Anda di halaman 1dari 36

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA TN.

H DENGAN ASAM
URAT DI RT 05/RW 01 KELURAHAN PAHANDUT SEBERANG

Oleh:
Mahesa Budi Pratama
2014.B.15.0383

YAYASAN EKA HARAP PALANGKARAYA


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
PRODI D-III KEPERAWATAN
2017
KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas
berkat dan anugerah-Nya sehingga penuis dapat menyelesaikan Laporan Studi Kasus
pada Tn. H dengan Asam Urat di RT 04 RW 01 kelurahan pahandut seberang. Tujuan
penulisan ini agar dapat menyusun dan mengidentifikasi masalah berdasarkan
pengalaman nyata untuk menjelaskan asuhan keperawatan pada keluarga dengan
masalah Asam urat, serta sebagai syarat dalam menempuh ujian praktik lapangan
pada Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Eka Harap Palangka Raya.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa Laporan Studi Kasus ini masih jauh dari
sempuna. Maka dengan ini penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang
memangun dari berbagai pihak. Akhir kata, semoga laporan studi kasus ini dapat
berguna bagi pengembangan ilmu keerawatan dan semoga Tuhan Yang Maha Esa
senantiasa memberikan berkat dan karuniany-Nya kepada kita semua. Amin

Palangka Raya, Juni 2017

Penulis
DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN ......................................................................................... i


KATA PENGANTAR ................................................................................................. ii
DAFTAR ISI ............................................................................................................... iii
BAB 1 PENDAHULUAN ........................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang ...................................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah ............................................................................................ 2
1.3 Tujuan .............................................................................................................. 2
1.4 Manfaaf Penulisan ........................................................................................... 2
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA .................................................................................. 3
2.1 Konsep Dasar Keluarga ................................................................................ 3
2.2 Definisi Keluarga .......................................................................................... 3
2.3 Struktur keluarga ........................................................................................... 3
2.4 Fungsi Keluarga ............................................................................................. 4
2.5 Tugas Keluarga di Bidang Kesehatan ............................................................ 5
2.6 Peran Keluarga ........................................................................................... 5
2.7 Kemampuan Keluarga ................................................................................... 6
2.8 Tahap-Tahap Kehidupan/ Perkembangan Keluarga ...................................... 6
2.9 Konsep Dasar Penyakit ................................................................................. 9
2.10 Pengertian Asam urat.................................................................................... 9
2.11 Etiologi .......................................................................................................... 9
2.12 Tanda Dan Gejala ....................................................................................... 10
2.13 Patofisiologi ................................................................................................ 11
2.14 Komplikasi .................................................................................................. 12
2.15 Pemeriksaan Penunjang ............................................................................. 13
2.16 Penatalaksanaan Medis .............................................................................. 14
2.20 Konsep Asuhan Keperawatan ..................................................................... 14
BAB 3 TINJAUAN KASUS...................................................................................... 20
BAB 4 PENUTUP...................................................................................................... 40
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Asam urat merupakan substansi hasil akhir dari metabolisme purin dalam
tubuh. Berdasarkan penyelidikan, 90% dari asam urat merupakan hasil katabolisme
purin yang dibantu oleh enzim guanase dan xantin oksidase. Asam urat yang
berlebihan tidak akan tertampung dan termetabolisme seluruhnya oleh tubuh, maka
akan terjadi peningkatan kadar asam urat dalam darah yang disebut sebagai
hiperurisemia
Asam urat merupakan hasil samping dari peecahan sel yang terdapat didalam
darah, karena tubuh secara berkesinambungan memecah dan membentuk sel yang
baru. Kadar asam urat meningkat ketika ginjal tidak mampu mengeluarkanya melalui
feces (Efendi, Makhfudli, 2009).
Umumnya yang terserang asam urat adalah pria yang telah lanjut usia,
sedangkan pada perempuan didapati hingga memasuki menopause. Perjalanan
penyakit biasanya mulai dengan suatu serangan atau seseorang memiliki riwayat
pernah memeriksakan kadar asam uratnya yang nilai kadar asam urat darahnya lebih
dari 7 mg/dl, dan makin lama makin tinggi (Tamher,Noorkasiani, 2009).
Faktor yang menyebabkan penyakit asam urat yaitu pola makan, faktor
kegemukan dan lain lain. Diagnosis penyakit asam urat dapat ditegakkan berdasarkan
gejala yang khas dan ditemukannya kadar asam urat yang tinggi di dalam darah
.Selain itu pengobatan asam urat dapat dilakukan dengan meningkatkan ekskresi
melalui ginjal. Ginjal adalah organ yang memiliki fungsi utama untuk menyaring
darah dan membuang racun hasil metabolisme maupun racun yang dikonsumsi secara
tidak sengaja. Pada lansia sehat, ginjal akan tetap berfungsi baik. Namun bila ginjal
mengalami kerusakan yang diakibatkan terutama oleh hipertensi, kencing manis,
infeksi berulang, atau batu ginjal, akan terjadi perubahan dalam struktur dan
fungsinya. Jaringan akan menumpuk sebagai respon dari perbaikan kerusakan
sehingga filter yang ada akan tidak berfungsi. Akibat dari gagal ginjal adalah sesak,
muntah hebat hingga kejang yang mengharuskan untuk dilakukan cuci darah
(Wahyudi Nugroho, Silvana E. Linda, 2006). Olahraga yang baik dilakukan oleh
lansia antara lain berjalan kaki, senam lansia, senam jantung sehat, yoga sehingga
dapat mengurangi resiko berbagai penyakit misalnya hiperusemia, jantung, dan lain-
lain. Berdasarkan data tahunan penderita penyakit asam urat dari Puskesmas Mijen
Semarang tahun 2008-2010, jumlah penderita penyakit asam urat yaitu 52 orang
dengan 23 orang atau sekitar 44,2% merupakan para lanjut usia, sehingga dilakukan
penelitian yang menggambarkan kadar asam urat di Kelurahan Mijen Semarang
Terdapat 150 jenis artritis, tetapi yang sering ditemukan adalah, Osteoarthritis
Rhematoid Artritis dan Gout .
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah yang akan menjadi
fokus pembahasan dalam study kasus ini yaitu tentang Bagaimana Asuhan
Keperawatan Keluarga Pada Tn. H dengan Asam urat
1.3 Tujuan
1.3.1 Operasional: Diharapkan memenuhi kebutuhan asuhan keperawatan keluaraga
di daerah binaan atau lokasi praktek, antara lain
1. Memberikan asuhan keperawatan keluarga
2. Mendapatkan pengalaman nyata di lapangan
1.4 Manfaat Penulisan
Dengan adanya penyusuan maupun penulisan laporan yang dijalani maka
diharapkan dapat dipraktikkan secara efisien, sehingga dapat berguna bagi semua
pihak yaitu:
1.4.1 Teoritis
Secara teoritis penulisan ini beramanfaat untuk memberikan sumbangan
pemikiran maupun sebagai rujukan referensi bagi para pereawat dalam menerapkan
asuhan keperawatan keluarga dengan masalah Asam urat.
1.4.2 Praktis
1.4.2.1 Bagi mahasiswa
Menambah ilmu pengetahuan bagi mahasiswa dalam mempelajari asuhan
keperawatan dengan masalah keperawatan asam urat. Serta sebagai acuan atau
referensi untuk mahasiswa dalam penulisam laporan selanjutnya.
1.4.2.2 Bagi Tempat Penilitian
Diharapkan penelitian ini dapat memberikan gambaran pelaksanaan asuhan
keperawatan keluarga dengan masalah kesehatan asam urat dan diharapkan dapat
meningkatkan status kesehatan masyarakat setempat.
1.4.2.3 Bagi Instituusi Pendikan
Sebagai sumber bacaan di perpustakaan STIKes Eka Harap Palangka Raya dalam
rangka meningkatkan mutu pendidikan perawatan di masa yang akan datang
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Konsep Dasar Keluarga


2.2 Definisi Keluarga
Keluarga adalah sekumpulan dua atau lebih individu yang diikat oleh hubungan
darah, perkawinan atau adopsi, dan tiap-tiap anggota keluarga selalu berinteraksi satu
sama lain (Harmoko, 2012).
Menurut Sutanto (2012) keluarga adalah kumpulan dua orang atau lebih yang
bergabung karena hubungan darah, perkawinan atau adopsi, hidup dalam satu rumah
tangga, saling berinteraksi satu sama lainnya dalam perannya dan menciptakan dan
mempertahankan suatu budaya.
Menurut WHO (1969) keluarga merupakan anggota rumah tangga yang saling
berhubungan melalui pertalian darah , adopsi atau perkawinan (Setiadi, 2008).
Sedangkan menurut Depkes RI (1988) keluarga adalah inti terkecil dari masyarakat
yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di
suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan (Setiadi,
2008).
2.3 Struktur keluarga
Menurut Setiadi (2008), Struktur keluarga menggambarkan bagaimana keluarga
melaksanakan fungsinya di masyarakat. Struktur keluarga terdiri dari bermacam-
macam, diantaranya adalah:
1. Patrilineal
Adalah keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah dalam beberapa
generasi, dimana hubungan itu disusun melalui jalur garis ayah.
2. Matrilineal
Adalah keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara dalam beberapa generasi,
dimana hubungan itu disusun melalui jalur garis ibu.
3. Matrilokal
Adalah sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga sedarah istri.
4. Patrilokal
Adalah sepasang suami-istri yang tinggal bersama keluarga sedarah suami.

5. Keluarga kawin
Adalah hubungan sepasang suami istri sebagai dasar bagi pembinaan keluarga
dan beberapa sanak saudara menjadi bagian keluaga karena adanya hubungan
dengan suami atau istri.
2.4 Fungsi Keluarga
1) Fungsi biologis
Fungsi biologis bukan hanya ditujukan untuk meneruskan
kelangsungan keturunan, tetapi juga memelihara dan membesarkan anak
dengan gizi yang seimbang, memelihara dan merawat anggota keluarga
juga bagian dari fungsi biologis keluarga.
2) Fungsi psikologis
Keluarga menjalankan fungsi psikologisnya antara lain untuk
memberikan kasih sayang dan rasa aman, memberikan perhatian diantara
anggota keluarga membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga
memberikan identitas keluarga.
3) Fungsi sosialisasi
Fungsi sosialisasi tercermin untuk membina sosialisasi pada anak
membentuk nilai dan norma yang diyakini anak, memberikan batasan perilaku
yang boleh dan tidak boleh pada anak. Meneruskan nilai-nilai budaya
4) Fungsi ekonomi
Keluarga menjalankan fungsi ekonomisnya untuk mencari sumber-
sumber penghasilan keluarga, menabung untuk memenuhi kebutuhan yang
akan datang, misalnya pendidikan anak-anak dan jaminan hari tua .
5) Fungsi pendidikan
Keluarga menjalankan fungsi pendidikan untuk menyekolahkan anak
dalam rangka untuk memberikan pengetahuan, keterampilan, membentuk
prilaku anak, mempersiapkan anak untuk kehidupan dewasa, mendidik
anak sesuai dengan tingkat perkembangannya
2.5 Tugas Keluarga di Bidang Kesehatan
Menurut Setiadi (2008), Keluarga mempunyai tugas di bidang kesehatan
yang perlu dipahami dan dilakukan, meliputi:
1) Mengenal masalah kesehatan keluarga. Orang tua perlu mengenal keadaan
kesehatan dan perubahan-perubahan yang dialami anggota keluarga.
Perubahan sekecil apapun yang dialami anggota keluarga secara tidak
langsung menjadi perhatian orang tua atau keluarga.
2) Memutuskan tindakan kesehatan yang tepat bagi keluarga. Tugas ini
merupakan upaya keluarga yang utama untuk mencari pertolongan yang tepat
sesuai dengan keadaan keluarga, dengan pertimbangan siapa diantara
keluarga yang mempunyai kemampuan memutuskan untuk menentukan
tindakan keluarga. Tindakan kesehatan yang dilakukan oleh keluarga diharapkan
tepat agar masalah kesehatan dapat dikurangi atau bahkan teratasi.
3) Merawat keluarga yang mengalami gangguan kesehatan. Seringkali keluarga
telah mengambil tindakan yang tepat dan benar, tetapi keluarga memiliki
keterbatasan yang telah diketahui keluarga sendiri. Anggota keluarga yang
mengalami gangguan kesehatan perlu mendapatkan tindak lanjut atau perawatan
agar masalah yang lebih parah tidak terjadi. Perawatan dapat dilakukan di institusi
pelayanan kesehatan atau di rumah apabila keluarga telah memiliki
kemampuan melakukan tindakan untuk pertolongan pertama. Memodifikasi
lingkungan keluarga untuk menjamin kesehatan keluarga.
4) Memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan di sekitarnya bagi keluarga.
5) Mempertahankan hubungan timbal-balik antara keluarga dan lembaga kesehatan
(pemanfaatan kesehatan yang ada).
2.7 Peran Keluarga
Peran adalah seperangkat tingkah laku yang diharapkan oleh orang lain
terhadap seseorang sesuai kedudukannya dalam suatu sistem. Peran dipengaruhi
oleh keadaan sosial baik dari dalam maupun dari luar dan bersifat stabil.
Kemampuan keluarga dalam memberikan asuhan kesehatan akan mempengaruhi
status kesehatan keluarga. Kesanggupan keluarga melaksanakan pemeliharaan
kesehatan dapat dilihat dari tugas kesehatan keluarga. Fungsi keluarga membuat
keputusan tindakan kesehatan yang tepat, yaitu keluarga mampu membuat
keputusan dan merencanakan tindakan keperawatan keluarga, dalam melakukan
perawatan keluarga yakni keluarga mampu merawat anggota keluarga sebelum
anggota keluarga membawa anggota keluarga ke tempat pelayanan kesehatan.
Keluarga juga mampu mempertahankan atau menciptakan suasana rumah yang sehat,
untuk kelangsungan hidup anggota keluarga, serta tetap mempertahankan hubungan
dengan menggunakan fasilitas kesehatan masyarakat. Keluarga akan menggunakan
fasilitas kesehatan sesuai dengan kemampuan keluarga.
2.7 Kemampuan Keluarga
Perilaku manusia sangat kompleks yang terdiri dari 3 domain yaitu
kognitif, afektif dan psikomotor. Ketiga domain tersebut lebih dikenal pengetahuan,
sikap dan praktik. Pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat
penting karena digunakan untuk menerima informasi baru dan mengingat
informasi tersebut.
Saat keluarga diberikan informasi baru, maka keluarga tersebut akan
membentuk tindakan keluarga yang merujuk pada pikiran rasional, mempelajari
fakta, mengambil keputusan dan mengembangkan pikiran (Craven, 2006).
2.8 Tahap-Tahap Kehidupan/ Perkembangan Keluarga
Meskipun setiap keluarga melalui tahapan perkembangannya secara unik,
namun secara umum seluruh keluarga mengikuti pola yang sama:
1. Pasangan baru (keluarga baru)
Keluarga baru dimulai saat masing-masing individu laki-laki dan perempuan
membentuk keluarga melalui perkawinan yang sah dan meninggalkan
(psikologis) keluarga masing-masing :
1) Membina hubungan intim yang memuaskan
2) Membina hubungan dengan keluarga lain, teman, kelompok sosial
3) Mendiskusikan rencana memiliki anak
2. Keluarga child-bearing (kelahiran anak pertama)
Keluarga yang menantikan kelahiran, dimulai dari kehamilan samapi kelahiran
anak pertama dan berlanjut damapi anak pertama berusia 30 bulan :
1) Persiapan menjadi orang tua
2) Adaptasi dengan perubahan anggota keluarga, peran, interaksi, hubungan
sexual dan kegiatan keluarga
3) Mempertahankan hubungan yang memuaskan dengan pasangan
3. Keluarga dengan anak pra-sekolah
Tahap ini dimulai saat kelahiran anak pertama (2,5 bulan) dan berakhir saat
anak berusia 5 tahun:
1) Memenuhi kebutuhan anggota keluarga, seperti kebutuhan tempat tinggal, privasi
dan rasa aman
2) Membantu anak untuk bersosialisasi
3) Beradaptasi dengan anak yang baru lahir, sementara kebutuhan anak yang lain
juga harus terpenuhi
4) Mempertahankan hubungan yang sehat, baik di dalam maupun di luar keluarga
(keluarga lain dan lingkungan sekitar)
5) Pembagian waktu untuk individu, pasangan dan anak (tahap yang paling repot)
6) Pembagian tanggung jawab anggota keluarga
7) Kegiatan dan waktu untuk stimulasi tumbuh dan kembang anak
4. Keluarga dengan anak sekolah
Tahap ini dimulai saat anak masuk sekolah pada usia enam tahun dan berakhir
pada usia 12 tahun. Umumnya keluarga sudah mencapai jumlah anggota keluarga
maksimal, sehingga keluarga sangat sibuk :
1) Membantu sosialisasi anak : tetangga, sekolah dan lingkungan
2) Mempertahankan keintiman pasangan
3) Memenuhi kebutuhan dan biaya kehidupan yang semakin meningkat, termasuk
kebutuhan untuk meningkatkan kesehatan anggota keluarga
5. Keluarga dengan anak remaja
Dimulai pada saat anak pertama berusia 13 tahun dan biasanya berakhir sampai
6-7 tahun kemudian, yaitu pada saat anak meninggalkan rumah orangtuanya. Tujuan
keluarga ini adalah melepas anak remaja dan memberi tanggung jawab serta
kebebasan yang lebih besar untuk mempersiapkan diri menjadi lebih dewasa:
1) Memberikan kebebasan yang seimbang dengan tanggung jawab, mengingat
remaja sudah bertambah dewasa dan meningkat otonominya
2) Mempertahankan hubungan yang intim dalam keluarga
3) Mempertahankan komunikasi terbuka antara anak dan orangtua. Hindari
perdebatan, kecurigaan dan permusuhan
4) Perubahan sistem peran dan peraturan untuk tumbuh kembang keluarga
6. Keluarga dengan anak dewasa (pelepasan)
Tahap ini dimulai pada saat anak pertama meninggalkan rumah dan berakhir
pada saat anak terakhir meninggalkan rumah. Lamanya tahap ini tergantung dari
jumlah anak dalam keluarga, atau jika ada anak yang belum berkeluarga dan tetap
tinggal bersama orang tua :
1) Memperluas keluarga inti menjadi keluarga besar
2) Mempertahankan keintiman pasangan
3) Membantu orangtua suami/istri yang sedang sakit dan memasuki masa tua
4) Membantu anak untuk mandiri di masyarakat
5) Penataan kembali peran dan kegiatan rumah tangga
7. Keluarga usia pertengahan
Tahap ini dimulai pada saat anak yang terakhir meninggalkan rumah dan
berakhir saat pensiun atau salah satu pasangan meninggal :
1) Mempertahankan kesehatan
2) Mempertahankan hubungan yang memuaskan dengan teman sebaya dan anak-
anak
3) Meningkatkan keakraban pasangan
8. Keluarga usia lanjut
Tahap terakhir perkembangan keluarga ini dimulai pada saat salah satu
pasangan pensiun, berlanjut saat salah satu pasangan meninggal damapi keduanya
meninggal :
1) Mempertahankan suasana rumah yang menyenangkan
2) Adaptasi dengan peruabahan kehilangan pasangan, teman, kekuatan fisik dan
pendapatan
3) Mempertahankan keakraban suami istri dan saling merawat
Mempertahankan hubungan dengan anak dan sosial masyarakat.

2.11 Konsep Dasar Penyakit


2.10 Pengertian Atritis Gout (Asam Urat)
Asam urat merupakan kelainan metabolik yang disebabkan karena penumpukan
purin atau eksresi asam urat yang kurang dari ginjal.
Asam urat merupakan penyakit heterogen meliputi hiperurikemia, serangan
artritis akut yang biasanya mono-artikuler. Terjadi deposisi kristal urat di dalam dan
sekitar sendi, parenkim ginjal dan dapat menimbulkan batu saluran kemih (Edu S.
Tehupeiory, 2000)
2.11 Etiologi
Faktor genetik dan faktor hormonal yang menyebabkan gangguan metabolisme
yang dapat mengakibatkan meningkatnya produksi asam urat.Jenis kelamin dan
umur, prosentase Pria : Wanita yaitu 2 : 1 pria lebih beresiko terjadinya asam urat
yaitu umur (30 tahun keatas), sedangkan wanita terjadi pada usia menopouse (50-60
tahun).
Kelebihan berat badan meningkatkan risiko hiperurisemia dan gout
berkembang karena ada jaringan yang tersedia untuk omset atau kerusakan, yang
menyebabkan kelebihan produksi asam urat.
Minum terlalu banyak alkohol dapat menyebabkan hiperurisemia, karena
alkohol mengganggu dengan penghapusan asam urat dari tubuh.
Makan makanan yang tinggi purin dapat menyebabkan atau memperburuk gout.
Misalnya makanan yang tinggi purin : kacang-kacangan, rempelo dll.
Sejumlah obat dapat menempatkan orang pada risiko untuk mengembangkan
hiperurisemia dan gout. Diantaranya golongan obat jenis diuretik, salisilat, niasin,
siklosporin, levodova.
2.12 Patofisiologi
1. Presipitasi kristal monosodium urat, dapat terjadi di jaringan jika konsentrasi
dalam plasma lebih dari 9 mg/dl.
2. Respon leukosit polimorfonuklear (PMN) dan selanjutnya akan terjadi
fagositosis kristal oleh leukosit.
3. Fagositosis, terbentuk fagolisosom dan akhirnya membran vakuol disekeliling
kristal bersatu dengan membran leukositik lisosom.
4. Kerusakan lisosom, terjadi robekan membram lisosom dan pelepasan enzim
dan oksida radikal ke dalam sitoplasma.
5. Kerusakan sel, terjadi respon inflamasi dan kerusakan jaringan.
Setiap orang memiliki asam urat di dalam tubuh, karena pada setiap
metabolisme normal dihasilkan asam urat. Normalnya, asam urat ini akan dikeluarkan
dari dalam tubuh melalui feses (kotoran) dan urin, tetapi karena ginjal tidak mampu
mengeluarkan asam urat yang ada menyebabkan kadarnya meningkat dalam tubuh.
Hal lain yang dapat meningkatkan kadar asam urat adalah kita terlalu banyak
mengkonsumsi bahan makanan yang mengandung banyak purin. Asam urat yang
berlebih selanjutnya akan terkumpul pada persendian sehingga menyebabkan rasa
nyeri atau bengkak.
2.13 Tanda dan Gejala
1) Stadium Arthritis Gout Akut
(1) Sangat akut, timbul sangat cepat dalam waktu singkat.
(2) Keluhan utama: nyeri, bengkak, terasa hangat, merah dengan gejala sistemik
berupa demam, menggigil dan merasa lelah.
(3) Faktor pencetus: trauma lokal, diet tinggi purin (kacang-kacangan, rempelo
dll), kelelahan fisik, stres, diuretic.
(4) Penurunan asam urat secara mendadak dengan allopurinol atau obat
urikosurik dapat menyebabkan kekambuhan.
2) Stadium Interkritikal
Stadium ini merupakan kelanjutan dari stadium akut dimana terjadi periode
interkritikal asimptomatik.
3) Stadium Arthritis Gout Menahun
Stadium ini umumnya pada pasien yang mengobati sendiri sehingga dalam
waktu lama tidak berobat secara teratur pada dokter. Pada tahap ini akan terjadi
benjolan-benjolan di sekitar sendi yang sering meradang yang disebut sebagai tofus.
Tofus ini berupa benjolan keras yang berisi serbuk seperti kapur yang merupakan
deposit dari kristal monosodium urat. Tofus ini akan mengakibatkan kerusakan pada
sendi dan tulang di sekitarnya. Tofus pada kaki bila ukurannya besar dan banyak akan
mengakibatkan penderita tidak dapat menggunakan sepatu lagi.
2.14 Pemeriksaan Penunjang
1. Pemeriksaan Laboraturium
LED , CRP analisis cairan sendi asam urat darah dan urine 24 jam ureum,
kreatinin.. Peningkatan kadar asam urat serum (hyperuricemia), Peningkatan asam
urat pada urine 24 jam, Cairan sinovial sendi menunjukkan adanya kristal urat
monosodium, Peningkatan kecepatan waktu pengendapan.
2. Pemeriksaan X-Ray
Pada pemeriksaan x-ray, menampakkan perkembangan jaringan lunak.
2.15 Penatalaksanaan
1) Non farmakologi
(1) Pembatasan makanan tinggi purin ( 100-150 mg purin/hari).
(2) Cukup kalori sesuai kebutuhan yang didasarkan pada TB n BB.
(3) Tinggi karbohidrat kompleks (nasi, roti, singkong, ubi) disarankan tidak
kurang dari 100 g/hari.
(4) Rendah protein yang bersumber hewani.
(5) Rendah lemak, baik dari nabati atau hewani.
(6) Tinggi cairan. Usahakan dapat menghabiskan minuman sebanyak 2,5 ltr
atau sekitar 10 gelas sehari dapat berupa air putih masak, teh, sirop atau
kopi.
(7) Tanpa alkohol, termasuk tape dan brem perlu dihindari juga. Alkohol
dapat meningkatkan asam laktat plasma yang akan menghambat
pengeluaran asam urat
2) Farmakologi
(1) Pengobatan fase akut, obat yang digunakan untuk mengatasi nyeri dan
inflamasi (colchicine, indometasin, fenilbutazon, kortikostropin)
(2) Pengobatan hiperurisemia, terbagi dua golongan, yaitu :
Golongan urikosurik (probenesid, sulfinpirazon, azapropazon,
benzbromaron) dan Inhibitor xantin (alopurinol).

2.16 Konsep Asuhan Keperawatan


1. Pengkajian
1) Identitas
Prosentase pria : wanita 2 : 1 Pada pria dominan terjadi pada pria dewasa (30
th keatas)dan Wanita terjadi pada usia menopause (50-60 thn).
2) Pemeriksaan fisik
Identifikasi tanda dan gejala yang ada peda riwayat keperawatan
3) Riwayat psikososial
- Cemas dan takut untuk melakukan kativitas
- Tidak berdaya gangguan aktivitas di tempat kerja
2. Diagnosa Keperawatan
1. Resiko gangguan mobilisasi b.d Kurangnya kemampuan merawat anggota
keluarga yang sakit reumatik
2. Gangguan rasa nyaman nyeri b.d Kurangnya kemampuan merawat anggota
keluarga yang sakit reumatik
3. Kurang pengetahuan tentang pengobatan dan perawatan di rumah b.d
kurangnya mengenal masalah kesehatan
3. Perencanaan
1. Kurang pengetahuan tentang pengobatan dan perawatan di rumah b.d kurangnya
mengenal masalah kesehatan.
Tujuan umum:
Setelah 3x kunjungan rumah, kurang pengetahuan tentang pengobatan dan
perawatan di rumah tidak terjadi.
Tujuan Khusus:
Setelah 1x 45 menit kunjungan rumah, keluarga mampu mengenal masalah asam
urat pada anggota keluarga. Dengan cara:
1. Menyebutkan pengertian asam urat.
Intervensi
1) Diskusikan bersama keluarga pengertian reumatik dengan menggunakan
lembar balik.
2) Tanyakan kembali pada keluarga.tentang pengertian reumatik.
3) Beri pujian atas usaha yang dilakukan keluarga.
2. Menyebutkan penyebab asam urat
Intervensi:
1) Diskusikan bersama keluarga tentang penyebab reumatik dengan
menggunakan lembar balik.
2) Motivasi keluarga untuk menyebutkan kembali penyebab reumatik.
3) Beri reinforcement positif atas usaha yang dilakukan keluarga.
3. Menyebutkan tanda dan gejala reumatik
Intervensi
1) Diskusikan dengan keluarga tentang tanda-tanda reumatik
2) Motivasi keluarga untuk menyebutkan kembali tanda-tanda reumatik
3) Beri reinforcement positif atas usaha yang dilakukan keluarga
4. Menyebutkan akibat lanjut tidak diobatinya reumatik
Intervensi
1) Jelaskan pada keluarga akibat lanjut apabila reumatik tidak diobati dangan
menggunakan lembar baik
2) Motivasi keluarga untuk menyebutkan kembali akibat lanjut dari reumatik
yang tidak diobati
3) Beri reinforcement positif atas jawaban keluarga
5. Memutuskan untuk merawat
Intervensi
1) Motivasi keluarga untuk mengatasi masalah yang dihadapi
2) Beri reinforcement positif atas keputusan keluarga untuk merawat anggota
kelurga yang mengalami reumatik
2. Gangguan rasa nyaman nyeri b.d Kurangnya kemampuan merawat anggota
keluarga yang sakit reumatik
Tujuan umum:
Setelah 3x kunjungan rumah, resiko gangguan rasa nyaman nyeri berkurang/
hilang.
Tujuan Khusus:
Setelah 1x45 menit kunjungan rumah, keluarga mampu merawat anggota
keluarga yang terkena asam urat. Dengan cara:
1. Menyebutkan cara perawatan reumati
Intervensi
1) Diskusikan dengan keluarga cara perawatan reumatik dengan
menggunakan lembar balik
2) Motivasi keluarga untuk menyebutkan kembali perawatan reumatik
3) Beri reinforcement positif atas usaha yang dilakukan keluarga
2. Mendemonstrasikan cara latihan gerak
Intervensi
1) Demonstrasikan pada keluarga tentang cara latihan gerak pada persendian,
sendi kepala sampai sendi kaki
2) Berikan kesempatan pada keluarga untuk mencoba melakukan latihan
gerak
3) Beri reinforcement positif atas usaha keluarga
4) Pastikan keluarga akan melakukan tindakan yang diajarkan jika
diperlukan
3. Menyebutkan jenis makanan untuk reumatik
Intervensi
1) Diskusikan bersama keluarga tentang jenis makanan/diit untuk reumatik
2) Motivasi keluarga untuk menyebutkan kembali diit reumatik
3) Beri reinforcement positif atas jawaban keluarga
3. Resiko gangguan mobilisasi b.d Kurangnya kemampuan merawat anggota
keluarga yang sakit reumatik.
Tujuan Umum:
Setelah 3x kunjungan rumah, resiko gangguan rasa nyaman nyeri berkurang/
hilang.
Tujuan Khusus:
Setelah 1x45 menit kunjungan rumah, resiko gangguan mobilisasi tidak terjadi.
Dengan cara:
1. Cara memelihara/ memodifikasi lingkungan yang sehat
Intervensi
1) Menjelaskan lingkungan yang dapat mencegah reumatik
2) Memotivasi keluarga untuk mengulangi penjelasan yang diberikan
3) Beri reinforcement positif atas upaya yang dilakukan keluarga
BAB 3
TINJAUAN KASUS
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

Nama : Mahesa Budi Pratama


Nim : 2014.B.15.0383
Tempat Praktek : Pahandut Seberang RT 04/RW 01
Tanggal : 27 Mei 2017

A. Identitas klien / keluarga


Nama KK : Tn. H
Umur : 40 Tahun
Agama : Islam
Jenis Kelamin : Laki-laki
Suku : Banjar
Pendidikan : SMP
Pekerjaan : Swasta
Alamat : Pahandut Seberang
No.Telp :-

B. Komposisi Keluraga
Nama Gender Hubungan
No Umur Pendidikan Pekerjaan
(Inisial) (L / P) Dg KK
1 Ny. Y 39 P Istri SD IRT
2 An. N 10 P Anak SD Pelajar
3 An. N 9 P Anak SD Pelajar
4 An. N 7 P Anak SD Pelajar
Tipe Keluarga :

Keluarga Inti
Keluarga Besar
Keluarga Campuran
Single Parent
Lain-lain
C. Riwayat Perkembangan Keluarga
Tahap perkembangan (8 tahap perkembangan) keluarga saat ini :
Keterangan
No Tahap perkembangan keluarga
Terpenuhi Sebagian Tidak
1 Pasangan baru atau keluarga
baru(berginning family), meliputi :
a. Membina hubungan intim dan
kepuasan bersama.
b. Menetapkan tujuan bersama.
c. Membina hubungan dengan keluarga
lain, teman dan kelompok social.
d. Merencanakan anak ( KB).
e. Menyesuaikan diri dengan kehamilan
dan mempersiapkan diri untuk menjadi
orang tua.
2 Keluarga dengan kelahiran anak pertama
(child bearing family)
a. Persiapan menjadi orang tua
b. Membagi peran dan tanggung jawab
c. Menata ruangan untuk anak atau
mengembangkan suasana rumah yang
menyenangkan
d. Mempersiapakan biaya atau dana child
bearing.
e. Memfasilitasi role learning anggota
keluarga
f. Bertnggung jawab memenuhi dari bayi
sampai balita
g. Mengadakan kebiasaan keagamaan
secara rutin
3 Keluarga dengan anak prasekolah family
with preschool)
a. Memenuhi kebutuhan anggota
keluarga seperti tempat tinggal, privasi
dan rasa aman
b. Membantu anak untuk bersosialisasi
c. Beradaptasi dengan anak yang baru
lahir sementara kebutuhan anak yang
lain harus dipenuhi
d. Mempertahankan hubungan yang
sehat, baik di dalam maupun diluar
keluarga.
e. Pembagian waktu untuk individu
pasangan dan anak
f. Pembagian tanggungjawab
g. Kegiatan dan waktu stimulasi untuk
tumbuh dan kembang anak.
4 Keluarga dengan anak usia sekolah (family
with school children)
a. Memberikan perhatian tentang
kegiatan social anak, pendidikan, dan
semangat belajar
b. Tetap mempertahankan hubungan yang
harmonis dalam perkawainan
c. Mendorong anak untuk mencapai
pengembangan daya intelektual
d. Menyediakan aktivitas untuk anak
e. Menyesuaikan pada aktivitas

komunitas dengan
mengikutsertakananak
5 Keluarga dengan anak remaja (family with
teenagers)
a. Memberikan kebebasan yang seimbang
dengan tanggungjawab mengingat
remaja yang sudah bertambah dewasa
dan meningkat otonominya
b. Mempertahankan hubungan yang intim
dengan keluarga
c. Mempertahankan komunikasi yang
terbuka antara anak dan orangtua,
hindari perdebatan, kecurigaan, dan
permusuhan.
d. Perubahan system peran dan
pengaturan peran dan peraturan utnuk
tumbuh kembang keluarga
6 Keluarga dengan anak dewasa atau
pelepasan
a. Memperluas keluarga inti menjadi
keluarga besar
b. Mempertahankankeintiman keluarga
c. Membantu orang tua suami atau istri
yang sakit memasuki masa tua
d. Mempersiapakan anak untuk hidup
mandiri dan menerima kepergian
anaknya
e. Menata kembali fasilitas dan sumber
yang ada pada keluarga
f. Berperan suami, istri, kakek dan nenek
7 Keluarga usia pertengahan (middle age
family)
a. Pertahankan kesehatan
b. Mempunyailebih banyak waktu dan
kebebasan dalam arti mengelola minat
social dan waktu santai
c. Memulihkan hubungan antar generasi
muda dengan generasi tua
d. Keakraban dengan pasangan
e. Memelihara hubungan/kontak dengan
keluarga dengan anak
f. Persiapkan masa tua atau pensiun dan
meningkan keakraban pasangan
8 Kelurga usia lanjut
a. Mempertahnkan suasana rumah yang
menyenangkan
b. Adaptasi dengan perubahan kehilangan
pasangan, teman, kekuatan fisik dan
pendapatan.
c. Mempertahankan keakraban suamiistri
dan salingmerawat
d. Mempertahankan hubungan dengan
anak dansosialmasyarakat
e. Menerimakematian pasangan, kawan,
dan mempersiapkan kematian
Tugas Perkembangan Keluarga :

Dapat dijalankan Sebagian dapat dijalankan Tidak dapat


dijalankan
Jelaskan : Tugas keluarga dapat dijalankan, suami mencari nafkah untuk anak dan
istri, membantu anaknya dalam perkembangan sosial , istri sebagai ibu
rumah tangga dan merawat anaknya dan selalu member perhatian kepada
keluarga

Genogram (3 generasi) :
Keterangan:
: Laki-laki
: KK
: Perempuan
: Hubungan Keluarga
: Tinggal Serumah
: Meninggal

D. Struktur Keluarga

Pola Komunikasi: Baik Disfungsional

Peran dalam keluarga: Tidak Ada masalah Ada masalah

Nilai / norma keluarga Tidak ada konflik nilai Ada konflik

E. Fungsi Keluarga

Fungsi afektif Berfungsi Tidak berfungsi

Fungsi Sosial Berfungsi Tidak berfungsi


Fungsi Ekonomi
Baik Kurang Baik
F. Fungsi Perawatan Kesehatan :

Pengetahuan Tentang Masalah Kesehatan Baik Tidak

Pencegahan Penyakit Baik Tidak

Perawatan Penyakit Baik Tidak

Pemanfaatan Layanan Kesehatan Baik Tidak


G. Pola Koping Keluarga

Efektif Tidak efektif


Stressor yang dihadapi keluarga
H. Spiritual

Taat beribadah: Ya
Tidak
Kepercayaan yang berlawanan dengan kesehatan Ya / Tidak
Distress Spiritual Ya/ Tidak
I. Pola Aktivitas sehari-hari
Pola makan Baik / Kurang 3x sehari
Pola Minum Baik / Kurang 4-8 gelas
Istirahat Baik /Kurang Siang 1 Jam, malam 7 Jam
Pola BAK Baik / Kurang4-6 kali per hari
Pola BAB Baik / Kurang1 kali per hari
Pola Kebersihan diri Baik / Kurang 2 kali perhari
Olahraga Baik / Kurang berolahraga /jarang
Tingkat kemandirian Baik / Kurang
J. Psikososial
Keadaan emosi pada saat ini:
Keadaan emosi Ya/ Tidak Keterangan (siapa,mengapa)
Marah Tidak -
Sedih Tidak -
Ketakutan Tidak -

Putus asa Tidak -

Stress Tidak -

Kurang interaksi dengan orang lain Ya/ Tidak.


Menarik diri dengan lingkungan Ya / Tidak.
Konflik dengan keluarga Ya / Tidak
Penurunan harga diri Ya / Tidak.
Gangguan gambaran diri Ya / Tidak
K. Faktor resiko masalah kesehatan
Tidak pernah / jarang periksa kes: jika sakit saya selalu periksa ke puskesmas
terdekat
Total pendapatan kelurga per bulan:
Di bawah Rp. 600.000,-

Rp. 600.000,- s/d 1.000.000,-


Rp. 1.000.000,- s/d 2.000.000,-
Diatas 2.000.000,-
Rumah / lingkungan tidak sehat Ya / Tidak
Hubungan klg tidak harmonis Ya / Tidak
Obesitas Ya / Tidak
Status gizi kurang Ya / Tidak
L. Pemeriksaan Fisik

VITAL SIGN Laboratorium


Nama
BB/TB Tanggal Asam
(Inisial) GDS Hb Colesterol Lain- lain
TD N RR S pemeriksaan Urat
Tn. H 130/80 87 20 36 - 27 Mei 2017 8,9 Nyeri pada persendian tangan dan kaki
Ny. Y 120/70 80 21 36 - 27 Mei 2017 158 mg/dl
Status mental:
Bingung
Cemas
Disorientasi Tidak ada masalah
Menarik diri
Sistem Kardiovaskuler :
Aritmia
Nyeri dada
Tidak ada masalah
Distensi vena jugularis
Jantung berdebar
Nyeri spesifik :
Lokasi : -
Tipe : -
Durasi : -
Intensitas : -
Sistem pernafasan :
Stridor
Wheezing
Ronchi Tidak ada masalah
Akumulasi Sputum
Sistem Integumen :
Ciasonis
Akral Dingin
Diaporesis Tidak ada masalah
Juandice
Luka
Mukosa Mulut : Lembab
Kapiler refil time :
Lebih 2 detik

Kurang dari 2 detik


Sistem Muskuloskeletal :
Tonus otot kurang
Paralisis
Hemiparesis Tidak ada masalah
ROM kurang
Gangguan keseimbangan
Sistem Persarafan :

Nyeri kepala
Pusing
Tremor
Reflek pupil anisokor.
Paralisis : lengan kiri/ lengan kanan/ kaki kiri/ kaki kanan
Anestesi daerah perifer
Sistem Perkemihan :
Disuria
Hematuria
Frekuensi Tidak ada masalah
Retensi
Inkontinensia
Sistem Pencernaan :
Intake cairan kurang
Mual/ muntah
Nyeri perut
Muntah darah Tidak ada masalah
Flatus
Distensi abdomen
Colostomy
Diare
Konstipasi Tidak ada masalah
Bising usus
Terpasang sonde
M. Pengkajian Lingkungan:
1. Ventilasi :(1)< 10% luas lantai (2)10% luas lantai
2. Pencahayaan :(1) Baik (2)kurang
3. Lantai :(1) semen (2) tegel (3) keramik
(4) tanah (5) lainnya kayu
4. Kebersihan rumah: (1) baik (2) kurang
5. Jenis bangunan: (1) permanen (2) semi permanen
(3) nonpermanen
6. Air untuk keperluan sehari-hari
1) Sumber air untuk keperluan minum:
PDAM Sumur

Sungai Air mineral

2) Sumber air untuk keperluan mandi dan cuci:


PDAM Sumur

Sungai Air mineral


3) Jarak sumber air dengan pembuangan limbah keluarga/septic tank:

<10 meter >10 meter


4) Tempat penampungan air sementara:

Bak Ember
Gentong Lain-lain..........
5) Kondisi tempat penampungan air:

Tertutup Terbuka
6) Kondisi air:
Berasa Berwarna
Berbau Ada endapan

Tidak berasa, tidak berbau, dan tidak berwarna


7. Sampah Keluarga
1) Pembuangan sampah:

TPU Sungai Ditimbun


Dibakar Sembarang tempat
2) Apakah rumah memiliki tempat penampungan sampah sementara ?

Ya Tidak
3) Bila ya bagaimana kondisisnya ?
Tertutup Terbuka
4) Jarak tempat penampungan sampah dengan rumah ?
<5 meter >5meter
8. Sistem pembuangan kotoran :
1) Tempat Keluarga buang hajat(BAK/BAB) :

Jamban(WC) Sungai Sembarang tempat


2) Apabila memiliki jamban,jenisnya apa :

Cemplung Leher angsa Plengseran


3) Pembuangan air limbah :

Resapan Got Sembarang tempat


9. Hewan peliharaan / ternak
1) Apakah memiliki hewan peliharan/ ternak ?

Ya Tidak
2) apabila memiliki ,apakah termasuk hewan ternak/ peliharaan ?
Ya Tidak
3) Bila ya, apakah hewan ternak ada kandangnya ?
Ada Tidak ada
4) bila ada, dimana letaknya ?
Didalam rumah Diluar rumah
5) bila diluar rumah,berapa jauh jaraknya ?
<1meter >1 meter tetapi < 10 meter
6) kondisi kandang :
Terawat Tidak terawat

Perawat yang mengkaji


Nama : Mahesa Budi Pratama Tgl : 27 Mei 2017 Pkl :11:30 WIB
ANALISIS DATA
No Data Etiologi Masalah
1 Data Subjektif : Ketidak mampuan Kurangnya
Tn. H mengatakan merasa nyeri mengenal masalah pengetahuan
atau sakit pada bagian sendi-sendi
tangan hingga ke kaki .
Data Objektif :
- Tn. H tampak memegang bagian
sendi-sendi tangannya.
- Tn. H bertanya tentang penyakit
yang dialaminya.
-TTV
- TD: 130/80 mmhg,
- RR: 22 x/mt,
- N: 85 x/mt,

2 Data Subjektif : Pencemaran air Resiko terjadinya


- Ny. Y mengatakan jika sungai oleh sampah suatu penyakit pada
membuang sampah selalu di anggota keluarga
buang ke sungai. berhubungan
Data Objektif : dengan PHBS
- Terlihat tidak ada tempat kebiasaan
penampungan sampah sementara membuang sampah
di rumah keluarga Tn. H serta kesungai dan sekitar
dibawah rumah terdapat sampah rumah.
yang berserakan.
DIAGNOSIS KEPERAWATAN
1. Kurangnya pengetahuan berhubungan dengan Ketidakmampuan dalam mengenal
penyakit asam urat
2. Resiko terjadinya suatu penyakit pada anggota keluarga berhubungan dengan
PHBS kebiasaan membuang sampah kesungai dan sekitar rumah.

SKORING PRIORITAS MASALAH


1. Kurangnya pengetahuan berhubungan dengan Ketidakmampuan dalam mengenal
penyakit hipertensi
No Kriteria Skala Bobot Skoring Pembenaran
1. a. Sifat masalah : 1 2 1/1x2=2 Masalah sudah
terjadi belum
terlambat untuk
di perbaiki
b. Kemungkinan masalah dapat 1 2 1/1x2=2 Masalah yang
diubah : dihadapi bisa di
ubah dengan
penyuluhan
kesehatan
a. Potensial masalah untuk 3 1 3/3x1=1 Keluarga
dicegah : pasien ingin
berobat ke
puskesmas
b. Menonjolnya masalah : 2 1 2/2x1=1 Penyakit yang
di derita Tn.H
sangat
menggangu
Total 6
2. Resiko terjadinya suatu penyakit pada anggota keluarga berhubungan dengan
PHBS kebiasaan membuang sampah kesungai dan sekitar rumah.
1. Kriteria Skala Bobot Skoring Pembenaran
a. Sifat masalah : aktual 3 3 3/3 x 1 Masalah belum terjadi
=1 belum terlambat
untuk di perbaiki
b. Kemungkinan 0 2 0/2 x 2 Masalah
masalah dapat diubah =0 kemungkinan sulit/
: tidak dapat tidak dapat di ubah
berkaitan dengan
tempat tinggal yang
jauh dan sulitnya jalur
yang ditempuh untuk
mengangkut sampah
ke tempat
pembuangan sampah
c. Potensi masalah 1 3 1/3 x 1 Kemungkinan
untuk dicegah : = 0,33 masalah dapat
rendah dicegah dengan
memberikan
pendidikan kesehatan
tentang PHBS
khususnya buang
sampah sembarangan.
d. Menonjolnya 0 1 0/2 x 1 Penyakit yang
masalah : masalah =0 disebabkan karena
tidak dirasakan kebiasaan membuang
sampah di sungai atau
di hutan tidak segera
dirasakan saat itu
juga.
Total 1,33

Berdasarkan rumusan prioritas di atas, maka dapat diketahui prioritas permasalahan


pada keluarga Tn. H adalah sebagai berikut :
1. Kurangnya pengetahuan berhubungan dengan Ketidakmampuan mengenal
masalah.
2. Resiko terjadinya suatu penyakit pada anggota keluarga berhubungan dengan
PHBS kebiasaan membuang sampah kesungai dan sekitar rumah.