Anda di halaman 1dari 96

RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017

Pekerjaan Arsitektur

BAGIAN III SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN ARSITEKTUR


BAB I
SYARAT-SYARAT UMUM

Pasal III.01 :
URAIAN PEKERJAAN
1. Lingkup Pekerjaan :
Pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh Penyedia Barang / Jasa adalah Pekerjaan Pembuatan Gedung
Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017 sesuai gambar desain/DED.
2. Uraian jenis Pekerjaan, Konstruksi dan Bahan.
A. Pekerjaan persiapan meliputi :
- Pembuatan direksi keet,barak kerja dan gudang
- Pembersihan lokasi pekerjaan
- Uitzet dan bowplang
- Mobilisasi dan demobilisasi
- Penyediaan listrik kerja dan air kerja
B. Pekerjaan tanah dan pondasi, meliputi :
- Urugan tanah peninggian peil bangunan
- Foot plat + Pemancangan
- Beton balok sloof
C. Pekerjaan pasangan dan beton, meliputi :
- Kolom struktur
- Balok struktur
- Balok anak
- Ring balk
- Beton listplank
- Beton praktis
- Pasangan bata ringan
- Plesteran
- Plesteran beton
- Rabat beton bawah lantai
- Plesteran sudut
- Tangga beton
D. Pekerjaan pelapis lantai dan penutup dinding, meliputi :
- Homogenous Tile 60X60
1
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

- Keramik Tile ukuran 30 x 30


- Keramik Tile ukuran 20 x 20
- Floor Hardener
E. Pekerjaan plafond, meliputi :
- Rangka Plafond (Metal Furing / hollow)
- List plafond bahan gypsum / metal
- Plafond gypsum
- Plafond Beton Exposed
F. Pekerjaan atap, meliputi :
- Rangka atap struktur beton
G. Pekerjaan penggantung pengunci kusen, meliputi :
- Rangka kusen dari alumunium
- Daun pintu dan jendela dari alumunium
- Daun pintu doubl multiplek finish melamine, (plat aluminium sisi bawah)
- Daun pintu steel door finish duco
- Alat penggantu dan Door closer
- Rambuncis
- Casement Adjuster, dll
H. Perlengkapan bangunan :
- Penangkal petir, spit, kabel dan grounded.
- Instalasi listrik sampai menyala dengan penyambungan daya dan instalasi daya.
- Instalasi air kotor dan kotoran WC lengkap sampai ke riol pembuang menuju IPAL, septictank
dan peresapannya.
- Instalasi air bersih penyambungan PDAM dan pemasangan instalasi pipa.
- Instalasi Pemadam Kebakaran

3. Sarana Pekerjaan :
Untuk kelancaran pekerjaan pelaksanaan di lapangan Penyedia Barang / Jasa harus menyediakan :
a. Tenaga Pelaksana yang selalu ada dilapangan tenaga kerja yang trampil dan cukup jumlahnya.
b. Penyediaan alat-alat bantu : Beton mollen, vibrator, pompa air, mesin las, alat pengangkut, mesin
gilas, scafolding/ perancah, peralatan-peralatan lainnya yang digunakan harus selalu tersedia di
lapangan sesuai kebutuhan.
c. Bahan-bahan bangunan harus tersedia di lapangan dengan jumlah yang cukup/ sesuai.
d. Melaksanakan tepat dengan schedule.
4. Cara Pelaksanaan.
2
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

Pekerjaan harus dilaksanakan dengan penuh keahlian, sesuai dengan syarat-syarat (RKS), Gambar
Rencana, Berita Acara Penjelasaan serta mengikuti petunjuk Konsultan MK/Pengawas.

Pasal III.2 :
PEKERJAAN PERSIAPAN.
1. Pembersihan Halaman.
Penyedia Barang / Jasa harus membersihkan segala sesuatu yang kemungkinan akan dapat
mengganggu pelaksanaan, pada waktu ataupun setelah selesainya pekerjaan.
Diantaranya : Pembabatan rumput, penebangan pohon, pembersihan humus diseluruh area.
Tidak dibenarkan apabila memulai pekerjaan pengurugan tanah tanpa terlebih dahulu membersihkan
dari semua humus, rumput dan lain sebagainya.
2. Jalan Masuk dan Konstruksi Jalan Sementara.
Untuk pencapaian jenis pengangkutan kendaraan material di lokasi proyek ini melalui jalan raya dan
jembatan , untuk itu Penyedia Barang / Jasa harus menjaga keutuhan jalan dan jembatan dan
sebagainya. Kerusakan akibat pelaksanaan proyek tersebut diatas, maka Penyedia Barang / Jasa wajib
memperbaiki.
3. Selama berlangsungnya pekerjaan Penyedia Barang / Jasa harus dapat menjaga ketertiban dan
kenyamanan lingkungan sekitar yang dimungkinkan akan terganggu oleh jalannya Proyek.
4. Papan Reklame.
Kontraktor tidak diperkenankan memasang papan reklame dalam bentuk apapun dalam lingkungan
halaman atau pada pagar halaman.
5. Penyedia Barang / Jasa harus memasang nama Proyek 1 (satu) unit dari papan/tiang kayu.
Redaksi papan nama proyek tersebut akan ditentukan kemudian, dengan papan ukuran minimal
1,50 m x 0,80 m.
6. Gambar-gambar As Build Drawing
1. Pemborong diwajibkan untuk membuat gambar-gambar As Built Drawing sesuai dengan pekerjaan
yang telah dilakukan secara kenyataan untuk kebutuhan pemeriksaan dan maintenance di kemudian
hari Gambar-gambar tersebut diserahkan kepada Pemberi tugas setelah disetujui oleh MK/Pengawas
Lapangan.
2. Pemborong diwajibkan membuat petunjuk-petunjuk (manual) untuk peralatan-peralatan yang
digunakan didalam proyek ini dan para pemborong harus bersedia mengadakan kontrak maintenance
dengan pemilik.
7. Shop Drawing

3
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

Dalam hal-hal tertentu maka kebutuhan pemasangan atau pelaksanaan suatu pekerjaan yang
membutuhkan penjelasan-penjelasan dimana hal-hal tersebut tidak terdapat dalam gambar-gambar
kerja, maka Pemborong diwajibkan membuat gambar-gambar shop drawing untuk kebutuhan tersebut
dan mendapat persetujuan dari Direksi Lapangan atau Konsultan MK/Pengawas.
8. Peraturan dan Syarat yang digunakan dalam pelaksanaan
a. Untuk pelaksanaan pekerjaan berlaku peraturan-peraturan :
AV (Algemen voor waarden voor de uitvoering bijaaneming van openbare werken in Indonesia, tgl
28 Mei 1741 no. 9 dan tambahan lembaran negara no. 14571)
Tata cara perhitungan beton untuk bangunan gedung (SNI T 15 1791-03)
Peraturan beton bertulang Indonesia SNI-1791
Peraturan umum pemeriksaan bahan bangunan NI-3/1756
Peraturan Konstruksi kayu Indonesia NI-5
Peraturan Umum Air Minum (AVWI Drink water)
Peraturan Semen Portland Indonesia NI 8/1772
Peraturan Pengecatan NI 12
Peraturan Muatan Indonesia NI 16
Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL)
Peraturan Umum pemadam kebakaran ( NFPA )
Dan Peraturan-peraturan lain yang berlaku dan dipersyaratkan berdasarkan Normalisasi di
Indonesia yang belum tercantum diatas dan mendapat persetujuan Konsultan MK/Pengawas.
b. Pemborong harus melaksanakan segala pekerjaan menurut dokumen kontrak, instruksi-instruksi
tertulis dari MK/Pengawas Lapangan.
c. Konsultan MK/Pengawas Lapangan berhak memeriksa pekerjaan yang dilaksanakan oleh
pemborong pada setiap waktu. Bagaimanapun juga kelalaian Direksi dalam pengontrolan terhadap
kekeliruan-kekeliruan atas pekerjaan yang dilaksanakan Pemborong, tidak membebaskan
Pemborong dari tanggung jawabnya.
d. Pekerjaan yang tidak memenuhi uraian dan syarat-syarat pelaksanaan (spesifikasi) atau gambar-
gambar dan instruksi tertulis dari Direksi harus diperbaiki atau dibongkar. Semua biaya yang
diperlukan untuk ini menjadi tanggung jawab pemborong.
e. Semua bahan yang akan dipakai harus mendapat persetujuan Direksi.
f. Foto-foto Dokumentasi Proyek
a. Pemborong diwajibkan membuat foto-foto dokumentasi proyek meliputi :
Foto-foto kegiatan pekerjaan proyek antara lain kegiatan dalam uitzet, penempatan peralatan-
peralatan lapangan (beton-batcher), penempatan material, pengerasan jalan dll.

4
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

Foto-foto tahapan pekerjaan yang penting antara lain pembesian, bekisting, pekerjaan beton
sebelum dan sesudah pengecoran.
Dan lain-lain kegiatan yang dianggap perlu oleh Direksi atau Konsultan MK/Pengawas. Kondisi
proyek pada progress pekerjaan mencapai 0%, 5%, 10%, 20%, 25%, dan seterusnya sampai
100% (setiap peningkatan progress 5%) dan kondisi pada waktu selesainya masa pemeliharaan.
Pengambilan obyek foto-foto harus dari arah yang sama.
b. Foto-foto dicetak dalam ukuran post card (3R) berwarna, masing-masing 2 (dua) lembar untuk
Pemberi Tugas serta negatifnya diserahkan kepada Pemberi Tugas.
c. Tiap stage/tahap disyaratkan minimum 10 (sepuluh) lembar foto dengan sudut pengambilan yang
berlainan.

BAB II
SYARAT-SYARAT TEKNIS PEKERJAAN ARSITEKTUR

Pasal 1 :
PEKERJAAN DINDING (PASANGAN & PLESTERAN)
1.1. PEKERJAAN DINDING
1.1.1. Lingkup Pekerjaan
5
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

Meliputi pembuatan :
Dinding toilet, dinding pembatas ruangan dan lain-lain.
Dinding sisi luar bangunan, pekerjaan dinding lainnya sesuai gambar.
1.1.2. Bahan
a. Material
Batu bata yang digunakan adalah jenis beton ringan aerasi (Autoclave Aerated Concrete Block)
ukuran dapat disesuaikan berdasarkan tebal dinding akhir (finish) yang disyaratkan dalam gambar,
yaitu :
- 10 x 20 x 60 cm untuk dinding non tangga darurat, r. me
- 12 x 20 x 60 cm untuk dinding tangga darurat, r. me
Kontraktor wajib memberikan contoh pada Perencana / Manajemen Konstruksi / Pemberi Tugas
untuk dimintakan persetujuannya.
Apabila bahan-bahan yang datang dianggap tidak memenuhi syarat oleh Konsultan Manajemen
Konstruksi / Perencana / Pemberi Tugas, maka Konsultan Manajemen Konstruksi / Perencana/
Pemberi Tugas berhak menolak bahan-bahan tersebut dan Kontraktor wajib untuk segera
mengeluarkan dari lokasi pembangunan dan menggantikan yang baru (yang disetujui).
b. Produk / Merek bata ringan aerasi : lihat spesifikasi material arsitektur.
c. Semen atau Semen Instant
Semen yang datang di proyek, harus disimpan di dalam gudang yang lantainya kering dan minimum
30 cm lebih tinggi dari permukaan tanah disekitarnya. Penyimpanan semen tidak boleh lebih dari 1
bulan untuk menghindari agar semen tidak membatu.
Bilamana pada setiap pembukaan kantong, ternyata semennya sudah lembab dan menunjukkan
gejala membatu, maka semen tersebut tidak boleh dipergunakan dan harus segera dikeluarkan dari
lokasi pembangunan.
Supplier/Pedagang yang mengirim semen ke pekerjaan hendaknya dapat menunjukkan sertifikat dari
pabriknya.
1.1.3. Jenis Pasangan dan Adukan yang digunakan
Ada dua jenis pasangan dan alternatif jenis adukan yang dapat digunakan, yaitu :
1. Pasangan Kedap Air (Trasraam)
Menggunakan jenis semen instant dengan sistem adukan sesuai petunjuk pabrik pembuat.
2. Pasangan Biasa
a. Jika menggunakan adukan semen dan pasir pasang. Adukan 1 PC : 5 PS digunakan untuk semua
pasangan bata diluar pasangan kedap air.
b. Jika menggunakan adukan semen instant. Menggunakan jenis semen instant dengan sistem
adukan sesuai petunjuk pabrik pembuat.
6
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

Pelaksanaan pembuatan adukan semen instant :


Tuang semen instant ke dalam ember dan dituang air secara bertahap dan sesuai petunjuk
pabrik pembuat agar menghasilkan campuran yang merata.
Harus menggunakan alat pengaduk elektrik (Mixer).
Biarkan selama 1 menit sebelum digunakan.
c. Sebelum pekerjaan dilaksanakan, kontraktor harus membuat mock up terlebih dahulu untuk
mendapatkan persetujuan konsultan Manajemen Konstruksi.
1.1.4. Pelaksanaan Pembuatan Dinding
a. Kontraktor harus mengerjakan pengukuran bangunan (uit-zet) serta letak-letak dinding yang akan
dilaksanakan secara teliti dan sesuai dengan gambar.
b. Di dalam satu hari, pasangan block beton ringan aerasi tidak boleh lebih tinggi dari 2,5 meter dan
pengakhirannya harus dibuat bertangga menurun dan tidak tegak bergigi, untuk menghindari retak
dinding dikemudian hari. Pekerjaan pasangan dilaksanakan waterpas (horizontal) dengan
menggunakan benang dan tiap kali lantai diteliti kerataannya. Pemasangan benang terhadap
pasangan dibawahnya tidak boleh lebih dari 30 cm.
c. Pada semua pasangan setengah batu satu sama lain harus terdapat pengikatan yang sempurna.
Untuk pasangan beton ringan aerasi tidak dibenarkan menggunakan block beton ringan aerasi
pecahan separuh panjang, kecuali sesuai dengan peraturannya (di sudut). Lapisan yang satu
dengan lapisan yang diatasnya harus dipasang secara zigzag (berselang-seling dengan perbedaan
separuh panjang). Pada pasangan satu block beton dan pasangan yang lebih tebal (kalau ada),
maka pelaksanaan harus sesuai petunjuk / peraturan yang disyaratkan (NI-3).
d. Setiap pasangan dinding seluas maksimal 9 m harus dipasang balok dan kolom praktis.
e. Untuk dinding dan kolom harus diberi angkur 10 mm tiap 1 m tinggi, sedangkan dinding diberi
besi strip lebar 1, tebal 3 mm tiap 60 cm tinggi. Demikian juga setiap luas dinding 12 m2 harus
diberi penguat kolom praktis dan balok. Semua pertemuan tegak lurus harus benar-benar
bersudut 90 derajat.
f. Sebelum dimulai pemasangan block beton ringan aerasi harus direndam lebih dahulu di dalam air
dan permukaan yang akan dipasangpun harus basah. Tebal siar pasangan block beton ringan
aerasi tidak boleh kurang dari 1 cm (10 mm) dan siarnya harus benar-benar terisi adukan.
g. Gunakan alat roskam (trowel) bergigi yang sesuai dengan ketebalan blok yang ditentukan pada
gambar.
h. Jaga kekentalan campuran, tutup sambungan antar blok yang tidak merata dengan adukan agar
tidak terlihat lobang-lobang yang terdapat pada dinding, sebelum plesteran dipasang.
i. Bersihkan permukaan dari debu, minyak atau kotoran lain yang dapat mengurangi efektifitas
perekatan.
7
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

j. Bilamana di dalam pasangan ternyata terdapat block beton ringan aerasi yang cacat atau tidak
sempurna, Kontraktor wajib untuk menggantinya.
k. Untuk pekerjaan rangka kayu / kosen, gunakan block beton ringan aerasi Lintel pada ujung atas
kusen, dan diisi oleh tulangan ringan serta pasangan beton ringan.
l. Rangka kayu/kosen harus dipasang terlebih dahulu pada kolom praktis untuk dapat melanjutkan
pekerjaan pasangan Rangka kayu/kosen, pemasangannya harus diperkuat dengan angkur besi
berbentuk L, yang ujungnya disekrup kedalam kosen, sedangkan ujung bengkoknya ditanamkan
kedalam kolom praktis. Panjang angkur terpasang tidak lebih dari 22,50 cm. Tiap-tiap angkur
dipasang dengan jarak 60 cm satu sama lainnya.
m. Pekerjaan pemasangan pipa dan / atau alat-alat yang ditanam di dalam dinding, maka harus
dibuat pahatan dengan kedalaman yang cukup pada pasangan dinding sebelum diplester.
Pahatan tersebut setelah dipasangnya pipa/alat-alat, harus ditutup dengan adukan plesteran
yang dilaksanakan secara sempurna, yang dikerjakan bersama-sama dengan plesteran seluruh
dinding. Untuk lebar pahatan lebih dari 7 cm sebelum diplester harus dipasang kawat ayam yang
dipakukan pada dinding, untuk menghindari keretakan dikemudian hari.
n. Sesudah pasangan blok beton ringan aerasi selesai dikerjakan, dan sudah
o. kering baru pekerjaan plesteran dimulai.
p. Plesteran menggunakan adukan yang sama dengan adukan untuk pasangan.
q. Untuk pengakhiran sudut plesteran / dinding, hendaknya dibuat dengan sudut tumpul.
r. Untuk kolom dengan pipa-pipa air hujan, digunakan non shrink concrete.

1.2. PEKERJAAN PLESTERAN


1.2.1. Lingkup Pekerjaan
Meliputi penyediaan bahan plesteran, penyiapan dinding / bidang yang akan diplester, serta
pelaksanaan pekerjaan pemlesteran itu sendiri pada dinding-dinding yang akan diselesaikan dengan
cat, sesuai dengan yang tertera dalam gambar denah dan notasi dpenyelesaian dinding. Seluruh
dinding pasangan bata baik yang terlihat ataupun tidak terlihat (pasangan block beton ringan aerasi
diatas plafond dan dinding shaft) harus tetap diplester.
1.2.2. Bahan
Menggunakan semen instant MU atau setara (lihat spesifikasi material arsitektur). Dan dalam penggunaannya
harus mengikuti petunjuk pabrik pembuat.
1.2.3. Jenis Plesteran
Jenis-jenis plesteran dan adukan yang digunakan adalah sebagai berikut :
a. Plesteran dinding kedap air / trasraam
- Jenis semen instant dan aturan penggunaan sesuai petunjuk pabrik pembuat.
8
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

b. Plesteran dinding biasa


- Jenis semen instant dan aturan penggunaan sesuai petunjuk pabrik pembuat.
1.2.4. Persiapan Dinding yang akan diplester
- Semua siar dipermukaan dinding dikerok sedalam + 1 cm agar bahan plesteran dapat lebih merekat.
- Permukaan bidang yang akan diplester harus dibersihkan dan disiram air sebelum bahan plester
dimulai (permukaan dinding harus basah pada waktu diplester).
- Semua bidang plesteran harus dijaga kelembabannya selama seminggu sejak penempelan
plesterannya (dengan jalan menyiramnya dengan air).
- Untuk pekerjaan plesteran pada dinding beton, bidang beton itu harus dikasarkan terlebih dahulu
sebelum pekerjaan plesteran dimulai.
1.2.5. Pelaksanaan Pekerjaan Plesteran dan Acian
Pekerjaan Plesteran dan acian harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
a. Adukan Plesteran
Semua bahan plesteran harus diaduk dengan mesin atau dengan tangan sesuai persyaratan
Konsultan Manajemen Konstruksi/Perencana/Pemberi Tugas. Apabila dipandang perlu dan sesuai
dengan rencana, Kontraktor diperkenankan menggunakan bahan-bahan kimia sebagai campuran.
Hanya semen yang baik yang boleh dipergunakan.
b. Contoh-contoh
Kontraktor harus membuat contoh (mock up) bidang plesteran dari setiap macam pekerjaan
plesteran sesuai dengan yang diminta, sehingga jenis/macam pekerjaan tersebut dapat diterima oleh
Perencana/Pemberi Tugas. Dan untuk seterusnya semua pekerjaan plesteran harus sama dengan
contoh yang dibuat. Untuk dapat mencapai tebal plesteran yang rata, sebaiknya diadakan
pemeriksaan secara silang oleh pelaksana dengan menggunakan garisan panjang yang digerakkan
secara vertikal dan horizontal (silang) dan atau dengan alat bantu lainnya. Tebal plesteran harus
diukur supaya mendapatkan ketebalan yang sama pada kedua muka dinding dan hasil akhir dari
dinding tembok setelah diplester adalah 15 cm kecuali ditentukan lain. Setelah itu baru diadakan
pengacian. Pengacian dilakukan untuk dinding-dinding dengan finish cat. Sedangkan untuk dinding
dengan finish interior wall paper tidak perlu dilakukan pengacian.
c. Sudut-sudut Plesteran
Semua sudut vertikal dan horizontal, luar dan dalam harus dilaksanakan secara sempurna,
tegak dan siku.
d. Perbaikan Bidang Plesteran
Bilamana terdapat bidang plesteran yang berombak (tidak rata) harus diperbaiki secara
sempurna. Bagian-bagian yang akan diperbaiki hendaknya dibobok secara teratur (dibuat bobokan
yang berbentuk segi empat) dan plesteran baru harus rata dengan sekitarnya.
9
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

e. Naad Plesteran
- Naad-naad harus dibuat sesuai dengan gambar rencana.
- Besarnya naad akan ditentukan kemudian.
- Pembuatan naad harus lurus dan rata baik horizontal maupun vertikal, dan
kedalamannya harus sama.
- Pembuatan naad harus menggunakan list kayu (sesuai ukuran naad) dan tali untuk
mengukur kelurusan horizontal/vertikal agar rapi.

Pasal 2 :
PEKERJAAN DINDING PEMBAGI (PARTISI)
2.1. Lingkup Pekerjaan
Yaitu dinding partisi yang dipasang tegak lurus dari lantai sampai setinggi plafond (rapat dengan
plafond). Untuk penyekat ruang-ruang seperti yang ditunjukkan dalam gambar rencana, termasuk
bagian kusen pintu dan jendela yang berhubungan dan melekat.

2.2. Spesifikasi
a. Material dan Kecakapan Kerja
- Partisi gypsum dalam bingkai metal stud tebal 0,4mm ukuran 36,7 x 76mm, kedua sisinya
yang berhadapan dengan tebal panel gypsump board 12mm, dan akan mencakup seluruh
komponen, perangkat keras, pengait (fiser dan dynabold), yang diperlukan untuk
menyelesaikan system dan mengkaitkan ke lantai, dan plafond. Khusus untuk partisi
pelapis dinding auditorium menngukan rangka Hollow 40x40x0.7 jarak vertical ca. 400 dan
horizontal ca. 600.
- Semua pekerjaan harus dilaksanakan oleh tukang yang terampil dan sesuai dengan
spesifikasi keahliannya, rangka bingkai vertikal akan diberi jarak 400mm dan tidak boleh
lebih dari tengah ke tengahnya. Sedangkan antar Horizontal frame berjarak 600mm.
- Untuk Partisi antar ruang Papan gypsum menggunakan produk setara Knauff dan akan
disambung pakai paku/baut gypsump, dicompound untuk mendapatkan permukaan yang
halus tersambung dan rata, sesuai dengan rekomendasi pabrik.
- Khusus untuk ruang auditorium, digunakan Akustik board setara produk dari knauff,
termasuk dengan insulasi akustik pengisi rongga pola pemasangan seperti ditunjukkan
dalam gambar.

10
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

- Semua sudut akan dilapisi dengan siku alumunium shingga membentuk sudut sempurna
persegi 90o dan tidak mudah rusak.
- Semua rangka menggunakan hollow 40x40x0,8mm dengan lapisan cat antikarat
zinchromate.
b. Pekerjaan Partisi
- Semua pekerjaan partisi atau dinding pembatas ruangan harus dipasang berdiri tegak lurus
90o dengan lantai.
- Rangka partisi diusahakan pada bagian-bagian struktur gedung, diskrup dan lain-lain, agar
tidak mudah roboh bila kena benturan.
- Panel gypsum dipasang rata di kedua sisi tanpa ada sambungan horizontal ditengahnya,
semua sambungan antar panel gypsum harus diatas rangka disambung dengan joining
tape dan ditutup dengan joint compound dan diamplas halus dengan permukaan yang rata,
panel gypsum harus ditempel pada rangka-rangkanya dengan skrup khusus (standard)
dengan jarak kearah horizontal maximal 60cm arah vertical 40cm, kecuali untuk bagian
tepinya.
- Pemasangan rangka pegangan dibawah (lantai) digunakan skrup fiser s6 atau jika kondisi
lapangan memaksa boleh menggunakan paku beton 1,5cm s/d 2cm, jarak 30cm sampai
dengan Plat lantai Struktural.
- Pemasangan rangka pegangan ke plafond menggunakan ful drat s6 dengan jarak skrup
maximal 30cm dari skrup lainnya.
- Untuk bagian dengan bukaan pintu dan jendela harus diberikan rangka tambahan dengan
material yang sama.
- Ketebalan dan ukuran partisi sesuai dengan gambar kerja.
c. Skirting
- Skirting dengan solidwood dengan tinggi 100mm dan tebal 10mm seperti tertera dalam
gambar.
- Finishing dengan woodstain
- Pemasangan dengan paku skrup warna hitam setiap jarak 800mm atau tepat pada rangka
vertical partisi
- Skirting dipasang setelah selesai pekerjaan wallpaper dan lapis lantai terpasang dengan
baik
- Sambungan harus dibuat sedimikian rupa sehingga tidak ada jarak dan tidak kelihatan
sambunganya.

2.3. Cara Pemasangan


11
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

Cara pemasangan gypsum senantiasa harus selalu memperhatikan/mengikuti gambar dan


spesifikasi yang sudah ditentukan dan sesuai dengan petunjuk cara pemasangan yang
dikeluarkan dari pabrik produksi gypsump board (ex. knauff, kecuali dalam keadaan tertentu
yang menghendaki lain, yang sudah mendapat petunjuk atau persetujuan Pengawas)

Pasal 3 :
PEKERJAAN LANGIT-LANGIT/PLAFOND

3.1. Lingkup Pekerjaan


Bagian ini meliputi pengadaan bahan, tenaga, peralatan serta pemasangan langit-langit dan
partisi Gypsump,Gyptile, Akustik board dan Akustik tile dengan rangka metal Cross Tee main Tee
serta pekerjaan-pekerjaan lain yang berhubungan dengan pemasangan seperti yang tertera dalam
gambar dan petunjuk Perencana.

3.2. Pengendalian Pekerjaan


NI-5-1961
SII-0458-81
PUBI-1982 Pasal 37

3.3. Bahan-bahan
1. Persyaratan Bahan
a. Gypsump board tebal 9 mm 122x244cm, Gyptile 60x60cm t.3cm setara produk Knauff
dan Akustik tile 60x60cm setara produk Amstrong.
b. Kerangka plafond menggunakan Metal Furring setara dengan produk dynoframe furring
system, Bahan terbuat dari Zinc coated tebal 0,45 mm (TCT) uk 27/40 mm, C chanel
bahan plat Galvanized tebal 1.1 mm ukuran 38/10 mm, Wall angle tebal 0.45 mm
ukuran 30/30 mm, U Clamp bahan plat galvanized tebal 2 mm, C channel Joint Bahan
plat galvanized tebal 1mm.
c. Gypsum board 9mm untuk plafond produk jayaboard, knauf, atau setara
d. Gypsum board 12mm untuk dinding partisi produk jayaboard, knauf, atau setara
e. Akustik tile produk jayaboard, knauf, atau setara. Menggunakan ukuran 60x60 list tepi
menggunakan tipe L dengan main tee 38x14,3x3000@1200, cross tee
38x14,3x600@600.
12
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

f. Gyptile menggunakan produk sekualitas jayaboard, knauf. Menggunakan ukuran 60x60


dengan rangka hanger dan cross hanger.
g. Plafond calcium silicate menggunakan rangka U channel (R150), metal furing channel
tebal 0,4mm, tebal 4mm menggunakan produk eterpan, kalsiboard, atau setara.
h. Plafond metal linear untuk area luar dengan menggunakan produk Luxalon hunter
douglas atau setara

2. Contoh Bahan
Pelaksana harus menyerahkan sekurang-kurangnya 2 (dua) lembar bahan langit-langit dalam
ukuran penuh kepada Manajemen Konstruksi/Pengawas untuk mendapatkan
persetujuannya.

3. Penyimpanan
Bahan langit-langit disimpan/ditumpuk dengan lantai terangkat, dan harus bebas dari air,
dan diusahakan agar mudah untuk diadakan pemeriksaan dan pengamatan. Tinggi tumpukan
tidak boleh lebih dari 2 (dua) meter dan diusahakan terlindung dari cuaca dan diusahakan
udara masih tetap berhembus.

3.4. Pelaksanaan
a. Pelaksana harus menyediakan steger-steger agar pada waktu pemasangan langit-langit tidak
merusak lantai ataupun pekerjaan-pekerjaan lain yang telah selesai. Langit-langit hanya
boleh dipasang setelah semua pekerjaan yang akan ditutup selesai terpasang.
b. Kontraktor melakukan pengecekan ulang terhadap ukuran fiks lapangan untuk penyesuaian
dan plotting dengan gambar pola plafond.
c. Perhatikan pemasangan langit-langit, yang berhubungan dengan lampu-lampu, KM/WC,
diffuser-diffuser, AC, Pinggiran-pinggiran, dan sebagainya. Langit-langit yang terpasang, akan
tetapi harus dibuka kembali untuk memperbaiki pekerjaan-pekerjaan yang berada di atasnya
(mekanikal, elektrikal, atau memperbaiki pekerjaan) maka harus dipasang kembali serta
mendapatkan persetujuan dari Manajemen Konstruksi/Perencana.
d. Pelaksana harus membuat lubang manhole sesuai kebutuhan dengan lokasi-lokasi yang
sudah mendapat persetujuan Manajemen Konstruksi/Perencana.
e. Rangka harus benar-benar dipasang kuat dengan jarak penggantung sesuai dengan standar
pabrik dan disesuaikan dengan pola plafond pada gambar.

13
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

f. Untuk plafond polos, sambungan antar gypsump harus disambung dengan jointing tape
standar gypsum yang terpakai , dan dicompound dengan serbuk gypsump dicampur dengan
alkasit.
g. Compound harus dikerjakan dengan rata, sehingga tidak nampak adanya sambungan.
h. Bagian tepi dipasang list/cornice alumunium 30mm tebal 1,2mm sesuai gambar.
i. Sambungan antar list harus benar-benar rata sehingga tidak nampak sambungannya.
j. Pemborong harus memberikan contoh-contoh yang akan dipasang. Untuk akan ditentukan
kemudian oleh Manajemen Konstruksi .
k. Langit-langit harus terpasang dengan baik, permukaan harus rata, garis vertikal dan
horizontalnya harus saling tegak lurus membentuk sudut 90o (sembilan puluh) derajat atau
sesuai disain. Jika terjadi lendutan atau kekurangan-kekurangan lain, Pemborong wajib
memperbaiki, jika Manajemen Konstruksi memerintahkan dibongkar, Pemborong harus
melaksanakannya atas biaya Pemborong.

14
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

Pasal 4 :
PEKERJAAN LANTAI DAN PELAPISAN DINDING

4.1. Bahan
a. Lantai Keramik dengan ukuran 40x40, 30x30, 20x20 KW I sekualitas untuk lantai semi basement
sampai dengan lantai 10, ukuran 10/30 untuk step nossing dan sekualitas Niro Granito, Roman,
Granito atau setara.
b. Untuk dinding pada Km/Wc menggunakan keramik 20x25, dan urinoir serta tempat wastafel dengan
keramik ukuran 20x25 cm KW I. Untuk dinding lift menggunakan Granit tile ukuran 60 x 60 cm KW I
dan sekualitas Niro Granito, Roman, Granito atau setara.
4.2. Macam Pekerjaan
a. Pemasangan lantai Homogenius Tile dipasang pada ruang-ruang sesuai dengan gambar.
b. Sesuai dengan gambar pemasangan Homogenius Tile pelapis dinding pada Km.
c. Untuk dinding pada Km/Wc menggunakan granit tile 30 x 60, dan urinoir serta tempat wastafel
dengan granit tile ukuran 30 x 60 cm KW I. Untuk lantai Km/Wc dengan Granit tile ukuran 60 x 60
cm KW I , dengan sistem unpolished warna ditentukan kemudian.

4.3. Cara Pelaksanaan


a. Pemasangan Homogenius Tile dipasang diatas screed min tebal 5 cm untuk lantai 2 dan 10 cm
untuk lantai 1. Pemasangan Homogenius Tile dengan menggunakan spesi tebal 2 cm untuk lantai
basement sampai lantai 4, pasir yang digunakan adalah pasir Lumajang Pemasangan Homogenius
Tile harus menghasilkan bidang yang rata, bebas dari retak-retak, gumpil-gumpil, nat-nat harus rapi
dan lubang-lubang nat lebarnya harus sama. Untuk bidang (baik lantai maupun dinding) harus
terlebih dulu betul-betul rata sehingga akan mendapatkan bidang lantai dan dinding yang rata
sedangkan pengisian nat-nat harus rapi mengikuti petunjuk-petunjuk dari pabrik. Hasil
pemasangan Homogenius Tile yang permukaannya tidak rata Homogenius Tile yang retak-retak,
gumpil-gumpil, alur-alur kotor dan cacat dan lannya harus segera diperbaiki/ dibongkar.
Sedangkan perbaikan dan pembongkaran menjadi tanggung jawab pemborong sepenuhnya.
b. Plat Tangga.
Pemasangan Homogenius Tile ukuran 30 x 30 cm dilaksanakan pada semua tangga dan bordesnya.
Untuk stand thread (nosing) dipergunakan bahan dari Homogenius Tile.
c. Homogenius Tile menggunakan hasil produksi, Super KW I dan sekualitas. Homogenius Tile harus
seragam/ uniform dalam warna, ukuran, tebal serta permukaan harus rata sudutnya harus betul-
betul siku.

15
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

Sebelum dimulai pemasangan, Penyedia Barang / Jasa harus menyerahkan dulu untuk
mendapatkan persetujuan baik dari Pimpro, MK, maupun dari unsur teknik.
d. Plesteran dinding harus mempunyai bahan dasar PC, pasir dan air sesuai dengan syarat-syarat pada
pasal 11.
e. Bahan-bahan penutup dinding dari jenis lain sesuai dengan gambar ditentukan oleh Konsultan
MK/Pengawas.
f. Untuk lantai ubin Homogenius Tile yang dipasang diatas pasir, maka tebal pasir harus sesuai
dengan gambar dan dipadatkan dengan baik.
1) Ubin dipasang dengan adukan 1 Pc:3 Ps, tebal spasi 3 cm untuk ubin yang dipasang diatas
lapisan pasir yang dipadatkan, sedang yang diatas lantai beton tebal spasi 2 cm.
2) Plat beton yang akan dipasang ubin Homogenius Tile harus disiram dahulu sampai jenuh.
3) Setiap spesi pada setiap ubin harus padat tidak berongga.
4) Celah antara ubin lebarnya 3 mm dan diisi adukan 1 Pc : 2 Ps dan setelah pasangan cukup
kering disiram pasta semen (sesuai warna ubin) kemudian dibersihkan dengan serbuk gergaji.
g. Pemotongan Ubin
Pada prinsipnya pemotongan ubin harus dihindarkan. Pemotongan harus dilakukan dengan hati-
hati dan memakai alat pemotong.
h. MK/Pengawasan
Sebelum pekerjaan lantai dilaksanakan, Konsultan MK/Pengawas harus mengadakan persiapan
yang baik, terutama pemadatan pasir urugan harus baik. Semua pekerjaan pipa dan saluran
dibawah lantai harus ditempatkan sesuai gambar dan sebelum ubin dilaksanakan harus
diadakan pemeriksaan dan disetujui oleh Konsultan MK/Pengawas. MK/Pengawasan untuk
pelapisan dinding ditekankan pada pemasangan pipa listrik penerangan dan pipa air lainnya.
Sehingga pembuatan lubang setelahnya dapat dihindarkan.
a. Perekat
Perekat lantai homogenous menggunakan produk MU 400, MU 450, atau setara

Pasal 5 :
PEKERJAAN KOSEN PINTU DAN JENDELA ALUMINIUM,

5.1. Lingkup Pekerjaan:


a. Pekerjaan kosen dengan bahan allumunium untuk pintu dan daun pintu, jendela dan daun
jendela serta bovenlight dan daun bovenlight.

16
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

b. Pekerjaan Kosen beton untuk pintu utama (lihat gambar) dengan daun pintu kaca (frame
less).
c. Pekerjaan spider fitting menggunakan 1 kaki, 2 kaki dan 4 kaki produksi Dekson atau setara.
5.2. Bahan material:
Bahan rangka kosen adalah profil aluminium sekwalitas Alkasa, YKK, Indalex, atau setara. Partisi geser
kaca sekwalitas Kenari Djaya (KEND).
Dinding partisi kaca tempered 12 mm frameless.

5.3. Pekerjaan Kosen Allumunium.


d. Bagian ini mencakup ketentuan/syarat-syarat untuk pekerja, material/bahan, pengiriman,
penyimpanan, pemasangan, penerimaan.
e. Meliputi penyediaan kosen-kosen, pintu-pintu/jendela aluminium sesuai yang ditunjukkan
dalam gambar dan spesifikasi ini, aksesori yang diperlukan untuk pemasangan dan
kelengkapannya, penyimpanan dan perawatan, serta pembangunannya sesuai yang telah
ditunjukkan dalam gambar. Bagian ini menjelaskan Commercial Quality kosen dan pintu-
pintu aluminium untuk pintu dan bukaan-bukaan yang berhubungan, termasuk aluminium
panels dan louvres pada pintu-pintu dan frame tersebut.

Referensi
a. Semua pekerjaan harus merefer ke standar :
- SII 00649-82 - Extrusi Jendela
- SII 0405-80 - Aluminium Extrussion
- SII 0695-82 - Aluminium Extruder Number
- ASTM B221-83 - Aluminium alloy extruded bars, shapes tubes
- ASTM B209-83 - Aluminium alloy sheets & plates
- ASTM A36-81 - Steel Structural
- ASTM A308-84 - Aluminium alloy, rolled atau extruded
- ASTM E330-84 - Structural Performance
- ASTM E331-84 - Water Leakage
b. Quality Assurance :
- Kualifikasi manufaktur : produk yang digunakan disini harus diproduksi oleh perusahaan yang
sudah terkenal dan mempunyai pengalaman yang sukses dan diterima oleh Konsultan
Manajemen Konstruksi dan Pemberi Tugas.

17
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

- Single source responsibility : untuk menjamin kualitas penampilan dan performance, harus
memakai material untuk sistem yang berasal dari satu manufaktur (single manufaktur) dengan
sistem yang tersedia atau disetujui oleh sistem dari manufaktur.
- Sistem akan dites oleh laboratorium testing independent yang dipilih oleh Pemberi Tugas
dengan mock-up system yang harus dibuat oleh Kontraktor.
- Building concrete structural tolerances : harus tidak boleh lebih dari toleransi pemasangan
sistem aluminium seperti : batas-batas perbedaan untuk posisi tegak dan level.
c. Kualifikasi pekerja :
- Sedikitnya harus ada 1 orang yang sepenuhnya mengerti terhadap bagian ini selama
pelaksanaan, paham terhadap kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan, material, serta metode
yang dibutuhkan selama pelaksanaan.
- Tenaga kerja terlatih yang tersedia harus cukup serta memiliki skill yang dibutuhkan.
- Dalam penerimaan atau penolakan pekerja, Manajemen Konstruksi dan Pemberi Tugas tidak
mengijinkan tenaga kerja tanpa atau kurang skill-nya.

5.4. Syarat Pengiriman dan Penyimpanan


a. Kontraktor harus mengirim unit-unit fabrikasi dan bagian-bagian komponennya ke
site proyek, lengkap dengan identifikasi gambar-gambar pemasangan.
b. Simpanlah unit-unit dan komponen-komponen tersebut ditempat yang kering, dengan setiap
profil harus dilindungi dengan polyethylene film, dan lengkap label, tipe, nomor dan lokasi
pemasangan dalam kemasan yang tertutup asli dari pabrik. Bagian-bagian yang rusak tidak
akan diterima, item-item dengan cacat atau goresan kecil akan dipertimbangkan sebagai
kerusakan, kecuali yang terjadi adalah kondisi sebaliknya atau kondisi baik.

5.5. PERSYARATAN BAHAN


a. Jendela dan Pintu
1. Material : Aluminium Extrussion
2. Extrussion : sesuai dengan ditunjukkan dalam shop drawing yang disetujui oleh Pemberi
Tugas, Manajemen Konstruksi, Perencana, dan Konsultan Kosen Pintu dan Jendela.
3. Color extrusstion : Light color
4. Profile width : 120mm x 50mm
5. Maximum allowable deflection : 20 mm (1/175)
6. Ketebalan profil : 1,52 mm atau sesuai standard manufacture dan yang ditunjukkan
dalam shop drawing.
7. Painted finish : powder coating
18
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

8. Sistem pintu-pintu :
- film thickness 24 micron
- ukuran daun pintu sesuai gambar.
- tebal kaca : 10 mm, clear glass atau sesuai gambar
- glass fitting termasuk :
* Lock system/lock set
* Espanoglette (untuk pintu-pintu double)
* Engsel
* Sekrup
* Steel plate penguat untuk engsel-engsel t = 3 mm Atau sesuai penjelasan dalam pasal
Alat Pengunci dan Penggantung, atau sesuai rekomendasi manufaktur.
b. Fastener
1. Steel galvanized, aluminium, atau material non core lain yang cocok dengan item-item
fastener, dan harus memiliki kekuatan yang cukup.
2. Pemasangan dengan concealed fastener di semua tempat.
c. Finish Coating Harus disesuaikan dengan rekomendasi spesifikasi teknis dari manufaktur yang
disetujui, atau sesuai penjelasan di atas untuk powder coating.
d. Hardware (selain untuk frameless door)
1. Harus sesuai dengan tipe dan material harware yang ditunjukkan dalam pasal spesifikasi
hardware.
2. Kontraktor harus menyerahkan mock-up dan scale termasuk system pemasangan pada
lokasi sesuai persetujuan yang diarahkan oleh Manajemen Konstruksi dan Pemberi
Tugas.
3. Type dan material hardware haruslah kompatibilitas pada pemasangan dan berasal dari
manufaktur yang disetujui.
e. Aksesori
Harus dibuat dengan concealed fastener galvanized stainless steel, rubber weather
strip dan hanger yang dihubungkan ke aluminium didempul dengan sealant. Anchor untuk
konsen-kosen aluminium haruslah memiliki ketebalan 2-3 mm hot dip galvanized steel
dengan minimum 13 micron untuk memungkinkan pergerakan.
f. Treatment permukaan material yang kontak langsung dengan alkaline seperti concrete, mortar
atau plaster, harus dengan finish clear lacquer atau anti corrosive treatment seperti asphaltic
varnish atau material insulasi lain. Produk Aluminium yang direkomendasikan adalah lihat
spesifikasi material.

19
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

5.6. PERSYARATAN PELAKSANAAN


1. System Requirements
Design requirements
a. Sediakan gambar-gambar basic design tanpa identifikasi dan pemecahan masalah thermal
atau structural movement, glazing, anchorage, atau moisture disposal, dengan tujuan
membuat gambar basic dimensi.
b. Persyaratan-persyaratan penunjukan detail-detail dimaksudkan untuk membentuk basic
dimensi dari unit-unit, sight lines, dan profil-profil dari member.
c. Sediakan concealed fastening disemua tempat
d. Manufaktur bertanggung jawab untuk mengikuti design, persyaratan-persyaratan atau
rekayasa sistem, termasuk modifikasi-modifikasi yang diperlukan untuk memenuhi spesifikasi
yang dibutuhkan dan mempertahankan konsep design visual.
e. Pertimbangan-pertimbangan tambahan diperlukan mengingat kondisi-kondisi khusus site
untuk gerakan kontraksi dan expansi sehingga tidak ada kemungkinan kehilangan, pelemahan
atau kegagalan hubungan antara unit-unit dan struktur bangunan atau antar unit-unit itu
sendiri.
f. Berikan expansi dan kontraksi karena gerakan struktural tanpa kerusakan pada penampilan
dan performance.

2. Persiapan
Kontraktor harus mengirimkan hal-hal berikut untuk persetujuan Pemberi Tugas, Manajemen Konstruksi,
dan Perencana.
a. Shop drawing yang menunjukkan fabrikasi, pemasangan dan finish dari spesifikasi
berdasarkan pengecekan kembali dimensi-dimensi pada site, yang terdiri dari :
- Evaluation dan member dari profil
- Hubungan joint untuk sistem framing, entrance doors
- Detail-detail dari bentuk yang diperlukan
- Reinforcing
- Anchorage system
- Interfacing dengan konstruksi bangunan
- Kemungkinan-kemungkinan untuk ekspansi dan konstruksi
- Hardware, termasuk lokasi, posisi tinggi pemasangan, reinforcement,pemasangan-
pemasangan khusus
- Metode dan aksesori pemasangan kaca
- Internal sealer yang diperlukan dan tipe-tipe yang direkomendasikan
20
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

b. Kontraktor diminta untuk merencanakan sistem atau metode pemasangan mengingat


pengaruh defleksi (deflection) yang mungkin disebabkan oleh tension, atau tekanan angin,
dan sebagainya sesuai dengan rekomendasi fabrikator dan terhadap peraturan beban yang
berlaku.
c. Kontraktor harus mengirimkan 3 set contoh potongan profil dari pasangan jamb dan heads
dari kosen dan pintu-pintu yang ditunjukkan dalam gambar, dengan ukuran panjang 30 cm
profil alloy, beserta kaca ukuran 30 cm x 30 cm termasuk mock-up ukuran standar (cukup
jelas) yang menunjukkan contoh pemasangan dan finishing yang sudah final.
d. Kirimkan fotokopi sertifikat laporan tersebut sebelumnya yang berisi performance untuk
ukuran sistem yang sama sebagai pengganti test kembali atau data-data pendukung lain.
e. Sebelum fabrikasi kontraktor harus melakukan check di site semua dimensidimensi dan
kondisi project untuk menghindari informasi yang terlambat.
f. Kontraktor harus mereview gambar-gambar dan kondisi lapangan dengan cermat, ukuran-
ukuran dan lubang-lubang, persiapan mock-up sambungan detail dan profil aluminium yang
berhubungan langsung dengan material-material struktural lain.
g. Proses fabrikasi harus diutamakan disiapkan sebelum mulai pelaksanaan, dengan
mempersiapkan shop drawings yang menunjukkan lay-out, lokasi, merk, kualitas, bentuk dan
dimensi sesuai yang diarahkan oleh Manajemen Konstruksi dan Pemberi Tugas.
h. Semua frame-frame untuk partisi, jendela-jendela dan pintu-pintu harus secara akurat di
fabrikasi untuk mengepaskan dengan pengukuran site.

3. Pabrikasi
a. Shop Assembly
Dimana dimungkinkan harus siap dipasang di site proyek. Bila tidak merupakan shop assembly,
lakukan pra-pengepasan di shop untuk memastikan assembly lapangan yang baik dan tepat
guna.
b. Sambungan-sambungan / Joints
1. Buatlah dengan hati-hati agar pekerjaan-pekerjaan ekspose match untuk memberikan garis dan
design yang kontinyu. Pakailah perlengkapan mesin untuk mengepaskan frame dengan kaku
bersama-sama pada titik-titik joints contact dengan hairline joints, waterproof joints dari
belakang dengan sealant.
2. Pemakaian sealant tidak diijinkan pada permukaan ekspose.
4. Syarat Pemasangan
a. Erection Tolerances :
1. Batas perbedaan tegak dan level :
21
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

- 3 mm dalam 3 m, secara vertikal (V)


- 3 mm dalam 6 m secara horizontal (H)
2. Batas-batas perbedaan dari lokasi secara teoritis : 6 mm untuk setiap memberi pada setiap
lokasi.
3. Batasan perimbangan secara teoritis pada akhir-ke-akhir dan akhir-ke-tepi sejajar dari
permukaan rata tidak lebih dari 50 mm terpisah atau out-of-flush dengan lebih dari 6 m.
b. Set unit-unit dengan tegak, level dan garis yang benar, tanpa terkelupas atau merusak frame.
c. Pasanglah anchor dengan kuat pata tempatnya, memungkinkan untuk pergerakan, termasuk
ekspansi dan kontraksi.
d. Pisahkan material-material yang tidak sama pada titik-titik hubungan, termasuk metal-metal
yang berhubungan dengan pasangan atau permukaan beton, dengan cat bituminous atau
preformed separators untuk menghindari kontak dan korosi.
e. Set sill members pada bantalan sealant. Set member-member lain dengan internal sealant dan
baffles untuk memberi konstruksi yang weathertight.
f. Pasanglah pintu-pintu dan hardware sesuai dengan instruksi tertulis dari manufaktur.
g. Potongan aluminium profil harus dibuat dengan dasar yang baik untuk menghindari kerusakan,
tergores atau rusak pada permukaannya; dan harus dijauhkan dan material-material baja/besi
untuk menghindari debu-debu besi menempel pada permukaan aluminium.
h. Pengelasan diijinkan hanya dari bagian dalam, menggunakan non activated gas (argon) dan tidak
boleh diekspose.
i. Buatlah match joints members dengan sekrup yang cocok, rivets, las; untuk mendapatkan bentuk
dan kualitas yang dibutuhkan atau sesuai yang terlihat dalam gambar.
j. Peralatan anchor untuk aluminium frame haruslah dengan hot dip galvanized steel tebal 2-3 mm
di set pada interval 60 mm.
k. Fastener harus dari stainless steel atau material non corrosive lain, concealed type. Paskan frame
bersama-sama pada titik-titik contact joints dengan hairline joints, waterproof joints dari bagian
belakang dengan sealant untuk menahan (watertight) 1000 kg/cm.
l. Aluminium frame harus disiapkan untuk mengantisipasi modifikasi-modifikasi berikut :
- Perubahan fixed-window
- Propel window, rotate window, etc.
- Pintu-pintu kaca frameless
- Movable partisi tanpa kerusakan pada lantai dan ceiling
- Sediakan dengan aksesori-aksesori penunjang untuk tujuan-tujuan diatas.

22
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

m. Paskan hardware dan material-material reinforcing pada metal lain yang berhubungan langsung
dengan aluminium frame dan hubungan harus dengan chromium coat pada permukaannya untuk
menghindari kontak korosif.
n. Toleransi pemasangan (erection) untuk aluminium frame pada sisi dinding 10-15 mm harus diisi
dengan grouting.
o. Sebelum pemasangan aluminium frame, khususnya pada propel window, upper dan lower
window, sill harus di check level dan waterpass pada bukaan-bukaan dinding.
p. Untuk pemasangan (erection) frame pada area watertight khususnya pada ruang dengan AC,
harus disediakan synthetic rubber atau synthetic resin untuk swing door dan double door.
q. Tepi-tepi akhir frame pada dinding harus di set dengan sealant untuk membuatnya sound proof
dan watertight.
r. Lower sill pada frame aluminium exterior harus diberi flashing untuk menahan air hujan.

5. Adjusting
Test fungsi operasi pintu-pintu setelah operasi penutupan daun pintu, latching speeds dan hardware-
hardware lain sesuai dengan instruksi manufaktur untuk memastikan operasi daun pintu yang halus
(smooth).

6. Proteksi
a. Semua aluminium harus dilindungi dengan tipe-tipe proteksi atau material-material lain yang
disetujui oleh Owner saat diserahkan ke lapangan.
b. Protective material tersebut hanya boleh dibuka bila diperlukan pada saat protective material
akan dipakai pada aluminium.
c. Tepi-tepi pintu harus dilindungi dengan plastic tape atau zinc chromate primer (transparent
varnish) pada saat plasteran akan dilaksanakan. Bagian-bagian lain harus tetap dilindungi
dengan lacquer film sampai seluruh pekerjaan selesai.
d. Pemakaian varnish tidak diijinkan untuk permukaan-permukaan yang tidak akan didempul atau
di sealant.

7. Pengetesan
a. Typical Window
1. Semua jendela-jendela typical harus dipasang terlebih dahulu, termasuk pemasangan kaca dan
sealant.
2. Sample dari material aluminium harus ditest di laboratorium yang disetujui oleh Manajemen
Konstruksi, dan test tersebut harus meliputi :
23
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

- Ketebalan material
- Staining test
- Weight test
- Corrosion test
3. Kontraktor harus melakukan test untuk kekuatan, workman ship, dan kapasitas waterproof untuk
kosen-kosen jendela, dan disaksikan oleh Manajemen Konstruksi, Perencana, dan Pemberi
Tugas.
b. Maintenance Period
Pada saat akhir periode maintenance, bila Manajemen Konstruksi dan Pemberi Tugas
mempertimbangkan terdapat hal-hal yang tidak sesuai (rusak) dengan hasil test kekuatan dan
sebagainya, Kontraktor harus segera memperbaikinya dan/atau menggantinya dengan unit baru
sesuai persetujuan Manajemen Konstruksi dan Pemberi Tugas.

8. Syarat Pemeliharaan dan Perlindungan


a. Kontraktor wajib memperbaiki pekerjaan yang rusak/cacat, sampai dengan perbaikkan
pekerjaan tersebut diterima oleh Konsultan Manajemen Konstruksi. Perbaikan dilaksanakan
sedemikian rupa hingga tak mengganggu pekerjaan finishing lainnya. Biaya yang timbul untuk
pekerjaan perbaikan menjadi tanggung jawab Kontraktor.
b. Kontraktor wajib mengadakan perlindungan dan pengamanan terhadap pekerjaan yang telah
dilaksanakan.
c. Sesudah pekerjaan kosen alumunium, permukaan kosen harus dijaga terhadap kemungkinan-
kemungkinan terkena cairan-cairan dan benda-benda lain yang mungkin bisa menimbulkan
cacat, noda-noda dan sebagainya.
d. Apabila hal ini terjadi, Kontraktor harus memperbaiki cacat tersebut hingga pulih kembali seperti
semula, sampai hasil perbaikan tersebut dapat diterima dan disetujui oleh Konsultan Pengawas.
Biaya perbaikan ditanggung oleh Kontraktor.

9. Syarat Penerimaan
Sebagai syarat penerimaan, kontraktor harus mengirimkan garansi sebagai berikut :
a. Garansi tertulis dari fabrikator untuk aluminium alloy dan anodizing, minimum 20 tahun. Garansi
juga harus menyangkut kegagalan pekerjaan atau material, hilangnya properti mekanis (loss of
mechanical properties), kebocoran air, kegagalan struktural, non uniformity of surfaces,
korosi/karat, dan hal-hal lain yang berhubungan dengan persyaratan performance.

24
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

b. Kontraktor harus mengirimkan bukti-bukti mengenai sumber dari material dan aksesorinya dalam
bentuk sertifikat Certificate of Origin dari manufaktur yang disetujui oleh Manajemen Konstruksi
dan Pemberi Tugas.

Pasal 6. :
PEKERJAAN KACA

6.1. B a h a n
Semua kaca yang digunakan adalah kaca bening, kualitas baik dengan ketentuan dapat menahan beban
angin sebesar 122 kg/m2.
a. Semua jenis kaca yang digunakan harus produksi ASAHI atau sekualitas yang disetujui oleh
Konsultan MK/Pengawas.
b. Tebal kaca 12 mm tempered untuk dinding partisi kaca, untuk dinding kaca core lift, pintu kaca
frameless .
c. Tebal kaca 2x6mm untuk penggunaan pada atap dengan sistem laminated menggunakan kaca
temperred.
d. Tebal kaca 8mm untuk penggunaan pada curtainwall dengan menggunakan kaca clear sistem Stopsol
Eurogrey.
e. Dempul yang digunakan untuk memasang kaca pada kosen , daun jendela dan pintu agar tidak
menimbulkan suara pada waktu menerima getaran harus dari kualitas baik produksi dari pabrik yang
disetujui oleh Konsultan MK/Pengawas .
e. Dempul untuk memasang kaca, pada waktu diterima dikaleng tidak boleh kering atau sudah
mengeras.
f. Bahan untuk membersihkan kaca harus disetujui oleh Konsultan MK/Pengawas.
6.2. Macam Pekerjaan
a. Lingkup pekerjaan adalah pengadaan bahan, alat pemotong, pembersih, penggosok tepi dan tenaga
kerja untuk jendela pemasangan kaca.
b. Pemasangan kaca pada daun pintu dan jendela kaca.

6.3. Syarat-syarat Pelaksanaan


a. Alur kayu harus dibersihkan, diplamir dan dicat dengan lapisan cat minyak sebelum kaca dipasang.
b. Kaca harus dipotong menurut ukuran kosen dengan kelonggaran cukup, sehingga pada waktu kaca
berkembang tidak pecah.
c. Kaca dipasang dan dikukuhkan dengan memakai dempul kaca dan list kaca dipaku dengan sekrup.
25
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

d. Kaca yang telah dipasang harus dapat tertanam rapi, dan kokoh pada rangka terutama pada sudut-
sudutnya.
f. Kaca yang dipasang pada kosen semua sudutnya harus ditumpulkan dan sisa tepinya digosok
hingga tidak tajam.
g. Setelah selesai dipasang, kaca harus dibersihkan dan yang retak, pecah atau goresan harus
diganti.

Pasal 7 :
PEKERJAAN CAT

7.1. B a h a n
a. Pengertian cat disini meliputi cat-cat antara lain : cat seluruh kayu yang membutuhkan, cat langit-
langit, cat bidang-bidang tembok luar dalam. Pemakaian cat yang baik untuk dasar cat akhir dipakai
cat produksi sekualitas Dulux, Propan, Jotun, atau setara.
b. Cat-cat/plamir yang dibutuhkan atau didatangkan harus dalam keadaan utuh dalam kemasan
kaleng, tertera nama perusahaannya dan serta masih terdapat segel yang utuh.
c. Semua cat yang dipakai harus mendapatkan persetujuan dari Konsultan MK/Pengawas.
d. Plamir dan dempul untuk pekerjaan cat tembok dan kayu digunakan merk yang sama dengan merk
cat yang dipilih.
e. Cat meni digunakan sesuai dengan cat jadi dan sesuai dengan penggunaan cat.
f. Bahan pengencer digunakan dari produksi pabrik dan bahan yang diencerkan

7.2. Macam Pekerjaan


a. Mengecat dengan cat kayu untuk semua bidang dinding exterior menggunakan weathershied dan
interior seperti dinyatakan dalam gambar.
b. Mengecat dengan cat kayu untuk semua bidang permukaan kayu yang nyata-nyata harus dicat
seperti dinyatakan pada gambar.
c. Mengecat dengan meni semua profil-profil baja yang digunakan sebagai struktural bangunan dan
non struktural.
d. Memeni dengan meni kayu untuk semua bidang yang akan dicat kayu termasuk semua bidang
sambungan dan potongan kayu dan dengan meni besi untuk semua bidang yang akan dicat besi
termasuk beugel, angkur, baut dan sebagainya.
e. Memeni semua permukaan bidang kayu atau besi yang tertanam dan berhubungan langsung
dengan tembok.
26
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

e. Semua dinding-dinding/bidang langit-langit dari bahan asbes dicat tembok produksi semutu
Dulux, Propan, Jotun atau setara.
f. Membuat huruf atau nomor pengenal untuk :
1) Semua pintu pada kedua sisi luar dan dalam diletakkan diatas pelat kunci.
2) Label kunci untuk semua pintu.
3) Semua fungsi ruang pada sisi luar pintu.

7.3. Cara Pelaksanaan


a. Cat Tembok
Bidang yang akan dicat sebelumnya harus dibersihkan dengan cara menggosok memakai kain
yang dibasahi air. Setelah kering didempul pada tempat yang berlubang
sehingga permukaannya rata dan licin untuk kemudian dicat paling sedikit 2 (dua)kali dengan roler
minimal 20 cm sampai baik atau dengan cara yang telah ditentukan oleh pabrik.
b. Cat Kayu
Menggunakan cara seperti petunjuk dari pabriknya atau sebelum pekerjaan cat dimulai, kayu harus
kering dan digosok dengan kertas amplas sampai halus dan didempul pada tempat yang berlubang
selanjutnya diplamir hingga permukaanya menjadi rata dan licin baru kemudian di cat minimum 2
(dua) kali. Pengecatan dilakukan ditempat yang bebas dari panas matahari langsung.
c. Cat Besi
Semua pekerjaan yang telah dicat meni besi, baru boleh dicat besi setelah terlebih dahulu
dibersihkan dari kotoran yang menempel. Pengecatan minimum 2 (dua)kali. Pengecatan yang
dilakukan diatur ketika keadaan mendung dan hujan tidak diperkenankan.
d. Cat Meni Besi
Segera setelah pekerjaan baja dibersihkan sampai kulit giling dan permukaan korosi terbuang dan
terlihat warna metalik, pengecatan meni dapat dimulai dengan ketebalan cat meni sampai lebih
kurang 25 milimicron.
e. Cat Meni Kayu .
Bidang yang akan dicat meni harus bersih dan dalam keadaan kering. Pengecatan harus merata
dan tidak terlihat lagi warna serat kayu yang dicat.
f. Semua huruf dan nomor pengenal kunci dari fibre- glass ukuran tempat dan banyaknya akan
ditetapkan.
g. Pelaksanaan pekerjaan cat harus sesuai dengan persyaratan yang tercantum didalam PBBI 1961
h. Membuat papan petunjuk fungsi tiap-tiap ruang yang terbuat dari kayu jati dengan tulisan dicat
dengan ukuran sesuai gambar. Pemasangan papan petunjuk tersebut diletakkan diatas pintu masing-
masing ruangan.
27
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

Pasal 8 :
PEKERJAAN PENGGANTUNG DAN PENGUNCI DAN AUTOMATED SYSTEM

8.1. UMUM
8.1.1. Lingkup Pekerjaan
a. Bagian ini mencakup ketentuan/syarat-syarat untuk pekerja, material/bahan pengiriman,
penyimpanan, pemasangan dan penerimaan.
b. Meliputi penyediaan alat pengunci dan penggantung (Finished Hardware /Ironmongery) yang
dibutuhkan untuk mengayun (swing), sliding, folding untuk pintu dan jendela, termasuk semua
aksesoris yang dibutuhkan untuk pemasangan dan operasional pintu/jendela dengan baik. Selain itu
pekerjaan-pekerjaan seperti memasang dan melakukan set Ironmongery pada pintu/jendela,
membuat lubang/tempat pada pintu-pintu/ jendela-jendela besi/kayu/aluminium juga harus
termasuk dalam bagian dari pasal ini. Bagian-bagian atau aksesoris yang termasuk dalam pasal ini
adalah : hinges/engsel, lock cylinder dan kunci, lock dan latch set, belts, push/pull unito, alat-alat
control pintu (miscellaneous), unit-unit trim pintu, protection plates, door closer, door stopper, sound
tripping untuk pintu-pintu interior, automatic drop seals/door bottom dan bagian-bagian lain yang
diperlukan.
8.1.2. Referensi
a. Semua pekerjaan harus merefer ke standar :
JIS A 5511
JIS Sus 304
ASTM A 156-1-81
ASTM A 156-2-92
ASTM A 156-4-86
ASTM A 156-15-60
b. Quality Assurance :
Kualifikasi manufaktur : produk yang digunakan disini harus diproduksi oleh perusahaan yang sudah
terkenal dan mempunyai pengalaman yang sukses dan diterima oleh Konsultan Manajemen
Konstruksi dan Pemberi Tugas.
Single Source Responsibility : setiap tipe hardware harus berasal dari fabrikator / pembuat tunggal
bila tersedia. Bila ada perbedaan sumber, mintallah persetujuan Konsultan Manajemen Konstruksi,
Pemberi Tugas dan Perencana.
Fire rated openings : sediakan hardware untuk pintu-pintu tahan api (fire rated) yang memenuhi
persyaratan-persyaratan yuridiksi otoritas. Sediakan hanya itemitem hardware pintu yang terdapat
28
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

dalam list dan identik dengan produk-produk yang ditest oleh organisasi testing dan inspeksi yang
diterima oleh jurisdiksi otoritas dan tunduk pada persyaratan-persyaratan pintu tahan api (fire rated)
dan label pada kosen pintu.
c. Kualifikasi Pekerja :
Sedikitnya harus ada 1 orang yang sepenuhnya mengerti terhadap bagian ini selama pelaksanaan,
paham terhadap kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan, material, serta metode yang dibutuhkan
selama pelaksanaan.
Tenaga kerja terlatih yang tersedia harus cukup serta memiliki skill yang dibutuhkan.
Dalam penerimaan atau penolakan pekerja, Manajemen Konstruksi, Pemberi Tugas, dan Perencana
tidak mengijinkan tenaga kerja tanpa atau kurang skillnya.
8.1.3. Pengiriman dan Penyimpanan
a. Hardware harus dikirim ke site dalam kemasan tertutup asli dari pabrik/fabrikator.
b. Tandai setiap item atau kemasan terpisah dengan identifikasi yang berkaitan dengan schedule final
hardware, dan cantumkan instruksi pemasangan untuk setiap item atau kemasan.
c. Kemasan hardware pintu/jendela adalah merupakan tanggung jawab supplier. Karena ada
kemungkinan material diterima oleh supplier dari berbagai fabrikator, sortirlah dan kemas kembali
dalam kontainer/kemasan dan tandai dengan jelas untuk nomor set dari hardware agar match
dengan nomor-nomor schedule hardware yang telah disetujui. Dua atau lebih nomor set yang identik
dapat dikemas dalam satu kemasan.
d. Lakukan penyimpanan dengan berhati-hati untuk menghindari cacat/rusak dari material selama
penyimpanan.
e. Setiap perubahan kunci harus diberi tanda atau sebaliknya ditandai pada pintu untuk tipe silinder
akan digunakan.
f. Inventarisasikan hardware pintu secara bersama-sama dengan wakil dari supplier hardware dan
supplier pemasang (installer) sampai masing-masing merasa puas dan jumlah yang akan dipakai
benar.
g. Berikan pengaman untuk hardware pintu-pintu yang dikirim ke proyek, tapi belum dipasang.
Kontrolah penyimpanan dan pemasangan item-item hardware agar tidak tertukar sehingga
penyelesaian pekerjaan tidak terhambat karena kehilangan, baik sebelum dan setelah pemasangan.
8.2. PERSYARATAN BAHAN
8.2.1. Material
a. Semua item hardware yang dipasang pada fungsi-fungsi yang sama harus berasal dari satu
pabrik/manufaktur bila memungkinkan. Semua lockset harus berasal dari satu pabrik dan silindernya
haruslah dapat ditukar-tukar.

29
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

b. Semua item hardware dalam pintu masuk toilet (toilet entry), kecuali engsel dan door closer, harus
dilengkapi dengan wrought aluminium yang setara dalam berat dan ketebalannya dengan item
hardware yang dispesifikasikan dari salah satu bahan wrought atau cast bronze.
c. Hardware harus memiliki standard finishing berikut :
1. Stainless steel chrome atau hairline sesuai yang ditunjukkan
2. Satin chrome
3. Brass finish
d. Persyaratan-persyaratan design, grade, fungsi-fungsi, finish, ukuran dan kualitas dari setiap tipe dan
finish hardware ditunjukkan dalam hardware schedule pada akhir dari pasal ini.
e. Produk / merk yang direkomendasikan adalah : lihat spesifikasi material arsitektur
8.2.2. Fabrikasi
a. Cetakan nama pabrik : jangan memakai produk yang memiliki cetakan nama manufaktur atau daftar
merk yang tertera dengan bagian yang terlihat (hilangkan cetakan yang removable) kecuali bila
berkenan dengan label tahan api (fire rated) yang dibutuhkan, atau sesuai persetujuan Perencana,
Manajemen Konstruksi, dan Pemberi Tugas.
b. Base metal : produk dari unit hardware harus dibuat dengan metode basic metal dan forming method
yang sesuai standard metal alloy manufaktur, termasuk komposisi, temper dan kekerasannya, tapi
tidak ada unit casing yang kualitasnya lebih rendah dari yang dispesifikasikan sesuai finishing yang
ditunjukkan.
c. Fastener : sediakan hardware yang dibuat untuk kesesuaian dengan pembuatan cetakan (template).
Secara umum siapkan pemasangan dengan memakai mesin pemasang sekrup. Jangan pakai
hardware yang telah disiapkan dengan self topping metal screw, kecuali ditunjukkan dalam
spesifikasi.
d. Lengkapilah sekrup untuk pemasangan hardware. Lakukan dengan sistem sekrup,Philips flot-head
kecuali ditunjukkan lain.Tutuplah sekrup yang terbuka (dalam setiap kondisi) agar cocok dengan
finish hardware atau bila terbuka pada permukaan bagian pekerjaan lain yang berdekatan agar
sesuai dengan finishing bagian pekerjaan lain tersebut sedekat/semirip mungkin termasuk
mempersiapkan permukaan cat dan memeriksa finishing cat.
e. Pasanglah fastener tersembunyi (concealed fastener) untuk hardware unit yang terekspose pada
kondisi bila tidak ada standard unit yang tersedia dengan fastener tersembunyi. Jangan memakai
thru-bolts untuk pemasangan dimana bolt head atau mur pada muka yang berlawanan diekspose
pada bagian pekerjaan lain, kecuali pemakaiannya hanya dipakai untuk memperkuat jenis pekerjaan
pengencangan hardware dengan aman. Bila thru-bolts digunakan sebagai alat untuk memperkuat
bagian pekerjaan, siapkanlah sleeves untuk setiap thru-bolts atau gunakan screw fastener.
8.2.3. But Hinges, Hinges, Pivots
30
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

a. Templates : kecuali untuk engsel-engsel dan pivots yang akan dipasang menyeluruh (pada kedua
daun) pada pintu-pintu dan kosen, pasanglah hanya unitunit produk template.
b. Sekrup : sediakan sekrup Philips Flat-Head yang sesuai dengan kebutuhan berikut :
1. Untuk kosen dan pintu-pintu metal pasanglah sekrup mesin pada lubang yang telah di drilling dan
di tapping.
2. Untuk kosen dan pintu-pintu kayu gunakan sekrup kayu.
3. Untuk pintu tahan api (fire-rated) pasanglah sekrup ukuran 12 x 1 inch tipe threaded-to-the-
head steel.
4. Finishlah kepala sekrup agar match dengan permukaan engsel dan pivot.
c. Hinge Pins : kecuali disebutkan berbeda, sediakanlah hinge pins sebagai berikut :
1. Outswing exterior doors : Non removable pins
2. Interior doors : Nonrising pins
3. Tips : ratakan button dan matching plugs, finishing agar match dengan daun.
d. Jumlah engsel : sediakan jumlah engsel yang ditunjukkan dan tidak kurang dari 3 engsel untuk setiap
daun pintu untuk pintu ukuran tinggi 2.150 mm, dan satu engsel tambahan untuk setiap tambahan
75 cm tinggi. Pintu tahan api : tidak kurang dari 2 buah engsel untuk setiap daun pintu untuk pintu
dengan tinggi 2.100 mm atau kurang dengan aturan yang sama untuk penambahan tinggi.
8.2.4. Lock Cylinders dan Keying
a. Multiple Building System : kecuali disebutkan khusus, buatlah satu sistem grand masterkey untuk
proyek.
b. Review sistem kunci dengan Pemberi Tugas dan sediakan tipe yang diminta.
c. Lengkapi lock dengan silinder untuk interchangeable core pins tumbler inset. Pasanglah hanya untuk
sementara waktu pada periode konstruksi, dan bukalah kembali bila diminta. Pekerjaan furnishing
final cores dan kunci untuk pemasangan adalah oleh Pemberi Tugas.
d. Lengkapi locks dengan high-security silinder yang sesuai persyaratan, performance untuk grade 1
silider yang telah di test untuk persyaratan anti congkel dan drilling.
e. Metals : bagian-bagian lock silinder dikonstruksi dari brass atau bronze, stainless steel, atau silver
nickel.
f. Sesuaikan dengan permintaan Pemberi Tugas untuk master key, kecuali ditunjukkan khusus, dengan
individual change key untuk setiap lock yang bukan berupa kunci salinan (keyed alike) dalam group
lock-lock yang berhubungan. Tuliskan dengan permanen untuk setiap kunci sesuai jumlah lock yaitu
pada identifikasi silinder, simbol kunci pembuat, dengan notasi Do not Duplicate.
g. Material kunci : hanya Nickel Silver
h. Jumlah kunci : lengkapi dengan 3 buah anak kunci untuk setiap lock, 5 masterkey untuk setiap master
system, dan 5 grand master key untuk setiap grand master system.
31
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

8.2.5. Key Control System


Sediakan key control system termasuk cover, label, tanda dengan self-locking key clips, receipts forms, 3-way
visible card index, tanda sementara, tanda permanen, dan standard metal cabinet, semuanya sesuai
rekomendasi dari sistem manufaktur, dengan kapasitas untuk 150% dari jumlah lock yang dibutuhkan untuk
proyek.
a. Sediakan sistem cross index yang lengkap yang di set pabrik kontrol kunci, dan tempatkan kunci-
kunci pada cantolan dalam kabinet sesuai schedule final key.
b. Sediakan kabinet tipe hinged-panel untuk digantung di dinding.
8.2.6. Locks, Latches dan Bolts
a. Penting : pasanglah standard wrought box strike dari pabrik untuk setiap latch atau lock bolt, dengan
lidah melengkung melewati protect frame. Finishing harus match dengan hardware set, kecuali
ditunjukkan berbeda.
1. Pasanglah flat lip strikes untuk lock sebanyak 3 buah, dengan latchbolt yang anti friksi sesuai
rekomendasi pabrik.
2. Pasanglah extra long strike lips untuk lock digunakan frame dengan asing frame dari kayu.
3. Pasanglah recess type top strikes untuk bolts locking pada head frame, kecuali disebutkan
berbeda.
4. Pasanglah dust-proof striker untuk foot bolts, kecuali kalau pada special treshold construction
terdapat non recessed strike untuk bolt.
5. Pasanglah roller type strike yang direkomendasikan oleh fabrikator latch dan lock unit.
b. Lock throw : pasanglah throw latch ukuran minimum 16 mm pada sepasang pintu, dan sesuaikan
dengan persyaratan throw bolt dan latch bolt pada bukaan firerated. Sediakan ukuran throw bolt
minimum 12 mm untuk bored dan preassemble type unutk lock, dan minimum 18 mm throw latch
untuk mortice lock. Sediakan ukuran minimum 2,5 cm throw untuk semua dead bolt.
c. Flush bolt heads : ukuran minimum diameter 12 mm rod dari brass, bronze atau stainless steel
dengan panjang rod minimum 30 cm. Untuk pintu-pintu dengan tinggi sampai dengan 2150 mm
sediakan rod yang lebih panjang sesuai dengan kebutuhannya untuk pintu-pintu yang lebih tinggi dari
2.150 mm.
d. Exit device dogging : kecuali untuk pintu-pintu fire-rated dimana door closer tersedia dan dilengkapi
dengan exit devices, lengkapi unit-unit dengan alat keyed dogging untuk menahan latch bolt dalam
posisi tertarik, saat sistem bekerja.
e. Rabbeted doors : bila rabbeted door stiles ditunjukkan, sediakan special rabbeted front untuk lock
dan latch unit dan bolt.
8.2.7. Push / Pull Units

32
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

Concealed fastener : sediakan sistem fastener khusus dari pabrik untuk pemasangan, thru-bolt agar match
pada sepasang unit (tidak untuk single unit).
8.2.8. Door Closer dan Door Control Devices
a. Ukuran unit : kecuali disebut secara spesifik, sesuaikan rekomendasi manufaktur untuk ukuran unit
door control tergantung dari ukuran pintu, pengaruh terhadap cuaca dan antisipasi frekwensi
pemakaian. Sediakan paralel arms untuk semua overhead closer, kecuali disebutkan sebaliknya.
b. Access Free Manual Closers : bila manual closer ditunjukkan pada pintu-pintu yang dibutuhkan untuk
akses orang cacat (handicapped), sediakan unit yang dapat diatur (adjustable) untuk memberi
dorongan gaya pada bukaan pintu dan penutupan dengan sistem delayed.
c. Combination Door Closer and Holders : sediakan unit-unit design untuk memegang pintu pada posisi
terbuka pada pemakaian normal dan untuk melepaskan dan menutup pintu secara otomatis dalam
kondisi kebakaran. Gabungkan design mekanisme integral electromagnetic holder untuk digunakan
bersama fire detector, dengan memakai normally closed switching contact.
d. Flush Floor Plates : sediakan finish metal flush floor plates untuk floor closer kecuali bila terdapat
treshold, dan cover plate dispesifikasikan menjadi bagian integral dari treshold. Finishlah floor plate
agar match dengan hardware sets, kecuali kalau disebutkan khusus.
e. Recessed Floor Plates : sediakan recessed floor plate pada tempat dimana tidak ada treshold dan
floor closer pada area resilient flooring, stone flooring, atau marmer. Recess plate akan dipasang dan
insert pada bahan floor finish pada ketebalan normal sesuai yang ditunjukkan. Sediakan extended
spindle pada door closer yang mungkin dibutuhkan untuk mengakomodasikan ketebalan floor finish.
Bila pada lantai marmer terdapat metal devider atau expansion strip, buatlah agar exposed ring dari
recessed floor plate match dengan metal door closer atau floor strip.
f. Sediakan block resilient untuk exposed bumper.
8.2.9. Door Trim Unit
a. Fastener : pasanglah standard exposed fastener dari pabrik untuk door trim unit terdiri dari sekrup
yang dipasang dengan mesin atau self-tapping screws.
b. Fabrikasi tepi trims dari stainless steel untuk dipaskan pada tebal pintu sesuai panjang standard atau
agar match dengan ketinggian protection plate.
c. Fabrikasi protection plate tidak lebih dari 4 cm lebih kecil dari lebar pintu pada bagian engsel, dan
tidak lebih dari 12 mm lebih kecil dari lebar pintu pada sisi pull dengan ketinggian yang ada.
1. Metal plates : stainless steel 1,25 mm (US 18 gage)
2. Metal plates : brass atau bronze 1,5 mm (US 16 gage
3. Plastic plates : clear acrylic plastic, tebal 3 mm
4. Plastic plates : plastic laminate atau high impacted polythylene, tebal 3 mm sesuai dengan warna
yang dipilih.
33
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

8.2.10. Weatherstripping dan Seals


a. Umum : pasanglah weatherstripping kontinue pada exterior door dan smoke, lampu dan seal suara
pada pintu-pintu exterior dimana ditunjukkan atau terdapat dalam schedule. Pasanglah
monocorrosive fastener untuk pemakaian exterior dan tempat-tempat lain yang ditunjukkan.
b. Replaceable Seal Strips : pasanglah unit-unit resilient atau flexible seal strip yang dapat dengan
mudah diganti dan tersedia ready stock/readly available dari stock yang disediakan oleh pabrik.
c. Weatherstripping pada Jambs dan Heads : pasanglah bumper type resilient insert dan metal retainer
strips untuk permukaan, kecuali terdapat mortised atau semi mortised, serta material-material
berikut untuk metal, finish dan resillient bumper. Sponge Neopreme sesuai MIL R 6130, class II
(closed cell).
1. Grade A (30F s/d 150 F, oil-resistant dan self extinguishing)
2. Grade B (30 F s/d 150 F, non oil-resistant)
3. Grade C (67 F s/d 170 F, low temperature)
d. Wheatherstripping pada door bottoms : sediakan treshold yang terdiri dari contacttype resilient insert
dan metal housing dengan design dan ukuran yang ditunjukkan dari bahan metal, solid neoprane
wiper atau sweep seal.
8.2.11. Treshold
a. Umum : kecuali ditunjukkan khusus, pasanglah unit treshold metal standard dengan tipe, ukuran, dan
profil sesuai yang ditunjukkan dalam schedule.
b. Exterior Hinge atau Pivot Doors : sediakan unit-unit ini tidak kurang dari lebar 10 cm, dan dibentuk
untuk pengakomodasikan perubahan dalam elevasi lantai sesuai yang ditunjukkan, untuk
mengakomodasikan door hardware serta untuk kesesuaian dengan door frame, serta hal-hal berikut :
1. Untuk pintu In-swing sediakan unit-unit dengan interlocking lip dan interior drain channel,
termasuk hook pada tepi bawah dari pintu dan drain pan.
2. Untuk pintu-pintu out-swing sediakan rabbeted type unit dengan insert weatherstrip yang dapat
diganti pada stop.
8.2.12. Hardware Finishes
a. Buatlah match item-item texture finishing dengan warna standard dari manufaktur untuk latch dan
lock set (atau unit push-pull bila tidak ada latch dan lock set).
b. Sediakan finishing khusus yang match dengan sample-sample dari Perencana, bila ada.
c. Sediakan kualitas finish, termasuk ketebalan plating atau coating (bila ada), komposisi, kekerasan,
dan kualitas-kualitas lain sesuai dengan standard manufaktur, dengan standard tidak kurang dari
yang dispesifikasikan dalam standard referensi unit-unit hardware.

34
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

d. Sediakan protective lacquer coating untuk semua finish hardware yang diekspose seperti brass,
bronze dan aluminium, kecuali disebutkan khusus. Gunakan Suffix NL untuk menandakan standard
finish yang menunjukkan no lacquer.
e. Semua hardware dalam satu pintu dalam pengertian daun pintu dan kosen pintu atau setiap
hardware yang melekat atau berdekatan padanya harus memiliki material finish yang sama. Finishing
yang disarankan : Polished Brass atau sesuai schedule.
8.3. PERSYARATAN PELAKSANAAN
8.3.1. Persiapan dan Pengiriman
Kontraktor harus mengirimkan hal-hal berikut sesuai kondisi kontrak dan persyaratanperyaratan
spesifikasi :
a. Sertifikat pemenuhan dan laporan test.
Kontraktor harus mengirimkan sertifikat laporan test kepada Konsultan Manajemen Konstruksi,
Pemberi Tugas, dan Perencana untuk persetujuan, bersamaan dengan pengiriman hardware sesuai
dengan persyaratan-persyaratan yang dispesifikasikan disini.
b. Hardware list dan katalog
Sebelum hardware dikirim ke site, kontraktor harus mengirimkan kepadaManajemen Konstruksi,
Pemberi Tugas dan Perencana hardware list untuk persetujuan sebanyak rangkap empat, yang
mendata setiap item hardware yang dibuat disertai dengan katalog pabrik untuk setiap item hardware
dengan memakai form berikut :
Hardware Reference Manufactures UL marked BHMA
Item Publication number and (if fire rated Finish
Type Catalog number and instead) Designation

c. Data-data produk termasuk data produk teknis dari pabrik untuk setiap item hardware pintu, instruksi
pemasangan, maintenance untuk finish dan bagianbagian yang bergerak, dan informasi-informasi
lain yang dibutuhkan untuk menunjukkan pemenuhan persyaratan-persyaratan.
d. Final hardware schedule yang terkoordinasi dengan pintu-pintu, kosen-kosen dan pekerjaan-
pekerjaan lain untuk memastikan ukuran yang tepat, ketebalan, pengepasan dan finish dari hardware
pintu/jendela.
1. Final hardware schedule berisi : item-item berdasarkan hardware yang ditunjukkan, schedule
yang telah diatur ke dalam hardware set yang menunjukkan penandaan secara lengkap dari

35
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

setiap item yang dibutuhkan untuk setiap pintu atau bukaan. Cantumkanlah informasi-informasi
berikut :
Tipe, style, fungsi, ukuran dan finish untuk setiap item hardware
Nama dan manufaktur untuk setiap item
Pengencangan (fastener) dan informasi lain terkait
Lokasi untuk setiap referensi (cross reference) hardware set untuk ditunjukkan dalam
gambar-gambar denah dan schedule pintu dan kosen.
Penjelasan mengenai singkatan-singkatan, simbol-simbol dan kode yang terdapat dalam
schedule.
Lokasi pemasangan (mounting) untuk hardware
Ukuran dan material dari pintu
Informasi kunci-kunci
2. Submital Squence
Kirimkan draft initial dari final schedule bersama-sama dengan data produk sebagai
informasi/data fabrikasi/instalasi dari pekerjaan/bagian terkait dalam schedule pelaksanaan proyek.
Kirimkan schedule final sample, produk data, koordinasi dengan shop drawings dalam pekerjaan-
pekerjaan terkait lain, schedule pengiriman dan informasi sejenis.
3. Schedule sistem kunci : kirimkan schedule detail sistem kunci terpisah yang
menunjukkan dengan jelas bagaimana instruksi final pemilik dalam melakukan penguncian
(operasional), telah dipenuhi.
e. Sample dari setiap tipe hardware yang diekspose lengkap dengan finishing dan label berisi deskripsi
lengkap dengan jadwal koordinasi sesuai schedule. Kirimkan sample sebelum pengiriman hardware
schedule. Sample akan dikembalikan kepada supplier.
f. Pengiriman sistem kunci : sebelum kunci dikirim ke lapangan, kirimkan system penguncian yang
lengkap (Keying System) untuk persetujuan Manajemen Konstruksi, Pemberi Tugas, dan Perencana.
g. Templates untuk pintu-pintu, kosen-kosen dan pekerjaan-pekerjaan lain yang dispesifikasikan harus
disiapkan oleh pabrik/factory untuk pemasangan hardware pintu/jendela. Check shop drawings pada
pekerjaan-pekerjaan lain untuk memastikan bahwa telah ada persiapan yang cukup dibuat untuk
menempatkan dan memasang hardware pintu/jendela yang sesuai pada persyaratan yang
ditunjukkan.
8.3.2. Pemasangan
a. Pasanglah unit hardware pada ketinggian yang ditunjukkan atau diperlukan untuk menyesuaikan
dengan peraturan-peraturan pemerintah kecuali sebaliknya diusulkan lain oleh Manajemen
Konstruksi, Pemberi Tugas dan Perencana.

36
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

b. Pasanglah setiap item hardware sesuai dengan instruksi dan rekomendasi dari manufaktur. Bilamana
pemotongan dan pengepasan diperlukan untuk memasang hardware pada atau permukaan yang
selanjutnya akan di cat atau difinish dengan cara lain, koordinasikan pemindahan, penyimpanan dan
instalasi kembali, atau pasanglah proteksi pada permukaan pekerjaan finishing. Jangan pasang item
surface-mounted sampai finish telah diselesaikan termasuk pada bagian dasarnya (substrates).
c. Pasanglah unit-unit dengan rata, tegak dan benar pada garis dan lokasinya. Setellah dan perkuatlah
dasar dari item sesuai dengan yang diperlukan untuk pemasangan dan operasional yang baik.
d. Lubangilah dan pasanglah unit anchorage fastener yang tidak disiapkan dalam pabrik secara
concealed (tersembunyi). Berilah spasi pada fastener dan anchor sesuai dengan standard industri.
e. Atur treshold untuk pintu exterior dengan memasang penuh butyl-rubber atau sealant Polyisobutylene
mastic sesuai dengan persyaratan yang dispesifikasikan dalam pasal Joint Sealant.
f. Weatherstripping dan Seals : bila tidak sesuai dengan instruksi dan rekomendasi dari pabrik untuk
persyaratan pemasangan/melanggar, jangan dicantumkan.
8.3.3. Penyetelan, Pembersihan dan Pengestas
a. Aturlah dan check setiap item hardware dan pintu yang beroperasi untuk memastikan operasional
yang baik dan fungsi-fungsi dari setiap unit. Ganti unit-unit yang tidak dapat disetel dan beroperasi
dengan bebas dan halus, sesuai yang ditunjukkan pada penerapannya. Bila hardware pintu dipasang
lebih dari satu bulan sebelum penerimaan atau penempatan ruang atau area, ulangi pemasangan
selama seminggu sebelum penerimaan atau penempatan, dan buatlah final check dan pengaturan
untuk semua item hardware pada area atau ruang tersebut. Bersihkan item-item yang telah
beroperasi untuk mengembalikan finish dan fungsi dengan baik dari hardware dan pintu-pintu.
Setellah alat kontrol pintu sebagai akibat pengaruh panas dan perlengkapan ventilasi.
b. Bersihkan permukaan-permukaan berdekatan yang kotor oleh pemasangan hardware.
c. Lakukan instruksi dari Pemberi Tugas untuk pengaturan dan maintenance yang baik pada hardware
pintu dan hardware finish.
d. Six-Month Adjustment : kira-kira enam (6) bulan setelah tanggal penyelesaian, installer bersama-
sama dengan wakil dari manufaktur latchset, lockset, alat control pintu, dan supplier utama
hardware, harus kembali ke proyek untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan berikut :
1. Periksa dan setel kembali item-item dari hardware pintu seperlunya untuk mengembalikan
fungsi-fungsi dari pintu dan hardware dengan persyaratanpersyaratan spesifikasi.
2. Konsultasikan dan lakukan instruksi dari Pemberi Tugas dengan rekomendasi tambahan pada
prosedur maintenance.
3. Gantilah item-item hardware yang cacat atau gagal karena kesalahan design, material, atau
installasi dari unit-unit hardware.

37
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

4. Siapkan report tertulis untuk masalah yang timbul pada saat ini maupun perkiraan dimasa-masa
yang akan datang (sesuai dengan situasi yang ada) untuk performance dari hardware.
8.3.4. Syarat Pemeliharaan dan Perlindungan
a. Kontraktor wajib memperbaiki pekerjaan yang rusak/cacat, sampai dengan perbaikkan pekerjaan
tersebut diterima oleh Konsultan Manajemen Konstruksi. Perbaikan dilaksanakan sedemikian rupa
hingga tak mengganggu pekerjaan finishing lainnya. Biaya yang timbul untuk pekerjaan perbaikan
menjadi tanggung jawab Kontraktor.
b. Kontraktor wajib mengadakan perlindungan dan pengamanan terhadap pekerjaan yang telah
dilaksanakan.
c. Sesudah pekerjaan alat pengunci dan penggantung, alat tersebut harus dijaga terhadap
kemungkinan-kemungkinan terkena cairan-cairan dan benda-benda lain yang mungkin bisa
menimbulkan cacat, noda-noda dan sebagainya.
d. Apabila hal ini terjadi, Kontraktor harus memperbaiki cacat tersebut hingga pulih kembali seperti
semula, sampai hasil perbaikan tersebut dapat diterima dan disetujui oleh Konsultan Manajemen
Konstruksi. Biaya perbaikan ditanggung oleh Kontraktor.
8.3.5. Syarat Penerimaan
Kontraktor wajib memberikan garansi sebagai berikut :
a. Garansi tertulis dari fabrikator untuk lalu lintas bahan finishingnya, ketahanan dan kekuatan dalam
operasional selama 20 tahun.
b. Garansi tertulis dari kontraktor/supplier/installer untuk ketepatan system pemasangan, kebenaran
pemasangan dan kelengkapan (miscellaneous) yang dibutuhkan dalam pemasangan hardware.

PASAL 9 :
PEKERJAAN CURTAIN WALL SYSTEM DAN ALUMINIUM COMPOSSITE PANEL
9.1 UMUM

9.1.1. Lingkup Pekerjaan

a. Bagian ini mencakup ketentuan/syarat-syarat untuk pekerja, pengiriman, penyimpanan,


pemasangan dan penerimaan.

b. Meliputi penyediaan dan pemasangan curtain wall, canopy dan skylight, kosen-kosen, pintu-
pintu/jendela alumunium sesuai yang ditunjukkan dalam gambar dan spesifikasi ini, aksesori yang
diperlukan untuk pemasangan dan kelengkapannya, penyimpanan dan perawatan, serta pem-
bangunannya sesuai yang telah ditunjukkan dalam gambar, yaitu :
38
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

Alumunium Entrance doors


Alumunium Curtain Wall System
Jendela / Kosen Alumunium
Alumunium panels dan system
Imported glass dan aluminium composite panel
Glazing Materials (lokal)
Sealant
Neoprene gasket dan gasket profile
Hardware yang dibutuhkan untuk kelengkapan dan pemasangan system-system diatas.
Metal Stud / Fabrikasi yang dibutuhkan untuk pemasangan sistem-sistem diatas.
Alumunium Flashing untuk kelengkapan dan kebutuhan pemasangan sistim diatas.
Sistem pengetesan untuk keseluruhan pemasangan dan kesempurnaan hasil akhir.
Quality assurance yang diinginkan.

Bagian ini menjelaskan "Commercial Quality" kosen dan pintu-pintu alumunium untuk pintu dan
bukaan-bukaan yang berhubungan, termasuk alumunium panels dan louvres pada pintu-pintu dan
frame tersebut.
c. Pada lokasi :
Main entrance canopy
Parapet stool, curtain wall seluruh lantai
Backing spandrel
Fire Insulation System
Gypsum Backing Panels pada podium dan tower
Pembungkus kolom dan balok lateral
Plafond dan soffit aluminium composite panel
Fixing dan braching logo di podium dan puncak gedung
Metal cornice di podium dan tower
Seluruh sistem bracket, fixing, fastener bolt dan nut
Rangka struktur pendukung curtain wall kolom lateral

d. Bagian yang terkait :


Pekerjaan Pasangan
Pekerjaan Metal Fabrikasi
Pekerjaan Struktur Balok Beton, Kolom Beton, Plat Beton
Pekerjaan Ceiling
39
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

Pekerjaan Finishing Lantai

9.1.2. Referensi
a. Semua pekerjaan harus merefer ke standar :

SII 00649-82 - Extrusi Jendela


SII 0405-80 - Alumunium Extrussion
SII 0695-82 - Alumunium Extruder Number
ASTM B 221-83 - Alumunium alloy extruded bars, shapes tubes
ASTM B 209-83 - Alumunium alloy sheets & plates
ASTM A36-81 - Steel Structural
ASTM A308-84 - Alumunium Alloy, rolled atau extruded
ASTM E330-84 - Structural Performance
ASTM E331-84 - Water Leakage
ASTM 283-84 - Air Leakage

b. Quality Assurance :

Kualifikasi manufaktur : produk yang digunakan disini harus diproduksi oleh perusahaan yang
sudah terkenal dan mempunyai pengalaman yang sukses dalam Extrussion alumunium dan
pemasangannya (install) dan diterima oleh Konsultan Manajemen Konstruksi / Perencana.

Single source responsibility : untuk menjamin kualitas penampilan dan performance, harus
memakai material untuk sistem yang berasal dari satu manufaktur (single manufaktur) dengan
sistem yang tersedia atau disetujui oleh sistem dari manufaktur.

Sistem curtain wall harus didesain (rekayasa) agar memenuhi persyaratan-persyaratan


performance yang dispesifikasikan untuk persyaratan-persyaratan physical dan aesthetic, oleh
Engineer profesional yang terdaftar di Indonesia.

Sistem akan dites oleh laboratorium testing independent yang dipilih oleh Konsultan
Manajemen Konstruksi dan Perencana dengan mock-up system yang harus dibuat oleh
Kontraktor.

40
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

Building concrete structural tolerances : harus tidak boleh lebih dari toleransi pemasangan
sistem alumunium seperti : batas-batas perbedaan untuk posisi tegak dan level.

c. Kualifikasi pekerja :

Sedikitnya harus ada 1 team lengkap yang sepenuhnya mengerti terhadap bagian ini selama
pelaksanaan, paham terhadap kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan, material, serta metode
yang dibutuhkan selama pelaksanaan.
Tenaga kerja terlatih yang tersedia harus cukup serta memiliki skill yang dibutuhkan.

Dalam penerimaan atau penolakan pekerja, Konsultan Manajemen Konstruksi dan Perencana
tidak mengijinkan tenaga kerja tanpa atau kurang skill-nya.

9.1.3. Pengiriman dan Penyimpanan

a. Kontraktor harus mengirim unit-unit fabrikasi dan bagian-bagian komponennya ke site proyek
lengkap dengan identifikasi gambar-gambar pemasangan.

b. Simpanlah unit-unit dan komponen-komponen tersebut ditempat yang kering, dengan setiap profil
harus dilindungi dengan polyethylene film, dan lengkap dengan label, tipe, nomor dan lokasi
pemasangan dalam kemasan yang tertutup asli dari pabrik.
Bagian-bagian yang rusak tidak akan diterima, item-item yang cacat atau goresan kecil akan
dipertimbangkan sebagai kerusakan, kecuali yang terjadi adalah kondisi sebaliknya atau kondisi
baik.

9.1.4. System Requirements

a. Design Requirements
1. Sediakan gambar-gambar basic design dan jangan dinyatakan identifikasi dan pemecahan
masalah thermal atau structural movement, glazing, anchorage, atau moisture disposal.
2. Persyaratan-persyaratan yang ditunjukkan dengan detail-detail yang dimaksudkan untuk
membentuk basic dimensi dari unit-unit, sight lines, dan profil-profil dari member.
3. Sediakan concealed fastening disemua tempat.
4. Sediakan type-type profil, gasket, sambungan dan jenis kaca yang diperlukan.
41
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

5. Manufaktur bertanggung jawab untuk mengikuti design, persyaratan-persyaratan atau rekayasa


sistem, termasuk modifikasi-modifikasi yang diperlukan untuk memenuhi spesifikasi yang
dibutuhkan dan mempertahankan konsep design visual.
6. Pertimbangan-pertimbangan tambahan diperlukan mengingat kondisi-kondisi khusus site
untuk gerakan kontraksi dan expansi sehingga tidak ada kemungkinan kehilangan, pelemahan
atau kegagalan hubungan antara unit-unit dan struktur bangunan atau antar unit-unit itu
sendiri.
7. Berikan expansi dan kontraksi karena gerakan struktural tanpa kerusakan pada penampilan
dan performance.
8. Pastikan sistem fire stop berfungsi sesuai standar yang berlaku dan memenuhi kriteria desain
dari Perencana.
9. Pastikan parapet stool, curtain box, backing aluminium composite panel didukung oleh sistem
perkuatan panel yang kokoh dan sesuai dengan visualisasi Arsitektur yang dibuat oleh
Perencana.
b. Structure Requirement
Buatlah ketebalan design properti struktur dan potongan member-member struktur untuk
memenuhi persyaratan code lokasi angin (code requirement wind locations).
Berikan tambahan bent plate dari rolled steel internal stiffeners untuk memenuhi deflection 1/200
atau kurang.

9.1.5. Performance Requirements

Design Criteria :P = V2/16, dimana V adalah kecepatan angin

a. Wind Pressure : Positive = 77 kgf/m2 (=1p) ~ 35 m/second


Negative = 1 p = 105 kgf/m2
b. Wind Load : 77 105 kg/m2
c. Air Filtration : tidak lebih dari 0,066 m3/jam untuk setiap meter persegi
Permukaan pada 15 kg/ m2 diferential pressure.
d. Sound Absorption : 30 dB dalam 125 Hz 4000 Hz
e. Maximum Allowable Deflection : 20 mm ( l/200 )
f. Sealant : Silicon sealant, sesuai rekomendasi pabrik
g. Wind tightness : tidak kurang dari 15 m3/jam
h. Water tightness : tidak kurang dari 15 kg/m2
i. Parallel Deflection : dibawah 75 % dimensi desain
42
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

j. Panel deflection : 1/175 bentang


k. Safety Factor : 1,5 kali
l. Pergeseran struktur yang diijinkan :
Lateral movement (Horizontal) : 20 mm (standard ASTM)
Vertical movement : 30 mm (standard ASTM)
Joint Size : 13 mm (standard ASTM)

9.2 BAHAN

9.2.1. Curtain Glass Wall Framing dan System

a. Frame dan Aksesori

1. Material : Alumunium Extrussion


2. Extrussion : sesuai dengan ditunjukkan dalam gambar shop drawings yang
disetujui oleh MK / Perencana dan Konsultan curtain wall.
3. Color extrussion : - anodized sesuai dengan standard YKK YS-1C dengan film thickness
minimal 28 micron (10 micron anodized + 18 micron lacer)
- colour anodized dengan lapisan PVDF minimal 22 micron.

4. Mullion size dan type :

Back Mullion (vertical) ukuran 120mm X 50mm tebal 2mm pada jarak sesuai gambar atau
shop drawings.

Transom ukuran 50mm X 50mm grid untuk install kaca clear sunnergy 8mm dan granite
slab dipasang pada posisi secondary mullion dan posisi-posisi sambungan lain yang lebih
kecil / antar unit, sesuai gambar.

Ketebalan profil 2, 3, 4, 5 mm sesuai extrusi.

Pemasangan :
- Steel plate embeded pada beam dengan finish Zincromate.
- Back Mullion (vertikal) dipasang dengan stainless steel bolt & nut pada bracket
tersebut.
- Secondary Mullion selanjutnya dipasang pada Back Mullion tadi sebagai penguat
bidang.
- Transom grid yang menyangga kaca selanjutnya dipasang pada Secondary Mullion.
43
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

5. Aluminium Louvre menggunakan bilah minimal t = 1.2 mm dengan karakter yang sama dengan
frame, dengan kemiringan dan jarak antar louvre yang telah disetujui oleh Perencana dan MK.

6. Fire Damper/Fire Stop


Untuk menahan / menghambat aliran api yaitu terdiri dari susunan plat galvalum tebal 0.9mm
dan rockwool density 60 kg/m, dipasang sedemikian rupa dan dibuktikan dengan
perhitungan bahwa fire damper dapat menahan panas antara lantai bangunan dengan
kemampuan menahan panas lebih baik dari kaca exterior.

7. Spandrel Back-up material dan stool parapet :


Spandrel Backing : Calsium Silicate 6 mm dicat putih dop dengan acrylic emulsion fungus
resistance paint dipasang dengan setting block.
Pemasangan ke lantai dengan siku 50.50.5 dipasang dengan Dynabolt.
Stool Parapet : Alumunium sheet cover tebal 2 mm finish powder coating
Plin : Alumunium sheet dicat powder coating, atau sesuai finishing interior.

8. Silicone Sealant :
Silicone sealant mempunyai karakteristik sebagai berikut :
Silicone hendaknya bertype Structural Glazing, Glazing Free Adhesive dan Weather Proof
sesuai ASTM C920, C 719, C1184
Tensile Strength minimal 80 psi untuk tumpuan sealant 2 sisi dan 120 psi untuk 4 sisi.
Durometer share A, points 35
Modulus 25%, 40 Psi
Joint movement 50%
Tooling Time 20 40 menit
All weather all temperature.
UV resistant
Merk yang disarankan :
Dow Corning 795 (Structural) weather proof.
Dow Corning 983 (4 sisi perimeter)
Dow Corning 790 pada pergerakan struktur lebih dari 30 mm. Warna ditentukan
kemudian.

44
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

b. Alumunium Composite Panels (ACP) / Aluminium Cladding

1. Tebal panel : PVDF 4 mm X 0.5 mm

2. Merk : Alucobond, Raynobond, Alpolic , atau setara

3. Struktur untuk pemasangan sirip-sirip / Fin :


Aluminium dibuat dengan konstruksi yang kaku lengkap dengan pasangan bracing.
Alumunium reinforce mill finish dengan karakter kekuatan
aluminium profil / hollow 40 x 40 x 1,2 mm finish mill finished. bracket aluminium, tebal 10
mm aluminium angle finish zinchromate steel bracket, tebal L50 x 50 x 5 mm finish
Zinchromate
Steel plate L 50.50.5 hot dip galvanized steel sebagai penyambung ke 2 bahan diatas
Aluminium Composite Panel harus memiliki karakteristik sebagai berikut :
Standard : 1220 (W) x 2440 (L) x 4 mm (T)
Rangka Curtain Wall : Aluminium U Chanel (70 x 50 x 75 x 3 mm) (25 x 50 x 25 x 3 mm)
Type : 4 mm (ASTM D792) 5,6 kg/m2.
Sound Insulation : 25 dB

4. Pemasangan :
Aluminium frame dibuat sesuai dengan perhitungan kekuatan dan kekakuan.
Alumunium reinforce mill finish dipasang ke steel frame dengan penyambung
Selanjutnya alumunium composite panel dipasang ke alumunium reinforce mill finish,
terutama pada sambungan-sambungan, serta sambungan diisi dengan silicone sealant low
stain dan backer rod.

5. Performance Requirements :
Bebas dari distorsi dan deflection
Tidak pecah (cracking) dan patah (breaking)
Dapat dipotong (cutting), bending dan routing
Corrosion resistance dan weather ability, tidak terpengaruh perubahan temperature.
Dapat dilipat (folded) setelah digrooving pada lapisan (skin) belakang menggunakan router,
trimmer, atau circular saw yang dilengkapi dengan groove cutter.
45
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

Dapat dengan mudah dilekukkan (cold-bent) dengan pressbrake atau mesin roll bending
dengan tiga roll (three rolls).
Radius minimum bending dengan press brake.
Memilki sound transmission loss yang tinggi.
Properties dari cat finishing :
Memiliki spesifikasi setara Kyner 500 PVDF atau Lumiflon ex Nippon Paint
- Color retention : 5000 jam
- Gloss retention : 4000 jam ( 70% )
- Chalk resistance : 4000 jam
- Pencil Hardness : 2H
- Formability/T-bend : 2T, tanpa pecah
- Impact resistance : tanpa pecah (pick off / cracking)
- Salt Spray resistance : melewati 3000 jam
- Humidity resistance : melewati 3000 jam
- Chemical resistance (Hcl, H2SO4, Mortar, Detergent) : tanpa perubahan
- Gloss 60C : 30 % - 80 %
- Adhesion : * Dry : tanpa perubahan
* Wet : tanpa perubahan
* Boiling water : tanpa perubahan
1. Memiliki karakter terbakar pada permukaan untuk ignitability, flame spread, heat evolved, smoke
developed sesuai dengan :
UK BS 476 bagian 6 dan 7
DIN 4120 teil 1
ONORM B 3800
SNU 52018 3/2
NEN 3883
NFP 92-501, S21-203
AS 1530 bagian 3
ASTM E 84
Modified ASTM E 108

2. Garansi
minimum 10 tahun untuk persyaratan-persyaratan performance yang disebutkan diatas,
properties dari painted finish, dan karakteristik terbakar permukaan yang baik (surface burning
characteristics).
46
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

9.2.2. Kaca

a. Material kaca harus sesuai dengan analisa struktur yang disiapkan oleh Perencana kaca dan / atau
jendela / pintu, kosen alumunium untuk persyaratan-persyaratan performance.

b. Material kaca harus sesuai dengan technical specification dari manufaktur yang disetujui dengan
tercantum label dari manufaktur tersebut.

c. Kontraktor harus menyiapkan hasil test yang disetujui oleh Manajemen Konstruksi / Perencana
mengenai persyaratan-persyaratan performance (wind load, wind pressure, air tighness, water
pressure, sound absorption).

d. Kontraktor diminta untuk merencanakan metode sistem pemasangan mengingat pengaruh-


pengaruh deflection yang mungkin disebabkan oleh tension, wind pressure, dan lain-lain sesuai
dengan rekomendasi pabrik dan peraturan-peraturan untuk loading yang berlaku sekarang.

e. Semua pekerjaan harus merefer ke standar : SNI-3-1970 dan SII 0189-78.

f. Quality Assurance :
Kualifikasi manufaktur : produk yang digunakan disini harus diproduksi oleh perusahaan yang
sudah terkenal dan mempunyai pengalaman yang sukses dan diterima oleh Arsitek.

Publikasi bahan gelas : sesuai dengan publikasi yang direkomendasi oleh pabrik gelas dan
organisasi di bawahnya, kecuali terdapat persyaratan-persyaratan yang lebih ketat ditunjukkan.
Merefer kepada publikasi dibawah ini untuk persyaratan kaca dan bukan sebaliknya.
- FGMA publication : "FGMA Glazing Manual"

g. Safety Glass : produk sesuai dengan ANSI 297.1 dan persyaratan testing dalam 16 CFR Part 2101
untuk kategori II produk.

h. Produk kaca fire resistant untuk asembli pintu : produk identik dan testing sesuai ASTM E152,
berlabel dan terdaftar oleh UL dan agen test dan inspeksi yang diterima pada jurisdiksi otoritas.

47
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

i. Laminated glass sesuai dengan ANSI 297.1 dan FGMA Publication terutama untuk safety
laminated glass harus teruji minimal setara dengan LAMISAVE ASAHI.

j. Kualifikasi glasur : memiliki pengalaman glasur yang telah menyelesaikan bahan kaca yang sama,
dan ditambah dengan yang diindikasikan dalam proyek dengan record yang sukses dalam
pelayanan.

k. Tanggung jawab produk kaca untuk satu sumber :


Pakailah kaca dari satu sumber untuk setiap produk yang ditunjukkan dibawah :
Primary Glass untuk setiap tipe dan kelas yang ditunjukkan (ASTM C 1036).
Heat-treated glass untuk setiap kondisi yang ditunjukkan (ASTM C 1048).

l. Testing adhesi dan kesesuaian pra-konstruksi :


Kirimkan ke pabrik sealant, contoh untuk setiap kaca, gasket, aksesori kaca, member frame kaca,
yang akan melekat atau mempengaruhi sealant kaca untuk testing kesesuaian dan adhesi seperti
yang ditunjukkan di bawah ini :

1. Pakailah standar metode test pabrik sealant untuk menentukan jika primer dan teknik
persiapan spesifik lain dibutuhkan untuk kecepatan, adhesi, dan penyaluran yang optimum dari
sealant pada substrates (dasar bagian yang dichek).
2. Kirimkan tidak kurang dari sembilan potong setiap tipe dan finish dari frame kaca, dan tiap
tipe, kelas, jenis, kondisi dan bentuk kaca (monolitik, laminated, unit insulasi) untuk testing
adhesi, termasuk satu sample untuk setiap aksesori kaca (gasket, setting block, dan spacers)
untuk kesesuaian test.
3. Schedule kecukupan waktu untuk test dan analisa hasil untuk menghindari penundaan dalam
pekerjaan.
4. Investigasi material dan adhesi yang tidak kompatibel/sesuai dan dapatkan rekomendasi
tertulis dari pabrik sealant untuk mengukur koreksi, termasuk pemakaian special primer.
5. Testing tidak akan dibutuhkan bila pabrik sealant kaca dapat mengirimkan data-data yang
dibutuhkan yang diterima oleh arsitek/perencana dan harus didasarkan pada testing
sebelumnya untuk produk sealant yang sekarang digunakan untuk adhesi dan kesesuaian
dengan material kaca yang diusulkan/diberikan.

m. Rapat sebelum pemasangan :

48
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

Aturlah pertemuan di site office untuk memastikan kebutuhan/syarat-syarat dalam divisi "project
meeting".

9.2.3. Pengiriman

Kontraktor harus mengirimkan hal-hal berikut untuk persetujuan Manajemen Konstruksi/


Perencana/ Pemberi Tugas.

a. Data produk dari setiap produk kaca sesuai spesifikasi.

b. Sample untuk tujuan verifikasi sebanyak 3 (tiga) set ukuran 300 mm x 300 mm dari setiap
tipe kaca yang ditunjukkan dalam spesifikasi kecuali untuk produk kaca bening/monolitik,
dan contoh dengan panjang 300 mm untuk setiap warna (kecuali hitam) untuk setiap tipe
dari sealant dan gasket yang diekspose dan terlihat. Pasanglah contoh sealant dan gasket
diantara 2 garis material yang mewakili warna dalam sambungan sistem pada kosen.

c. Sertifikat produk dengan tanda pabrik kaca yang menjamin produk mereka sesuai dengan
spesifikasi yang diperlukan :
Sertifikat terpisah tidak diperlukan untuk produk kaca dengan label permanen pabrik yang
menunjukkan tipe dan ketebalan kaca. Berikan label yang mewaliki program Quality
Control dari agen sertifikasi atau agen pengetesan independen yang dapat diterima oleh
jurisdiksi otoritas.

d. Kesesuaian
Kesesuaian dan laporan test adhesi dari pabrik sealant yang menunjukkan bahwa material
kaca di test untuk kesesuaian dan adhesi dengan sealant kaca.
Ikutkan interprestasi pabrik sealant dalam hasil test relatif terhadap performance sealant
dan rekomendasi untuk primer dan persiapan bagian dasar yang diperlukan untuk adhesi.

9.2.4. Penyimpanan dan Perawatan

a. Lindungi material kaca sesuai dengan petunjuk pabrik dan sesuai dengan yang diperlukan
untuk menghindari kerusakan pada kaca dan sealant kaca dari kondensasi, perubahan
temperatur, pengaruh langsung matahari, atau sebab-sebab lain.
49
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

b. Material sealant kaca.


Material sealant harus dikirimkan dalam kemasan tertutup, identifikasi lengkap dengan
nama, warna, ukuran, kekerasan, tipe, kelas dan grade. Simpanlah semua bahan kaca dan
sealant bebas dari kerusakan dan sesuai dengan rekomendasi yang ketat dari pabrik.

9.2.5. Garansi
Kontraktor harus memberikan garansi tertulis dari pabrik selama 10 tahun untuk kualitas kaca
dan garansi hasil kerja yang baik dari kontraktor.

9.2.6. Bahan
1. Sistem Persyaratan Performance

a. General : siapkanlah sistem kaca yang dibuat, difabrikasi, dan dipasang untuk
mendukung perubahan suhu normal, beban angin, tekanan angin (dimana diperlukan),
tanpa kegagalan, kehilangan, dan patah pada atribut kaca seperti : kegagalan
pembuat, fabrikasi dan pemasangan; kegagalan sealant dan gasket untuk bertahan
anti-air dan tahan/kedap udara; kerusakan material kaca, dan kerusakan konstruksi.

b. Desain kaca : ketebalan kaca yang ditunjukkan dalam gambar hanya untuk detail.
Konfirmasikan ketebalan kaca dengan analisa beban-beban proyek dan kondisi
pelayanan. Siapkan kaca dengan variasi ukuran bukaan untuk ketebalan dan kekuatan
(penguatan dan pengaturan terhadap panas) agar sesuai atau dapat melampaui
kriteria-kriteria berikut :
1. Ketebalan kaca minimum, secara nominal, untuk kaca exterior adalah 6 mm untuk
heat strengthened dan 8 mm untuk annealed glass.
2. Untuk pemakaian laminated glass system minimal adalah 5 mm + 5 mm dengan
lapisan film safety.
3. Ketebalan kaca tinted dan penyerapan panas untuk setiap warna (tint) adalah
sama untuk seluruh bagian dalam proyek ini.
4. Ketebalan minimum kaca dalam bidangnya, apakah terdiri dari kaca yang
diperkuat atau penyesuaian panas, akan dipilih sehingga kemungkinan kegagalan
tidak melewati hal-hal berikut :

50
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

8 lembar per 1000 lembar di set secara vertikal atau tidak lebih dari 15 dari garis
vertikal dan pada gerakan angin. Tentukan ketebalan minimum kaca monolitik yang
diperkuat sesuai dengan ASTM E 1300.

Untuk kaca lain selain kaca monolotik yang diperkuat (monolitic annealed glass)
tentukan ketebalan sesuai dengan standar metode analisa pabrik kaca termasuk
faktor pengaturan pemasangan (applying adjustment factors) sesuai ASTM E 1300
berdasarkan tipe dari kaca.

c. Gerakan suhu normal dihasilkan dari perubahan maksimum berikut (range) dalam
ambient dan perlakuan temperatur permukaan pada member dari frame kaca dan
komponen kaca. Kalkukasi rekayasa dasar pada temperatur permukaan sebenarnya
pada material karena solar heat gain dan nighttime sky heat loss.
Perubahan temperatur (range) : 120 F (67C), ambient ; 180F (100C), permukaan
material.

2. Produk
Kaca untuk Curtain Wall, pintu, skylight dan suspended glass
Semua kaca harus tercantum label dari pabriknya dan harus sesuai dengan persyaratan
yang diperlukan dalam spesifikasi berikut :

a. Tempered Glass :
Tebal : 12 mm, untuk framed door, frameless door (kaca tanpa frame untuk
pintu entrance, sliding door, partisi kaca).
Bila ketebalan ini masih dirasa kurang, harus dibuat perhitungan ketebalan yang
sesuai dengan petunjuk pabrik.
Kaca tempered harus bebas dari bintik-bintik/cacat kaca yang dapat mudah
menyebabkan kaca pecah.
b. Kaca Exterior :
Tebal : 8 mm untuk annealed atau sesuai dengan luas bidang/gambar dan 6 mm
untuk head strengthened.
Warna : lihat spesifikasi material arsitektur
Produk : lihat spesifikasi material arsitektur
Gasket : gasket glass extrussion ex Neoprene, atau setara.
c. Kaca Laminated :
51
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

Minimal sesuai dengan ANSI 297.1 dan setara dengan LAMISAVE ASAHI tebal 6
mm + 6 mm dengan lapisan film safety PVB dipakai pada canopy.
d. Suspended Glass memakai kaca tempered minimal 12 mm untuk ketinggian sampai
2400 mm dan 19 mm untuk ketinggian 2400 < h < 7800 mm tempered glass standard
ASAHI.
e. Glass raw material disediakan extra stock 2%.

9.2.7. Penerapan
1. Pemeriksaan

a. Ukuran kaca harus ditentukan berdasarkan pengukuran lapangan yang sebenarnya


dari frame/bingkai untuk menerima bidang kaca.

b. Berilah peluang untuk ekspansi, kontraksi, dan pergerakan serta tambahkan bantalan
dan jepitan yang baik.
Identifikasi tipe kaca pada saat dikirim ke site dan saat pemasangan.

c. Periksa seluruh permukaan untuk menerima bagian-bagian yang telah disebutkan


sesuai spesifikasi.

d. Review schedule dan prosedur pemasangan kaca, termasuk metode pengangkatan


kaca, pemakaian material kaca, pemasangan gasket dan removable stops.

e. Material kaca tidak boleh / diijinkan terdapat "chicken eyes atau staining".

2. Pemeriksaan

a. Pekerja pemasangan kaca haruslah orang yang telah memiliki pengalaman dalam
bahan dan sistem pemasangan kaca. Pergunakan alat dan perlengkapan yang
direkomendasikan oleh pabrik kaca.

b. Ukurlah semua bukaan dan potonglah kaca dengan tepat agar cocok dengan setiap
bukaan dengan kelonggaran pada tepi-tepi yang disyaratkan.

52
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

c. Berilah primer pada permukaan bingkai untuk menerima panel kaca sesuai dengan
rekomendasi dari pabrik, dengan memakai primer yang direkomendasikan.

d. Pasanglah setting blocks pada posisi kira-kira seperempat dari sill. Gunakanlah block
dengan ukuran yang memadai untuk menyangga kaca sesuai dengan rekomendasi dari
pabrik.

e. Berilah ruang/spasi untuk kaca terhadap pengakhiran kecuali terdapat gasket dan
tape yang kontinu, dengan minimum 2 (dua) perenggang/ pembatas pada setiap sisi
dari kaca.
Berikan sealant dengan ketebalan yang sama dengan kaca atau sesuai yang
ditunjukkan dalam gambar. Berikan jumlah yang dibutuhkan untuk jepitan minimum 9
mm pada kaca pada ke 4 sisi-sisinya.

f. Pada keadaan terpasang bila ditutup dan dibuka, kaca-kaca tidak boleh bergetar yang
menandakan kurang sempurnya pemasangan seal disekeliling kaca.

g. Selain tidak boleh bergetar, pemasangan seal harus dapat menjamin bahwa tidak
akan terjadi kebocoran yang diakibatkan oleh air hujan dan udara luar.
h. Pemasangan panel kaca sebaiknya dilakukan dari arah dalam bangunan, untuk
memudahkan penggantian.
a. Aksesori

Harus dibuat dengan concealed fastener stainless steel, rubber weather strip dan hanger yang
dihubungkan ke alumunium harus didempul dengan sealant.
Anchors untuk kosen-kosen alumunium haruslah memiliki ketebalan 2-3 mm hot dip galvanized
steel dengan minimum 13 micron untuk memungkinkan pergerakan.

b. Finishing Material

Treatment permukaan material yang kontak langsung dengan alkaline seperti concrete, mortar atau
plaster, harus dengan finish clear lacquer atau anti corrosive treatment seperti asphaltic varnish
atau material insulasi lain.

9.3 PENERAPAN PEMASANGAN CURTAIN GLASS WALL


53
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

9.3.1. Pengiriman Shopdrawing

Kontraktor harus mengirimkan hal-hal berikut untuk persetujuan Manajemen Konstruksi/Perencana.

a. Shop drawing yang menunjukkan fabrikasi, pemasangan dan finish dari spesifikasi berdasarkan
pengecekan kembali dimensi-dimensi pada site, yang terdiri dari :
Elevation dan member dari profil
Nomor-nomor profil dan type sambungan
Hubungan joint untuk sistem framing, entrance doors.
Detail-detail dari bentuk yang diperlukan.
Kaca yang dipakai serta ketebalan yang diinginkan
Reinforcing
Jenis aluminium composite panel
Radius pada bentuk lengkung yang sesuai dengan gambar desain Perencana
Struktur pendukung pekerjaan curtain wall
Fire stop system
Bracket system
Anchorage system
Interfacing dengan konstruksi dan struktur bangunan
Kemungkinan-kemungkinan untuk ekspansi dan konstruksi
Hardware, termasuk lokasi, posisi tinggi pemasangan, reinforcement, pemasangan-
pemasangan khusus.
Metode dan aksesori pemasangan kaca.
Internal dan external sealer yang diperlukan dan tipe-tipe yang direkomendasikan.
Gasket

b. Kontraktor harus mengirimkan kalkulasi untuk struktur sistim curtain wall dan kaca (Structural
Calculation) sebagai bukti ketepatan, kebenaran, dan kekuatan metode sistem yang diterapkan
untuk persetujuan Manajemen Konstruksi/Perencana.

c. Kontraktor diminta untuk merencanakan sistem atau metode pemasangan mengingat pengaruh
defleksi (deflection) yang mungkin disebabkan oleh tension, atau tekanan angin, dan sebagainya
sesuai dengan rekomendasi fabricator dan terhadap peraturan beban yang berlaku.

d. Kontraktor harus mengirimkan 3 set contoh potongan profil dari setiap tipe dan item pekerjaan
aluminium yang ditunjukkan dalam gambar, dengan ukuran panjang 30 cm profil alloy, beserta
54
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

kaca ukuran 30 cm x 30 cm termasuk mock-up ukuran standar (cukup jelas) yang menunjukkan
contoh pemasangan curtain wall dan finishing yang sudah final.

e. Test Report : Kirimkan fotokopi sertifikat laporan tersebut sebelumnya yang berisi performance
untuk ukuran sistem yang sama sebagai pengganti test kembali atau data-data pendukung lain.

9.3.2. Persiapan

a. Sebelum fabrikasi kontraktor harus melakukan check di site semua dimensi-dimensi dan kondisi
project untuk menghindari informasi yang terlambat.
b. Kontraktor harus mereview gambar-gambar dan kondisi lapangan dengan cermat, ukuran-ukuran
dan lubang-lubang, persiapan mock-up sambungan detail dan profil alumunium yang berhubungan
langsung dengan material-material struktural lain.
c. Proses fabrikasi harus diutamakan disiapkan sebelum mulai pelaksanaan, dengan mempersiapkan
shop drawings yang menunjukkan lay-out, lokasi, merk, kualitas, bentuk dan dimensi sesuai yang
diarahkan oleh MK/Engineer.
d. Semua frame-frame untuk partisi, jendela-jendela dan pintu-pintu harus secara akurat di fabrikasi
untuk mengepaskan dengan pengukuran site.

9.3.3. Fabrication / Assembly

a. Shop Assembly

Dimana dimungkinkan harus siap dipasang di site proyek. Bila tidak merupakan shop assembly,
lakukan pra-pengepasan di shop untuk memastikan asembly lapangan yang baik dan tepat guna.
b. Sambungan-sambungan / Joints.

1. Buatlah dengan hati-hati agar pekerjaan-pekerjaan ekspose match untuk memberikan garis
dan design yang kontinu. Pakailah perlengkapan mesin untuk mengepaskan frame dengan
kaku bersama-sama pada titik-titik joints contact dengan hairline joints, waterproof joints dari
belakang dengan sealant.

2. Pemakaian sealant tidak diijinkan pada permukaan ekspose.

9.3.4. Pemasangan

55
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

a. Toleransi pemasangan :

1. Batas perbedaan tegak dan level :


3 mm dalam 3 m, secara vertikal (V)
3 mm dalam 6 m, secara horizontal (H)
2. Batas-batas perbedaan dari lokasi secara teoritis : 6 mm untuk setiap member pada setiap
lokasi.
3. Keseluruhan (over all)
Untuk seluruh ketinggian (dari bawah sampai ujung atas) dan lebar (keseluruhan bidang lebar
gedung) adalah 10 mm.
b. Set unit-unit dengan tegak, level dan garis yang benar, tanpa terkelupas atau merusak frame.
c. Pasanglah anchor dengan kuat pada tempatnya, memungkinkan untuk pergerakan, termasuk
ekspansi dan kontraksi.
d. Pisahkan material-material yang tidak sama pada titik-titik hubungan, termasuk metal-metal yang
berhubungan dengan pasangan atau permukaan beton, dengan cat bituminous atau preformed
separators untuk menghindari kontak dan korosi.
e. Set sill members pada bantalan sealant. Set member-member lain dengan internal sealant dan
baffles untuk memberi konstruksi yang weathertight.
f. Pasanglah pintu-pintu dan hardware sesuai dengan instruksi tertulis dari manufaktur.
g. Potongan alumunium profil harus dibuat dengan dasar yang baik untuk menghindari kerusakan,
tergores atau rusak pada permukaannya; dan harus dijauhkan dari material-material baja/besi
untuk menghindari debu-debu besi menempel pada permukaan alumunium.
h. Pengelasan diijinkan hanya dari bagian dalam, menggunakan non activated gas (argon) dan tidak
boleh diekspose.
i. Buatlah match joints members dengan sekrup yang cocok, rivets, las; untuk mendapatkan bentuk
dan kualitas yang dibutuhkan atau sesuai yang terlihat dalam gambar.
j. Peralatan anchor untuk alumunium frame haruslah dengan hot dip galvanized steel tebal 2-3 mm di
set pada interval 60 mm.
k. Fastener harus dari stainless steel atau material non corrosive lain, concealed type. Paskan frame
bersama-sama pada titik-titik contact joints dengan hairline joints, waterproof joints dari bagian
belakang dengan sealant untuk menahan (watertight) 1000 kg/cm.
l. Alumunium frame harus disiapkan untuk mengantisipasi modifikasi-modifikasi berikut:
1. Perubahan fixed-window
2. Propel window, rotate window, etc.
3. Pintu-pintu kaca frameless
56
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

4. Movable partisi tanpa kerusakan pada lantai dan ceiling


5. Sediakan dengan aksesori-aksesori penunjang untuk tujuan-tujuan diatas.

m. Paskan hardware dan material-material reinforcing pada metal lain yang berhubungan langsung
dengan alumunium frame dan hubungan harus dengan chromium coat pada permukaannya untuk
menghindari kontak korosif.
n. Toleransi pemasangan (erection) untuk alumunium frame pada sisi dinding 10-15 mm harus diisi
dengan grouting.
o. Sebelum pemasangan alumunium frame, khususnya pada propel window, upper dan lower window,
sill harus di check level dan waterpass pada bukaan-bukaan dinding.
p. Untuk pemasangan (erection) frame pada area watertight khususnya pada ruang dengan AC, harus
disediakan synthetic rubber atau synthetic resin untuk swing door dan double door.
q. Tepi-tepi akhir frame pada dinding harus di set dengan sealant untuk membuatnya sound proof dan
watertight.
r. Lower sill pada frame alumunium exterior harus diberi flashing untuk menahan air hujan.

9.3.5. Penyetelan

Test fungsi operasi pintu-pintu setelah operasi penutupan daun pintu, latching speeds dan hardware-
hardware lain sesuai dengan instruksi manufaktur untuk memastikan operasi daun pintu yang halus
(smooth).

9.3.6. Perlindungan

a. Semua alumunium harus dilindungi dengan tipe-tipe proteksi atau material-material lain yang
disetujui oleh Owner saat diserahkan ke lapangan.
b. Lindungi material tersebut hanya boleh dibuka bila diperlukan pada saat protective material akan
dipakai pada alumunium.
c. Tepi-tepi pintu harus dilindungi dengan plastic tape atau zinc chromate primer (transparent varnish)
pada saat plasteran akan dilaksanakan.
Bagian-bagian lain harus tetap dilindungi dengan lacquer film sampai seluruh pekerjaan selesai.
d. Pemakaian varnish tidak diijinkan untuk permukaan-permukaan yang tidak akan didempul atau di
sealant.

9.3.7. Weather Seal


57
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

Selama pemasangan kosen / frame alumunium, harus dipasang weather seal (backing strip) pada
bagian dalam sebagai pengisi sebelum sealant terpasang.

9.3.8. Pengetesan

a. Curtain Wall Komponen

1. Sample dari material masing-masing alumunium harus ditest di laboratorium yang disetujui
oleh MK, dan test tersebut harus meliputi :
a. Ketebalan material, Staining test, Weight test, Corrosion test
b. Sealent : yang digunakan harus dilakukan pengetesan yang disetujui oleh MK dan
Perencana, termasuk diantara adhesion test, compatibility test, shear test, alongasi test,
joint movement test dan tensile strength test.
Pengambilan sampel harus sesuai dengan metode statistik yang lazim atau secara random
yang disetujui oleh MK.

2. Pengetesan komponen harus dilakukan sebelum melaksanakan pengetesan curtain wall secara
system.

b. Pengetesan Curtain Wall secara system

1. Pada prinsipnya system curtain wall harus ditest secara keseluruhan sistem dengan membuat
mock-up pada bagian yang disetujui oleh CM dan perencana sedikitnya setinggi 2 lantai dan
selebar modul as yang terbesar.

2. Pengetesan pada lembaga pengetesan yang terakreditasi secara Internasional.

3. Metode test dilaksanakan sebagai berikut :

a. Preliminary Loading sebesar 50% loading terbesar (50% dari 105 kg/m) selama 10 detik.

b. Air Infiltration test sesuai ASTM E238-91 dengan tekanan uji 150 Pa selama > 10 detik
dengan persyaratan kebocoran < 0,66 m/hour/m.

58
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

c. Water penetration test sesuai ASTM E-331-86 dimana ditest secara bertahap dengan
siraman air 4 liter/menit/m pada tekanan 150 Pa selama 5 menit, lalu 300 Pa selama 5
menit.

d. Structural performance test sesuai ASTM E-330-90 dengan tekanan positif 77 kg/m dan
negatif 105 kg/m sesuai tabel berikut :

Tekanan Positif Durasi Tekanan Negatif Durasi


77 kg/m 10 detik -50 kg/m 10 detik
-105 kg/m 10 detik

9.3.9. Syarat Perbaikan dan Pemeliharaan

1. Pada saat akhir periode maintenance / pemeliharaan, bila Manajemen Konstruksi/Perencana


mempertimbangkan bahwa sejauh ini hujan menurut pengalaman tidak cukup untuk melakukan
test waterproofing, Manajemen Konstruksi/Perencana memiliki wewenang untuk diadakan test
dengan penyemprotan air (water spraying).

2. Bila keretakan dan kebocoran dari hal-hal sejenis timbul pada test hujan atau water spraying,
kontraktor harus memperbaiki pekerjaan menjadi sempurna tanpa tambahan biaya.

9.3.10. Syarat Penerimaan

Kontraktor harus mengirimkan garansi-garansi sebagai berikut :

a. Garansi tertulis dari fabricator untuk alumunium alloy dan anodizing, minimum 20 tahun.
Garansi juga harus menyangkut kegagalan pekerjaan atau material, hilangnya properti mekanis
(loss of mechanical properties), kebocoran air, kegagalan struktural, non uniformity of surfaces,
korosi/karat, dan hal-hal lain yang berhubungan dengan persyaratan performance.

Kontraktor harus mengirimkan bukti-bukti mengenai sumber dari material dan aksesorinya dalam bentuk
sertifikat "Certificate of Origin" dari manufaktur yang disetujui oleh Manajemen Konstruksi/Perencana.

PASAL 10 :
PEKERJAAN WINDOW WALL SYSTEM

59
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

10.1. UMUM
10.1.1. Lingkup Pekerjaan
a. Bagian ini mencakup ketentuan/syarat-syarat untuk pekerja, pengiriman, penyimpanan, pemasangan
dan penerimaan.
b. Meliputi penyediaan dan pemasangan window wall meliputi kosen-kosen jendela
alumunium dan kaca sesuai yang ditunjukkan dalam gambar dan spesifikasi ini,aksesori yang diperlukan
untuk pemasangan dan kelengkapannya, penyimpanan dan perawatan, serta pembangunannya sesuai
yang telah ditunjukkan dalam
gambar, yaitu :
Kosen / frame Alumunium untuk jendela
Glazing Materials (lokal)
Sealant silicone
Friction stay dan rambuncis
Hardware yang dibutuhkan untuk kelengkapan dan pemasangan system system diatas.
Metal Stud / Fabrikasi yang dibutuhkan untuk pemasangan sistem-sistem diatas.
Alumunium Flashing untuk kelengkapan dan kebutuhan pemasangan sistim diatas.
Sistem pengetesan untuk keseluruhan pemasangan dan kesempurnaan hasil akhir.
Quality assurance yang diinginkan.
Bagian ini menjelaskan "Commercial Quality" kosen dan jendela alumunium dan bukaan-bukaan yang
berhubungan, termasuk alumunium panels dan louvres pada jendela dan frame tersebut.
c. Bagian yang terkait :
Pekerjaan Pasangan dan Plesteran
Pekerjaan Metal Fabrikasi
Pekerjaan Struktur Balok Beton, Kolom Beton, Plat Beton
Pekerjaan Ceiling

10.1.2. Referensi
a. Semua pekerjaan harus merefer ke standar :
SII 00649-82 - Extrusi Jendela
SII 0405-80 - Alumunium Extrussion
SII 0695-82 - Alumunium Extruder Number
ASTM B 221-83 - Alumunium alloy extruded bars, shapes tubes
ASTM B 209-83 - Alumunium alloy sheets & plates
ASTM A308-84 - Alumunium Alloy, rolled atau extruded
60
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

ASTM E331-84 - Water Leakage


ASTM 283-84 - Air Leakage

b. Quality Assurance :
Kualifikasi manufaktur : produk yang digunakan disini harus diproduksi oleh perusahaan yang sudah
terkenal dan mempunyai pengalaman yang sukses dalam Extrussion alumunium dan pemasangannya (install)
dan diterima oleh Konsultan Manajemen Konstruksi / Perencana.
Single source responsibility : untuk menjamin kualitas penampilan dan performance, harus memakai
material untuk sistem yang berasal dari satu manufaktur (single manufaktur) dengan sistem yang tersedia
atau disetujui oleh sistem dari manufaktur.
Sistem window wall harus didesain agar memenuhi persyaratan-persyaratan performance yang
dispesifikasikan untuk persyaratan-persyaratan physical dan aesthetic, oleh Engineer profesional yang
terdaftar di Indonesia.
Sistem akan dites oleh laboratorium testing independent yang dipilih oleh Konsultan Manajemen
Konstruksi dan Perencana dengan mock-up system yang harus dibuat oleh Kontraktor.
Building concrete structural tolerances : harus tidak boleh lebih dari toleransi pemasangan sistem
alumunium seperti : batas-batas perbedaan untuk posisi tegak dan level.

c. Kualifikasi pekerja :
Sedikitnya harus ada 1 team lengkap yang sepenuhnya mengerti terhadap bagian ini selama pelaksanaan,
paham terhadap kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan, material, serta metode yang dibutuhkan selama
pelaksanaan.
Tenaga kerja terlatih yang tersedia harus cukup serta memiliki skill yang dibutuhkan.
Dalam penerimaan atau penolakan pekerja, Manajemen Konstruksi dan Perencana tidak mengijinkan
tenaga kerja tanpa atau kurang skill-nya.

10.1.3. Pengiriman dan Penyimpanan


a. Kontraktor harus mengirim unit-unit fabrikasi dan bagian-bagian komponennya ke site proyek lengkap
dengan identifikasi gambar-gambar pemasangan.
b. Simpanlah unit-unit dan komponen-komponen tersebut ditempat yang kering, dengan setiap profil harus
dilindungi dengan polyethylene film, dan lengkap dengan label, tipe, nomor dan lokasi pemasangan dalam
kemasan yang tertutup
asli dari pabrik. Bagian-bagian yang rusak tidak akan diterima, item-item yang cacat atau goresan kecil akan
dipertimbangkan sebagai kerusakan, kecuali yang terjadi adalah kondisi sebaliknya atau kondisi baik.

61
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

10.2. PERSYARATAN BAHAN


10.2.1. Window Wall Framing dan System
a. Frame dan Aksesori
1. Material : Alumunium Extrussion
2. Extrussion : sesuai dengan ditunjukkan dalam gambar shop drawings yang disetujui oleh Manajemen
konstruksi /
Perencana dan Konsultan window wall.
3. Color extrussion : - anodized sesuai dengan standard YKK YS-1C dengan film thickness minimal 28 micron
(10 micron
anodized + 18 micron lacer)
- colour anodized dengan lapisan PVDF minimal 22 micron.
4. Mullion size dan type window wall :
Back Mullion (vertical) pada jarak sesuai gambar atau shop drawings.
Transom grid untuk install kaca reflective supersilver dark blue tebal 8 mm dipasang pada posisi secondary
mullion dan posisi-posisi sambungan lain yang lebih kecil / antar unit, atau sesuai gambar.
Ketebalan profil sesuai perhitungan specialist window wall
Window Box : aluminium extruded tebal 1,8 mm ukuran 30 x 30 atau sesuai gambar rencana
Pemasangan :
- Steel plate embeded pada beam dengan hot dip galvanized steel.
- Hot Dip Galvanized Bracket dipasang dengan stainless steel bolt & nut pada steel plate bimbeded.
- Back Mullion (vertikal) dipasang dengan stainless steel bolt & nut pada bracket tersebut.
- Secondary Mullion selanjutnya dipasang pada Back Mullion tadi sebagai penguat bidang.
- Transom grid yang menyangga kaca selanjutnya dipasang pada Secondary Mullion.
5. Aluminium Louvre menggunakan bilah minimal t = 2 mm dengan karakter yang sama dengan frame, dengan
kemiringan dan jarak antar louvre yang telah disetujui oleh Perencana dan Manajemen Konstruksi.
6. Silicone Sealant :
Silicone sealant mempunyai karakteristik sebagai berikut :
a. Silicone hendaknya bertype Structural Glazing, Glazing Free Adhesive dan Weather Proof sesuai ASTM
C920, C 719, C1184
b. Tensile Strength minimal 80 psi untuk tumpuan sealant 2 sisi dan 120 psi untuk 4 sisi.
c. Durometer share A, points 35
d. Modulus 25%, 40 Psi
e. Joint movement 50%
f. Tooling Time 20 40 menit
g. All weather all temperature.
62
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

h.UV resistant
i. Merk yang disarankan :
Dow Corning 795 (Structural) weather proof.
Dow Corning 983 (4 sisi perimeter)
Dow Corning 790 pada pergerakan struktur lebih dari 30 mm.
j. Warna ditentukan kemudian.

10.3. SYARAT PEMASANGAN


10.3.1. Pengiriman Shopdrawing
Kontraktor harus mengirimkan hal-hal berikut untuk persetujuan Manajemen
Konstruksi/Perencana.
a. Shop drawing yang menunjukkan fabrikasi, pemasangan dan finish dari spesifikasi berdasarkan
pengecekan kembali dimensi-dimensi pada site, yang terdiri dari :
Elevation dan member dari profil
Nomor-nomor profil dan type sambungan
Hubungan joint untuk sistem framing, entrance doors.
Detail-detail dari bentuk yang diperlukan.
Kaca yang dipakai serta ketebalan yang diinginkan
Reinforcing
Jenis aluminium composite panel
Radius pada bentuk lengkung yang sesuai dengan gambar desain Perencana
Struktur pendukung pekerjaan curtain wall
Fire stop system
Bracket system
Anchorage system
Interfacing dengan konstruksi dan struktur bangunan
Kemungkinan-kemungkinan untuk ekspansi dan konstruksi
Hardware, termasuk lokasi, posisi tinggi pemasangan, reinforcement, pemasangan-pemasangan khusus.
Metode dan aksesori pemasangan kaca.
Internal dan external sealer yang diperlukan dan tipe-tipe yang direkomendasikan.
Gasket
b. Kontraktor harus mengirimkan kalkulasi untuk struktur sistim window wall dan kaca (Structural Calculation)
sebagai bukti ketepatan, kebenaran, dan kekuatan metode sistem yang diterapkan untuk persetujuan
Manajemen Konstruksi/ Perencana.

63
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

c. Kontraktor diminta untuk merencanakan sistem atau metode pemasangan mengingat pengaruh defleksi
(deflection) yang mungkin disebabkan oleh tension,atau tekanan angin, dan sebagainya sesuai dengan
rekomendasi fabricator dan terhadap peraturan beban yang berlaku.
d. Kontraktor harus mengirimkan 3 set contoh potongan profil dari setiap tipe dan item pekerjaan aluminium
yang ditunjukkan dalam gambar, dengan ukuran panjang 30 cm profil alloy, beserta kaca ukuran 30 cm x 30
cm termasuk mock-up ukuran standar (cukup jelas) yang menunjukkan contoh pemasangan curtain wall dan
finishing yang sudah final.
e. Test Report : Kirimkan fotokopi sertifikat laporan tersebut sebelumnya yang berisi performance untuk
ukuran sistem yang sama sebagai pengganti test kembali atau data-data pendukung lain.
10.3.2. Persiapan
a. Sebelum fabrikasi kontraktor harus melakukan check di site semua dimensidimensi dan kondisi project
untuk menghindari informasi yang terlambat.
b. Kontraktor harus mereview gambar-gambar dan kondisi lapangan dengan cermat, ukuran-ukuran dan
lubang-lubang, persiapan mock-up sambungan detail dan profil alumunium yang berhubungan langsung
dengan material-material struktural
lain.
c. Proses fabrikasi harus diutamakan disiapkan sebelum mulai pelaksanaan, dengan mempersiapkan shop
drawings yang menunjukkan lay-out, lokasi, merk, kualitas, bentuk dan dimensi sesuai yang diarahkan oleh
MK/Engineer.
d. Semua frame-frame untuk partisi, jendela-jendela dan pintu-pintu harus secara akurat di fabrikasi untuk
mengepaskan dengan pengukuran site.
10.3.3. Fabrikasi
a. Shop Assembly
Dimana dimungkinkan harus siap dipasang di site proyek. Bila tidak merupakan shop assembly, lakukan pra-
pengepasan di shop untuk memastikan assembly lapangan yang baik dan tepat guna.
b. Sambungan-sambungan / Joints.
1. Buatlah dengan hati-hati agar pekerjaan-pekerjaan ekspose match untuk memberikan garis dan design
yang kontinu. Pakailah perlengkapan mesinuntuk mengepaskan frame dengan kaku bersama-sama pada
titik-titik joints contact dengan hairline joints, waterproof joints dari belakang dengan sealant.
2. Pemakaian sealant tidak diijinkan pada permukaan ekspose.
3.4. Toleransi Pemasangan
a. Tolerasi:
1. Batas perbedaan tegak dan level :
3 mm dalam 3 m, secara vertikal (V)
3 mm dalam 6 m, secara horizontal (H)
64
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

2. Batas-batas perbedaan dari lokasi secara teoritis : 6 mm untuk setiapmember pada setiap lokasi.
3. Keseluruhan (over all)
Untuk seluruh ketinggian (dari bawah sampai ujung atas) dan lebar (keseluruhan bidang lebar gedung) adalah
10 mm.

b. Set unit-unit dengan tegak, level dan garis yang benar, tanpa terkelupas atau merusak frame.
c. Pasanglah anchor dengan kuat pada tempatnya, memungkinkan untukpergerakan, termasuk ekspansi dan
kontraksi.
d. Pisahkan material-material yang tidak sama pada titik-titik hubungan, termasuk metal-metal yang
berhubungan dengan pasangan atau permukaan beton, dengan cat bituminous atau preformed separators
untuk menghindari kontak dan korosi.
e. Set sill members pada bantalan sealant. Set member-member lain dengan internal sealant dan baffles
untuk memberi konstruksi yang weathertight.
f. Pasanglah jendela dan hardware sesuai dengan instruksi tertulis dari manufaktur.
g. Potongan alumunium profil harus dibuat dengan dasar yang baik untuk menghindari kerusakan, tergores
atau rusak pada permukaannya; dan harus dijauhkan dari material-material baja/besi untuk menghindari
debu-debu besi menempel pada permukaan alumunium.
h. Pengelasan diijinkan hanya dari bagian dalam, menggunakan non activated gas(argon) dan tidak boleh
diekspose.
i. Buatlah match joints members dengan sekrup yang cocok, rivets, las; untuk mendapatkan bentuk dan
kualitas yang dibutuhkan atau sesuai yang terlihat dalam gambar.
j. Peralatan anchor untuk alumunium frame haruslah dengan hot dip galvanized steel tebal 2-3 mm di set
pada interval 60 mm.
k. Fastener harus dari stainless steel atau material non corrosive lain, concealed type. Paskan frame bersama-
sama pada titik-titik contact joints dengan hairline joints, waterproof joints dari bagian belakang dengan
sealant untuk menahan
(watertight) 1000 kg/cm.
l. Alumunium frame harus disiapkan untuk mengantisipasi modifikasi-modifikasi
berikut:
1. Perubahan fixed-window
2. Propel window, rotate window, etc.
3. Pintu-pintu kaca frameless
4. Movable partisi tanpa kerusakan pada lantai dan ceiling
5. Sediakan dengan aksesori-aksesori penunjang untuk tujuan-tujuan diatas.

65
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

m. Paskan hardware dan material-material reinforcing pada metal lain yang berhubungan langsung dengan
alumunium frame dan hubungan harus denganchromium coat pada permukaannya untuk menghindari kontak
korosif.
n. Toleransi pemasangan (erection) untuk alumunium frame pada sisi dinding 10-15mm harus diisi dengan
grouting.
o. Sebelum pemasangan alumunium frame, khususnya pada propel window, upper dan lower window, sill
harus di check level dan waterpass pada bukaan-bukaan dinding.
p. Untuk pemasangan (erection) frame pada area watertight khususnya pada ruang dengan AC, harus
disediakan synthetic rubber atau synthetic resin untuk swing door dan double door.
q. Tepi-tepi akhir frame pada dinding harus di set dengan sealant untuk membuatnya sound proof dan
watertight.
r. Lower sill pada frame alumunium exterior harus diberi flashing untuk menahan air hujan.
10.3.5. Penyetelan
Test fungsi operasi pintu-pintu setelah operasi penutupan daun pintu, latching speeds dan hardware-
hardware lain sesuai dengan instruksi manufaktur untuk memastikan operasi daun pintu yang halus (smooth).
10.3.6. Weather Seal
Selama pemasangan kosen / frame alumunium, harus dipasang weather seal (backing strip) pada bagian
dalam sebagai pengisi sebelum sealant terpasang.
10.3.7. Syarat Pemeliharaan dan Perlindungan
a. Semua alumunium harus dilindungi dengan tipe-tipe proteksi atau materialmaterial lain yang disetujui oleh
Pemberi Tugas saat diserahkan ke lapangan.
b. Protective material tersebut hanya boleh dibuka bila diperlukan pada saat protective material akan dipakai
pada alumunium.
c. Tepi-tepi pintu harus dilindungi dengan plastic tape atau zinc chromate primer (transparent varnish) pada
saat plasteran akan dilaksanakan. Bagian-bagian lain harus tetap dilindungi dengan lacquer film sampai
seluruh pekerjaan selesai.
d. Pemakaian varnish tidak diijinkan untuk permukaan-permukaan yang tidak akan didempul atau di sealant.
10.3.8. Syarat Penerimaan
Kontraktor harus mengirimkan garansi-garansi sebagai berikut :
a. Garansi tertulis dari fabricator untuk alumunium alloy dan anodizing, minimum 20 tahun. Garansi juga
harus menyangkut kegagalan pekerjaan atau material, hilangnya properti mekanis (loss of mechanical
properties), kebocoran air, kegagalan struktural, non uniformity of surfaces, korosi/karat, dan hal-hal lain
yang berhubungan dengan persyaratan performance.
b. Kontraktor harus mengirimkan bukti-bukti mengenai sumber dari material dan aksesorinya dalam bentuk
sertifikat "Certificate of Origin" dari manufaktur yang disetujui oleh Manajemen Konstruksi/Perencana.
66
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

PASAL 11 :
PEKERJAAN KUSEN PINTU BESI DAN CUBICLE TOILET

11.1. UMUM
11.1.1. Lingkup Pekerjaan
a. Bagian ini mencakup ketentuan/syarat-syarat untuk pekerja, material/bahan, pengiriman,
penyimpanan, pemasangan, penerimaan.
b. Meliputi penyediaan kosen-kosen, daun pintu baja/ besi pada area sesuai yang ditunjukkan dalam
gambar dan spesifikasi ini, aksesori yang diperlukan untuk pemasangan dan kelengkapannya,
penyimpanan dan perawatan, serta pembangunannya sesuai yang telah ditunjukkan dalam gambar.
Bagian ini menjelaskan Commercial Quality kosen dan pintu-pintu besi untuk pintu dan bukaan-
bukaan yang berhubungan, termasuk hollow metal panels dan louvres pada pintu-pintu dan frame
tersebut.
1.2. Referensi
a. Semua pekerjaan harus merefer ke standar :
ASTM A 569
ASTM A 366
ASTM A 526
ASTM A 525
NFPA 80
NFPA 105
b. Quality Assurance :
Kualifikasi manufaktur : produk yang digunakan disini harus diproduksi oleh perusahaan yang sudah
terkenal dan mempunyai pengalaman yang sukses dan diterima oleh Konsultan Manajemen
Konstruksi dan Pemberi Tugas. Fire-rated Door Assemblies : unit-unit yang sesuai dengan NFPA 80,
adalah identic dengan asembly pintu-pintu dan kosen yang ditest untuk karakteristik fire-
testresponse sesuai dengan ASTM E 152, dan diberi label dan terdaftar oleh UL, Warnock Harsey,
atau agen pengetesan dan inspeksi yang diterima pada jurisdiksi otoritas. Temperature Rise Rating :
bilamana ditunjukkan, sediakan pintu-pintu yang memiliki temperature-rise raising 450oF (250oC)
maksimum, dalam 30 menit pada pengaruh api.
c. Kualifikasi pekerja :

67
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

Sedikitnya harus ada 1 orang yang sepenuhnya mengerti terhadap bagian ini selama pelaksanaan,
paham terhadap kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan, material, serta metode yang dibutuhkan
selama pelaksanaan.
Tenaga kerja terlatih yang tersedia harus cukup serta memiliki skill yang dibutuhkan.
Dalam penerimaan atau penolakan pekerja, Konsultan Manajemen Konstruksi dan Pemberi Tugas
tidak mengijinkan tenaga kerja tanpa atau kurang skill-nya.
11.1.3. Syarat Pengiriman
a. Kirimkan pallet pintu-pintu dan kosen, tertutup atau dikemas untuk memberikan
perlindungan selama transit dan penyimpanan.
b. Periksa pintu-pintu dan kosen yang dikirim terhadap kerusakan. Kerusakan-kerusakan kecil
mungkin dapat diperbaiki untuk itu kerjakan item-item yang direfinish agar match dengan
pekerjaan-pekerjaan baru dan diterima oleh Arsitek; apabila yang terjadi sebaliknya,
pindahkan dan ganti item-item yang rusak sesuai petunjuk.
c. Simpanlah pintu-pintu dan kosen pada bangunan di site yang tertutup. Tempatkan unit-unit
pada tempat/alas kayu blok dengan tinggi minimum 100 mm. Hindarkan pemakaian
konvented plastic atau convas shelter yang dapat menghasilkan kelembaban. Jika
pembungkus untuk pintu-pintu menjadi basah, pindahkanlah pembungkus dengan segera.
Berikan minimum inch (6 mm) ruang antara tumpukan pintu-pintu untuk memberi sirkulasi
udara.

11.2. PERSYARATAN BAHAN


11.2.1. Spesifikasi material

a. Pintu Besi untuk Shaft


Produk : lihat spesifikasi material arsitektur
Type : normal (tanpa jendela pengintai)
Bentuk : lihat skema kusen pintu dan jendela
Spesifikasi : daun pintu plat besi 1,5 mm(double)
Finishing : cat Duco
Fire rating : 2 jam
b. Pintu Besi untuk Ruang M/E
Produk : lihat spesifikasi material arsitektur
Type : normal
Bentuk : lihat skema kusen pintu dan jendela
Spesifikasi : daun pintu plat besi 1,5 mm(double)
68
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

Finishing : cat Duco


Fire rating : 2 jam
c. Pintu Besi untuk Tangga Kebakaran
Produk : lihat spesifikasi material arsitektur
Type : dengan jendela pengintai
Bentuk : lihat skema kusen pintu dan jendela
Spesifikasi : daun pintu plat besi tahan api 1,5 mm(double) + kaca clear tahan api 6mm
Finishing : cat Duco
Fire rating : 2 jam

11.2.2. Standard Material


c. Hot-rolled steel sheets dan strips : commercial quality carboon steel, pickled dan oiled, sesuai dengan
ASTM A 569 (ASTM 569 M) bebas dari bersisik, bintik-bintik, dan kerusakan permukaan.
d. Cold-rolled steel sheets : commercial quality rata, carboon steel, sesuai dengan ASTM A 366 (ASTM A
366 M).
e. Galvanized steel sheets : zinc-coated carboon steel sheets pada commercial quality, sesuai ASTM A 526
(ASTM A 526 M) dan ASTM A 525 dengan A 60 atau E 60 (ASTM A 525 M dengan Z 180 atau 2F 180
dengan penunjukan coating, mill phosphatized.
f. Support dan anchors : fabrikasi tidak kurang dari 0,06 inch (1,5 mm) tebal lembaran baja. Setelah
fabrikasi, unit-unit lembaran digalvanized untuk pemakaian dinding-dinding exterior, sesuai dengan
ASTM A 153, class B.
g. Inserts, Bolts, dan Fasteners : merupakan unit standar manufaktur. Bila bagian-bagiannya akan
digunakan untuk dinding-dinding exterior, harus digalvanized sesuai dengan ASTM A 153, class C atau
D sesuai penerapan.

11.2.3. Pintu-Pintu
a. Umum : siapkan pintu-pintu dengan desain samarata (flush design), tebal 1 inch (44 mm), konstruksi
hollow tanpa klem (seamles), kecuali ditunjukkan sebaliknya.
6. Untuk pintu-pintu mengayun satu arah (single acting), buatlah level pada tepitepi vertikal dengan
radius 2 1/8 inch (54 mm).
7. Sediakan filler untuk filler board, atau material insulasi yang dipress padat lainnya (solidly
packed) untuk pintu dengan tinggi penuh untuk mengisi voidvoid diantara inner core reinforcing
members.

69
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

8. Perkuatlah pintu-pintu dengan rangka tubular yang rigid dimana stiles dan rel-rel dengan lebar
kurang dari 8 inch (200 mm). Bentuklah tubular frame dengan baja setebal 0,0598 inch (1,5
mm), dilas pada bagian luar lembar.
b. Steel doors : kecuali disebutkan sebaliknya, fabrikasikan pintu-pintu interior dengan 2 outer, cold
rolled, lembaran baja stretcher level tidak kuran dari tebal 0,0478 inch (1,2 mm). Buatlah pintu dengan
halus, permukaan yang rata tanpa sambungan dan klem yang kelihatan pada sisi ekspose dan tepi-tepi
ambangnya, kecuali bila ditambahkan panel louvre atau mengkilap disekelilingnya. Perkuat bagian
dalam pintu dengan vertikal, hot-rolled, dengan ketebalan bagian lembaran baja tidak kurang dari
0,0299 inch (0,75 mm). Beri spasi pada penguatan vertikal 6 inch (150 mm) O.C dan tarik pintu dengan
tinggi penuh tersebut. Lakukan las titik pada kedua sisi pada jarak tidak kurang dari 6 inch (150 mm)
O.C. Continuous truss-form inner core dengan penguatan lembaran metal tebal 0,0149 inch (0,4 mm)
mungkin dipakai sebagai penguat bagian dalam sebagai pengganti bagian yang disebutkan diatas.
Lakukan las titik terhadap truss-form reinforcement pada jarak 3 inch (75 mm) O.C selama vertikal dan
horizontal pada seluruh permukaan pada kedua sisi.
c. Hardware reinforcement : ketebalan minimum untuk steel reinforcing plates pada hardware berikut
adalah :
4. Hinges dan Pivots : tebal 0,1875 inch (4,8 mm) x 1 inch (38 mm) lebar x 6 inch (150 mm) lebih
panjang dari engsel (hinge), diperkuat dengan tidak kurang dari 6 las titik.
5. Lockcase, flush bolts, door closers, dan concealed holders : 0,10146 inch (2,7 mm).
6. Semua hardware surface-mounted : 0,0598 inch (1,5 mm).

11.2.4. Frame
a. Fabrikasikan kosen-kosen/frame dengan konstruksi unit pengelasan penuh (fullwelded) dan las
kontinyu pada tinggi dan lebar penuh pada frame/kosen. Frame (kosen-kosen) knock down tidak dapat
diterima.
5. Untuk pemakaian exterior, buatlah frame dari lembara baja galvanized dengan tebal tidak kurang
dari 0,0785 inch (2,0 mm).
6. Untuk pemakaian interior, buatlah frame dengan lembaran baja cold-rolled atau hot-rolled
dengan ketebalan minimum sebagai berikut :
Bukaan dengan lebar sampai 48 inch (1200 mm) : 0,0598 inch (1,5 mm)
Bukaan lebih lebar dari 48 inch (1200 mm) : 0,0747 inch (1,9 mm)
7. Untuk fire door dan AC door dilengkapi threshold selebar kosen dari stainless steel / anti karat.
b. Perkuatan hardware : ketebalan minimum untuk plat reinforcing untuk hardwarehardware berikut :
1. Hinges dan Pivots : tebal 0,1875 inch (4,8 mm) x 1 inch (38 mm) x 6 inch (150 mm) lebih
panjang dari engsel, diperkuat dengan tidak kurang dari 6 las titik.
70
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

2. Strikes, flush bolt, dan closers : 0,1046 inch (2,7 mm).


3. Hold-open arms dan panic devices yang surface-mounted : 0,1046 inch (2,7 mm).
c. Mullion dan transom bars : sediakan tubular mullions dan transom bars sesuai yang ditunjukkan.
Kencangkan mullion dan transom bars pada palang (crossing) dan pada jambs dengan las silang.
Perkuat sambungan antara frame members dengan concealed clups angles atau sleeves dengan metal
dan ketebalan yang sama dengan frame/kosen. Siapkan false head member untuk menerima ceiling
yang rendah dimana frame di extend sampai dengan finish dari ceiling pada ketinggian yang berbeda.
d. Head reinforcing : bila dipasang pada pasangan, biarkan vertikal mullions dengan frame terbuka pada
atasnya untuk diisi grouting.
e. Jamb anchors : lengkapi jamb anchors sesuai yang dibutuhkan untuk mengencangkan frame ke bagian
konstruksi terdekat. Buatlah dengan baja galvanized dengan ketebalan tidak kurang dari 0,0516 inch
(1,3 mm). Bila ada ditunjukkan asembly untuk fire-rated, sediakan anchor agar sesuai dengan standar
UL.

1. Masonry Construction :
Adjustable, non removable, flat, corrugated, atau perforated, dengan kak tidak kurang dari
2 inch (50 mm) lebar x 10 inch (250 mm) panjang. Pasanglah paling sedikit 3 anchor untuk setiap
jamb dengan ketinggian sampai dengan 90 inch (2250 mm), 4 anchors untuk ketinggian sampai
dengan 96 inch (2400 mm), dan 1 tambahan anchor untuk setiap
pertambahan 24 inch (600 mm) atau bagian yang lebih tinggi dari 96 inch (2400 mm).

2. Metal Stud Partitions :


Masukkan tipe notch clip untuk menyatukan dengan metal strud, lakukan pengelasan
pada bagian belakang dari frame. Sediakan sedikitnya 4 anchor untuk jamb pada frame dengan
ketinggian sampai 90 inch (2250 mm), 5 anchor untuk jamb dengan tinggi sampai dengan 96 inch
(2400 mm), dan 1 tambahan anchor untuk setiap pertambahan 24 inch (600 mm) atau bagian
yang lebih tinggi dari 96 inch (2400 mm).
3. Pasanglah adukan beton dan pasangan In-place :
Pasanglah anchor pada jamb dari frame dengan minimum 3/8 inch (9 mm) concealed
bolts pada expansion shield atau di insert dengan 6 inch (150 mm) dari atas dan bawah pada jarak
26 inch (650 mm) O.C, kecuali ditunjukkan berbeda. Perkuatlah frame pada bagian anchor.
Kecuali untuk lokasi firerated openings, pasanglah removable stop untuk menutup anchor bolt,
kecuali ditunjukkan berbeda.
f. Floor Anchor :

71
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

Pasanglah floor anchor (angker pada lantai) pada jamb dan mullion yang diextend sampai ke lantai,
yang dibentuk dari lembaran baja galvanized dengan tebal tidak kurang dari 0,0747 inch (1,9 mm),
seperti sebagai berikut :
1. Monolithic concrete slabs : clip-type anchors, dengan 2 lubang untuk memasang fasteners, di las
pada bagian bawah jamb dan mullion.
2. Separate topping concrete slabs : tipe adjustable dengan extension clips, yang memungkinkan
adjustment untuk tinggi tidak kurang dari 2 inch (50 mm). Tempelkan/akhiri frame pada
permukaan finish lantai.
g. Head anchor : untuk fastener dengan lebar lebih dari 2 inch (1066 mm) pasanglah pada dinding steel
stud, berikan 2 head anchors.
h. Head reinforcing : untuk frame dengan lebar lebih dari 48 inch (1200 mm) pada bukaan/openings
dinding pasangan (masonry), pasanglah continuous steel channel atau angle stiffener dengan
ketebalan tidak kurang dari 0,1046 inch (2,7 mm) untuk lebar bukaan penuh, lakukan pengelasan pada
bagian belakang head frame.
i. Spreaders bars : pasanglah removable spreader bar melintang pada bagian bawah frame, sambunglah
pengelasan pada jambs dan mullions.
j. Rubber door silencers : kecuali pada pintu-pintu yang di weather stripped, lakukan drill pada strike jamb
stop untuk memasang 3 buah silencer pada frame pintu single dan lakukan drill pada head jamb stop
untuk memasang 4 buah silencer pada frame pintu double. Pasanglah plastic plugs agar lubang-lubang
tetap bersih selama pelaksanaan.
k. Dust Guards : sediakan box untuk steel dust cover dengan tebal 0,0179 inch (0,45 mm), pada bagian
belakang potongan hardware dimana adukan atau materialmaterial lain mungkin dapat merusak
operasi hardware dan untuk menutup bagian-bagian yang terbuka untuk interior.

11.2.5. Louvres
a. Door Louvres : fabrikasikan louvre dan pasanglah dengan rata pada pintu-pintu tanpa moulding yang
overlapping pada permukaan lembaran-lembaran penutup pintu.
b. Pasanglah internal support sesuai yang direkomendasikan oleh manufaktur louvre. Terapkan cat primer
setelah fabrikasi, kecuali untuk bahan louvre stainless steel. Interior louvre : sight-proof, stationary type,
disusun dari Y-shaped blades yang dibentuk dari cold-rolled steel dengan tebal 0,0359 inch (0,9 mm),
kecuali untuk pintu-pintu stainless steel yang dibentuk dari stainless steel tebal 0,0375 inch (0,95
mm).
11.2.6. Stops dan Moulding
a. Pasanglah stops dan mouldings disekeliling panel-panel louvre, panel glazed, dan panel solid sesuai
dengan penunjukkan.
72
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

b. Bentuklah fixed stops dan mouldings yang integral dengan frame, kecuali disebutkan sebaliknya.
c. Pasanglah removable stops dan moulding sesuai dengan bagian-bagian yang ditunjukkan/diperlukan,
yang dibentuk dari lembaran baja dengan tebal tidak kurang dari 0,0359 inch (0,9 mm) dan dibuat
match dengan baja dari frames. Kencangkanlah dengan mesin sekrup countersunk flat atau oval head
dispasi secara rata tidak lebih dari 12 inch (300 mm) O.C. Bentuklah sudut-sudut dengan butted
hairline joints.
d. Koordinasikan lebar rabbet antara fixed dan removable stops dimana tipe kaca atau panel dan tipe dari
pemasangan diindikasikan.
11.2.7. Pabrikasi
a. Fabrikasikan pintu-pintu dan frame yang rigid, bersih dalam penampilan, dan bebas dari cacat,
terkelupas atau melengkung. Bentuklah metal dengan akurat dengan ukuran dan profil yang diperlukan.
Bila dapat diterapkan, pengetesan dan perakitan dilakukan di bengkel manufaktur. Identifikasikan
dengan jelas pekerjaan-pekerjaan yang tidak dapat secara permanen dirakit di pabrik sebelum
pengiriman, untuk memastikan perakitan yang mungkin dilakukan di site project. Lakukanlah
pengelasan sambungan ekspose secara kontinyu; lakukan penyelesaian pengamplasan, pengisian,
diasah, dan buatlah dengan halus, rata, dan tidak kentara.
1. Pintu-pintu Interior : minimum ketebalan muka lembaran 0,0478 inch (1,2 mm).
2. Pintu-pintu Exterior : minimum ketebalan muka lembaran 0,0635 inch (1,6 mm).
b. Exposed fasteners : kecuali ditunjukkan sebaliknya, pasanglah sekrup dan bautbaut ekspose dengan
pasangan countersunk flat atau oval heads.
c. Persiapan hardware : siapkan pintu-pintu dan kosen-kosen untuk pemasangan hardware, termasuk
pemotongannya, perkuatan, mortising, pengeboran (drilling), dan topping sesuai dengan schedule dan
templates, hardware final yang diberikan oleh supplier. Sesuaikan dengan persyaratan penerapan dari
seri spesifikasi ANSI A115 untuk persiapan pintu-pintu dan kosen untuk hardware.
1. Perkuatlah pintu-pintu dan frame-frame untuk pemasangan hardware pada permukaan. Lakukan
drilling dan tapping untuk hardware yang dipasang pada permukaan yang mungkin dilakukan
diproject site.
2. Lokasikan hardware sebagaimana yang ditunjukkan atau, bila tidak ditunjukkan, sesuaikan dengan
asosiasi manufaktur hollow metal HMMA 830, Hardware Preparation and Locations for Hollow Metal
Doors & Frames.
11.2.8. Finishing
a. Umum : sesuaikan dengan standar NAAMMs Metal finishes Manual rekomendasi relatif terhadap
pemasangan dan penandaan finishing.
b. Shop painting : bersihkan, lakukan treatment, dan catlah permukaan-permukaan yang pintu-pintu dan
kosen-kosen baja yang diekspose, termasuk permukaan yang digalvanized.
73
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

1. Bersihkan permukaan-permukaan baja tipe mill scale, berkarat, berminyak, berlemak, kotor, dan
material-material asing lain sebelum pemakaian cat.
2. Pakailah pretreatment untuk membersihkan permukaan metal; pakailah cold phosphate solution
(SSPC-PT2), hot phosphate solution (SSPC-PT4), atau basic zinc chromate-vynill butyral wash primer
(SSPC-Paint 27).
3. Terapkan shop coat (pengecatan di workshop) dengan cat primer dalam batasan waktu yang
direkomendasikan oleh manufaktur pretreatment. Pakailah cat yang halus dengan permukaan yang
rata secara konsisten untuk menghasilkan ketebalan lapisan yang sama kering yang tidak kurang dari
0,7 mils (0,02 mm).
4. Cat finish : Duco dengan tahapan pengecatan 3 lapis, yaitu 2 lapis dan 1 lapis bila kondisi ruang
sudah rapih.

11.3. PERSYARATAN PELAKSANAAN


11.3.1. Persiapan
a. Kirimkan setiap item dalam penjelasan spesifikasi ini sesuai dengan kondisi kontrak.
b. Data-data produk termasuk spesifikasi manufaktur untuk fabrikasi dan instalasi. Sediakan data-data
yang penting dimana produk telah sesuai dengan persyaratanpersyaratan.
c. Shop drawing yang menunjukkan fabrikasi dan instalasi pekerjaan pintu-pintu besi dan aluminium
beserta kosen-kosennya. Juga detail-detail dari setiap tipe frame, elevasi persyaratan-persyaratan
pemasangan angker pada kosen, pintu-pintu dan hardware dari kosen dan perkuatannya, detail-detail
sambungan dan hubungan. Perlihatkan anchor dan item aksesori. Sediakan schedule dari pintu-pintu
dan kosen yang menggunakan nomor-nomor referensi yang sama untuk detail-detail dan bukaan seperti
yang tercantum dalam gambar.
11.3.2. Pemasangan
a. Frames : pasang rangka baja customize untuk pintu-pintu, transome, sidelights, borrowed lights, dan
bukaan-bukaan lainnya, dengan ukuran dan profil yang diindikasikan.
1. Pasanglah frame dan aksesori sesuai dengan instruksi pemasangan dari manufaktur dan sesuai
spesifikasi.
2. Setting Masonry Anchorage Devices : pasanglah perlengkapan anchor untuk pasangan bata, dimana
ditunjukkan untuk mengencangkan kosen-kosen pada in-place concrete atau konstruksi pasangan.
Pastikan dan periksa bahwa dimana frame-frame pintu akan dipasang terdapat pasangan dan
jalur beton praktis baik untuk sisi tegak kosen (jamb) maupun pada head (palang atas pintu).
Konfirmasikan dimensi dan perkuatan beton praktis yang dibutuhkan kepada kontraktor pekerjaan
pasangan

74
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

Set perlengkapan/peralatan anchor berlawanan dengan lokasi anchor, sesuai dengan detail-detail
dari shop drawing dan instruksi dari manufaktur peralatan anchorage. Biarkan lubang drill yang
kasar, tanpa dilebarkan, dan bebas dari debu dan puing-puing.
3. Angker (anchor) pada lantai mungkin di set dengan fastener powder actuated sebagai pengganti
peralatan angker untuk pasangan dan mesin sekrup, bila hal ini ditunjukkan dalam shop drawings.
4. Penempatan frames : set frame dengan tepat pada posisinya, tegak, sejajar, dan ganjallah/palanglah
dengan kuat sampai angker permanen dipasang. Setelah pasangan konstruksi dinding selesai,
pindahkan palang dan spreader, biarkan permukaan dengan halus dan tidak cacat/rusak.
Pada eksisting konstruksi beton atau pasangan bata, set frame dan kencangkan pada tempatnya
dengan mesin sekrup dan peralatan angker untuk pekerjaan pasangan.
Pada fire-rated openings, tempatkanlah frame sesuai dengan ketentuan pada NFPA 80.
Lakukan sambungan lapangan (field splice) hanya pada lokasi-lokasi yang disetujui. Lakukanlah
pengelasan, pengamplasan, dan finishing sesuai dengan yang dibutuhkan untuk menyembunyikan
(concealed) bekas sambungan pada bagian-bagian yang diekspose.
Pindahkan spreader bars hanya bila frame dan buck telah di set dan dikencangkan dengan
sempurna.
b. Pintu-pintu : pasanglah pintu-pintu non fire-rated dengan akurat pada kosen/frame yang direncanakan,
dengan clearance sebagai berikut :
1. Jambs dan head : 3/32 inch (2 mm)
2. Pertemuan tepi-tepi, pintu-pintu berpasangan : 1/8 inch (3 mm)
3. Bawah : 3/8 inch (9 mm), dimana tidak ada treshold atau karpet
4. Bawah : 1/8 inch (3 mm), bila ada treshold atau karpet
c. Pasanglah pintu-pintu fire-rated dengan clearance sesuai dengan yang dispesifikasikan dalam NFPA
80.
d. Sesuaikan dengan NFPA 105 untuk pemasangan pintu-pintu smoke-control (bila ada).
e. Untuk pemasangan pintu vault sesuai standar fabrikator.

11.3.3. Penyetelan (adjusting) dan pembersihan


a. Final adjustment : check dan setel kembali operasi item-item hardware pada saat sebelum dilakukan
final inspection. Biarkan pekerjaan dalam kondisi operasi yang baik dan lengkap. Pindahkan dan
gantilah pekerjaan-pekerjaan yang cacat, termasuk pintu-pintu dan frame-frame yang terkelupas,
bengkok/melengkung, atau akan diterima bila terjadi kondisi sebaliknya (baik).
b. Tentukan pada lapisan dasar (Prime Coat Touchup) : segera setelah terpasang, lakukanlah
pengamplasan halus bila ada karat atau bagian yang cacat/rusak dari prime coat dan terapkan
sentuhan primer cepat kering (air drying) yang cocok.
75
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

11.3.4. Syarat Pemeliharaan dan Perlindungan


a. Kontraktor wajib memperbaiki pekerjaan yang rusak/cacat, sampai dengan perbaikkan pekerjaan
tersebut diterima oleh Konsultan Manajemen Konstruksi. Perbaikan dilaksanakan sedemikian rupa
hingga tak mengganggu pekerjaan finishing lainnya. Biaya yang timbul untuk pekerjaan perbaikan
menjadi tanggung jawab Kontraktor.
b. Kontraktor wajib mengadakan perlindungan dan pengamanan terhadap pekerjaan yang telah
dilaksanakan.
c. Sesudah pekerjaan kosen dan pintu besi, permukaan kosen dan pintu harus dijaga terhadap
kemungkinan-kemungkinan terkena cairan-cairan dan bendabenda lain yang mungkin bisa
menimbulkan cacat, noda-noda dan sebagainya.
d. Apabila hal ini terjadi, Kontraktor harus memperbaiki cacat tersebut hingga pulih kembali seperti
semula, sampai hasil perbaikan tersebut dapat diterima dan disetujui oleh Konsultan Pengawas. Biaya
perbaikan ditanggung oleh Kontraktor.
11.3.5. Syarat Penerimaan
Sebagai syarat penerimaan, kontraktor harus mengirimkan garansi-garansi :
a. Garansi tertulis dari fabrikator untuk kualitas bahan dan asembly, kekuatan dan ketahanan terhadap
api sesuai persyaratan dan spesifikasi disini, termasuk aksesori dan hardware yang dipakai untuk
memasang pintu-pintu dan pada daun pintu serta kosen.
b. Garansi tertulis dari kontraktor untuk kualitas kerja, ketepatan dan kebenaran serta metode
pemasangan.

PASAL 12 :
PEKERJAAN KOSEN DAN DAUN PINTU KAYU
12.1. UMUM
12.1.1. Ketentuan Umum
Sebelum pekerjaan pembuatan dan pemasangan bahan kosen dilakukan, maka :
a. Pemborong wajib mengadakan pemeriksaan pengukuran di lapangan agar ukuran kosen dan
daun pintu/jendela yang akan dipasang sesuai dengan keadaan di lapangan.
b. Pemborong harus mengajukan terlebih dahulu contoh-contoh bahan yang akan digunakan dan
membuatkan shop drawing dan mock-up untuk mendapatkan persetujuan dari Pemberi Tugas /
Konsultan Manajemen Konstruksi.
c. Bahan yang cacat tidak boleh digunakan. Bahan yang harus dipasang harus sesuai contoh yang
sudah disetujui Pemberi Tugas, Konsultan Manajemen Konstruksi dan Perencana.
12.1.2. Lingkup Pekerjaan
76
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

a. Bagian ini mencakup ketentuan/syarat-syarat untuk pekerja, bahan/material, pengiriman,


penyimpanan, pemasangan, penerimaan.
b. Meliputi penyediaan kosen-kosen, pintu-pintu kayu sesuai yang ditunjukkan dalam gambar dan
spesifikasi ini, aksesori yang diperlukan untuk pemasangan dan kelengkapannya, penyimpanan
dan perawatan, serta pemasangan pada tempattempat sesuai yang ditunjukkan dalam gambar.
Bagian ini menjelaskan Commercial Quality kosen dan pintu-pintu kayu untuk pintu dan
bukaan-bukaan yang berhubungan dengan pekerjaan interior.
12.1.3. Referensi
a. Semua pekerjaan harus merefer ke standar pekerjaan kayu : PUBI 1982, SKBI 4.3.53.1987, SII
0404-80 atau NI-5.
b. Quality Assurance :
Kualifikasi manufaktur : produk yang digunakan disini harus diproduksi oleh perusahaan
yang sudah terkenal dan mempunyai pengalaman yang sukses dan diterima oleh Pemberi
Tugas / Manajemen Konstruksi.
Single source responsibility : untuk menjamin kualitas penampilan dan performance, harus
memakai material untuk sistem yang berasal dari satu manufaktur (single manufaktur)
dengan sistem yang tersedia atau disetujui oleh sistem dari manufaktur.
c. Kualifikasi pekerja :
Sedikitnya harus ada 1 orang yang sepenuhnya mengerti terhadap bagian ini selama
pelaksanaan, paham terhadap kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan, material, serta
metode yang dibutuhkan selama pelaksanaan.
Tenaga kerja terlatih yang tersedia harus cukup serta memiliki skill yang dibutuhkan.
Dalam penerimaan atau penolakan pekerja, Pemberi Tugas dan Perencana tidak
mengijinkan tenaga kerja tanpa atau kurang skill-nya.
12.1.4. Syarat Pengiriman dan Penyimpanan
a. Kontraktor harus mengirim unit-unit fabrikasi dan bagian-bagian komponennya ke site proyek
lengkap dengan identifikasi gambar-gambar pemasangan.
b. Simpanlah unit-unit dan komponen-komponen tersebut ditempat yang kering, dengan setiap
profil harus dilindungi dengan polyethylene film, dan lengkap label, tipe, nomor dan lokasi
pemasangan dalam kemasan yang tertutup asli dari pabrik. Bagian-bagian yang rusak tidak akan
diterima, item-item dengan cacat atau goresan kecil akan dipertimbangkan sebagai kerusakan,
kecuali yang terjadi adalah kondisi sebaliknya atau kondisi baik.
12.2. PERSYARATAN BAHAN
12.2.1. Spesifikasi Material
a. Pintu Kayu Double Teakwood
77
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

Produk : lihat spesifikasi material arsitektur


Type : Double Teakwood
Bentuk : lihat skema kusen pintu dan jendela
Spesifikasi : 6 mm Double Teakwood + rangka kayu Kamper Samarinda
Finishing : cat melamine (warna natural kayu)
b. Pintu Panel Kayu
Produk : lihat spesifikasi material arsitektur
Type : Kayu Kamper Samarinda
Bentuk : lihat skema kusen pintu dan jendela
Spesifikasi : 30mm solid wood
Finishing : veneer
Semua material kayu harus memiliki sertifikat yang dikeluarkan oleh Lembaga Independen yang
mendukung program anti pembalakan liar.
12.2.2. Standar Material
a. Umum
1. Semua bahan-bahan dan produk yang ditujukkan dalam spesifikasi ini harus disediakan, bila ada,
yaitu dari pabrik/pembuat lokal. Pengadaan semua bahan dan produk yang diproduksi di luar negeri
harus dengan persetujuan Manajemen Konstruksi dan Pemberi Tugas.
2. Pintu-pintu harus dibuat sesuai dengan gambar. Semua produk harus sesuai dengan spesifikasi
dalam schedule finishing.
3. Sebelum dilakukan pembuatan pintu kayu, kontraktor harus mengirimkan shop drawing yang
menunjukkan detail-detail yang lengkap untuk disetujui oleh Manajemen Konstruksi, Pemberi Tugas,
dan Perencana.
4. Semua pekerjaan kayu ini yang berhubungan dengan beton, batu bata atau adukan semen harus
dibersihkan dengan preservative tipe clear.
5. Semua pintu yang terbuat dari Teakwood, kayu Kamper Samarinda diolah, dikeringkan (oven) dengan
kadar air 15% dan dibuat dengan sambungan mitre joints, mortice, tennone, dan perekat.
6. Pembuatan daun pintu kayu harus dikoordinasikan dengan hardware yang dispesifikasikan dalam
pasal Alat Penggantung dan Pengunci.
7. Semua bingkai, kosen dan daun pintu harus bebas dari rayap dan bebas mata kayu.
b. Kosen / Frame Kayu
1. Kayu yang akan diolah harus memperhitungkan dimensi-dimensi yang ditunjukkan dalam gambar
atau sesuai dengan spesifikasi yang disyaratkan.
2. Dimensi kosen/frame yang ditunjukkan dalam gambar-gambar adalah dimensi final/jadi.
c. Daun Pintu Double Teakwood
78
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

Double Teakwood harus salah satu grade yang dispesifikasikan dalam BS 1455, yang mana
dalam anggapan Manajemen Konstruksi / Pemberi Tugas adalah baik untuk pekerjaan sebagai
berikut :
1. Grade 1 : untuk penampilan natural, veneer harus bebas dari simpul kayu, ulat dan lubang
kumbang, gumpalan lem atau perusak lain.
2. Grade 2 : untuk penampilan dimana setelahnya akan dilakukan pengecatan atau
penyelesaian sejenis, veneer pada sisi muka boleh memiliki sedikit simpul kayu, sedikit
warna belang atau lentur dan sedikit perbaikan.
3. Grade 3 : untuk penampilan dimana serat plywood tidak ingin diperlihatkan, veneer
dimungkinkan memiliki kerusakan selain dari yang disebutkan diatas. Persiapkan dimana
perbaikan/penyelesaian tidak akan menjadi masalah.
d. Adhesives
1. Adhesive yang digunakan untuk membangun rangka dan sambungan kayu harus tipe cold
setting case in glue sesuai dengan BS 1444 atau Cold Setting Synthetic Adhesive yang tahan
lembab (moisture resistant).
2. Adhesive untuk plywood adalah salah satu dari tipe dibawah ini :
Type 1 : Phenol formaldehyde resin adhesive diklasifikasikan sebagai tahan minyak dan
panas/didih (Weather and Boil Proof WBP) dalam BS 1203.
Type 2 : Urea formaldehyde resin adhesive diklasifikasikan sebagai tahan cuaca dan air
(moisture and weather resistant MR).
3. Adhesive untuk perekat lembaran plastic ke kayu haruslah berupa synthetic resin adhesive
sesuai dengan instruksi dari pabrik/manufaktur.
4. Lembaran plastik tidak boleh dipakai untuk kayu yang memiliki moisture content lebih dari
15%.
e. Veneered Facing
1. Tebal veneer tidak boleh kurang dari 1,5 mm dan mengikuti alur (grain) serta merekat
dengan baik pada backingnya.
2. Pemakaian veneer pada panel-panel yang berdekatan haruslah match.
f. Laminated Plastic Facing
1. Bila bahan ini dipakai haruslah dari Formica, Arbosite, Wilsonart atau yang setara dengan
tebal tidak kurang dari 1,5 mm.
2. Pola atau warna akan dipilih oleh Manajemen Konstruksi, Pemberi Tugas, dan Perencana
dari standard yang ada, yang terekat dengan baik pada plywoo dari backing kayu.
g. Preservative Kayu

79
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

Semua bagian permukaan kayu yang tidak diekspose seperti : false ceiling, backing fillets, back
dari bingkai/rangka pintu, rangka lemari dan sebagainya harus difinish dengan 2 lapisan
preservative kayu atau vacuum pressure yang disetujui yang dapat menyerap water soluble
timber preservative sebelum pemasangan atau dibungkus. Semua kayu harus dilindungi dari
jamur, serangga dan bahanbahan waterproofing.
h. Paku / Kelem
Bahan kelem adalah kawat atau potongan rolled steel tipe mild atau block, kecuali
dispesifikasikan berbeda maka harus bright finish.
i. Screws / Sekrup
1. Sekrup anti karat hanya digunakan pada pekerjaan-pekerjaan sambungan.
2. Semua sekrup harus memiliki ukuran yang cukup dan mudah dipakai pada tempat sekrup
diperlukan.
3. Kelem tidak boleh digunakan pada semua sambungan
4. Bilamana sekrup digunakan pada sisi yang diekspose pada sambungan, maka sekrup harus
tenggelam 4 mm dibawah permukaan dan ditutup dengan sumbat kayu jati dengan alur
(grain) yang match dengan alur kayu disekitarnya.
5. Semua sekrup yang digunakan mengencangkan akses panel dan sebagainya, harus dipasang
tenggelam dan dari bahan chromium plated metal pada cup dari chromium metal plated
dikencangkan pada kayu.
j. Sumbat (Plugging)
1. Bila hubungan harus ditambatkan pada dinding, dan sebagainya gunakan rawlplug atau
philplug atau sumbat/plug sejenis yang disetujui.
2. Penggunaan sumbat kayu tidak diijinkan.
3. Kontraktor dengan persetujuan Manajemen Konstruksi dan Pemberi Tugas dapat memakai
bila diperlukan Ramset atau penembak kecepatan rendah sejenis yang disetujui dan
memakai sistem tenaga pengencang sebagai ganti dari plug/sumbat.
4. Peralatan penembak/pintol kecepatan tinggi tidak boleh digunakan.
5. Kontraktor harus bertanggung jawab untuk pemenuhan terhadap peraturan setempat tentang
pembayaran, penyimpanan, keamanan yang diterapkan karena memakai sistem tersebut dan
dibutuhkan untuk mengikuti secara detail, rekomendasi dari pabrik mengenai tipe dan
ukuran pengencang (fastener) yang cocok untuk pekerjaan ini.
6. Main Contractor harus menambatkan pada dinding, membuat bracket, furrings, blockings,
dan sebagainya dimana diarahkan dan dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan.
2.3. Sistem Pintu dan Hardware
a. Sistem pintu-pintu
80
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

Ukuran daun pintu : sesuai gambar.


Tebal kaca : sesuai gambar.
Glass fitting termasuk :
- Lock system / lock set
- Espanoglette (untuk pintu-pintu double)
- Engsel
- Sekrup
- Steel plate penguat untuk engsel-engsel
Atau sesuai penjelasan dalam pasal Alat Pengunci dan Penggantung, atau sesuai rekomendasi
manufaktur.
b. Hardware :
Harus sesuai dengan tipe dan material hardware yang ditunjukkan dalam pasal spesifikasi
hardware.
Kontraktor harus menyerahkan mock-up dan sample termasuk system pemasangan pada
lokasi sesuai persetujuan yang diarahkan oleh Manajemen Konstruksi / Pemberi Tugas.
Type dan material hardware haruslah kompatibel / pas pada pemasangan dan berasal dari
manufaktur yang disetujui.
12.3. PERSYARATAN PELAKSANAAN
12.3.1. Sistem Requirements
a. Design Requirements
1. Sediakan gambar-gambar basic design tanpa identifikasi dan pemecahan masalah thermal
atau structural movement, glazing, anchorage, atau moisture disposal, dengan tujuan
membuat gambar basic dimensi.
2. Persyaratan-persyaratan penunjukan detail-detail dimaksudkan untuk membentuk basic
dimensi dari unit-unit, sight lines, dan profil-profil dari kayu.
3. Sediakan concealed fastening disemua tempat.
4. Manufaktur bertanggung jawab untuk mengikuti design, persyaratanpersyaratan atau
rekayasa sistem, termasuk modifikasi-modifikasi yang diperlukan untuk memenuhi
spesifikasi yang dibutuhkan dan mempertahankan konsep design visual.
5. Pertimbangan-pertimbangan tambahan diperlukan mengingat kondisi-kondisi khusus site
untuk gerakan kontraksi dan expansi sehingga tidak ada kemungkinan kehilangan,
pelemahan atau kegagalan hubungan antara unit unit dan struktur bangunan atau antara
unit itu sendiri.
6. Berikan expansi dan kontraksi karena gerakan struktural tanpa kerusakan pada penampilan
dan performance.
81
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

b. Maintenance Period :
Pada saat akhir periode maintenance, bila Manajemen Konstruksi & Pemberi Tugas
mempertimbangkan terdapat hal-hal yang tidak sesuai (rusak) dengan hasil test kekuatan dan
sebagainya. Kontraktor harus segera memperbaikinya dan/atau menggantinya dengan unit baru
sesuai persetujuan Manajemen Konstruksi dan Pemberi Tugas.
12.3.2. Persiapan
Kontraktor harus mengirimkan kepada Manajemen Konstruksi / Pemberi Tugas dan Perencana
hal-hal berikut untuk persetujuan sebelum memulai pekerjaan :
a. Shop drawing yang menunjukkan fabrikasi, pemasangan dan finish dari spesifikasi
berdasarkan pengecekan kembali dimensi-dimensi pada site, yang terdiri dari :
Detail-detail dari bentuk yang diperlukan.
Interfacing dengan konstruksi bangunan.
Kemungkinan-kemungkinan untuk ekspansi dan konstruksi.
Hardware, termasuk lokasi, posisi tinggi pemasangan, reinforcement, pemasangan-
pemasangan khusus.
Metode dan aksesori pemasangan kaca.
Internal sealer yang diperlukan dan tipe-tipe yang direkomendasikan.
b. Kontraktor diminta untuk merencanakan sistem atau metode pemasangan mengingat
pengaruh defleksi (deflection) yang mungkin disebabkan oleh tension, atau tekanan angin,
dan sebagainya sesuai dengan rekomendasi fabricator dan terhadap peraturan beban yang
berlaku.
c. Kontraktor harus mengirimkan 3 set contoh potongan profil dari pasangan jamb dan heads
dari kosen dan pintu-pintu yang ditunjukkan dalam gambar, dengan ukuran panjang 30 cm,
beserta kaca ukuran 30 x 30 cm termasuk mock-up ukuran standard (cukup jelas) yang
menunjukkan contoh pemasangan dan finishing yang sudah final.
d. Kirimkan fotokopi sertifikat laporan tersebut sebelumnya yang berisi performance untuk
ukuran sistem yang sama sebagai pengganti test kembali atau data-data pendukung lain.
e. Fotocopy lengkap spesifikasi teknis dari pembuat/pabrik termasuk detail-detail pemasangan
dan instruksi untuk pemasangan hardware.
f. Sebelum fabrikasi, kontraktor harus melakukan check di site semua dimensidimensi dan
kondisi project untuk menghindari informasi yang terlambat.
g. Kontraktor harus mereview gambar-gambar dan kondisi lapangan dengan cermat, ukuran-
ukuran dan lubang-lubang, persiapan mock-up sambungan detail dan profil kayu yang
berhubungan langsung dengan material-material interior lain.

82
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

h. Proses fabrikasi harus diutamakan disiapkan sebelum mulai pelaksanaan, dengan


mempersiapkan shop drawings yang menunjukkan lay-out, lokasi, merk, kualitas, bentuk dan
dimensi sesuai yang diarahkan oleh Manajemen Konstruksi / Pemberi Tugas.
i. Semua frame-frame untuk partisi, kosen dan pintu-pintu harus secara akurat di fabrikasi
untuk mengepaskan dengan pengukuran site.
12.3.3. Pemasangan
a. Set unit-unit pintu/jendela dengan tegak, level dan garis yang benar, tanpa terkelupas atau
merusak frame.
b. Pasanglah anchor dengan kuat pada tempatnya, memungkinkan untuk pergerakan, termasuk
ekspansi dan kontraksi.
c. Pasanglah pintu-pintu dan hardware sesuai dengan instruksi tertulis dari manufaktur.
d. Sambungan-sambungan / hubungan kayu dilaksanakan sesuai peraturan kontruksi yang
lazim.
12.3.4. Toleransi
Toleransi yang diijinkan untuk pembuatan pintu dan jendela :
a. Ukuran : lebih atau kurang dari 2 mm terhadap lengkungan ukuran total (overall).
b. Maksimum : 3 mm pada setiap 1050 mm x 2100 mm potongan pintu.
c. Squareness : panjang dari ukuran diagonal pada bidang muka pintu dari pojok kiri bawah
harus tidak lebih dari 3 mm terhadap panjang dari ukuran diagonal dari pojok kiri atas
sampai pojok kanan bawah.
12.3.5. Penyetelan (ajusting)
Test fungsi operasi pintu-pintu setelah operasi penutupan daun pintu, latching speeds dan
hardware-hardware lain sesuai dengan instruksi manufaktur untuk memastikan operasi daun
pintu yang halus (smooth).
12.3.6. Proteksi
Semua pekerjaan kayu harus dilindungi dengan tipe-tipe proteksi atau materialmaterial lain yang
disetujui oleh Pemberi Tugas dan Manajemen Konstruksi saat diserahkan ke lapangan.
12.3.7. Persyaratan Pemeliharaan dan Perlindungan
a. Kontraktor wajib memperbaiki pekerjaan yang rusak/cacat, sampai dengan perbaikkan
pekerjaan tersebut diterima oleh Konsultan Manajemen Konstruksi. Perbaikan dilaksanakan
sedemikian rupa hingga tak mengganggu pekerjaan finishing lainnya. Biaya yang timbul
untuk pekerjaan perbaikan menjadi tanggung jawab Kontraktor.
b. Kontraktor wajib mengadakan perlindungan dan pengamanan terhadap pekerjaan yang telah
dilaksanakan.

83
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

c. Sesudah pekerjaan kusen/daun pintu kayu, permukaan kusen dan daun pintu kayu harus
dijaga terhadap kemungkinan-kemungkinan terkena cairan-cairan dan benda-benda lain
yang mungkin bisa menimbulkan cacat, noda-noda dan sebagainya.
d. Apabila hal ini terjadi, Kontraktor harus memperbaiki cacat tersebut hingga pulih kembali
seperti semula, sampai hasil perbaikan tersebut dapat diterima dan disetujui oleh Konsultan
Manajemen Konstruksi. Biaya perbaikan ditanggung oleh Kontraktor.
12.3.8. Syarat Penerimaan
a. Kontraktor harus mengirimkan bukti-bukti mengenai aksesorinya dalam bentuk sertifikat
Certificate of Origin dari pabrikator yang disetujui oleh Pemberi Tugas / Manajemen
Konstruksi dan garansi tertulis untuk kualitas kerja, ketepatan dan kebenaran serta metode
pemasangan.
b. Lembaran teakwood yang digunakan harus memiliki arah serat lurus.
c. Kontraktor harus menyerahkan sertifikat kayu yang dikeluarkan oleh Lembaga Independen
yang mendukung program anti pembalakan liar.

PASAL 13 :
PEKERJAAN SANITAIR
13.1. Pekerjaan Pasangan Closet
a. Jenis Bahan dan penggunaan
Kloset duduk digunakan pada toilet.
Wastafel
Kran
T. Sabun
T. Tissue

b. Syarat Kualitas.
Jenis yang digunakan adalah produksi :
Produksi : Toto atau Setara
Tipe : Ditentukan kemudian dengan acuan gambar
Warna : Ditentukan kemudian

c. Syarat Pemasangan
1. Contoh bahan

84
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

- Sebelum pemasangan peralatan sanitair kontraktor terlebih dahulu harus


menyerahkan contoh perlengkapan sanitair yang akan dipasang lengkap
dengan sertifikat dari produsennya yang menjelaskan bahwa kualitas kloset
tersebut benar-benar sesuai dengan persyaratan di atas.

- Contoh-contoh tersebut apabila oleh Konsultan MK/Pengawas dianggap


perlu, harus ditest di laboratorium yang sudah disetujui Konsultan Pengawas,
biaya pengujian di laboratorium ini menjadi tanggungan Kontraktor.
2. Tenaga kerja
Pemasangan kloset harus dilaksanakan oleh tenaga kerja yang berpengalaman dan
terampil dalam pekerjaannya.
3. Persiapan
- Sebelum mulai pemasangan peralatan sanitair, kontraktor terlebih dahulu
harus memeriksa semua pekerjaan yang terkait dengan pekerjaan
pemasangan tersebut.

- Pekerjaan yang harus diperiksa diantaranya adalah pekerjaan pemasangan


instalasi (Pemipaan yang terkait).

- Sebelum pemasangan peralatan sanitair, alas permukaannya harus dibuat


rata dan halus terlebih dahulu.

- sesudah pekerjaan-pekerjaan tersebut selesai diperiksa, kontraktor harus


meminta persetujuan Konsultan Pengawas untuk melanjutkannya.

- Kontraktor wajib membuat gambar-gambar kerja (shop drawing) untuk


pelaksanaan yang dibuat berdasarkan gambar rencana. Ukuran-ukuran
berdasarkan dengan kondisi lapangan. Gambar kerja ini terlebih dahulu
harus mendapat persetujuan Konsultan Pengawas.
4. Pelaksanaan
- Campuran yang terdiri dari 1 PC dan 3 PS dengan air secukupnya, digunakan
sebagai adukan untuk alas pemasangan kloset. Ketebalan rata-rata untuk
adukan ini minimal 3 cm.
- Bahan-bahan campuran yang digunakan tersebut harus memenuhi ketentuan
sesuai dengan persyaratan bahan untuk pekerjaan beton.
- Kloset dipasang pada alas adukan dengan menggunakan bahan plaster
adhesive polymer emulsion.
- Bahan adhesive ini terlebih dahulu harus mendapat persetujuan Konsultan
Pengawas.
85
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

- Setiap pemasangan sanitair pada lantai atau dinding harus diperkuat dengan
angkur-angkur dan perlengkapan/ asesories lainnya yang disyaratkan oleh
pabrik pembuatnya.
- Setiap pemasangan pekerjaan saniatair harus dilaksanakan dengan teliti,
tepat pada posisi pipa sanitasinya.
d. Syarat Penerimaan.
- Setiap pekerjaan kloset yang dipasang harus teliti pada posisinya dan rapat, tidak
bocor dan terjamin hubungan kerapihannya.
- Setiap pekerjaan kloset harus dipasang lengkap dengan asesoriesnya tanpa cacat
dan dapat berfungsi dengan sempurna.
e. Syarat Pemeliharaan.
1. Perbaikan
- Setiap pemasangan pekerjaan kloset yang rusak harus diperbaiki dengan cara-
cara yang dianjurkan oleh pabriknya.
- Perbaikan harus dilaksanakan sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu
pekerjaan finishing lainnya.
- Apabila ada pekerjaan finishing yang rusak akibat perbaikan pekerjaan keramik
tersebut maka kerusakan tersebut harus segera diperbaiki.
2. Pengamanan
- Selama 3 x 24 jam sesudah kloset dipasang harus dibiarkan mengering dan
selama itu tidak boleh digunakan.
- Sesudah pekerjaan kloset terpasang, harus dijaga terhadap kemungkinan-
kemungkinan terkena cairan cairan dan benda benda lain yang mungkin dapat
menimbulkan cacat, noda dan sebagainya apabila hal ini terjadi maka kontraktor
harus memperbaiki cacat tersebut sehingga pulih kembali seperti semula.

13.2. Pekerjaan Floor Drain


a. Persyaratan Bahan
Pemasangan floor drain :
Floor drain yang akan digunakan minimal produksi Toto .

PASAL 14 :
86
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

PEKERJAAN CUBICLE TOILET


Untuk pekerjaan cubicle toilet menggunakan board dari phenolic board tebal 13mm, HPL finished Vinyl
laminated (both side)
Built in fitting :
- Engsel, surface mounted hinges
- Kunci door knob
- Bracket and bolt
- Pedestal aluminium adjustable support
Produk menggunakan ex. James Hardie atau setara

BAGIAN 1 UMUM
1.1. KETENTUAN UMUM
Sebelum pekerjaan water proofing dilakukan, maka :
a. Pemborong wajib mengadakan pemeriksaan dilapangan, agar mendapat gambaran yang presisi atas
pekerjaan beton yang diberi bahan waterproofing.
b. Pemborong harus mengajukan terlebih dahulu contoh-contoh bahan water proofing yang akan
digunakan. Contoh-contoh bahan water proofing harus disertai brosur yang memuat data teknis dan cara
penggunaan.
1.2. LINGKUP PEKERJAAN
a. Menyediakan bahan, menyiapkan dan mengerjakan water proofing . pada bagian-bagian beton yang
diberi bahan integral water proofing.
b. Aplikasi water proofing (scope pekerjaan struktur) pada lokasi-lokasi : Atap dak, sumppit, pit lift, bak air
bawah ,STP.
c. Aksesoris/perlengkapan lain untuk mendukung pekerjaan terkait yang dibutuhkan untuk pekerjaan
beton kedap air, seperti waterstop.
1.3. REFERENCE
a. Semua pekerjaan harus merefer ke standar :
1. Untuk integral water proofing :
ASTM C 494
BS 5075
DIN 1048 (1045)
2. Untuk waterstop :
ASTM D-71, ASTM D-297
b. Quality Assurance :

87
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

Kualifikasi manufaktur : produk yang digunakan disini harus diproduksi oleh perusahaan yang sudah terkenal
dan mempunyai pengalaman yang sukses. Spesialisasi perusahaan dalam penerapan spesifikasi water
proofing minimal 5 tahun pengalaman tertulis.
c. Kualifikasi pekerja :
Sedikitnya harus ada 1 orang yang sepenuhnya mengerti terhadap bagian ini selama pelaksanaan,
paham terhadap kebutuhankebutuhan yang diperlukan, material, serta metode yang dibutuhkan
selama pelaksanaan.
Tenaga kerja terlatih yang tersedia harus cukup serta memiliki skill yang dibutuhkan.
Dalam penerimaan atau penolakan pekerja, Pengawas dan Pemberi Tugas tidak mengijinkan tenaga
kerja tanpa atau kurang skill-nya.
1.4. PENGIRIMAN (SUBMITTALS)
a. Kontraktor harus mengirimkan technikal spesifikasi dari fabrikator serta contoh bahan.
b. Instalasi manufaktur : kirimkan copy asli instruksi penggunaan dari pabrik untuk setiap produk, termasuk
batas-batas (range) temperatur yang diijinkan.
c. Kontraktor harus mengirimkan shop drawing yang menunjukkan cara penerapan yang benar, untuk
persetujuan Pengawas dan Pemberi Tugas.
d. Kontraktor harus mengadakan test kekedapan air dan menyerahkan hasilnya kepada Pengawas dan
Pemberi Tugas.
1.5. PERAWATAN, PENGIRIMAN DAN PENYIMPANAN
a. Kirimkan, simpan, rawat dan lindungi produk sesuai rekomendasi pabrik
b. Lindungi produk dan beri ventilasi secukupnya.
1.6. GARANSI
a. Sediakan garansi tertulis dari pabrik selama 10 tahun.
b. Garansi sistem yang bebas dari bocor dan rusak dalam pengerjaan (workmanship) dan material adalah
10 tahun terhitung dari tanggal penyelesaian proyek.
BAGIAN 2 BAHAN
2.1. BAHAN WATER PROOFING JENIS INTEGRAL
Bahan berupa cairan admixture untuk dicampurkan ke dalam beton, yang bekerja berdasarkan kristalisasi.
Tidak boleh mengandung chlorida.
Produksi water proofing jenis Integral yang direkomendasikan adalah :
Produk/merek : Tamseal, Sika, Fosroc atau setara
Untuk bidang : - Dinding perimeter basement dan lantai bawah basement
- Sumpit, pit-lift, bak air bawah

2.2. HYDROSWELLING WATERSTOP


88
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

Hydroswelling waterstop berupa formula khusus terdiri dari sodium/bentonite dan butyl rubber compound.
Digunakan sebagai waterstop dalam construction joint beton, yang mencegah rembesar air.
Expansion ratio 300% maximal.
Produk/merk : Tamseal, Sika ,Fosroc Supercast SW 10,.
BAGIAN 3 PENERAPAN
3.1. INTEGRAL WATER PROOFING
a. Caian admixture yang digunakan dengan dosis 0,5 1,0 % dari berat semen, atau kira-kira 3 4 liter
per m beton.
b. Adukan beton yang direkomendasikan :
Jumlah bahan sementius 350 kg/m
Water cement ration 0,45
Slump awal 80 20 mm
Dosis rata-rata liter/m
Slump akhir 140 200 mm Pencampuran admixture dilakukan di lapangan.
c. Harus diadakan trial mix untuk menguji kekuatan beton yang ditambahkan admixture integral water
proofing.
D. Kekedapan beton diuji dengan :
Penetrasi berdasarkan DIN 1048, pada umur 28 hari penetrasi max 4,6 cm.
Absorbsi beton pada umur 28 hari maximum 3 %.
3.2. HYDROSWELLING WATERSTOP
a. Waterstop digunakan untuk construction joints / sambungan tidak bergerak, untuk mencegah
rembesan
b. Waterstop diletakkan dengan menempelkan pada beton dengan bahan perekat, dipasang kedalam
lekukan dalam beton ataupun langsung dipermukaan beton yang akan disambung.
c. Waterstop tidak boleh dipasang dengan cover beton kurang dari 10 mm untuk menjamin tekanan akibat
pemuaian dapat ditahan oleh beton.
d. Waterstop tidak boleh dipasang di tempat yang dapat mengakibatkan pemuaian bebas tanpa ada yang
menahan.

PASAL 15 :
PEKERJAAN HALAMAN PARKIR DAN PAVING BLOCK
1. Lingkup pekerjaan ini meliputi:

89
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

Penyediaan bahan paving block dan kansteen, persiapan lahan, penggalian tanah, pengurugan lahan,
striiping lahan dan pemadatan tanah dengan alat pemadat tanah, pemasangan bahan paving dan
pemadatannya menggunakan alat pemadat sampai mendapatkan hasil yang baik dan rata.
2. Bahan yang dipergunakan adalah Paving block beton dengan ketebalan 8 cm, beton K-350, warna abu-
abu. Bahan lainnya Sirtu dan pasir Muntilan. Produk focon
3. Syarat-syarat yang harus dipenuhi sebelum pemasangan paving block:
a. Lapisan dasar harus memenuhi kepadatan (CBR = 95%) dan dengan kemiringan melintang minimum
2,5%.
b. Semua pekerjaan instalasi dan saluran-saluran beserta penutupnya dibawah atau rata dengan
halaman harus sudah dilaksanakan terlebih dahulu dan supaya dicek kembali posisinya tidak
melebihi peil permukaan paving.
4. Alat-alat yang harus dipersiapkan antara lain :
a. Mesin pemadat Paving block (plate vibrator) dengan kapasitas minimum 1 ton dan maksimum 1,5
ton.
b. Alat pemadat tanah (roller) dengan kapasitas min 8 ton.
c. Alat pemotong paving dan papan sepanjang 3m dari bahan kayu yang baik dan kuat yang diserut rata
dan lurus untuk jidar perata pasir.
5. Pemasangan:
a. Peil area yang akan dikerjakan yaitu: peil dasar harus dicek terlebih dahulu agar tidak mempengaruhi
peil akhir permukaan halaman yang ditentukan dalam Gambar bestek.
b. Lapisan dasar dari sirtu setebal 30 cm dengan kepadatan 95% CBR, dipasang sesuai peil yang telah
ditentukan.
c. Kemudian pasir muntilan digelar setebal 5 cm, diratakan dan tidak boleh diinjak-injak lagi, barulah
unit-unit Paving block disusun menurut pola yang telah ditentukan dalam gambar bestek.
d. Celah-celah nut maksimum 5 mm diisi pasir muntilan dengan cara menghamparkan pasir tersebut
diatas permukaan paving dan diratakan dengan papan jidar perata.
e. Selanjutnya pasangan paving dipadatkan dengan menggunakan plate vibrator sampai padat dan rata
permukaannya. Pasangan paving block yang belum dipadatkan tidak boleh dilewati oleh lalu lintas.
Demikian pula pasangan paving block yang telah dipadatkan sampai 24 jam kemudian tidak boleh
dilalui lalu lintas. Untuk itu Pemborong harus menjaganya dan memberi batas dan tanda pengaman.
f. Pada tepi-tepi pengakhiran Paving block dipasang kanstin dari beton cetak atau plat beton bertulang
lapis atau tanpa lapisan batu sikat, seperti detail pada gambar

Pasal 16 :
PENUTUP ATAP
90
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

1. Bahan:
a. Bahan penutup atap menggunakan baja Zincalume colorbound yaitu baja lembaran yang dilapisi
galvalum.
b. Paduan lapisan allumunium 55%, seng 43,5% dan silicon 1,5% dengan berat lapisan 200 gram/m2.
c. Standart yang digunakan untuk bahan tersebut adalah Australian Standart 1937 dan ASTM A 792.
d. Corrugated metal sheet dan Insulasi (aluminium foil + Bulble + aluminium foil tebal min 1cm )
e. Jika syarat didalam RKS struktur ada maka yang diikuti adalah yang terdapat pada RKS struktur, atau
yang menguntungkan owner.
2. Proses persiapan Pekerjaan.
Sebelum dipesan/kirim ke pekerjaan, pemborong terlebih dahulu mengajukan contoh bahan, brosur
pemasangan serta teknik dan metode pemasangan kepada Direksi Lapangan untuk mendapat
persetujuan. Peralatan pemasangan dan pemrofilan yang didatangkan ke lapangan harus diatur
penempatannya sedemikian rupa supaya mudah untuk melaksanakan pekerjaan selain tidak
mengganggu pekerjaan-pekerjaan lain yang bersamaan waktunya. Keamanan Peralatan-peralatan
tersebut dilapangan menjadi tanggung jawab dari pemborong dan sub kontraktor spesialis pekerjaan
tersebut.
3. Hal-hal yang perlu diperhatikan saat Proses Pekerjaan.
a. Penyambungan.
Neutral curing silicone rubber sealants digunakan dengan pengikat mekanis semacam sekrup keling
untuk penyambungan bahan atap dan talang. Perlu diperhatikan bahwa sealants yang dipakai adalah
jenis neutral curing (bebas amine dan bebas asam asetat). Di lapangan penggunaan alat solder untuk
mengerjakan baja Zincalume tidak praktis, oleh sebab itu tidak dianjurkan.
b. Pengelasan
Permasalahan yang timbul pada saat pengelasan di lapangan dapat dikurangi bila pelaksanaan
pekerjaan memperhatikanah penggunaan air pendingin, konfigurasi tip, metoda-metoda rekondisi
yang tepat dan lain-lain. Pengelasan fusi sama dengan teknik yang dilakukan terhadap baja berlapis
zinc, namun terdapat reduksi yang cukup banyak dalam jumlah asap yang timbul.
c. Pada waktu Pemasangan.
Pada waktu diadakan pemasangan baja Zincalume, sangat penting pada seluruh permukaan rangka
atap, gording, rangka talang dibersihkan dari sisa-sisa paku, paku keling, bahan metal, dan kotoran
lain yang mengganggu atau dapat menyebabkan Baja Zincalume tergores. Begitu pula pada saat
proses pemasangan, bagian yang sudah terpasang harus tetap bersih dari kotoran apapun. Korosi
akan mudah terjadi pada permukaan baja Zincalume bila ada besi atu barang-barang yang terbuat

91
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

dari tembaga dibiarkan kontak langsung dengan permukaan baja Zincalume pada kondisi lembab
terlebih pada saat hujan dan malam hari.
d. Pengangkutan dan Penyimpanan.
Baja Zincalum diusahakan harus tetap kering pada waktu pengangkutan dan disimpan jauh diatas
permukaan tanah yang lembab. Apabila tumpukan lembaran-lembaran Zincalum basah, maka
lembaran-lembaran tersebut segera dikeringkan dengan lap yang bersih, kemudian ditaruh pada
suatu tempat yang sirkulasi udaranya baik
e. Pembentukan Profile.
Dalam proses pembentukan rol/rol-forming, metoda yang dianjurkan adalah penggunaan sejenis
bantalan /felt pads yang mampu memberikan lapisan pelumasan yang merata, baik diatas maupun
di bawah permukaan, sebelum memasuki tahap pertama proses pembentukan rol.
4. Pelaksanaan
a. Pekerjaan pemasangan dilakukan oleh sub kontraktor spesialis pemasangan atap Zincalum.
b. Pemasangan atap Zincalum untuk bentuk atap lurus dipasang menerus tanpa sambungan di
daerah gording. Sambungan yang direncanakan adalah sambungan menyamping.
c. Teknik penyambungan supaya memperhatikan factor kerapian dan factor-faktor lain yang
menyebabkan kebocoran.
d. Letak alat rol yang distel di lapangan harus aman dari gangguan lalu lintas pekerjaan yang lain,
sehingga pekerjaan pemasangan dapat berjalan lancar.
e. Bila terdapat hasil rol profil yang gagal atau tidak memenuhi syarat, Pemborong harus
memerintahkan menggantinya dengan hasil rol profile yang baik.
f. Pemasangan list plank menggunakan bahan yang sama dengan profil sesuai dengan gambar.

Pasal 16 :
PEKERJAAN LOGAM ( BAJA, STAINLESS )

A. B a h a n
Bahan logam untuk pekerjaan struktur atap/kuda-kuda adalah baja, sedangkan untuk railing tangga
memakai pipa stainless steel min SUS 304 atau diatasnya, dengan diameter dan dimensi sesuai dengan
gambar.
92
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

1. Semua bagian bahan baja yang digunakan harus baru dari jenis yang sama kualitasnya, dalam hal ini
dipakai baja sekualitas ex Krakatau steel atau sesuai yang ada pada list material jenis ST.37 dengan
tegangan tarik putus baja minimum 3.700 kg/cm2.
Toleransi dimensi baja sesuai standart SII.

2. Batang profil harus bebas dari karat, lubang-lubang bengkokan, puntiran atau cacat
perubahan bentuk lainnya. Batang profil tekan tidak diijinkan bengkok lebih dari 1/4000 kali panjang
batang.Rangka aluiminium komposit panel menggunakan rangka aluminum hollow yang bebas dari
lubang-lubang bengkokan, puntiran atau cacat perubahan bentuk lainnya.

3. Batang baja dan aluminium harus disediakan sesuai penampang, bentuk tebal, ukuran, berat dan detail-
detail lainnya sesuai dengan gambar.

4. Semua bahan stainless steel menggunakan bahan minimal 304 dengan sambungan pengelasan
menggunakan las argon.

5. Baut-baut atau mur yang digunakan harus baut hitam dengan tegangan baut dan tegangan las
minimum 1.4000 kg/cm2 atau minimum sama dengan mutu baja yang digunakan.
Ukuran-ukuran baut yang dipakai harus seperti yang tercantum dalam gambar.

6. Pekerjaan las hanya digunakan pada sambungan plat landas dengan tidak mengganti
sambungan baut yang ada. Elektroda-elektroda las harus diambil dari GRADE-
A (best heavy coated type). Batang-batang elektroda yang dipakai diameternya lebih besar atau sama
dengan 6 mm (1/2") dan harus dijaga agar selalu dalam keadaan kering. Toleransi ketebalan baja
sesuai standart SII. Untuk pengelasan stainless steel menggunakan las argon pada bidang keseluruhan
(keliling)

B. Macam Pekerjaan
a. Membuat konstruksi kap rangka-rangka harus rata, dan paku dalam satu bidang (Koplanar) sesuai
dengan gambar kecuali jika ada instruksi khusus dari Konsultan MK/Pengawas (perubahan
dalam Berita Acara Aanwijzing).
Membuat konstruksi rangka aluminum komposit panel pada dinding yang telah ditentukan pada
gambar, kemudian memasang aluminum komposit panel sesuai dengan standart yang telah
ditentukan oleh pabrik dengan persetujuan MK/Pengawas.
93
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

b. Menyediakan batang angkur, beugel, pelat penjepit dan penyambung beserta baut-baut dan
ringnya harus dibuat dibengkel menurut bentuk, ukuran dan keterangan yang tertera dalam gambar
serta sarana penyangga-penyangga alat untuk memasang dan menyambungnya.
C. Cara Pelaksanaan
Cara melaksanakan baja untuk struktur
2. Syarat Pelaksanaan Umum
a. Pekerjaan harus bertaraf kelas satu, semua pekerjaan ini harus diselesaikan bebas dari
puntiran, tekukan dan hubungan terbuka. Semua bagian harus mempunyai ukuran yang tepat
sehingga dalam memasang tidak akan memerlukan pengisian kecuali bila gambar detail
menunjukkan hal tersebut.
b. Semua detail dan hubungan harus dibuat dengan teliti dan dipasang dengan hati-hati untuk
menghasilkan tampak yang rapi sekali. Semua perlengkapan atau barang-barang/ pekerjaan lain
yang perlu demi kesempurnaan pemasangan walaupun tidak secara khusus diperlihatkan
dalam gambar atau persyaratan disini, harus diadakan/disediakan,kecuali jika diperlihatkan
atau dipersyaratkan lain.
c. Pemborong diharuskan mengambil ukuran-ukuran sesungguhnya ditempat pekerjaan
dan tidak hanya dari gambar-gambar kerja untuk memasang pada tempatnya, terutama pada
bagian yang terhalang oleh benda lain.
d. Setiap bagian pekerjaan yang buruk dan tidak memenuhi ketentuan di atas, akan ditolak dan
harus diganti. Pekerjaan yang selesai harus bebas dari puntiran-puntiran, bengkokan dan
sambungan-sambungan yang berongga.
e. Konstruksi baja yang telah dikerjakan harus segera dilindungi terhadap pengaruh-pengaruh
udara, hujan dan lain-lain dengan cara yang memenuhi syarat.
2 Sebelum bagian-bagian dari konstruksi dipasangkan disemua bagian yang perlu sudah diberi
lubang dan sudah dibersihkan dari serbuk besi, maka bagian-bagian itu harus diperiksa dalam
keadaan dicat.
Penyambungan dan Pemasangan.
a. Pengelasan harus dilaksanakan dengan hati-hati logam yang dipakai mengelas harus bebas
dari retak dan lain-lain cacat yang mengurangi kekuatan sambungan dan permukaan
harus halus. Permukaan-permukaan yang dilas harus sama dan rata serta kelihatan teratur,
las-las yang menunjukkan cacat harus dipotong dan dilas kembali atas biaya kontraktor.
b. Pekerjaan las sebanyak mungkin dilakukan di dalam bengkel , untuk pekerjaan las
yang dilakukan di lapangan harus sama standartnya dengan pekerjaan las yang dilakukan
didalam bengkel, dan tidak diperkenankan melakukan pekerjaan las dalam keadaan basah
atau hujan.
94
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

c. Untuk penyambungan las lumer permukaan yang akan dilas harus bebas dari kotoran
minyak, cat dan lain-lain.
d. Cara pengelasan harus dilakukan menurut persyaratan yang berlaku atau disetujui oleh
Konsultan MK/Pengawas, las yang dipakai yaitu las sudut dan las tumpul, mutu las minimum
harus sama dengan mutu dari profil yang bersangkutan. Pekerjaan pengelasan yang akan
tampak harus dihaluskan sehingga sama dengan permukaan sekitarnya.
e. Macam las yang dipakai adalah las lumer (las dengan busur listrik ).
Tebal las minimum : 3,50 mm
Panjang las minimum : 40,00 mm
Panjang las maksimum : 40 x tebalnya.
f. Kekuatan dari bahan las yang dipakai, paling kecil sama dengan kekuatan baja yang dipakai.
Kelas E 60 atau grade SAW-1 sesuai ASTM-A233.
Konsultan MK/Pengawas berhak mengadakan test terhadap hasil pengelasan di balai
penelitian bahan-bahan menurut standart yang berlaku di Indonesia.
g. Pemasangan ditempat pembangunan.
1) Penyedia Barang / Jasa berkewajiban untuk menjaga agar lapangan yang dipakai untuk
menumpuk barang-barang yang telah diserahkan kepadanya tetap baik keadaannya dan
jika perlu untuk menyokong bagian-bagian konstruksi yang harus diangkut diberi kayu
penutup, sandar-sandar dan sebagainya. Bila oleh Konsultan MK/Pengawas / MK
dianggap terlalu lama jangka waktu antara saat mengangkut bagian-bagian yang
tertumpuk maka akan diberikan peringatan.
2) Baut-baut.
Sambungan baut harus menggunakan baut hitam dengan kekuatan minimum sama
dengan kekuatan profil yang digunakan (ST.37). Lubang untuk sambungan baut harus dibor
(tidak boleh pons) dengan toleransi tidak boleh lebih dari 1 mm terhadap diameter baut.
3) Bagian-bagian profil baja harus dibuat sedemikian rupa sehingga tidak terjadi puntiran-
puntiran. Bila perlu digunakan ikatan-ikatan sementara untuk mencegah
timbulnya tegangan yang melewati, tegangan yang diijinkan dan ikatan sementara tersebut
dibiarkan terpasang sampai pemasangan seluruh konstruksi selesai. Pengelasan diatas
harus dilaksanakan pada saat konstruksi telah dalam keadaan diam.
4) Memotong dan menyelesaikan pinggiran-pinggiran bekas irisan serta merapikan poton-
gan-potongan lainnya.
h) Bagian-bagian bekas irisan harus benar-benar datar, lurus dan bersih.

95
PT.YODYA KARYA (PERSERO)
RKS Pembuatan Gedung Parkir Bertingkat Kampus B Universitas Airlangga Tahun Anggaran 2017
Pekerjaan Arsitektur

i) Bagian-bagian konstruksi yang berfungsi sebagai pengisi tidak perlu membuang bekas-bekas
potongan.

3. Meluruskan, memadatkan dan melengkungkan


a. Melengkungkan dalam keadaan dingin hanya boleh dilakukan pada bagian-bagian non
struktural. Untuk melengkungkan harus digunakan gilingan-gilingan lengkung. Melengkungkan
pelat dalam keadaan dingin menurut suatu jari-jari tidak boleh 3 kali tebal pelat, demikian juga
untuk batang-batang dibidang pelat badannya.
b. Melengkungkan batang-batang menurut jari-jari yang kecil dilakukan dalam keadaan panas.
c. Melengkungkan dalam keadaan panas harus dilakukan setelah bahannya menjadi merah tua.
d. Melengkungkan dan memukul dengan martil tidak boleh dilakukan jika bahan yang
dipanaskan tidak menyinarkan cahaya.
4. Menembus, mengebor dan melengkungkan.
a. Pada keadaan akhir diameter lebar baut yang dibubut dengan tepat dan sebuah baut hitam
yang tepat atau dengan selisih maksimum sebanyak 0,1 mm dari pada diameter batang baut-
baut itu.
b. Semua lubang-lubang harus dibor.
c. Untuk lubang-lubang bagian konstruksi yang disambung dan harus dijadikan satu dengan
alat penyambung dibor sekali gus sampai diameter sepenuhnya dan jika ternyata tidak
sesuai, maka perubahan-perubahan lubang tersebut dibor atau diluaskan dan
penyimpangannya tidak boleh melebihi 0,5 mm.
d. Semua lubang-lubang sebelum pemasangan harus diberam. Memberam tidak boleh
dilakukan dengan menggunakan besi-besi penggarut.
5. Paku keling dan baut .
Baut dan paku keling yang dipergunakan untuk konstruksi harus mempunyai ukuran sesuai
dengan yang tercantum dalam gambar.
6. Perlindungan pekerjaan-pekerjaan baja.
a. Kekuatan bahan baut atau paku keling minimal harus sama dengan kekuatan baja profil dan
plat simpul.
b. Pemasangan paku keling atau baut atau harus benar-benar kokoh serta mempunyai kekokohan
yang merata satu dengan yang lainnya. Untuk melindungi pekerjaan tersebut dari karat, maka
baja harus dimeni besi harus ditutup semua permukaan baja.

96
PT.YODYA KARYA (PERSERO)

Anda mungkin juga menyukai