Anda di halaman 1dari 8

Fungsi Stem Cell dalam Berbagai Pengobatan Penyakit

Melvin Andrean
102015042
Kelompok: A4
Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana
Jl. Arjuna Utara No. 6 Jakarta Barat 11510
Email: MELVIN.2015fk042@civitas.ukrida.ac.id

Abstrak: Sel punca (stem cell) adalah sel yang belum terspesialisasi dan mempunyai potensi
berkembang menjadi berbagai jenis sel-sel spesifik pembentuk berbagai jaringan tubuh. Sel
ini mempunyai sifat berdiferensiasi menjadi sel lain yang spesifik dan mampu meregenerasi
dirinya sendiri, sel punca mampu membuat salinan sel yang persis sama dengan dirinya
melalui pembelahan sel. Sel punca dapat dikelompokan berdasarkan jenisnya yaitu jenis
berdasarkan potensi yaitu totipotensi, pluripotensi, multipotensi, oligopotensi dan unipotensi.
Sedangkan, jika berdasarkan sumber dapat dibedakan menjadi 5 yaitu dari zigot, janin,
embrio, jaringan dewasa dan darah tali pusar. Sel punca ini juga memiliki beberapa kegunaan
seperti untuk mengganti jaringan yang rusak atau mereparasi jaringan yang rusak dan
memiliki manfaat seperti untuk kulit dan jantung. Perkembangan pada bidang biomolekul ini
selain berkembangnya penelitan tentang sel punca ada juga perkembangan seperti pada
teknologi polymerase chain reaction (PCR), elektroforesis, dan tanaman transgenik.

Kata kunci: sel punca, pengelompokan, biologi molekuler

Abstract: Stem cell is a cell that hasnt been specialized and it has a potential to grow into
many specific cell. This cell has a behavior to become another specific cell and it can
regenerate itself. Stem cell can make a copy of them self by splitting it self. Stem cell can be
divided by their potential which is totipotent, pluripotent, multipotent, oligopotent, and
unipotent. It can also be divided by their resources which is from zygote, fetus, embryo, adult
tissue, and umbilical cord blood. Stem cell also has many other function, like replacing the
broken tissue and repair a broken tissue. It also useful for something like hearth and skin.
The development in this molecular biology makes a development is the research of stem cell
and another technology such as polymerase chain reaction (PCR), electroforensis, and
transgenic plant.

Key words: stem cell, division, molecules biology

Pendahuluan

Seluruh tubuh manusia terususun dari sel. Sel sendiri merupakan


kumpulan materi paling sederhana yang dapat hidup dan merupakan unit penyusun
semua makhluk hidup.1,2 Kebanyakan makhluk hidup tersusun atas sel tunggal,3 atau
disebut organisme uniseluler, misalnya bakteri dan amoeba. Makhluk hidup lainnya,
termasuk tumbuhan, hewan, dan manusia, merupakan organisme multiseluler yang terdiri
dari banyak tipe sel terspesialisasi dengan fungsinya masing-masing.1 Tubuh manusia,
misalnya, tersusun atas lebih dari 1013 sel.3

Sebelum sel-sel tersebut berdiferensiasi menjadi sel yang sudah terspesialisasi kita
hanya memiliki sebuah sel yaitu Sel punca (stem cell). Sel punca adalah sel yang belum
terspesialisasi dan mempunyai potensi berkembang menjadi berbagai jenis sel-sel spesifik
pembentuk berbagai jaringan tubuh. Sel ini mempunyai sifat berdiferensiasi menjadi sel lain
yang spesifik dan mampu meregenerasi dirinya sendiri, sel punca mampu membuat salinan
sel yang persis sama dengan dirinya melalui pembelahan sel.4

Jenis Berdasarkan Potensi

Totipotensi

Totipotensi yaitu sel yang dapat berdiferensiasi menjadi semua jenis sel, termasuk
dalam sel ini adalah zigot.4
Pluripotensi

Pluripotensi merupakan sel yang dapat berdiferensiasi menjadi tiga lapisan germinal
(ektoderm, mesoderm, dan endoderm), termasuk sel ini adalah sel embrionik.4

Multipotensi

Multipotensi merupakan sel punca yang dapat berdiferensiasi menjadi banyak jenis
sel yang saling berkaitan.contohnya adalah sel punca hematopoetik dapat berdeferensiasi
menjadi berbagai jenis sel darah.4,5

Oligopotensi

Oligopotensi merupakan sel punca yang memiliki kemampuan menjadi sedikit jenis
sel.5

Unipotensi

Unipotensi merupakan sel punca yang hanya menghasilkan satu jenis sel dan
memiliki sifat dapat memperbaharui dan meregenerasi diri berbeda dengan sel non punca
yang tidak dapat meregenerasi diri.4

Jenis Berdasarkan Sumber

Sel punca dapat ditemukan dalam berbagai jaringan tubuh. Sehingga banyak sekali
tempat-tempat dimana sel punca dapat ditemukan antara lain adalah

Zigot

Sel punca dapat ditemukan di zigot yaitu tahap dimana telah terjadinya sel sperma dan
sel telur.6
Sel Punca Embrionik

Diambil dari inner cell mass dari suatu blastocyst (embrio yang terdiri dari 50 150
sel, kira-kira hari ke-5 pasca pembuahan). Sel punca embrionik biasanya didapatkan dari sisa
embrio yang tidak dipakai pada IVF (in vitro fertilization). Tapi saat ini telah dikembangkan
teknik pengambilan sel punca embrionik yang tidak membahayakan embrio tersebut,
sehingga dapat terus hidup dan bertumbuh. Untuk masa depan hal ini mungkin dapat
mengurangi kontroversi etis terhadap sel punca embrionik.6

Sel Punca Janin

Sel punca janin dapat diperoleh dari janin di klinik aborsi.6

Sel Punca Darah Tali Pusar

Diambil dari darah plasenta dan tali pusat segera setelah bayi lahir. Sel punca dari
darah tali pusar merupakan jenis sel punca hematopoietik.6

Sel Punca Dewasa

Diambil dari jaringan dewasa, antara lain dari sumsum tulang. Ada 2 jenis sel punca
dari sumsum tulang yaitu sel punca hematopoietik. Selain dari darah tali pusat dan dari
sumsum tulang, Sel punca hematopoietik dapat diperoleh juga dari darah tepi. Kemudian sel
punca stromal atau disebut juga sel punca mesenchymal. Dapat juga selain dari sumsum
tulang yaitu dari jaringan dewasa lain seperti pada susunan saraf pusat, adiposit (jaringan
lemak), otot rangka, dan pankreas.6
Sel punca dewasa mempunyai sifat plastis, artinya selain berdiferensiasi menjadi sel
yang sesuai dengan jaringan asalnya, sel punca dewasa juga dapat berdiferensiasi menjadi sel
jaringan lain. Misalnya: sel punca neural dapat berubah menjadi sel darah, atau sel punca
stromal dari sumsum tulang dapat berubah menjadi sel otot jantung, dan sel punca kulit
menjadi sel kulit.6
Luka Bakar

Luka bakar adalah kehilangan jaringan yang disebabkan kontak dengan sumber panas
seperti air, api, bahan kimia, listrik dan radiasi. luka bakar akan mengakibatkan kerusakan
kulit.7 Jaringan yang rusak atau hilang tersebut dapat digantikan dengan sel punca yang
nantinya dikembangkan menjadi sel kulit kemudian di transplantasikan.

Transplantasi

Transplantasi adalah pengangkatan suatu organ atau jaringan dari satu organisme,
kemudian diimplantasikan melalui pembedahan ke organisme lain untuk memberikan
struktur atau fungsi.8
Transplantasi dapat dibedakan menjadi 3 antara lain adalah transplantasi
autologus dengan menggunakan sel induk pasien sendiri, Transplantasi alogenik dengan
menggunakan sel induk dari donor yang cocok, baik dengan hubungan keluarga atau tanpa
hubungan keluarga, dan transplantasi singenik dengan menggunakan sel induk dari saudara
kembar identik.9

Sel Punca untuk Penggantian Kulit

Dengan bertambahnya pengetahuan mengenai sel punca, maka peneliti telah dapat
membuat epidermis dari keratinosit yang diperoleh dari folikel rambut yang dicabut. Hal ini
memungkinkan transplantasi epidermis, sehingga menghindari masalah penolakan.
Pemakaian ganti kulit ini bermanfaat dalam terapi ulkus vena ataupun luka bakar.6

Sel Punca untuk Jantung

Sel punca seperti embryonic stem cells (ESC), cardiac stem cells (CSCs) dan induced
pluripotensi stem cells (iPSs) dapat mengalami diferensiasi menjadi kardiomiosit dan dapat
memperbaiki fungsi kontraksi jantung, dapat menjadi sel endotel memicu pembentukan
pembuluh darah, dan mengembalikan sel otot yang rusak menjadi tetap hidup.7
Cara Kerja Sel Punca

Sel punca memiliki cara kerja yaitu mula-mulanya sel punca yang diinginkan untuk
memperbaiki suatu bagian diambil kemudian di suntikan kepada bagian yang ingin
diperbaiki. Contohnya: sel punca hemotopoetik akan diambil dari sum-sum tulang belakang
kemudian akan disuntikan kepada vena si resepien kemudian sel punca tersebut akan
berdeferensiasi menjadi sel darah merah yang diperlukan.9

Teknik Dasar Pemeriksaan Molekuler

Selain biologi molekuler memiliki manfaat seperti pengembangan penelitian sel


punca, biologi molekuler memiliki beberapa manfaat lain seperti:

Polymerase Chain Reaction (PCR)

Reaksi berantai polimerase atau Polymerase Chain Reaction (PCR) merupakan suatu
metode enzimatis untuk mengamplifikasi secara eksponensial suatu urutan nukleotida
tertentu secara in vitro. Proses PCR untuk mengamplifikasi DNA membutuhkan DNA
cetakan yang mengandung urutan DNA target yang akan diamplifikasi.10

Elektroforesis

Elektroforesis adalah suatu teknik pemisahan fragmen DNA, RNA, atau protein.
Prinsip dasar dari elektroforesis adalah memisahkan molekul berdasarkan muatan listrik.
Elektroforesis DNA biasanya digunakan untuk memisahkan DNA berdasarkan perbedaan
ukurannya.11

Tanaman Transgenik

Tanaman transgenik adalah tanaman hasil rekayasa gen dengan cara disisipi satu atau
sejumlah gen. Penggabungan gen asing ini bertujuan untuk mendapatkan tanaman dengan
sifat-sifat yang diinginkan, misalnya pembuatan tanaman yang tahan suhu tinggi, suhu
rendah, kekeringan,resisten terhadap organisme pengganggu tanaman, serta kuantitas dan
kualitas yang lebih tinggi dari tanaman alami.12

Kesimpulan

Perkembangan biologi molekuler sangatlah berguna untuk kepentingan manusia.


Perkembangan penelitian pada sel punca merupakan hal yang sangat berguna bagi manusia
terutama karena sel punca dapat di kembangkan dan digunakan untuk penggantian sel-sel
yang sudah rusak seperti pada sel kulit.

Daftar Pustaka

1. Campbell NA, Reece JB, & Mitchell LG. Biology. Menlo Park: Addison Wesley
Longman; 1999.
2. Fried G, Hademenos GJ. Schaums outline teori dan soal-soal biologi. Jakarta :
Erlangga; 2006. h.35
3. Alberts B, Johnson A, Lewis J, Raff M, Roberts K, Walter P. The universal Features
of Cells on Earth. [dikutip pada 8 Desember 2015]. Diakses dari :
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK26864/
4. Irianto BES. Sel punca jaringan lemak sebagai anti-aging untuk kulit menua dini
karena paparan ultraviolet. CDK-231 2015; 42(8): 632-34.
5. Priastini R, Hartono B. Buku ajar biologi kedokteran : sel & molekuler. Jakarta : FK
UKRIDA; 2015. h. 535.
6. Saputra V. Dasar-dasar stem cell dan potensi aplikasinya dalam ilmu kedokteran.
Cermin Dunia Kedokteran 2006; 153: 21-5.
7. Rohmawati N. Efek penyembuhan luka bakar dalam sediaan gel ekstrak etanol 70%
daun lidah buaya (Aloe vera L.) pada kulit punggung kelinci new Zealand. Skripsi.
Universitas Muhammadiah Surakarta. Surakarta 2008.
8. Umami V. At a glance ilmu bedah. Jakarta: Erlangga; 2007. h. 185.
9. Rahmalia A, Novianty C. At a glance medicine. Jakarta: Erlangga; 2006. h. 315.
10. Ratnayani K, Yowani SC, Syane L. Amplifikasi fragmen 0,4 kb daerah d-loop
mitokondria lima individu suku bali tanpa hubungan kekerabatan dengan metode
polymerase chain reaction (PCR). Jurnal Kimia 2009 Januari; 3(1): 14-20.
11. Rakan PS. Penentuan prevalensi malaria unggas pada burung madu sriganti (cinnyris
jugularis) dengan teknik polymerase chain reaction (PCR). Skripsi. Universitas Atma
Jaya Yogyakarta. Yogyakarta 2010.
12. Karmana IW. Adopsi tanaman transgenik dan beberapa aspek pertimbangannya.
Gane Swara 2009 september; 3(2): 12-21.