Anda di halaman 1dari 23

TUGAS MAKALAH

CHRISTMAS TREE

Disusun Oleh :
Gigih Adi Pambudi (113150049)
Guruh Mah Bintang (113150050)
Rambu Muhammad Maroefy (113150051)
Muhammad Fawwaz Imanudin (113150052)

JURUSAN TEKNIK PERMINYAKAN


FAKULTAS TEKOLOGI MINERAL
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN
YOGYAKARTA
2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur penyusun panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmat
dan anugerah-Nya, sehingga penyusun dapat menyelesaikan makalah Peralatan
Christmas Tree ini tepat pada waktu yang telah ditentukan.
Selanjutnya ucapan terima kasih kami sampaikan kepada Dosen peralatan
produksi dan teman-teman tim penyusun yang sangat berjasa dalam pembuatan
makalah ini.
Penulis menyadari bahwa penulisan makalah ini masih banyak mempunyai
kekurangan, oleh karena itu penulis sangat mengharapkan saran dan kritik yang
membangun agar dalam penyusunan makalah berikutnya dapat lebih baik.
Akhir kata penulis mengharapkan agar makalah ini sangat berguna baik bagi
penulis sendiri maupun bagi pembaca sekalian.

Yogyakarta, September 2017

Tim Penyusun

ii
DAFTAR ISI

COVER ............................................................................................................ i
KATA PENGANTAR .................................................................................... ii
DAFTAR ISI ................................................................................................... iii
DAFTAR GAMBAR ...................................................................................... iv
DAFTAR TABEL .......................................................................................... v
BAB I. PENDAHULUAN .............................................................................. 1
BAB II. PEMBAHASAN ............................................................................... 3
2.1 DEFINISI .................................................................................... 3
2.2 DESKRIPSI ................................................................................ 4
2.2.1 Tree cap ............................................................................. 4
2.2.2 Swab Valve ......................................................................... 5
2.2.3 WingValve .......................................................................... 5
2.2.4 Master Valve ...................................................................... 6
2.2.5 Choke/Bean ........................................................................ 6
2.2.6 Check Valve ....................................................................... 7
2.3 FUNGSI ...................................................................................... 11
2.4 SPESIFIKASI .............................................................................. 12
2.5 STANDARD MATERIAL .......................................................... 14
BAB III. PENUTUP ....................................................................................... 17
DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 18

iii
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Bagian-bagian Christmas Tree ................................................... 3


Gambar 2. Tree Cap ....................................................................................... 4
Gambar 3. Swab Valve ................................................................................... 5
Gambar 4. Wing Valve ................................................................................... 5
Gambar 5. Kill Wing Valve ............................................................................ 5
Gambar 6. Master Valve di Christmas Tree.................................................. 6
Gambar 7. Master Valve ................................................................................ 6
Gambar 8. Choke / bean ................................................................................ 7
Gambar 9. Check Valve.................................................................................. 8
Gambar 10. Flanged and Clamped Christmas Tree ..................................... 9
Gambar 11. Unitized Christmas Tree ............................................................ 9
Gambar 12. Block Christmas Tree ................................................................ 10
Gambar 13. Sea Christmas Tree .................................................................... 11
Gambar 14. API Classification pada Operating Temperature..................... 12
Gambar 15. Spesifikasi Material Class Minimum Material Requirements 14

iv
DAFTAR TABEL

Tabel D-1. 2,000 PSI 140 bar W.P. ............................................................... 13


Tabel D-2. 5,000 PSI 350 bar W.P. ............................................................... 13
Tabel D-3. 15,000 PSI 1050 bar W.P. ........................................................... 13
Tabel E-1. Metallic Materials......................................................................... 15

v
BAB I
PENDAHULUAN

Tahap operasi produksi dimulai apabila sumur telah selesai dikomplesi


(Well Completion), dimana tipe komplesi yang digunakan terutama tergantung pada
karakteristik dan konfigurasi antar formasi produktif dengan formasi diatas dan
dibawahnya, tekanan formasi, jenis fluida dan metoda produksi.
Metoda produksi yang selama ini dikenal, meliputi metoda sembur alam
(Flowing Well) dan metoda pengangkatan buatan (Artificial Lift). Metoda sembur
alam diterapkan apabila tenaga alami reservoir masih mampu mendorong fluida ke
permukaan, sedangkan metoda pengangkatan diterapkan apabila tenaga alami
reservoir sudah tidak mampu mendorong fluida ke permukaan.
Sembur alam adalah salah satu metode pengangkatan minyak ke
permukaan dengan menggunakan tenaga atau tekanan yang berasal dari reservoir /
formasi dimana sumur berada. Dalam merencanakan produksi, produksi optimum
sumur selalu merupakan sasaran, sehingga berdasarkan kondisi optimum inilah
peralatan produksi dapat direncanakan dengan baik dalam hal dimensi, kekuatan
(grade), jumlah / panjang, macam alat maupun spesifikasi lainnya. Faktor yang
mendasari tercapainya kondisi optimum adalah cadangan, ulah aliran fluida untuk
dapat diproduksi, interaksi atau hubungan antara kelakuan formasi berproduksi
dengan kondisi atau parameter produksi di permukaan (Psp, Pwh).
Peralatan produksi sumur sembur alam terdiri dari :
1. Peralatan di atas permukaan.
a. Kepala sumur (well-head).
b. Silang sembur (X-mastree).
2. Peralatan di bawah permukaan.
a. Tubing (pipa alir vertikal) dan coupling.
b. Packer (penyekat annulus).
c. Anchor.
d. Peralatan pelengkap bawah permukaan/accesories.

1
Salah satu dari peralatan tersebut yang akan kami bahas dalam makalah ini
yaitu silang sembur (X-mas tree). Alat ini merupakan susunan kerangan (valve)
yang berfungsi sebagai pengaman dan pengatur aliran produksi di permukaan yang
dicirikan oleh jumlah sayap / lengan (wing) dimana choke atau bean atau jepitan
berada.

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1.DEFINISI
Rangkaian valve-valve, spools, pengukur tekanan dan beberapa choke yang
terpasang pada sumur yang telah dikomplesi untuk mengontrol produksi. Alat ini
berada di atas wellhead yang memiliki susunan katup (valve) yang berfungsi
sebagai pengaman dan pengatur aliran produksi di permukaan yang dicirikan oleh
jumlah sayap/lengan (wing) dimana choke atau bean atau jepitan berada.
Christmas tree tersedia dalam beberapa ukuran dan konfigurasi, seperti
untuk tekanan rendah maupun tekanan tinggi dan untuk single atau multiple
completion.

Gambar 1. Bagian-bagian Christmas Tree

3
Tree cap adalah tempat terletaknya pressure gauge untuk menghitung
tekanan sumur, dan juga menyediakan akses ke wellhead untuk service dan
monitoring.
Tree adapter sebagai konektor antara tree cap dan swab valve untuk
meneruskan tekanan agar dapat dibaca oleh pressure gauge.
Swab valve atau biasa disebut top valve adalah valve manual yang dibuka
untuk membiarkan tekanan fluida mencapai tree cap untuk membaca tekanan,
mengambil sample fluida dan juga untuk lewatnya wireline unit.
Kill wing valve yang terletak pada sayap Christmas tree tersedia untuk
pengendalian sumur. Sedangkan production wing valve berguna untuk mengontrol
dan mengisolasi produksi. Kill wing connection sebagai konektor dalam
pengendalian sumur.
Upper master valve digunakan secara rutin, dengan lower master valve
menyediakan fungsi sebagai cadangan jika valve bocor dan perlu penggantian.
Choke merupakan valve yang berfungsi sebagai penahan dan pengatur aliran
produksi sumur, melalui lubang (orifice) yang ada.

2.2.DESKRIPSI
Peralatan pada Christmas tree terdiri dari:
2.2.1 Tree cap biasa dipasang pada atas dari christmas tree, standar yang
digunakan adalah API-UPTBG(EUE). Pada bagian atas tree cap digunakan
sebagai tempat pressure gauge untuk mengukur tekanan sumur. Tree cap
menyediakan akses kepada wellhead untuk service dan montoring.

Gambar 2. Tree Cap

4
2.2.2 Swab valve atau biasa disebut top valve adalah valve manual yang
dibuka untuk membiarkan tekanan fluida mencapai tree cap untuk membaca
tekanan, mengambil sample fluida dan juga untuk lewatnya wireline unit.

Gambar 3. Swab Valve

2.2.3 Wing valve terletak pada sayap dari christmas tree atau terkadang
digunakan sebagai peralatan aliran permukaan, seperti digunakan untuk
drillstem test. Dua bagian wing valve umumnya terpasang pada christmas
tree. Diantaranya adalah :
a. Production valve berfungsi untuk mengatur aliran dan mengisolasi
produksi.
b. Kill wing valve terletak pada berlawanan arah pada production valve
yang dapat bertujuan memperlakukan atau mengatur sumur.

Gambar 4. Wing Valve


`

Gambar 5. Kill Wing Valve

5
2.2.4 Master valve/gate, berfungsi untuk membuka atau menutup sumur,
jumlahnya satu atau tergantung pada kapasitas dan tekanan kerja sumur.

Gambar 6. Master Valve di Christmas Tree

Gambar 7. Master Valve

2.2.5 Choke/bean/jepitan, merupakan valve yang berfungsi sebagai


penahan dan pengatur aliran produksi sumur, melalui lubang (orifice) yang
ada. Akibat adanya orifice ini, tekanan sebelum dan sesudah orifice menjadi

6
berbeda yang besarnya tergantung dari diameter orificenya. Prinsip inilah
yang digunakan untuk menahan dan mengatur aliran.
Ada dua macam choke/bean/jepitan, yaitu:
- Positive choke: merupakan valve dimana lubang (orifice) yang ada sudah
mempunyai diamater tertentu, sehingga pengaturan aliran tergantung pada
diameter orificenya.
- Adjustable choke: choke ini lebih fleksibel karena diameter orifice dapat
diatur sesuai posisi needle terhadap seat sehingga pengaturan alirannya
pun fleksibel sesuai keperluan (tekanan dan laju aliran).
Prinsip kerja:
Dengan memutar handweel yang berhubungan langsung dengan stem dan
needle valve maka dapat diatur lubang antara needle dengan seat yang juga
merupakan diameter choke, yang besarnya akan ditunjukkan pada skala
melalui indikator yang ikut bergerak sesuai pergerakan stem.

Gambar 8. Choke / bean

2.2.6 Check valve, merupakan valve yang hanya dapat mengalirkan fluida
pada satu arah tertentu yang berfungsi untuk menahan aliran dan tekanan

7
balik dari separator. Pada X-MASTREE, Check valve ini ditempatkan setelah
choke sebelum masuk ke flowline.

Gambar 9. Check Valve

Jenis-jenis christmas tree:


a. Christmas tree konvensional sambungan menggunakan flange.
Jenis christmas tree ini mempunyai tekanan operasi sampai dengan 10.000
psi dan memiliki katup yang dioperasikan secara manual dan sebagai
pengaman digunakan wing valve.
b. Christmas tree konvensional sambungan menggunakan clamped
Oleh karena christmas tree dengan tekanan operasi 10.000 dan 15.000 psi
sangat tebal dan masif maka clamp conector biasanya digunakan untuk
kemudahan transportasi dan kemudahan penanganan.

8
Gambar 10. Flanged and Clamped Christmas Tree

c. Unitized christmas tree (blok tunggal)


Christmas tree single casting (di cor satu blok) yang dilengkapi dengan
peralatan utamanya digunakan untuk sumur dengan tekanan menengah.

Gambar 11. Unitized Christmas Tree

9
d. Block Christmas Tree
Pada platform offshore dimana terdapat banyak x-mas tree pada satu dek-
nya maka ruang merupakan hal penting. Suatu pengembangan dari unitized
christmas tree dinamakan block christmas tree, yang mana memiliki semua
bagian utama dari suatu x-mas tree yang digabung dalam satu blok termasuk
master valve.

Gambar 12. Block Christmas Tree

e. Sea Christmas Tree


Christmas tree yang didesain untuk komplesi di dasar laut dengan floating
vessel yang digunakan untuk penempatan secara otomatis, penyambungan
flowline, pengoperasian katup dan pengendalian dengan menggunakan remote
control.

10
Gambar 13. Sea Christmas Tree

2.3.FUNGSI
Fungsi utamanya adalah untuk mengontrol aliran, biasanya minyak atau gas,
keluar dari sumur. Selain itu juga dapat digunakan untuk mengontrol injeksi gas
atau air ke dalam non-sumur produksi dalam rangka meningkatkan tingkat
produksi minyak dari sumur lainnya. Ketika sumur dan fasilitas lain siap
memproduksi dan menerima minyak atau gas, katup dibuka dan cairan formasi
diperbolehkan untuk pergi melalui jalur aliran. Hal ini menyebabkan fasilitas
pengolahan, penyimpanan dan / atau pipa lainnya akhirnya mengarah ke kilang
atau pusat distribusi (untuk gas).

Fungsi lain dari Christmas tree adalah:


a. Mengontrol laju produksi.
b. Start-up dan shut down.
c. Memonitor reservoir.
d. Melakukan workover.

11
Dry Tree dan Wet Tree
Fungsi tree adalah untuk mengontrol aliran produksi dari sumur melalui
beberapa valve dan choke, ke manifold atau tempat lain. Bila lapangan migas berada
di lepas pantai, untuk memproduksinya kita mempunyai dua alternatif dalam
menetukan lokasi tree ini. Untuk dasar laut (wet tree) atau diatas air yaitu di fixed
platform atau di atas fasilitas mengapung (dry tree). Ada banyak faktor dalam
penentuan lokasi ini, tapi yang paling menentukan adalah karakter reservoirnya.
Jika intervensi sumur akan banyak dibutuhkan, maka akan lebih ekonomis bila
menggunakan dry tree. Fungsi tree ini tidak hanya untuk mengalirkan hasil
produksi dari perut bumi, tapi juga untuk mengalirkan sesuatu kembali ke reservoir
untuk berbagai keperluan, misalnya bila produksi gas tidak terlalu ekonomis untuk
diproduksi dan kalau dibakar akan mengganggu lingkungan, maka biasanya gas
tersebut akan diinjeksi kembali ke bumi lewat sumur gas injection. Atau bila kita
ingin menjaga supaya tekanan reservoir tidak menurun dengan tajam, biasanya kita
butuh injeksi air dengan tekanan tertentu. Atau mungkin kita semata-mata tidak
ingin merusak lingkungan dengan membuang air sisa produksi ke laut lepas. Dalam
hal ini kita akan butuh sumur dengan water injection untuk mengirim air ke dalam
reservoir.

2.4.SPESIFIKASI

Gambar 14. API Classification pada Operating Temperature

12
Tabel D-1
2,000 PSI 140 bar W.P.
On
2
Vertical 2 9/16 3 1/8 4 1/16 6
1/16
Column
On 2 2 2 2 2 3 2 2 3 4 4
6
Wings 1/16 1/16 9/16 1/16 9/16 1/8 1/16 9/16 1/8 1/16 1/16

Tabel D-2
5,000 PSI 350 bar W.P.
On
2
Vertical 2 9/16 3 1/8 4 1/16 6
1/16
Column
On 2 2 2 2 2 3 2 2 3 4 4
6
Wings 1/16 1/16 9/16 1/16 9/16 1/8 1/16 9/16 1/8 1/16 1/16

Tabel D-3
15,000 PSI 1050 bar W.P.
On
Vertical 2 1/16 2 9/16 3 1/16
Column
On 1 1 1 2
2 1/16 2 1/16 2 9/16 3 1/16
Wings 13/16 13/16 13/16 1/16

13
2.5.STANDARD MATERIAL

Gambar 15. Spesifikasi Material Class Minimum Material Requirements

Tabel E-1
Metallic Materials

Generic type UNS Nominal alloy composition Comments


others
% Cr % Ni % Mo
(%)
Carbon and
low alloy
steels

235 SMYS >= 220


Mpa, Not impact
tested.
235LT SMYS >= 220
Mpa, Impact
tested at - 46C.

360LT SMYS >= 350


Mpa, Impact
tested at - 46C.

3.5% Ni 3.5

Martensitic
stainless
steels
13Cr 13

14
13Cr 4Ni 13 4
17 - 4 PH S17400 17 4
Austenitic
stainless
steels
310 S31000 25 20
316 Alloys with 2 - 3%
Mo and equivalent
S31600 17 12 2.5 to UNS S31600.
6Mo N=0,2
Cu=1,
S31254 20 18 6
N=0,2
N08925 20 25 6
N max.
N08926 20 25 6
0.15
N08367 21 24 6
N=0.2
904 N08904 21 25 4.5 Cu=1.5
Duplex
stainless
22Cr S31803 22 5,5 3
steels
25Cr S32550 25 5.5 3.5 S32550
S32750 25 7 3.5 S32750

Nickel base S32760 25 7 3.5 S32760


alloys

Alloy C22 N26022 21 rem. 14 W=3

Alloy C-276 N10276 16 rem. 16 W=4

Alloy 625 N06625 22 rem. 9 Nb=4 Base materials:


UNS N06625.
Welding
consumables:
AWS ERNiCrMo
3
Alloy 718 N07718 19 53 3 Nb=5

Alloy 800 N08810 21 33 - Al + Ti

15
Alloy 825 N08825 21 42 3 Ti
Co-alloy R30003 20 16 7 Co=40
MP-35-N R30035 20 35 10 Ti, Co
rem

16
BAB III
PENUTUP

Dari paparan dan penjelasan di atas, dapat diketahui lebih spesifik mengenai
silang sembur (Christmas Tree) dimulai dari definisi, deskripsi, fungsi, dan
spesifikasi dari masing-masing bagian alat tersebut. Secara umum Christmas Tree
dibagi menjadi dua, yaitu dry tree dan wet tree, hal ini tergantung pada kondisi
platform dan lingkungannya. Fungsi utama dari alat ini adalah untuk mengontrol
laju alir minyak dan gas dari sumur. Ada beberapa bagian yang ada pada Christmas
Tree yaitu : master valve, check valve, wing valve, swab valve, dan choke.
Demikianlah yang dapat kami sampaikan mengenai materi yang menjadi
bahasan dalam makalah ini, tentunya banyak kekurangan dan kelemahan kerena
terbatasnya pengetahuan kurangnya rujukan atau referensi yang kami peroleh
hubungannya dengan makalah ini Penulis banyak berharap kepada para pembaca
yang budiman memberikan kritik saran yang membangun kepada kami demi
sempurnanya makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis para
pembaca khusus pada penulis.

17
DAFTAR PUSTAKA

Guo boyun,dkk.Petroleum Production Engineering.2007


Norsok Standart.Material Selection.1994
www.glossary.oilfield.slb.com/Terms/c/christmas_tree.aspx
http://migasnet05ade8042.blogspot.co.id/2010/01/jenis-jemis-chistmas-tree.html
http://oilandgasindonesia.blogspot.co.id/2015/03/sistim-produksi-subsea.html

18