Anda di halaman 1dari 13

KUIS 3 2 OKTOBER 2017

Teknik Reaksi Kimia I


KUIS 3 2 OKTOBER 2017 (KELOMPOK @2 ORANG)
Reaksi fasa cair: A + B C
Mengikuti hukum laju elementer dan dalam kondisi isotermal dalam sebuah sistem
alir. Aliran umpan konsentrasi A & B adalah 2 M sebelum dicampurkan. Laju alir
volumetrik dari setiap aliran adalah 5 dm3/min, dan masuk kedalam reaktor pada
suhu 300 K. Aliran-aliran tersebut dicampur seketika sebelum masuk reaktor.
Ada dua reaktor tersedia, yaitu CSTR yang dicat abu-abu dengan volum 200 dm3
yang dapat dipanaskan hingga 77C atau didinginkan hingga 0C, dan satunya lagi
adalah reaktor PFR bercat putih dengan volum 800 dm3 yang beroperasi pada suhu
300 K yang tidak dapat dipanaskan atau didinginkan namun bisa dicat merah atau
hitam.
k = 0.07 dm3/mol.min at 300 K and E = 20 kcal/mol.
(a) Pilih jenis reaktor yang dapat digunakan berdasarkan hasil kalkulasi yang tepat
berdasarkan dua jenis rekator diatas..
(b) Hitung waktu yang diperlukan untuk mencapai konversi 90% dalam reaktor
batch bervolum 200 dm3 dengan CA0 = CB0 = 1 M setelah dicampurkan hingga
suhu 77C.
(c) Ulangi (b) jika reaktor didinginkan hingga 0C
(d) Hitung konversi CSTR dan PFR yang dioperasikan pada 300 K dan dihubungkan
secara seri. Laju alir volumetrik masuk adalah 10 dm3/menit.
(e) Ulangi (d) jika CSTR dan PFR dihubungkan secara paralel dengan laju alir
masuk 5 dm3/menit pada setiap reaktor.
(a) Pilih jenis reaktor yang dapat digunakan menggunakan
hitungan yang tepat.

CSTR

FA0 X
1. Persamaan desain: V
rA
2. Hukum laju: rA kCACB

3. Stoikiometri:
CA CAO 1 X CB CAO 1 X

4. Kombinasi:
FA0 X VCSTR 200dm3 C A0 1 mol dm
3
V 2
kC A0 1 X
2


FA0 C A0v0 1mol / dm3 5 dm3 min 5 dm3 min 10mol / min

k T 350K ?
(a) Pilih jenis reaktor yang dapat digunakan menggunakan
hitungan yang tepat. (lanjutan).

CSTR

Menggunakan Arrhenius, didapat k pada T=350K


20000 1 1
k (350K ) 0.07 exp
1.987 300 350
k (350K ) 8.45 dm3 mol min

Penyelesaian untuk X,
FA0 X 10 mol min X
V 2 200dm 2
kC A0 1 X
2

8.45 dm3 mol min 1 mol dm3 1 X
2 2

X 0.925
(a) Pilih jenis reaktor yang dapat digunakan menggunakan
hitungan yang tepat. (lanjutan).

PFR
X
VPFR 800dm3
dX
1. Pers. desain: V FA0 C A0 1 mol dm3
0
rA
2. Hukum laju: rA kCACB FA0 10mol / min
k 0.07 dm3 mol min
3. Stoikiometri:
CA CAO 1 X CB CAO 1 X

4. Kombinasi:
X
FA0 dX VkC A2 0 X
V 2
kC A0 0 1 X 2 FA0

1 X
5. Penyelesaian untuk X:
X= 0.85
(a) Pilih jenis reaktor yang dapat digunakan menggunakan
hitungan yang tepat. (lanjutan)..

CSTR bervolum 200dm3 memberikan konversi


lebih tinggi daripada PFR 800dm3
Jadi, pilih CSTR.
(b) Hitung waktu yang diperlukan untuk mencapai konversi 90%
dalam reaktor batch bervolum 200 dm3 dengan CA0 = CB0 = 1 M
setelah dicampurkan hingga suhu 77C.

Batch
dX
1. Pers. desain: N A0 rAV
dt R
2. Hukum laju: rA kCACB
3. Stoikiometri:
CA CAO 1 X CB CAO 1 X
4. Kombinasi:

N A0
dX
kC AO
2
1 X 2V C A0
dX
kCAO
2
1 X 2
dt R dt R
5. Penyelesaian untuk t:
X t
R

kC AO 1 X
dX dX
0 1 X 2 kC AO 0 dtR
2

dt R
(b) Hitung waktu yang diperlukan untuk mencapai konversi 90%
dalam reaktor batch bervolum 200 dm3 dengan CA0 = CB0 = 1 M
setelah dicampurkan hingga suhu 77C. (lanjutan)

5. Penyelesaian untuk t:
X tR

kC AO 1 X
dX dX
0 1 X 2 kC AO 0 dtR
2

dt R

X
tR
1 X kCAO
0.9

1 0.98.45 dm3 mol min 1mol dm3
1.065 min
(c) Ulangi (b) jika reaktor didinginkan hingga 0C

Menggunakan persamaan yang sama dari (b), kecuali


nilai k yang digunakan adalah pada T= 273K.
X
tR
1 X kCAO

Dari pers. Arrhenius,


20000 1 1
k (273K ) 8.45 exp
1.987 350 273
2.54 103 dm3 mol min
X
Sehingga, t R 3543 menit 2.5 hari

1 X kC AO
(d) Hitung konversi CSTR dan PFR yang dioperasikan pada 300 K dan
dihubungkan secara seri. Laju alir volumetrik masuk adalah 10
dm3/menit.

v0=10 dm3/menit

X ?

VCSTRkC A2 0 1 X VCSTRkC A2 0 1 X
2 2
FA0 X
VCSTR 2 X
kC A0 1 X
2
FA0 C A0v0

X

200dm3 0.07 dm3 mol min 1 mol dm3 1 X
2


10 dm3 min
X 0.44
(d) Hitung konversi CSTR dan PFR yang dioperasikan pada 300 K dan
dihubungkan secara seri. Laju alir volumetrik masuk adalah 10 dm3/h
(lanjutan)
v0=10 dm3/menit.

X 0.44
X ?

X
FA0 dX FA0 1 1
V 2
kC A0 0.44 1 X 2 V 2
kC A0 1 X 1 0.44
C A 0 v0 1
800dm 2
3
1.7857
kC A0 1 X
1
3
10 dm min
800dm
3
3
1.7857

0.07 dm mol min 1 mol dm 1 X
3

X 0.865
(e) Ulangi (d) jika CSTR dan PFR dihubungkan secara paralel dengan
laju alir masuk 5 mol/menit pada setiap reaktor.

5 dm3/menit.

10 dm3/menit. X ?
5 dm3/menit.

VCSTRkC A2 0 1 X VCSTRkC A2 0 1 X
2 2
X
FA0 C A0v0

X

200dm3 0.07 dm3 mol min 1 mol dm3 1 X 2


5 dm3 min
X 0.56
(e) Ulangi (d) jika CSTR dan PFR dihubungkan secara paralel dengan
laju alir masuk 5 mol/menit pada setiap reaktor. (lanjutan)

5 dm3/menit.

10 dm3/menit.
X 0.56

5 dm3/menit.
X ?
X
FA0 dX
V 2
kC A0 0 1 X 2
VkC A2 0

X
800dm3 0.07 dm3 mol min 1 mol dm

3

X
FA0 1 X 3
5 dm min 1 X
X 0.91