, perusakan
Teroris
Peledakan, Surat kaleng, perang informasi, perusakan
Ancaman Lingkungan
Yang dapat dikategorikan sebagai ancaman lingkungan seperti :

9
Penurunan tegangan listrik atau kenaikan tegangan listrik secara tiba-tiba
dan dalam jangka waktu yang cukup lama
Polusi
Efek bahan kimia seperti semprotan obat pembunuh serangga, semprotan
anti api, dll
Kebocoran seperti A/C, atap bocor saat hujan
Besar kecilnya suatu ancaman dari sumber ancaman yang teridentifikasi atau
belum teridentifikasi dengan jelas tersebut, perlu di klasifikasikan secara matriks
ancaman sehingga kemungkinan yang timbul dari ancaman tersebut dapat di minimalisir
dengan pasti. Setiap ancaman tersebut memiliki probabilitas serangan yang beragam
baik dapat terprediksi maupun tidak dapat terprediksikan seperti terjadinya gempa bumi
yang mengakibatkan sistem informasi mengalami mall function.

Kelemahan (Vurnerability)
Kecacatan atau kelemahan dari suatu sistem yang mungkin timbul pada saat
mendesain, menetapkan prosedur, mengimplementasikan maupun kelemahan atas
sistem kontrol yang ada sehingga memicu tindakan pelanggaran oleh pelaku yang
mencoba menyusup terhadap sistem tersebut. Cacat sistem bisa terjadi pada prosedur,
peralatan, maupun perangkat lunak yang dimiliki, contoh yang mungkin terjadi seperti :
Seting firewall yang membuka telnet sehingga dapat diakses dari luar, atau Seting VPN
yang tidak di ikuti oleh penerapan kerberos atau NAT.
Suatu pendekatan keamanan sistem informasi minimal menggunakan 3
pendekatan, yaitu :
1. Pendekatan preventif yang bersifat mencegah dari kemungkinan terjadikan
ancaman dan kelemahan.
2. Pendekatan detective yang bersifat mendeteksi dari adanya penyusupan dan
proses yang mengubah sistem dari keadaan normal menjadi keadaan
abnormal.
3. Pendekatan Corrective yang bersifat mengkoreksi keadaan sistem yang
sudah tidak seimbang untuk dikembalikan dalam keadaan norma.

10
Tindakan tersebut di atas menjadikan bahwa keamanan sistem informasi tidak
dilihat hanya dari kaca mata timbulnya serangan dari virus, mallware, spy ware dan
masalah lain, akan tetapi dilihat dari berbagai segi sesuai dengan domain keamanan
sistem itu sendiri.
E. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
PADA ORGANISASI PUBLIK DAN SWASTA

Organisasi Publik
1. Kelebihan Sistem Informasi Manajemen pada Organisasi Publik
Kelebihan Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian dalam Organisasi Publik.
Pelaksanaan kegiatan Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian tidak hanya terbatas
pada pengoperasin program untuk memasukkan data, tetapi harus didukung dengan
daya kerja yang efisien dan akurat sehingga memiliki manfaat :
Pelacakan informasi data seorang pegawai akan mudah dan cepat.
Pembuatan laporan yang bersifat rutin dan berkala akan cepat dan mudah
dikerjakan.
Mengetahui gambaran tentang nama-nama pegawai yang akan pensiun di
masa mendatang.
Mengetahui gambaran tentang nama-nama pegawai yang akan naik pangkat
dan mengetahui daftar kenaikan gaji berkala di masa mendatang.
Memudahkan suatu pekerjaan yang berhubungan dengan kepegawaian.
Mendapatkan informasi tentang keadaan pegawai dengan cepat dan akurat.
Mengetahui dan merencanakan penyebaran pegawai.
Merencanakan penerimaan pegawai baru
2. Kekurangan Sistem Informasi Manajemen pada Organisasi Publik.
Secara teknis beberapa kelemahan yang masih dihadapi oleh sebagian organisasi
pemerintah daerah ialah :
Belum adanya dokumentasi mengenai bagan arus ringkasan (summaryflow
chart) yang memperlihatkan aliran/arus data sejak data mentah sampai
dengan informasi tercetak. Persoalan ini kelihatannya sederhana, tetapi
terkadang bisa menyulitkan pihak manajer dalarn mengawasi arus informasi
yang terdapat dalam organisasi yang dipimpinnya.

11
Lemahnya Data Management Systems. Ini terbukti dari belurn adanya
standar operasi yang baku, munculnya ekses overflow reporting,
redundancy yang tidak efisien dan sebagainya.
Prosedur untuk melihat data secara insidental masih terlalu lama. ini
barangkali disebabkan karena banyak Kantor PDE yang tidak menggunakan
sistem database relasional yang lebih efisien sehingga direct access sulit
dilakukan.
Tata-ruang perkantoran masih kurang memadai. Ruang untuk
kegiatan-kegiatan ketatausahaan (tulis-menulis), operasi komputer, atau
penyortiran data masih bercampur-baur sehingga pekerjaan menjadi kurang
sistematis.
Untuk perawatan mesin atau perangkat keras, organisasi masih
menggantungkan diri kepada pihak pemasok dengan sistem kontrak per
tahun. Akibatnya kalau ada kerusakan-kerusakan teknis, sekalipun sangat
sederhana, tidak bisa segera diatasi sendiri oleh para pegawai. Kelemahan
seperti ini masih umum dihadapi oleh organisasi-organisasi pemerintah di
daerah.

Organisasi Swasta
1. Kelebihan Sistem Informasi Manajemen pada Organisasi Swasta
Meningkatkan Efisiensi Operasional
Investasi di dalam teknologi sistem informasi dapat menolong operasi
perusahaan menjadi lebih efisien. Efisiensi operasional membuat perusahaan dapat
menjalankan strategi keunggulan biaya low-cost leadership.
Dengan menanamkan investasi pada teknologi sistem informasi, perusahaan
juga dapat menanamkan rintangan untuk memasuki industri tersebut (barriers to
entry) dengan jalan meningkatkan besarnya investasi atau kerumitan teknologi yang
diperlukan untuk memasuki persaingan pasar. Selain itu, cara lain yang dapat ditempuh
adalah mengikat (lock in) konsumen dan pemasok dengan cara membangun hubungan
baru yang lebih bernilai dengan mereka.
Memperkenalkan Inovasi Dalam Bisnis

12
Penggunaan ATM. automated teller machine dalam perbankan merupakan
contoh yang baik dari inovasi teknologi sistem informasi. Dengan adanya ATM, bank-
bank besar dapat memperoleh keuntungan strategis melebihi pesaing mereka yang
berlangsung beberapa tahun.
Penekanan utama dalam sistem informasi strategis adalah membangun biaya
pertukaran (switching costs) ke dalam hubungan antara perusahaan dengan konsumen
atau pemasoknya. Sebuah contoh yang bagus dari hal ini adalah sistem reservasi
penerbangan terkomputerisasi yang ditawarkan kepada agen perjalanan oleh
perusahaan penerbangan besar. Bila sebuah agen perjalanan telah menjalankan sistem
reservasi terkomputerisasi tersebut, maka mereka akan segan untuk menggunakan
sistem reservasi dari penerbangan lain.
Membangun Sumber-Sumber Informasi Strategis
Teknologi sistem informasi memampukan perusahaan untuk membangun
sumber informasi strategis sehingga mendapat kesempatan dalam keuntungan strategis.
Hal ini berarti memperoleh perangkat keras dan perangkat lunak, mengembangkan
jaringan telekomunikasi, menyewa spesialis sistem informasi, dan melatih end users.
Sistem informasi memungkinkan perusahaan untuk membuat basis informasi
strategis (strategic information base) yang dapat menyediakan informasi untuk
mendukung strategi bersaing perusahaan. Informasi ini merupakan aset yang sangat
berharga dalam meningkatkan operasi yang efisien dan manajemen yang efektif dari
perusahaan. Sebagai contoh, banyak usaha yang menggunakan informasi berbasis
komputer tentang konsumen mereka untuk membantu merancang kampanye
pemasaran untuk menjual produk baru kepada konsumen.
Fungsi dari sistem informasi tidak lagi hanya memproses transaksi, penyedia
informasi, atau alat untuk pengambilan keputusan. Sekarang sistem informasi dapat
berfungsi untuk menolong end user manajerial membangun senjata yang menggunakan
teknologi sistem informasi untuk menghadapi tantangan dari persaingan yang ketat.
Penggunaan yang efektif dari sistem informasi strategis menyajikan end
users manajerial dengan tantangan manajerial yang besar.
2. Kekurangan Sistem Informasi Manajemen
Kekurangan Sistem Informasi Manajemen pada Organisasi Swasta adalah dapat
memberikan dampak bagi lingkungan sosial seperti pengurangan tenaga kerja, sehingga

13
dapat menambah angka pengangguran. Selain itu dengan adanya SIM tersebut membuat
ketergantungan manusia terhadap SIM tersebut,, sehimgga mengesampingkan
rasionalitas manusia itu sendiri.
F. PERBEDAAN WEBSITE ORGANISASI PUBLIK DENGAN ORGANISASI
SWASTA
1. Organisasi Publik

Website resmi dari pemerintahan Indonesia ini di dominasi oleh


warna merah dengan tulisannya juga dan sebagian tulisan
Warna memakai tulisan hitam.

Letak menu-menu lumayan baik, dengan tujuh pilihan utama


dibagian atas atau diabawah header, bagian kiri atas ada video
yang menampilkan tentang Indonesia, dan bagian tengah
terdapat berbagai informasi mengenai berita terkini Indonesia
Letak beserta gambarnya.

Filosofi mengenai website ini adalah tampilannya yang


berwarna merah merupakan bagian dari bendera Negara
Indonesia, dan memakai lambang garuda pancasila sebagai
simbol dari jati diri negara Indonesia dan semboyan Bhineka
Filosofi Tunggal Ika.

Terdapat fasilitas yang cukup memadai dari website ini, dimana


terdapat menu mengenai info tentang Indonesia, informasi
tentang Presiden dan Wakilnya, Kabinet Indonesia bersatu jilid
II, produk hukum, pidato, istana. Informasi tersebut bisa diakses
Fasilitas yang siapa saja yang ingin mengetahui lebih jauh tentang Negara
Ada Indonesia.

2. Organisasi Swasta

Aspek http://www.pertamina.com/index.php/home

14
Website resmi PT Pertamina ini di dominasi oleh warna biru
muda sebagai backgroundnya, dengan tulisan warna biru dan
Warna merah.

Letak dari menu cukup baik dengan desain website yang


sederhana, dan dibagian atas terdapat gambar mengenai
Letak pertamina yang setiap detiknya bisa berganti-ganti.

Website ini menggunakan logo pertamina dibagian kanan atas


Filosofi dimana itu mengindikasikan sebagai perusahaan milik Indonesia.

Terdapat beberapa pilihan menu utama yang dapat diakseses


Fasilitas pengunjung unuk mengetahui mengenai produk apa saja yang
yang Ada ada di perttamina ini

15
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG) merupakan suatu
totalitas terpadu yang terdiri dari perangkat pengolah meliputi pengumpul prosedur,
tenaga pengolah dan perangkat lunak, perangkat penyimpanan meliputi pusat data dan
bank data serta perangkat komunikasi yang saling berkaitan, saling ketergantungan dan
saling menentukan dalam rangka penyediaan informasi di bidang kepegawaian.
Secara umum Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian dibangun dengan
tujuan untuk mewujudkan suatu Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian yang
terintegrasi dalam suatu jaringan komputer, yang mampu menghasilkan informasi yang
bermutu untuk membantu terwujudnya efektivitas organisasi.
Manfaat khusus SISDM atau SIMPEG salah satunya adalah untuk
mengantisipasi kebutuhan-kebutuhan rekrutmen, seleksi, pelatihan dan pengembangan
dalam rangka memastikan penempatan yang tepat waktu, karyawan-karyawan bermutu
ke dalam lowongan-lowongan pekerjaan.
Ancaman yang mungkin timbul dari kegiatan pengolahan informasi berasal dari 3
hal utama, yaitu :
1. Ancaman Alam
2. Ancaman Manusia
3. Ancaman Lingkungan

16