Anda di halaman 1dari 15

ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MEMPREDIKSI KONDISI

FINANCIAL DISTRESS PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG


TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

Disusun oleh Kelompok III

1. Anthony Noroyono ( C201 15 088 )


2. Nur Afni ( C201 15 008 )
3. Vivi Novita Sari Dewi ( C201 15 040 )

Universitas Tadulako

Fakultas Ekonomi

Jurusan Manajemen
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dunia Globalisasi merupakan hal yang sudah tak asing lagi buat kita semua. Dunia
globalisasi telah masuk kesemua Negara tak heran globalisasi membawa hal yang
baik dan buruknya. Globalisasi juga telah berkembang merambat kedunia
perekonomian biasanya berupa penanaman modal pada suatu sektor
industri. Setiap individu pada dasarnya memerlukan investasi, karena dengan
investasi setiap orang dapat mempertahankan dan memperluas basis kekayaannya
yang dapat digunakan sebagai jaminan sosial di masa depannya. Seseorang sering
tidak menyadari dirinya telah melakukan investasi, misalnya dengan menabung dan
sebagainya. Agar tak terjebak melakukan investasi ke dalam portofolio sampah,
atau bahkan ditipu oleh pihak yang tak bertanggung jawab dengan iming-iming
menarik, Anda harus mengedepankan rasionalitas dan memahami betul resiko-
resiko yang dihadapi dalam berinvestasi. Karena banyak sekali jenis dari investasi
tersebut .Jangan sampai terbuai dengan iming-iming menarik yang tinggi, tapi uang
Anda habis sia-sia. Invejstasi pun banyak jenis dan macamnya jadi harus pandai
melihat ke sektor mana kita akan menanamkan saham kita. Peran penting sekali
dari beberapa pihak baik dari pemerintah dan tiap individu . peran individu
sangatlah penting dalam berperan aktif karena dapat mencegahnya harga barang
yang tak terkontrol. Pemerintah sebaiknya mengatur beberapa aturan tentang
peraturan penanaman modal, karena, sejak pelaksanaan otonomi daerah,
pemerintah pusat terpaksa mengeluarkan kepres khusus mengenai penanaman
modal karena banyaknya kendala yang dihadapi oleh para investor yang ingin
membuka usaha di daerah, khususnya yang berkaitan dengan proses pengurusan
izin usaha. Investor seringkali dibebani oleh urusan birokrasi yang berbelit-belit
sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama dan disertai dengan biaya
tambahan yang cukup besar.
B. Rumusan Masalah
1. Apa itu Risk dan Return?
2. Bagaimana cara menganalisis portofolio ?
3. Apa itu diversifikasi?
4. Bagaimana cara mengestimasi return dan resiko portofolio?
BAB II

PEMBAHASAN

1. Pengertian Risk & Return


Risk (resiko) dapat dikatakan sebagai suatu peluang terjadinya kerugian
atau kehancuran. Lebih luas, risiko dapat diartikan sebagai kemungkinan
terjadinya hasil yang tidak diinginkan atau berlawanan dari yang
diinginkan. Dalam industri keuangan pada umumnya, terdapat suatu jargon
high risk bring about high return, artinya jika ingin memperoleh hasil
yang lebih besar, akan dihadapkan pada risiko yang lebih besar pula.
Contohnya dalam investasi saham. Volatilitas atau pergerakan naik-turun
harga saham secara tajam akan membuka peluang untuk memperoleh hasil
yang lebih besar, namun sebaliknya, jika harga bergerak ke arah yang
berlawanan, maka kerugian yang akan ditanggung sangat besar.
Menurut Ricky W. Griffin dan Ronald Ebert, risiko adalah uncertainty about
future event, adapun Joel G.Siegel dan Jae K.Sim mendefinisikan risiko
pada 3 hal :
1. Keadaan yang mengarah kepada sekumpulan hasil khusus dimana
hasilnya dapat diperoleh dengan kemungkinan yang telah diketahui oleh
pengambilan keputusan
2. Variasi dalam keuntungan penjualan atau variabel keuangan lainnya
3. Kemungkinan dari sebuah masalah keuangan yang mempengaruhi
kinerja operasi perusahaan atau posisi keuangan David K. Eiteman,
Arthur I Stonehill dan Michael H. Moffet mengatakan bahwa risiko
dasar adalah the mismatching of interest rate bases for associated assets
and liabilities. Sehingga secara umum risiko dapat ditangkap sebagai
bentuk keadaan ketidakpastian tentang suatu keadaan yang akan terjadi
nantinya dengan keputusan yang diambil berdasarkan suatu
pertimbangan. Menurut salah satu definisi, risiko (risk) adalah sama
dengan ketidakpastian (uncertainty). Secara umum risiko dapat
diartikan sebagai suatu keadaan yang dihadapi seseorang atau
perusahaan dimana terdapat kemungkinan yang merugikan.
Risiko investasi dapat diartikan sebagai kemungkinan terjadinya
perbedaan antara actual return dan expected return, sehingga setiap
investor dalam mengambil keputusan investasi harus selalu berusaha
meminimalisasi berbagai risiko yang timbul, baik jangka pendek
maupun jangka panjang. Setiap perubahan kondisi ekonomi baik mikro
ataupun makro akan mendorong investor untuk melakukan strategi yang
harus diterapkan untuk tetap memperoleh return.

Return atau pengembalian adalah keuntungan yang diperoleh


perusahaan, individu dan institusi dari hasil kebijakan investasi yang
dilakukan. Menurut R. J. Shook, return merupakan laba investasi, baik
melalui bunga atau deviden.
Beberapa pengertian return yang lain :
Return on equity atau imbal hasil atas ekuitas merupakan
pendapatan bersih dibagi ekuitas pemegang saham.
Return of capital atau imbal hasil atas modal merupakan
pembayaran kas yang tidak kena pajak kepada pemegang saham
yang mewakili imbal hasil modal yang diinvestasikan dan bukan
distribusi deviden. Investor mengurangi biaya investasi dengan
jumlah pembayaran.
Return on investment atau imbal hasil atas investasi merupakan
membagi pendapatan sebelum pajak terhadap investasi untuk
memperoleh angka yang mencerminkan hubungan antara
investasi dan laba.
Return on invested capital atau imbal hasil atas modal investasi
merupakan pendapatan bersih dan pengeluaran bunga
perusahaan dibagi total kapitalisasi perusahaan.
Return realisasi merupakan return yang telah terjadi.
Return on network atau imbal hasil atas kekayaan bersih
merupakan pemegang saham yang dapat menentukan imbal
hasilnya dengan membandingkan laba bersih setelah pajak
dengan kekayaan bersihnya.
Return on sales atau imbal hasil atas penjualannya merupakan
untuk menentukan efisiensi operasi perusahaan, seseorang dapat
membandingkan presentase penjualan bersihnya yang
mencerminkan laba sebelun pajak terhadap variable yang sama
dari periode sebelumnya.
Return ekspektasi merupakan return yang diharapkan akan
diperoleh oleh investor di masa mendatang.
Total return merupakan return keseluruhan dari suatu investasi
dalam suatu periode tertentu.
Return realisasi portofolio merupakan rata-rata tertimbang dari
return-return realisasi masing-masing sekuritas tunggal di dalam
portofolio tersebut.
Return ekspektasi portofolio merupakan rata-rata tertimbang
dari return-return ekspektasi masing-masing sekuritas tunggal di
dalam portofolio.

2. Analisis resiko portofolio


1. Analisis Variasi Rata-rata : Markowitz Effeciency
Pada tahun 1952 ketika teknologi komputer belum ada, H.M.
Markowitz melihat mengapa investor yang rasional melihat portofolio yang
efisen (satunya melihat kepada resiko yang minimal tanpa gangguan
(return) dan satunya lagi melihat kepada pengembalian (return) maksimal
untuk tingkat tertentu resiko)? Kemudian untuk mengatasi cara pandang
tersebut, dia memperkenalkan cara analisis investasi baru yang tidak hanya
mengandalkan analisis varian rata-rata.
Harry Markowitz juga mengidentifikasi tiga karakter statistik
tentang hubungan antara resiko pengembalian dengan investasi individual
(atau pada kasus manajemen disebut juga dengan capital project) yang mana
membenarkan pernyataan bahwa keberadaan suatu asset dalam portofolio
adalah untuk memaksimalkan kemakmuran.
Untuk lebih memahaminya, mari kita melihat ilustrasi simple dari
kasus dua asset, yaitu konstruksi dari sebuat portofolio yang optimum
meliputi dua portofolio.
Jika:
Expected return = Ri
Size = S
Jika dicontohkan dalam model, sebagai berikut:

Return S1 S2

Ri (A) 20% 10%

Ri (B) 10% 20%

Jika S1 yang berlaku maka Ri (A) > Ri (B), sebaliknya jika S2 yang berlaku
maka Ri (A) < Ri (B).
Jika Expecterd return (A) = 15%, maka resikonya berkisar antara 10% s/d
20%, begitupun dengan Ri (B). Analisis efesiensi rata-rata varian
menunjukan kepada kita bahwa R(A) = R (B) dalam hal resiko. Jadi terserah
kepada kita mau menerima salah satu atau menilak keduanya.
Jika keragaman dari investasi ini digabungkan, dengan cara membagi
investasi kita setengah untuk A dan setengah lagi untuk B, maka return nya
R (P) = 0.5 R (A) + 0.5 R (B). Mungkin hasil expected return gabungan
tidak lagi sama namun kemungkinan resiko yang ditimbulkan juga tidak lagi
sama. Artinya, jika kita seharusnya juga bisa membagi resiko yang ada
dalam investasi kita (do not putting all your egg in one basket).
Contoh diatas adalah contoh ideal dari skenario portofolio dan
beberapa hal poin penting yang dapat diambil adalah:
1. Ketidakpastian investasi adalah satu dengan keragaman aliran kas yang
kemungkinannya tidak dapat diukur.
2. Resiko investasi adalah satu dengan keragaman dari aliran kas yang
mana merupakan kemungkinan subjektif.
3. Pengembalian yang diharapkan diasumsikan sebagai sebuah
karakteristik dengan distribusi normal
4. Fungsi kepadatan kemungkinan dari return didefinisikan dengan rata-
rata varian dari distribusi mereka
5. Pilihan yang efisien antara investasi individu yang
memaksimalkan discounted return dari aliran kas yang diantisipasi
mereka dan meminimumkan standar deviasi dari pengembalian.
Dari Markowitz diatas, ada beberapa poin penting yang dapat disimpulkan:
1. Kita dapat membuat resiko investasi berkurang bahkan lebih (tidak ada
resiko sama sekali) dengan metode portofolio jangan masukan telur
dalam satu keranjang.
2. Sebuah portofolio dari investasi mungkin disukai oleh semua pihak,
terlepas dari sikap investor atas resiko. Tidak ada satupun investor
rasional yang akan menahan investasinya ekslusif untuk satu kegiatan,
karena dengan meragamkan investasi, mereka dapat mendapatkan hasil
yang sama dengan resiko yang lebih rendah.
a. Analisis pada isolasi, investasi individu yang bersifat risk-
return adalah kriteria yang cukup untuk mendapatkan nilai yang
sebenarnya dari suatu investasi.
2. Resiko Kombinasi dari Dua Investasi
Ada beberapa rumus yang dipakai untuk model ini, yaitu:
1. Kasus dua aset dengan rumus = R (P) = x R (A) + (1 x0 R (B)
2. Resiko atas dua aset investasi dengan rumus = VAR (P) = x2VAR (A)
+ (1 x)2 VAR (B) + 2x(1 x) COV (A, B)
3. Persentase resiko dengan standar deviasi porotofolio, dengan rumus =
(P) = VAR (P) = [x2VAR(A) + (1-x)2 VAR (B) + 2x(1-x)
COV(A,B].
Tidak seperti resiko dengan variable single, varian dari standar deviasi
portofolio dua asset memiliki 3 karakteristik, yaitu:
Resiko dengan unsur investasi diukur dengan variasi respektifnya
Porporsi dari dana investasi yang ada di kas
Hubungan antara unsur yang diukur dengan dua covarian

1. Covarian merepresentasikan variable dari kombinasi pengembalian


untuk investasi individu. Jadi jika A dan B representasi dari dua
investasi dengan derajat dari retunnya adalah ri A dan ri B, maka
rumusnya adalah
= COV (A,B) = n
{[(ri A R (A)] [(ri B R (B)] pi}
I=1
Berdasarkan hal diatas, dapat disimpulkan:
1. Jika pengembalian dari dua investasi adalah variable bebas, maka tidak
ada pengamatan atau hubungan dengan variable lainya. Artinya tidak
ada gunanya memprediksi yang lain.
2. Jika pengembalian adalah variable dependen, maka ada hubungan antara
dua investasi dan covariance dapat dibawa sebagai nilai positif atau
negatif yang mempengaruhi resiko portofolio
3. Korelasi antara Dua Investasi
Karena covariance adalah pengukuran absolut dari koresponden antar
pergerakan dua variable acak, maka interpretasinya akan sulit. Tidak
semua penyimpangan tersebut akan menjadi negative bagi diversifikasi
untuk memproduksi derajat dari pengurangan resiko. Oleh sebab itu
dapat digunakan koefesien korelasi linier. Koefesien korelasi linier
dapat digunakan sebagai pengganti dari covariance, dimana dirumuskan
sebagai:
1. Variasi dari dua asset portofolio dengan rumus = VAR (P) = x2 VAR
(A) + (1-x)2 VAR (B) +2x (1-x) COV(A,B)
2. Maka korelasi koefesiennya adalah = COR (A,B) = COV(A,B)
A B
1. Maka susunan ulang dari covariancenya adalah = COV (A,B) = COR
(A,B) A B
2. Kemudian varian portofolionya adalah = x2 VAR(A) + (1-x)2 VAR (B)
+ 2x (1-x) COR (A,B) A B
3. Sedangkan standar deviasinya adalah = (P) = VAR (P) =
[x2VAR(A) + (1-x)2VAR(B) + 2x(1-x) COR (A,B) A B
4. Maka koefesien korelasinya adalah = COR (A,B) = COV(A,B)
A B
Ada beberapa poin penting yang harus diperhatikan:
1. Jika return adalah independen, maka tidak akan ada hubungan antar dua
variable lainnya.
2. Namun jika return adalah dependen, maka
Korelasi sempurna positif dari +1 berarti bahwa apapun yang
mempengaruhi salah satu variable maka akan sama mempengaruhi
variable lainnya.
Korelasi sempurna negative dari -1 berarti bahwa efesiensi
portofolio dapat dibangun dengan resiko varian yang minim bahkan
hingga tidak beresiko.
Antara +1 dengan -1, korelasi koefesien merupakan penentu
dengan proksi langsung dan hubungan terbalik antar individual
return.
3. Portofolio dan diversifikasi investasi
Portofolio merupakan sekumpulan investasi dengan tingkat
keuntungan dan risiko yang berbeda-beda yang digabungkan untuk
memenuhi tujuan investasi serta mengurangi risiko. Tujuan melakukan
portofolio adalah untuk mengurangi risiko bagi pihak yang memegang
portofolio. Pengurangan risiko itu dilakukan dengan diversifikasi risiko.
Proses portofolio mempunyai empat tahap yaitu tahap tujuan investasi,
tahap ekspektasi pasar, tahap membangun portofolio, dan tahap evaluasi
kinerja.

DIVERSIFIKASI
Diversifikasi adalah pembentukan portofolio melalui pemilihan kombinasi
sejumlah aset tertentu sedemikian rupa hingga risiko dapat diminimalkan
tanpa mengurangi besaran return yang diharapkan.
Permasalahan diversifikasi adalah penentuan atau pemilihan sejumlah aset-
aset spesifik tertentu dan penentuan proporsi dana yang akan diinvestasikan
untuk masing-masing aset tersebut dalam portofolio.

Ada dua prinsip diversifikasi yang umum digunakan:


1. Diversifikasi Random.
Diversifikasi random terjadi ketika investor menginvestasikan dananya
secara acak pada berbagai jenis saham yang berbeda atau pada berbagai
jenis aset yang berbeda
Investor memilih aset-aset yang akan dimasukkan ke dalam portofolio tanpa
terlalu memperhatikan karakterisitik aset-aset bersangkutan (misalnya
tingkat risiko dan return yang diharapkan serta industri).
Dalam diversifikasi random, semakin banyak jenis aset yang dimasukkan
dalam portofolio, semakin besar manfaat pengurangan risiko yang akan
diperoleh, namun dengan marginal penurunan risiko yang semakin
berkurang.
2. Diversifikasi Markowitz
mempertimbangkan berbagai informasi mengenai karakteristik setiap
sekuritas yang akan dimasukkan dalam portofolio.
Diversifikasi Markowitz menjadikan pembentukan portofolio menjadi lebih
selektif terutama dalam memilih aset-aset sehingga diharapkan memberikan
manfaat diversifikasi yang paling optimal.
Kontribusi penting dari ajaran Markowitz adalah bahwa risiko portofolio
tidak boleh dihitung dari penjumlahan semua risiko aset-aset yang ada
dalam portofolio, tetapi harus dihitung dari kontribusi risiko aset tersebut
terhadap risiko portofolio, atau di istilahkan dengan kovarians.
Informasi karakteristik aset utama yang dipertimbangkan adalah tingkat
return dan risiko (mean-variance) masing-masing aset, sehingga metode
divesifikasi Markowitz sering disebut dengan mean-variance model.
Input data yang diperlukan dalam proses diversifikasi Markowitz adalah
struktur varians dan kovarians sekuritas yang disusun dalam suatu matriks
varians-kovarians.
Kovarians adalah suatu ukuran absolut yang menunjukkan sejauh mana
return dari dua sekuritas dalam portofolio cenderung untuk bergerak secara
bersama-sama.
Koefisien korelasi yang mengukur derajat asosiasi dua variabel yang
menunjukkan tingkat keeratan pergerakan bersamaan relatif (relative
comovements) antara dua variabel

KOEFISIEN KORELASI
Dalam konteks diversifikasi, korelasi menunjukkan sejauh mana return dari suatu
sekuritas terkait satu dengan lainnya:
jika ri,j = +1,0; berarti korelasi positif sempurna
jika ri,j = -1,0; berarti korelasi negatif sempurna
jika ri,j = 0,0; berarti tidak ada korelasi

Konsep koefisien korelasi yang penting:


1. Penggabungan dua sekuritas yang berkorelasi positif sempurna (+1,0)
tidak akan memberikan manfaat pengurangan risiko.
2. Penggabungan dua sekuritas yang berkorelasi nol, akan mengurangi
risiko portofolio secara signifikan.
3. Penggabungan dua buah sekuritas yang berkorelasi negatif sempurna (-
1,0) akan menghilangkan risiko kedua sekuritas tersebut.
4. Dalam dunia nyata, ketiga jenis korelasi ekstrem tersebut (+1,0; 0,0; dan
1,0) sangat jarang terjadi.
KOVARIANS
Dalam konteks manajemen portofolio, kovarians menunjukkan
sejauhmana return dari dua sekuritas mempunyai kecenderungan
bergerak bersama-sama.
Secara matematis, rumus untuk menghitung kovarians dua buah
sekuritas A dan B adalah:

4. Model indeks tunggal dan komponen returnnya


Model indeks tunggal didasarkan pada pengamatan bahwa harga dari suatu
sekuritas berfluktuasi searah dengan indeks harga pasar. Secara khusus
dapat diamati bahwa kebanyakan saham cenderung mengalami kenaikan
harga jika indeks harga saham naik. Kebalikannya juga benar, yaitu jika
indeks harga saham turun, kebanyakan saham mengalami penurunan harga.
Hal ini menyarankan bahwa return-return dari sekuritas mungkin
berkorelasi karena adanya reaksi umum (common response) terhadap
perubahan- perubahan nilai pasar. Dengan dasar ini, return dari suatu
sekuritas dan return dari indeks pasar yang umum dapat dituliskan sebagai
hubungan:

Ri = ai + i . RM
Keterangan :

Ri = Return sekuritas ke-i

ai = Suatu variabel acak yang menunjukkan komponen dari return


sekuritas ke-i yang independen terhadap kinerja pasar

i = Beta yang merupakan koefisien yang mengukur perubahan


Riakibat dari perubahanRM

RM = Tingkat return dari indeks pasar, juga merupakan suatu variabel


acak

Variabeli merupakan komponen return yang tidak tergantung dari return


pasar. Variabelidapat dipecah menjadi nilai yang diekspetasi (expected
value)i dan kesalahan residu (residual error)ei sebagai berikut :

ai = i + ei

Jika disubstitusikan ke dalam persamaan rumus di atas, maka akan


didapatkan persamaan model indeks tunggal sebagai berikut :

Ri = i + i . RM + ei

Keterangan :

i= Nilai ekspektasian dari return sekuritas sekuritas yang independen


terhadap return pasar

ei = Kesalahan residu yang merupakan variabel acak dengan nilai


ekspektasiannya sama dengan nol atau E (ei) = 0

Model indeks tunggal membagi return dari suatu sekuritas ke dalam dua
komponen, yaitu sebagai berikut ini :
1. Komponen return yang unik diwakili oleh iyang independen terhadap
return pasar.
2. Komponen return yang berhubungan dengan return pasar yang diwakili oleh
i . RM

Bagian return yang unik (i) hanya berhubungan dengan peristiwa mikro
(micro event) yang mempengaruhi perusahaan begitu saja, tetapi tidak
mempengaruhi semua perusahaan secara umum. Contoh dari peristiwa
mikro misalnya adalah pemogokan karyawan, kebakaran, penemuan-
penemuan penelitian, dsb. Bagian return yang berhubungan dengan return
pasar ditunjukkan oleh Beta (i) yang merupakan sensitivitas return suatu
sekuritas terhadap return dari pasar. Secara konsensus, return pasar
mempunyai Beta bernilai 1. Suatu sekuritasyang mempunyai Beta 1,5
misalnya mempunyai artibahwa perubahan return pasar sebesar 1% akan
mengakibatkan perubahan return dari sekuritas tersebut dengan arah yang
sama sebesar 1,5%.

Model indeks tunggal dapat juga dinyatakan dalam bentuk return ekspektasi
(expected return). Return ekspektasi dari model ini dapat diderivasi dari
model sebagai berikut :

E(Ri) = E(i) + E(i . RM) + E(ei)

Dari properti ke-2 diketahui bahwa nilai ekspektasi dari suatu konstanta
adalah bernilai konstanta itu sendiri, maka E(i) = i dan (i.RM) =
i.E(RM) dan secara konstruktif nilai E(ei) = 0, maka return ekspektasi
model indeks tunggal dapat dinyatakan sebagai :

E(Ri) = i + i . E(RM)
DAFTAR PUSTAKA
Indrawati, Cahyani. Teori dan Konsep Invertasi. 15 Mei 2016.
http://caramenulisbuku.com/cara-menulis-daftar-pustaka-dari-internet/cara-
menulis-daftar-pustaka-internet.htm
Fajri, Julrahmatiyal. Keputusan Portofolio : Resiko dan Analisis Portofolio 22
desember 2014
https://julrahmatiyalfajri.wordpress.com/2014/12/22/keputusan-portofolio-resiko-
dan-analisis-portofolio/
Avanti, Annisa. Konsep Dasar Investasi 11 Juni 2010.
https://annisaavianti.wordpress.com/2010/06/11/konsep-dasar-investasi/